Thursday, 3 September 2020

Review Buku: 5 CM. Aku, Kamu, Samudera dan Bintang-Bintang





Judul Buku: 5 cm. Aku, Kamu, Samudera dan Bintang-Bintang

Penulis: Donny Dhirgantoro

Penerbit: PT. Gramedia Widiasarana Indonesia

Tahun Terbit: Cetakan Pertama Juli, 2020

ISBN: 9786020524665

Jumlah Halaman: 498

Hai, hai! Welcome back to my review board again para readers sekalian! Pada kesempatan kali ini, saya akan membagikan sebuah review sekuel novel best seller dari Donny Dhirgantoro yang berjudul 5 cm. Aku, Kamu, Samudera dan Bintang-Bintang. Donny Dhirgantoro selaku penulis sebenarnya sudah sering memberikan spoiler tentang novel ketiganya ini lewat akun twitternya @donny5cm. Makanya, twitternya sering diburu pertanyaan "kapan rilis?" sama pernyataan "Sudah gak sabarrrrr!". Saya sendiri termasuk salah satu followers yang sering banyak tanya soal kapan novel ini rilis di kolom reply tweetnya beliau. Saya ceritanya mau minta maaf juga nih bang kalau kemarin-kemarin sering banyak tanya di twitternya hehe. Dan terima kasih juga sudah memberikan karya yang luar biasa untuk kami baca di tahun ini.  


Yup, pada akhirnya, penantian para followers yang tidak sabaran itu pun berakhir. Sekuel novel 5 cm. Aku, Kamu, Samudera dan Bintang-bintang akhirnya resmi terbit di bulan Juli, 2020. Tentu para bucin novel 5 cm. sudah sangat-sangat menantikan bagaimana kelanjutan dari kisah persahabatan Zafran, Genta, Ian, Arial dan juga Riani di dalam novel ini. Nah, buat yang belum baca, berikut review saya buat kalian.

 

Blurb

Ia di sini sekarang, perjalanan pulang setelah Mahameru-Perjalanan Hati-puncak tertinggi Jawa, dan segalanya tentangnya. Alih pandangnya sekarang melihat jendela kereta Matarmaja yang melaju membawanya pulang menuju Jakarta. Pejaman mata dan tarikan nafasnya, seakan mencoba menjawab segala pertanyaan besar yang terus memenuhi benaknya semenjak kemarin Ranu Kumbolo hilang dari pandangannya. Pertanyaan-pertanyaan yang bukan dari siapa-siapa, tetapi dari dirinya sendiri.

Teruntuk yang tidak lain adalah diriku sendiri…

Zafran, manusia paling idealis, humanis dan fantastis…

Manusia paling keren di tongkrongan ini…

Review

Selepas perjalanan panjang yang luar biasa dari Mahameru, realita kembali menanti mereka berlima. Genta yang sibuk dengan bisnisnya, Riani yang kembali dengan rutinitas kantor yang padat, Arial yang juga mulai sibuk untuk menjalankan bisnis orang tuanya serta Ian yang sedang bahagia-bahagianya bekerja dengan dosen pembimbing andalannya yang namanya tidak boleh disambung itu, Seokonto Legowo. Berbeda dengan teman-temannya yang lain, Zafran masih menikmati hidup yang lurus-lurus saja sebagai pengangguran.

Temen-temen lo nanti udah pada kerja, udah pada nikah, udah punya anak, elo masih gini-gini aja? Tapi-tapi, tunggu dulu, terus emangnya kalau temen-temen gue udah pada kerja? Gue juga harus kerja gitu? Terus emangnya kalau temen-temen gue udah pada nikah? Gue juga harus nikah gitu? Buat apa? Buat pose sama orang-orang gitu? Buat pencitraan sama society? Nikah sama siapa? Kerja apa? Bukannya harusnya kalau lo mau kerja, bukan gara-gara temen-temen lo lah. Lo mau kerja karena lo mau berkarya. Iya itu harusnya kan, Ple? Bukan kayak rencana lo nanti mau random aja nyari lowongan kerja, mana aja yang dapet, mana aja yang interviu coba-coba ke sana ke mari sampai ada yang nyangkut.

Di tengah pergelutan idealismenya itu, pada akhirnya Zafran memutuskan untuk menerima pekerjaan pertamanya setelah menyebar lembaran-lembaran CV di mana-mana. Ya, Zafran meneruskan jejak mamanya sebagai seorang pegawai Bank elite di Jakarta. Ia juga tidak habis pikir, di antara semua kantor dan perusahaan, bisa-bisanya ia menjadi pegawai bank seperti profesi turun-temurun di keluarganya itu. Selama bekerja, setiap pagi bagi Zafran adalah neraka. Ia bangun karena terpaksa, bukan bangun untuk menyambut rutinitasnya sebagai pegawai kantoran. Meskipun begitu, suka atau tidak suka, Zafran tetap harus menjalani realita itu.  

Ada orang yang impiannya ya di sini, seperti dirinya, dan kita harus hargai semua pilihan manusia. Karena Zafran tahu jadi karyawan bukan pekerjaan gampang, seperti mamanya, datang ke tempat yang sama, berpuluh-puluh tahun lamanya, Zafran biar tengil percaya, semuanya nggak ada yang instan, kadang lo harus telen semuanya, enak nggak enak, karena semua adalah rasa dari perjuangan setiap diri sebagai orang manusia.

Saat Zafran sudah mulai sibuk menjalani hidupnya sebagai pegawai bank, bayang-bayang wajah Riani semenjak pengakuan cintanya untuk Zafran di depan Genta di Ranu Kumbolo saat itu terus menemaninya. Semakin hari, Zafran semakin sadar kalau ia begitu menyayangi, sangat menyayangi perempuan itu. Namun, di sisi lain, Zafran belum sanggup mempertaruhkan persahabatannya dengan Genta demi menjadi lelaki untuk Riani.

Kesibukan demi kesibukan telah menjadi kehidupan baru dari kelima sekawan itu selepas pulang dari Mahameru. Dan tanpa mereka sadari, sudah tiga bulan lamanya mereka tak pernah berkumpul di Secret Garden lagi. Hari-hari telah berlalu tanpa pertemuan hangat seperti biasanya. Tak berselang lama, Riani memutuskan berangkat ke Amerika selama setahun demi jenjang karirnya di perusahaan. Genta pun sudah memiliki kantor dan pegawai sendiri sehingga membuatnya semakin tenggelam bersama client-clientnya. Arial di tengah sibuknya mengontrol perusahaan ayahnya juga tengah kelabakan mengurus pernikahannya dengan Indy. Begitu juga dengan Ian yang diam-diam tengah mempertimbangkan dirinya untuk melanjutkan kuliahnya di Manchester. Tak jauh berbeda dengan Zafran yang makin hari makin akrab dengan yang namanya lembur.

Seiring berjalannya waktu, banyak hal yang kembali terjadi di kehidupan mereka masing-masing. Genta yang tiba-tiba jatuh sakit karena kelelahan mengurus bisnisnya, Ian yang harus kehilangan ayahnya sebelum mewujudkan mimpi Ayahnya untuk kuliah di Manchester, Arial yang mengalami krisis dalam hidupnya menjelang pernikahannya, Zafran yang kemudian memutuskan resign dari kantornya demi mengejar impiannya menjadi penulis, serta ada Riani yang selalu rindu untuk kembali ke Indonesia demi berkumpul dengan sahabatnya serta demi melihat wajah Zafran, sang lelaki yang ia cintai sudah sejak lama.  

Hingga pada akhirnya pada suatu malam di Secret Garden, Genta, Zafran, Ian dan Arial memutuskan bertemu dan memulai perjalanan gila kembali.

“Tiap tahun, tiap Agustus, sesibuk-sibuknya kita.”

“Setiap Agustus, setiap tempat indah di Indonesia.”

“Pada mau tahu nggak kita mau ke mana?”

“Oh enggak dong nanti aja, Ta.”

“Udah diem aja lo, Ta, kita enggak mau tahu pokoknya diem lo Ta….”

 

Setiba Riani di Indonesia, kisah persahabatan dari lima sekawan ini kembali berlanjut dengan menjelajahi keindahan bumi nusantara yang tak pernah ada habisnya. Satu persatu kisah dimulai lagi lewat perjalanan itu. Persahabatan, cinta, cita dan impian, semuanya hadir bersama mereka saat itu.  

 

Belum pernah ada bukti-bukti nyata dalam angka yang bisa dipecahkan oleh ilmu pengetahuan tentang bagaimana keajaiban sebuah impian, persahabatan, cinta dan keyakinan bisa membuat begitu banyak perbedaan yang bisa mengubah kehidupan manusia. Belum pernah ada.
Hanya mimpi dan keyakinan yang bisa membuat manusia berbeda dengan mahluk lainnya. Hanya mimpi dan keyakinan yang membuat manusia menjadi sangat istimewa di mata Sang Pencipta. Dan, yang bisa dilakukan seorang mahluk bernama manusia terhadap mimpi-mimpi dan keyakinannya adalah memercayainya.
“Percaya pada 5 cm, di depan kening kamu.”

 

My Impression

Membaca novel sekuel 5 cm. Aku, Kamu, Samudera dan Bintang-Bintang membuat saya terus speechless dengan kisah persahabatan Zafran, Genta, Ian, Arial, dan juga Riani.  Bisa-bisanya novel setebal hampir 500 halaman ini bisa bikin saya ketagihan tiap halamannya. Perjalanan keliling pulau dari Jawa, Bali, Lombok, Sumbawa sampai ke Kenawa asli bikin merinding dan haru.  Apalagi pas perayaan 17 Agustus di puncak pulau Kenawa, saya baca novel ini sampai nangis, seriously!

Mungkin itulah cinta yang sebenarnya, mencintai Tanah Air di saat susah, di saat semua masalah datang mendera, mencintai tak hanya di saat-saat indah, tetapi di saat tanah ini memerlukan harapan-harapan dan perjuangan baru dari anak-anaknya. Indonesia adalah harapan yang tak pernah mati. Cinta tak terbatas, cinta tak berbalas, cinta tanah ini kepadamu.

“17 Agustus tahun lalu, kita di Mahameru…”

“17 Agustus ini kita di Kenawa.”

“…dan akan ada lagi tujuh belas Agustus-tujuh belas Agustus berikutnya….”

“Karena Indonesia, masih harus ada hari ini besok….”

“….dan seribu tahun lagi….”

Merah Putih pun berkibar di Puncak Pulau Kenawa. Semuanya tersenyum, memberi hormat kepada Sang Saka dan saling berpelukan. Pagi itu di tanah Nusa Tenggara, pulau Kenawa indah sekali, Merah Putih berkibar di puncaknya di tanah harapan, tanah juang dan cita.

Donny Dhirgantoro sudah kayak Genta  yang selalu memberikan ide gila dan unpredictable di dalam setiap alur novel ini. Masih seperti kesan saya di novel 5 cm. sebelumnya, novel sekuel 5 cm. Aku, Kamu, Samudera dan Bintang-Bintang ini sudah seperti paket komplit untuk saya. Dari ngakak, marah, sampai nangis semua emosi saya benar-benar terluapkan lewat novel ini. Serunya lagi, karena efek nonton film 5 cm. sebelumnya, jadinya saya tidak perlu berimajinasi lagi membayangkan sosok Genta, Zafran, Arial, Ian dan Riani itu seperti apa. Karakter kuat para pemain di film 5 cm. yang memerankan Genta, Zafran, Arial, Ian dan juga Riani membuat alur di novel ini menjadi benar-benar terasa hidup.

Overall, sekuel novel 5 cm. Aku, Kamu, Samudera dan Bintang-Bintang ini benar-benar wajib dibaca buat kalian yang suka travelling apalagi buat kalian yang sudah baca novel 5 cm. atau nonton film 5 cm. sebelumnya. Novel ini juga bisa jadi rekomendasi buat kalian yang punya rencana  menjelajahi spot baru yang indah dan cantik  dan belum pernah kalian kunjungi sebelumnya di Indonesia. Trust me! 


2 comments: