Sunday, 14 May 2017

Pesta Literasi Bersama Najwa Shihab



Selamat malam para readers sekalian!!! Welcome back to my recent post, fthhh finally saya bisa ngepost tulisan lagi uyeeeee!!! kayaknya saya memang sudah sekitar satu bulanan vakum dari blog ini. Yah dikarenakan banyaknya schedule nikah di keluarga saya akhir-akhir ini ditambah lagi schedule mengurus si BAB 4 sama BAB 5 mengharuskan saya untuk tidak menjamah dunia blog dulu padahal tangan saya sudah gatal minta ampun ngorek-ngorek si keyboard. Hmmmm ok I will straight to the point right now. Malam minggu kemarin merupakan salah satu malam minggu yang paling berkesan menurut saya selama berada di Bantaeng. Setiap pulang ke kampung halaman rasanya memang tidak pas kalau tidak mengunjungi Pantai Seruni yang merupakan salah tempat wisata keren di kota Bantaeng tapi bedanya malam minggu kemarin selain bisa berkumpul bersama teman dan sanak saudara, para pengunjung juga dihibur dengan kedatangan Najwa Shihab salah satu presenter favorite saya. Sebenarnya kemarin merupakan kali kedua Najwa untuk datang di Bantaeng malahan katanya dia lebih sering ke kota Bantaeng dari pada kampung halamannya sendiri di Sidrap. Yah Bantaeng mungkin memiliki kesan tersendiri bagi Najwa Shihab dimana di setiap kedatangannya Bantaeng selalu memberikan pengalaman unik tersendiri. 

Tahun 2013 merupakan tahun pertama Najwa Shihab menginjakkan kaki di tanah Bantaeng. Sebenarnya saya juga kurang tahu tujuan kedatangan Najwa Shihab ke Bantaeng saat itu dalam rangka apa yang jelas saat itu beliau diundang oleh Prof. Nurdin Abdullah untuk menikmati kota Bantaeng. Beberapa berita saat itu juga mengabarkan bahwa beliau juga diajak oleh Bapak Bupati Bantaeng berkunjung ke kebun duriannya sambil menyantapnya langsung. Semalam beliau juga sempat menceritakan sedikit pengalamannya beberapa tahun lalu itu tentang legit dan nikmatnya durian yang beliau santap waktu itu. Yang durian lovers silahkan ngiler yang kontra silahkan geleng-geleng hihihihi. 

Acara yang bertajuk Pesta Literasi di Pantai Seruni semalam merupakan hasil kerja sama antara pemerintah Kabupaten Bantaeng dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Bantaeng. Acara semalam diisi dengan tari dan musik tradisional dari siswa sekolah dasar, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan puisi yang dibawakan pula oleh seorang siswi sekolah dasar. Pada acara semalam juga dimeriahkan oleh hadirnya pendongeng cilik yang membuat saya dan semua penonton melongo gara- gara melihat skill mendongengnya yang super keren. Keahlian mendongengnya bikin saya jatuh cinta sama bocah itu. Sudah lucu, pandai bercerita lagi. This kid was really cute! Sampai-sampai Najwa Shihab saja minta foto dan membawa anak tersebut ke atas panggung kemudian memeluknya. Wah proud of you nak! Setelah dihibur oleh beberapa penampilan seru dari para siswa-siswi Bantaeng tibalah saatnya acara inti yang paling ditunggu. Acara talkshow bersama duta baca Indonesia dan Bupati Bantaeng pun dimulai. Berikut adalah beberapa kumpulan foto selama acara berlangsung yang saya ambil dari Syahrir Nawir Nur






Kalau biasanya dalam acara Mata Najwa, Najwa Shihab menjadi presenter kali ini Prof Nurdin Abdullah mengambil alih acara literasi yang berlangsung seru tadi malam. Pada awal acara Najwa Shihab juga sempat mengerjai Bupati Bantaeng tersebut. Berkali-kali Prof Nurdin harus mengulang-ulang kalimat pembuka acara yang diarahkan oleh Najwa Shihab. Penontonpun jadi riuh melihat tingkah Bupatinya tersebut. Sebagai Duta Baca, dalam acara semalam Najwa Shihab memberikan banyak sekali inspirasi sekaligus motivasi kepada para pengunjung Pantai Seruni. Saya sangat kagum dengan lingkungan keluarga beliau yang dikelilingi oleh buku-buku sejak kecil hingga dewasa. Najwa Shihab mengungkapkan bila sang Ayah yang biasa beliau panggil Abi yang tak lain adalah Bapak Quraish Shihab adalah orang yang mengajarkan beliau untuk mencintai buku sejak kecil. Sejak kecil beliau selalu menyaksikan ayahnya membaca berbagai jenis bacaan mulai dari buku hingga surat kabar. Najwa Shihab mengakui bila lingkungan yang seperti itulah yang telah membentuk dirinya untuk terus mencintai buku.

Dipenghujung acara, Najwa Shihab dan Bapak Bupati Bantaeng juga meluncurkan program terbaru dari kabupaten Bantaeng yaitu Smart Library Kabupaten Bantaeng. Dengan adanya smart library ini diharapkan mampu untuk membantu meningkatkan minat baca di Bantaeng. Sekitar ribuan buku telah tersedia dan bisa diakses langsung melalui ponsel pintar masyarakat saat ini. Hanya dengan mengunduh aplikasinya lewat handphone, kita sudah bisa menikmati ribuan buku yang telah tersedia. Setelah proses launching selesai maka tibalah dengan acara yang paling dinanti-nantikan oleh banyak orang. Semalam Bapak Bupati menyediakan beberapa jenis hadiah mulai dari aneka macam bingkisan hingga sepeda. Wahhh saya langsung ingat pak Jokowi yang hobby kasih kuis berhadiah sepeda. Beberapa guru hingga siswa-siswi berhasil memborong semua jenis hadiah semalam. Hmmm sebuah kebanggan tersendiri tentunya terpilih sebagai pemenang di acara yang dipandu langsung oleh Najwa Shihab dan Prof. Nurdin Abdullah semalam. 

Semoga acara-acara seperti ini bisa terus dikembangkan. Semoga dengan banyaknya pula kegiatan-kegiatan literasi yang dilakukan oleh berbagai pihak di Indonesia termasuk Sulawesi Selatan dapat mewujudkan Indonesia yang cinta Baca. Seperti yang diungkapkan oleh Najwa Shihab bila data dari UNESCO yang menyatakan anak Indonesia itu malas baca sebenarnya bisa dibantahkan. Sudah saatnya kita menebar virus literasi.

Salam literasi readers ^^           

Monday, 17 April 2017

Memberdayakan dan Menyejahterahkan Tanah Papua

Bila menyebut nama Papua, kira-kira apa yang  akan terlintas di benak kalian? Beberapa orang mungkin akan menggambarkan keindahan alamnya hingga kekayaan alam yang terkandung di dalam perut bumi Papua. Keindahan alam dan kekayaan alam yang disajikan tanah Papua memang tidak akan pernah mengecewakan untuk dijelajahi maka tidak heran bila turis-turis dari luar juga turut berbondong-bondong untuk mencicipi salah satu surga nusantara ini. 

Pulau paling timur di Indonesia ini memang menyimpan banyak tempat-tempat wisata yang siap memanjakan mata para pelancong. Raja Ampat, Taman Nasional Teluk Cenderawasih, Danau Sentani, Taman Nasional Lorentz dan Lembah Baliem merupakan beberapa tempat wisata andalan di provinsi Papua. Selain itu, sumber daya alam yang melimpah seperti emas, batu bara, nikel serta hasil tambang lainnya juga merupakan komoditas-komoditas unggulan yang dimiliki oleh tanah Papua. Tidak sedikit perusahaan yang berlomba-lomba untuk berinvestasi di tanah yang kaya akan hasil tambangnya ini. Terlepas dari semua kelebihan yang dimiliki oleh Papua, di sisi lain Data Statistik menunjukkan bila Papua masih menjadi provinsi termiskin di Indonesia. Ironis memang, pada saat yang bersamaan Papua dikenal sebagai provinsi yang terkaya sekaligus provinsi termiskin di negeri ini.

Di negara-negara berkembang seperti Indonesia, kemiskinan menjadi salah faktor terlambatnya pertumbuhan ekonomi. Dalam halaman Kompas, Bank Dunia juga menyatakan bila perlambatan ekonomi yang masih terjadi di sejumlah negara berkembang diprediksikan akan menghambat upaya-upaya dalam pemberantasan kemiskinan dan pemerataan kemakmuran. Kemiskinan memang masih menjadi pekerjaan rumah yang belum terselesaikan hingga saat ini. Namun, terlepas dari fakta tersebut pemerintah tentu tidak tinggal diam menghadapi masalah ini. Presiden Jokowi di bawah kepemerintahannya tetap serius bekerja menangani salah satu isu penting di negeri ini. Berbagai upaya terus dilakukan pemerintah guna menekan angka kemiskinan terutama di wilayah Papua yang dinyatakan sebagai daerah termiskin di Indonesia.  

Percepatan Pembangunan dan Infrastruktur di Tanah Papua

Pemerintah pada tahun 2017 terus memaksimalkan upaya percepatan pembangunan di daerah Papua. Dikutip dari halaman Kementerian Keuangan Republik Indonesia, pemerintah pada tahun ini mengalokasikan dana sebanyak Rp. 4,96 triliun dimana untuk sumber daya air sebesar Rp. 411 miliar, jalan dan jembatan berjumlah Rp. 3,72 triliun, permukiman Rp. 132 miliar dan perumahan sebanyak Rp. 85,7 miliar. Selain itu, dana juga dialokasikan untuk provinsi Papua Barat sebesar Rp. 2,64 triliun yang terbagi atas alokasi infrastruktur sumber daya air Rp. 342 miliar, jalan dan jembatan sebesar Rp. 1,51 triliun serta untuk pemukiman berjumlah Rp. 129 miliar.  Salah satu program percepatan infrastruktur dari pemerintah yang sudah mulai terlihat perkembangannya adalah proyek pembangunan jalan trans-Papua. Program trans-Papua ini sendiri berfungsi untuk menghubungkan daerah Sorong yang terletak di Papua Barat dengan daerah Merauke.

Menurut Basuki Hadimuljono selaku Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dalam website Kementerian PUPR Republik Indonesia, “Pembangunan infrastruktur tidak hanya untuk mendorong perkembangan ekonomi di perkotaan tetapi membangun infrastruktur di perbatasan juga untuk mengurangi disparitas, sosial, ekonomi dan wilayah. Pembangunan jalan itu prinsipnya agar bisa lebih cepat, aman dan murah”. Langkah yang diambil pemerintah ini merupakan upaya untuk menekan tingginya biaya hidup yang masih terjadi di Papua dikarenakan akses lintas daerah yang sangat sulit dijangkau oleh masyarakat Papua. Pembangunan jalan trans-Papua yang rencananya akan rampung pada tahun 2019 mendatang merupakan jembatan yang akan menghubungkan perekonomian baru masyarakat di wilayah Sorong dan Merauke. Komitmen pemerintah terhadap peningkatan infrastruktur dan pembangunan di daerah Papua bisa menjadi solusi terhadap ketimpangan yang terjadi di kawasan barat Indonesia dan kawasan timur Indonesia. 

Memperkenalkan Papua Pada Dunia

Salah satu langkah pemerintah Indonesia dalam rangka memperkenalkan Papua ke dunia internasional adalah melalui pariwisata. Pada tahun 2016 kemarin, Kementerian Pariwisata Republik Indonesia gencar melakukan promosi wisata Raja Ampat yang ditampilkan melalui Times Square di New York. Promosi yang dilakukan pemerintah tersebut merupakan cara untuk menarik wisatawan Amerika Serikat untuk berkunjung ke Papua.  Dalam halaman Travel KompasElizabet Hutagao yang menjabat sebagai Kepala Bidang Komunikasi Media Ruang Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara Kementerian Pariwisata menyebutkan bila wisatawan asal Amerika Serikat merupakan pasar yang potensial untuk digarap karena mereka merupakan tipe wisatawan yang suka untuk menghabiskan masa liburan dengan waktu yang lama. Kemudian, terpilihnya Raja Ampat sebagai pemenang dalam festival film yang bertajuk The International Tourism Film Festival of Bulgaria on the East Coast of Europe ke-12 di Bulgaria tahun lalu merupakan bukti bila Papua bisa menjadi program wisata unggulan yang tak kalah dari provinsi lainnya di Indonesia.  Sangat disayangkan bila indahnya panorama alam dan uniknya kehidupan masyarakat Papua  tidak terekspos oleh turis mancanegara. 


Menjamurnya para pengguna sosial media juga semakin memudahkan pemerintah serta masyarakat dalam mempromosikan wisata di tanah Papua. Youtube sebagai tempat berbagi video oleh orang-orang di seluruh dunia dimanfaatkan oleh Kementerian Pariwisata Republik Indonesia dengan memasukkan berbagai macam video pariwisata dari seluruh daerah di Indonesia termasuk Papua. Instagram yang makin digandrungi oleh banyak kalangan juga menjadi salah satu media sosial paling popular untuk mempromosikan pariwisata Papua hari ini. Semakin dikenalnya Papua oleh masyarakat Indonesia hingga para turis mancanegara diharapkan mampu mendongkrak dan memperbaiki daya saing ekonomi sekaligus pariwisata masyarakat Papua dengan daerah lainnya


Pendidikan Berkualitas untuk Masyarakat Papua

Pendidikan untuk anak-anak Papua juga merupakan tonggak lahirnya generasi cerdas penerus bangsa. Sangat minimnya sarana dan prasarana menjadi faktor sulitnya anak-anak Papua menikmati bangku sekolah layaknya anak-anak di daerah lain. Statistik Indonesia mengungkapkan bahwa pada tahun 2015, sekitar 52 persen penduduk miskin pada usia 15 tahun ke atas hanya mampu menyelesaikan pendidikan hingga ke jejang SD/SMP. Bahkan, sebanyak 31 persen lainnya sama sekali tidak dapat menempuh jenjang SD. 


Fakta yang lebih mencengangkan lagi adalah data dari United Nations Development Program yang dikutip dari Dunia News Viva. UNDP mengungkapkan bila Papua memiliki jumlah anak putus sekolah terbanyak di Indonesia. United Nations Development Program atau Badan Program Pembangunan yang dinaungi oleh PBB ini juga menambahkan bila unsur sosial budaya maupun ekonomi menjadi penyebab ketertinggalan bidang pendapatan, kesehatan hingga pendidikan di beberapa daerah seperti Papua. Fakta ini kembali mempertegas bila masalah ekonomi masih menjadi salah satu penghambat bagi anak-anak di Indonesia untuk mengenyam pendidikan. 

Pada masa kepemimpinan presiden Jokowi, pemerintah terus menaruh perhatian besar terhadap dunia pendidikan di tanah Papua. Program beasiswa pendidikan untuk anak Papua menjadi prioritas utama bagi pemerintah. Salah satu penyedia beasiswa yang memberikan kesempatan besar bagi anak Papua untuk merasakan bangku universitas adalah  LPDP. Beasiswa ini dikelola langsung oleh Kementerian Keuangan Republik Indonesia. Beasiswa Afirmasi serta Beasiswa Indonesia Timur merupakan beasiswa yang dikhususkan untuk daerah tertinggal seperti Papua. Tidak hanya itu, pemerintah melalui program Afirmasi Pendidikan Menengah atau yang disingkat ADEM sejak 2013 hingga 2015 telah memberangkatkan 1047 pelajar untuk merasakan jenjang pendidikan SMA di luar Papua. Program pengiriman ratusan hingga ribuan guru-guru ke tempat-tempat terpencil melalui program Guru Garis Depan (GGD) ataupun program Sarjana Mendidik di Daerah Terdepan, Terluar dan Tertinggal (SM3T) merupakan langkah serius yang diambil pemerintah untuk pemerataan pendidikan. Target utama pemerintah melalui kegiatan-kegiatan ini adalah untuk membangun dan memberdayakan pelayanan pendidikan yang berkualitas untuk anak-anak di daerah-daerah terpencil termasuk Papua sehingga tidak ada lagi sekolah yang kekuarangan guru serta anak putus sekolah. Saat ini pemerintah telah dan akan terus berusaha mengurus permasalahan pendidikan di Papua namun, bantuan serta dukungan dari masyarakat luas tetap dibutuhkan untuk mencapai cita-cita pendidikan di tanah Papua.  

KEMISKINAN memang masih menghantui pulau paling timur di bumi pertiwi ini tapi usaha dan kerja keras adalah jawaban tepat untuk menghadapi permasalahan klasik ini. Sebuah kutipan dari Bapak B.J Habibie pada acara Habibie Festival beberapa waktu lalu menjadi penutup pada tulisan saya kali ini "We are at war with ignorance and poverty but we WILL win this war".

Monday, 27 March 2017

Happy Earth Hour From Makassar


The Twenty sixth of March of 2017. 10. 11 (WITA)


Long time no see para reader sekalian!!! Well, di kesempatan kali ini saya akan berbagi cerita tentang kegiatan Earth Hour yang diadakan setiap setahun sekali di seluruh dunia ini. Tepatnya malam minggu kemarin tanggal 25 Maret 2017, seluruh dunia menyemarakkan aksi Earth Hour 2017. Earth Hour sendiri merupakan kegiatan  yang rutin diadakan oleh World Wide Fund for Nature dimana seluruh dunia serentak melakukan pemadaman lampu selama satu jam. Tujuan dari kegiatan Earth Hour adalah sebagai bentuk kesadaran kita terhadap perubahan iklim yang terjadi saat ini. Dengan ikut serta berpartisipasi dalam kegiatan ini berarti kita juga telah menjadi bagian penting dalam mencegah perubahan iklim yang semakin ekstrim akhir-akhir ini. Memadamkan lampu, mematikan gadget dan barang elektronik lainnya yang tidak diperlukan selama satu jam merupakan langkah sederhana namun memberi dampak yang besar terhadap lingkungan kita. 

Malam minggu kemarin tepatnya pukul 20.30 WITA, kota Makassar juga turut meramaikan aksi ini. Beberapa kali Earth Hour Makassar menyelenggarakan kegiatan setahun sekali ini di Benteng Fort Roterdam Makassar namun berbeda dengan beberapa tahun sebelumnya kali ini Earth Hour Makassar menempatkan event ini di anjungan pantai Losari Makassar.  Mungkin disesuaikan dengan temanya juga kali yah yaitu #SEJUTAAKSI #SEATOSEE makanya tempatnya diadakan di anjungan pantai Losari. Berikut adalah beberapa foto yang saya ambil sebelum dan sesudah aksi Earth Hour dimulai. 








Dibalik kerennya dan serunya acara Earth Hour semalam tiba-tiba saja hujan deras plus petir juga ikut meramaikan acara tersebut. Sesaat setelah Bapak Danny Pomanto selaku walikota Makassar membuka acara ini secara resmi, awan mendung yang dari tadi sudah tidak tahan untuk bersua dengan bumi akhirnya   tumpah juga. Walhasil sekitaran area pantai losari tumpah ruah dengan genangan air. Well, I can say that it was Earth Hour for Flood Edision. 



Genangan air di atas merupakan salah satu penampakan ekstrimnya malam minggu yang saya alami semalam. Sedikit cerita tentang kejadian semalam, jadi sebenarnya saya berencana untuk meet up di titik Earth Hour bersama teman-teman saya tadi malam. Rencana yang sudah matang untuk bercengkrama sembari menikmati acara pada akhirnya kalah telak dengan guyuran hujan yang membuat semua pengunjung pantai jadi basah kuyup di tambah lagi kilatan petir yang menyambar gelapnya pantai Losari malam itu. Last night was not a gathering because I was the one and only who was alone in the pouring rain, hikzzz sekali ternyata kehidupan saya malam itu. Rencana ngumpul hanya sebatas ngumpul di group WA. Karena posisi yang masing-masing berjauhan, pada akhirnya kami memutuskan untuk tidak bersua, what a poor night dudes. Malam itu ada yang tertahan di bawah tenda pengungsian upss maaf maksud saya di bawah tenda para pedagang di pinggir pantai Losari yang saling berdesak-desakkan bersama pengunjung lainnya, ada yang  pasrah hujan-hujanan karena sudah terlanjur basah kuyup, ada pula dengan posisi PW nya bersama sang kekasih di bawah atap KFC menikmati balasan-balasan BBM saya yang penuh keluhan dan rengekkan  gara-gara tidak bisa bergeser dari tempat semula. Yah malam itu saya jadi penghuni tetap sebuah pohon ukuran mini di pantai Losari bersama tiga lelaki yang sibuk cari view untuk mengabadikan peristiwa semalam. Special for the guy yang merasa saya PHP karena batal ketemu, I do apologize for the night brother! Saya benar-benar merasa bersalah karena tidak sempat bertemu padahal semalam adalah waktu yang tepat untuk bisa bersua setelah sekian lama tak bertemu lagi. Luckily, your girlfriend accompanied your night. Paling tidak saya tidak merasa bersalah-bersalah amat wkkwkwkw. 

Mendekati jam sembilan malam hujan nampaknya makin menikmati pertemuannya dengan bumi. Tak ada kode untuk redah dan pada akhirnya saya memutuskan untuk pulang. Perjalanan pulang saya ternyata tak sesederhana itu pula. Saya harus menjamu macetnya daerah sekitaran pantai Losari malam itu. Untung saya pluviophile (penikmat hujan) jadi saya ikut menikmati saja alur guyuran hujan sepanjang jalan. Barisan para penjual pisang epe menjadi aksesoris yang berbeda malam itu. Lampu-lampu yang berasal dari gerobak-gerobak mereka menjadi hiasan tersendiri di mata saya selama perjalanan pulang. Dan ternyata saya terhipnotis juga sama aroma arang dan bau gula merah yang menyengat dari sebuah gerobak pisang epe paling ujung tempat saya tertahan oleh macet. Then, I stopped to buy Pisang Epe without any consideration to the rain, traffic even to the flood. Dua bungkus pisang Epe bisalah menutup keseruan dan kelelahan saya menikmati kegiatan Earth Hour ini.  Then anyway, Happy Earth Hour Readers. Jangan lupa untuk tetap turut serta menjaga kelestarian bumi kita. Habis ngecharge HP atau laptop jangan lupa chargenya ikutan dicabut #IniAksiku #ManaAksimu #ChangeClimateChange :) 

Tuesday, 14 March 2017

Voice Korean Drama (Review)



Hello para readers sekalian! Welcome to my review board again. Well, berbeda dengan review pertama saya tentang sebuah film, Great Wall Movie (Review).  Kali ini saya akan share pengalaman saya selama menonton salah satu drama korea yang rilis Januari kemarin dengan judul VOICE. Kalau kalian pecinta drama Korea saya sangat merekomendasikan drama ini untuk kalian tonton. Seriously, this is so unpredictable drama. Then, for your information drama ini merupakan drama bergenre thriller dan detective. Jadi buat kalian yang ingin bapper-bapperan atau mau cari wajah oppa-oppa, I do apologize guys kayaknya yang kalian cari ada di channel sebelah hehehe. Tapi tidak salahnya buat nonton drama yang satu ini. Aktingnya Lee Ha Na sama Jang Hyuk itu bikin greget tiap episodenya. Jang Hyuk disini memaninkan karakter sebagai seorang detective dari kepolisian Korea yang bernama Moon Ji Hyuk. Lee Ha Na sendiri memainkan peran sebagai Kang Kwon Jo, seorang ketua 112 center's Golden Time Team. Yang belum tahu team 112 ini apa well, I will tell you now, Kalian pernah dengar layanan tanggap 24 jam? yah tugas team ini tidak jauh beda lah dengan layanan cepat tanggap. Drama ini menceritakan tentang Kang Kwon Jo sebagai ketua Call Center Korea yang ingin membentuk Golden Time Team dengan mengajak beberapa orang di dalam kepolisian yang dia percaya mampu membantunya untuk menyelesaikan beberapa kasus yang ia terima di Call Center. Kang Kwon Jo merupakan alumni Voice Profiler di Amerika Serikat. Dia banyak belajar mengenai jenis-jenis suara selama di Amerika. Sebenarnya point penting dari drama ini adalah peran penting Kang Kwon Jo dalam mengenali setiap detail-detail suara yang ia dengarkan. Sejak kecil dia memang memiliki kelebihan mengenali suara-suara bahkan suara halus dan kecil sedikitpun makanya dia merasa tepat untuk bekerja di Call Center. Jadi sudah tahukan maksud dari judul VOICE itu sendiri kemana? 

Kisah ini bermula ketika istri dari Jang Hyuk ditemukan tewas mengenaskan dengan luka yang sangat menyeramkan. Di saat yang bersamaan ayah dari Kang Kwon Jo yang juga berprofesi sebagai seorang polisi menemukan pembunuh tersebut kemudian mengejarnya. Saat melakukan pengejaran, para polisi dan Call Center terus bekerja sama. Hingga peristiwa naas terjadi pada ayah Ketua Kang. Dia tewas dibunuh oleh sang pembunuh misterius. Hal yang paling menyakitkan bagi Kang Kwon Jo adalah saat mendengar sendiri bagaimana ayahnya tewas dibantai oleh pembunuh tersebut. Keahlian mendengarnya tersebut menjadi sebuah luka tersendiri saat mendengar semua detail-detail suara peristiwa pembunuhan ayahnya. Hingga pada suatu hari seorang yang mengaku sebagai pembunuh tersebut tertangkap. Saat persidangan berlangsung  Kang Kwon Jo yang bertindak sebagai saksi menolak semua bukti pembunuhan yang dikeluarkan oleh polisi. Ia menyanggah bahwa bukti rekaman yang diputar saat persidangan tidak valid. Dia juga tidak mempercayai tersangka pembunuhan tersebut sebagai pelaku utamanya. Kang Kwong Jo yang memiliki kelebihan dalam mendengar sangat mengenal suara dari pembunuh tersebut namun bukti yang ia keluarkan ditolak dipersidangan termasuk oleh detective Moon ji Hyuk. Singkat cerita, pelaku di dalam persidanganpun divonis sebagai terdakwa.

Setelah dua tahun berlalu, pelaku sebenarnya masih belum ditemukan meskipun secara hukum pembunuhnya telah tertangkap namun tidak untuk Ketua Kang. Pada akhirnya Ketua Kang memutuskan untuk membentuk Golden Team dengan mengajak beberapa orang untuk bekerja sama. Detective Moon yang pada awalnya telah menolak mentah-mentah untuk ikut bergabung akhirnya percaya pada kemampuan pendengaran Ketua Kang setelah sebuah kasus penculikan yang ia tangani bersama ketua Kang yang pada saat itu menceritakan kelebihan yang ia miliki. Setelah Detective Moon bergabung, Shim Dae Shik yang juga anggota dari Detective Moon ikut bergabung. Setelah mereka bergabung Ketua Kang kembali mencari dua orang yang ia andalkan untuk bergabung. Yeah, dia membutuhkan seorang hacker. Well, I was so excited to see this hacker did as an IT expert in this drama wkkwkwk. Yeah lelaki itu adalah Yesung, salah satu member Super Junior yang imutnya kebangetan.  Ok sebelum saya offside membahas ketampanannya saya lanjut ke seorang ahli bahasa yang juga menjadi partner setia Yesung di drama ini saat melakukan penyelidikan sebuah kasus. Singkat cerita mereka bersama-sama menemukan kasus-kasus yang bikin jantung saya nyaris copot tiap episodenya. Rentetan kasus-kasus yang mereka terima di Call Center membawa mereka ke sebuah kasus misterius beberapa tahun sebelumnya.  Sebua kasus pembunuhan sadis oleh seorang pembunuh misterius. 

VOICE sendiri tayang mulai tanggal 14 Januari dan berakhir 12 Maret kemarin. Nonton 16 episode drama ini memacu adrenalin dan otak saya juga sebenarnya. But, it was really amazing plot. Pas nonton episode terakhir kemarin kayak ada perasaan lega tersendiri juga buat saya. Lega karena endingnya berakhir dengan sangat epic. Biasanya tiap minggu saya sibuk penasaran menunggu episode selanjutnya sayangnya it has ended. Anyway I need this kind of drama in spite of Romance or colossal. Dan buat Yesung, you were so cool man. Saya sangat tidak menyangka kalau kamu bisa acting seperti itu. I wait your another charater anyway hehehe. Dan untuk kalian yang ingin download drama ini silahkan kunjungi salah satu web langganan saya yang satu ini VOICE.

Happy watching and be careful to your heartbeat for every curious scenes.  


Monday, 6 March 2017

Coming Soon, CEEFIXHOUSE!




The sixth of March of 2017, 01.32 AM (WITA)

Malam ini hingga menuju pagi saya kembali menyaksikan salah satu film favorit saya. Salah satu film Indonesia yang keren banget menurut saya. Kalau mau diungkapkan pake kata-kata mungkin saya bisa minjem Idiom kece dari kota Makassar. Istilahnya ana'-ana' ka disini nabilangi "Andalancuuuu, andalan gueee ji". Yahh intinya saya baru saja nonton fillmnya 5cm. Salah satu film yang diadaptasi dari sebuah novel karangan Donny Dirgantoro yang epic binti keren. Sebelum kenal filmya sebenarnya saya sudah menamatkan buku dengan judul film yang sama ini beberapa kali. Pertama kali ketemu sama novel ini gara-gara suka sama sampul uniknya terus jatuh cinta sama kata-kata yang tertera tepat di wajah buku ini. Ketika buku saya telah melanglang buana dipinjam oleh teman-teman kos saya bahkan sudah door to door ke rumah teman-teman saya lainnya hingga ke junior-junior saya yang sampai hari ini belum mengembalikan novel-novel saya (Balikin oh oh Balikin), tiba-tiba muncul berita kalau novelnya bakal dijadikan movie. Wowww, I was so girang gak kebayang at the time!!! Akhirnya tepat tanggal 12 Desember 2012, 5cm. the movie telah liris di bioskop-bioskop seluruh tanah air. Ehm, berhubung saat itu Hp saya masih Hp legend (Nokia tipe 1208) jadi waktu itu saya nggak sempat foto ala -ala kekinian kayak jaman sekarang buat fotoin tiket nonton saya hari itu. Walaupun tanpa jepret kiri kanan yang penting saya dan teman-teman saya sukses dibikin merinding, terharu, dan jiwa nasionalis tiba-tiba kambuh pas nonton 5cm. hari itu.

Buat yang tanya kenapa saya tiba-tiba bahas film ini (Kalau ada yang tanya, kalau nggak ada, ya gak apa-apa), yah karena kebetulan saya menemukan film ini di laptop ponakan saya, berhubung laptop saya sudah dimuseumkan alias sudah rusak total akhirnya saya bajak dulu laptop ponakan saya ini (Thanks a lot nak 😂). Singkat cerita, malam ini tiba-tiba saya bapper sama teman-teman saya. Honestly, I am longing to you all guys. Entah ada angin apa tiba-tiba saya rindu berat dengan kalian dan pada akhirnya saya lampiaskan lewat nonton 5cm. Nonton 5cm. bikin saya alay malam ini yet surely I really miss my old days with all of you in the campus. Liat Genta, Zafran, Arial, Ian dan Riani memaksa saya untuk mengingat masa-masa kuliah kemarin. Iya kemarin walaupun kita sudah jadi alumni sekitar tiga tahun tapi rasanya baru kemarin kita ketemu. Rasanya baru kemarin kita kenalan di kelas yang terkenal sama hebohnya dan jenis spesies langkahnya yang minta ampun. Saya tidak usah sebutkan satu-satu karakter kalian di sini yah, bukannya nostalgia tentang kalian, nantinya saya buka aib kalian satu satu wkwkwkw. Ahhhh ngomong-ngomong sekarang sudah pukul dua pagi dan lagi hujan, Apa kabar kalian anak kos Manuruki? Saya kangen sama cerita banjir, atap bocor, becek yang sudah jadi topik langganan kalian. Saya masih ingat komplotan anak Manuruki sang pecinta hujan yang kalau ke kampus bawa payung beserta sepatu plastik andalan di saat musim hujan. Kapan lagi ya bisa jadi gadis payung kebasahan. Oh iya apa kabar pula kalian warga Samata Gowa dan sekitarnya? Masih rajin jogging tidak hari ini? Lapangan Syech Yusuf sama Fort Rotterdam minta dijenguk lagi sama genk kalian. Kapan pesta barobbo, bubur manado, gapurung dan kawan-kawannya lagi? Dan untuk semuanya kapan kita bisa ngumpul lagi? Sebosan-bosannya saya lihat kalian grebek kostan saya ternyata saya rindu berat juga sama momen-momen itu. Masuk di semester tiga dan seterusnya, jam segini biasanya kita lagi asyik-asyiknya begadang sama tugas. Kalau bukan karena deadline ya karena drama Korea. Tahun 2011 sampai 2013 drama korea lagi bagus-bagusnya yah waktu itu. Jadi kangen bapper-bapperan liat oppa-oppa. Tahun-tahun itu kayaknya grup FB kelas masih ramai-ramainya. Nah sekarang? berbagai varian rasa sosmed baru menutupinya. Kalau liat kronologi grup FB kadang saya suka ketawa-ketawa sendiri dan tidak terasa ada yang tiba-tiba basah di pipi saya. Ahhh mungkin saya saja kali ya yang terlalu bapper. Dulu sms itu sudah jadi sosial media paling ampuh buat memberi kabar hingga bergossip ria. Bagaimana tidak, saat itu T*lkomsel masih lagi baik-baiknya bagi-bagi sms gratis. Alhamdulillah saya yang masih setia sama Nokia jadul kecipratan untungnya karena belum sempat merasakan yang namanya kuota. Hari ini sebenarnya jauh lebih mudah untuk berkomunikasi dengan kalian. Jenis sosmed sudah lahir hampir tiap musim dan hampir semuanya juga sudah didownload sama kalian tapi kok kita jarang saling menyapa yah. Ehmm mungkin saya saja kali ya yang alay. 

Sudah tiga tahun 2014 membenamkan diri untuk digantikan oleh 2017. Beberapa bulan setelah wisuda kita masih sok sibuk ketemu di kampus mengurus ijazah dan konco-konconya dan sekarang tiga tahun telah berlalu. Mitos tentang pertemuan yang akan berakhir dengan perpisahan betul-betul ada ternyata. Ada yang sudah balik ke kampungnya untuk mengabdi sebagai guru, ada yang merantau di kampung tentangga hingga menyebrang pulau untuk mengaduh nasib, ada yang masih setia di Makassar selama 7 tahun untuk melanjutkan kuliah dan ada pula yang setia di kampus untuk menyelesaikan sang tugas akhir, skripsi. Saya tahu setiap dari kita adalah manusia dengan beribu angan dan tujuan. Terlalu egois rasanya untuk menahan kalian untuk terus bersama seperti sedia kala padahal sudah saatnya kita harus berpencar untuk meniti mimpi dan karir kita yang berbeda. Saya tahu banyak di antara kita yang belum puas dengan kehidupan hari ini. Saya juga tahu betul kalian masih banyak yang mengeluh dengan dunia yang sedang kalian tekuni. Gaji kurang, lingkungan tidak sesuai, bosan mengajar, bosan kerja hingga malas belajar. Nonton 5cm. malam ini tiba-tiba menampar ulang saya waktu baca novelnya pertama kali. Saya ingat scenenya Genta yang katanya batal untuk kuliah di Manchester walaupun sebenarnya itu mimpi dia untuk bisa tinggal beberapa tahun di negara impiannya itu. Seperti ini kira-kira kutipannya "Saya nggak jadi ah kuliah di Manchester. Tapi beneran enakan di Indonesia. Dari lahir gue disini, gue pake tanahnya, airnya masa gua gak ada terima kasihnya". Kalau dilihat dari segi isinya memang kata-katanya Genta cocok buat orang-orang yang ingin hidup nyaman dengan cara meninggalkan negeri ini dan mencari kehidupan baru di luar sana tapi kalau dilihat-lihat lagi, kata-katanya Genta nyentil secara universal sih. Saat kalian bosan, jenuh, kecewa atau bahkan malas untuk melanjutkan kehidupan yang saat ini kalian jalani cobalah untuk kembali mengingat mata pelajaran Etika dan Profesi Keguruan waktu di kelas dulu. Ingatlah bahwa kita adalah calon-calon guru sang pendidik generasi bangsa. Lakukanlah sesuatu untuk negeri ini sebagai balas jasa kita yang telah memakai  tanah pertiwi ini untuk hidup hingga untuk mati. Mengajar, hal yang sederhana memang namun memberi dampak yang mendalam jika kita ikhlas mengamalkannya. Mengajar di sini bukan hanya untuk di kelas tapi juga untuk di kantor, di rumah, atau dimanapun kita berada karena kita semua adalah guru. Ingat gelar S.pd yang bertengger di belakang nama kalian semua. Walaupun hari ini kalian berada di jalur yang melenceng dari latar belakang kalian, tapi jangan lupa bila roh S.Pd itu akan tetap bersemayam sampai kapanpun.

Ini masih tentang kita, tentang sebuah persahabatan yang telah memberikan cerita tersendiri sampai kapanpun untuk saya. Banyak duka yang terlanjur tertoreh di hari-hari itu tapi lebih banyak suka yang menutupi kisah itu. Kembali tentang 5cm. sebuah novel sekaligus film yang mengajarkan tentang arti mengejar mimpi. Untuk kalian, tetaplah seperti itu, seperti yang ku kenal dulu. Walaupun hari ini sudah berbeda tapi bukan berarti kalian berubah. Tetaplah bertahan pada apa yang kalian jalani hingga suatu hari kita akan berkumpul kembali saling menceritakan kisah tersendiri kita satu sama lain di suatu tempat yang selalu kita idam-idamkan, CeefixHouse.