Tuesday, 2 July 2019

VOICE SEASON 3 (Review)




Hello para readers sekalian. Welcome to my review board again. Well, kali ini saya akan membahas drama bergenre thriller dari OCN, sang channel kesayangan para pecinta drama-drama creepy dan menegangkan di seluruh dunia ini. Kalau kalian pecinta drama Voice season satu sampai season tiga, saya bisa pastikan saat ini mata anda masih berkaca-kaca, di kepala anda muncul sangat banyak tanda tanya dan tentu saja ada rasa sakit yang mendalam setelah menyaksikan ending VOICE 3 ini. Tenang, kalian tak sendirian, ada saya juga yang masih speechless liat ending VOICE 3 barusan.

Berbeda dengan season-season sebelumnya yang memiliki ending sangat-sangat mengesankan, khusus season ini saya melihat ada banyak varian rasa yang muncul dari kepala penonton setelah menyaksikan akhir dari drama VOICE 3. Ya, bagi saya ending drama ini juga cukup mengesankan sekaligus sangat-sangat menyesakkan. Bagaimana tidak menyesakkan, wong aktor andalan saya di serial ini harus di tembak mati secara tragis di akhir cerita T_T. Tentunya, bukan saya saja yang ingin sambat ending VOICE 3 ini. Ada banyak penikmat drama ini yang telah meluapkan emosi dan tangisannya kepada sang writer nim di Twitter. Mereka tidak rela melihat Lee Jin Wook meninggal dengan cara seperti itu. Bayangkan saja dari season dua sampai season tiga tamat doi tersiksa terus. Pokoknya Do Kang Woo nasibnya malang sekali di drama ini. Sudah di fitnah dua season, tersiksa batin dan mental eh ujung-ujungnya ditembak mati. Gimana hati ini kagak potek writer nim T_T

Selain ending tragis season 3, para netizen juga heboh dengan munculnya banyak teori mengenai drama ini. Setelah melihat epilog season 3 yang tiba-tiba memunculkan Bang Jee Soo membawa senapan super besar, banyak yang beranggapan bila Do Kang Woo sebenarnya tidak ditembak oleh pihak SWAT kepolisian Korea melainkan oleh Bang Jee Soo. Kehadiran Bang Jee Soo ini juga ramai dibahas oleh netizen di Twitter karena mengira Bang Jee Soo sudah tewas terbunuh. Saya termasuk yang tidak percaya kalau Bang Jee Soo meninggal saat itu soalnya waktu lompat ke sungai mayatnya tidak ditemukan dan memang tidak ada pemberitahuan dari pihak kepolisian kalau doi tewas. Dan ternyata memang betul doi muncul di epilog bersama seorang perempuan yang sedang bermain piano. Lagi dan lagi banyak teori tentang perempuan yang menemani kemunculan Bang Jee Soo di epilog ini. Ada yang bilang perempuan itu adalah Ibu dari Kaneki dan Do kang Woo. Ada pula yang menanggap bila sosok perempuan ini akan menjadi psikopat baru di season 4. Fuhhhhhhh kayaknya tiga psikopat ganteng harus dilengkapi dengan seorang psikopat wanita juga di season 4 nanti. Dan teori terakhir dari saya sendiri adalah akan hadirnya kembali sosok Moo Tae Go di season 4 nanti sebagai otak dari semua kasus pembunuhan keji ini. Loh bukannya Moo Tae Go sudah mati? Saya sendiri ndak yakin beliau mati waktu di Rumah Sakit soalnya tak ada kabar juga kalau beliau mati. Kalau teori saya ini betul, berarti season 4 nanti bakal hot sekali dengan kumpulan psikopat-psikopat kecenya. Kalau bisa jangan psikopat-psikopatnya saja yang reunian, saya juga mau Yesung kembali menjadi bagian dari Golden Time Team. Kenapa? Soalnya, kehadiran-kehadiran para sosok tak terduga ini akan membuat season 4 makin seru, selain itu writer nim nya juga aman lah dari cacian pemirsa yang tak ikhlas kapten Do meninggal dan tak muncul lagi di season 4. Saya sih berharapnya, Do Kang Woo cuma ngeprank di ending season 3 kemarin terus masih muncul di season 4 hehe. 

Well, saya rasa cukup demikian uneg-uneg saya tentang drama VOICE SEASON 3 ini. Bagaimana dengan kalian? Any other theories? 


Tuesday, 4 June 2019

Tradisi Menyambut Lebaran di Tanah Air


Hei readers! Lebaran sudah di depan mata, tentu kalian sudah mempersiapkan banyak hal demi menyambut hari yang fitri ini. Tradisi menyambut hari raya idul fitri ini tidak hanya persoalan memakai baju baru saja tetapi juga tentang kebiasaan-kebiasaan lainnya yang sering kita lakukan menjelang hari lebaran. Kira-kira apa saja yah tradisi dalam menyambut hari raya idul fitri di Indonesia. Kuy disimak tulisan saya berikut ini.

Tradisi turun-temurun yang sangat sulit dipisahkan dengan yang namanya hari lebaran di tanah air adalah mudik. Anak rantau tentu akrab dengan tradisi yang satu ini. Rindu kampung halaman dan kumpul keluarga adalah alasan mengapa mudik selalu menjadi tradisi yang sulit untuk tidak dilaksanakan. Kemudian, kegiatan takbir keliling yang sering dilaksanakan pada malam hari menjelang hari raya juga sudah menjadi tradisi tahunan di tanah air. Masyarakat pada umumnya hanya berjalan kaki melaksanakan takbir keliling tapi saat ini kebanyakan orang lebih memilih menggunakan kendaraan. Hari ini kegiatan takbir keliling tak sekedar menjadi tradisi tetapi juga sudah dijadikan sebagai lomba tahunan tiap menyambut lebaran. Kegiatan seperti ini makin menambah seru dan meriahnya malam lebaran di berbagai tempat di tanah air.

Ciri khas dari lebaran juga tidak bisa dipisahkan dengan yang namanya ketupat dan opor ayam. Bisa dibilang setiap rumah wajib menyediakan makanan-makanan ini di meja makan mereka. Di kampung saya sendiri orang yang tidak membuat ketupat di rumahnya pun bisa langsung mempunyai ketupat di rumahnya. Kenapa? Karena the power of bagi-bagi makanan yang selalu ada tiap menyambut lebaran. Momen-momen seperti ini memang selalu memberikan kesan yang dalam bagi setiap warga yang kurang mampu.

Selain makanan, petasan juga selalu muncul sebagai icon datangnya hari raya idul fitri. Saya sendiri sebenarnya juga agak heran melihat larangan maupun himbauan yang terus sliweran tentang penggunaan petasan ini. ujung-ujungnya petasan ini juga tetap eksis dimainkan anak-anak di kampung-kampung. Malam lebaran tanpa suara petasan memang kurang seru tapi bagi kalian yang memiliki adik, ponakan dan juga anak tetap harus berhati-hati menggunakannya.

Well readers, itulah rangkaian tradisi dalam menyambut hari lebaran di tanah air. Dan dengan berakhirnya tulisan ini maka berakhir pulalah rangkaian tulisan saya bulan ini. Semoga Allah tetap memberikan saya kesehatan dan kesempatan untuk tetap menulis di blog ini. See you in the next post!


Monday, 3 June 2019

Doa di Penghujung Ramadan


Selamat datang di tausyiah Ramadan ke 29 blog saya wahai readers sekalian! Lebaran semakin dekat pertanda hari kemenangan pun segera tiba dan bulan penuh rahmat ini juga akan segera berpisah dengan kita. Masih ada rasa rindu dengan awal-awal Ramadan tapi ada rasa tidak sabar juga untuk segera menyambut hari kemenangan yang sudah di depan mata.  

Dua hari menjelang ditinggalkan oleh sang bulan suci Ramadan ada banyak doa dan harapan yang menggebu-gebu di batin saya. Ada banyak untaian semoga, semoga, dan semoga yang terus saya panjatkan di hari-hari terakhir Ramadan ini. Ya, doa dan harapan yang paling kencang saya panjatkan kepada Allah SWT adalah doa dan harapan agar saya dan ibu saya tetap diberi kesehatan. Saya masih ingin bertemu Ramadan-ramadan lainnya. Saya masih ingin bersama Ibu saya di Ramadan-ramadan lainnya dan saya juga masih sangat-sangat ingin menemukan kebahagiaan-kebahagiaan Ramadan di tempat lainnya. I know it sounds too over but yeah I want to feel Ramadan atmosphere in Mekkah and Madina with my mother next year. Saya memang belum memiliki persiapan apa-apa untuk mimpi saya ini but I hope it will come true soon. Saya percaya pada kekuatan doa.

Tentang doa dan harapan, saya juga memiliki banyak kata semoga untuk mimpi-mimpi yang sedang saya perjuangkan. Semoga, semoga, dan semoga di Ramadan berikutnya saya juga sudah bisa menggapai mimpi-mimpi saya yang lainnya. Memiliki pekerjaan tetap, bisa travelling dan volunteering lagi, tulisan untuk buku kedua saya cepat selesai dan segera terbit. Wish me luck readers!      

Tentang doa dan harapan, saya juga menaruh banyak harapan pada diri saya pribadi setelah Ramadan meninggalkan kita. Saya ingin menjadi pribadi yang lebih baik. Menjadi seorang yang lebih dekat dengan Allah SWT, yang tidak hanya produktif beribadah di bulan suci Ramadan saja melainkan di hari-hari lainnya pula. Yang terakhir dan tidak kalah pentingnya adalah semoga saya bisa menjadi pribadi yang lebih ikhlas dalam menjalani hidup saya di kehidupan selanjutnya.


Best Moment in Ramadan



Hello readers! Selamat datang kembali di konten tausyiah penghujung Ramadan ini. Pada tulisan kali ini saya akan membagikan momen-momen terbaik yang saya alami selama bulan puasa ini. Seperti kebanyakan orang tentu setiap dari mereka memiliki kesan-kesan tersendiri dalam menjalani puasa di bulan suci ini. Ada yang merasa semakin dekat dengan Allah SWT karena lebih produktif beribadah ataupun membaca Al-quran di bulan Ramadan dibandingkan hari-hari biasanya, ada pula yang merasa menjadi pribadi yang lebih baik dan peduli terhadap sesama dibandingkan bulan-bulan sebelumnya.

Seperti orang-orang tersebut saya juga memiliki momen-momen yang menurut saya sangat berkesan dibandingkan Ramadan tahun-tahun sebelumnya. Ya salah satu momen terbaik Ramadan tahun ini adalah saya bisa aktif dan produktif lagi untuk menulis. Kalau kalian melihat tulisan-tulisan lawas saya di blog ini maka kalian tidak akan menemukan banyak tulisan selama Ramadan pada tahun-tahun sebelumnya. Kalau tidak salah saya cuma punya satu tulisan di awal Ramadan tahun lalu, kemudian setelah itu saya kembali menjadi seorang blogger yang mager lagi.

Challenge dari Blogger Perempuan Network membuat saya benar-benar tertantang untuk menjadi produktif dan aktif lagi dalam dunia tulis-menulis. Melihat antusias teman-teman blogger di sosial media juga makin membuat saya bersemangat. Yeah, when finding their comment about this challenge saya merasa memiliki teman yang sama dalam menuntaskan rasa malas dalam menulis di blog. I am not alone anymore, saya punya banyak teman yang juga tetap bersemangat dalam menulis di blog.

Challenge menulis selama satu bulan penuh di bulan Ramadan ternyata juga berimbas pada rutinitas harian saya yang lainnya selama puasa ini. Jadwal harian saya di rumah menjadi lebih teatur dan terjadwal juga. Jadwal masak saya menjadi ontime, kegiatan beres-beres rumah menjadi teratur bahkan pakaian kotor saya tidak numpuk lagi seperti hari-hari biasanya. Mungkin terdengar agak lebay but that is the fact. Memiliki hobi menulis dengan deadline yang harus segera dituntaskan ternyata seru dan mengasyikkan. Sampai-sampai urusan lainnya juga harus memiliki deadline untuk segera diselesaikan demi menuntaskan deadline menulis di blog. I really enjoy this Ramadan moment.       


Jajanan Incaran di Hari Lebaran



Selamat memasuki hawa-hawa lebaran para readers sekalian! Well readers, menjelang hari lebaran ini selain makan ketupat, opor ayam, dan memakai baju baru tentu ada banyak hal lain yang paling kalian nantikan. Bagi saya pribadi di hari pembalasan nanti, maksud saya di hari lebaran nanti ada banyak list jajanan atau makanan yang wajib saya santap. Mau tahu daftar jajanan incaran saya di lebaran nanti? Kuy langsung disimak tulisan saya sapa tahu kalian juga tertarik buat list jajanan hari lebaran kayak saya hehe.

Yang pertama ada bakso bakar, somai goreng, dan sejenisnya itu lah. Makanan jenis somai-somaian dan bakso ini masuk dalam daftar makanan yang paling saya incar pas lebaran nanti readers. Biasanya kalau bulan puasa saya agak kurang menikmati makanan jenis ini soalnya sudah keburu kenyang duluan setelah makan nasi dan minum-minuman lainnya. Kalau di hari-hari lain tentu saja makanan ini paling enak disantap pas lagi ngiler-ngilernya. Apalagi kalau musim hujan, fthhhh masyaallah nikmatnya. Kemudian, urutan kedua makanan yang paling saya incar jatuh kepada mie pangsit. Ya, I am a pangsit lover. Entah mantra apa yang ada pada kandungan pangsit ini yang membuat saya terus mengincar kuah dan daging ayamnya. Seminggu tak bertemu pangsit rasanya hambar sekali hidup saya. Lanjut, daftar jajanan saya selanjutnya adalah Indomie. Tak berbeda jauh dengan yang namanya mie pangsit, Indomie ini juga memiliki semacam mantra yang mampu menghipnotis seluruh panca indra saya selama menjadi manusia apalagi sejak menjadi anak kos-kosan. Sejak saat itu, kamar kos saya tidak pernah sepi dengan yang namanya Indomie. Ya, Indomie memang sudah jadi semacam jimat bagi kebanyakan anak kosan. Maka wajar juga kalau ucapan thanks to di skripsi juga didedikasikan untuk Indomie. Selain sebagai pemadam kelaparan perut mahasiswa, Indomie juga penyelamat dompet mahasiswa rantau di akhir bulan. Mungkin karena kebersamaan dan kedekatan saya bersama Indomie sudah sangat intens selama bertahun-tahun maka terjalinlah perasaan saling memiliki antara kami. LEBAY!!!  Ya intinya Indomie adalah makanan wajib yang harus saya cicipi saat hari raya tiba. Dan terakhir yang tidak kalah menggiurkannya bagi indra pengecap saya adalah es krim. Kalau di bulan puasa nanti pas magrib baru bisa ngemil es krim, nah kalau lebaran saya bisa hantam pas tengah hari hehe.      

Well, readers itulah beberapa list jajanan yang paling saya incar di hari raya nanti. Semoga kita semua diberi umur dan rezeki yang panjang demi menyambut datangnya hari raya ya readers. Aamiin ya rabbal alamiin.