Showing posts with label Drama Korea. Show all posts
Showing posts with label Drama Korea. Show all posts

Thursday, 6 May 2021

Vincenzo (Review)

Vincenzo Drakor


Hello Readers! Welcome back to my review board again. Well, well, well sejak kemarin-kemarin pas Vincenzo tamat, sebenarnya tangan saya ini sudah gatal buat segera ngereview si abang Mafia and the geng. 20 episode rasanya cepet amat yah abisnya. Sabtu-Minggu jadi kelabu beneran ini setelah ditinggal penghuni Plaza Geumga sama sang corn salad eh consigliere maksudnya heuheuheu.

Anyway, kesan pertama saya pas liat poster dan teaser Vincenzo sebenarnya tuh lebih ke ngeri, serem dan males nonton. I mean I need something fresh di tengah gempuran drama bergenre thriller misteri campur teori konspirasi di mana-mana. Drama di bulan Februari  ke atas tuh kenapa dark semua yah? Mulai dari Mouse, Sisyphus, The Penthouse, Beyond Evil dan sejenisnya itu, baru diliat dari posternya saja sudah bikin puyeng. Kan capek juga nonton drama terus main tebak-tebakkan pembunuh lagi tiap minggunya. Sudah menahan dahaga dan amarah selama puasa masa iya harus capek mikirin teori sama suudzon sama semua pemainnya lagi.

Beruntungnya, Vincenzo bukanlah drama yang bikin mumet dan penuh kegelapan wahai saudara-saudara. Awalnya sih coba-coba eh ternyata ceritanya seru juga. Posternya bang Song Joong Ki yang terlihat penuh misteri dengan warna monokrom itu cuma ngeprank doang, isi dramanya mah full colour. Teorinya sih banyak tapi tetap ketolong sama lawakan para penghuni Plaza Geumga di tiap episode wkkwkwk. Nah, buat yang belum nonton terus penasaran kenapa banyak banget yang bahas drama ini, yuk mari kita review yeorobun!


Cassano Family


Pertama, drama Vincenzo ini punya banyak genre yang perpaduannya pas banget. Mulai dari romance, thriller, family, politik, hingga komedi. Pokoknya kalau lagi cari drama yang agak ringan dikit buat mikirnya silahkan nonton drama Vincenzo. Unsur politik kekuasaan di drama ini juga kental banget cuy. Mulai dari unsur nepotisme di pemerintahan, mafia hukum, pengkhianatan, kasus suap, korupsi, perusahaan cangkang, dana illegal dan masih banyak lagi. Pokoknya, drama ini tuh kayak relate sama keadaan sekarang di sekitar kita deh. Kasus di drama Vincenzo malah bertepatan sama kasus rapid test bekas di Kimia Farma pula. Makanya banyak juga tuh yang buat meme Kimia Farma VS Babel Group karena Kimia Farma dianggap Babel in real life sama netizen.

Belum lagi dengan kasus permainan jabatan di pemerintahan. Di mana orang yang memiliki banyak power bisa bermain cantik di pemerintahan. Mulai dari jabatan di perusahaan, kejaksaan, kepolisian sampe ke bawah-bawahnya semuanya bisa diatur sedemikian rupa. The power of orang dalam! Wah, nonton Vincenzo tuh bikin saya ngebayangin sendiri bagaimana kerennya plot twist politik kotor di banyak negara terus para pejabat-pejabatnya jadi kejang-kejang karena dikerjain sama bang Mafia yang suka mainin korek di mana-mana. Kira-kira di Indonesia ada file Guillotine juga gak yah? Kwkwkwk

Pencarian emas yang nilainya triliunan juga menjadi plot seru di dalam drama Vincenzo ini. Yang awalnya keberadaan emas itu cuma diketahui sama Vincenzo dan Pak Cho eh tiba-tiba satu Plaza Geumga heboh untuk melakukan pencarian emas. Gara-gara kasus emas ini juga nih yang bikin banyak penonton suudzon sama semua penghuni Plaza Geumga. Bahkan banyak teori yang bilang kalau beberapa anggota Geumga kayak Nam Joo Sung dan istrinya itu kaki tangannya bos Babel. Eh pas episode 19-20 Vincenzo baru ketahuan semua deh tuh profil lengkapnya semua penghuni Plaza Geumga. Tapi di antara semua penghuni Plaza Geumga, Pak Ahn masih favorit saya sih. Doi yang awalnya cuma bertugas jadi mata-mata buat Vincenzo eh malah jadi berempati sama abang Mafia. Ujung-ujungnya malah jadi ketua fans Vincenzo pula wkkwkw.

Well, kita lanjut bahas karakter pemain di drama ini. Sebelumnya saya mau kasih hats off dulu buat Taecyon nih. Karakter villain dengan jiwa psikopatnya Jang Jun Woo asli keren pake banget. Yang saya tahu, Taecyon itu ya macam lelaki sad boy dan normal-normal aja kayak di drama Dream High eh kok bisa ganas amat yah di drama ini. Sama juga nih dengan actingnya si bos babo Babel alias Jang Han Seo. Karakternya Jang Han Seo yang selalu kena mental break dance dari kakaknya si Jang Jun Woo ini jadi punya chemistry yang bagus banget sih kalau dilihat dari kacamata perdrakoran saya (Ceileh). Kalau mau dibandingin sama chemistrynya abang Joong Ki dan mbak Jeon Yeo Bin, saya masih lebih suka perpaduan actingnya Taecyon sama Kwak Dong Yeon dong sebagai pasangan adik-kakak. Tapi kalau urusan romance, saya sih tetap nge-ship bang Vincenzo sama mbak Hong Cha Young in real life hihihi.

Karena netizen pada rame minta Vincenzo season 2, akankah writer nim Vincenzo akan membuat sekuel lanjutannya? Saya sendiri sih masih kangen dengan Cassano Family. Kebayang dong minggu ini gak ngeliat penghuni Plaza Geumga bikin ulah dan ngelawak lagi. Tapi, Kalau tidak ada Vincenzo season 2 hari ini biarlah kapal Song Joon Ki dan Jeon Yeo Bin yang berlayar hingga ke real life heuheuheu. Nah, buat kalian yang sudah tamatin drama Vincenzo ini, yuk share uneg-unegnya di kolom komentar yereoubun!


Sunday, 21 February 2021

Mr. Queen (Review)


 

Hello readers! Welcome back to my review board again! Sesuai judulnya kali ini saya akan membagikan ulasan tentang drama Korea yang berjudul Mr. Queen. Berhubung saya juga sudah lama tidak mengikuti drama genre Saeguk maka di tahun baru ini saya memutuskan untuk mengikuti drama on going yang punya rating tinggi ini.  Saya sendiri sebenarnya juga sudah lupa kapan saya terakhir kali nonton drama Korea tema kerajaan macam beginian.

Dannnn karena tahun kemarin saya kebanyakan nonton drama Korea dengan genre thriller, fantasy dan misteri yang bikin pusing tujuh keliling itu maka untuk mengawali tahun baru 2021 ini saya mencari nuansa baru yang sedikit lebih ringan. Drama Mr. Queen ini sendiri bercerita tentang Jang Bong Hwan, seorang koki yang tiba-tiba kembali ke masa lalu di era dinasti kerajaan Cheoljong setelah jatuh ke dasar kolam renang. Scene jatuh ke dalam air ini malah ngingatin saya sama drama Moon Lovers waktu mbak IU juga jatuh ke dalam danau. Habis tenggelam eh malah travelling ke masa lalu juga kayak Jang Bong Hwan. Cara kembali ke masa kerajaan ala drakor kayaknya mesti pakai rumus yang sama kali ya, harus tenggelam dulu baru bisa jalan-jalan ke jaman dinasti Korea Selatan.   

Well, kita lanjut ke alur cerita di dalam drama Mr. Queen ini. Masalah dimulai ketika Jang Bong Hwan mendapati dirinya terbangun di dalam tubuh ratu Kim So Yong.  Jang Bong Hwan tentu tidak menerima jika jati dirinya sebagai seorang pria maskulin harus terkurung di dalam tubuh seorang perempuan dengan status ratu di kerajaan. Tidak sampai di situ, Jang Bong Hwan semakin frustasi saat mengetahui jika sang ratu akan segera menikah dengan sang raja. Tentu itu adalah petaka sekaligus musibah baginya.

Sesuai judulnya yaitu Mr. Queen (Tuan Ratu), kisah di dalam drama Korea dengan jumlah 20 episode ini memang secara garis besar menceritakan tentang perjuangan hidup Jang Bong Hwan di dalam tubuh seorang ratu. Yang namanya seorang ratu tentu harus lemah lembut, feminim dan mesti mempercantik diri. Tentu ini sangat bertolak belakang dengan kepribadian Jang Bong Hwan yang maskulin, suka ngomong blak-blakkan, dan tentu saja kelakuan fuck boynya masih tetap awet hingga ke masa lalu.

Drama Mr. Queen ini cocok buat kalian yang lagi cari drama Saeguk dengan tema ringan, lucu, kocak, dan romantis. Coba deh, dijamin pasti kalian ngakak sengakak-ngakaknya tiap episode. Meskipun bergenre komedi, plot di drama ini juga penuh intrik loh. Namanya juga cerita kerajaan kolosal, tentu ada konflik perebutan kekuasaan, pengkhianatan hingga peperangan.

Berbeda dengan jenis drama kolosal lainnya yang sama-sama memasukkan unsur “gender” di mana peran perempuannya menyamar menjadi seorang pria kayak di drama Sungkyunkwan Scandal, Love in the Moonlight ataupun di Queen Seon Dok, di drama Mr. Queen ini, pemeran prianya malah harus jadi sosok perempuan. Meskipun sosok Choi Jin Hyuk yang berperan sebagai Jang Bong Hwan ini cuma tampil beberapa episode tapi karakter dari sosok Jang Bong Hwan di dalam tubuh ratu Kim So Yong ini tetap punya kesan yang sangat kuat. Aktingnya Shin Hye Sun yang memerankan dua karakter sekaligus ini epic parah sih. Jiwa bar-bar campur feminim jadi menyatu gitu di dalam tubuhnya.

Selain itu, di drama Mr. Queen ini kalian juga bakal dibuat ngakak sama karakter dayang Choi yang harus suka rela melayani kelakuan  sang ratu bar-bar. Belum lagi ditambah peran Kim In Kwon yang memerankan koki utama istana kerajaan yang tiap hari mesti perang resep dulu sama sang ratu di dapur. Ya wajarlah yah soalnya koki dari zaman modern dipertemukan dengan koki model tradisional ala kerajaan ya bagaimana kagak berantem kwkwkw. Namun, meskipun tuan ratu beda mazhab sama koki istana soal menu makanan, pada akhirnya mereka akur juga dan saling berbagi resep satu sama lain. Mungkin ini yang namanya teamwork kwkwkkw.

Selama nonton drama Mr. Queen ini akhirnya mata saya juga jadi segar lagi setelah sekian lama tidak melihat pakaian Hanbok. Baju-bajunya ratu di drama ini bikin adem banget. Warnanya cantik-cantik dan manis-manis. Suka banget liat ratu pakai pakaian Hanbok yang warna hijau tua sama biru. Kesan anggun dan elegantnya terasa gitu di mata. Belum lagi dengan latar kerajaan dan pemandangan istana. Wahhh rasanya pengen liburan ke Korea Selatan langsung. Tapi beda cerita lagi kalau jiwa bar-bar sama naluri fuck boynya Jang Bong Hwan keluar. Kesan feminimnya ratu langsung ambyar seketika kwkwkwk.

Tidak cukup dengan jumlah 20 episode, drama Mr. Queen juga menghadirkan dua episode spesial dengan judul Bamboo Forest. Dua episode ini menjadi semacam epilog dari tiap karakter di dalam drama Mr. Queen. Mulai dari awal kisah pertemuan ratu dan raja, hingga kelakuan asli para penghuni istana lainnya. Nah, buat kalian yang sudah nonton, bagaimana pendapat kalian tentang drama ini?


Sunday, 27 December 2020

Sweet Home (Review)

 


Hello readers! Welcome back to my review board again! Kali ini saya akan membagikan ulasan tentang serial dari Netflix yang berjudul Sweet Home. Buat kalian-kalian yang selalu nanya tentang kelanjutan drama VOICE 4 serta nasib detective Do Kang Woo di ending VOICE 3 mending marathon serial ini dulu lah. Nuansa thrillernya juga gak jauh beda kok, karakternya Lee Jin Wook di serial ini juga misterius, sama kayak di drama VOICE. Pokoknya, lumayan mengobati rasa kangen kalian lah dengan serial VOICE yang belum jelas kelanjutannya itu.

Serial Sweet Home yang mulai tayang pada tanggal 18 Desember 2020 ini sendiri bercerita tentang manusia yang secara tiba-tiba berubah menjadi monster. Pas nonton episode 1 Sweet Home, saya kira monsternya itu cuma semacam zombie eh tau-taunya monsternya punya banyak varian cuy. Ada yang kayak Hulk, Titan abnormal di anime Attack on Titan, ada yang mirip Dooby di Harry Potter, terus ada juga yang kayak monster di anime Parasite. Setelah menghabiskan 10 episode serial Sweet Home ini, alur ceritanya dan karakter tokoh-tokohnya memang mau mirip-mirip sama cerita di anime-anime sih. Kayak gabungan Attack on Titan sama Parasite gitu, bisa dibilang versi live action lah.

Salah satu alasan kenapa saya langsung marathon nonton serial Sweet Home ini ya karena pemain-pemainnya memang keren-keren sih. Kalau mau ditanya siapa yang paling favorit tentu saya akan memilih Lee Jin Wook dong. Karakter dingin dan misteriusnya sejak di drama VOICE masih tetap ngangenin sampai sekarang. Sutradara Sweet Home gak salah sih pilih Lee Jin Wook yang memainkan peran sebagai Pyeong Sang Wook. Mau muka dan badannya penuh luka dan darah habis hajar-hajaran sama monster, karakter classy dan coolnya Lee Jin Wook tetap keren parah sih. Selain doi, aktingnya Song Kang yang memainkan karakter Cha Hyun Soo juga the best sih di serial ini. Kadang bikin ngeri pas berubah jadi monster tapi lebih sering bikin saya mewek juga kalau liat kisah kehidupan masa lalunya Cha Hyun Soo yang jadi korban bully di sekolah.

Meskipun punya nuansa thriller, horor dan misteri ala-ala Hollywood, serial Sweet Home ini tetap seperti drama Korea pada umumnya yang memiliki unsur menyayat hati dan bikin penonton jadi mewek. Dibalik ceritanya yang menegangkan dan menyeramkan, kisah hangat di tiap episode Sweet Home ini bakal bikin kalian nangis juga, serius! Episode 8 Sweet Home termasuk episode yang paling menguras emosi saya. Adegan pas Jung Jae Heon mengorbankan tubuhnya dibakar hidup-hidup demi menyelamatkan teman-temannya bikin saya nangis sesegukan. Belum lagi pas Pak Han juga mengorbankan tubuhnya untuk dibunuh oleh Cha Hyun Soo demi menghindarkan dirinya berubah jadi monster. Wah! asli sih nih serial selain bikin tegang juga bikin berlinang air mata.

Selain karena ceritanya yang memang beda dengan serial drama Korea pada umumnya, Sweet Home juga memiliki fakta menarik lainnya. Salah satunya ialah karena termasuk sebagai serial Netflix dengan bujet produksi yang sangat mahal. Menurut kabar yang sliweran di media, Sweet Home menginvestasikan sekitar 34, 2 milliar untuk setiap episodenya. Katanya sih bujetnya ini sampai-sampai mengalahkan serial mahal Netflix lainnya kayak Arthdal Chronicles, Kingdom dan juga Mr. Sunshine. Wajar juga sih mahal, selain pemerannya juga pemain berkelas, efek visualnya juga keren pake banget. Apalagi untuk proses pembuatan animasi dan CGI dalam menampilkan karakter monster yang senyata mungkin.

Pada akhirnya serial Sweet Home ini tamat dengan jumlah 10 episode. Memang sih ending Sweet Home masih menggantung dan bikin penasaran. Saya sendiri masih penasaran, sebenarnya monster-monster ini muncul karena eksperimen atau karena wabah penyakit? Atau memang benar dalam setiap diri manusia itu terdapat monster yang sedang terlelap dan hanya menunggu waktu untuk membangkitkannya? Oh iya, banyak juga yang nanya tentang adegan di akhir episode Sweet Home, apa iya Pyeong Sang Wook itu juga monster yang jahat? Menurut hasil pengamatan dan kesotoyan saya yang jadi Pyeong Sang Wook itu yah sih Jung Wooi Myung. Iya yang punya karakter tubuh monster mirip sama Cha Hyun Soo itu. Kayaknya si Jung Wooi Myung ini mengambil alih tubuhnya Pyeong Sang Wook untuk mengelabui Cha Hyun Soo.

Ya pokoknya, kita tunggu season 2 Sweet Home sajalah. Semoga Netflix gak bikin PHP lagi macam serial Arthdal Chronicles, Vagabond, sama Hospital Playlist yang masih belum jelas kelanjutannya. Dear Netflix, kurang-kurangin dong ngegantungin jadwal season 2. Cukup perasaan kita-kita ajalah yang digantungin dan gak diberi kepastian sama doi, lah malah curhat wkkwkwk. Anyway, kalau kalian bingung mau nonton drama Korea apaan lagi mending langsung marathon nonton Sweet Home saja lah. Action ada, horror ada, meweknya juga ada. Paket komplit lah pokoknya.


Saturday, 31 October 2020

Alice (Review)


Hai-hai! Welcome back to my review board again readers! Well, pada kesempatan kali ini saya akan kembali memberikan sebuah review drama Korea yang berjudul Alice. Drama Alice ini sendiri telah tayang di SBS sejak tanggal 28 Agustus dan tamat pada tanggal 24 Oktober lalu. Kalian juga bisa menyaksikan drama yang berjumlah 16 episode ini melalui aplikasi VIU. Adapun pemeran utama di dalam drama ini di antaranya ialah Joo Won yang berperan sebagai Park Jin Gyeom serta Kim Hee-Sun yang berperan sebagai Yoon Tae Yi. FYI readers, drama Alice menjadi drama pertama Joo Won usai melaksanakan wajib militernya pada 5 Februari tahun 2019 kemarin. Jadi, buat yang rindu sama aktingnya mas Joo Won silahkan merapat di mari yeorobon!

Nonton Drama Alice Memang Wajib Pusing

Kalau dramanya sudah bergenre science fiction terus ditambah embel-embel time traveler maka sebagai penonton kita memang mesti siap dengan alur yang bikin mummet. Paling tidak siapkan Bodrexlah terlebih dahulu kwkwkw. Bagaimana hamba tidak tambah puyeng kalau saya mesti liat ibunya Park Jin Gyeom mati selama empat kali berturut-turut di drama ini. Ini park Jin Gyeom sama ibunya apa  tidak capek bolak balik dari tahun 2020 ke 2010 melulu. Yang bikin tambah pusing lagi ya karena di drama Alice ini memang membahas dunia parallel di mana setiap orang memiliki doppelganger atau kembaran dari dimensi yang berbeda. Jadi ceritanya si Park Jin Gyeom ini ada 3 jenis, ada yang versi tua yang berasal dari masa depan, ada yang versi remaja, sama ada yang versi tahun 2020. Ibunya Jin Gyeom juga bikin otak saya rada muter banget nih nonton drama ini. Yoon Tae Yi juga punya kembaran dari dimensi yang berbeda-beda. Yang pertama sebagai staff dari Alice, terus pas pindah ke dimensi lain jadi ibu rumah tangga alias ibunya Park Jin Gyeom dan yang terakhir jadi Professor dan dosen di kampus.  Nah, satu lagi nih yang bikin saya penasaran, itu kitab Nubuat yang bikin siapa sih? Kok niat banget bikinnya. Kalau gak ada kitab Nubuat kayaknya gak bakal ada tuh peran lawan kembaran dari dimensi lain. Doppelganger lintas dimensi bisa akur dan damai malahan.   

Drama Alice Melatih Diri Untuk Sering Suudzon

Selain bikin pusing, drama Alice juga bikin tambah dosa tiap episodenya. Bagaimana gak tambah dosa kalau saya suudzon melulu sama orang yang salah wkwkkw. Semua bermula gara-gara kapten Go Hyun Seok tiba-tiba berlaku aneh. Keberadaannya yang terekam CCTV di lokasi kejadian meninggalnya seorang penjelajah waktu bikin saya makin curigesyen sama ahjussi ini. Belum lagi pas beliau ternyata memiliki misi untuk membunuh Park Jin Gyeom. Usut punya usut ternyata kapten Go Hyun Seok termasuk salah satu penjelajah waktu yang ingin menyelamatkan istrinya di masa lalu. Tapi ternyata tebakan saya salah, beliau ternyata adalah penyelamat dan pelindung Park Jin Gyeom hingga kapten Go Hyun Seok menghembuskan nafas terakhirnya. Setelah muter-muter mencurigai banyak pemain di drama ini sebagai pelaku pembunuh ibunya Park Jin Gyeom, ternyata plotnya twist abis yereoubun! Ternyata pelakunya adalah sih Park Jin Gyeom versi tua yang berasal dari masa depan. Ya, kalian bisa bayangin sendirilah gimana ribetnya alur di drama Alice ini. Pokoknya kalau mau latih otak buat kebanyakan mikir silahkan nonton drama ini. Drama ini juga cocok kok buat melatih emosi kalian.   

Drama Science Fiction Yang Mengandung Unsur Baper

Jangan pernah mengharapkan ada banyak adegan romance di dalam drama Alice ini. Namanya juga drama science fiction, jadi penonton memang mesti lebih kebanyakan pusing dibandingkan falling in love kwkwkwk. Tapi to be honest, dibandingkan beberapa drama dengan genre serupa, drama Alice ini termasuk drama science fiction yang memiliki kadar bapper yang cukup tinggi loh. Kalau mau bandingin sama drama 365 Repeat TheYear, jelas drama yang satu ini masih lebih bikin bapper. Tapi to be honest lagi, saya sebenarnya masih lebih milih Park Jin Gyeom happy ending sama Kim Do Yeon dibandingkan sama Yoon Tae Yi. Meskipun di versi tahun 2020 Yoon Tae Yi memang bukan lagi ibunya Jin Gyeom tapi kesannya si Park Jin Gyeom ini malah kayak Sangkurian. Bener gak? Ya walaupun beberapa orang tetap suka sama endingnya, tapi kalau drama ini mau direset saya lebih ikhlas kalau Kim Do Yeon jodoh sama Park Jin Gyeom. Ciyusannn! Feel mereka itu lebih dapat loh. Saya malah lebih bapper nonton tiap ada adegan antara Park Jin Gyeom sama Kim Do Yeon. Apalagi pas scene yang ini :(







Pesan Moralnya Relatable Indeed

Setelah berpusing-pusing ria dari episode 1 sampai episode 16, drama Alice ini memiliki ending yang dalem banget ternyata. Pesan moralnya sungguh bikin saya ngangguk-ngangguk paham gitu. Saya kira saya beneran bakal minum Bodrex setelah drama ini tamat, apalagi kalau endingnya akan tidak jelas alias ngegantung. Tapi ternyata quotes di ending drama Alice ini jadi semacam angin segar yang bikin pening di kepala saya langsung hilang yereoubun!


Ya, sudah seharusnya kita memang fokus untuk melakukan apapun yang membuat kita bahagia saat ini. Masa lalu biarlah masa lalu kata mbak Inulnya mas Adam. Masa sekarang yang kita jalani ini adalah moment tepat untuk menyambut masa depan kita yang lebih baik. Anyway, saya nggak nyangka kalau drama Alice yang punya genre science fiction campur misteri bakalan sebijak ini di akhir episodenya kwkwkwkw. Nah, buat kalian yang sudah nonton, yuk sharing kesan-kesan kalian selama nonton drama ini di kolom komentar. See you in the next review!  


Thursday, 8 October 2020

The Sound of Your Heart (Review)

 


Hai! Welcome back to my review board again readers! Berhubung masa pandemi ini belum memiliki titik terang kapan akan berakhir dan malah makin bikin mumet, maka perkenankanlah saya memberikan sebuah rekomendasi drama Korea komedi berjudul The Sound of Your Heart yang bisa menenami kalian melewati masa-masa overthinking ini. Teruntuk kalian yang sudah mulai capek nonton drama Korea dengan cerita berat dan penuh teka-teki atau drama Korea yang isinya cinta-cintaan melulu maka saya sangat-sangat menyarankan kalian untuk segera menonton drama ini. Dijamin bikin ngakak dan mampu mengurangi beban pikiran kalian di tengah situasi negara yang makin bikin banyak orang pengen pindah kewarganegaraan.  

The Sound of Your Heart ini sendiri merupakan drama komedi yang diadaptasi dari sebuah webtoon populer dengan judul The Sound of Heart. Drama ini sebenarnya juga sudah lama tayang di Netflix sejak tahun 2016 silam tapi sampai sekarang masih sering saya nonton ulang soalnya mau diulang berapa kali pun tetep biking ngakak guling-guling. Iya, drama komedi ini tingkat ngakaknya sebelas-duabelas lah dengan Waikiki season I, bedanya cuma di durasi setiap episodenya doang. Jumlah episode dan durasi di drama ini juga cukup sedikit menurut saya yaitu sekitar 20 episode di mana tiap episode cuma sekitar 15 menitan. Kalau kalian nonton semalaman kayaknya juga bakal langsung habis deh. Tapi hati-hati, jangan sampai bikin isi rumah sama tetangga kalian kebangun tengah malam gara-gara suara ngakak kalian nonton drama ini kwkwkw.

Yang menjadi daya tarik kenapa orang-orang suka sama cerita di The Sound of Your heart ini, ya karena pemainnya memang sangat mendukung isi ceritanya yang konyol. Ada Lee Kwang Soo sang pangeran Asia yang selalu bikin ngakak di tiap episodenya Running Man, kemudian ada Jung So Min, artis yang ektingnya gak usah diragukan lagi. Terus ada Kim Dae Myung yang berperan sebagai Dr. Yang Seok Hyung yang terkenal di kalangan ibu-ibu hamil di Hospital Playlist. Pokoknya karakternya yang cerdas, baik hati dan hangat itu langsung ambyar di drama ini. Kemudian gak ketinggalan ada Kim Byeong Ok dan Kim Mi Kyung yang merupakan pemain senior dan berperan sebagai orang tuanya Lee Kwang Soo sama Kim Dae Myung di drama ini.

Nah, selain kualitas pemain The Sound of Your Heart yang sudah sangat bergaransi untuk layak ditonton, berikut ini adalah beberapa alasan lain kenapa kalian wajib nonton drama The Sound of Your Heart di tengah pandemi kayak gini.

Keluarga yang Penuh Dengan Kekonyolan

Cerita di dalam The Sound of Your Heart ini memang penuh dengan kisah konyol sebuah keluarga. Jadi ceritanya si Lee Kwang Soo yang memerankan karakter Joo Suk ini itu adalah seorang pengangguran yang kerjanya cuma gambar komik terus di rumah. Setelah berkali-kali ditolak karena ceritanya gak layak untuk terbit menurut perusahaan komik tersebut, akhirnya Joo Suk mengubah kisah di dalam komiknya menjadi kisah kehidupan keluarganya yang absurd itu. Meskipun awalnya cuma coba-coba buat ajuin komiknya, eh editornya malah suka sama karyanya wkkwkw. Joo Suk ini juga punya kakak laki-laki namanya Cho Jun. Meskipun sudah lama kerja di perusahaan, tapi tingkahnya gak ada dewasa dewasanya sama sekali. Di drama ini, Cho Jun hobinya diutus sama perusahaan buat dinas di China tapi setiap dinas di luar negeri si Cho Jun ini sering bikin repot negaranya sendiri. Bayangkan, karena cuma rindu sama Korea, Cho Jun mesti video call-an terus sama orang-orang di rumahnya. Ketika ibunya mau belanja, Cho Jun gak ketinggalan tuh ikutan belanja bareng ibunya via VC di tablet ibunya. Bapaknya lagi nongkrong sama teman-temannya di tempat karokean, si Cho Jun juga ikutan karokean via VC. Yang paling parah sih pas Joo Suk gantiin temannya jadi dosen di sebuah kampus, saat Joo Suk lagi keluar kelas, si Cho Jun malah sibuk VC di depan mahasiwa. Karena dikira dikerjain sama Joo Suk,  si Cho Jun ini malah main buka baju sama celana pas VC. Sialnya lagi, laptopnya Joo Suk itu terhubung sama LCD di kelas maka jadilah adegan tak senonoh itu jadi tontonan sekelas mahasiswa. Yang paling apes yah si Joo Suk soalnya mahasiswa sudah berpikiran aneh sama dosen tamu yang masuk ke kelas mereka hari itu kwkwkw.

Di episode The Sound of Your Heart lainnya Cho Jun bikin ulah lagi pas dinas di China gara-gara sok pintar bahasa Inggris. Ketika hotel yang ia tempati nginap sedang mengadakan simulasi kebakaran eh dia malah ngira ada kebakaran beneran. Jadilah satu hotel dibikin repot dan penuh drama sama si Cho Jun. Gara-gara kasus ini, Cho Jun jadi headline di berita-berita China dan Korea. Cho Jun makin dikira gak waras sama pihak kepolisian China karena telepon dari pihak kepolisian dianggap telepon spamming sama ibunya. Ketika kepolisian menghubungi bapaknya, si bapaknya Cho Jun malah main ekting jadi mafia yang ditelpon musuh. Kisahnya Cho Jun kalau dinas ke China memang paling rusak parah sih wkkwkw.

Kemudian ada pula ibunya Joo Suk dan Cho Jun yang ciri khasnya sama lah dengan ibu-ibu kompleks pada umumnya. Kerjaannya kalau bukan urus dapur ya urus suami sama anak. Ibunya Joo Suk sama Cho Jun kalau gak di rumah yang nongkrong sama teman-temannya yang didominasi sama ibu-ibu sosialita. Terus ada juga bapaknya Joo Suk sama Cho Jun yang punya bisnis kedai ayam goreng tapi lebih sering kerja serabutan dari jadi kuli, satpam, tukang pasang mata boneka sampai jadi pemain figuran. Iya, kedai ayamnya cuma jadi tempat nongkrong doang sama teman-teman karokenya karena gak ada pelanggannya kwkwkkw.

Penuh Cameo dan Parody

Cerita dari The Sound of Your Heart ini memang isinya asli konyol dan absurd semua. Cameo di setiap episodenya juga bukan kaleng-kaleng ternyata. Dari episode satu sampai dua puluh kalian akan diseguhi oleh berbagai artis dan aktor yang keren-keren. Mulai dari Kim Sae Jong yang di episode dua yang kerjanya berantem sama keluarganya Kwang Soo pake lomba nyanyi. Terus ada Kim Jong Kook yang jadi anak kembar yang kerjaanya main cabut name tag keliling apartment bareng Kwang Soo. Dan di episode terakhir The Sound of Your Heart juga ada penampilan Song Joong Ki yang lagi sibuk belanja di super market terus ngasih kembaliannya buat Kwang Soo.

Selain itu, jalan cerita di The Sound of Your Heart juga makin absurd karena banyaknya parody-parody di tiap episodenya. Bahkan ada episode khusus dengan judul Reply 2016 di mana Joo Suk di tahun 2066 certain dirinya pas ketemuan sama si Ae Bong di pesta temannya saat tahun 2016. Lucunya, petunjuk satu-satunya yang Joo Suk tahu tentang si Ae Bong adalah model rambutnya yang bob. Sialnya, semua tamu undangan bahkan pengantin sampai tukang catering dan fotografer di pesta itu rambutnya bob semua. Wkkwkw asli ini episodenya ngakak abis!

Punya Pesan Moral

Selain bikin ngakak guling-guling, drama komedi ini juga penuh pesan moral juga ternyata. Jadi, di episode terakhir The Sound of Your Heart, Joo Suk sekeluarga berencana melakukan liburan tapi Joo Suk ceritanya gak bisa ikut soalnya dia punya deadline komik yang mesti diselesaikan. Tapi, sialnya si Cho Jun malah udah pesan tiket pesawat sama hotel pake kartu kreditnya Joo Suk. Si Joo Suk merasa rugi dong kalau ga ikut. Berbagai cara pun dilakukan biar Joo Suk dapat ijin cuti liburan. Mulai dari pura-pura sakit, bersikap arrogant sama fansnya di jalan, sampai spamming komentar negative di komiknya sudah dilakukan. Tapi tetap saja, komiknya masih disukai banyak orang. Joo Suk juga akhirnya gagal meyakinkan editornya. Hingga pada akhirnya, Joo Suk meliburkan dirinya sendiri tanpa perlu ijin dari editornya lagi. Dia main kabur aja gitu dari tanggung jawab demi liburan.

Kemudian, sebelum berangkat Joo Suk ketemu sama teman lamanya yang juga suka menggambar komik di sebuah minimarket bandara. Mereka ngobrol basa-basi sampai Joo Suk pun mengeluarkan uneg-unegnya kalau dia jenuh dan capek dikejar deadline terus. Setelah pamit, diam-diam Joo Suk mendegar ocehan temannya, kira-kira bunyinya kayak gini “Tidak bersyukur, dasar arrogant, dia bahkan tidak menghargai para pembacanya.” Mendengar ucapan temannya itu, si Joo Suk langsung flash back beberapa tahun silam saat ketemu Soon Jong Ki yang saat itu sudah menjadi seorang komikus sukses. Ucapan yang didengarnya barusan sama persis dengan kata-katanya pas ngatain Soon Jong Ki yang juga ngeluh sama dunia komik. It’s so deep bro!

Sejujurnya, pesan yang ada di episode terakhir The Sound of Your Heart ini asli nampar banget sih buat saya pribadi. Saya kadang ngeluh dan malas banget ngerjain deadline tulisan, baik job tulisan artikel di luar blog maupun job tulisan di blog ini sendiri.  Sampai saya lupa kalau saya juga punya client yang terus percaya dengan tulisan-tulisan yang saya buat dan saya juga punya pembaca yang tetap setia di blog ini. Ya, meskipun gak banyak-banyak amat kayak blog tetangga tapi sudah sepatutnya saya memang tetap harus menghargai pembaca-pembaca saya. Saya dapat job menulis di blog ini ataupun di luar blog ini juga karena berkat pembaca-pembaca saya.

Wah, setelah ngakak nonton sampai dua puluh episode ternyata ending The Sound of Your Heart ini malah bikin saya curhat kwkkwwk. Well, anyway cukup sekian dulu curhatan dan reviewnya. Sampai jumpa di postingan selanjutnya yah my lovely readers!   

 


Wednesday, 30 September 2020

The School Nurse Files (Review)



Hai hai! Selamat datang kembali di review board saya para readers sekalian! Pada kesempatan kali ini saya akan mereview drama Korea The School Nurse Files yang sudah mulai tayang di Netflix sejak Jumat kemarin (25/9).  Drama ini diperankan oleh Nam Jon Hyuk yang berperan sebagai Hong In Pyo yang merupakan guru bahasa Mandarin serta Jung Yung Mi yang berperan sebagai Ahn Eun Yong yang merupakan perawat sekolah.

Drama Korea The School Nurse Files ini sendiri hanya berjumlah 6 episode hingga akhir episodenya. Karena jumlahnya yang sedikit dan durasi per episodenya juga tidak sampai sejam akhirnya saya memutuskan untuk nonton marathon saja dalam sehari. Buat kalian yang suka genre fantasi dengan alur yang agak absurd, saya sangat-sangat merekomendasikan serial Netflix yang satu ini. Biasanya, kalau nonton drama Korea dengan genre fantasi ataupun thriller mystery, di kepala saya itu penuh dengan tanda tanya kayak “Ini pelakunya siapa?” atau “Dia ini siapa sih?” Nah, pas nonton drama Korea ini, di kepala saya tiap episodenya malah ngedumel “Ini apaan sih?” pas lanjut nonton episode berikutnya dahi saya makin terlipat-lipat “Ini maksudnya apaan sih?” Tapi ya mau gimana lagi, alur yang gak jelas kayak begini malah makin seru buat dinonton, soalnya saya selalu penasaran sama ending drama bergenre fantasy macam beginian.

So, langsung saja kita ke bagian inti dari cerita drama ini. Jadi, kisah di dalam drama ini bercerita tentang Ahn Eun Yong dan Hong In Pyo yang bekerja sama untuk membasmi berbagai mahluk aneh berwujud jelly di sekolah mereka.  Di episode 1 The School Nurse Files kalian akan melihat sekumpulan Jelly beraneka rupa, ada yang berwujud manusia, ubur-ubur, gurita hingga monster. Kumpulan jelly di drama ini itu sebenarnya lucu dan menggemaskan tapi lama-lama kok bikin jijik. Apalagi jelly jenis yang lengket di badan sama yang bentuknya kayak simpul yang saling menyambung di bagian belakang kepala siswa. Nah, Jelly yang awalnya menjijikkan tersebut akan jadi lucu dan cantik dengan bentuk love warna-warni kalau dihancurin sama perawat Ahn. 

Awalnya saya kira kumpulan jelly tersebut adalah virus yang cuma bisa dilihat sama perawat Ahn. Kemudian di episode 3, saya mencoba menyimpulkan bahwa tiap jelly tersebut semacam mempresentasikan keadaan setiap siswa di sekolah. Jelly yang berwujud manusia mendeskripsikan rasa cemas atau kekhawatiran siswa, jelly yang berbentuk simpul merupakan kumpulan masalah yang kemudian menghubungkan tiap kepala siswa yang berpengaruh buruk di sekolah. Ada juga kumpulan jelly ubur-ubur dan gurita warna-warni yang sering berkeliaran di lorong-lorong sekolah tempat para siswa bermain. Terus ada juga jelly paus yang kerjanya tiap malam berenang alias melayang di atas sekolah. Jelly paus ini termasuk jelly yang paling aman soalnya tidak membahayakan dan kerjaannya cuma mondar-mandir doang di atas sekolah tiap malamnya. Jelly ubur-ubur, manusia, dan jelly simpul merupakan sekumpulan jelly berbahaya yang harus dibasmi oleh Ahn Eun Yong di sekolah. Meskipun profesinya adalah perawat di UKS sekolah, Ahn Eun Yong juga kerja sambilan sebagai penangkap jelly penganggu di sekolah. Jadi, tiap hari si Ahn Eun Yong ini kerjaanya keliling lorong sekolah membunuh jelly-jelly dengan menggunakan pedang mainan warna-warni. Terus hubungannya sama Hong In Pyo apaan? Nah, Hong In Pyo yang merupakan cucu dari pendiri sekolah sekaligus pemilik yayasan sekolah tersebut ternyata memiliki aura yang sangat bagus makanya perawat Ahn Eun Yong suka menggandeng tangannya Hong In Pyo biar bisa transfer energi. Bisa dibilang Hong In Pyo ini semacam chargeran buat mengisi dayanya perawat Ahn kalau habis membasmi jelly-jelly di sekolahan.

Saya kira drama ini itu konfliknya cuma seputaran jelly-jelly doang, ternyata di sekolah ini juga memiliki misteri lain yang berada di baseman sekolah. Konflik baru di dalam drama ini muncul ketika perawat Ahn menemukan baseman yang penuh dengan jelly berukuran gurita raksasa. Tak sampai di situ, ternyata di ujung ruangan baseman juga terdapat sebuah batu yang menjadi asal muasal berbagai kejadian aneh di sekolah termasuk kemunculan jelly-jelly berbahaya. Terus ada lagi nih guru yang namanya ribet banget kalau disebut, Mr. Mackenzie kalau tidak salah. Doi ini ternyata juga memiliki kekuatan melihat jelly tapi sebaliknya, si Mr. Mackenzie ini malah menyalahgunakan jelly-jelly tersebut dengan cara menjualnya. Jadilah si Mr. Mackenzie ini rekan kerja sekaligus musuhnya perawat Ahn di sekolah.

Di episode 4 The School Nurse Files muncul lagi jenis jelly baru yaitu jelly kutu. Demi menghindarkan sekolah dari ancaman jelly kutu ini maka muncullah seorang siswa baru yang tugasnya untuk memakan jelly kutu tersebut. Jelly kutu ini mungkin bisa digambarkan kayak serangga musiman yang bisa muncul tergantung keadaan cuaca. Karena jelly kutu muncul maka muncul pulalah pemakan jelly kutu yang kerjanya bereinkarnasi mengikuti siklus imigrasi si jelly kutu. Uniknya lagi, si pemakan jelly ini tidak memiliki pusar dan juga jenis kelamin jadi, si pemakan kutu jelly ini tidak tahu dirinya itu cewek atau cowok. Sayangnya, si pemakan jelly kutu ini hanya bisa berusia hingga 20 tahun saja. Mengetahui hal tersebut akhirnya perawat Ahn dan Hong In Pyo berinisiatif untuk mengoperasi lambung si pemakan jelly kutu ini untuk membersihkan lambungnya yang penuh dengan jelly kutu sekaligus biar usianya tambah panjang. 

Nah, pas masuk episode 5 muncul lagi deh konflik baru. Ini yang bikin dahi saya makin terlipat-lipat pas nonton drama ini. Perawat Ahn secara tiba-tiba kehilangan kekuatannya melihat jelly dan pada akhirnya memutuskan berhenti dari sekolah. Sepeninggal perawat Ahn sekolah pun makin kacau. Muncul jelly berbahaya dimana-mana. Jelly simpul di kepala siswa yang bermasalah semakin membesar. Guru-guru dan siswa jadi kena euphoria ketawa setiap harinya terkecuali Hong In Pyo karena doi memiliki gelembung yang membungkus aura tubuhnya. Karena sudah di luar kendali, pada akhirnya sekolah pun ditutup sementara waktu. Sebagai penerus yayasan sekaligus satu-satunya yang waras di sekolah, Hong In Pyo berusaha menyelamatkan sekolah dengan mengajak perawat Ahn untuk kembali ke sekolah. Perawat Ahn yang sebenarnya sudah mager berurusan sama jelly pada akhirnya bekerja sama lagi dengan Hong In Pyo. Pada malam harinya, mereka berdua pun mengunjungi sumber masalah utama sekolah tersebut yaitu pada batu di baseman sekolah. Setelah mereka membuka batu bertuliskan karakter mandarin itu tiba-tiba gedung sekolah bergetar hebat kayak gempa. Kemudian, perawat Ahn dan Hong In Pyo pun berlari menyelamatkan diri mereka keluar gedung sekolah. Dan di tengah gempa di sekolah itu, kekuatan perawat Ahn secara tiba-tiba muncul kembali.

Ya, episode terakhir di drama Korea The School Nurse Files memang seperti ini adanya. Kekuatan perawat Ahn ternyata kembali di tengah robohnya gedung sekolah. Tidak ketinggalan para bebek yang sibuk mondar-mandir bahkan saat malam hari di sekolah. Saya juga bingung bebek-bebek di sekolah ini sebenarnya jelly berwujud hewan juga atau memang bebek beneran. Ngapain juga bebek malam hari keluyuran di sekolah. Terlepas dari hal absurd tersebut, Intinya keadaan sekolah menjadi lebih baik setelah kejadian gempa malam itu. Anak-anak kembali ceria dan perawat Ahn kayaknya akan memiliki kerja sampingan lagi yaitu membantu orang tua siswa yang suka keserupan dan melihat hantu.

Well, demikianlah review The School Nurse Files yang lebih berasa kayak anime live action dibandingkan drama Korea ini. Kalau kalian mau coba jenis drama baru dan beda di antara drama on going saat ini, mungkin serial ini bisa jadi pilihan yang sangat tepat. Jika sudah nonton serial Netflix ini silahkan membagikan kesan dan pendapat kalian di kolom komentar yah. See you in the next review!  


Tuesday, 8 September 2020

Was It Love? (Review)




Hello readers! Welcome back to my review board again! Well, di tulisan kali ini saya kembali dengan review drama Korea lagi nih.  Adapun drama yang akan saya review kali ini adalah drama Korea dengan judul Was It Love? Sebenarnya saya termasuk telat sih kasih reviewnya, tapi ya sudahlah yah, yang penting kalian punya bahan bacaan di blog saya lagi kwkwkw.  


Anyway, bagi kalian yang mengikuti drama ini sampai tamat minggu lalu, bagaimana menurut kalian dengan ending drama Was It Love ini? Apakah kalian punya pertanyaan yang sama dengan saya? Sebenarnya yang nikah sama Noh Ae Jung itu siapa sih? Oh Ha Nee sama Koo Dong Chan ini nikah muda yah? Atau mereka jangan-jangan ngelangkahin emmak sama bapaknya lagi? Pada dasarnya, ending drama Was It Love ini memang masih ngambang di kepala saya sampai sekarang, tapi meskipun ceritanya gantung kayak begitu, endingnya tetap seru sih bikin kita berimajinasi sendiri.

Nah, buat yang belum nonton, nih saya bagikan ulasan tentang isi drama ini untuk kalian.

Review Drama Was It Love?: Kisah Seorang Single Mother Bersama Empat Orang Pria


Kisah Perjuangan Seorang Single Mother

Drama ini sendiri membahas tentang sosok Noh Ae Jung yang merupakan seorang ibu tunggal yang membesarkan seorang putrinya bernama Oh Ha Nee. Alasan nonton drama ini sebenarnya ya karena genrenya yang komedi romance. Saya memang sedang butuh asupan drama komedi romance saat ini makanya pilih drama ini. Awalnya, saya kira saya bakal ngakak gitu nonton drama Was It Love ini meskipun temanya tentang single mother, eh pas nonton dua episode awal, tau-taunya malah bikin saya sedih liat betapa kerasnya perjuangan Noh Ae Jung membesarkan anaknya tanpa sosok ayah. Di drama ini juga diceritakan kalau rumah produksi yang merupakan tempat Noh Ae Jung bekerja sebagai seorang produser terancam bangkrut gara-gara direkturnya yang tiba-tiba menghilang. Nah, gara-gara kasus ini, Noh Ae Jung dikejar-kejar tuh sama rentenir untuk melunasi utang rumah produksinya. Masalah gak sampai di situ aja, Oh Ha Nee juga terus mendapat masalah di sekolahnya karena sering bertengkar dengan teman sekolahnya gara-gara sering diejekin gak punya ayah. Pokoknya konflik di drama ini itu semakin intens deh apalagi pas Oh Ha Nee nanyain terus tentang sosok ayahnya itu kayak apa dan sebenarnya siapa? Ya wajar juga sih seorang anak terus-terusan cari tahu soal ayah kandungnya. Apalagi usianya sudah 14 tahun, Oh Ha Nee juga butuh penjelasan tentang mengapa ibunya selalu menyembunyikan sosok ayah kandungnya itu.

Serunya Mencari Sosok Ayah di antara Empat Orang Pria

Di tengah berbagai konflik yang muncul di kehidupan Noh Ae Jung, muncul pulalah 4 sosok pria ke dalam hidupnya. Kebayang gak tuh dikelilingi dan dilindungi oleh 4 pria tampan sekaligus. Sosok pria yang pertama adalah Oh Dae Oh seorang penulis yang juga merupakan kisah masa lalu dari Noh Ae Jung alias mantannya. Yang kedua adalah Ryu Jin yang merupakan senior di masa kuliahnya dulu yang kemudian menjadi seorang aktor terkenal di Korea. Kemudian, ada pula Oh Yeon Woo yang merupakan guru dari Oh Ha Nee yang ternyata juga menjadi bagian dari masa lalu Noh Ae Jung. Sosok pria yang terakhir ialah Koo Pa Do yang merupakan mantan seorang mafia yang kemudian menjadi CEO dari perusahaan keuangan Nine Capital. Hadirnya ke 4 pria ini secara bersamaan di dalam hidup Noh Ae Jung tentu bikin kita penasaran tiap episodenya. Ini sebenarnya ayahnya Oh Ha Nee siapa sih? Si pak penulis, si pak guru, si aktor, atau si ahjussi penuh karismanya Nine Capital?

Karakter Lucu Dari Oh Ha Nee dan Koo Dong Chan  

Selain unsur komedi romance yang dihadirkan lewat keempat pria di hidupnya Noh Ae Jung. Di dalam drama Was It Love ini, kalian juga akan menemukan karakter lucu dan menggemaskan dari Oh Ha Nee dan Koo Dong Chan. Jadi, ceritanya sih Oh Ha Nee ini pindah ke sekolah baru dan kemudian bertemu dan berteman dengan Koo Dong Chan. Koo Dong Chan yang merupakan “anak” dari Ahjussi Koo Pa Do ini pada akhirnya menjadi sahabat satu-satunya Oh Ha Nee di sekolah. Karena Oh Ha Nee lagi mengalami krisis dalam hidupnya untuk menemukan ayah kandungnya, Koo Dong Chan pun akhirnya ikut turun tangan juga membantu Oh Ha Nee. Mereka berdua ini sudah macam detektif cilik sampai-sampai mau ngumpulin duit dulu buat tes DNA untuk cari tahu ayah kandungnya Oh Ha Nee. Belum lagi pas mereka main cocokologi mengumpulkan semua kemungkinan yang bisa menjadi alasan Ryu Jin sama Oh Yeon Woo menjadi ayah kandungnya Oh Ha Nee. Interaksi polos dan serba ingin tahu dari kedua anak ini  memberikan warna tersendiri di dalam drama ini. Saya yang nonton kadang senyum-senyum sendiri lihat percakapan mereka yang cukup dewasa untuk ukuran anak seusia mereka. Ketika penonton sibuk cari tahu siapa suami Noh Ae Jung di ending drama Was It Love, drama ini malah ngasih scene pernikahan Oh Ha Nee sama Koo Dong Chan. Plot twist drama ini benar-benar bikin geleng-geleng sih tapi tetap seru buat dinonton.

Nah, untuk yang sudah nonton drama Was It Love ini, menurut kalian Noh Ae Jung cocoknya nikah sama siapa?  Si penulis, si pak guru, si aktor atau bagusnya sama ahjussi Koo Pa Do saja?


Wednesday, 12 August 2020

It's Okay to Not Be Okay (Review)




Hellooo! selamat datang kembali di review board saya para readers sekalian! Berhubung minggu ini salah satu drama langganan on going saya yaitu It’s Okay to Not Be Okay sudah tamat maka tibalah waktunya saya untuk mereviewnya. Teruntuk bala fans mas Kim So Hyun dan mbak Seo Ye Ji, yukkk mari nongkrong di blog saya.

Well, sejujurnya, drama yang diperankan oleh Kim So Hyun dan Seo Ye Ji ini tidak masuk dalam list tontonan on going saya. Awalnya sih cuma coba-coba (Biar kayak iklan wkwkw) tapi karena episode awalnya memang sudah seru jadinya saya keterusan deh sampai It’s Okay to Not Be Okay akhirnya tamat. Ternyata drama ini memang worthy to be watched. Selain banyak lawaknya, drama ini juga penuh dengan pesan moral dan juga kisah tentang perjalanan hidup seorang pasien pengidap autis bersama seorang kakaknya yang selalu merawatnya. Nah, untuk kalian yang masih belum nonton dan penasaran sama ceritanya kayak gimana, mungkin review saya berikut ini bisa sedikit membantu kalian dalam menggambarkan keselurahan drama ini.

Banyak scene yang skrinsutable dan storyable


Scene yang skrinsutable dan storyable pada awal-awal episode drama ini memang sangat menghipnotis untuk terus ditonton. Pokoknya tiap adegan itu kayak pengen saya skrinsut terus. Pengambilan gambarnya juga keren sekali yereobun! It’s like movie in a drama. Adegan perpindahan antara scene satu sama yang lainnya itu juga epic sih, terutama di episode 4 di mana pada episode tersebut diceritakan tentang seorang pasien bernama Kwon yang mengidap sindrom maniak dan sering berhalusinasi. Nah, halusinasi dari Kwon ini itu digambarkan sangat-sangat detail dan benar-benar dihidupkan lewat setiap adegan di drama ini. Pokoknya kayak adegan-adegan film begitu lah. Adegan saat melakukan perjalanan jauh menggunakan mobil kemah pada Ending It’s Okay to Not  Be Okay semalam menjadi scene favorit saya sih di antara semua episode di dalam drama ini. Cinematographynya keren sekali, saya serasa nonton MV ala-ala vintage gitu. Pas liat Ko Moon Young, Gang Tae, sama Sang Tae menikmati liburan impian mereka pake mobil kemah rasanya pengen cepet-cepet corona ini berakhir. I do miss travelling and talking with my friends from dusk till dawn.   

Konsep cerita yang menarik


Alasan lain mengapa saya sampai lanjut terus nonton drama ini itu ya karena konsep cerita dari awal episodenya memang sudah menarik menurut saya. Rasanya saya jarang atau kayaknya memang belum pernah ketemu drama yang menggabungkan unsur animasi di dalam drama. Menariknya lagi, kesan dunia dongeng dan dunia penyihir kayak di film-film Barbie sama Harry Potter itu benar-benar dihidupkan di dalam drama ini. Mulai dari wardrobe, musik, rumah tempat syuting sampai lightingnya itu benar-benar mendukung untuk menunjukkan kesan vintage sekaligus misteri. Saya yang suka sama hal-hal yang berbau wizarding world dan dongeng klasik-klasik gitu jadi tambah greget dong sama cerita dalam drama It’s Okay to Not Be Okay. Bukan cuma itu, kesan creepy dan horror dari castel tempat tinggal Ko Moon Young juga bikin cerita di drama ini makin dapat feelnya. Belum lagi tentang adanya sosok penyihir jahat yang sejak episode pertama sudah bikin saya penasaran. Nonton drama ini itu sudah kayak nonton dongeng versi drama. Rasanya dunia masa kanak-kanak saya muncul lagi pas nonton drama ini. I need more fairy tales in my age right now by the way.  

Karakter setiap pemainnya kuat dan unik


Para pemain di dalam drama ini memang punya karakter yang unik dan kuat. Mulai dari ektingnya Lee Sang In dan para penghuni Rumah Sakit Jiwa OK lainnya yang saling melengkapi sampai Kim So Hyun yang kualitas ektingnya memang sebanding sama bayarannya. Satu kali main drama, mas Kim So Hyun kayaknya sudah bisa lah yah beli rumah impian secara cash tanpa perlu repot-repot lagi merasakan yang namanya urus berkas KPR rumah.

Tetapi, kalau bahas karakter yang keren, saya jelas mau sungkem sama ektingnya Oh Jung Se yang memerankan Sang Tae di drama ini.  Wajar sih kalau Oh Jung Se menang sebagai aktor pendukung terbaik di Baeksang Awards kemarin. Ektingnya di When The Camellia Blooms sebagai ahjussi nyeleneh dan sok ganteng dan kaya memang keren. Anyway, sebelum It’s Okay to Not Be Okay tayang, saya juga sempat baca artikel kalau Oh Jung Se akan bermain di drama ini. Awalnya sih saya B aja, ekting beliau memang sudah tidak usah diragukan lagi lah yah tapi pas saya tahu kalau Oh Jung Se akan memerankan karakter seorang penderita autis saya malah kaget soalnya saya belum mempunyai gambaran bagaimana dia akan memainkan peran itu. Cara ngomongnya gimana, cara jalannya, ekspresinya pokoknya saya penasaran berat dengan terobosan ektingnya yang jauh berbeda dari sebelumnya. Bisa dibilang karakter Sang Tae di drama It’s Okay to Not Be Okay ini sangat kuat dan tentu saja karakternya tersebut akan terus membekas di ingatan para penonton setia drama ini sampai kapan pun.

Bukan cuma Oh Jung Se, ektingnya Seo Yo Ji sebagai Ko Moon Young yang memerankan sosok misterius dan berjiwa bar-bar memang layak dapat pujian netizen. Kesan putri cantik yang terkurung di dalam istana bak cerita di dongeng-dongeng memang pas sama karakter mbak Seo Yo Ji di drama ini. Belum lagi karakter elegantnya itu didukung sama pakaian-pakaiannya yang ala-ala Disney Princess. Pas mau cari di Shopee ternyata semua produk yang dipakai doi aslinya dari merek internesyenel yang harganya bisa seharga sama ginjal itu cuy. Kayaknya saya mesti serius jadi penulis dongeng dulu deh biar bisa semakmur hidupnya Ko Moon Young.

Sekian dulu review drama saya kali ini. Buat kalian yang punya uneg-uneg tentang drama It’s Okay to  Not Be Okay ini silahkan share di kolom komentar.  


Sunday, 9 August 2020

Backstreet Rookie (Review)






Hello para readers sekalian! Selamat datang kembali di review board saya. Kali ini saya akan membagikan beberapa ulasan mengenai drama Backstreet Rookie yang baru saja tamat semalam. Jadi teruntuk para bucin mas Ji Chang Wook dan juga mbak Kim Yoo Jung mari silahkan merapat di blog saya ini. Anyway, saya sebenarnya tidak terlalu menaruh ekspektasi yang tinggi dengan drama ini ketika melihat promosi poster dan trailernya di mana-mana. Saat melihat episode pertama pun rasanya juga biasa saja menurut mata perdrakoran saya. Tapi yang namanya drama Korea itu memang susah ditebak dan tidak bisa langsung disimpulkan apakah drama ini bagus atau tidak apalagi kalau cuma ngikutin episode awal-awalnya saja. Ini bukan sinetron yang dari judulnya saja sudah ketebak isi sama endingnya yereobun! Dan memang benar sih, saya sudah suudzon sama drama ini. Ternyata ada banyak hal tak tertebak dan plot yang seru di dalam drama ini pemirsahh. Ya sudah, tanpa perlu intro yang panjang kali lebar, yuk langsung saja kita review drama Backstreet Rookie ini.  

Penuh Komedi dan Parodi


Pada episode-episode awal dari drama Backstreet Rookie ini memang mengundang kontroversi dari para k-netz. Sampai-sampai mereka ngirim petisi ke komisi Penyiaran Korea untuk segera menghentikan penayangan drama karena adanya adegan vulgar di dalamnya. Menurut netizen negara sana, usianya Ji Chang Wook sama Kim Yoo Jung juga terpaut cukup jauh makanya gak pantas untuk berpasangan di drama ini. Tapi itu dari netizen Koreanya, kalau netizen di negeri berflower ini mah kayaknya enjoy-enjoy saja dengan drama ini. Kalau menurut saya pribadi sih adegan yang dimainkan oleh para artis dan aktor di drama ini cukup aman. Not too much I think. Namun, dibalik kontroversi tersebut, saya sih cukup terhibur dengan adanya komedi dan parodi di dalam drama ini. Ini penulisnya kocak juga sampe pikirin scene parodi drama sama film-film hits yah. Episode perdana dari drama ini saja langsung dibuka dengan parodi dari film Sunny yang popular itu. Menariknya, scene berantem anak sekolahan itu juga diperankan langsung oleh Park Jin Joo yang merupakan tokoh dalam film Sunny.  Kemudian ada lagi scene waktu Yeon Joo dan Saet Byul melakukan parodi dalam drama The World of The Married. Mereka itu ceritanya lagi main adu mulut gara-gara memperebutkan Dae Hyun. Nah terus Yeon Joo marah tuh sama Saet Byul dan langsung membanting sebuah guci di depan Saet Byul. Wah adegan ini pasti iconic sekalee bagi yang ngikutin dramanya TWOTM wkwkwk. Parodinya gak sampe di situ,  ada lagi nih parodi dari film Parasite yang dilakukan oleh ayahnya si Dae Hyun. Saat itu ayahnya Dae Hyun ceritanya lagi ngelamar jadi supir. Adegan pas menghafal identitas palsunya itu persis sama dengan scenenya Ki Jung di Parasite. Pokoknya kumpulan parodi di dalam drama Backstreet Rookie emang bener-bener ngakak sih. Saya bahkan sampe ngulang-ngulang adegannya pas nonton.

Bukan Sekedar Drama Komedi Tetapi Juga Drama Keluarga


Backstreet Rookie memang memiliki unsur komedi romantis yang cukup kental. Karakter para pemainnya yang lucu sampai alur cerita yang absurd memang sangat mendukung untuk membuat kita ngakak berjamaah saat nonton. Namun, drama ini tidak berkutat pada genre drama komedi romantis saja tetapi pada slice of life juga loh. Pada awal-awal episode para penonton memang disuguhkan dengan adegan konyol dan lucu dari para pemainnya yang bikin kita ngakak akan tetapi ketika menuju pertengahan episode nuansa drama keluarga mulai cukup kental. Saya sampai mau nangis pas lihat episode di mana ibu sama bapaknya Dae Hyun direndahkan sama keluarganya Yeon Joo. Kisah Saet Byul di drama ini juga gak melulu soal kebucinannya sama mas Dae Hyun. Peran Saet Byul sebagai seorang kakak sekaligus tulang punggung keluarga juga benar-benar diceritakan cukup kental untuk menggambarkan kehidupan penuh perjuangan yang sering dihadapi oleh seorang kakak dalam membesarkan adiknya. So, untuk para netizen yang kemarin-kemarin kritik drama ini karena gak family friendly silahkan dilanjutkan dulu nontonnya. Maybe it can change your perspective.

Kisah Cinta Aphrodite dan Fire Volcano yang Menggemaskan


Sejujurnya, saya sebenarnya lebih tertarik sama kisah cintanya si mbak Aphrodite sama mas Fire Volcano dibandingkan kisah bucinnya Saet Byul dengan Dae Hyun. Kisah Geumbi yang merupakan fans garis keras dari Dalshik sang pembuat webtoon di drama ini tuh memang terngakak sih. Apalagi pas adegan mereka mau meet up pas pertama kalinya. Saya malah lebih deg-degan nungguin mereka jadian dibandingkan Dae Hyun sama Saet Byul wkwkwk. Pas nonton episode terakhir semalam ternyata penonton dikasih surprise sama Dalshik. Dalshik yang punya muka sama gaya berantakan begitu ternyata aslinya anak sultan woy, kebun sama tanahnya berhektar-hektar ternyata. Ayahnya Geumbi pasti ikhlas lah yah anaknya berjodoh sama Dalshik wkwkwk.

Well, untuk kalian yang sudah nonton drama atau masih on going nontonnya silahkan share review drama Backstreet Rookie versi kalian di sini yah :) 

Friday, 12 June 2020

Born Again (Review)





Hai hai welcome back to my review board again para readers sekalian! Well, di review board kali ini saya akan kembali mereview salah satu drama dari KBS yang berjudul Born Again. Sebenarnya drama ini sudah tamat pas hari rabu kemarin tapi baru sempat saya review hari ini. So, I do apologize buat yang sudah request review tapi publishnya tidak tepat waktu kwkwkw.  Ok, mari kita mulai saja membagikan uneg-uneg tentang drama yang bertema cinta segitiga ini yereoubun!

Hal yang pertama yang akan saya bahas dulu ialah tentang para cast di dalam drama Born Again. Sejujurnya saya kurang srek sama pemain ceweknya, agak kurang pas menurut mata perdrakoran saya (ceilehhh). Tapi mbak Jin Se Yeon yang memerankan karakter Jung Sa Bin memang spesialisasi drama-drama saeguk sih jadi wajar kalau banyak yang komen soal ektingnya yang sorry to say terlalu kaku. Kalau karakternya di masa lalu sebagai Ha Eun masih pas menurut saya. Karena sosok Ha Eun memang digambarkan sebagai perempuan yang sangat feminim dan suka sastra plus punya toko buku. Pokoknya tipe kembang desa idaman para pria jaman old lah. Jadi wajar kalau suaranya juga lemah lembut dan puitis gitu kalau ngomong sama lawan bicaranya. Tapi, setelah bereinkarnasi jadi mbak Jung Sa Bin yang merupakan seorang peneliti dan dosen, karakter lemah dan lembut itu rasanya agak kurang pas. Ya mungkin karena sudah bereinkarnasi juga kali yah jadi pembawaanya tetap sama kayak di masa lalu. Tapi gimana yah, perpaduan ekting dari Jan Ki Yong sama Lee Seo Hyuk jadi kurang greget gitu.

Untuk bagian plotnya, I really love kisah masa lalu antara Ha Eun, Hyun Bin sama Gong Ji Chul. Coba kalian bayangkan, seseorang (Gong Ji Chul) yang lahir dari keluarga psikopat dan hidupnya kacau balau terus jatuh hati sama cewek (Ha Eun) yang sudah punya tunangan seorang detektif (Hyun Bin). Sungguh kisah cinta segitiga yang tragis sekali bukan? Yang bikin saya nyesek nonton itu ya karena karakternya Jan Ki Yong yang memang menyedihkan sekali. Sudah keluarganya berantakan, hidupnya gak jelas karena jadi homeless, jadi tersangka pembunuhan, terus bucin sama tunangan orang lain pula. Pas reinkarnasi ternyata sama aja. Gak Gong Ji Chul gak Jong Bum semuanya sadboy di tiap eranya masing-masing. Haddehh, kalau saya jadi Jong Bum, kayaknya mending cari yang lain saja. Capek woi liat Jung Sa Bin kencan di depan mata sendiri. Kisah sadboy dari Jong Bum juga didukung sama soundtrack drama Born Again yang nyesek abis. Semua lagunya itu menyayat hati sekali woiii. Ini drama memang gak punya stok lagu ceria kayaknya, sungguh sangat cocok didengarkan oleh para pasukan ambyar.

Nah, terus yang jadi plot twist dari kisah cinta segitiga ini ialah ternyata si mbak Sa Bin ujung-ujungnya naksir juga sama mas Jong Bum.  Bagaimana para netizen di sosial media gak jengkel sama mbak Sa Bin kalau dua-duanya mau dibungkus. Mbak Sa Bin ini terlalu plin plan jadi cewek. Satu ya tetap satu aja mbak, jangan rakus kwkwkw. Tapi ya kalau saya jadi mbak Sa Bin, kayaknya saya juga bakal dilemma mau pilih siapa. Jaksa Kim yang pintar dan berkarisma atau sama Jong Bum yang manis itu.  Selain mbak Sa Bin, writer nim drama ini juga kena sambat sama netizen. Tim kapal jaksa Kim dan Jung Sa Bin gak terima kalau Jung Sa Bin harus happy ending sama Jong Bum. Tapi benar juga sih, jaksa Kim punya banyak effort di drama ini. Di masa lalu sampai masa sekarang doi tetap setia sama Jung Sa Bin. Masa endingnya Jung Sa Bin lebih milih Jong Bum hanya gara-gara rasa simpati akan kehidupan suramnya Jong Bum. Terus kamu anggap apa jaksa Kim selama ini mbak? 

Sejujurnya, drama ini adalah salah satu drama yang bikin saya mau stop nonton pas pertengahan episodenya tapi bikin nagih buat dilanjutin terus gara-gara penasaran. Ada banyak scene yang menurut saya harusnya gak usah ada. Beda saat di awal-awal episode yang ceritanya benar-benar lambat jadi kita juga benar-benar menikmati tiap detail ceritanya. Tapi makin lama, makin banyak pula scene dadakannya. Contohnya kayak Jong Bum yang ke Amerika terus tiba-tiba balik tanpa ada scene yang menjelaskan kejadian itu. Terus ada lagi scene jaksa Kim yang kena skorsing setahun tapi juga gak terlalu dijelaskan detail ceritanya. Ya paling tidak kasih beberapa adegan lah ya soal kejadian itu biar penonton gak kaget-kaget banget sama alur yang tiba-tiba langsung main satu tahun kemudian. Adegan persidangannya Sang Ah sama Jang Hye Mi itu harusnya seru  tapi alur sidangnya malah flat aja gitu. Padahal saya sudah nunggu mereka saling serang pakai bukti.  A lot of adegan maksa memang muncul menjelang episode terakhir drama ini.    
  
Overall, cerita drama Born Again ini tuh menarik buat ditonton. Apalagi buat kalian yang suka sama genre detektif thriller misteri. Sejak awal episode kita sudah diajak mikir tentang apa yang sebenarnya terjadi, dan siapa pelaku sebenarnya. Yang bikin serunya lagi karena drama ini itu punya plot maju mundur karena ceritanya memang tentang reinkarnasi dari para pemainnya. Jadi kalian akan disuguhi cerita dari dua masa yaitu masa lalu sama masa sekarang. Pas masa reinkarnasi, penonton jadi dibikin bingung lagi sama pemain-pemain baru yang bermunculan. Kita diajak main tebak-tebakkan lagi. Pokoknya ini adalah tipe drama yang akan mengasah otak Anda kembali. 

Nah, kalau menurut kalian bagaimana? Apakah kalian puas dengan ending Born Again? Kalau saya sih tidak, endingnya gak jelas dan terkesan maksa sekali.  Alurnya kurang rapi menurut saya, padahal ceritanya menarik.



Friday, 29 May 2020

Hospital Playlist (Review)


Hai Hai selamat datang kembali di review board saya para readers sekalian!

Well, berhubung salah satu drama slice of life garapan sutradara dan penulis andalan kita yaitu Shin Won Ho dan Lee Woo Jung yang berjudul Hospital Playlist telah tamat dengan ending yang penuh nano-nano itu, maka tibalah saatnya bagi saya untuk mereview drama ini. Anyway, bagi yang sudah nonton ending Hospital Playlist, bagaimana perasaan kalian saat ini? Apakah semua kapal kalian berlayar, atau kalian malah salah kapal sejak dari episode pertama wkwkw? Bagi yang menumpangi kapal winter garden saya mengucapkan selamat doa kalian terkabul tadi malam. Tentu, hal ini tidak lepas dari kekuatan doa nyonya Rosa beserta sanak saudara Andrea lainnya yang sudah pasti terbukti ampuh menembus lapisan langit ketujuh. Tuhan mungkin merasa malu ketika orang-orang beriman memohon kepada-Nya lantas tidak mengabulkannya. 



Bisa dibilang tahun 2020 adalah tahun yang penuh dengan kumpulan drama-drama keren di setiap stasiun televisi. Pokoknya, tiap stasiun TV Korea tahun ini benar-benar berlomba memberikan drama dengan genre yang unik dan berbeda. Anyway, kepada bala pasukan The Word of The Married, CLOY, Itaweon Class, dan The King Eternal Monarchy, saya harapkan minggir dulu. Sorry to say but for me, Favorite Drama of The Year masih dipegang sama Hospital Playlist. Yah, Hospital Playlist deserves to be the greatest drama in 2020. Kenapa, why and wae? Ya sudah, silahkan disimak saja review saya berikut ini.

A.   Drama Medis Yang Beda Dari Drama Medis Biasanya

Sebelumnya saya mau sungkem dulu sama penulis Hospital Playlist yang memberikan warna baru dalam drama medis. Saya tidak pernah mengira kalau bakal ada drama medis macam beginian. Kalau sebelum-sebelumnya kalian nonton drama medis yang kebanyakan scene darah, peralatan medis yang seram-seram, ruang operasi dengan suasana menegangkan serta para dokter dan tenaga medis yang lebih menonjolkan skill mereka masing-masing, maka di Hospital Playlist kalian tidak akan disuguhi adegan-adegan macam begituan lagi. Hospital Playlist adalah jenis drama medis yang sangat ringan untuk kalian nikmati. Pokoknya gak ada tuh konflik sama plot yang bikin pusing kayak TWOFTM atau 365: Repeat The Year. Sebenarnya ada kasus pelakor juga sih tapi gak seribet drama sebelah lah.

Hospital Playlist menjadi drama slice of life karena isinya memang lebih menggambarkan rutinitas sama kehidupan para tenaga medis dan dokter pada umumnya di setiap rumah sakit. Bagaimana kehidupan dokter dan perawat lainnya kalau pas jam istirahat, bagaimana kehidupan mereka kalau lagi di luar rumah sakit, bagaimana kelakuan mereka di kantin pas ngumpul, apakah mereka makan dengan santuy atau buru-buru, belum lagi cara mereka menghadapi pasien yang beda-beda karakter. Hubungan antara pasien dan setiap dokter di drama ini juga benar-benar sangat-sangat intens. Selain banyak scene lawak dan absurd dari penghuni RS Yulje, drama ini juga banyak yang mengandung bawang. Beberapa di antaranya kayak kisah seorang pasien yang harus rela menggugurkan kandungannya, kisah Ayah yang rela diet demi menyumbangkan levernya kepada anaknya, dan masih banyak lagi.  Pokoknya, drama ini tuh kayak dibalik layarnya kehidupan rumah sakit di sekitar kita. Dibalik baju yang mereka kenakan dokter pun hanyalah manusia biasa yang punya kisah tersendiri di luar rumah sakit tempat mereka bekerja.

B.    Kisah Persahabatan geng 99

Kalau bahas persahabatan Song Hwa, Joon Woon, Ik Jun, Jung Won, sama Seok Hyung itu rasanya bikin iri deh. Meskipun fiktif tapi rasanya pengen gitu punya circle kayak mereka. Kalau kalian masih sekolah dan sudah nonton drama ini pasti punya cita-cita pengen punya teman-teman dan kehidupan kayak mereka berlima. Mau jadi pintar terus bisa dihormati juga sama orang-orang sekitar. Mau jadi kaya juga biar bisa belanja online sepuasnya kayak Song Hwa, bisa sering traktir teman-teman juga kaya Seok Hyung. Pengen kayak Ik Jun juga yang punya cemilan banyak, kalau Joon Won? Kayaknya doi cuma punya banyak pulsa buat nelpon Ik Sun kwwkwkwk. Bukan cuma kaya ilmu, dan harta tetapi juga kaya hati kayak Andrea a.k.a Jung Won yang suka bantu pasien yang kekurangan biaya pengobatan. Kalau cewek-cewek pasti banyak yang mau jadi Song Hwa, selain pintar, baik, suka belanja barang-barang aneh doi juga punya empat teman cowok yang peduli dan sayang sama dia. Oh indahnya hidup kalau realita seperti di dalam drama kwkwkkw. Kisah lima sekawan ini itu hangat sekali di drama ini, kadang bikin senyum-senyum sendiri sampai ngakak yang tak terkontrol. Apalagi pas scene mundurnya ke masa-masa mereka kuliah. Belum lagi kalau adegan berantem rebutan makanan di tempat makan wkkwkw.

Adegan paling ditunggu kalau mereka berlima ngumpul adalah saat makan bareng di luar atau ngemil di ruangannya Song Hwa, Joon Woon sama Jung Won. Kalau Seok Hyung ruangannya memang gak pantas buat jadi tempat ngumpul. Ruangannya terlalu ramai sama dokumen yang antah berantah itu. Kalau Ik Jun sudah jelas, doi lebih suka berpetualang di setiap ruangan di rumah sakit wkwkwk. Ik Jun memang lebih cocok jadi Duta Persahabatan Rumah Sakit Yulje. Jangankan duta persahabatan, jadi duta asmara antar dokter juga bisa. Selain adegan makan-makan, di tiap episodenya kalian juga akan melihat para dokter ini ngeband bareng. Lagu-lagunya juga enak-enak dan bikin baper tiap episodenya. They are really talented doctors who can sing and play instrumental musics. 



C.    Drama Yang Mengajarkan Penonton Untuk Lebih Banyak Bersabar

Harus saya akui kalau drama Hospital Playlist memang banyak mengajarkan kesabaran kepada penonton setianya. Durasi dramanya saja satu jam lebih tapi tau-tau abis kayak nonton MV doang. Habis itu, kita harus nunggu lagi seminggu lamanya buat nonton. Pas nonton eh gak berasa udah selesai, pokoknya begitu terus tiap minggunya sampai Hospital Playlist season 1 tamat di episode 12. Episode Hospital Playlist juga cuma 12 beda sama drama lainnya yang kebanyakan 16 episode. Past tamat semalam, kita malah disuruh nunggu lagi selama setahun untuk season 2. Seminggu aja sudah gregetan nungguin lanjutannya, gimana nunggu setahun T_T. Ini tuh memang jenis drama yang bikin penontonnya keseret arus cerita kayak lagi main di pantai. Tanpa sadar tau-tau sudah main di tengah laut aja. Tapi ya sudahlah, paling tidak satu kapal telah berlayar di Hospital Playlist season 1. Biarkan writer nim berkarya untuk Hospital Playlist season 2 dan 3.