Sunday, 15 January 2017

BACA! (Bantaeng Ammaca)


Rencana untuk kembali ke kota Makassar untuk menghadapi rutinitas tiba-tiba saja dipending hari ini. But, Alhamdulillah Tuhan merencanakan sebuah agenda untuk saya di hari sabtu ini. Singkat cerita semalam saya mendapat informasi dari akun Instagram @bantaengammaca  bila tanggal 14 Januari hingga 15 Januari akan diadakan gerakan BACA yang diprakarsai oleh anak muda Bantaeng. Salah satu kontak di BBM saya (Usut punya usut ternyata ponakan saya kwkwkw) juga memasang display picture seperti yang terposting di akun Instagram Bantaeng Ammaca. Setelah tanya-tanya tentang kegiatan ini akhirnya sayapun memutuskan untuk harus ikut acara ini. Kebetulan saya selalu suka dengan yang namanya buku (It depends on the content anyway hehehe). Berhubung kegiatan ini merupakan kegiatan perdana dari BACA so, I was so excited to join this event terlebih lagi saya sebagai warga asli Bantaeng sangat-sangat ingin berkontrubusi dalam memajukan budaya membaca di tanah kelahiran saya. Sejauh yang saya ketahui, budaya membaca anak-anak disekitar saya memang telah teralihkan dengan adanya televisi dan smartphone (Absolutely). Fenomena-fenomena semacam ini telah menjadi santapan hari-hari saya dimana banyak anak-anak lebih memilih bersama gadget orang tua mereka seharian daripada bersama buku-buku disekitar mereka, agak mengharukan memang bila saya berhasil mendengar, melihat atau bahkan menjumpai anak yang masih berusia dini namun telah memiliki karya dalam bentuk tulisan atau bahkan buku.  Hal yang paling saya rindukan adalah melihat anak dibawah usia belasan tahun dikelilingi oleh beraneka macam warna buku di keseharian mereka. Then, suddenly I miss Majalah Bobo in my elementary school. Sedikit cerita, dulu saya sangat ingin mengoleksi semua majalah Bobo yang dirilis tiap minggu namun apalah daya saya hanya bisa meminjam majalah dari teman saya dan sepupu saya. At the time, Bobo was the best gadget in my childhood with my friends (Tiba-tiba kangen jadi anak SD hikz). Ok we go to the point then, Kegiatan BACA! ini rencananya akan diadakan tiap minggu dan berlokasi di anjungan pantai Seruni kabupaten Bantaeng. Adapun jadwal buka lapak tiap minggu dari teman-teman BACA! sendiri bisa difollow up langsung di akun Instagram Bantaeng Ammaca. Agenda perdana dari BACA! hari ini adalah membuka lapak buku untuk para pengunjung pantai Seruni sembari menikmati panorama pantai dan sunsetnya. Dan yang terakhir adalah bedah buku "Tacin" yang merupakan buku karya dari salah satu penulis muda berbakat Bantaeng, Uci (Saya lupa nama lengkapnya, Sorry Uci *peace). Berikut adalah beberapa gambar yang saya berhasil dokumentasikan selama kegiatan BACA berlangsung.    




Gambar-gambar di atas merupakan beberapa penampakan buku yang dipajang saat lapak buku berlangsung. Kebanyakan buku yang dipajang adalah buku anak-anak dan novel. Jika kalian warga yang berdomisili Bantaeng silahkan mampir di lapak buku ini untuk membaca bersama keluarga ataupun teman-teman kalian. Sambil menyelam minum air lah, baca buku sambil ngeexsplore keindahan pantai seruni di hari sabtu sore. Teman-teman di BACA! juga menerima sumbangan buku-buku dari teman-teman sekalian yang berbaik hati dan ingin berkontribusi terhadap kegiatan ini. Sekalian nambah-nambah pustaka tentunya.







Beberapa anak sedang asyik menikmati bacaan yang ada di lapak buku sore tadi. Terlihat ayah dan anak serta ibu dan anak juga tengah membaca berjamaah bersama anak-anak muda lainnya. 
   
  



Dua gambar diatas adalah suasana saat bedah buku berlangsung. Selama proses bedah buku berlangsung beberapa teman memberikan kesan-kesannya setelah dan selama membaca buku tersebut. Katanya sih buku ini penuh teka teki tentang cinta. Sang penulis muda ini juga diakui mampu mendefinisikan cinta dari bukunya tersebut dari pandangan teman-teman yang hadir dan kebetulan sudah membaca buku karyanya itu. Saya sendiri kagum dengan proses penulisan buku ini. Dia hanya menghabiskan waktu tiga bulan SAJA untuk menyelesaikan ceritanya ini plus nebeng laptop teman berhubung waktu itu laptopnya sedang rusak (Oh God, lend me his comfortable zone). Untuk kalian yang penasaran sama bukunya (Mungkin orangnya juga wkwkkw) silahkan hubungi akun Instagram BACA! kebetulan saya juga belum dapat kontak dari penulis buku "Tacin" ini so, just ask the admin cause I deem he/she will tell you. 

Note; artikel ini saya buat pada 14 Januari 2016, pukul 22.30 WITA. Berhubung memasak dan memakan Indomie menyita waktu saya dalam membuat sekaligus mempublish artikel ini jadi artikel ini terpublish tidak pada tempatnya I mean pada waktu yang sebenarnya (Gambar Indomienya gak usah saya upload yah kwkwkwk). 




0 comments:

Post a Comment