Sunday, 2 June 2019

Baju Lebaran Ala Saya



Selamat datang kembali di blog saya para readers sekalian! Beberapa hari menuju hari lebaran apa saja yang telah kalian siapkan untuk memeriahkannya? Kue-kue lebaran, ketupat, opor ayam, THR untuk ponakan, atau baju lebaran? Kalau baju lebaran kayaknya sudah jadi semacam kewajiban yah tiap menyambut hari raya ini. Baik anak-anak sampai orang tua semua kayaknya sangat perlu dengan yang namanya baju lebaran. Selain ketupat, opor ayam, kue lebaran dan THR, baju lebaran memang sudah menjadi semacam icon utama tiap hari lebaran tiba. Baju lebaran sudah identik dengan yang namanya hari raya, semua serba diperbaharui demi menyambut hari yang fitri ini.

Berbicara soal baju lebaran, saya pribadi sebenarnya agak kurang peduli untuk membeli baju lebaran  setiap hari raya tiba. Kalau dibelikan baju sama orang tua Alhamdulillah, dapat THR baju lebaran Alhamdulillah, dan kalau tidak dapat baju lebaran juga Alhamdulillah soalnya saya adalah tipe orang yang jarang sekali memiliki niat untuk membeli baju baru tiap hari raya tiba tapi ya seperti yang saya bilang sebelumnya kalau dibelikan atau dikasih baju baru tentu saya pakai dong kwkwkw.  Sebenarnya, saya jarang atau bahkan tidak pernah membeli baju lebaran bukan karena saya berhemat atau pelit sama diri sendiri (Tapi kalau dipikir-pikir bisa masuk kategori hemat sama pelit sih wkkwk) melainkan saya punya stok baju yang jarang saya pakai so, mending pakai mereka saja. Terus alasan yang kedua adalah Ibu saya punya banyak koleksi baju yang jarang dipakai. Ya, beliau adalah seorang fashionista pada masanya. Karena sekarang beliau sudah berumur dan juga sudah jarang bepergian alias kebanyakan di rumah saja maka dari itu tanpa perlu repot-repot beli baju ya saya utak-atik saja lemari ibu saya hehe. FYI para readers sekalian sejak zaman kuliah sampai sekarang hampir semua baju saya itu juga hasil permak dari koleksi baju-baju ibu saya. Mungkin saya memang dilahirkan sebagai seorang perempuan yang tidak hobby belanja pakaian dari rahim seorang ibu fashionista. I can call it destiny. Allah blesses me!

Kemudian, alasan yang terakhir kenapa saya malas pakai baju baru pas lebaran adalah karena saya lebih suka dasteran ke tempat shalat ied. I do not why but I find a homey feeling in daster. Pokoknya memakai daster itu semacam kepuasan dan kenyamanan tersendiri untuk saya. Kalau pun punya baju baru biasanya habis shalat ied baru dipakai, kalau sudah mulai gerah barulah saya kembali memakai daster. Ya, my family sometime laughs at me when looking my dress di hari raya but I know I am not alone, saya juga punya sepupu yang memiliki kepribadian seperti saya ini pas hari raya hehe. So, kalau baju lebaran ala kalian bagaimana readers?     


0 comments:

Post a Comment