Monday, 17 April 2017

Memberdayakan dan Menyejahterahkan Tanah Papua

Bila menyebut nama Papua, kira-kira apa yang  akan terlintas di benak kalian? Beberapa orang mungkin akan menggambarkan keindahan alamnya hingga kekayaan alam yang terkandung di dalam perut bumi Papua. Keindahan alam dan kekayaan alam yang disajikan tanah Papua memang tidak akan pernah mengecewakan untuk dijelajahi maka tidak heran bila turis-turis dari luar juga turut berbondong-bondong untuk mencicipi salah satu surga nusantara ini. 

Pulau paling timur di Indonesia ini memang menyimpan banyak tempat-tempat wisata yang siap memanjakan mata para pelancong. Raja Ampat, Taman Nasional Teluk Cenderawasih, Danau Sentani, Taman Nasional Lorentz dan Lembah Baliem merupakan beberapa tempat wisata andalan di provinsi Papua. Selain itu, sumber daya alam yang melimpah seperti emas, batu bara, nikel serta hasil tambang lainnya juga merupakan komoditas-komoditas unggulan yang dimiliki oleh tanah Papua. Tidak sedikit perusahaan yang berlomba-lomba untuk berinvestasi di tanah yang kaya akan hasil tambangnya ini. Terlepas dari semua kelebihan yang dimiliki oleh Papua, di sisi lain Data Statistik menunjukkan bila Papua masih menjadi provinsi termiskin di Indonesia. Ironis memang, pada saat yang bersamaan Papua dikenal sebagai provinsi yang terkaya sekaligus provinsi termiskin di negeri ini.

Di negara-negara berkembang seperti Indonesia, kemiskinan menjadi salah faktor terlambatnya pertumbuhan ekonomi. Dalam halaman Kompas, Bank Dunia juga menyatakan bila perlambatan ekonomi yang masih terjadi di sejumlah negara berkembang diprediksikan akan menghambat upaya-upaya dalam pemberantasan kemiskinan dan pemerataan kemakmuran. Kemiskinan memang masih menjadi pekerjaan rumah yang belum terselesaikan hingga saat ini. Namun, terlepas dari fakta tersebut pemerintah tentu tidak tinggal diam menghadapi masalah ini. Presiden Jokowi di bawah kepemerintahannya tetap serius bekerja menangani salah satu isu penting di negeri ini. Berbagai upaya terus dilakukan pemerintah guna menekan angka kemiskinan terutama di wilayah Papua yang dinyatakan sebagai daerah termiskin di Indonesia.  

Percepatan Pembangunan dan Infrastruktur di Tanah Papua

Pemerintah pada tahun 2017 terus memaksimalkan upaya percepatan pembangunan di daerah Papua. Dikutip dari halaman Kementerian Keuangan Republik Indonesia, pemerintah pada tahun ini mengalokasikan dana sebanyak Rp. 4,96 triliun dimana untuk sumber daya air sebesar Rp. 411 miliar, jalan dan jembatan berjumlah Rp. 3,72 triliun, permukiman Rp. 132 miliar dan perumahan sebanyak Rp. 85,7 miliar. Selain itu, dana juga dialokasikan untuk provinsi Papua Barat sebesar Rp. 2,64 triliun yang terbagi atas alokasi infrastruktur sumber daya air Rp. 342 miliar, jalan dan jembatan sebesar Rp. 1,51 triliun serta untuk pemukiman berjumlah Rp. 129 miliar.  Salah satu program percepatan infrastruktur dari pemerintah yang sudah mulai terlihat perkembangannya adalah proyek pembangunan jalan trans-Papua. Program trans-Papua ini sendiri berfungsi untuk menghubungkan daerah Sorong yang terletak di Papua Barat dengan daerah Merauke.

Menurut Basuki Hadimuljono selaku Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dalam website Kementerian PUPR Republik Indonesia, “Pembangunan infrastruktur tidak hanya untuk mendorong perkembangan ekonomi di perkotaan tetapi membangun infrastruktur di perbatasan juga untuk mengurangi disparitas, sosial, ekonomi dan wilayah. Pembangunan jalan itu prinsipnya agar bisa lebih cepat, aman dan murah”. Langkah yang diambil pemerintah ini merupakan upaya untuk menekan tingginya biaya hidup yang masih terjadi di Papua dikarenakan akses lintas daerah yang sangat sulit dijangkau oleh masyarakat Papua. Pembangunan jalan trans-Papua yang rencananya akan rampung pada tahun 2019 mendatang merupakan jembatan yang akan menghubungkan perekonomian baru masyarakat di wilayah Sorong dan Merauke. Komitmen pemerintah terhadap peningkatan infrastruktur dan pembangunan di daerah Papua bisa menjadi solusi terhadap ketimpangan yang terjadi di kawasan barat Indonesia dan kawasan timur Indonesia. 

Memperkenalkan Papua Pada Dunia

Salah satu langkah pemerintah Indonesia dalam rangka memperkenalkan Papua ke dunia internasional adalah melalui pariwisata. Pada tahun 2016 kemarin, Kementerian Pariwisata Republik Indonesia gencar melakukan promosi wisata Raja Ampat yang ditampilkan melalui Times Square di New York. Promosi yang dilakukan pemerintah tersebut merupakan cara untuk menarik wisatawan Amerika Serikat untuk berkunjung ke Papua.  Dalam halaman Travel KompasElizabet Hutagao yang menjabat sebagai Kepala Bidang Komunikasi Media Ruang Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara Kementerian Pariwisata menyebutkan bila wisatawan asal Amerika Serikat merupakan pasar yang potensial untuk digarap karena mereka merupakan tipe wisatawan yang suka untuk menghabiskan masa liburan dengan waktu yang lama. Kemudian, terpilihnya Raja Ampat sebagai pemenang dalam festival film yang bertajuk The International Tourism Film Festival of Bulgaria on the East Coast of Europe ke-12 di Bulgaria tahun lalu merupakan bukti bila Papua bisa menjadi program wisata unggulan yang tak kalah dari provinsi lainnya di Indonesia.  Sangat disayangkan bila indahnya panorama alam dan uniknya kehidupan masyarakat Papua  tidak terekspos oleh turis mancanegara. 


Menjamurnya para pengguna sosial media juga semakin memudahkan pemerintah serta masyarakat dalam mempromosikan wisata di tanah Papua. Youtube sebagai tempat berbagi video oleh orang-orang di seluruh dunia dimanfaatkan oleh Kementerian Pariwisata Republik Indonesia dengan memasukkan berbagai macam video pariwisata dari seluruh daerah di Indonesia termasuk Papua. Instagram yang makin digandrungi oleh banyak kalangan juga menjadi salah satu media sosial paling popular untuk mempromosikan pariwisata Papua hari ini. Semakin dikenalnya Papua oleh masyarakat Indonesia hingga para turis mancanegara diharapkan mampu mendongkrak dan memperbaiki daya saing ekonomi sekaligus pariwisata masyarakat Papua dengan daerah lainnya


Pendidikan Berkualitas untuk Masyarakat Papua

Pendidikan untuk anak-anak Papua juga merupakan tonggak lahirnya generasi cerdas penerus bangsa. Sangat minimnya sarana dan prasarana menjadi faktor sulitnya anak-anak Papua menikmati bangku sekolah layaknya anak-anak di daerah lain. Statistik Indonesia mengungkapkan bahwa pada tahun 2015, sekitar 52 persen penduduk miskin pada usia 15 tahun ke atas hanya mampu menyelesaikan pendidikan hingga ke jejang SD/SMP. Bahkan, sebanyak 31 persen lainnya sama sekali tidak dapat menempuh jenjang SD. 


Fakta yang lebih mencengangkan lagi adalah data dari United Nations Development Program yang dikutip dari Dunia News Viva. UNDP mengungkapkan bila Papua memiliki jumlah anak putus sekolah terbanyak di Indonesia. United Nations Development Program atau Badan Program Pembangunan yang dinaungi oleh PBB ini juga menambahkan bila unsur sosial budaya maupun ekonomi menjadi penyebab ketertinggalan bidang pendapatan, kesehatan hingga pendidikan di beberapa daerah seperti Papua. Fakta ini kembali mempertegas bila masalah ekonomi masih menjadi salah satu penghambat bagi anak-anak di Indonesia untuk mengenyam pendidikan. 

Pada masa kepemimpinan presiden Jokowi, pemerintah terus menaruh perhatian besar terhadap dunia pendidikan di tanah Papua. Program beasiswa pendidikan untuk anak Papua menjadi prioritas utama bagi pemerintah. Salah satu penyedia beasiswa yang memberikan kesempatan besar bagi anak Papua untuk merasakan bangku universitas adalah  LPDP. Beasiswa ini dikelola langsung oleh Kementerian Keuangan Republik Indonesia. Beasiswa Afirmasi serta Beasiswa Indonesia Timur merupakan beasiswa yang dikhususkan untuk daerah tertinggal seperti Papua. Tidak hanya itu, pemerintah melalui program Afirmasi Pendidikan Menengah atau yang disingkat ADEM sejak 2013 hingga 2015 telah memberangkatkan 1047 pelajar untuk merasakan jenjang pendidikan SMA di luar Papua. Program pengiriman ratusan hingga ribuan guru-guru ke tempat-tempat terpencil melalui program Guru Garis Depan (GGD) ataupun program Sarjana Mendidik di Daerah Terdepan, Terluar dan Tertinggal (SM3T) merupakan langkah serius yang diambil pemerintah untuk pemerataan pendidikan. Target utama pemerintah melalui kegiatan-kegiatan ini adalah untuk membangun dan memberdayakan pelayanan pendidikan yang berkualitas untuk anak-anak di daerah-daerah terpencil termasuk Papua sehingga tidak ada lagi sekolah yang kekuarangan guru serta anak putus sekolah. Saat ini pemerintah telah dan akan terus berusaha mengurus permasalahan pendidikan di Papua namun, bantuan serta dukungan dari masyarakat luas tetap dibutuhkan untuk mencapai cita-cita pendidikan di tanah Papua.  

KEMISKINAN memang masih menghantui pulau paling timur di bumi pertiwi ini tapi usaha dan kerja keras adalah jawaban tepat untuk menghadapi permasalahan klasik ini. Sebuah kutipan dari Bapak B.J Habibie pada acara Habibie Festival beberapa waktu lalu menjadi penutup pada tulisan saya kali ini "We are at war with ignorance and poverty but we WILL win this war".

Wednesday, 12 April 2017

DR. Zakir Naik Visits Makassar 2017 #QuranandModernScience

The Eleventh of April of 2017. 09.00 PM (WITA).

Di postingan kali ini saya akan melanjutkan kembali pengalaman saya selama mengikuti kuliah umum DR. Zakir Naik tanggal sepuluh April kemarin. Tema yang diambil pada kuliah umum kali ini yaitu Quran and Modern Science. Adapun tempat yang dipilih oleh panitia untuk melaksanakan kegiatan ini adalah Baruga A.P Pettarani yang lokasinya berada di dalam kampus Universitas Hasanuddin. 

Pada pukul 05.00 AM saya dan teman-teman saya sudah bergegas meninggalkan para kasur. Setelah menunaikan shalat subuh kami pun segera bersiap-siap untuk mandi kemudian berpakaian. tepatnya pukul 06.15 AM kamipun siap meluncur menuju lokasi. Kebetulan saat itu saya memang sengaja menginap di rumah salah satu teman yang lokasinya berdekatan dengan lokasi dakwah DR. Zakir Naik. Hari Senin  sebagai simbol utama macet di Makassar membuat saya dan teman-teman memilih untuk berangkat lebih awal meskipun lokasinya dekat. Antrian panjang bersama para peserta lainnya yang berjumlah sekitar 10.000 orang merupakan hal yang paling saya hindari. Hari Senin pagi kemarin itu sebenarnya pagi yang sangat jarang terjadi dalam sejarah hidup saya selama beberapa bulan belakangan ini. Jadwal kuliah siang menjadi alasan saya untuk menempel erat di atas kasur setelah menunaikan shalat subuh. Sebut saja balas dendam dari bantai tugas-tugas tiap malamnya. 

Pagi itu jalanan masih tampak lengang. Udara dingin juga masih sempat menusuk hingga menembus jaket saya selama mengendarai motor menuju Unhas. Sekitar 06.30 AM saya pun tiba. Sekitar 10 meter dari atas kendaraan, saya sudah bisa melihat segerombolan orang-orang masuk menuju baruga. Setelah memarkir motor bersama teman-teman saya yang lainnya, kami pun menuju Baruga. Tak berselang lama Hp saya tiba-tiba berdering. Ternyata sebuah telepon dari teman saya. Katanya dia sudah berada di dalam Baruga. Dia menyarankan untuk segera bergegas naik sebelum antrian semakin panjang. Registrasi ulang dibagi menjadi dua dimana lantai dasar dikhususkan untuk ikhwan dan lantai dua untuk akhwat. Dari tangga menuju lantai dua  saya sudah melihat antrian yang sangat panjang. Setiba di atas saya langsung menghampiri panitia. Setelah menunjukkan e-tiket saya pun dipersilahkan masuk. Saya mengira setelah memperlihatkan tiket di pintu pertama para peserta sudah langsung bisa masuk untuk duduk manis ternyata proses registrasi ulangnya ketat juga. Di pintu selanjutnya kami diminta oleh panitia untuk menunjukkan tiket dan tanda pengenal kami baik itu KTP/SIM/Passport kemudian panitia mencatat nomor yang ada pada tanda pengenal kami. Sebelum masuk panitia juga memeriksa barang bawaan kami demi menghindari adanya peserta yang membawa senjata tajam. Berikut pemandangan yang sempat saya ambil selama berada di jalur registrasi. 






Beberapa peserta yang telah mendapat tiket indoor segera memasuki ruangan sementara yang tidak memiliki tiket diarahkan untuk tetap menunggu pengumuman selanjutnya dari para panitia. Berikut view yang sedang berlangsung setelah menyelesaikan tahap registrasi di dalam ruangan dan di luar ruangan gedung  baruga A.P Pettarani pada Senin pagi.
.


Setelah duduk di kursi masing-masing para peserta pun dihimbau untuk tetap menjaga ketertiban acara. Beberapa aturan memang telah disampaikan oleh panitia sebelumnya seperti tidak membawa makanan berat,  foto selfie atau foto mengarah ke podium, ataupun lalu lalang di depan podium. Berhubung belum ramai-ramai amat saya dan teman-teman lainnya menyempatkan untuk foto selfie dulu (Biar greget). 


Sekitar pukul 08.30 AM acarapun dibuka dengan lantunan ayat suci Al-quran dari seorang ustadz yang kemudian dilanjutkan pula oleh seorang qori dan qoriah yang masih berusia sekitar 10 tahun. Menjelang pukul 10.00 AM orang yang paling ditunggu-tunggu akhirnya tiba pula di atas podium. Yeah, he has come!!!. Saya tak kuasa menahan rasa bangga sekaligus bahagia saat melihat DR. Zakir Naik berada beberapa meter di hadapan saya. Meskipun saya berada di lantai 2 tapi Alhamdulillah saya masih bisa melihat beliau dengan sangat jelas walau jarak yang agak jauh. Beliaupun membuka ceramahnya dengan membagikan rasa bahagianya bisa berada di Indonesia sebagai negara muslim terbesar di dunia. Selanjutnya beliau mulai membahas mengenai Quran and Modern Science. Selama berceramah sekitar 30 menit, beliau membahas banyak hal mengenai kebenaran Al-quran tentang alam semesta. Bahkan beliau juga membahas tentang bentuk bumi berdasarkan Al-Quran (Pasukan Flat Earth mana suaranya??? :D). Setelah beliau mengakhiri ceramahnya beliaupun membuka sesi tanya jawab dari para peserta. Pada acara tersebut beliau memprioritaskan penanya dari kalangan non-muslim. Dalam dakwahnya kali ini ada 8 orang yang telah dipandu syahadat oleh beliau dan memutuskan untuk memeluk agama Islam. Sebenarnya saya tidak ingat benar urutan dan siapa saja penanya-penanya selama acara berlangsung. Saya hanya mengingat ada beberapa penanya yang benar-benar menggetarkan hati saya sampai-sampai tissue saya habis saking terharunya saat mereka mengucapkan dua kalimat syahadat T_T. 

Penanya pertama merupakan seorang perempuan dimana dia menyatakan tidak memiliki pertanyaan untuk DR. Zakir Naik. Dia hanya ingin menjadi muallaf dan masuk Islam. Setelah diberikan beberapa pertanyaan oleh DR Zakir Naik tentang keseriusannya memeluk Islam akhirnya beliaupun memandu perempuan tersebut untuk bersyahadat. Kemudian, pertanyaan selanjutnya dari seorang perempuan juga yang merupakan seorang pemeluk agama katolik. Dia sebelumnya telah mempelajari Islam dan berniat untuk memeluk agama Islam namun ditentang oleh orang tuanya. Selama diberikan penjelasan mengenai keutamaan mencintai orang tua dan Islam dari DR. Zakir Naik, terlihat perempuan ini terus meneteskan air matanya. Setelah mendengar jawaban dari DR. Zakir Naik iya pun meminta kesempatan untuk bertanya sekali lagi. Beliau pun mengijinkannya untuk kembali bertanya. Dengan air mata yang terus mengalir perempuan inipun melanjutkan pertanyaannya. Kalau tidak salah dengar begini kira-kira pertanyaannya "Sir, why do Bibble always change but Quran never change?" Dengan tersenyum sambil memuji pertanyaan perempuan tersebut beliaupun menjelaskan tentang banyaknya versi injil yang telah ada hari ini. Beliau bahkan memiliki banyak kumpulan koleksi kumpulan injil berbagai versi tersebut. Hingga tibalah ruangan penuh dengan tangis haru. Yah, perempuan tersebut telah yakin pada dirinya bahwa Islam adalah agama yang sempurna. Sambil terus menyekah air matanya beliaupun mengikuti kalimat syahadat yang diucapkan oleh DR. Zakir Naik. Dengan suara yang bergetar, perempuan tersebut terus melanjutkan ucapan syahadat yang juga terus dipandu oleh dua orang translator yang berada di sampingnya. Saya bisa merasakan aura-aura yang sangat hangat di dalam ruangan tersebut. Tangisan saya pun semakin menjadi-jadi  setelah perempuan tersebut menyelesaikan ucapan syahadat di hadapan kami semua. Tidak hanya itu, saya juga terpukau dengan pertanyaan seorang lelaki non muslim yang kemudian memutuskan memeluk islam setelah memberikan pertanyaan tentang mengapa wajah Yesus berbeda-beda. Pertanyaan yang juga membuat isi ruangan kembali riuh adalah pertanyaan dari seorang perempuan yang merasakan kebingungannya tentang wujud Tuhan. Begini kira-kira pertanyaannya "Mengapa Tuhan dan Nabi di dalam agama Islam tidak berwujud dan tidak bisa dilihat sedangkan di agama yang saya anut, saya bisa melihat wujud Tuhan saya". Dengan cerdas DR. Zakir Naik pun menjawab pertanyaan perempuan tersebut dengan menjelaskan tentang esensi udara yang tak bisa dilihat namun bisa dirasakan. Air matanya terus berlinang sambil mendengar penjelasan DR. Zakir Naik tentang Allah SWT yang tak bisa dilihat secara wujud namun kita bisa merasakan kebeardaannya lewat tanda-tanda kekuasaanya di atas bumi ini. Selama acara gemah takbir terus berkumandang di dalam ruangan. Air mata haru dan bahagia terlihat jelas dari mata dan raut wajah dari para peserta hingga acara selesai. 

Menjelang pukul dua siang DR. Zakir Naik mengakhiri acara yang bertemakan Quran and Modern Science ini. Acara ini sekaligus penutup rangkaian acara dakwah DR. Zakir Naik selama berada di Indonesia. Setelah mendapat cendera mata dari pemerintah Sulawesi Selatan beliaupun pamit dan kemudian meninggalkan ruangan. Para peserta satu persatu juga berjalan meninggalkan tempat mereka masing-masing. Di pintu keluar ternyata kami ditahan oleh beberapa panitia untuk mengambil konsumsi yang tersedia. Para panitia kayaknya sadar kalau saya kelaparan karena mengeluarkan banyak energi untuk menangis selama acara. Sebelum meninggalkan gedung saya dan teman-teman menyempatkan untuk isi perut dulu di luar ruangan. 

 kam

Setelah santapan terakhir, saya dan teman-teman yang lainnya mulai meninggalkan baruga dan beranjak menuju parkiran. Setelah tiba di rumah, saya merasa sedih, sesak, haru hingga bahagia di dada saya. Dada saya masih sesak bila mengingat semua saudara-saudara saya mengucapkan dua kalimat syahadat yang kemudian diiringi kalimat Takbir. Ada kebahagiaan yang bercampur jadi haru saat saya mengingat lagi bila  DR. Zakir Naik dan saya benar-benar berada di tempat yang sama saat itu. Sedih juga rasanya saat melihat beliau berjalan meninggalkan panggung kemudian menghilang di antara kerumunan orang yang mengelilinginya. Hmmmm kira-kira kapan saya dan di mana saya bisa melihat dan mendengar dakwah beliau lagi yah? Anyway 10 April 2017 kemarin merupakan hari yang benar-benar berkesan bagi saya. Terima kasih para panitia yang telah mengorbankan fisik dan mentalnya untuk menyukseskan acara ini. Di tunggu event yang menginspirasi selanjutnya yang tentunya dengan persiapan yang lebih baik lagi. 

~For DR Zakir Naik, thank you very much for your coming in my home country. I do apologize for some bad statements and news from some media in Indonesia. A bunch of thanks also for your trust to some people and Islam organizations in supporting till conducting this inspirational event. May the peace, mercy and blessing of Allah be upon you. Amiin ya Rabbal Alamiin~





Tuesday, 11 April 2017

DR. Zakir Naik Visits Makassar 2017 #ETicketHunters


The tenth of April of 2017. 11.50 PM (WITA). 

Assalamu Alaikum Warrahmatullahi Wabarakatu dan selamat malam para readers sekalian. Kalian mungkin agak canggung dengan opening pada blog saya kali ini kok tumben saya pake salam segala. Well, saya memang lagi tidak melakukan pencitraan untuk dicap sebagai muslimah sholehah yah guys. Suasana rohani saya lagi bagus-bagusnya hari ini. Sebenarnya dari pagi sampai siang hari ini saya baru saja mengikuti kuliah umum yang dibawakan oleh salah satu ulama yang sudah tenar hingga ke berbagai negara lewat dakwah-dakwahnya yang menggetarkan banyak umat termasuk non-muslim. Tak jarang kita melihat banyak non-muslim yang bersyahadat pada setiap ceramahnya. Nama DR. Zakir Naik memang sudah tidak asing di telinga kita. Bahkan wajahnya pun sudah sangat khas di mata kita. Gaya dakwahnya yang terkenal militan, isi ceramah-ceramahnya yang menarik untuk terus kita kaji hingga kemampuannya menguasai kitab-kitab dari agama lain membuat DR Zakir Naik menjadi idola di banyak orang. Dibalik kepopulerannya ternyata banyak juga pihak-pihak yang tak senang  dengan beliau. Banyaknya non muslim yang telah memeluk islam setelah menonton video-video dakwahnya hingga berdiskusi bahkan berdebat dengannya menjadikannya musuh di mata beberapa pihak. Mereka kocar-kacir terhadap kecerdasan dan argumen-argumennya yang sangat sulit untuk dibantah. Kehadirannya untuk melakukan dakwah di beberapa tempat menjadi angin segar bagi penggemar dakwahnya sekaligus badai bagi musuh-musuhnya yang kontra terhadap pendapatnya. Tahun ini empat kota telah terpilih menjadi lokasi untuk DR Zakir Naik melakukan ceramah. Kota pertama yaitu Bandung, lalu Yogyakarta, Gontor, Bekasi, dan yang terakhir adalah Makassar.

Saat membaca berita ini di salah satu fanfage DR Zakir Naik Visit Indonesia saya terkejut bukan main. Bagaimana tidak ceramah-ceramah beliau hanya bisa saya nikmati lewat youtube ataupun channel streaming lainnya dan sekarang saya punya kesempatan kece untuk  mendengar sekaligus melihat langsung beliau berceramah di hadapan saya.  Sekitar beberapa minggu yang lalu secara resmi panitia dakwah DR. Zakir Naik Makassar telah mengumumkan informasi pendaftaran kegiatan ini. 10 ribu peserta merupakan jumlah yang telah dipatok oleh panitia. Jangan heran sekitar satu minggu penuh itu saya mengambil kerja part time  untuk nongkrongin fanpagenya. Pada minggu pertama link survey telah diposting dan satu minggu kemudian akhirnya panitia mengeluarkan link resmi pendaftaran. Dengan secepat kekuatan cahaya sayapun langsung menelusuri alamat http://fuib-sulsel.com/ yang sudah tertera unfortunately, website yang bersangkutan mengalami gangguan. Jadwal pendaftaran yang dibuka pukul 08.00 AM-10.00 AM terpaksa diundur menjadi pukul 13.00 PM. Info yang mengecewakan ini membuat saya banting stir menuju kasur sambil ngecharge Hp saya. Menghabiskan waktu untuk guling-guling di kasur sekitar lima jam kayaknya buang-buang tenaga menurut saya. Laptop yang saya bajak dari ponakan saya terlihat menggoda di pojok kamar. Saya teringat beberapa drama yang belum saya nonton dan ternyata ampuh juga untuk mengusir lelahnya menanti jam satu siang. Waktu telah menunjukkan pukul 13.00 PM dan saatnya saya bergerak dengan sigap kemudian masuk pada laman pendaftaran dan.......... ternyata server masih bermasalah. Well, mari kita bersabar lagi. Saya mencoba untuk beralih ke halaman facebook dan tampaknya orang-orang sudah ramai di dalam sana untuk ngoceh kiri kanan tentang masalah ini. Puluhan hingga ratusan koment sudah menyerang admin fanpage tersebut gara-gara diPHP-in sama jadwal pendaftarannya, syukur-syukur semuanya bukan haters kwkwkwk. Ada keinginan untuk nimbrung tapi kolom koment terlihat menyesakkan takutnya saya kejepit di antara komentator. Dari pada saya buang-buang energi scrolling baca komentar mending saya berusaha untuk tembus link pendaftarannya. Setelah menekan enter, garis biru di browser saya terlihat malas untuk membentuk garis memanjang hingga ke ujung but wait a moment, the website had been opened only for one click to the page! Saya serasa menang lotre pas bisa input biodata buat daftar then I am done, yosh!!!.

Setelah daftar sayapun bergegas untuk sholat takutnya setan menjerumuskan saya untuk menikmati kemenangan ini di antara kontestan yang lain (Ehh maaf ini bukan acara dangdutan). Setelah sholat sayapun masuk ke laman facebook lagi ceritanya mau pamer gitu kalau saya sudah lolos jadi peserta dan booommm lagi lagi adminnya posting info tentang pembatalan registrasi yang telah berhasil dilakukan sebelumnya. Saya disuruh daftar ulang ke laman yang tercantum. Info ini bikin wajah saya yang sebelumnya sudah adem habis sholat malah kusut lagi. Dengan hati yang ikhlas dan kuat akhirnya saya pun mendaftar ulang then God was still in my side at the day. Alhamdulillah saya sukses untuk daftar kedua kalinya. Saya pun mengirimkan bukti ke fanpage facebook kalau saya berhasil melakukan pendaftaran. Di antara puluhan komentator yang lagi sakit hati kepada admin gara-gara gagal tembus website, bukti pendaftaran saya bagaikan secercah cahaya di tengah kegelapan. Saat itu juga saya jadi artis dadakan di fanpage. Beberapa orang meminta saya untuk mendaftarkan diri mereka dan dengan sok manis saya pun mempersilahkan mereka untuk mengirimkan data-data mereka ke inbox saya. Setelah beberapa lama, saya merasa ada yang aneh kok inbox saya sepi-sepi saja yah tapi kemudian saya baru tahu kalau ternyata pesan tersebut masuk di bagian filter obrolan saya. Lebih mengenaskannya lagi karena saya baru mendapatkan pesan-pesan tersebut tadi siang it means that I have a lot of message which I have not read yet for some days ago. Sekali lagi saya minta maaf atas kekudetan saya terhadap pesan-pesan yang telah dikirim oleh beberapa orang di akun fb saya. Terlepas dari ketidaktahuan saya tentang filter chat tersebut ternyata saya masih bisa berguna untuk beberapa teman saya. Paling tidak saya merasa ada gunanya juga kwkwkkw. Beberapa teman saya saat itu melihat bukti pendaftaran yang saya posting di beberapa akun sosmed saya dan walhasil sayapun menjadi calo tiket untuk beberapa hari berturut-turut. Yah lumayanlah buat olahraga jari di keyboard HP karena kebetulan di antara teman-teman saya ternyata cuma saya yang sukses tembus jaringan padahal banyak yang sudah gonta-ganti HP buat daftar bahkan  ke warkop segala untuk daftar acara ini. I was lucky at the time deh kayaknya. 

Menuju H-5 beberapa orang sudah mendapatkan tiket di email mereka masing-masing namun tidak bagi saya. Menuju H-2 saya sudah harap-harap cemas karena anggota yang sudah saya daftarkan sudah hampir dapat tiket semua. Sayapun sudah pasrah untuk menjadi peserta outdoor yang jelas saya harus ikut tanggal 10 April nanti. H-1 pun tiba dan makin banyak teman-teman saya yang sudah mendapatkan tiket di email mereka dan sekali lagi tidak bagi saya. Kayaknya ini teguran karena saya sudah jadi calo tiket selama beberapa hari mungkin. Selama seharian saya tidak pernah bosan-bosan merefresh email saya hingga tiba-tiba saya terpikir untuk mengubek-ubek semua pesan dalam email saya. Dan benar saja saya menemukan secarik email dari panitia DR Zakir Naik Visits Makassar di kotak bulk mail saya. Permainan Tuhan memang sulit untuk ditebak but fthhhhhh finally I received it!!!



Setelah mendapat balasan tiket sayapun kembali menuju fanpage FB untuk membeberkan kabar yang saya rasa cukup spektakuler dikalangan para peserta yang masih ngamuk-ngamuk tidak dapat balasan dan kejelasan email dari adminnya. Setelah menginfokan untuk mengecek ulang kotak spam di email mereka masing-masing ternyata beberapa di antara mereka mengalami kejadian yang sama dengan saya. Tiketnya nyangkut di spam ternyata. Beberapa jam menuju 10 April saya masih asik kepoin info-info terbaru dari fanpage tersebut serta melihat koment-koment terpanas yang baru saja bermunculan. Sebenarnya saya sangat menyayangkan orang-orang yang menggunakan kata-kata kasar dalam tiap kolom komentar di fanpage tersebut. Sebenarnya kalian kenapa ngotot amat sampai mengeluarkan kata-kata mutiara seindah itu? Ngebet nonton DR. Zakir Naik ceramah saya rasa tidak perlu berlebihan seperti itu. Saya bukannya bela-belain adminnya yah, mengurus event sekelas internasional begini bukan persoalan yang gampang. Panitia tidak ongkang-ongkang kaki mempersiapkan kegiatan ini. Membagikan 10 ribu tiket untuk peserta bukan hal yang mudah. Makanya banyak tiket yang nyangkut yah kayak saya contohnya tapi itu bukan berarti itu kesalahan panitia sepenuhnya. Harusnya marah-marah juga sama provider yang kalian pake kenapa bisa lemot (Jeritan hati saya kemarin hikz hikz).

Selain itu budaya berkomentar nampaknya lebih unggul daripada budaya membaca. Panitia sudah memposting beberapa informasi tentang masalah yang sedang dihadapi peserta plus solusinya sayangnya banyak di antara mereka yang lebih suka komentar dari pada membaca postingan-postingan dari panitia dan pada akhirnya keluarlah kata-kata mutiara yang bikin saya sakit mata bacanya. Yah intinya perburuan tiket hingga menjadi calo tiket sudah memberikan pengalaman yang seru sekaligus telah melatih jari-jari saya untuk lebih bergerak aktif. Selamat bagi peserta yang sudah mendapatkan tiket indoor dan outdoor. Bagi yang tidak sempat ikut langsung mendengarkan ceramah DR. Zakir Naik, live show dari beberapa TV lokal bisa menjadi pilihan terbaik buat kalian hari ini bukan?  

~To be continued~