Review Buku: ILY (Serial Bumi)

 

Novel Ily Tere Liye



Judul Buku: ILY 

Penulis: Tere Liye

Penerbit: Sabakgrip

Tahun Terbit: 2023

ISBN: 9786238829699

Jumlah Halaman: 380


Hello Readers! Selamat datang kembali di bagian review buku pada blog ini. Well, menutup dan menyambut tahun baru kali ini saya lakukan dengan meng-khatam-kan novel ILY karya Tere Liye. Novel ini sendiri masih berisikan kelanjutan kisah Seli, Raib, dan juga si Putih di Klan Matahari Minor. Namun, perjalanan mereka bertiga sepertinya lebih complicated dari kisah dalam novel sebelumnya.


Dan sama seperti di dalam novel Matahari Minor, Seli juga masih tetap menjadi storyteller petualangan yang penuh emotional di dalam buku ini.


Blurb

Petualangan Raib dan Seli di Klan Matahari Minor semakin genting. Petualangan ini adalah jawaban. Atas pertanyaan-pertanyaan yang belum terjawab. Juga tentang kehilangan dan menemukan. Tentang memilih dan pengorbanan. 

 

Petualangan ini juga adalah persimpangan. Apakah Raib dan Seli akan memilih jalan terbaik? Apakah mereka akan terus menjadi sahabat, atau membenci satu sama lain? 

 

Lantas bagaimana dengan Ali? Apakah dia tidak ingin bergegas pulang ke Klan Bumi bertemu dengan jutaan fans-nya?

 

Buku ini adalah buku ke-15 dari Serial Bumi.



Review


Seli, Raib, dan Si Putih kembali melanjutkan petualangan mereka di Klan Matahari Minor. Tak jauh berbeda dengan cerita dalam novel Klan Matahari Minor, Novel ILY ini lagi-lagi dibuka oleh mimpi buruk dari Seli. 

 

Gelap. Bau amis tercium pekat. Membuat susah bernapas. Aku menatap sekitar. Hutan gelap. Aduh, aku mengeluh pelan. Ini mimpi buruk itu. Kembali datang.

 

Mimpi dengan alur yang sama terus terjadi setiap malamnya selama Seli berada di Klan Matahari Minor. Menariknya, di mimpi kali ini, Seli berhasil melihat wajah yang terus menerornya dalam mimpi. Wajah sosok Raja Hutan Gelap itu tampak nyata di mimpinya.  

 

Wajah sosok gelap menakutkan itu… Astaga! Itu adalah Tazk. Ayah Raib. Dia… dia Raja Hutan Gelap? Terlihat mengerikan.  Belum pernah aku menyaksikan sosok semencekam ini.

 

Mimpi buruk yang dialami Seli menjadi seburuk-buruknya mimpi yang pernah ia temui. Bukan tentang betapa tersiksanya Seli saat berada di hutan gelap berbau amis dan menakutkan itu, tetapi hadirnya sosok Tazk yang merupakan Raja Hutan Gelap sekaligus ayah dari Raib. Di sisi lain, Seli sangat ingin memberi tahu Raib tentang fakta lewat mimpinya itu. Sayangnya, Seli belum siap untuk menyampaikan semuanya kepada Raib. 

 

Ternyata, tak hanya sosok Ily yang membuat petualangan di Klan Matahari Minor menjadi rumit. Pertemuan sekaligus pertarungan bersama Tazk yang merupakan Raja Hutan Gelap pun menjadi hal yang sulit untuk dicerna oleh akal sehat Seli dan juga Raib. 

 

Bagaimana mungkin, sosok ayah yang terus dicari dan dirindukan oleh Raib tiba-tiba berubah menjadi mahluk menyeramkan yang mengisap darah anak-anak tak berdosa demi meningkatkan kekuatannya. Tak sampai di situ saja, Raib mau tidak mau juga harus bertarung melawan ayahnya sendiri demi menjaga kestabilan 99 kota di Klan Matahari Minor. 

 

Serumit-rumitnya kenyataan yang harus dihadapi oleh Raib di mana sahabatnya dan ayahnya berubah menjadi mahluk kegelapan yang harus ia lawan, Seli memiliki pilihan yang paling dilematis. Seli adalah satu-satunya kunci yang bisa mengalahkan kekuatan Bunga Matahari Hitam yang menguasai jiwa Ily dan Tazk. Seli bisa mengalahkan sang pengusasa kegelapan dengan menggunakan Teknik Masa Depan yang dimilikinya. Sayangnya, ada harga yang harus ia bayar mahal. Seli harus memilih di antara Ily atau Tazk yang harus ia bunuh. 

 

Aku telah memilih. Membunuh Tazk daripada Ily. Pilihan yang besok-besok membuat Raib menjauh. Dan persahabatan kami mulai renggang.


My Impression


Sekesal-kesalnya saya dengan ending dalam novel sebelumnya, sepertinya penutup dalam novel Ily ini jauh membuat saya kesal, marah, sedih, dan juga kecewa sama Tere Liye. Ya masa’ relationshipnya Seli sama Raib harus retak sih huhuhu. 

 

Saya itu ngarepnya novel ini bisa jadi titik terang menuju ending dari Serial Bumi. Kok malah tambah klimaks segala pakai acara “Dan persahabatan kami mulai renggang”. Ya berarti di kisah novel Aldebaran selanjutnya malah muncul masalah internal dong dari tiga serangkai petualang dunia paralel. Yang biasanya ngelawan musuh out of the box lintas dunia paralal, sekarang malah harus ngelawan teman sendiri. Ayolah Bang Tere Liye, ini petualangan Serial Bumi-nya sudah masuk buku ke-16 nantinya, jangan dibikin runyamlah. Kasih yang yang happy-happy kek macam titik terang hubungan Raib sama Ali hehe. 

 

Hmmmm dibalik ketidakpuasan saya sama ending novel ini, munculnya Nou bersama naga dan burung Phoenixnya bikin cerita di buku ini tuh jadi tambah menarik. Dulu tuh saya penasaran banget, Nou kapan ya bisa ketemu sama Si Putih, eh tau-taunya muncul di kisah Ily. 

 

Nah, yang bikin surprise-nya lagi, ada kabar baik dari Mas Ali di Klan SagaraS. Doi kayaknya udah kebelet rindu sama Raib. Eh sama Raib dan Seli juga maksudnya ckck. Berhubung di SagaraS sedang merayakan hari raya, Ali minta izin sama kakek Ban dan juga Ibunya untuk bisa bersilaturahmi dan berkomunikasi antar klan tanpa harus membuka dan keluar dari SagaraS. Setelah membujuk Ibunya, Ali pun diizinkan melakukan komunikasi antar klan untuk melepas rindu bersama sahabatnya. 

 

Ya, semoga di novel Aldebaran selanjutnya punya plot dan ending yang gak bikin kessselll macam penutup di novel Ily ini.  I need something fresh and sweet wahai Bung Tere Liye. 

 

No comments