Run On (Review)

Review Run On

Hello Readers! Welcome back to my review board again! Well, Kalau ada istilah “Don’t judge a book by its cover”, saya ingin menambahkan satu istilah lagi: “Don’t judge a drama by its synopsis.” Sinopsis Run On yang tersebar di media-media online ataupun akun-akun drama di sosial media sejujurnya tidak begitu menarik minat saya untuk menonton drama ini. Tapi seperti yang saya bilang, sinopsis yang biasa-biasa saja tidak menjamin bahwa dramanya juga akan biasa-biasa saja. Terus saya nonton ini karena apa? Simple. Cuma karena liat foto still cut Shin Se Kyung sama Im Si Wan yang chemistrynya meluber-luber. Saya menonton drama ini tanpa ekpektasi yang tinggi. But I will never regret my decision to give this drama a try.

Not A Typical Drama

Kita akan dipertemukan dengan Ki Seon Gyeom (Im Siwan), seorang atlet lari nasional yang juga merupakan anak dari seorang politisi dan aktris terkenal. Keluarga Ki Seon Gyeom tidak terlalu harmonis. Sang ayah selalu memanfaatkan keluarga mereka untuk membuat image baik di depan khalayak ramai agar memperoleh suara di pemilihan umum. Lalu ada juga sosok Oh Mi Joo (Shin Se Kyung), seorang penerjemah dan interpreter. Ia suka duduk lama di bioskop untuk melihat namanya di ending credit film yang ia terjemahkan. Oh Mi Joo adalah seorang yatim piatu. Sejak kecil dia sudah terbiasa hidup mandiri. Kedua sejoli ini bertemu saat Ki Seon Gyeom menolong Oh Mi Joo yang sedang dikejar oleh mantan pacarnya. Hubungan mereka semakin berkembang saat Oh Mi Joo dipilih untuk menjadi interpreter Ki Seon Gyeom di ajang olahraga internasional.

Benar, kita bertemu lagi dengan si kaya dan si miskin trope yang sering kita temui di banyak kdrama. Tapi Run On ini berbeda. Kita tidak akan menemui adegansi miskin yang terintimidasi si kaya atau si kaya yang harus mengikuti keinginan orang tua untuk dijodohkan dengan orang kaya lainnya. Yah walaupun ayah Ki Seon Gyeom memang berkeinginan agar anak laki-lakinya menjauh dari Oh Mi Joo dan menikah dengan anak konglomerat, Seo Dan Ah (Choi Soo young), skenario sang politisi tidak bisa berjalan mulus karena kedua tokoh utama kita cukup dewasa untuk memilih apa yang mereka inginkan. Oh Mi Joo meskipun hidup dalam kesederhaan, ia merasa tidak perlu minder atau berlutut di hadapan ayah Ki Seon Gyeom. Dia cukup percaya diri atas apa yang dia lakukan dan apa yang dia miliki. Dia memiliki pekerjaan yang ia sukai dan memiliki gaji yang cukup untuk makan di restoran mewah atau berlibur ke tempat yang dia inginkan. Menurut Oh Mi Joo, rasa rendah diri akan muncul ketika kita selalu melihat apa yang dimiliki orang lain tanpa mengetahui apa yang sebenarnya kita miliki. Begitupun dengan Ki Seon Gyeom, dia cukup tau bahwa Oh Mi Joo memberi makna dan nilai dalam hidupnya. Gadis itu memberinya kekuatan bukan malah membuatnya lemah. Meski ayahnya berkata bahwa apa yang dia lakukan adalah bentuk rasa cinta sang ayah, Ki Seon Gyeom berkata bahwa cinta yang tak diinginkan adalah bentuk kekerasan.

Pasangan ini bertemu dengan natural, jatuh cinta dengan natural, belajar saling memahami sebagaimana pasangan pada umumnya, lalu menyelesaikan masalah dengan cara yang dewasa. Tidak ada kisah benci jadi cinta, tidak ada cinta segitiga, dan kita akan mendapatkan adegan pernyataan cinta termanis yang pernah ada, “Your affection for me gives me meaning and value. But I wasn’t sure if you had feeling for me the same way I do about you?” Entah mengapa efek pernyataan cinta Ki Seon Gyeom ini lebih wow daripada semua adegan confess yang pernah saya tonton di drama manapun. Kalian juga tidak akan menemukan adegan pertengkaran pasangan di pinggir jalan atau adegan paksa-paksaan skinship tanpa consent dari salah satu pihak. Healthy relationship it is!

Love Yourself!

Drama Run On ini sarat akan pesan dan pembelajaran hidup. Dialog-dialognya ringan tetapi betul-betul menyentuh ke hati. Drama ini mengajarkan kita untuk mencintai diri sendiri. Ki Seon Gyeom adalah seseorang yang memiliki prinsip dan tidak tahan melihat ketidakadilan. Kadang ia mengorbankan dirinya sendiri untuk membantu orang lain. Suatu hari ia membantu teman atletnya yang menjadi korban bully. Kasus bullying ini tidak begitu ditangapi oleh agensi yang menaunginya. Seon Gyeompun nekat memukul pembully tersebut lalu melaporkan dirinya sendiri. Ia ingin menunjukkan bahwa apapun status sosial yang ia miliki, pembuli tetaplah pembuli. Seon Gyeom akhirnya bisa mengungkap kasus pembulian itu tetapi di sisi lain, ia juga harus merelakan karirnya sebagai atlet lari.

Seon Gyeom memang bahagia karena ia berhasil menolong teman atletnya tanpa menyadari bahwa ia sebenarnya cukup terluka dengan kejadian itu. Ia mungkin terlalu sering tersakitihingga di titik ia sudah terbiasa akan hal itu. Mencintai diri sendiri memang terdengar mudah tapi sulit untuk diaplikasikan. Ada adegan di mana Ki Seon Gyem berkata pada dirinya sendiri, “Dari sekian banyak yang aku sayangi, mengapa aku tidak bisa menyayangi diriku sendiri?” Ironi bukan.

This is what our girl Oh Mi Joo said:

Yang akan menemani kita seumur hidup adalah diri kita sendiri. Yang bisa membuat perasaan kita lebih baik adalah diri kita sendiri. Jadi mulailah belajar untuk menghargai diri sendiri. If you don’t want to do something, don’t do it. Don’t try to seem okay, when you are not. Take care of yourself before you take care of others. Don’t try to fit your feet into a pair of shoes that don’t fit since it will hurt you

Set Your Priority

Dalam olahraga lari, ada garis awal dan garis finish. Anggaplah hidup ini adalah arena lari dan kita semua adalah atletnya. Tujuan hidup adalah garis finishnya. Seon Gyeom berkata, 

“Sebagai atlet kita memiliki dua pilihan, berlari hingga finish atau tidak berlari sama sekali. Aku memilih untuk tidak berlari sebelum aku bisa menjawab mengapa aku berlari.”

Saat kita mengetahui garis finish yang kita tuju, kita akan tahu ke mana kita harus berlari. Kadang kita lelah, tapi ketika kita memiliki tujuan, kita akan memiliki alasan untuk tetap maju ke depan. Ada satu kalimat yang diucapkan Ki Seon Gyeom kepada Oh Mi Joo, 

You can slow down when you are struggling, just don’t give up. You can do it as an adult, right?”

Karir atlet Ki Seon Gyeom telah mencapai garis finish ketika ia memilih untuk mengungkap kasus buli. Tapi garis finish bisa juga menjadi garis awal untuk memulai kembali perjalanan ke depan. Ketika Ki Seon Gyeomtelah menemukan tujuannya yang baru, ia kembali berlari ke depan meski garis finish yang ia tuju berbeda dari sebelumnya.

Ki seon Gyeom ini juga digambarkan memiliki hidup yang terorganize dengan baik. Bangun pagi, olahraga, bersih-bersih rumah, makan teratur, kerja, tidur tepat waktu. Sangat berbeda dengan Oh Mi Joo yang bangun siang terus kerja terjemahan sampai  subuh, tidurnya pagi dan makannya cuma sereal biar praktis. Walaupun Oh Mi Joo memiliki self-love yang cukup tinggi, dia kadang lupa bahwa menjaga kesehatan juga adalah salah satu bentuk self-love. Dari Ki Seon Gyeom, dia mulai belajar untuk lebih memprioritaskan kesehatannya, belajar mengatur jadwalnya supaya bisa bangun lebih pagi dan menyaksikan indahnya matahari terbit. Jadi, Segetol-getolnya kita mengejar tujuan, semepet-mepetnya deadline, jangan lupa makan ya, teman-teman.

Women Representation

Di drama Run On, kita memiliki dua karakter wanita kuat sebagai tokoh utama, Oh Mi Joo dan Seo Dan Ah. Di episode pertama, Oh Mi Joo menghadiri perayaan kesuksesan film yang ia terjemahkan. Di sana ia bertemu profesornya semasa kuliah. Saat mabuk, profesor memaksa Mi Joo untuk menuangkan minuman untuknya tetapi our best girl Oh Mi Joo menolak dengan tegas. Tidak hanya sampai di situ, si profesor malah menambahkan komentar yang tidak enak didengar, “Penerjemah wanita harusnya sadar diri. Wajahmu memang sedap dipandang tapi bukan berarti kamu bisa bertindak kurang ajar.” Dan adegan Mi Joo stands up for herself adalah salah satu alasan mengapa saya mantap melanjutkan drama ini. Mi Joo meminta profesornya untuk meminta maaf atas ucapannya. Ketika si profesor menolak dia bertanya, “Apa hubungannya kecantikanku dengan terjemahanku? Apa di akhir film, wajah pernerjemah muncul di kredit? Film yang aku tonton tidak begitu. Apa karena aku wanita, anda boleh jadi menghinaku dengan komentar seksisme?” lalu dia pergi like a queen. Hats off, Oh Mi Joo.


Lalu bagaimana dengan Seo Dan Ah? Dia adalah anak perempuan satu-satunya dari keluarga konglomerat. Sebagai perempuan, ayahnya selalu menginginkan ia cepat menikah dan berhenti dari jabatannya sebagai CEO di salah satu perusahaan keluarga. Dan Ah sampai berpura-pura menyukai sesama jenis agar tidak terus menerus dipaksa menikah. Keluarga Dan Ah masih menjujung hierarki di mana laki-laki selalu dianggap lebih dari perempuan. “Saya dan kamu sama-sama ingin menjadi CEO. (Orang menganggap) itu tidak normal untukku tapi normal untukmu. Padahal perbedaan kita cuma satu, gender.” Di tengah hierarki yang masih dipertahakan dalam keluarganya, Seo Dan Ah terus membuktikan bahwa menjadi perempuan bukan berarti ia harus mengalah pada saudara laki-lakinya, menjadi perempuan tidak berarti ia memiliki kualitas yang lebih rendah dari laki-laki. Dia berbakat dan dia bisa menjalankan perusahannya dengan baik. 

Anyway, drama ini dimulai dengan memperlihatkan perbedaan antar karakternya lalu kita akan diajak untuk menjadi saksi perjalanan mereka hingga garis finish. Mereka belajar dari kesalahan lalu memperbaikinya, mereka berkomunikasi dan berusaha memahami. Mereka saling mengisi dan memberi makna. Sangat menyenangkan melihat karakter-karakter dalam ini berkembang baik secara individu maupun hubungannya dengan orang lain. Tidak ada karakter yang mendominasi atas yang lain. Tidak ada karakter yang dijadikan tumbal agar karakter utama terlihat lebih berkilau. Dan satu lagi, the cinematography is incredible!

This drama is so beautiful and warm. Sedih sih karena drama ini gak terlalu hype. Susah banget nyari teman buat ngobrol atau diskusi tentang Run On. Siapa tau salah satu dari kalian udah nonton Run On, feel free to share gimana pesan dan kesan kalian selama menonton drama ini.

2 comments

  1. Aku nonton Mba drama ini! Awalnya juga gak ngikutin sih karena lagi males nonton romance waktu itu terus banyak banget yang nyaranin drama ini karena katanya kisah cinta mereka tuh lucu banget dan pas nonton eh ternyata banyak quote-quote di drama ini.

    Seneng banget liat Mi Joo dan Seo Dan Ah mereka cewek-cewek keren dan kuat! Kisah cinta mereka berdua juga lucu apalagi ini si cewek lebih blak-blakan dibanding yang cowoknya 😍

    ReplyDelete
    Replies
    1. Drama yang bikin cewek-cewek terinspirasi untuk bisa punya mental baja kayak Mi Joo sama Seo Dan Ah

      Delete