Showing posts with label Drama Korea. Show all posts
Showing posts with label Drama Korea. Show all posts

Thursday, 8 October 2020

The Sound of Your Heart (Review)

 


Hai! Welcome back to my review board again readers! Berhubung masa pandemi ini belum memiliki titik terang kapan akan berakhir dan malah makin bikin mumet, maka perkenankanlah saya memberikan sebuah rekomendasi drama Korea komedi berjudul The Sound of Your Heart yang bisa menenami kalian melewati masa-masa overthinking ini. Teruntuk kalian yang sudah mulai capek nonton drama Korea dengan cerita berat dan penuh teka-teki atau drama Korea yang isinya cinta-cintaan melulu maka saya sangat-sangat menyarankan kalian untuk segera menonton drama ini. Dijamin bikin ngakak dan mampu mengurangi beban pikiran kalian di tengah situasi negara yang makin bikin banyak orang pengen pindah kewarganegaraan.  

The Sound of Your Heart ini sendiri merupakan drama komedi yang diadaptasi dari sebuah webtoon populer dengan judul The Sound of Heart. Drama ini sebenarnya juga sudah lama tayang di Netflix sejak tahun 2016 silam tapi sampai sekarang masih sering saya nonton ulang soalnya mau diulang berapa kali pun tetep biking ngakak guling-guling. Iya, drama komedi ini tingkat ngakaknya sebelas-duabelas lah dengan Waikiki season I, bedanya cuma di durasi setiap episodenya doang. Jumlah episode dan durasi di drama ini juga cukup sedikit menurut saya yaitu sekitar 20 episode di mana tiap episode cuma sekitar 15 menitan. Kalau kalian nonton semalaman kayaknya juga bakal langsung habis deh. Tapi hati-hati, jangan sampai bikin isi rumah sama tetangga kalian kebangun tengah malam gara-gara suara ngakak kalian nonton drama ini kwkwkw.

Yang menjadi daya tarik kenapa orang-orang suka sama cerita di The Sound of Your heart ini, ya karena pemainnya memang sangat mendukung isi ceritanya yang konyol. Ada Lee Kwang Soo sang pangeran Asia yang selalu bikin ngakak di tiap episodenya Running Man, kemudian ada Jung So Min, artis yang ektingnya gak usah diragukan lagi. Terus ada Kim Dae Myung yang berperan sebagai Dr. Yang Seok Hyung yang terkenal di kalangan ibu-ibu hamil di Hospital Playlist. Pokoknya karakternya yang cerdas, baik hati dan hangat itu langsung ambyar di drama ini. Kemudian gak ketinggalan ada Kim Byeong Ok dan Kim Mi Kyung yang merupakan pemain senior dan berperan sebagai orang tuanya Lee Kwang Soo sama Kim Dae Myung di drama ini.

Nah, selain kualitas pemain The Sound of Your Heart yang sudah sangat bergaransi untuk layak ditonton, berikut ini adalah beberapa alasan lain kenapa kalian wajib nonton drama The Sound of Your Heart di tengah pandemi kayak gini.

Keluarga yang Penuh Dengan Kekonyolan

Cerita di dalam The Sound of Your Heart ini memang penuh dengan kisah konyol sebuah keluarga. Jadi ceritanya si Lee Kwang Soo yang memerankan karakter Joo Suk ini itu adalah seorang pengangguran yang kerjanya cuma gambar komik terus di rumah. Setelah berkali-kali ditolak karena ceritanya gak layak untuk terbit menurut perusahaan komik tersebut, akhirnya Joo Suk mengubah kisah di dalam komiknya menjadi kisah kehidupan keluarganya yang absurd itu. Meskipun awalnya cuma coba-coba buat ajuin komiknya, eh editornya malah suka sama karyanya wkkwkw. Joo Suk ini juga punya kakak laki-laki namanya Cho Jun. Meskipun sudah lama kerja di perusahaan, tapi tingkahnya gak ada dewasa dewasanya sama sekali. Di drama ini, Cho Jun hobinya diutus sama perusahaan buat dinas di China tapi setiap dinas di luar negeri si Cho Jun ini sering bikin repot negaranya sendiri. Bayangkan, karena cuma rindu sama Korea, Cho Jun mesti video call-an terus sama orang-orang di rumahnya. Ketika ibunya mau belanja, Cho Jun gak ketinggalan tuh ikutan belanja bareng ibunya via VC di tablet ibunya. Bapaknya lagi nongkrong sama teman-temannya di tempat karokean, si Cho Jun juga ikutan karokean via VC. Yang paling parah sih pas Joo Suk gantiin temannya jadi dosen di sebuah kampus, saat Joo Suk lagi keluar kelas, si Cho Jun malah sibuk VC di depan mahasiwa. Karena dikira dikerjain sama Joo Suk,  si Cho Jun ini malah main buka baju sama celana pas VC. Sialnya lagi, laptopnya Joo Suk itu terhubung sama LCD di kelas maka jadilah adegan tak senonoh itu jadi tontonan sekelas mahasiswa. Yang paling apes yah si Joo Suk soalnya mahasiswa sudah berpikiran aneh sama dosen tamu yang masuk ke kelas mereka hari itu kwkwkw.

Di episode The Sound of Your Heart lainnya Cho Jun bikin ulah lagi pas dinas di China gara-gara sok pintar bahasa Inggris. Ketika hotel yang ia tempati nginap sedang mengadakan simulasi kebakaran eh dia malah ngira ada kebakaran beneran. Jadilah satu hotel dibikin repot dan penuh drama sama si Cho Jun. Gara-gara kasus ini, Cho Jun jadi headline di berita-berita China dan Korea. Cho Jun makin dikira gak waras sama pihak kepolisian China karena telepon dari pihak kepolisian dianggap telepon spamming sama ibunya. Ketika kepolisian menghubungi bapaknya, si bapaknya Cho Jun malah main ekting jadi mafia yang ditelpon musuh. Kisahnya Cho Jun kalau dinas ke China memang paling rusak parah sih wkkwkw.

Kemudian ada pula ibunya Joo Suk dan Cho Jun yang ciri khasnya sama lah dengan ibu-ibu kompleks pada umumnya. Kerjaannya kalau bukan urus dapur ya urus suami sama anak. Ibunya Joo Suk sama Cho Jun kalau gak di rumah yang nongkrong sama teman-temannya yang didominasi sama ibu-ibu sosialita. Terus ada juga bapaknya Joo Suk sama Cho Jun yang punya bisnis kedai ayam goreng tapi lebih sering kerja serabutan dari jadi kuli, satpam, tukang pasang mata boneka sampai jadi pemain figuran. Iya, kedai ayamnya cuma jadi tempat nongkrong doang sama teman-teman karokenya karena gak ada pelanggannya kwkwkkw.

Penuh Cameo dan Parody

Cerita dari The Sound of Your Heart ini memang isinya asli konyol dan absurd semua. Cameo di setiap episodenya juga bukan kaleng-kaleng ternyata. Dari episode satu sampai dua puluh kalian akan diseguhi oleh berbagai artis dan aktor yang keren-keren. Mulai dari Kim Sae Jong yang di episode dua yang kerjanya berantem sama keluarganya Kwang Soo pake lomba nyanyi. Terus ada Kim Jong Kook yang jadi anak kembar yang kerjaanya main cabut name tag keliling apartment bareng Kwang Soo. Dan di episode terakhir The Sound of Your Heart juga ada penampilan Song Joong Ki yang lagi sibuk belanja di super market terus ngasih kembaliannya buat Kwang Soo.

Selain itu, jalan cerita di The Sound of Your Heart juga makin absurd karena banyaknya parody-parody di tiap episodenya. Bahkan ada episode khusus dengan judul Reply 2016 di mana Joo Suk di tahun 2066 certain dirinya pas ketemuan sama si Ae Bong di pesta temannya saat tahun 2016. Lucunya, petunjuk satu-satunya yang Joo Suk tahu tentang si Ae Bong adalah model rambutnya yang bob. Sialnya, semua tamu undangan bahkan pengantin sampai tukang catering dan fotografer di pesta itu rambutnya bob semua. Wkkwkw asli ini episodenya ngakak abis!

Punya Pesan Moral

Selain bikin ngakak guling-guling, drama komedi ini juga penuh pesan moral juga ternyata. Jadi, di episode terakhir The Sound of Your Heart, Joo Suk sekeluarga berencana melakukan liburan tapi Joo Suk ceritanya gak bisa ikut soalnya dia punya deadline komik yang mesti diselesaikan. Tapi, sialnya si Cho Jun malah udah pesan tiket pesawat sama hotel pake kartu kreditnya Joo Suk. Si Joo Suk merasa rugi dong kalau ga ikut. Berbagai cara pun dilakukan biar Joo Suk dapat ijin cuti liburan. Mulai dari pura-pura sakit, bersikap arrogant sama fansnya di jalan, sampai spamming komentar negative di komiknya sudah dilakukan. Tapi tetap saja, komiknya masih disukai banyak orang. Joo Suk juga akhirnya gagal meyakinkan editornya. Hingga pada akhirnya, Joo Suk meliburkan dirinya sendiri tanpa perlu ijin dari editornya lagi. Dia main kabur aja gitu dari tanggung jawab demi liburan.

Kemudian, sebelum berangkat Joo Suk ketemu sama teman lamanya yang juga suka menggambar komik di sebuah minimarket bandara. Mereka ngobrol basa-basi sampai Joo Suk pun mengeluarkan uneg-unegnya kalau dia jenuh dan capek dikejar deadline terus. Setelah pamit, diam-diam Joo Suk mendegar ocehan temannya, kira-kira bunyinya kayak gini “Tidak bersyukur, dasar arrogant, dia bahkan tidak menghargai para pembacanya.” Mendengar ucapan temannya itu, si Joo Suk langsung flash back beberapa tahun silam saat ketemu Soon Jong Ki yang saat itu sudah menjadi seorang komikus sukses. Ucapan yang didengarnya barusan sama persis dengan kata-katanya pas ngatain Soon Jong Ki yang juga ngeluh sama dunia komik. It’s so deep bro!

Sejujurnya, pesan yang ada di episode terakhir The Sound of Your Heart ini asli nampar banget sih buat saya pribadi. Saya kadang ngeluh dan malas banget ngerjain deadline tulisan, baik job tulisan artikel di luar blog maupun job tulisan di blog ini sendiri.  Sampai saya lupa kalau saya juga punya client yang terus percaya dengan tulisan-tulisan yang saya buat dan saya juga punya pembaca yang tetap setia di blog ini. Ya, meskipun gak banyak-banyak amat kayak blog tetangga tapi sudah sepatutnya saya memang tetap harus menghargai pembaca-pembaca saya. Saya dapat job menulis di blog ini ataupun di luar blog ini juga karena berkat pembaca-pembaca saya.

Wah, setelah ngakak nonton sampai dua puluh episode ternyata ending The Sound of Your Heart ini malah bikin saya curhat kwkkwwk. Well, anyway cukup sekian dulu curhatan dan reviewnya. Sampai jumpa di postingan selanjutnya yah my lovely readers!   

 


Wednesday, 30 September 2020

The School Nurse Files (Review)



Hai hai! Selamat datang kembali di review board saya para readers sekalian! Pada kesempatan kali ini saya akan mereview drama Korea The School Nurse Files yang sudah mulai tayang di Netflix sejak Jumat kemarin (25/9).  Drama ini diperankan oleh Nam Jon Hyuk yang berperan sebagai Hong In Pyo yang merupakan guru bahasa Mandarin serta Jung Yung Mi yang berperan sebagai Ahn Eun Yong yang merupakan perawat sekolah.

Drama Korea The School Nurse Files ini sendiri hanya berjumlah 6 episode hingga akhir episodenya. Karena jumlahnya yang sedikit dan durasi per episodenya juga tidak sampai sejam akhirnya saya memutuskan untuk nonton marathon saja dalam sehari. Buat kalian yang suka genre fantasi dengan alur yang agak absurd, saya sangat-sangat merekomendasikan serial Netflix yang satu ini. Biasanya, kalau nonton drama Korea dengan genre fantasi ataupun thriller mystery, di kepala saya itu penuh dengan tanda tanya kayak “Ini pelakunya siapa?” atau “Dia ini siapa sih?” Nah, pas nonton drama Korea ini, di kepala saya tiap episodenya malah ngedumel “Ini apaan sih?” pas lanjut nonton episode berikutnya dahi saya makin terlipat-lipat “Ini maksudnya apaan sih?” Tapi ya mau gimana lagi, alur yang gak jelas kayak begini malah makin seru buat dinonton, soalnya saya selalu penasaran sama ending drama bergenre fantasy macam beginian.

So, langsung saja kita ke bagian inti dari cerita drama ini. Jadi, kisah di dalam drama ini bercerita tentang Ahn Eun Yong dan Hong In Pyo yang bekerja sama untuk membasmi berbagai mahluk aneh berwujud jelly di sekolah mereka.  Di episode 1 The School Nurse Files kalian akan melihat sekumpulan Jelly beraneka rupa, ada yang berwujud manusia, ubur-ubur, gurita hingga monster. Kumpulan jelly di drama ini itu sebenarnya lucu dan menggemaskan tapi lama-lama kok bikin jijik. Apalagi jelly jenis yang lengket di badan sama yang bentuknya kayak simpul yang saling menyambung di bagian belakang kepala siswa. Nah, Jelly yang awalnya menjijikkan tersebut akan jadi lucu dan cantik dengan bentuk love warna-warni kalau dihancurin sama perawat Ahn. 

Awalnya saya kira kumpulan jelly tersebut adalah virus yang cuma bisa dilihat sama perawat Ahn. Kemudian di episode 3, saya mencoba menyimpulkan bahwa tiap jelly tersebut semacam mempresentasikan keadaan setiap siswa di sekolah. Jelly yang berwujud manusia mendeskripsikan rasa cemas atau kekhawatiran siswa, jelly yang berbentuk simpul merupakan kumpulan masalah yang kemudian menghubungkan tiap kepala siswa yang berpengaruh buruk di sekolah. Ada juga kumpulan jelly ubur-ubur dan gurita warna-warni yang sering berkeliaran di lorong-lorong sekolah tempat para siswa bermain. Terus ada juga jelly paus yang kerjanya tiap malam berenang alias melayang di atas sekolah. Jelly paus ini termasuk jelly yang paling aman soalnya tidak membahayakan dan kerjaannya cuma mondar-mandir doang di atas sekolah tiap malamnya. Jelly ubur-ubur, manusia, dan jelly simpul merupakan sekumpulan jelly berbahaya yang harus dibasmi oleh Ahn Eun Yong di sekolah. Meskipun profesinya adalah perawat di UKS sekolah, Ahn Eun Yong juga kerja sambilan sebagai penangkap jelly penganggu di sekolah. Jadi, tiap hari si Ahn Eun Yong ini kerjaanya keliling lorong sekolah membunuh jelly-jelly dengan menggunakan pedang mainan warna-warni. Terus hubungannya sama Hong In Pyo apaan? Nah, Hong In Pyo yang merupakan cucu dari pendiri sekolah sekaligus pemilik yayasan sekolah tersebut ternyata memiliki aura yang sangat bagus makanya perawat Ahn Eun Yong suka menggandeng tangannya Hong In Pyo biar bisa transfer energi. Bisa dibilang Hong In Pyo ini semacam chargeran buat mengisi dayanya perawat Ahn kalau habis membasmi jelly-jelly di sekolahan.

Saya kira drama ini itu konfliknya cuma seputaran jelly-jelly doang, ternyata di sekolah ini juga memiliki misteri lain yang berada di baseman sekolah. Konflik baru di dalam drama ini muncul ketika perawat Ahn menemukan baseman yang penuh dengan jelly berukuran gurita raksasa. Tak sampai di situ, ternyata di ujung ruangan baseman juga terdapat sebuah batu yang menjadi asal muasal berbagai kejadian aneh di sekolah termasuk kemunculan jelly-jelly berbahaya. Terus ada lagi nih guru yang namanya ribet banget kalau disebut, Mr. Mackenzie kalau tidak salah. Doi ini ternyata juga memiliki kekuatan melihat jelly tapi sebaliknya, si Mr. Mackenzie ini malah menyalahgunakan jelly-jelly tersebut dengan cara menjualnya. Jadilah si Mr. Mackenzie ini rekan kerja sekaligus musuhnya perawat Ahn di sekolah.

Di episode 4 The School Nurse Files muncul lagi jenis jelly baru yaitu jelly kutu. Demi menghindarkan sekolah dari ancaman jelly kutu ini maka muncullah seorang siswa baru yang tugasnya untuk memakan jelly kutu tersebut. Jelly kutu ini mungkin bisa digambarkan kayak serangga musiman yang bisa muncul tergantung keadaan cuaca. Karena jelly kutu muncul maka muncul pulalah pemakan jelly kutu yang kerjanya bereinkarnasi mengikuti siklus imigrasi si jelly kutu. Uniknya lagi, si pemakan jelly ini tidak memiliki pusar dan juga jenis kelamin jadi, si pemakan kutu jelly ini tidak tahu dirinya itu cewek atau cowok. Sayangnya, si pemakan jelly kutu ini hanya bisa berusia hingga 20 tahun saja. Mengetahui hal tersebut akhirnya perawat Ahn dan Hong In Pyo berinisiatif untuk mengoperasi lambung si pemakan jelly kutu ini untuk membersihkan lambungnya yang penuh dengan jelly kutu sekaligus biar usianya tambah panjang. 

Nah, pas masuk episode 5 muncul lagi deh konflik baru. Ini yang bikin dahi saya makin terlipat-lipat pas nonton drama ini. Perawat Ahn secara tiba-tiba kehilangan kekuatannya melihat jelly dan pada akhirnya memutuskan berhenti dari sekolah. Sepeninggal perawat Ahn sekolah pun makin kacau. Muncul jelly berbahaya dimana-mana. Jelly simpul di kepala siswa yang bermasalah semakin membesar. Guru-guru dan siswa jadi kena euphoria ketawa setiap harinya terkecuali Hong In Pyo karena doi memiliki gelembung yang membungkus aura tubuhnya. Karena sudah di luar kendali, pada akhirnya sekolah pun ditutup sementara waktu. Sebagai penerus yayasan sekaligus satu-satunya yang waras di sekolah, Hong In Pyo berusaha menyelamatkan sekolah dengan mengajak perawat Ahn untuk kembali ke sekolah. Perawat Ahn yang sebenarnya sudah mager berurusan sama jelly pada akhirnya bekerja sama lagi dengan Hong In Pyo. Pada malam harinya, mereka berdua pun mengunjungi sumber masalah utama sekolah tersebut yaitu pada batu di baseman sekolah. Setelah mereka membuka batu bertuliskan karakter mandarin itu tiba-tiba gedung sekolah bergetar hebat kayak gempa. Kemudian, perawat Ahn dan Hong In Pyo pun berlari menyelamatkan diri mereka keluar gedung sekolah. Dan di tengah gempa di sekolah itu, kekuatan perawat Ahn secara tiba-tiba muncul kembali.

Ya, episode terakhir di drama Korea The School Nurse Files memang seperti ini adanya. Kekuatan perawat Ahn ternyata kembali di tengah robohnya gedung sekolah. Tidak ketinggalan para bebek yang sibuk mondar-mandir bahkan saat malam hari di sekolah. Saya juga bingung bebek-bebek di sekolah ini sebenarnya jelly berwujud hewan juga atau memang bebek beneran. Ngapain juga bebek malam hari keluyuran di sekolah. Terlepas dari hal absurd tersebut, Intinya keadaan sekolah menjadi lebih baik setelah kejadian gempa malam itu. Anak-anak kembali ceria dan perawat Ahn kayaknya akan memiliki kerja sampingan lagi yaitu membantu orang tua siswa yang suka keserupan dan melihat hantu.

Well, demikianlah review The School Nurse Files yang lebih berasa kayak anime live action dibandingkan drama Korea ini. Kalau kalian mau coba jenis drama baru dan beda di antara drama on going saat ini, mungkin serial ini bisa jadi pilihan yang sangat tepat. Jika sudah nonton serial Netflix ini silahkan membagikan kesan dan pendapat kalian di kolom komentar yah. See you in the next review!  


Tuesday, 8 September 2020

Was It Love? (Review)




Hello readers! Welcome back to my review board again! Well, di tulisan kali ini saya kembali dengan review drama Korea lagi nih.  Adapun drama yang akan saya review kali ini adalah drama Korea dengan judul Was It Love? Sebenarnya saya termasuk telat sih kasih reviewnya, tapi ya sudahlah yah, yang penting kalian punya bahan bacaan di blog saya lagi kwkwkw.  


Anyway, bagi kalian yang mengikuti drama ini sampai tamat minggu lalu, bagaimana menurut kalian dengan ending drama Was It Love ini? Apakah kalian punya pertanyaan yang sama dengan saya? Sebenarnya yang nikah sama Noh Ae Jung itu siapa sih? Oh Ha Nee sama Koo Dong Chan ini nikah muda yah? Atau mereka jangan-jangan ngelangkahin emmak sama bapaknya lagi? Pada dasarnya, ending drama Was It Love ini memang masih ngambang di kepala saya sampai sekarang, tapi meskipun ceritanya gantung kayak begitu, endingnya tetap seru sih bikin kita berimajinasi sendiri.

Nah, buat yang belum nonton, nih saya bagikan ulasan tentang isi drama ini untuk kalian.

Review Drama Was It Love?: Kisah Seorang Single Mother Bersama Empat Orang Pria


Kisah Perjuangan Seorang Single Mother

Drama ini sendiri membahas tentang sosok Noh Ae Jung yang merupakan seorang ibu tunggal yang membesarkan seorang putrinya bernama Oh Ha Nee. Alasan nonton drama ini sebenarnya ya karena genrenya yang komedi romance. Saya memang sedang butuh asupan drama komedi romance saat ini makanya pilih drama ini. Awalnya, saya kira saya bakal ngakak gitu nonton drama Was It Love ini meskipun temanya tentang single mother, eh pas nonton dua episode awal, tau-taunya malah bikin saya sedih liat betapa kerasnya perjuangan Noh Ae Jung membesarkan anaknya tanpa sosok ayah. Di drama ini juga diceritakan kalau rumah produksi yang merupakan tempat Noh Ae Jung bekerja sebagai seorang produser terancam bangkrut gara-gara direkturnya yang tiba-tiba menghilang. Nah, gara-gara kasus ini, Noh Ae Jung dikejar-kejar tuh sama rentenir untuk melunasi utang rumah produksinya. Masalah gak sampai di situ aja, Oh Ha Nee juga terus mendapat masalah di sekolahnya karena sering bertengkar dengan teman sekolahnya gara-gara sering diejekin gak punya ayah. Pokoknya konflik di drama ini itu semakin intens deh apalagi pas Oh Ha Nee nanyain terus tentang sosok ayahnya itu kayak apa dan sebenarnya siapa? Ya wajar juga sih seorang anak terus-terusan cari tahu soal ayah kandungnya. Apalagi usianya sudah 14 tahun, Oh Ha Nee juga butuh penjelasan tentang mengapa ibunya selalu menyembunyikan sosok ayah kandungnya itu.

Serunya Mencari Sosok Ayah di antara Empat Orang Pria

Di tengah berbagai konflik yang muncul di kehidupan Noh Ae Jung, muncul pulalah 4 sosok pria ke dalam hidupnya. Kebayang gak tuh dikelilingi dan dilindungi oleh 4 pria tampan sekaligus. Sosok pria yang pertama adalah Oh Dae Oh seorang penulis yang juga merupakan kisah masa lalu dari Noh Ae Jung alias mantannya. Yang kedua adalah Ryu Jin yang merupakan senior di masa kuliahnya dulu yang kemudian menjadi seorang aktor terkenal di Korea. Kemudian, ada pula Oh Yeon Woo yang merupakan guru dari Oh Ha Nee yang ternyata juga menjadi bagian dari masa lalu Noh Ae Jung. Sosok pria yang terakhir ialah Koo Pa Do yang merupakan mantan seorang mafia yang kemudian menjadi CEO dari perusahaan keuangan Nine Capital. Hadirnya ke 4 pria ini secara bersamaan di dalam hidup Noh Ae Jung tentu bikin kita penasaran tiap episodenya. Ini sebenarnya ayahnya Oh Ha Nee siapa sih? Si pak penulis, si pak guru, si aktor, atau si ahjussi penuh karismanya Nine Capital?

Karakter Lucu Dari Oh Ha Nee dan Koo Dong Chan  

Selain unsur komedi romance yang dihadirkan lewat keempat pria di hidupnya Noh Ae Jung. Di dalam drama Was It Love ini, kalian juga akan menemukan karakter lucu dan menggemaskan dari Oh Ha Nee dan Koo Dong Chan. Jadi, ceritanya sih Oh Ha Nee ini pindah ke sekolah baru dan kemudian bertemu dan berteman dengan Koo Dong Chan. Koo Dong Chan yang merupakan “anak” dari Ahjussi Koo Pa Do ini pada akhirnya menjadi sahabat satu-satunya Oh Ha Nee di sekolah. Karena Oh Ha Nee lagi mengalami krisis dalam hidupnya untuk menemukan ayah kandungnya, Koo Dong Chan pun akhirnya ikut turun tangan juga membantu Oh Ha Nee. Mereka berdua ini sudah macam detektif cilik sampai-sampai mau ngumpulin duit dulu buat tes DNA untuk cari tahu ayah kandungnya Oh Ha Nee. Belum lagi pas mereka main cocokologi mengumpulkan semua kemungkinan yang bisa menjadi alasan Ryu Jin sama Oh Yeon Woo menjadi ayah kandungnya Oh Ha Nee. Interaksi polos dan serba ingin tahu dari kedua anak ini  memberikan warna tersendiri di dalam drama ini. Saya yang nonton kadang senyum-senyum sendiri lihat percakapan mereka yang cukup dewasa untuk ukuran anak seusia mereka. Ketika penonton sibuk cari tahu siapa suami Noh Ae Jung di ending drama Was It Love, drama ini malah ngasih scene pernikahan Oh Ha Nee sama Koo Dong Chan. Plot twist drama ini benar-benar bikin geleng-geleng sih tapi tetap seru buat dinonton.

Nah, untuk yang sudah nonton drama Was It Love ini, menurut kalian Noh Ae Jung cocoknya nikah sama siapa?  Si penulis, si pak guru, si aktor atau bagusnya sama ahjussi Koo Pa Do saja?


Wednesday, 12 August 2020

It's Okay to Not Be Okay (Review)




Hellooo! selamat datang kembali di review board saya para readers sekalian! Berhubung minggu ini salah satu drama langganan on going saya yaitu It’s Okay to Not Be Okay sudah tamat maka tibalah waktunya saya untuk mereviewnya. Teruntuk bala fans mas Kim So Hyun dan mbak Seo Ye Ji, yukkk mari nongkrong di blog saya.

Well, sejujurnya, drama yang diperankan oleh Kim So Hyun dan Seo Ye Ji ini tidak masuk dalam list tontonan on going saya. Awalnya sih cuma coba-coba (Biar kayak iklan wkwkw) tapi karena episode awalnya memang sudah seru jadinya saya keterusan deh sampai It’s Okay to Not Be Okay akhirnya tamat. Ternyata drama ini memang worthy to be watched. Selain banyak lawaknya, drama ini juga penuh dengan pesan moral dan juga kisah tentang perjalanan hidup seorang pasien pengidap autis bersama seorang kakaknya yang selalu merawatnya. Nah, untuk kalian yang masih belum nonton dan penasaran sama ceritanya kayak gimana, mungkin review saya berikut ini bisa sedikit membantu kalian dalam menggambarkan keselurahan drama ini.

Banyak scene yang skrinsutable dan storyable


Scene yang skrinsutable dan storyable pada awal-awal episode drama ini memang sangat menghipnotis untuk terus ditonton. Pokoknya tiap adegan itu kayak pengen saya skrinsut terus. Pengambilan gambarnya juga keren sekali yereobun! It’s like movie in a drama. Adegan perpindahan antara scene satu sama yang lainnya itu juga epic sih, terutama di episode 4 di mana pada episode tersebut diceritakan tentang seorang pasien bernama Kwon yang mengidap sindrom maniak dan sering berhalusinasi. Nah, halusinasi dari Kwon ini itu digambarkan sangat-sangat detail dan benar-benar dihidupkan lewat setiap adegan di drama ini. Pokoknya kayak adegan-adegan film begitu lah. Adegan saat melakukan perjalanan jauh menggunakan mobil kemah pada Ending It’s Okay to Not  Be Okay semalam menjadi scene favorit saya sih di antara semua episode di dalam drama ini. Cinematographynya keren sekali, saya serasa nonton MV ala-ala vintage gitu. Pas liat Ko Moon Young, Gang Tae, sama Sang Tae menikmati liburan impian mereka pake mobil kemah rasanya pengen cepet-cepet corona ini berakhir. I do miss travelling and talking with my friends from dusk till dawn.   

Konsep cerita yang menarik


Alasan lain mengapa saya sampai lanjut terus nonton drama ini itu ya karena konsep cerita dari awal episodenya memang sudah menarik menurut saya. Rasanya saya jarang atau kayaknya memang belum pernah ketemu drama yang menggabungkan unsur animasi di dalam drama. Menariknya lagi, kesan dunia dongeng dan dunia penyihir kayak di film-film Barbie sama Harry Potter itu benar-benar dihidupkan di dalam drama ini. Mulai dari wardrobe, musik, rumah tempat syuting sampai lightingnya itu benar-benar mendukung untuk menunjukkan kesan vintage sekaligus misteri. Saya yang suka sama hal-hal yang berbau wizarding world dan dongeng klasik-klasik gitu jadi tambah greget dong sama cerita dalam drama It’s Okay to Not Be Okay. Bukan cuma itu, kesan creepy dan horror dari castel tempat tinggal Ko Moon Young juga bikin cerita di drama ini makin dapat feelnya. Belum lagi tentang adanya sosok penyihir jahat yang sejak episode pertama sudah bikin saya penasaran. Nonton drama ini itu sudah kayak nonton dongeng versi drama. Rasanya dunia masa kanak-kanak saya muncul lagi pas nonton drama ini. I need more fairy tales in my age right now by the way.  

Karakter setiap pemainnya kuat dan unik


Para pemain di dalam drama ini memang punya karakter yang unik dan kuat. Mulai dari ektingnya Lee Sang In dan para penghuni Rumah Sakit Jiwa OK lainnya yang saling melengkapi sampai Kim So Hyun yang kualitas ektingnya memang sebanding sama bayarannya. Satu kali main drama, mas Kim So Hyun kayaknya sudah bisa lah yah beli rumah impian secara cash tanpa perlu repot-repot lagi merasakan yang namanya urus berkas KPR rumah.

Tetapi, kalau bahas karakter yang keren, saya jelas mau sungkem sama ektingnya Oh Jung Se yang memerankan Sang Tae di drama ini.  Wajar sih kalau Oh Jung Se menang sebagai aktor pendukung terbaik di Baeksang Awards kemarin. Ektingnya di When The Camellia Blooms sebagai ahjussi nyeleneh dan sok ganteng dan kaya memang keren. Anyway, sebelum It’s Okay to Not Be Okay tayang, saya juga sempat baca artikel kalau Oh Jung Se akan bermain di drama ini. Awalnya sih saya B aja, ekting beliau memang sudah tidak usah diragukan lagi lah yah tapi pas saya tahu kalau Oh Jung Se akan memerankan karakter seorang penderita autis saya malah kaget soalnya saya belum mempunyai gambaran bagaimana dia akan memainkan peran itu. Cara ngomongnya gimana, cara jalannya, ekspresinya pokoknya saya penasaran berat dengan terobosan ektingnya yang jauh berbeda dari sebelumnya. Bisa dibilang karakter Sang Tae di drama It’s Okay to Not Be Okay ini sangat kuat dan tentu saja karakternya tersebut akan terus membekas di ingatan para penonton setia drama ini sampai kapan pun.

Bukan cuma Oh Jung Se, ektingnya Seo Yo Ji sebagai Ko Moon Young yang memerankan sosok misterius dan berjiwa bar-bar memang layak dapat pujian netizen. Kesan putri cantik yang terkurung di dalam istana bak cerita di dongeng-dongeng memang pas sama karakter mbak Seo Yo Ji di drama ini. Belum lagi karakter elegantnya itu didukung sama pakaian-pakaiannya yang ala-ala Disney Princess. Pas mau cari di Shopee ternyata semua produk yang dipakai doi aslinya dari merek internesyenel yang harganya bisa seharga sama ginjal itu cuy. Kayaknya saya mesti serius jadi penulis dongeng dulu deh biar bisa semakmur hidupnya Ko Moon Young.

Sekian dulu review drama saya kali ini. Buat kalian yang punya uneg-uneg tentang drama It’s Okay to  Not Be Okay ini silahkan share di kolom komentar.  


Sunday, 9 August 2020

Backstreet Rookie (Review)






Hello para readers sekalian! Selamat datang kembali di review board saya. Kali ini saya akan membagikan beberapa ulasan mengenai drama Backstreet Rookie yang baru saja tamat semalam. Jadi teruntuk para bucin mas Ji Chang Wook dan juga mbak Kim Yoo Jung mari silahkan merapat di blog saya ini. Anyway, saya sebenarnya tidak terlalu menaruh ekspektasi yang tinggi dengan drama ini ketika melihat promosi poster dan trailernya di mana-mana. Saat melihat episode pertama pun rasanya juga biasa saja menurut mata perdrakoran saya. Tapi yang namanya drama Korea itu memang susah ditebak dan tidak bisa langsung disimpulkan apakah drama ini bagus atau tidak apalagi kalau cuma ngikutin episode awal-awalnya saja. Ini bukan sinetron yang dari judulnya saja sudah ketebak isi sama endingnya yereobun! Dan memang benar sih, saya sudah suudzon sama drama ini. Ternyata ada banyak hal tak tertebak dan plot yang seru di dalam drama ini pemirsahh. Ya sudah, tanpa perlu intro yang panjang kali lebar, yuk langsung saja kita review drama Backstreet Rookie ini.  

Penuh Komedi dan Parodi


Pada episode-episode awal dari drama Backstreet Rookie ini memang mengundang kontroversi dari para k-netz. Sampai-sampai mereka ngirim petisi ke komisi Penyiaran Korea untuk segera menghentikan penayangan drama karena adanya adegan vulgar di dalamnya. Menurut netizen negara sana, usianya Ji Chang Wook sama Kim Yoo Jung juga terpaut cukup jauh makanya gak pantas untuk berpasangan di drama ini. Tapi itu dari netizen Koreanya, kalau netizen di negeri berflower ini mah kayaknya enjoy-enjoy saja dengan drama ini. Kalau menurut saya pribadi sih adegan yang dimainkan oleh para artis dan aktor di drama ini cukup aman. Not too much I think. Namun, dibalik kontroversi tersebut, saya sih cukup terhibur dengan adanya komedi dan parodi di dalam drama ini. Ini penulisnya kocak juga sampe pikirin scene parodi drama sama film-film hits yah. Episode perdana dari drama ini saja langsung dibuka dengan parodi dari film Sunny yang popular itu. Menariknya, scene berantem anak sekolahan itu juga diperankan langsung oleh Park Jin Joo yang merupakan tokoh dalam film Sunny.  Kemudian ada lagi scene waktu Yeon Joo dan Saet Byul melakukan parodi dalam drama The World of The Married. Mereka itu ceritanya lagi main adu mulut gara-gara memperebutkan Dae Hyun. Nah terus Yeon Joo marah tuh sama Saet Byul dan langsung membanting sebuah guci di depan Saet Byul. Wah adegan ini pasti iconic sekalee bagi yang ngikutin dramanya TWOTM wkwkwk. Parodinya gak sampe di situ,  ada lagi nih parodi dari film Parasite yang dilakukan oleh ayahnya si Dae Hyun. Saat itu ayahnya Dae Hyun ceritanya lagi ngelamar jadi supir. Adegan pas menghafal identitas palsunya itu persis sama dengan scenenya Ki Jung di Parasite. Pokoknya kumpulan parodi di dalam drama Backstreet Rookie emang bener-bener ngakak sih. Saya bahkan sampe ngulang-ngulang adegannya pas nonton.

Bukan Sekedar Drama Komedi Tetapi Juga Drama Keluarga


Backstreet Rookie memang memiliki unsur komedi romantis yang cukup kental. Karakter para pemainnya yang lucu sampai alur cerita yang absurd memang sangat mendukung untuk membuat kita ngakak berjamaah saat nonton. Namun, drama ini tidak berkutat pada genre drama komedi romantis saja tetapi pada slice of life juga loh. Pada awal-awal episode para penonton memang disuguhkan dengan adegan konyol dan lucu dari para pemainnya yang bikin kita ngakak akan tetapi ketika menuju pertengahan episode nuansa drama keluarga mulai cukup kental. Saya sampai mau nangis pas lihat episode di mana ibu sama bapaknya Dae Hyun direndahkan sama keluarganya Yeon Joo. Kisah Saet Byul di drama ini juga gak melulu soal kebucinannya sama mas Dae Hyun. Peran Saet Byul sebagai seorang kakak sekaligus tulang punggung keluarga juga benar-benar diceritakan cukup kental untuk menggambarkan kehidupan penuh perjuangan yang sering dihadapi oleh seorang kakak dalam membesarkan adiknya. So, untuk para netizen yang kemarin-kemarin kritik drama ini karena gak family friendly silahkan dilanjutkan dulu nontonnya. Maybe it can change your perspective.

Kisah Cinta Aphrodite dan Fire Volcano yang Menggemaskan


Sejujurnya, saya sebenarnya lebih tertarik sama kisah cintanya si mbak Aphrodite sama mas Fire Volcano dibandingkan kisah bucinnya Saet Byul dengan Dae Hyun. Kisah Geumbi yang merupakan fans garis keras dari Dalshik sang pembuat webtoon di drama ini tuh memang terngakak sih. Apalagi pas adegan mereka mau meet up pas pertama kalinya. Saya malah lebih deg-degan nungguin mereka jadian dibandingkan Dae Hyun sama Saet Byul wkwkwk. Pas nonton episode terakhir semalam ternyata penonton dikasih surprise sama Dalshik. Dalshik yang punya muka sama gaya berantakan begitu ternyata aslinya anak sultan woy, kebun sama tanahnya berhektar-hektar ternyata. Ayahnya Geumbi pasti ikhlas lah yah anaknya berjodoh sama Dalshik wkwkwk.

Well, untuk kalian yang sudah nonton drama atau masih on going nontonnya silahkan share review drama Backstreet Rookie versi kalian di sini yah :) 

Friday, 12 June 2020

Born Again (Review)





Hai hai welcome back to my review board again para readers sekalian! Well, di review board kali ini saya akan kembali mereview salah satu drama dari KBS yang berjudul Born Again. Sebenarnya drama ini sudah tamat pas hari rabu kemarin tapi baru sempat saya review hari ini. So, I do apologize buat yang sudah request review tapi publishnya tidak tepat waktu kwkwkw.  Ok, mari kita mulai saja membagikan uneg-uneg tentang drama yang bertema cinta segitiga ini yereoubun!

Hal yang pertama yang akan saya bahas dulu ialah tentang para cast di dalam drama Born Again. Sejujurnya saya kurang srek sama pemain ceweknya, agak kurang pas menurut mata perdrakoran saya (ceilehhh). Tapi mbak Jin Se Yeon yang memerankan karakter Jung Sa Bin memang spesialisasi drama-drama saeguk sih jadi wajar kalau banyak yang komen soal ektingnya yang sorry to say terlalu kaku. Kalau karakternya di masa lalu sebagai Ha Eun masih pas menurut saya. Karena sosok Ha Eun memang digambarkan sebagai perempuan yang sangat feminim dan suka sastra plus punya toko buku. Pokoknya tipe kembang desa idaman para pria jaman old lah. Jadi wajar kalau suaranya juga lemah lembut dan puitis gitu kalau ngomong sama lawan bicaranya. Tapi, setelah bereinkarnasi jadi mbak Jung Sa Bin yang merupakan seorang peneliti dan dosen, karakter lemah dan lembut itu rasanya agak kurang pas. Ya mungkin karena sudah bereinkarnasi juga kali yah jadi pembawaanya tetap sama kayak di masa lalu. Tapi gimana yah, perpaduan ekting dari Jan Ki Yong sama Lee Seo Hyuk jadi kurang greget gitu.

Untuk bagian plotnya, I really love kisah masa lalu antara Ha Eun, Hyun Bin sama Gong Ji Chul. Coba kalian bayangkan, seseorang (Gong Ji Chul) yang lahir dari keluarga psikopat dan hidupnya kacau balau terus jatuh hati sama cewek (Ha Eun) yang sudah punya tunangan seorang detektif (Hyun Bin). Sungguh kisah cinta segitiga yang tragis sekali bukan? Yang bikin saya nyesek nonton itu ya karena karakternya Jan Ki Yong yang memang menyedihkan sekali. Sudah keluarganya berantakan, hidupnya gak jelas karena jadi homeless, jadi tersangka pembunuhan, terus bucin sama tunangan orang lain pula. Pas reinkarnasi ternyata sama aja. Gak Gong Ji Chul gak Jong Bum semuanya sadboy di tiap eranya masing-masing. Haddehh, kalau saya jadi Jong Bum, kayaknya mending cari yang lain saja. Capek woi liat Jung Sa Bin kencan di depan mata sendiri. Kisah sadboy dari Jong Bum juga didukung sama soundtrack drama Born Again yang nyesek abis. Semua lagunya itu menyayat hati sekali woiii. Ini drama memang gak punya stok lagu ceria kayaknya, sungguh sangat cocok didengarkan oleh para pasukan ambyar.

Nah, terus yang jadi plot twist dari kisah cinta segitiga ini ialah ternyata si mbak Sa Bin ujung-ujungnya naksir juga sama mas Jong Bum.  Bagaimana para netizen di sosial media gak jengkel sama mbak Sa Bin kalau dua-duanya mau dibungkus. Mbak Sa Bin ini terlalu plin plan jadi cewek. Satu ya tetap satu aja mbak, jangan rakus kwkwkw. Tapi ya kalau saya jadi mbak Sa Bin, kayaknya saya juga bakal dilemma mau pilih siapa. Jaksa Kim yang pintar dan berkarisma atau sama Jong Bum yang manis itu.  Selain mbak Sa Bin, writer nim drama ini juga kena sambat sama netizen. Tim kapal jaksa Kim dan Jung Sa Bin gak terima kalau Jung Sa Bin harus happy ending sama Jong Bum. Tapi benar juga sih, jaksa Kim punya banyak effort di drama ini. Di masa lalu sampai masa sekarang doi tetap setia sama Jung Sa Bin. Masa endingnya Jung Sa Bin lebih milih Jong Bum hanya gara-gara rasa simpati akan kehidupan suramnya Jong Bum. Terus kamu anggap apa jaksa Kim selama ini mbak? 

Sejujurnya, drama ini adalah salah satu drama yang bikin saya mau stop nonton pas pertengahan episodenya tapi bikin nagih buat dilanjutin terus gara-gara penasaran. Ada banyak scene yang menurut saya harusnya gak usah ada. Beda saat di awal-awal episode yang ceritanya benar-benar lambat jadi kita juga benar-benar menikmati tiap detail ceritanya. Tapi makin lama, makin banyak pula scene dadakannya. Contohnya kayak Jong Bum yang ke Amerika terus tiba-tiba balik tanpa ada scene yang menjelaskan kejadian itu. Terus ada lagi scene jaksa Kim yang kena skorsing setahun tapi juga gak terlalu dijelaskan detail ceritanya. Ya paling tidak kasih beberapa adegan lah ya soal kejadian itu biar penonton gak kaget-kaget banget sama alur yang tiba-tiba langsung main satu tahun kemudian. Adegan persidangannya Sang Ah sama Jang Hye Mi itu harusnya seru  tapi alur sidangnya malah flat aja gitu. Padahal saya sudah nunggu mereka saling serang pakai bukti.  A lot of adegan maksa memang muncul menjelang episode terakhir drama ini.    
  
Overall, cerita drama Born Again ini tuh menarik buat ditonton. Apalagi buat kalian yang suka sama genre detektif thriller misteri. Sejak awal episode kita sudah diajak mikir tentang apa yang sebenarnya terjadi, dan siapa pelaku sebenarnya. Yang bikin serunya lagi karena drama ini itu punya plot maju mundur karena ceritanya memang tentang reinkarnasi dari para pemainnya. Jadi kalian akan disuguhi cerita dari dua masa yaitu masa lalu sama masa sekarang. Pas masa reinkarnasi, penonton jadi dibikin bingung lagi sama pemain-pemain baru yang bermunculan. Kita diajak main tebak-tebakkan lagi. Pokoknya ini adalah tipe drama yang akan mengasah otak Anda kembali. 

Nah, kalau menurut kalian bagaimana? Apakah kalian puas dengan ending Born Again? Kalau saya sih tidak, endingnya gak jelas dan terkesan maksa sekali.  Alurnya kurang rapi menurut saya, padahal ceritanya menarik.



Friday, 29 May 2020

Hospital Playlist (Review)


Hai Hai selamat datang kembali di review board saya para readers sekalian!

Well, berhubung salah satu drama slice of life garapan sutradara dan penulis andalan kita yaitu Shin Won Ho dan Lee Woo Jung yang berjudul Hospital Playlist telah tamat dengan ending yang penuh nano-nano itu, maka tibalah saatnya bagi saya untuk mereview drama ini. Anyway, bagi yang sudah nonton ending Hospital Playlist, bagaimana perasaan kalian saat ini? Apakah semua kapal kalian berlayar, atau kalian malah salah kapal sejak dari episode pertama wkwkw? Bagi yang menumpangi kapal winter garden saya mengucapkan selamat doa kalian terkabul tadi malam. Tentu, hal ini tidak lepas dari kekuatan doa nyonya Rosa beserta sanak saudara Andrea lainnya yang sudah pasti terbukti ampuh menembus lapisan langit ketujuh. Tuhan mungkin merasa malu ketika orang-orang beriman memohon kepada-Nya lantas tidak mengabulkannya. 



Bisa dibilang tahun 2020 adalah tahun yang penuh dengan kumpulan drama-drama keren di setiap stasiun televisi. Pokoknya, tiap stasiun TV Korea tahun ini benar-benar berlomba memberikan drama dengan genre yang unik dan berbeda. Anyway, kepada bala pasukan The Word of The Married, CLOY, Itaweon Class, dan The King Eternal Monarchy, saya harapkan minggir dulu. Sorry to say but for me, Favorite Drama of The Year masih dipegang sama Hospital Playlist. Yah, Hospital Playlist deserves to be the greatest drama in 2020. Kenapa, why and wae? Ya sudah, silahkan disimak saja review saya berikut ini.

A.   Drama Medis Yang Beda Dari Drama Medis Biasanya

Sebelumnya saya mau sungkem dulu sama penulis Hospital Playlist yang memberikan warna baru dalam drama medis. Saya tidak pernah mengira kalau bakal ada drama medis macam beginian. Kalau sebelum-sebelumnya kalian nonton drama medis yang kebanyakan scene darah, peralatan medis yang seram-seram, ruang operasi dengan suasana menegangkan serta para dokter dan tenaga medis yang lebih menonjolkan skill mereka masing-masing, maka di Hospital Playlist kalian tidak akan disuguhi adegan-adegan macam begituan lagi. Hospital Playlist adalah jenis drama medis yang sangat ringan untuk kalian nikmati. Pokoknya gak ada tuh konflik sama plot yang bikin pusing kayak TWOFTM atau 365: Repeat The Year. Sebenarnya ada kasus pelakor juga sih tapi gak seribet drama sebelah lah.

Hospital Playlist menjadi drama slice of life karena isinya memang lebih menggambarkan rutinitas sama kehidupan para tenaga medis dan dokter pada umumnya di setiap rumah sakit. Bagaimana kehidupan dokter dan perawat lainnya kalau pas jam istirahat, bagaimana kehidupan mereka kalau lagi di luar rumah sakit, bagaimana kelakuan mereka di kantin pas ngumpul, apakah mereka makan dengan santuy atau buru-buru, belum lagi cara mereka menghadapi pasien yang beda-beda karakter. Hubungan antara pasien dan setiap dokter di drama ini juga benar-benar sangat-sangat intens. Selain banyak scene lawak dan absurd dari penghuni RS Yulje, drama ini juga banyak yang mengandung bawang. Beberapa di antaranya kayak kisah seorang pasien yang harus rela menggugurkan kandungannya, kisah Ayah yang rela diet demi menyumbangkan levernya kepada anaknya, dan masih banyak lagi.  Pokoknya, drama ini tuh kayak dibalik layarnya kehidupan rumah sakit di sekitar kita. Dibalik baju yang mereka kenakan dokter pun hanyalah manusia biasa yang punya kisah tersendiri di luar rumah sakit tempat mereka bekerja.

B.    Kisah Persahabatan geng 99

Kalau bahas persahabatan Song Hwa, Joon Woon, Ik Jun, Jung Won, sama Seok Hyung itu rasanya bikin iri deh. Meskipun fiktif tapi rasanya pengen gitu punya circle kayak mereka. Kalau kalian masih sekolah dan sudah nonton drama ini pasti punya cita-cita pengen punya teman-teman dan kehidupan kayak mereka berlima. Mau jadi pintar terus bisa dihormati juga sama orang-orang sekitar. Mau jadi kaya juga biar bisa belanja online sepuasnya kayak Song Hwa, bisa sering traktir teman-teman juga kaya Seok Hyung. Pengen kayak Ik Jun juga yang punya cemilan banyak, kalau Joon Won? Kayaknya doi cuma punya banyak pulsa buat nelpon Ik Sun kwwkwkwk. Bukan cuma kaya ilmu, dan harta tetapi juga kaya hati kayak Andrea a.k.a Jung Won yang suka bantu pasien yang kekurangan biaya pengobatan. Kalau cewek-cewek pasti banyak yang mau jadi Song Hwa, selain pintar, baik, suka belanja barang-barang aneh doi juga punya empat teman cowok yang peduli dan sayang sama dia. Oh indahnya hidup kalau realita seperti di dalam drama kwkwkkw. Kisah lima sekawan ini itu hangat sekali di drama ini, kadang bikin senyum-senyum sendiri sampai ngakak yang tak terkontrol. Apalagi pas scene mundurnya ke masa-masa mereka kuliah. Belum lagi kalau adegan berantem rebutan makanan di tempat makan wkkwkw.

Adegan paling ditunggu kalau mereka berlima ngumpul adalah saat makan bareng di luar atau ngemil di ruangannya Song Hwa, Joon Woon sama Jung Won. Kalau Seok Hyung ruangannya memang gak pantas buat jadi tempat ngumpul. Ruangannya terlalu ramai sama dokumen yang antah berantah itu. Kalau Ik Jun sudah jelas, doi lebih suka berpetualang di setiap ruangan di rumah sakit wkwkwk. Ik Jun memang lebih cocok jadi Duta Persahabatan Rumah Sakit Yulje. Jangankan duta persahabatan, jadi duta asmara antar dokter juga bisa. Selain adegan makan-makan, di tiap episodenya kalian juga akan melihat para dokter ini ngeband bareng. Lagu-lagunya juga enak-enak dan bikin baper tiap episodenya. They are really talented doctors who can sing and play instrumental musics. 



C.    Drama Yang Mengajarkan Penonton Untuk Lebih Banyak Bersabar

Harus saya akui kalau drama Hospital Playlist memang banyak mengajarkan kesabaran kepada penonton setianya. Durasi dramanya saja satu jam lebih tapi tau-tau abis kayak nonton MV doang. Habis itu, kita harus nunggu lagi seminggu lamanya buat nonton. Pas nonton eh gak berasa udah selesai, pokoknya begitu terus tiap minggunya sampai Hospital Playlist season 1 tamat di episode 12. Episode Hospital Playlist juga cuma 12 beda sama drama lainnya yang kebanyakan 16 episode. Past tamat semalam, kita malah disuruh nunggu lagi selama setahun untuk season 2. Seminggu aja sudah gregetan nungguin lanjutannya, gimana nunggu setahun T_T. Ini tuh memang jenis drama yang bikin penontonnya keseret arus cerita kayak lagi main di pantai. Tanpa sadar tau-tau sudah main di tengah laut aja. Tapi ya sudahlah, paling tidak satu kapal telah berlayar di Hospital Playlist season 1. Biarkan writer nim berkarya untuk Hospital Playlist season 2 dan 3.


Friday, 15 May 2020

Find Me in Your Memory (Review)


Hello para readers sekalian! Welcome back to my review board again. Kali ini saya akan mereview sebuah drama dari MBC lagi tetapi dengan genre yang berbeda dari review saya sebelumnya. Kalau sebelumnya kalian pusing tujuh keliling akibat plot dari 365: Repeat The Year yang sangat menguras mental dan emosi itu, maka kali ini MBC memberikan sebuah penawar untuk otak kalian yang sangat butuh keuwu-uwuan yang tak kalian dapatkan di drama-drama sebelumnya. So, adapun drama yang akan saya bahas kali ini adalah drama yang berjudul Find Me In Your Memory.

Ok, tanpa perlu berlama-lama lagi langsung saja kita review drama bergenre fantasi, misteri dengan taburan bumbu romancenya yang kental ini. Untuk kalian yang butuh drama ringan serta romantis dengan konfik yang gak berat-berat amat kayak jenis drama yang lagi ramai saat ini maka saya sangat merekomendasikan drama Find Me In Your Memory Ini. Daripada kalian tersiksa batin terus tiap minggu liat kisah hidupnya Ibu Dok di The World of The Married, mending nonton drama ini deh untuk menstabilkan mood kalian. Atau mungkin kalian capek nangis sesegukan gara-gara ngikutin drama Hi, Bye Mama, maka drama ini bisa jadi obat penenang untuk menceriakan kembali hati kalian. Lebih-lebih kalau kalian puyeng ikutin alur dramanya 365: Repeat The Year sama Memorist, mending nonton drama ini saja lah guys.  

Ada beberapa alasan mengapa drama ini menjadi salah satu drama yang seharusnya tidak Anda lewatkan tahun ini. Pertama,  karena jalan ceritanya itu kayak vibe drama-drama tahun 2010an 2011an, jadi kalian bisa nostalgia ke eranya drama-drama bucin yang ceritanya benci jadi cinta gitu lewat nonton drama ini. 

Kemudian, inti dari drama ini itu menceritakan tentang sosok Lee Jung Hoon yang merupakan seorang pembawa acara atau berita pada stasiun TV nomor satu di Korea bersama Yeo Ha Jin yang merupakan artis popular di Korea. Yang menarik ialah, karakter Lee Jung Hon atau yang sering disebut Anchor Nim ini sangatlah dingin. Karakter Anchor nim ini sudah kayak perwakilan sosok cowok drama Korea pada umumnya lah yang ala-ala cool, tamvan, smart dan karismatik begitu. Pokoknya karakter cowok macam begini itu udah mulai langkah lah di drama Korea jaman jigeum. Anchor Nim ini itu macam cowok dalam drama-drama angkatan BBF gitu lah. Bisa dibilang sosok dari Anchor Nim ini tuh ibarat Mbak Najwa Shihab versi cowok kalau lagi wawancara sama tamunya di Mata Najwa. Kalau ada tamu di program TV-nya Anchor Nim pasti langsung kena K.O gara-gara pertanyaan dan pernyataannya yang jinja pedas kayak Siwon makan Mie Sedaap.

Dannn, karakter Anchor Nim ini sangatlah jauhhh berbeda dengan sosok Yeo Ha Jin yang asli pecicilan dan super cerewet. Kalian pasti sudah ngebayangin kan kayak gimana lucu dan mengemaskannya couple ini lewat perbedaan karakternya itu.  Saya memastikan jika kalian akan senyum-senyum sendiri kalau nonton drama ini. Ada banyak scene uwu-uwu yang membuat kalian tambah bucin sama Anchor Nim dan mbak Ha Jin ini. Sosok super cuek dan dinginnya Anchor nim yang tiba-tiba jadi bucin sejatinya mbak Ha Jin bakal bikin kalian makin gemas sendiri selama nonton tiap episodenya. Sampai-sampai netizen di twitter sudah pada halu pengen cowok idaman kayak Anchor Nim wkkwkw. Ya, bagaimana penonton gak bucin juga sama Anchor Nim kalau doi sudah diputusin berulang kali pun masih tetap setia sama mbak Ha Jin. Bahkan ditinggal pergi dua kali puasa dua kali lebaran sama Mbak Ha Jin di Amerika saja, Anchor Nim tetap setia nunggu loh. Kalau di drama The Guest Anchor Nim sibuk ngejar-ngejar Park Il Do, di drama Find Me in Your Memory ini doi malah sibuk ngejar-ngejar mbak Ha Jin. Jadi, pacar kamu Ganteng? Kaya? Tapi bisa kayak Anchor nim gak? Wkkwkw

Oh iya, selain bucin sama drama ini, kalian juga akan bucin sama soundtracknya. Ost-nya Find Me In Your Memory memang bagus-bagus. Pokoknya cocok buat kalian yang lagi bucin atau dilanda asmara macam Anchor Nim.  Nahhhh, tidak lupa juga saya menambahkan sebuah saran untuk kalian. Bagi anda-anda yang sedang rindu sama ektingnya mas Park Yoochun bisa liat mukanya Anchor Nim di drama ini. Hitung-hitung sebagai obat rindu sama Park Yoochun. Mukanya Anchor Nim mirip banget woii sama Park Yoochun.    


Wednesday, 29 April 2020

365: Repeat the year (Review)




Halo, halo! Welcome back to my review board again para readers sekalian! Well, pada kesempatan kali ini izinkanlah saya untuk membahas sebuah drama dari MBC yang bikin pusing tujuh keliling para penontonnya. Kalau kalian mengikuti drama ini pasti juga merasakan hal yang sama dengan saya. Yup, drama tersebut tak lain dan tak bukan adalah drama Korea yang berjudul 356: Repeat the year. 


Dannnn pada akhirnya, drama yang bergenre misteri, fantasi, thriller, kriminal yang bikin pusing tiap episodenya ini telah menemukan endingnya dengan total 24 episode. Nah, karena dramanya sudah tamat maka tibalah saatnya saya untuk memberikan ulasan mengenai drama yang katanya underrated ini but actually really worthy for me.  

A.   Drama Kriminal yang Kurang Menegangkan tapi Malah Bikin Pusing

Sekedar saran untuk kalian yang sedang berencana untuk menonton drama ini. Jangan pernah mengharapkan banyak adegan sadis dan plot yang bikin dag dig dug macam drama misteri thriller lainnya. Saya sendiri memiliki ekspektasi yang sangat tinggi dengan akan banyaknya adegan-adegan yang menegangkan dan penuh pertumpahan darah di episode satu drama 356: Repeat the year ini. Sayang seribu sayang, tegang kagak, pusing iya kwkwkw. Bagaimana saya tidak pusing kalau setiap episode saya harus mikir keras tentang siapa dalang dari semua kasus pembunuhan di dalam drama ini. Intinya drama ini bikin otak saya bekerja keras untuk menebak apa yang sebenarnya terjadi dan apa yang akan terjadi selanjutnya. Trust me, it's really unpredictable drama.  

B.    Drama Misteri yang Bikin Suudzon Sama Semua Pemainnya

Setiap episode memang benar-benar menguras pikiran tentang siapa dan apa tujuan sebenarnya dari kesepuluh orang yang ikut melakukan “reset” atau perjalanan waktu ke masa lalu tersebut. Semuanya gak ada yang bisa dipercaya. Drama Korea 365: Repeat The Year sudah macam game Among Us yang imposturnya memang gak ada akhlak. Di awal-awal episode, saya mencurigai kalau nyonya Lee Shin lah yang menjadi dalang utama dari semua kasus pembunuhan. Di antara mereka bersepuluh ya memang beliau yang paling mencurigakan di mata saya. Salah satu alasannya ya karena beliau adalah satu-satunya orang yang memimpin sekaligus mengatur semua proses reset tersebut di rumah sekaligus tempat prakteknya itu. Ya wajar juga doi difitnah jadi pelaku, klinik tempat prakteknya saja sudah bikin suudzon, soalnya besar dan luasss sekaleeee. Kalau saya masuk buat konsultasi ke klinik Zian, kayaknya saya butuh guide deh. Takut kesasar soalnya, banyak labirinnya dan terlalu misterius. Baru kali ini juga saya liat tempat praktek model istana kepresidenan begitu. Namun,  dibalik pribadi nyonya Lee Shin yang mencurigakan dan misterius itu, ternyata beliau bukanlah pelaku utama di drama ini.  Gara-gara main tunjuk-tunjuk pelaku dan saling mencurigai di antara kesepuluh orang ini, penonton pun jadi ikut-ikuttan main tuduh-tuduh juga. Lalu, pada akhirnya, acara tebak-tebakkan pembunuh pun berlanjut terus di setiap episodenya. Bukannya malah menebak siapa pelaku sebenarnya, saya malah curiga kalau cerita di drama ini hanyalah kisah yang ditulis oleh Shin Ga Hyun di webtoonnya. Netizen di twitter juga banyak yang beranggapan kalau Detektif Hyung Joo adalah pelaku dari semua kasus pembunuhan yang terjadi karena terinspirasi dari webtoonnya Shin Ga Hyun. Tapi, ternyata asumsi tersebut salah lagi. Ya gimana drama kriminal ini mau menegangkan kalau setiap episode saya malah kebanyakan emosi plus garuk-garuk kepala. Tiap episode saya cuma malah tambah dosa karena suudzon dan memfitnah semua pemeran dan pemain drama 365: Repeat the year. Kayaknya saya lebih banyak dosa nonton drama ini deh dibandingkan nonton drama The World of The Married wkwkwk.  

C.    Jangan Pernah Mengharapkan Romance di Dalam Drama ini

Pas nonton episode terakhir, saya kira saya akan menemukan sedikit scene romance antara Hyung Joo dengan Ga Hyun. Kenyataannya, secuil pun tak ada harapan akan terwujudnya pasangan kekasih dalam drama ini. Kalau tidak ada scene romance antara mereka berdua, paling tidak adalah yah dialog dari mereka yang menjurus ke persoalan hubungan asmara. Sayangnya, sampai episode terakhir pun writer nim tak memberikan tanda-tanda akan kemunculan api asmara itu. Sepertinya, mereka memang hanya ditakdirkan untuk menjadi sepasang sahabat di dalam drama ini, bukan sebagai sepasang kekasih. Meskipun happy ending tapi entah kenapa saya malah nyessek liat ending drama 365: Repeat the year ini. Ternyata, Hyung Joo lebih memilih untuk memutar waktu demi menyelamatkan Ga Hyun tetapi dengan resiko mbak Ga Hyun tidak akan mengingat semua kenangan yang mereka pernah lewati sebelumnya. Lihat ending scene yang satu ini kok bikin saya bapper dan sedih yah. Sudah macam scene-nya Kimi No Nawa T_T


It will be great if 365: Repeat the year will have season two or special episodes for Hyung Joo and Ga Hyun.
 The fact that they ended without being a couple is make me sad but the lovely thing from Hyung Joo and Ga Hyun relationship is about their friendship, yah the eternal friend even they have to reset the time again. I also will be glad if in another reset they can be more than friends again.  

Something that you should make a bold is this drama also proved that having one friend is better than having many friends around you. Don’t trust too much to anyone!    


Thursday, 9 April 2020

Itaewon Class (Review)




 Itaewon Class


Hello readers and welcome back to my review board again. Kali ini saya akan membahas salah satu drama yang sudah tamat pada tanggal 21 Maret lalu tapi masih saja hangat untuk dibahas hingga hari ini. Ya, drama tersebut tak lain dan tak bukan adalah drama Itaweon Class yang merupakan drama yang diangkat dari webtoon dengan judul yang sama.

Kebetulan saya nontonnya telat jadi saya juga baru bisa ikut nimbrung sama euphoria Park Seo Ri baru-baru ini. Kehebohan dan keseruan dari drama ini ternyata tidak hanya dirasakan oleh rakyat jelata kayak saya dan kalian-kalian yang lagi baca blog saya ini. Ternyata demam Park Seo Ri juga sudah melanda beberapa artis dan influencer di tanah air sebut saja Jerome Polin, Vidi Aldiano, Prilly Latuconsina hingga Pangeran Siahaan. Karena timeline di berbagai sosial media saya sudah heboh membahas drama baru dari Park Seo Joon ini, akhirnya saya pun memutuskan untuk marathon 2 malam menghabiskan drama ini. Pokoknya saya tidak mau ketinggalan sama demam Itaewon Class.

Well, dalam drama ini ada beberapa hal yang sangat menarik sehingga saya betah marathon ngehabisin drama ini cuma 2 malam. Yang pertama ialah karena style rambut kastanye dari Park Seo Joon yang menurut saya aneh tapi entah kenapa doi tetap tamvan dan karismatik di dalam drama ini.  Dan yang paling membuat saya betah nonton drama ini adalah karakter Jo Yi Seo yang diperankan oleh Kim Da Mi. Sejujurnya, saya kurang greget sama 2 episode awal dari drama ini. Terlalu membosankan menurut saya. I mean the plot is too classic. Kisah bullying anak SMA, cinta pertama anak SMA, terus konfliknya juga sudah bisa ditebak tentang kisah balas dendam si Park Seo Ri ini. Namun, setelah melihat ekting Kim Da Mi sebagai sosok Jo Yi Seo saya langsung ngefans sama doi. 

Karakter sebagai anak cerdas tapi berpenampilan suweg dengan gaya rambutnya yang super stylish itu membuat sosok Jo Yi Seo ini menjadi topik pembicaraan di kalangan pecinta drakor. Tak hanya itu, hal menarik lainnya dari Jo Yi Seo di dalam drama ini adalah karena sosoknya yang merupakan bucin sejati dari Park Seo Ri. Wah, kira-kira ada ndak yah model cewek kayak si Jo Yi Seo di dunia nyata yang rela mati-matian melakukan apapun demi menunjukkan dan membuktikan cintanya. Sudah ndak lanjut kuliah, berantem sama Ibunya, kerja mati-matian dari pagi sampai malam di kedai DanBam eh masih belum dinotice pula cintanya sama si Park Seo Ri. Parahnya lagi, Jo Yi Seo pernah ditolak secara langsung di hadapan teman-temannya sama di depan cinta pertamanya Park Seo Ri. Asliiii, si Park Seo Ri ini memang cowok ndak peka. Terlalu sibuk ngejar si Soo-ah dengan berusaha menjadi pebisnis kaya raya  sampai lupa kalau yang bantuin doi sampai bisa kaya itu yah si Jo Yie Seo. Saya hampir mau stop nonton gara-gara gemmes sendiri sama kelakuan Park Seo Ri. Untung cintanya Jo Yie Seo tidak bertepuk sebelah tangan meskipun sudah ditolak berkali-kali. Bayangkan pemirsahh, dari 16 episode, cintamu baru dinotice di episode terakhir. Writernya memang kebangetttan, untung Itaewon Class happy ending.  

Bukan cuma soal karakter sama style para cast Itaweon Class yang membuat drama ini digemari oleh banyak orang, tetapi juga  tentang kisah perjuangan mereka dalam membangun sebuah usaha dan bisnis.  Drama ini benar-benar menggambarkan bagaimana kesuksesan sebuah usaha itu memang memiliki proses yang panjang dan tidak instant. Mesti berdarah-darah dulu, harus punya konflik antar rekan kerja dulu, dan juga mesti merasakan yang namanya gagal dan kecewa dulu. Namun, pada akhirnya usaha dan tujuan yang jelas tidak akan pernah mengkhianati hasil. Bagi kalian anak-anak start up atau yang lagi niat buat buka usaha, coba deh nonton Itaewon Class. Anggap saja ambil kelas bisnis 16 SKS lewat jalur drakor.      


Well, saya rasa cukup sekian keluh kesah saya setelah marathon Itaewon Class. Kalau kalian punya kesan apa setelah nonton drama ini?