Sunday, 2 June 2019

Ammaca dan Tradisi Lebaran


Hai readers! Selamat berjumpa kembali dengan konten Ramadan ke 25 saya hari ini. Well, di beberapa menjelang lebaran hari raya lebaran ini saya akan sedikit berbagi cerita tentang tradisi lebaran yang sering saya lakukan bersama keluarga besar saya di kampung.

Biasanya di momen-momen akhir Ramadan seperti ini saya dan keluarga biasanya sudah sibuk atur jadwal untuk membuat kue-kue lebaran. Kenapa atur jadwal soalnya kami biasanya bergiliran membuat kue lebaran. Hari ini di rumah tante A, besoknya di rumah tante B dan begitu seterusnya. Dan momen-momen seperti inilah yang sering saya rindukan kalau Ramadan dan aura-aura lebaran sudah berakhir. Rindu keliling rumah keluarga di kampung untuk mencicipi kue-kue yang sudah dibuat sekaligus silaturahmi dan maaf-maafan pastinya. Selain icip-icip kue tradisi yang sering saya lakukan habis sholat ied adalah nyekar ke makam almarhum bapak saya. Setiba di rumah saya biasanya langsung hunting bunga dan daun pandan di sekitaran rumah. Berhubung tanaman di halaman rumah kebanyakan bunga jadi ya saya tidak repot-repot beli bunga. Begitu juga sama daun pandan yang tumbuh subur hampir di setiap rumah orang-orang di kampung. Nah habis nyekar dari makam bapak biasanya setiba di rumah satu persatu keluarga besar yang kebetulan tinggal berdekatan sama saya pun datang bersilaturahmi sambil maaf-maafan dan juga makan-makan pastinya. Selain itu, memasuki pukul Sembilan sampai sepuluh pagi giliran saya dan keluarga di rumah biasanya dapat panggilan makan-makan di rumah om yang kebetulan jadi tetangga juga. Tak seperti di rumah yang biasanya bikin kegiatan ammaca di hari terakhir puasa, di rumah om saya, beliau memilih ammaca pas seusai shalat idul fitri. Adapun ammaca bagi kebanyakan masyarakat Makassar ini adalah semacam syukuran atau rasa terima kasih kepada Allah yang masih memberikan rezeki kepada kami untuk dipertemukan pada lebaran tahun ini. Ya saya sih mengartikan kegiatan ammaca ini seperti itu, walaupun sebenarnya ada berbagai bentuk atau cara untuk mensyukuri karunia dan rahmat Allah SWT, tapi bagi keluarga kami, ammaca adalah salah satu tradisi sekaligus cara untuk mengucap rasa syukur tersebut.

Well readers, kurang lebih seperti itulah siklus tahunan di tiap hari raya di keluarga saya. Semoga siklus ini tetap terjaga seterusnya.


0 comments:

Post a Comment