Tuesday, 8 December 2020

Kuliah Satu Semester Berapa Bulan dan Berapa Biayanya?


Menempuh pendidikan hingga ke level perguruan tinggi merupakan kesempatan yang tidak bisa dinikmati oleh semua orang. Tidak semua anak lulusan SMA/SMK bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya. Kamu, yang punya kesempatan ini, hendaknya benar-benar menggunakan kesempatan dengan baik.

Peralihan dari masa sekolah ke masa kuliah seringkali tidak mudah. Terdapat perbedaan sangat mencolok antara kehidupan saat masih menjadi siswa dengan kehidupan sebagai mahasiswa. Mau tidak mau perubahan status ini menuntut seseorang untuk menyesuaikan diri.

Model pembelajaran di sekolah dan di kampus sangat berbeda. Ketika memasuki awal perkuliahan kamu akan merasakan perbedaan-perbedaan tersebut. Dikutip dari idntimes.com, inilah yang kamu rasakan:

a. Harus lebih mandiri dan aktif

Perbedaan paling dirasakan saat menjadi mahasiswa adalah harus lebih mandiri dan aktif. Apabila di sekolah dulu kamu lebih banyak dibantu oleh guru atau staf untuk mengurus administrasi, maka jangan membayangkan hal tersebut di bangku kuliah. Kamu harus aktif mencari informasi berhubungan dengan urusan akademik. 

Kamu harus mengatur jadwal kuliah sendiri, menentukan mata kuliah yang diambil, menentukan kelas mana yang akan diikuti, dan masih banyak lagi, Kamu harus merencanakannya seorang diri dan belajar untuk mempertanggungjawabkan semua keputusan yang diambil nantinya. Tidak ada yang akan memberitahumu, kamu harus berperan aktif untuk kelancaran kuliahmu selama ini. 

b. Jadwal yang fleksibel

Waktu belajar di sekolah tentunya lebih terjadwal dan teratur. Saat masih siswa, kamu dari pagi hingga siang di sekolah dalam lima hari. Nah, ketika sudah kuliah jadwal kelas lebih fleksibel. Misalnya dalam sehari kamu hanya memiliki satu jadwal kelas dengan durasi pembelajaran sekitar 2 jam. Di hari lainnya, bisa jadi kamu punya jadwal 2 kelas dalam sehari yakni di pagi atau sore hari. 

Jadwal kuliah tidak sepadat jadwal sekolah. Bahkan bisa jadi kamu punya jadwal kuliah selama tiga hari dalam seminggu. Fleksibilitas ini menguntungkan karena mahasiswa mempunyai waktu luang untuk melakukan aktivitas lainnya. Namun di lain sisi, fleksibilitas ini akan merugikan bila mahasiswa tidak mampu mengatur dan menggunakan waktu dengan baik. Bisa-bisa mahasiswa kerepotan bila tidak punya disiplin diri yang tinggi.

c. Banyak tugas

Dalam perkuliahan ada macam-macam tugas; tugas individu, tugas kelompok, tugas praktikum, Selain pembelajaran di kelas, kamu juga akan mendapatkan tugas-tugas tersebut dalam setiap mata kuliah. Jadi meskipun waktu belajar fleksibel, kamu harus bisa mengatur waktu agar tugas-tugas mata kuliah tidak menumpuk. Jangan sampai fleksibilitas tersebut membuatmu bersantai-santai sampai lupa tanggung jawab, ya.

d. Harus mampu belajar mandiri

Gaya mengajar dosen dan guru sangat berbeda. Mahasiswa sudah dianggap sebagai seseorang yang dewasa. Sehingga dosen tidak akan memberikan materi secara penuh dan lengkap. Tak jarang dosen hanya memposisikan diri sebagai pembimbing yang mengarahkan mahasiswa belajar. Mahasiswa justru berperan aktif  di dalam kelas seperti aktif bertanya dan aktif dalam diskusi.

Poinnya, mahasiswa harus mampu belajar secara mandiri. Tidak mengandalkan materi dari dosen. Bisa jadi materi dari dosen hanyalah garis besarnya saja. Untuk informasi lain yang jauh lebih detail, mahasiswa yang harus mencari tahu sendiri. Entah dengan membaca buku, jurnal, media cetak, atau media online.

e. Masa liburan yang panjang

Satu lagi yang membedakan antara kuliah dan sekolah. Waktu liburan kuliah lebih panjang. Pada masa liburan semester ganjil biasanya satu bulan. Sementara itu, masa liburan semester genap bisa mencapai tiga bulan. 

Kuliah Satu Semester Berapa Bulan?

Masa kuliah juga berbeda dengan masa sekolah. Namun, ada beberapa poin yang masih sama. Lama masa kuliah tergantung pada jenjang pendidikan yang ditempuh. Tingkat Diploma atau Strata 0 yang terdiri dari Diploma 1, Diploma 2, Diploma 3, dan Diploma 4. Masing-masing tingkat memiliki masa kuliah 1 tahun, 2 tahun, 3 tahun, dan 4 tahun. Sementara itu untuk tingkat sarjana mempunyai masa kuliah selama 4 tahun. 

Bagaimana dengan tingkat Master (Strata 2) dan Doktor (Strata 3)? Lama masa kuliahnya pun berbeda. Tingkat Master mempunyai masa kuliah 2 tahun. Sedangkan tingkat Doktor mempunyai masa kuliah 3 tahun. Namun bisa juga membutuhkan waktu yang lebih lama.

Nah, yang sama antara masa kuliah dan masa sekolah adalah hitungan semesternya. Jadi, istilah semester juga dipakai dalam kuliah. Contohnya, masa kuliah sarjana adalah 4 tahun dengan 8 semester di dalamnya. Lalu, kuliah satu semester berapa bulan? Hitungannya satu semester adalah enam bulan. Jadi dalam satu semester, kamu mempunyai enam bulan masa pembelajaran hingga UAS (Ujian Akhir Semester).

Selama satu semester kamu akan belajar di kelas bersama dosen. Menerima materi sesuai dengan mata kuliah dan SKS yang kamu ambil saat KRS-an. Selain itu kamu harus menyelesaikan tugas-tugas kuliah, mengikuti Ujian Tengah Semester (UTS), dan UAS. Bila menjalani serangkaian kegiatan perkuliahan selama satu semester dengan baik, hasil studimu akan aman. 

Biaya Kuliah Satu Semester

Setelah membahas kuliah satu semester berapa bulan, kita beralih ke pembahasan biaya kuliah. Selama menjalani pendidikan di perguruan tinggi, kamu akan membayar uang kuliah tiap semester. Besaran biayanya tergantung Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang kamu dapatkan.

Setiap perguruan tinggi mempunyai standar UKT masing-masing. Bahkan setiap program studi di sebuah perguruan tinggi juga berbeda-beda. Setiap mahasiswa dalam satu program studi pun berbeda biaya kuliahnya. UKT yang didapatkan mahasiswa ditentukan berdasarkan kemampuan atau kondisi ekonomi keluarga mahasiswa. Sehingga setiap mahasiswa bisa mendapatkan UKT yang berbeda-beda.

Selain itu, biaya kuliah antara perguruan tinggi negeri dan perguruan tinggi swasta. Umumnya biaya kuliah di perguruan tinggi swasta disamaratakan. Tidak seperti di perguruan tinggi negeri yang disesuaikan dengan kemampuan orang tua mahasiswa. 

Dikutip dari 99.co, berikut ini besaran UKT di beberapa perguruan tinggi negeri. Data diambil pada tahun 2019. Tidak menutup kemungkinan bahwa terdapat perubahan standar UKT tiap perguruan tinggi.

Biaya kuliah Universitas Indonesia

Rumpun Sains Teknologi dan Kesehatan (IPA)

Kelas 1: Rp 0 – Rp 500 ribu

Kelas 2: > Rp500 ribu – Rp1 juta

Kelas 3: > Rp1 juta – Rp2 juta

Kelas 4: > Rp2 juta – Rp4 juta

Kelas 5: > Rp4 juta – Rp6 juta

Kelas 6: > Rp6 juta – Rp7,5 juta

Rumpun Sosial Humaniora (IPS)

Kelas 1: Rp 0 – Rp 500 ribu

Kelas 2: > Rp 500 ribu – Rp 1 juta

Kelas 3: > Rp 1 juta – Rp 4 juta

Kelas 4: > Rp 2 juta – Rp 5 juta

Kelas 5: > Rp 3 juta – Rp 5 juta

Kelas 6: > Rp 4 juta – Rp 5 juta

Biaya Kuliah Universitas  Gadjah Mada

UKT 0: Peserta Bidikmisi

UKT 1: Penghasilan wali ≤ Rp500 ribu, biaya kuliah Rp500 ribu

UKT 2: Penghasilan wali Rp500 ribu – ≤ Rp2 juta, biaya kuliah Rp1 juta

UKT 3: Penghasilan wali Rp2 juta – ≤ Rp 3,5 juta, biaya kuliah Rp2,4 juta – Rp7,35 juta

UKT 4: Penghasilan wali Rp3,5 juta – ≤ Rp 5 juta, biaya kuliah Rp 3,5 juta – Rp10,9 juta

UKT 5: Penghasilan wali Rp5 juta – ≤ Rp 10 juta, biaya kuliah Rp4,8 juta – Rp14,5 juta

UKT 6: Penghasilan wali > Rp10 juta, biaya kuliah Rp5,5 juta – Rp22,5 juta

Biasanya kita membutuhkan buku untuk dapat mempelajari berbagai mata kuliah. Anda bisa mendapatkan buku pegangan kuliah untauk mendukung tiap semester Anda di Toko Buku Kuliah Deepublish. 


0 comments:

Post a comment