Wednesday, 12 April 2017

DR. Zakir Naik Visits Makassar 2017 #QuranandModernScience

The Eleventh of April of 2017. 09.00 PM (WITA).

Di postingan kali ini saya akan melanjutkan kembali pengalaman saya selama mengikuti kuliah umum DR. Zakir Naik tanggal sepuluh April kemarin. Tema yang diambil pada kuliah umum kali ini yaitu Quran and Modern Science. Adapun tempat yang dipilih oleh panitia untuk melaksanakan kegiatan ini adalah Baruga A.P Pettarani yang lokasinya berada di dalam kampus Universitas Hasanuddin. 

Pada pukul 05.00 AM saya dan teman-teman saya sudah bergegas meninggalkan para kasur. Setelah menunaikan shalat subuh kami pun segera bersiap-siap untuk mandi kemudian berpakaian. tepatnya pukul 06.15 AM kamipun siap meluncur menuju lokasi. Kebetulan saat itu saya memang sengaja menginap di rumah salah satu teman yang lokasinya berdekatan dengan lokasi dakwah DR. Zakir Naik. Hari Senin  sebagai simbol utama macet di Makassar membuat saya dan teman-teman memilih untuk berangkat lebih awal meskipun lokasinya dekat. Antrian panjang bersama para peserta lainnya yang berjumlah sekitar 10.000 orang merupakan hal yang paling saya hindari. Hari Senin pagi kemarin itu sebenarnya pagi yang sangat jarang terjadi dalam sejarah hidup saya selama beberapa bulan belakangan ini. Jadwal kuliah siang menjadi alasan saya untuk menempel erat di atas kasur setelah menunaikan shalat subuh. Sebut saja balas dendam dari bantai tugas-tugas tiap malamnya. 

Pagi itu jalanan masih tampak lengang. Udara dingin juga masih sempat menusuk hingga menembus jaket saya selama mengendarai motor menuju Unhas. Sekitar 06.30 AM saya pun tiba. Sekitar 10 meter dari atas kendaraan, saya sudah bisa melihat segerombolan orang-orang masuk menuju baruga. Setelah memarkir motor bersama teman-teman saya yang lainnya, kami pun menuju Baruga. Tak berselang lama Hp saya tiba-tiba berdering. Ternyata sebuah telepon dari teman saya. Katanya dia sudah berada di dalam Baruga. Dia menyarankan untuk segera bergegas naik sebelum antrian semakin panjang. Registrasi ulang dibagi menjadi dua dimana lantai dasar dikhususkan untuk ikhwan dan lantai dua untuk akhwat. Dari tangga menuju lantai dua  saya sudah melihat antrian yang sangat panjang. Setiba di atas saya langsung menghampiri panitia. Setelah menunjukkan e-tiket saya pun dipersilahkan masuk. Saya mengira setelah memperlihatkan tiket di pintu pertama para peserta sudah langsung bisa masuk untuk duduk manis ternyata proses registrasi ulangnya ketat juga. Di pintu selanjutnya kami diminta oleh panitia untuk menunjukkan tiket dan tanda pengenal kami baik itu KTP/SIM/Passport kemudian panitia mencatat nomor yang ada pada tanda pengenal kami. Sebelum masuk panitia juga memeriksa barang bawaan kami demi menghindari adanya peserta yang membawa senjata tajam. Berikut pemandangan yang sempat saya ambil selama berada di jalur registrasi. 






Beberapa peserta yang telah mendapat tiket indoor segera memasuki ruangan sementara yang tidak memiliki tiket diarahkan untuk tetap menunggu pengumuman selanjutnya dari para panitia. Berikut view yang sedang berlangsung setelah menyelesaikan tahap registrasi di dalam ruangan dan di luar ruangan gedung  baruga A.P Pettarani pada Senin pagi.
.


Setelah duduk di kursi masing-masing para peserta pun dihimbau untuk tetap menjaga ketertiban acara. Beberapa aturan memang telah disampaikan oleh panitia sebelumnya seperti tidak membawa makanan berat,  foto selfie atau foto mengarah ke podium, ataupun lalu lalang di depan podium. Berhubung belum ramai-ramai amat saya dan teman-teman lainnya menyempatkan untuk foto selfie dulu (Biar greget). 


Sekitar pukul 08.30 AM acarapun dibuka dengan lantunan ayat suci Al-quran dari seorang ustadz yang kemudian dilanjutkan pula oleh seorang qori dan qoriah yang masih berusia sekitar 10 tahun. Menjelang pukul 10.00 AM orang yang paling ditunggu-tunggu akhirnya tiba pula di atas podium. Yeah, he has come!!!. Saya tak kuasa menahan rasa bangga sekaligus bahagia saat melihat DR. Zakir Naik berada beberapa meter di hadapan saya. Meskipun saya berada di lantai 2 tapi Alhamdulillah saya masih bisa melihat beliau dengan sangat jelas walau jarak yang agak jauh. Beliaupun membuka ceramahnya dengan membagikan rasa bahagianya bisa berada di Indonesia sebagai negara muslim terbesar di dunia. Selanjutnya beliau mulai membahas mengenai Quran and Modern Science. Selama berceramah sekitar 30 menit, beliau membahas banyak hal mengenai kebenaran Al-quran tentang alam semesta. Bahkan beliau juga membahas tentang bentuk bumi berdasarkan Al-Quran (Pasukan Flat Earth mana suaranya??? :D). Setelah beliau mengakhiri ceramahnya beliaupun membuka sesi tanya jawab dari para peserta. Pada acara tersebut beliau memprioritaskan penanya dari kalangan non-muslim. Dalam dakwahnya kali ini ada 8 orang yang telah dipandu syahadat oleh beliau dan memutuskan untuk memeluk agama Islam. Sebenarnya saya tidak ingat benar urutan dan siapa saja penanya-penanya selama acara berlangsung. Saya hanya mengingat ada beberapa penanya yang benar-benar menggetarkan hati saya sampai-sampai tissue saya habis saking terharunya saat mereka mengucapkan dua kalimat syahadat T_T. 

Penanya pertama merupakan seorang perempuan dimana dia menyatakan tidak memiliki pertanyaan untuk DR. Zakir Naik. Dia hanya ingin menjadi muallaf dan masuk Islam. Setelah diberikan beberapa pertanyaan oleh DR Zakir Naik tentang keseriusannya memeluk Islam akhirnya beliaupun memandu perempuan tersebut untuk bersyahadat. Kemudian, pertanyaan selanjutnya dari seorang perempuan juga yang merupakan seorang pemeluk agama katolik. Dia sebelumnya telah mempelajari Islam dan berniat untuk memeluk agama Islam namun ditentang oleh orang tuanya. Selama diberikan penjelasan mengenai keutamaan mencintai orang tua dan Islam dari DR. Zakir Naik, terlihat perempuan ini terus meneteskan air matanya. Setelah mendengar jawaban dari DR. Zakir Naik iya pun meminta kesempatan untuk bertanya sekali lagi. Beliau pun mengijinkannya untuk kembali bertanya. Dengan air mata yang terus mengalir perempuan inipun melanjutkan pertanyaannya. Kalau tidak salah dengar begini kira-kira pertanyaannya "Sir, why do Bibble always change but Quran never change?" Dengan tersenyum sambil memuji pertanyaan perempuan tersebut beliaupun menjelaskan tentang banyaknya versi injil yang telah ada hari ini. Beliau bahkan memiliki banyak kumpulan koleksi kumpulan injil berbagai versi tersebut. Hingga tibalah ruangan penuh dengan tangis haru. Yah, perempuan tersebut telah yakin pada dirinya bahwa Islam adalah agama yang sempurna. Sambil terus menyekah air matanya beliaupun mengikuti kalimat syahadat yang diucapkan oleh DR. Zakir Naik. Dengan suara yang bergetar, perempuan tersebut terus melanjutkan ucapan syahadat yang juga terus dipandu oleh dua orang translator yang berada di sampingnya. Saya bisa merasakan aura-aura yang sangat hangat di dalam ruangan tersebut. Tangisan saya pun semakin menjadi-jadi  setelah perempuan tersebut menyelesaikan ucapan syahadat di hadapan kami semua. Tidak hanya itu, saya juga terpukau dengan pertanyaan seorang lelaki non muslim yang kemudian memutuskan memeluk islam setelah memberikan pertanyaan tentang mengapa wajah Yesus berbeda-beda. Pertanyaan yang juga membuat isi ruangan kembali riuh adalah pertanyaan dari seorang perempuan yang merasakan kebingungannya tentang wujud Tuhan. Begini kira-kira pertanyaannya "Mengapa Tuhan dan Nabi di dalam agama Islam tidak berwujud dan tidak bisa dilihat sedangkan di agama yang saya anut, saya bisa melihat wujud Tuhan saya". Dengan cerdas DR. Zakir Naik pun menjawab pertanyaan perempuan tersebut dengan menjelaskan tentang esensi udara yang tak bisa dilihat namun bisa dirasakan. Air matanya terus berlinang sambil mendengar penjelasan DR. Zakir Naik tentang Allah SWT yang tak bisa dilihat secara wujud namun kita bisa merasakan kebeardaannya lewat tanda-tanda kekuasaanya di atas bumi ini. Selama acara gemah takbir terus berkumandang di dalam ruangan. Air mata haru dan bahagia terlihat jelas dari mata dan raut wajah dari para peserta hingga acara selesai. 

Menjelang pukul dua siang DR. Zakir Naik mengakhiri acara yang bertemakan Quran and Modern Science ini. Acara ini sekaligus penutup rangkaian acara dakwah DR. Zakir Naik selama berada di Indonesia. Setelah mendapat cendera mata dari pemerintah Sulawesi Selatan beliaupun pamit dan kemudian meninggalkan ruangan. Para peserta satu persatu juga berjalan meninggalkan tempat mereka masing-masing. Di pintu keluar ternyata kami ditahan oleh beberapa panitia untuk mengambil konsumsi yang tersedia. Para panitia kayaknya sadar kalau saya kelaparan karena mengeluarkan banyak energi untuk menangis selama acara. Sebelum meninggalkan gedung saya dan teman-teman menyempatkan untuk isi perut dulu di luar ruangan. 

 kam

Setelah santapan terakhir, saya dan teman-teman yang lainnya mulai meninggalkan baruga dan beranjak menuju parkiran. Setelah tiba di rumah, saya merasa sedih, sesak, haru hingga bahagia di dada saya. Dada saya masih sesak bila mengingat semua saudara-saudara saya mengucapkan dua kalimat syahadat yang kemudian diiringi kalimat Takbir. Ada kebahagiaan yang bercampur jadi haru saat saya mengingat lagi bila  DR. Zakir Naik dan saya benar-benar berada di tempat yang sama saat itu. Sedih juga rasanya saat melihat beliau berjalan meninggalkan panggung kemudian menghilang di antara kerumunan orang yang mengelilinginya. Hmmmm kira-kira kapan saya dan di mana saya bisa melihat dan mendengar dakwah beliau lagi yah? Anyway 10 April 2017 kemarin merupakan hari yang benar-benar berkesan bagi saya. Terima kasih para panitia yang telah mengorbankan fisik dan mentalnya untuk menyukseskan acara ini. Di tunggu event yang menginspirasi selanjutnya yang tentunya dengan persiapan yang lebih baik lagi. 

~For DR Zakir Naik, thank you very much for your coming in my home country. I do apologize for some bad statements and news from some media in Indonesia. A bunch of thanks also for your trust to some people and Islam organizations in supporting till conducting this inspirational event. May the peace, mercy and blessing of Allah be upon you. Amiin ya Rabbal Alamiin~





2 comments:

  1. saya juga ikut register, tapi ga dikirimi email balik

    ReplyDelete
    Replies
    1. Padahal banyakji yg tidak dapat email tp bisa masuk

      Delete