Showing posts with label Drama Korea. Show all posts
Showing posts with label Drama Korea. Show all posts

Wednesday, 12 August 2020

It's Okay to Not Be Okay (Review)




Hellooo! selamat datang kembali di review board saya para readers sekalian! Berhubung minggu ini salah satu drama langganan on going saya yaitu It’s Okay to Not Be Okay sudah tamat maka tibalah waktunya saya untuk mereviewnya. Teruntuk bala fans mas Kim So Hyun dan mbak Seo Ye Ji, yukkk mari nongkrong di blog saya.

Well, sejujurnya, drama yang diperankan oleh Kim So Hyun dan Seo Ye Ji ini tidak masuk dalam list tontonan on going saya. Awalnya sih cuma coba-coba (Biar kayak iklan wkwkw) tapi karena episode awalnya memang sudah seru jadinya saya keterusan deh sampai It’s Okay to Not Be Okay akhirnya tamat. Ternyata drama ini memang worthy to be watched. Selain banyak lawaknya, drama ini juga penuh dengan pesan moral dan juga kisah tentang perjalanan hidup seorang pasien pengidap autis bersama seorang kakaknya yang selalu merawatnya. Nah, untuk kalian yang masih belum nonton dan penasaran sama ceritanya kayak gimana, mungkin review saya berikut ini bisa sedikit membantu kalian dalam menggambarkan keselurahan drama ini.

1.    Banyak scene yang skrinsutable dan storyable

Scene yang skrinsutable dan storyable pada awal-awal episode drama ini memang sangat menghipnotis untuk terus ditonton. Pokoknya tiap adegan itu kayak pengen saya skrinsut terus. Pengambilan gambarnya juga keren sekali yereobun! It’s like movie in a drama. Adegan perpindahan antara scene satu sama yang lainnya itu juga epic sih, terutama di episode 4 di mana pada episode tersebut diceritakan tentang seorang pasien bernama Kwon yang mengidap sindrom maniak dan sering berhalusinasi. Nah, halusinasi dari Kwon ini itu digambarkan sangat-sangat detail dan benar-benar dihidupkan lewat setiap adegan di drama ini. Pokoknya kayak adegan-adegan film begitu lah. Adegan saat melakukan perjalanan jauh menggunakan mobil kemah pada Ending It’s Okay to Not  Be Okay semalam menjadi scene favorit saya sih di antara semua episode di dalam drama ini. Cinematographynya keren sekali, saya serasa nonton MV ala-ala vintage gitu. Pas liat Ko Moon Young, Gang Tae, sama Sang Tae menikmati liburan impian mereka pake mobil kemah rasanya pengen cepet-cepet corona ini berakhir. I do miss travelling and talking with my friends from dusk till dawn.   

2.    Konsep cerita yang menarik

Alasan lain mengapa saya sampai lanjut terus nonton drama ini itu ya karena konsep cerita dari awal episodenya memang sudah menarik menurut saya. Rasanya saya jarang atau kayaknya memang belum pernah ketemu drama yang menggabungkan unsur animasi di dalam drama. Menariknya lagi, kesan dunia dongeng dan dunia penyihir kayak di film-film Barbie sama Harry Potter itu benar-benar dihidupkan di dalam drama ini. Mulai dari wardrobe, musik, rumah tempat syuting sampai lightingnya itu benar-benar mendukung untuk menunjukkan kesan vintage sekaligus misteri. Saya yang suka sama hal-hal yang berbau wizarding world dan dongeng klasik-klasik gitu jadi tambah greget dong sama cerita dalam drama It’s Okay to Not Be Okay. Bukan cuma itu, kesan creepy dan horror dari castel tempat tinggal Ko Moon Young juga bikin cerita di drama ini makin dapat feelnya. Belum lagi tentang adanya sosok penyihir jahat yang sejak episode pertama sudah bikin saya penasaran. Nonton drama ini itu sudah kayak nonton dongeng versi drama. Rasanya dunia masa kanak-kanak saya muncul lagi pas nonton drama ini. I need more fairy tales in my age right now by the way.  

3.    Karakter setiap pemainnya kuat dan unik

Para pemain di dalam drama ini memang punya karakter yang unik dan kuat. Mulai dari ektingnya Lee Sang In dan para penghuni Rumah Sakit Jiwa OK lainnya yang saling melengkapi sampai Kim So Hyun yang kualitas ektingnya memang sebanding sama bayarannya. Satu kali main drama, mas Kim So Hyun kayaknya sudah bisa lah yah beli rumah impian secara cash tanpa perlu repot-repot lagi merasakan yang namanya urus berkas KPR rumah.

Tetapi, kalau bahas karakter yang keren, saya jelas mau sungkem sama ektingnya Oh Jung Se yang memerankan Sang Tae di drama ini.  Wajar sih kalau Oh Jung Se menang sebagai aktor pendukung terbaik di Baeksang Awards kemarin. Ektingnya di When The Camellia Blooms sebagai ahjussi nyeleneh dan sok ganteng dan kaya memang keren. Anyway, sebelum It’s Okay to Not Be Okay tayang, saya juga sempat baca artikel kalau Oh Jung Se akan bermain di drama ini. Awalnya sih saya B aja, ekting beliau memang sudah tidak usah diragukan lagi lah yah tapi pas saya tahu kalau Oh Jung Se akan memerankan karakter seorang penderita autis saya malah kaget soalnya saya belum mempunyai gambaran bagaimana dia akan memainkan peran itu. Cara ngomongnya gimana, cara jalannya, ekspresinya pokoknya saya penasaran berat dengan terobosan ektingnya yang jauh berbeda dari sebelumnya. Bisa dibilang karakter Sang Tae di drama It’s Okay to Not Be Okay ini sangat kuat dan tentu saja karakternya tersebut akan terus membekas di ingatan para penonton setia drama ini sampai kapan pun.

Bukan cuma Oh Jung Se, ektingnya Seo Yo Ji sebagai Ko Moon Young yang memerankan sosok misterius dan berjiwa bar-bar memang layak dapat pujian netizen. Kesan putri cantik yang terkurung di dalam istana bak cerita di dongeng-dongeng memang pas sama karakter mbak Seo Yo Ji di drama ini. Belum lagi karakter elegantnya itu didukung sama pakaian-pakaiannya yang ala-ala Disney Princess. Pas mau cari di Shopee ternyata semua produk yang dipakai doi aslinya dari merek internesyenel yang harganya bisa seharga sama ginjal itu cuy. Kayaknya saya mesti serius jadi penulis dongeng dulu deh biar bisa semakmur hidupnya Ko Moon Young.

Sekian dulu review drama saya kali ini. Buat kalian yang punya uneg-uneg tentang drama It’s Okay to  Not Be Okay ini silahkan share di kolom komentar.  


Sunday, 9 August 2020

Backstreet Rookie (Review)






Hello para readers sekalian! Selamat datang kembali di review board saya. Kali ini saya akan membagikan beberapa ulasan mengenai drama Backstreet Rookie yang baru saja tamat semalam. Jadi teruntuk para bucin mas Ji Chang Wook dan juga mbak Kim Yoo Jung mari silahkan merapat di blog saya ini. Anyway, saya sebenarnya tidak terlalu menaruh ekspektasi yang tinggi dengan drama ini ketika melihat promosi poster dan trailernya di mana-mana. Saat melihat episode pertama pun rasanya juga biasa saja menurut mata perdrakoran saya. Tapi yang namanya drama Korea itu memang susah ditebak dan tidak bisa langsung disimpulkan apakah drama ini bagus atau tidak apalagi kalau cuma ngikutin episode awal-awalnya saja. Ini bukan sinetron yang dari judulnya saja sudah ketebak isi sama endingnya yereobun! Dan memang benar sih, saya sudah suudzon sama drama ini. Ternyata ada banyak hal tak tertebak dan plot yang seru di dalam drama ini pemirsahh. Ya sudah, tanpa perlu intro yang panjang kali lebar, yuk langsung saja kita review drama Backstreet Rookie ini.  


A.   Penuh Komedi dan Parodi

Pada episode-episode awal dari drama Backstreet Rookie ini memang mengundang kontroversi dari para k-netz. Sampai-sampai mereka ngirim petisi ke komisi Penyiaran Korea untuk segera menghentikan penayangan drama karena adanya adegan vulgar di dalamnya. Menurut netizen negara sana, usianya Ji Chang Wook sama Kim Yoo Jung juga terpaut cukup jauh makanya gak pantas untuk berpasangan di drama ini. Tapi itu dari netizen Koreanya, kalau netizen di negeri berflower ini mah kayaknya enjoy-enjoy saja dengan drama ini. Kalau menurut saya pribadi sih adegan yang dimainkan oleh para artis dan aktor di drama ini cukup aman. Not too much I think. Namun, dibalik kontroversi tersebut, saya sih cukup terhibur dengan adanya komedi dan parodi di dalam drama ini. Ini penulisnya kocak juga sampe pikirin scene parodi drama sama film-film hits yah. Episode perdana dari drama ini saja langsung dibuka dengan parodi dari film Sunny yang popular itu. Menariknya, scene berantem anak sekolahan itu juga diperankan langsung oleh Park Jin Joo yang merupakan tokoh dalam film Sunny.  Kemudian ada lagi scene waktu Yeon Joo dan Saet Byul melakukan parodi dalam drama The World of The Married. Mereka itu ceritanya lagi main adu mulut gara-gara memperebutkan Dae Hyun. Nah terus Yeon Joo marah tuh sama Saet Byul dan langsung membanting sebuah guci di depan Saet Byul. Wah adegan ini pasti iconic sekalee bagi yang ngikutin dramanya TWOTM wkwkwk. Parodinya gak sampe di situ,  ada lagi nih parodi dari film Parasite yang dilakukan oleh ayahnya si Dae Hyun. Saat itu ayahnya Dae Hyun ceritanya lagi ngelamar jadi supir. Adegan pas menghafal identitas palsunya itu persis sama dengan scenenya Ki Jung di Parasite. Pokoknya kumpulan parodi di dalam drama Backstreet Rookie emang bener-bener ngakak sih. Saya bahkan sampe ngulang-ngulang adegannya pas nonton.

B.    Bukan Sekedar Drama Komedi Tetapi Juga Drama Keluarga

Backstreet Rookie memang memiliki unsur komedi romantis yang cukup kental. Karakter para pemainnya yang lucu sampai alur cerita yang absurd memang sangat mendukung untuk membuat kita ngakak berjamaah saat nonton. Namun, drama ini tidak berkutat pada genre drama komedi romantis saja tetapi pada slice of life juga loh. Pada awal-awal episode para penonton memang disuguhkan dengan adegan konyol dan lucu dari para pemainnya yang bikin kita ngakak akan tetapi ketika menuju pertengahan episode nuansa drama keluarga mulai cukup kental. Saya sampai mau nangis pas lihat episode di mana ibu sama bapaknya Dae Hyun direndahkan sama keluarganya Yeon Joo. Kisah Saet Byul di drama ini juga gak melulu soal kebucinannya sama mas Dae Hyun. Peran Saet Byul sebagai seorang kakak sekaligus tulang punggung keluarga juga benar-benar diceritakan cukup kental untuk menggambarkan kehidupan penuh perjuangan yang sering dihadapi oleh seorang kakak dalam membesarkan adiknya. So, untuk para netizen yang kemarin-kemarin kritik drama ini karena gak family friendly silahkan dilanjutkan dulu nontonnya. Maybe it can change your perspective.

C.    Kisah Cinta Aphrodite dan Fire Volcano yang Menggemaskan

Sejujurnya, saya sebenarnya lebih tertarik sama kisah cintanya si mbak Aphrodite sama mas Fire Volcano dibandingkan kisah bucinnya Saet Byul dengan Dae Hyun. Kisah Geumbi yang merupakan fans garis keras dari Dalshik sang pembuat webtoon di drama ini tuh memang terngakak sih. Apalagi pas adegan mereka mau meet up pas pertama kalinya. Saya malah lebih deg-degan nungguin mereka jadian dibandingkan Dae Hyun sama Saet Byul wkwkwk. Pas nonton episode terakhir semalam ternyata penonton dikasih surprise sama Dalshik. Dalshik yang punya muka sama gaya berantakan begitu ternyata aslinya anak sultan woy, kebun sama tanahnya berhektar-hektar ternyata. Ayahnya Geumbi pasti ikhlas lah yah anaknya berjodoh sama Dalshik wkwkwk.

Well, untuk kalian yang sudah nonton drama atau masih on going nontonnya silahkan share review drama Backstreet Rookie versi kalian di sini yah :) 

Friday, 12 June 2020

Born Again (Review)





Hai hai welcome back to my review board again para readers sekalian! Well, di review board kali ini saya akan kembali mereview salah satu drama dari KBS yang berjudul Born Again. Sebenarnya drama ini sudah tamat pas hari rabu kemarin tapi baru sempat saya review hari ini. So, I do apologize buat yang sudah request review tapi publishnya tidak tepat waktu kwkwkw.  Ok, mari kita mulai saja membagikan uneg-uneg tentang drama yang bertema cinta segitiga ini yereoubun!

Hal yang pertama yang akan saya bahas dulu ialah tentang para cast di dalam drama Born Again. Sejujurnya saya kurang srek sama pemain ceweknya, agak kurang pas menurut mata perdrakoran saya (ceilehhh). Tapi mbak Jin Se Yeon yang memerankan karakter Jung Sa Bin memang spesialisasi drama-drama saeguk sih jadi wajar kalau banyak yang komen soal ektingnya yang sorry to say terlalu kaku. Kalau karakternya di masa lalu sebagai Ha Eun masih pas menurut saya. Karena sosok Ha Eun memang digambarkan sebagai perempuan yang sangat feminim dan suka sastra plus punya toko buku. Pokoknya tipe kembang desa idaman para pria jaman old lah. Jadi wajar kalau suaranya juga lemah lembut dan puitis gitu kalau ngomong sama lawan bicaranya. Tapi, setelah bereinkarnasi jadi mbak Jung Sa Bin yang merupakan seorang peneliti dan dosen, karakter lemah dan lembut itu rasanya agak kurang pas. Ya mungkin karena sudah bereinkarnasi juga kali yah jadi pembawaanya tetap sama kayak di masa lalu. Tapi gimana yah, perpaduan ekting dari Jan Ki Yong sama Lee Seo Hyuk jadi kurang greget gitu.

Untuk bagian plotnya, I really love kisah masa lalu antara Ha Eun, Hyun Bin sama Gong Ji Chul. Coba kalian bayangkan, seseorang (Gong Ji Chul) yang lahir dari keluarga psikopat dan hidupnya kacau balau terus jatuh hati sama cewek (Ha Eun) yang sudah punya tunangan seorang detektif (Hyun Bin). Sungguh kisah cinta segitiga yang tragis sekali bukan? Yang bikin saya nyesek nonton itu ya karena karakternya Jan Ki Yong yang memang menyedihkan sekali. Sudah keluarganya berantakan, hidupnya gak jelas karena jadi homeless, jadi tersangka pembunuhan, terus bucin sama tunangan orang lain pula. Pas reinkarnasi ternyata sama aja. Gak Gong Ji Chul gak Jong Bum semuanya sadboy di tiap eranya masing-masing. Haddehh, kalau saya jadi Jong Bum, kayaknya mending cari yang lain saja. Capek woi liat Jung Sa Bin kencan di depan mata sendiri. Kisah sadboy dari Jong Bum juga didukung sama soundtrack drama Born Again yang nyesek abis. Semua lagunya itu menyayat hati sekali woiii. Ini drama memang gak punya stok lagu ceria kayaknya, sungguh sangat cocok didengarkan oleh para pasukan ambyar.

Nah, terus yang jadi plot twist dari kisah cinta segitiga ini ialah ternyata si mbak Sa Bin ujung-ujungnya naksir juga sama mas Jong Bum.  Bagaimana para netizen di sosial media gak jengkel sama mbak Sa Bin kalau dua-duanya mau dibungkus. Mbak Sa Bin ini terlalu plin plan jadi cewek. Satu ya tetap satu aja mbak, jangan rakus kwkwkw. Tapi ya kalau saya jadi mbak Sa Bin, kayaknya saya juga bakal dilemma mau pilih siapa. Jaksa Kim yang pintar dan berkarisma atau sama Jong Bum yang manis itu.  Selain mbak Sa Bin, writer nim drama ini juga kena sambat sama netizen. Tim kapal jaksa Kim dan Jung Sa Bin gak terima kalau Jung Sa Bin harus happy ending sama Jong Bum. Tapi benar juga sih, jaksa Kim punya banyak effort di drama ini. Di masa lalu sampai masa sekarang doi tetap setia sama Jung Sa Bin. Masa endingnya Jung Sa Bin lebih milih Jong Bum hanya gara-gara rasa simpati akan kehidupan suramnya Jong Bum. Terus kamu anggap apa jaksa Kim selama ini mbak? 

Sejujurnya, drama ini adalah salah satu drama yang bikin saya mau stop nonton pas pertengahan episodenya tapi bikin nagih buat dilanjutin terus gara-gara penasaran. Ada banyak scene yang menurut saya harusnya gak usah ada. Beda saat di awal-awal episode yang ceritanya benar-benar lambat jadi kita juga benar-benar menikmati tiap detail ceritanya. Tapi makin lama, makin banyak pula scene dadakannya. Contohnya kayak Jong Bum yang ke Amerika terus tiba-tiba balik tanpa ada scene yang menjelaskan kejadian itu. Terus ada lagi scene jaksa Kim yang kena skorsing setahun tapi juga gak terlalu dijelaskan detail ceritanya. Ya paling tidak kasih beberapa adegan lah ya soal kejadian itu biar penonton gak kaget-kaget banget sama alur yang tiba-tiba langsung main satu tahun kemudian. Adegan persidangannya Sang Ah sama Jang Hye Mi itu harusnya seru  tapi alur sidangnya malah flat aja gitu. Padahal saya sudah nunggu mereka saling serang pakai bukti.  A lot of adegan maksa memang muncul menjelang episode terakhir drama ini.    
  
Overall, cerita drama Born Again ini tuh menarik buat ditonton. Apalagi buat kalian yang suka sama genre detektif thriller misteri. Sejak awal episode kita sudah diajak mikir tentang apa yang sebenarnya terjadi, dan siapa pelaku sebenarnya. Yang bikin serunya lagi karena drama ini itu punya plot maju mundur karena ceritanya memang tentang reinkarnasi dari para pemainnya. Jadi kalian akan disuguhi cerita dari dua masa yaitu masa lalu sama masa sekarang. Pas masa reinkarnasi, penonton jadi dibikin bingung lagi sama pemain-pemain baru yang bermunculan. Kita diajak main tebak-tebakkan lagi. Pokoknya ini adalah tipe drama yang akan mengasah otak Anda kembali. 

Nah, kalau menurut kalian bagaimana? Apakah kalian puas dengan ending Born Again? Kalau saya sih tidak, endingnya gak jelas dan terkesan maksa sekali.  Alurnya kurang rapi menurut saya, padahal ceritanya menarik.



Friday, 29 May 2020

Hospital Playlist (Review)


Hai Hai selamat datang kembali di review board saya para readers sekalian!

Well, berhubung salah satu drama slice of life garapan sutradara dan penulis andalan kita yaitu Shin Won Ho dan Lee Woo Jung yang berjudul Hospital Playlist telah tamat dengan ending yang penuh nano-nano itu, maka tibalah saatnya bagi saya untuk mereview drama ini. Anyway, bagi yang sudah nonton ending Hospital Playlist, bagaimana perasaan kalian saat ini? Apakah semua kapal kalian berlayar, atau kalian malah salah kapal sejak dari episode pertama wkwkw? Bagi yang menumpangi kapal winter garden saya mengucapkan selamat doa kalian terkabul tadi malam. Tentu, hal ini tidak lepas dari kekuatan doa nyonya Rosa beserta sanak saudara Andrea lainnya yang sudah pasti terbukti ampuh menembus lapisan langit ketujuh. Tuhan mungkin merasa malu ketika orang-orang beriman memohon kepada-Nya lantas tidak mengabulkannya. 



Bisa dibilang tahun 2020 adalah tahun yang penuh dengan kumpulan drama-drama keren di setiap stasiun televisi. Pokoknya, tiap stasiun TV Korea tahun ini benar-benar berlomba memberikan drama dengan genre yang unik dan berbeda. Anyway, kepada bala pasukan The Word of The Married, CLOY, Itaweon Class, dan The King Eternal Monarchy, saya harapkan minggir dulu. Sorry to say but for me, Favorite Drama of The Year masih dipegang sama Hospital Playlist. Yah, Hospital Playlist deserves to be the greatest drama in 2020. Kenapa, why and wae? Ya sudah, silahkan disimak saja review saya berikut ini.

A.   Drama Medis Yang Beda Dari Drama Medis Biasanya

Sebelumnya saya mau sungkem dulu sama penulis Hospital Playlist yang memberikan warna baru dalam drama medis. Saya tidak pernah mengira kalau bakal ada drama medis macam beginian. Kalau sebelum-sebelumnya kalian nonton drama medis yang kebanyakan scene darah, peralatan medis yang seram-seram, ruang operasi dengan suasana menegangkan serta para dokter dan tenaga medis yang lebih menonjolkan skill mereka masing-masing, maka di Hospital Playlist kalian tidak akan disuguhi adegan-adegan macam begituan lagi. Hospital Playlist adalah jenis drama medis yang sangat ringan untuk kalian nikmati. Pokoknya gak ada tuh konflik sama plot yang bikin pusing kayak TWOFTM atau 365: Repeat The Year. Sebenarnya ada kasus pelakor juga sih tapi gak seribet drama sebelah lah.

Hospital Playlist menjadi drama slice of life karena isinya memang lebih menggambarkan rutinitas sama kehidupan para tenaga medis dan dokter pada umumnya di setiap rumah sakit. Bagaimana kehidupan dokter dan perawat lainnya kalau pas jam istirahat, bagaimana kehidupan mereka kalau lagi di luar rumah sakit, bagaimana kelakuan mereka di kantin pas ngumpul, apakah mereka makan dengan santuy atau buru-buru, belum lagi cara mereka menghadapi pasien yang beda-beda karakter. Hubungan antara pasien dan setiap dokter di drama ini juga benar-benar sangat-sangat intens. Selain banyak scene lawak dan absurd dari penghuni RS Yulje, drama ini juga banyak yang mengandung bawang. Beberapa di antaranya kayak kisah seorang pasien yang harus rela menggugurkan kandungannya, kisah Ayah yang rela diet demi menyumbangkan levernya kepada anaknya, dan masih banyak lagi.  Pokoknya, drama ini tuh kayak dibalik layarnya kehidupan rumah sakit di sekitar kita. Dibalik baju yang mereka kenakan dokter pun hanyalah manusia biasa yang punya kisah tersendiri di luar rumah sakit tempat mereka bekerja.

B.    Kisah Persahabatan geng 99

Kalau bahas persahabatan Song Hwa, Joon Woon, Ik Jun, Jung Won, sama Seok Hyung itu rasanya bikin iri deh. Meskipun fiktif tapi rasanya pengen gitu punya circle kayak mereka. Kalau kalian masih sekolah dan sudah nonton drama ini pasti punya cita-cita pengen punya teman-teman dan kehidupan kayak mereka berlima. Mau jadi pintar terus bisa dihormati juga sama orang-orang sekitar. Mau jadi kaya juga biar bisa belanja online sepuasnya kayak Song Hwa, bisa sering traktir teman-teman juga kaya Seok Hyung. Pengen kayak Ik Jun juga yang punya cemilan banyak, kalau Joon Won? Kayaknya doi cuma punya banyak pulsa buat nelpon Ik Sun kwwkwkwk. Bukan cuma kaya ilmu, dan harta tetapi juga kaya hati kayak Andrea a.k.a Jung Won yang suka bantu pasien yang kekurangan biaya pengobatan. Kalau cewek-cewek pasti banyak yang mau jadi Song Hwa, selain pintar, baik, suka belanja barang-barang aneh doi juga punya empat teman cowok yang peduli dan sayang sama dia. Oh indahnya hidup kalau realita seperti di dalam drama kwkwkkw. Kisah lima sekawan ini itu hangat sekali di drama ini, kadang bikin senyum-senyum sendiri sampai ngakak yang tak terkontrol. Apalagi pas scene mundurnya ke masa-masa mereka kuliah. Belum lagi kalau adegan berantem rebutan makanan di tempat makan wkkwkw.

Adegan paling ditunggu kalau mereka berlima ngumpul adalah saat makan bareng di luar atau ngemil di ruangannya Song Hwa, Joon Woon sama Jung Won. Kalau Seok Hyung ruangannya memang gak pantas buat jadi tempat ngumpul. Ruangannya terlalu ramai sama dokumen yang antah berantah itu. Kalau Ik Jun sudah jelas, doi lebih suka berpetualang di setiap ruangan di rumah sakit wkwkwk. Ik Jun memang lebih cocok jadi Duta Persahabatan Rumah Sakit Yulje. Jangankan duta persahabatan, jadi duta asmara antar dokter juga bisa. Selain adegan makan-makan, di tiap episodenya kalian juga akan melihat para dokter ini ngeband bareng. Lagu-lagunya juga enak-enak dan bikin baper tiap episodenya. They are really talented doctors who can sing and play instrumental musics. 



C.    Drama Yang Mengajarkan Penonton Untuk Lebih Banyak Bersabar

Harus saya akui kalau drama Hospital Playlist memang banyak mengajarkan kesabaran kepada penonton setianya. Durasi dramanya saja satu jam lebih tapi tau-tau abis kayak nonton MV doang. Habis itu, kita harus nunggu lagi seminggu lamanya buat nonton. Pas nonton eh gak berasa udah selesai, pokoknya begitu terus tiap minggunya sampai Hospital Playlist season 1 tamat di episode 12. Episode Hospital Playlist juga cuma 12 beda sama drama lainnya yang kebanyakan 16 episode. Past tamat semalam, kita malah disuruh nunggu lagi selama setahun untuk season 2. Seminggu aja sudah gregetan nungguin lanjutannya, gimana nunggu setahun T_T. Ini tuh memang jenis drama yang bikin penontonnya keseret arus cerita kayak lagi main di pantai. Tanpa sadar tau-tau sudah main di tengah laut aja. Tapi ya sudahlah, paling tidak satu kapal telah berlayar di Hospital Playlist season 1. Biarkan writer nim berkarya untuk Hospital Playlist season 2 dan 3.


Friday, 15 May 2020

Find Me in Your Memory (Review)


Hello para readers sekalian! Welcome back to my review board again. Kali ini saya akan mereview sebuah drama dari MBC lagi tetapi dengan genre yang berbeda dari review saya sebelumnya. Kalau sebelumnya kalian pusing tujuh keliling akibat plot dari 365: Repeat The Year yang sangat menguras mental dan emosi itu, maka kali ini MBC memberikan sebuah penawar untuk otak kalian yang sangat butuh keuwu-uwuan yang tak kalian dapatkan di drama-drama sebelumnya. So, adapun drama yang akan saya bahas kali ini adalah drama yang berjudul Find Me In Your Memory.

Ok, tanpa perlu berlama-lama lagi langsung saja kita review drama bergenre fantasi, misteri dengan taburan bumbu romancenya yang kental ini. Untuk kalian yang butuh drama ringan serta romantis dengan konfik yang gak berat-berat amat kayak jenis drama yang lagi ramai saat ini maka saya sangat merekomendasikan drama Find Me In Your Memory Ini. Daripada kalian tersiksa batin terus tiap minggu liat kisah hidupnya Ibu Dok di The World of The Married, mending nonton drama ini deh untuk menstabilkan mood kalian. Atau mungkin kalian capek nangis sesegukan gara-gara ngikutin drama Hi, Bye Mama, maka drama ini bisa jadi obat penenang untuk menceriakan kembali hati kalian. Lebih-lebih kalau kalian puyeng ikutin alur dramanya 365: Repeat The Year sama Memorist, mending nonton drama ini saja lah guys.  

Ada beberapa alasan mengapa drama ini menjadi salah satu drama yang seharusnya tidak Anda lewatkan tahun ini. Pertama,  karena jalan ceritanya itu kayak vibe drama-drama tahun 2010an 2011an, jadi kalian bisa nostalgia ke eranya drama-drama bucin yang ceritanya benci jadi cinta gitu lewat nonton drama ini. 

Kemudian, inti dari drama ini itu menceritakan tentang sosok Lee Jung Hoon yang merupakan seorang pembawa acara atau berita pada stasiun TV nomor satu di Korea bersama Yeo Ha Jin yang merupakan artis popular di Korea. Yang menarik ialah, karakter Lee Jung Hon atau yang sering disebut Anchor Nim ini sangatlah dingin. Karakter Anchor nim ini sudah kayak perwakilan sosok cowok drama Korea pada umumnya lah yang ala-ala cool, tamvan, smart dan karismatik begitu. Pokoknya karakter cowok macam begini itu udah mulai langkah lah di drama Korea jaman jigeum. Anchor Nim ini itu macam cowok dalam drama-drama angkatan BBF gitu lah. Bisa dibilang sosok dari Anchor Nim ini tuh ibarat Mbak Najwa Shihab versi cowok kalau lagi wawancara sama tamunya di Mata Najwa. Kalau ada tamu di program TV-nya Anchor Nim pasti langsung kena K.O gara-gara pertanyaan dan pernyataannya yang jinja pedas kayak Siwon makan Mie Sedaap.

Dannn, karakter Anchor Nim ini sangatlah jauhhh berbeda dengan sosok Yeo Ha Jin yang asli pecicilan dan super cerewet. Kalian pasti sudah ngebayangin kan kayak gimana lucu dan mengemaskannya couple ini lewat perbedaan karakternya itu.  Saya memastikan jika kalian akan senyum-senyum sendiri kalau nonton drama ini. Ada banyak scene uwu-uwu yang membuat kalian tambah bucin sama Anchor Nim dan mbak Ha Jin ini. Sosok super cuek dan dinginnya Anchor nim yang tiba-tiba jadi bucin sejatinya mbak Ha Jin bakal bikin kalian makin gemas sendiri selama nonton tiap episodenya. Sampai-sampai netizen di twitter sudah pada halu pengen cowok idaman kayak Anchor Nim wkkwkw. Ya, bagaimana penonton gak bucin juga sama Anchor Nim kalau doi sudah diputusin berulang kali pun masih tetap setia sama mbak Ha Jin. Bahkan ditinggal pergi dua kali puasa dua kali lebaran sama Mbak Ha Jin di Amerika saja, Anchor Nim tetap setia nunggu loh. Kalau di drama The Guest Anchor Nim sibuk ngejar-ngejar Park Il Do, di drama Find Me in Your Memory ini doi malah sibuk ngejar-ngejar mbak Ha Jin. Jadi, pacar kamu Ganteng? Kaya? Tapi bisa kayak Anchor nim gak? Wkkwkw

Oh iya, selain bucin sama drama ini, kalian juga akan bucin sama soundtracknya. Ost-nya Find Me In Your Memory memang bagus-bagus. Pokoknya cocok buat kalian yang lagi bucin atau dilanda asmara macam Anchor Nim.  Nahhhh, tidak lupa juga saya menambahkan sebuah saran untuk kalian. Bagi anda-anda yang sedang rindu sama ektingnya mas Park Yoochun bisa liat mukanya Anchor Nim di drama ini. Hitung-hitung sebagai obat rindu sama Park Yoochun. Mukanya Anchor Nim mirip banget woii sama Park Yoochun.    


Wednesday, 29 April 2020

365: Repeat the year (Review)




Halo, halo! Welcome back to my review board again para readers sekalian! Well, pada kesempatan kali ini izinkanlah saya untuk membahas sebuah drama dari MBC yang bikin pusing tujuh keliling para penontonnya. Kalau kalian mengikuti drama ini pasti juga merasakan hal yang sama dengan saya. Yup, drama tersebut tak lain dan tak bukan adalah drama Korea yang berjudul 356: Repeat the year. 


Dannnn pada akhirnya, drama yang bergenre misteri, fantasi, thriller, kriminal yang bikin pusing tiap episodenya ini telah menemukan endingnya dengan total 24 episode. Nah, karena dramanya sudah tamat maka tibalah saatnya saya untuk memberikan ulasan mengenai drama yang katanya underrated ini but actually really worthy for me.  

A.   Drama Kriminal yang Kurang Menegangkan tapi Malah Bikin Pusing

Sekedar saran untuk kalian yang sedang berencana untuk menonton drama ini. Jangan pernah mengharapkan banyak adegan sadis dan plot yang bikin dag dig dug macam drama misteri thriller lainnya. Saya sendiri memiliki ekspektasi yang sangat tinggi dengan akan banyaknya adegan-adegan yang menegangkan dan penuh pertumpahan darah di episode satu drama 356: Repeat the year ini. Sayang seribu sayang, tegang kagak, pusing iya kwkwkw. Bagaimana saya tidak pusing kalau setiap episode saya harus mikir keras tentang siapa dalang dari semua kasus pembunuhan di dalam drama ini. Intinya drama ini bikin otak saya bekerja keras untuk menebak apa yang sebenarnya terjadi dan apa yang akan terjadi selanjutnya. Trust me, it's really unpredictable drama.  

B.    Drama Misteri yang Bikin Suudzon Sama Semua Pemainnya

Setiap episode memang benar-benar menguras pikiran tentang siapa dan apa tujuan sebenarnya dari kesepuluh orang yang ikut melakukan “reset” atau perjalanan waktu ke masa lalu tersebut. Semuanya gak ada yang bisa dipercaya. Di awal-awal episode, saya mencurigai kalau nyonya Lee Shin lah yang menjadi dalang utama dari semua kasus pembunuhan. Di antara mereka bersepuluh ya memang beliau yang paling mencurigakan di mata saya. Salah satu alasannya ya karena beliau adalah satu-satunya orang yang memimpin sekaligus mengatur semua proses reset tersebut di rumah sekaligus tempat prakteknya itu. Ya wajar juga doi difitnah jadi pelaku, klinik tempat prakteknya saja sudah bikin suudzon, soalnya besar dan luasss sekaleeee. Kalau saya masuk buat konsultasi ke klinik Zian, kayaknya saya butuh guide deh. Takut kesasar soalnya, banyak labirinnya dan terlalu misterius. Baru kali ini juga saya liat tempat praktek model istana kepresidenan begitu. Namun,  dibalik pribadi nyonya Lee Shin yang mencurigakan dan misterius itu, ternyata beliau bukanlah pelaku utama di drama ini.  Gara-gara main tunjuk-tunjuk pelaku dan saling mencurigai di antara kesepuluh orang ini, penonton pun jadi ikut-ikuttan main tuduh-tuduh juga. Lalu, pada akhirnya, acara tebak-tebakkan pembunuh pun berlanjut terus di setiap episodenya. Bukannya malah menebak siapa pelaku sebenarnya, saya malah curiga kalau cerita di drama ini hanyalah kisah yang ditulis oleh Shin Ga Hyun di webtoonnya. Netizen di twitter juga banyak yang beranggapan kalau Detektif Hyung Joo adalah pelaku dari semua kasus pembunuhan yang terjadi karena terinspirasi dari webtoonnya Shin Ga Hyun. Tapi, ternyata asumsi tersebut salah lagi. Ya gimana drama kriminal ini mau menegangkan kalau setiap episode saya malah kebanyakan emosi plus garuk-garuk kepala. Tiap episode saya cuma malah tambah dosa karena suudzon dan memfitnah semua pemeran dan pemain drama 365: Repeat the year. Kayaknya saya lebih banyak dosa nonton drama ini deh dibandingkan nonton drama The World of The Married wkwkwk.  

C.    Jangan Pernah Mengharapkan Romance di Dalam Drama ini

Pas nonton episode terakhir, saya kira saya akan menemukan sedikit scene romance antara Hyung Joo dengan Ga Hyun. Kenyataannya, secuil pun tak ada harapan akan terwujudnya pasangan kekasih dalam drama ini. Kalau tidak ada scene romance antara mereka berdua, paling tidak adalah yah dialog dari mereka yang menjurus ke persoalan hubungan asmara. Sayangnya, sampai episode terakhir pun writer nim tak memberikan tanda-tanda akan kemunculan api asmara itu. Sepertinya, mereka memang hanya ditakdirkan untuk menjadi sepasang sahabat di dalam drama ini, bukan sebagai sepasang kekasih. Meskipun happy ending tapi entah kenapa saya malah nyessek liat ending drama 365: Repeat the year ini. Ternyata, Hyung Joo lebih memilih untuk memutar waktu demi menyelamatkan Ga Hyun tetapi dengan resiko mbak Ga Hyun tidak akan mengingat semua kenangan yang mereka pernah lewati sebelumnya. Lihat ending scene yang satu ini kok bikin saya bapper dan sedih yah. Sudah macam scene-nya Kimi No Nawa T_T


It will be great if 365: Repeat the year will have season two or special episodes for Hyung Joo and Ga Hyun.
 The fact that they ended without being a couple is make me sad but the lovely thing from Hyung Joo and Ga Hyun relationship is about their friendship, yah the eternal friend even they have to reset the time again. I also will be glad if in another reset they can be more than friends again.  

Something that you should make a bold is this drama also proved that having one friend is better than having many friends around you. Don’t trust too much to anyone!    


Thursday, 9 April 2020

Itaewon Class (Review)




 Itaewon Class


Hello readers and welcome back to my review board again. Kali ini saya akan membahas salah satu drama yang sudah tamat pada tanggal 21 Maret lalu tapi masih saja hangat untuk dibahas hingga hari ini. Ya, drama tersebut tak lain dan tak bukan adalah drama Itaweon Class yang merupakan drama yang diangkat dari webtoon dengan judul yang sama.

Kebetulan saya nontonnya telat jadi saya juga baru bisa ikut nimbrung sama euphoria Park Seo Ri baru-baru ini. Kehebohan dan keseruan dari drama ini ternyata tidak hanya dirasakan oleh rakyat jelata kayak saya dan kalian-kalian yang lagi baca blog saya ini. Ternyata demam Park Seo Ri juga sudah melanda beberapa artis dan influencer di tanah air sebut saja Jerome Polin, Vidi Aldiano, Prilly Latuconsina hingga Pangeran Siahaan. Karena timeline di berbagai sosial media saya sudah heboh membahas drama baru dari Park Seo Joon ini, akhirnya saya pun memutuskan untuk marathon 2 malam menghabiskan drama ini. Pokoknya saya tidak mau ketinggalan sama demam Itaewon Class.

Well, dalam drama ini ada beberapa hal yang sangat menarik sehingga saya betah marathon ngehabisin drama ini cuma 2 malam. Yang pertama ialah karena style rambut kastanye dari Park Seo Joon yang menurut saya aneh tapi entah kenapa doi tetap tamvan dan karismatik di dalam drama ini.  Dan yang paling membuat saya betah nonton drama ini adalah karakter Jo Yi Seo yang diperankan oleh Kim Da Mi. Sejujurnya, saya kurang greget sama 2 episode awal dari drama ini. Terlalu membosankan menurut saya. I mean the plot is too classic. Kisah bullying anak SMA, cinta pertama anak SMA, terus konfliknya juga sudah bisa ditebak tentang kisah balas dendam si Park Seo Ri ini. Namun, setelah melihat ekting Kim Da Mi sebagai sosok Jo Yi Seo saya langsung ngefans sama doi. 

Karakter sebagai anak cerdas tapi berpenampilan suweg dengan gaya rambutnya yang super stylish itu membuat sosok Jo Yi Seo ini menjadi topik pembicaraan di kalangan pecinta drakor. Tak hanya itu, hal menarik lainnya dari Jo Yi Seo di dalam drama ini adalah karena sosoknya yang merupakan bucin sejati dari Park Seo Ri. Wah, kira-kira ada ndak yah model cewek kayak si Jo Yi Seo di dunia nyata yang rela mati-matian melakukan apapun demi menunjukkan dan membuktikan cintanya. Sudah ndak lanjut kuliah, berantem sama Ibunya, kerja mati-matian dari pagi sampai malam di kedai DanBam eh masih belum dinotice pula cintanya sama si Park Seo Ri. Parahnya lagi, Jo Yi Seo pernah ditolak secara langsung di hadapan teman-temannya sama di depan cinta pertamanya Park Seo Ri. Asliiii, si Park Seo Ri ini memang cowok ndak peka. Terlalu sibuk ngejar si Soo-ah dengan berusaha menjadi pebisnis kaya raya  sampai lupa kalau yang bantuin doi sampai bisa kaya itu yah si Jo Yie Seo. Saya hampir mau stop nonton gara-gara gemmes sendiri sama kelakuan Park Seo Ri. Untung cintanya Jo Yie Seo tidak bertepuk sebelah tangan meskipun sudah ditolak berkali-kali. Bayangkan pemirsahh, dari 16 episode, cintamu baru dinotice di episode terakhir. Writernya memang kebangetttan, untung Itaewon Class happy ending.  

Bukan cuma soal karakter sama style para cast Itaweon Class yang membuat drama ini digemari oleh banyak orang, tetapi juga  tentang kisah perjuangan mereka dalam membangun sebuah usaha dan bisnis.  Drama ini benar-benar menggambarkan bagaimana kesuksesan sebuah usaha itu memang memiliki proses yang panjang dan tidak instant. Mesti berdarah-darah dulu, harus punya konflik antar rekan kerja dulu, dan juga mesti merasakan yang namanya gagal dan kecewa dulu. Namun, pada akhirnya usaha dan tujuan yang jelas tidak akan pernah mengkhianati hasil. Bagi kalian anak-anak start up atau yang lagi niat buat buka usaha, coba deh nonton Itaewon Class. Anggap saja ambil kelas bisnis 16 SKS lewat jalur drakor.      


Well, saya rasa cukup sekian keluh kesah saya setelah marathon Itaewon Class. Kalau kalian punya kesan apa setelah nonton drama ini?  


Monday, 24 February 2020

Romantic Doctor Season I (Review)


 Romantic Doctor Season I


Hello para readers sekalian! Welcome back to my review board again. Wahhh, rasanya sudah lama juga yah saya melakukan hibernasi di bagian review film dan juga drama. Berhubung beberapa waktu belakangan ini saya sok sibuk urus kewajiban negara, akhirnya saya pun tidak punya waktu banyak untuk menonton film dan juga drama-drama yang sliweran di mana-mana. Padahal beberapa judul film dan drama sudah saya masukkan di wishlist untuk saya nonton secepatnya. Namun, apa mau dikata ketika takdir berkata lain (Ceilehhh). Ho’oh, iya beneran, saya bener-bener sudah siap lahir batin bahkan tissue sama cemilan juga saya sudah persiapkan untuk fokus nonton drama but like what I have said, I need to skip those dramas and movies for doing other important, crucial, essential things. Ya pokoknya saya wajib hibernasi nonton dulu demi keberlangsungan hidup saya yang aman, adil, makmur dan sentosa di masa depan.

Thennnn, karena masa-masa itu telah berakhir dan saat ini pun saya sudah berada di posisi gabut untuk beberapa minggu kedepannya (Maybe), maka perkenangkanlah saya untuk mereview salah satu drama yang baru saja saya nonton. Setelah hibernasi yang panjang itu akhirnya saya memutuskan untuk memilih menonton drama dengan tema medis kembali wahai para readers sekalian. Kenapa bergenre medis? Kenapa bukan yang romantis atau komedi? Alasannya tak lain dan tak bukan karena mood saya lagi demen-demennya sama yang genre serius macam voice, partners for justice dan kawan-kawannya itu.

Adapun pilihan drama yang akan saya review kali ini jatuh kepada Romantic Doctor season I. Awalnya sih saya pikir drama ini tuh judulnya doang yang ada romantis-romantisnya, daku mengira drama ini isinya akan seirama dengan drama voice, duel atau pun partner for justice yang sama sekali tidak menyajikan banyak scene romantis yang sebenarnya sangat amat dibutuhkan oleh para pecinta oppa-oppa di seluruh tanah air. Beruntunglah, di drama Romantic Doctor ini, writer nim memenuhi asupan gizi kepada kita semua dengan hadirnya pasangan yang benar-benar pasangan yang menjadi pasangan kekasih di drama ini (Ngomong apaan sih!).

Well, drama Romantic Doctor ini sendiri berkisah tentang seorang ahli bedah terkenal yang bernama Dr. Bong Yong Joo. Namun, karena adanya kasus yang merusak namanya akhirnya beliau pun menghilang dari rumah sakit yang telah membesarkan namanya itu. Dr. Bong Yong Joo memutuskan menghilang dari kehidupan kota Seoul dan pindah ke sebuah tempat terpencil. Di tempat terpencil inilah beliau melanjutkan karirnya sebagai seorang dokter bedah pada sebuah rumah sakit kecil dengan peralatan yang sangat minim serta tenaga medis yang sangat kurang. Di rumah sakit kecil ini pulalah Dr. Bong Yong Joo kemudian bertemu dengan orang-orang luar biasa dalam dunia medis.

Singkat cerita, meskipun rumah sakit tersebut terbilang kecil akan tetapi para dokter dan tenaga medis yang bekerja di tempat tersebut sangat luar biasa dalam melakoni pekerjaannya sebagai orang-orang yang merawat dan menyelamatkan pasien. I mean they really work as a doctor and nurse, they use their status and position pure to help the patients. Yah you know lah, banyak dokter yang masih sangat-sangat “komersil” dengan pekerjaannya. Terlepas dari kisah antar pemain maupun peran yang dimainkan oleh setiap aktor dan aktris di dalam drama ini, jujur hal yang bikin saya selalu tertarik untuk menonton tiap episode drama ini hingga selesai adalah tentang bagaimana para dokter dan tenaga medisnya memperlakukan pasiennya. Banyak pesan moral di tiap episode yang menohok bagi saya pribadi.  Walaupun profesi dan latar belakang saya bukanlah seorang ahli medis however, every quotes or conversations in this drama are so related with my daily life. Yah, banyak adegan yang membuat saya melihat kembali kehidupan yang sedang saya jalani ini. Intinya saya kebanyakan ngangguk-ngangguk gitu habis nonton tiap episode drama ini.

Sebut saja sebuah adegan yang cukup menohok saya yang terjadi di awal cerita di mana pada episode tersebut seorang pasien VIP yang memiliki status serta nama yang besar lebih didahulukan oleh pihak rumah sakit dibandingkan pasien-pasien yang lebih dulu datang. Kejamnnya diskriminasi terlihat jelas sekali di dalam drama ini. Ya sama dengan kejadian sehari-hari di sekitar kita, kalau kamu punya orang dalam dan punya nama besar ya secara otomatis biasanya kamu akan didahulukan. Intinya urusan kalian akan dipermudahlah. Bagi saya pribadi sih, punya orang dalam dan nama besar itu bonus dari hasil kerja keras kita yang membuat kita menjadi sukses atau mungkin karena memang percik-percik kekayaan yang keluarga kita miliki dari sononya. Sayangnya, banyak orang yang semena-mena dengan kelebihan yang dimilikinya itu. I mean if you have a power please use it wisely and please don’t too much over in using it. Dannn secara kebetulan beberapa waktu yang lalu saat saya berkunjung ke rumah sakit untuk melakukan sebuah perawatan, seorang pejabat malah dengan bangganya minta dilayanin duluan, untung-untung kalau bayar pake BPJS eh ini malah main gratis-gratis segala. Yeah, this is a life, willy nilly we will face this kind of case like this. On the contrary, dari drama ini saya juga belajar banyak jika urusan menangani pasien tidaklah dilihat dari urutan kedatangannya melainkan juga dari segi daruratnya keadaan pasien tersebut. Saya sangat suka dengan karakter Dr. Bong Yong Joo a.k.a Kim Sabu di drama ini di mana beliau benar-benar menunjukkan ketulusannya sebagai seorang dokter untuk merawat pasiennya tanpa pandang bulu. Mau kaya, mau miskin, anak-anak, orang tua, pokoknya pasien yang paling membutuhkan perawatan harus tetap diutamakan.  

Ada quotes yang saya sangat suka dalam drama ini, bunyinya kira-kira kayak begini “Hidup adalah tentang beralih ke jalan yang berbeda. Kau harus menghadapi kenyataan yang ada di depanmu. Jangan menyerah untuk terus bertanya tentang mengapa kita hidup dan apa tujuan kita hidup”. Habis dengar pernyataan Kim Sabu ini saya auto ngelamun mengingat-ngingat eksistensi saya di muka bumi. Apa iya saya harus ikut alur kehidupan yang sebenarnya saya tidak suka? Apa iya saya tidak bisa melawan ketidakadilan di depan mata saya karena status atau keadaan saya yang memang tidak mengharuskan saya untuk melakukan itu? Dan apa iya saya ada di dunia ini cuma numpang makan, minum, tidur terus mati? 

Nonton drama ini memang membuat saya lebih banyak untuk introspeksi diri sambil ngangguk-ngangguk. Drama ini juga membuat saya semakin bercermin jika saya hidup memang tidak hanya sekedar untuk menghidupi diri dan emosi saya sendiri tetapi juga untuk membantu dan menolong orang lain. Satu hal yang saya sukai pula dalam drama Romantic Doctor season satu ini, saya sangat suka dengan kerja sama tim para dokter dan tenaga medisnya. It’s such my big dream to have a dream team to work like them. Tentu sangat keren sekali  jika saya memiliki rekan kerja yang sefrekuensi serta sevisi dengan saya. It sounds dope right? Do hope it will come true soon!   

Well, cukup sekian dulu review drama Romantic Doctor season satu, just wait for the next review board for Romantic Doctor season two. Ijinkan saya marathon nonton season duanya dulu. Bye!  




Tuesday, 2 July 2019

VOICE SEASON 3 (Review)





Hello para readers sekalian. Welcome to my review board again. Well, kali ini saya akan membahas drama bergenre thriller dari OCN, sang channel kesayangan para pecinta drama-drama creepy dan menegangkan di seluruh dunia ini. Kalau kalian pecinta drama Voice season satu sampai season tiga, saya bisa pastikan saat ini mata anda masih berkaca-kaca, di kepala anda muncul sangat banyak tanda tanya dan tentu saja ada rasa sakit yang mendalam setelah menyaksikan ending VOICE 3 ini. Tenang, kalian tak sendirian, ada saya juga yang masih speechless liat ending VOICE 3 barusan.

Berbeda dengan season-season sebelumnya yang memiliki ending sangat-sangat mengesankan, khusus season ini saya melihat ada banyak varian rasa yang muncul dari kepala penonton setelah menyaksikan akhir dari drama VOICE 3. Ya, bagi saya ending drama ini juga cukup mengesankan sekaligus sangat-sangat menyesakkan. Bagaimana tidak menyesakkan, wong aktor andalan saya di serial ini harus di tembak mati secara tragis di akhir cerita T_T. Tentunya, bukan saya saja yang ingin sambat ending VOICE 3 ini. Ada banyak penikmat drama ini yang telah meluapkan emosi dan tangisannya kepada sang writer nim di Twitter. Mereka tidak rela melihat Lee Jin Wook meninggal dengan cara seperti itu. Bayangkan saja dari season dua sampai season tiga tamat doi tersiksa terus. Pokoknya Do Kang Woo nasibnya malang sekali di drama ini. Sudah di fitnah dua season, tersiksa batin dan mental eh ujung-ujungnya ditembak mati. Gimana hati ini kagak potek writer nim T_T

Selain ending tragis season 3, para netizen juga heboh dengan munculnya banyak teori mengenai drama ini. Setelah melihat epilog season 3 yang tiba-tiba memunculkan Bang Jee Soo membawa senapan super besar, banyak yang beranggapan bila Do Kang Woo sebenarnya tidak ditembak oleh pihak SWAT kepolisian Korea melainkan oleh Bang Jee Soo. Kehadiran Bang Jee Soo ini juga ramai dibahas oleh netizen di Twitter karena mengira Bang Jee Soo sudah tewas terbunuh. Saya termasuk yang tidak percaya kalau Bang Jee Soo meninggal saat itu soalnya waktu lompat ke sungai mayatnya tidak ditemukan dan memang tidak ada pemberitahuan dari pihak kepolisian kalau doi tewas. Dan ternyata memang betul doi muncul di epilog bersama seorang perempuan yang sedang bermain piano. Lagi dan lagi banyak teori tentang perempuan yang menemani kemunculan Bang Jee Soo di epilog ini. Ada yang bilang perempuan itu adalah Ibu dari Kaneki dan Do kang Woo. Ada pula yang menanggap bila sosok perempuan ini akan menjadi psikopat baru di season 4. Fuhhhhhhh kayaknya tiga psikopat ganteng harus dilengkapi dengan seorang psikopat wanita juga di season 4 nanti. Dan teori terakhir dari saya sendiri adalah akan hadirnya kembali sosok Moo Tae Go di season 4 nanti sebagai otak dari semua kasus pembunuhan keji ini. Loh bukannya Moo Tae Go sudah mati? Saya sendiri ndak yakin beliau mati waktu di Rumah Sakit soalnya tak ada kabar juga kalau beliau mati. Kalau teori saya ini betul, berarti season 4 nanti bakal hot sekali dengan kumpulan psikopat-psikopat kecenya. Kalau bisa jangan psikopat-psikopatnya saja yang reunian, saya juga mau Yesung kembali menjadi bagian dari Golden Time Team. Kenapa? Soalnya, kehadiran-kehadiran para sosok tak terduga ini akan membuat season 4 makin seru, selain itu writer nim nya juga aman lah dari cacian pemirsa yang tak ikhlas kapten Do meninggal dan tak muncul lagi di season 4. Saya sih berharapnya, Do Kang Woo cuma ngeprank di ending season 3 kemarin terus masih muncul di season 4 hehe. 

Well, saya rasa cukup demikian uneg-uneg saya tentang drama VOICE SEASON 3 ini. Bagaimana dengan kalian? Any other theories? 


Sunday, 24 March 2019

The Light in Your Eyes (Review)


https://filmsinopsisid.blogspot.com/2019/01/sinopsis-drama-korea-light-in-your-eyes.html


Di tahun 2019 ini ada banyak sekali drama Korea baru yang bermunculan. Saya sampai bingung mau nonton yang mana. Padahal sejak Januari kemarin TL saya sudah penuh sama spoiler-spoiler drama-drama seru dari netizen. Setelah cek per cek semua drama on going a.k.a baca synopsis, liat teaser, plus kepoin pemainnya eh saya malah tambah bingung lagi mau nonton yang mana duluan. Ujung-ujungnya sampai drama-drama tersebut the end pun saya belum ada niatan sama sekali untuk nonton. To be honest, semua drama Korea itu seru. Drama Korea bagi saya itu EXTREMELY kece, mungkin karena saking bagusnya banyak pecinta drama maupun film Korea jadi pusing mau nonton yang mana kayak saya sendiri. Dan berhubung sudah sampai Maret dan saya sama sekali belum nonton drama Korea tahun ini, akhirnya saya pun memutuskan untuk mencari sebuah drama yang berkesan sebagai drakor opening 2019 saya. Ada banyak genre drakor yang berkeliaran, mulai fantasy, romance, crime dan lain sebagainya. Bisa dibilang tahun 2018 kemarin saya kebanyakan nonton drama romance plus crime yang berat-berat itu so, untuk mengawali tahun ini saya mencoba untuk mencari drama genre yang berbeda dari sebelumnya.

Setelah lelah ubek-ubek drama di berbagai web drama, saya kembali ke twitter buat baca-baca koment netizen tentang drama seru tahun ini. SKY Castle dan The light in Your Eyes memang paling trending topic menurut mata pertwitteran saya. Dua drama rekomendasi bacotan netizen di twitter ini akhirnya menjadi bahan pertimbangan saya. Dan kemudian setelah menimbang-nimbang beban cerita, pemain, dan tentunya review netizen, pilihan saya pun jatuh kepada The Light In Your Eyes. Kenapa bukan SKY CASTLE? Karena Nam Jon Hyuk sama Ha Ji Min maennya di The Light in Your Eyes. Hehe, iya saya penasaran sama ekting mereka di sini. Apalagi setelah baca komen-komen orang yang katanya drama ini anprediktibel dan bikin mewek. Hmmm, sejujurnya saya sudah lama nggak nangis tengah malam gara-gara drakor. Saya juga sudah lupa drama apa yang terakhir kali membuat saya kehabisan tissue. Because of those reasons, I prefer to watch The Light in Your Eyes. Saya mau penyegaran jiwa lewat nangis-nangis dulu kayak orang habis pengakuan dosa.

Sebenarnya drama ini sudah tayang sejak Februari awal dan habis waktu tanggal 19 Maret kemarin. Saya pun nontonnya pas drama ini sudah the end, jadinya cuma marathon dua malam. Ok, well, yang membuat saya tertarik buat nonton drama ini itu sebenarnya bukan hanya soal pemain-pemainnya tapi juga soal ceritanya yang bikin saya penasaran. Drama ini sendiri berkisah tentang seorang wanita yang berusia 25 tahun yang tiba-tiba mendapati dirinya menjadi wanita berusia 70 tahun karena sebuah arloji. Yup, Han Ji Min yang berperan sebagai Kim Hye Ja versi muda di drama ini mampu mengubah waktu lewat sebuah arloji. Awalnya saya mengira kalau drama ini itu tentang fantasy semacam Secret Garden, Gomiho dan sejenisnya itu, eh ternyata drama ini benar-benar jahannam dengan beraneka plot twitsnya itu pemirsahh. Banyak yang bilang episode 10 sampai 12 dari drama ini bikin nangis sesegukan but—BIG NO for me. For your information, saya sejak episode 1 sampai 12 nangis terus malahan. Atau mungkin saya yang terlalu mellow dan cengeng kali yah. Intinya selama nonton drama ini itu benar-benar penyegaran untuk mata dan batin saya. Dialog-dialog dalam drama ini benar-benar deep dope untuk saya. It was really touching me sooo much! Tidak hanya itu, drama ini juga komplit sekali dengan scene lucu absurd-nya. Bayangkan saja kalau kamu seorang perempuan yang berusia 25 tahun lalu harus menjalani kehidupan bersama keluarga dan teman-teman seusiamu dengan tubuh yang tiba-tiba menua. Kim Hye Ja ini benar-benar nenek-nenek millennial di drama ini and that’s the most interesting part I think.

Awalnya saya menganggap drama ini itu memang biasa saja, cuma kisah seorang wanita yang menjadi tua karena memutar waktu dan kemudian menjalani kehidupan sehari-harinya. Nam Jon Hyuk jatuh cinta sama Kim Hye Ja muda,  Kim Hye Ja jadi tua terus Nam Jon Hyuk tidak mengenalinya, lalu Kim Hye Ja berhasil memutar waktu kembali dan akhirnya hidup bahagia selamanya bersama Nam Jon Hyuk.  Happy ending. Ya, sebenarnya ini plot amatiran versi saya.  Writer nim langsung ngomong “tidak semudah itu, Ferguso,” Dannn faktanya memang demikian sodarahh, saya totally speechless nonton drama ini. Writer nim-nya kece badai lah mengoyak-ngoyak perasaan. Harus saya akui kalau ekting Nam Jon Hyuk di sini adalah ekting terbaik, termelting, dan tergagahnya sejauh ini di mata saya. Karakter doi di sini juga yang bikin saya makin kehabisan tissue nonton drama ini. Belum lagi alur anprediktibelnya yang bikin susah tidur.  Yakinlah saat memasuki episode 10, akan ada banyak kalimat, “Loh kok?”, “Ini kenapa begini”, “Dia siapa?”, dan Boommm, kalian akan mulai berspekulasi sendiri terhadap endingnya.

Saya sarankan sedia tissue banyak-banyak lah sebelum nonton drama ini. Ceritanya terlalu menusuk-nusuk hati soalnya. Tak lupa, ada banyak pelajaran hidup yang saya pribadi ambil dari kisah nenek Hye Ja di drama ini. I am serious! Bagi seseorang yang diberi rezeki untuk berumur panjang, menjadi tua adalah sebuah keniscayaan. Ada banyak hal yang harus kita hadapi saat menemui masa itu. Menjadi pikun, beruban, lelah, sakit-sakitan, hingga yang paling menyakitkan adalah diabaikan dan dilupakan oleh orang-orang sekeliling kita. Untuk kalian yang masih muda apalagi sedang menghadapi beban kehidupan kayak saya. Dilema, terombang-ambing tak karuan di dunia ini, please watch this drama. It’s a superb worthy drama in 2019. Trust me! Kisah nenek Kim Hye Ja akan menampar masa muda kalian. 


Tuesday, 14 March 2017

Voice Korean Drama (Review)



Hello para readers sekalian! Welcome to my review board again. Well, berbeda dengan review pertama saya tentang sebuah film, Great Wall Movie (Review).  Kali ini saya akan share pengalaman saya selama menonton salah satu drama korea yang rilis Januari kemarin dengan judul VOICE. Kalau kalian pecinta drama Korea saya sangat merekomendasikan drama ini untuk kalian tonton. Seriously, this is so unpredictable drama. Then, for your information drama ini merupakan drama bergenre thriller dan detective. Jadi buat kalian yang ingin bapper-bapperan atau mau cari wajah oppa-oppa, I do apologize guys kayaknya yang kalian cari ada di channel sebelah hehehe. Tapi tidak salahnya buat nonton drama yang satu ini. Aktingnya Lee Ha Na sama Jang Hyuk itu bikin greget tiap episodenya. Jang Hyuk disini memaninkan karakter sebagai seorang detective dari kepolisian Korea yang bernama Moon Ji Hyuk. Lee Ha Na sendiri memainkan peran sebagai Kang Kwon Jo, seorang ketua 112 center's Golden Time Team. Yang belum tahu team 112 ini apa well, I will tell you now, Kalian pernah dengar layanan tanggap 24 jam? yah tugas team ini tidak jauh beda lah dengan layanan cepat tanggap. Drama ini menceritakan tentang Kang Kwon Jo sebagai ketua Call Center Korea yang ingin membentuk Golden Time Team dengan mengajak beberapa orang di dalam kepolisian yang dia percaya mampu membantunya untuk menyelesaikan beberapa kasus yang ia terima di Call Center. Kang Kwon Jo merupakan alumni Voice Profiler di Amerika Serikat. Dia banyak belajar mengenai jenis-jenis suara selama di Amerika. Sebenarnya point penting dari drama ini adalah peran penting Kang Kwon Jo dalam mengenali setiap detail-detail suara yang ia dengarkan. Sejak kecil dia memang memiliki kelebihan mengenali suara-suara bahkan suara halus dan kecil sedikitpun makanya dia merasa tepat untuk bekerja di Call Center. Jadi sudah tahukan maksud dari judul VOICE itu sendiri kemana? 

Kisah ini bermula ketika istri dari Jang Hyuk ditemukan tewas mengenaskan dengan luka yang sangat menyeramkan. Di saat yang bersamaan ayah dari Kang Kwon Jo yang juga berprofesi sebagai seorang polisi menemukan pembunuh tersebut kemudian mengejarnya. Saat melakukan pengejaran, para polisi dan Call Center terus bekerja sama. Hingga peristiwa naas terjadi pada ayah Ketua Kang. Dia tewas dibunuh oleh sang pembunuh misterius. Hal yang paling menyakitkan bagi Kang Kwon Jo adalah saat mendengar sendiri bagaimana ayahnya tewas dibantai oleh pembunuh tersebut. Keahlian mendengarnya tersebut menjadi sebuah luka tersendiri saat mendengar semua detail-detail suara peristiwa pembunuhan ayahnya. Hingga pada suatu hari seorang yang mengaku sebagai pembunuh tersebut tertangkap. Saat persidangan berlangsung  Kang Kwon Jo yang bertindak sebagai saksi menolak semua bukti pembunuhan yang dikeluarkan oleh polisi. Ia menyanggah bahwa bukti rekaman yang diputar saat persidangan tidak valid. Dia juga tidak mempercayai tersangka pembunuhan tersebut sebagai pelaku utamanya. Kang Kwong Jo yang memiliki kelebihan dalam mendengar sangat mengenal suara dari pembunuh tersebut namun bukti yang ia keluarkan ditolak dipersidangan termasuk oleh detective Moon ji Hyuk. Singkat cerita, pelaku di dalam persidanganpun divonis sebagai terdakwa.

Setelah dua tahun berlalu, pelaku sebenarnya masih belum ditemukan meskipun secara hukum pembunuhnya telah tertangkap namun tidak untuk Ketua Kang. Pada akhirnya Ketua Kang memutuskan untuk membentuk Golden Team dengan mengajak beberapa orang untuk bekerja sama. Detective Moon yang pada awalnya telah menolak mentah-mentah untuk ikut bergabung akhirnya percaya pada kemampuan pendengaran Ketua Kang setelah sebuah kasus penculikan yang ia tangani bersama ketua Kang yang pada saat itu menceritakan kelebihan yang ia miliki. Setelah Detective Moon bergabung, Shim Dae Shik yang juga anggota dari Detective Moon ikut bergabung. Setelah mereka bergabung Ketua Kang kembali mencari dua orang yang ia andalkan untuk bergabung. Yeah, dia membutuhkan seorang hacker. Well, I was so excited to see this hacker did as an IT expert in this drama wkkwkwk. Yeah lelaki itu adalah Yesung, salah satu member Super Junior yang imutnya kebangetan.  Ok sebelum saya offside membahas ketampanannya saya lanjut ke seorang ahli bahasa yang juga menjadi partner setia Yesung di drama ini saat melakukan penyelidikan sebuah kasus. Singkat cerita mereka bersama-sama menemukan kasus-kasus yang bikin jantung saya nyaris copot tiap episodenya. Rentetan kasus-kasus yang mereka terima di Call Center membawa mereka ke sebuah kasus misterius beberapa tahun sebelumnya.  Sebua kasus pembunuhan sadis oleh seorang pembunuh misterius. 

VOICE sendiri tayang mulai tanggal 14 Januari dan berakhir 12 Maret kemarin. Nonton 16 episode drama ini memacu adrenalin dan otak saya juga sebenarnya. But, it was really amazing plot. Pas nonton episode terakhir kemarin kayak ada perasaan lega tersendiri juga buat saya. Lega karena endingnya berakhir dengan sangat epic. Biasanya tiap minggu saya sibuk penasaran menunggu episode selanjutnya sayangnya it has ended. Anyway I need this kind of drama in spite of Romance or colossal. Dan buat Yesung, you were so cool man. Saya sangat tidak menyangka kalau kamu bisa acting seperti itu. I wait your another charater anyway hehehe. Dan untuk kalian yang ingin download drama ini silahkan kunjungi salah satu web langganan saya yang satu ini VOICE.

Happy watching and be careful to your heartbeat for every curious scenes.