Thursday, 9 May 2019

Skippyzza Butter Peanut



Selamat datang kembali di blog saya para readers sekalian! Well, tak seperti postingan saya di hari-hari sebelumnya, kali ini saya akan sedikit mencoba untuk menjadi seorang chef dadakan di blog ini. Berhubung lidah orang-orang di rumah sudah mulai agak bosan dengan menu buka puasa dan sahur yang katanya berair atau berkuah melulu kayak pisang ijo, kolak, cendol, es buah, sup, bakso, mie pangit, indomie kaldu, indomie coto Makassar, indomie ayam bawang, indomie rasa ayam dan seluruh sanak saudara mie di mana pun berada tanpa terkecuali maka, saya pun memutuskan untuk memerdekakan indra pengecap mereka itu dalam tempo yang sesingkat-singkatnya.

Para readers sekalian yang dirahmati dan diridhoi oleh Allah SWT, adapun resep Ramadan yang akan saya bagikan kepada kalian adalah cara membuat Skippyzza Butter Peanut. Untuk lebih jelasnya kuy ikuti langkah-langkahnya.

Bahan untuk adonan:

1.      Tepung terigu secukupnya, sesuai kemampuan kalian lah maunya berapa gram
2.      Fermipan a.k.a ragi kering yang sering dipakai kalau buat roti biar mengembang
3.      Minyak secukupnya, jangan kebanyakan nanti pizzanya kena kolesterol
4.      Gula juga ala kadarnya, dua sampai tiga sendok saja
5.      Garam sekitar satu atau dua sendok juga, sesuai selera asin kalian lah
6.      Air

Bahan untuk topping:

1.      Daging atau sossis
2.     Paprika kalau bisa
3.     Tomat kalau mau
4.     Jamur kalau ada
5.     Daun bawang jangan lupa
6.     Keju mozzarella kalau bisa, biar meleleh dan menyatu sama topping yang lainnya
7.     Sausnya bisa buat sendiri, tapi lebih gampang pake saus spageti saja sih

Cara membuat roti:
1.  Campurkan semua bahan adonan 1 sampai 5 kemudian masukkan bahan no 6 dengan menuangkannya sedikit demi sedikit lalu aduk hingga rata sampai tidak lengket di tangan.
2.     Setelah adonan rata, tutup adonan dan biarkan mengembang
3.   Setelah mengembang, taruh adonan di atas loyang yang telah diolesi minyak lalu tipiskan. Kemudian tusuk-tusuk bagian tengahnya agar tidak menggelembung
4.  Olesi adonan dengan saus kacang Skippy. Kalau tidak punya kuas cukup olesi adonan menggunakan sendok, kalau masih tidak punya pakai tangan sajalah.
5.     Tumpuk sausSkippy dengan saus spageti
6.  Lanjutkan dengan daging/sossis, paprika, tomat, jamur, atau daun bawang. Pokoknya bahan yang kalian punya lah.
7.      Kemudian taburkan keju mozzarella yang telah diparut.
8.     Yang terakhir panggang sekitar 15 sampai 20 menit dengan api kecil.


Ok readers, itulah syarat-syarat yang harus kalian penuhi untuk membuat Skippyzza Butter Peanut. Kalau kalian malas makan nasi pas sahur atau buka, Skippyzza Butter Peanut ini bisa jadi menu pilihan yang tepat buat kalian. Rasa selai kacang Skippy yang gurih ini benar-benar menyatu loh sama pizzanya. Pedasnya dapat, manisnya dapat, gurihnya juga dapat. Selamat mencoba!



Tuesday, 7 May 2019

Ngabuburit dan Berbuka Puasa di Pantai Seruni


(Bataritours.com)

Selamat datang di tausyiah hari kedua blog saya para readers sekalian! Berhubung sudah masuk hari kedua dan hilal bukber di grup-grup whatsapp sudah mulai terlihat, maka kali ini saya mau share tentang tempat bukber favorit yang ada di kota saya.

Untuk yang belum kenal dengan kota tempat tinggal saya, kuy kita kenalan dulu. Well, kota Bantaeng merupakan salah satu kabupaten yang ada di provinsi Sulawesi Selatan. Jarak tempuh dari kota Bantaeng dan kota Makassar sendiri itu sekitar 130 km so, kalau kalian berkunjung maka kalian akan menghabiskan waktu perjalanan dari kota Makassar ke kota Bantaeng  itu sekitar 3 sampai 4 jam lebih kecuali kalian kena macet loh yah.

(Pantainesia.com)

Beberapa tempat wisata bisa kalian temui di kota yang terkenal dengan julukan Butta Toa ini. Namun, kota kecil di mata banyak pelancong ini cukup familiar dengan destinasi wisata pantai Seruninya. Kalau di Makassar ada pantai Losari maka di Bantaeng ada pantai Seruni. Bisa dibilang pantai seruni ini menjadi tempat andalan banyak kalangan di kota Bantaeng. Mulai dari anak-anak sampai orang tua pun gemar nongkrong di tempat ini. Taman, lapangan olahraga, arena bermain anak, pemandangan laut yang indah serta destinasi wisata kuliner yang berada di sepanjang pantai Seruni ini menjadi alasan banyak orang untuk betah berlama-lama di sekitaran pantai Seruni.  Maka tak heran pula bila di bulan puasa ini pantai Seruni selalu diserbu oleh banyak orang untuk dijadikan venue berbuka puasa.


(republika.co.id)


Jika kalian sedang berada di kota Bantaeng pada bulan Ramadan ini maka tak ada salahnya untuk menikmati momen berbuka puasa di pantai Seruni ini. Sambil menunggu magrib kalian bisa duduk-duduk santai di sekitaran anjungan pantai atau di gazebo-gazebo yang telah disediakan di tepi lapangan pantai Seruni. Kalau kalian mau olahraga dulu sambil nunggu bedug magrib maka kalian juga bisa lari-lari sore dan olahraga ringan lainnya di sekitar lapangan pantai Seruni.  Kalian juga tidak usah khawatir mencari tempat shalat di sini, karena masjid untuk beribadah akan mudah kalian temui di pantai Seruni.


(Makassar.Terkini.id)

(Makassar Tribunnews.com)


Sekedar mengingatkan, kalau kalian memang punya rencana untuk bukber dalam waktu dekat ini jangan lupa datang cepat untuk booking tempat di sini soalnya semakin sore pengunjung makin ramai. Selain bisa cepat dapat tempat kalian juga bisa pilih spot favorit yang kalian mau.

Cukup sekian dulu yah rekomendasi tempat bukber yang ada di kota saya. See you in the next post!  



Monday, 6 May 2019

Ngabuburit Ala Anak Rumahan


Marhaban Ya Ramadan, Alhamdulillah segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan saya nikmat kesehatan, kesempatan dan umur yang panjang sehingga saya masih bisa meet up sekaligus keep in touch kembali dengan bulan yang maha suci di tahun ini.

Readers sekalian yang saya cintai, yang saya hormati dan yang dirahmati oleh Allah SWT, berhubung tahun-tahun kemarin isi blog saya selama Ramadan ya cuma itu-itu saja, maka kali ini ijinkanlah saya berbagi cerita, kisah, peristiwa, tulisan random unfaedah bersama kalian selama 30 hari penuh selama bulan puasa ini.

Adapun tausyiah hari pertama di blog saya kali ini akan membahas tentang ngabuburit ala anak rumahan yang malas kemana-mana alias cuma stay di rumah saja. Well, it can’t be denied that beberapa orang selama bulan puasa memang tidak begitu menyukai hingar bingar dunia ngabuburit seperti anak muda lainnya di luar sana. Beberapa orang menganggap bila anak yang lebih suka di rumah cenderung introvert dan anti sosial. Penjelasannya bisa iya bisa tidak. Iya karena mereka mungkin memang lebih suka quality time dengan mereka sendiri dibandingkan menjadi orang lain saat bertemu orang banyak. Dan bisa tidak karena mereka mungkin lagi kere a.k.a tidak punya modal untuk ngabuburit. Apalagi ngabuburit jaman sekarang sudah terupgrade. Dulu saya biasanya ngabuburit cuma jalan-jalan sore sekitaran rumah, pas mau bedug barulah pulang ke rumah atau malahan saya biasanya numpang ikut buka di rumah teman karena diajak. Tapi itu dulu, ngabuburit versi 4.0 saat ini serba butuh modal, seperti ongkos bensin plus uang makan untuk buka puasa kalau ngabuburitnya dirangkaikan sama acara bukber, belum lagi ongkos parkirnya. Ya, introvert sama tidak punya uang sekarang memang terlihat beda-beda tipis.

Para readers sekalian yang saya muliakan, terlepas dari persoalan tersebut, ngabuburit di rumah sendiri atau di kostan saja bukanlah sebuah dosa. Ada banyak kegiatan yang kalian bisa lakukan sambil menunggu bedug magrib saat di rumah.  Beberapa aktivitas yang saya lakukan selama menjadi seorang introvert kere mungkin bisa kalian ikuti (Kalau mau sih).

1.    Nonton Drama Korea


Para readers sekalian yang berbahagia, saya sarankan untuk tidak menonton drama Korea 17+ di bulan suci ini, saya peringatkan kembali drama Korea tidak cuma persoalan cinta-cintaan. Ada banyak rekomendasi genre drama seru lainnya yang kalian bisa nikmati sambil menunggu waktu berbuka. Saya sangat merekomendasikan drama serial Voice, Duel, Squad 38, The Fiery Priest, God’s Quiz, Circle, The Guest, Waikiki, dan The Light in YourEyes sebagai teman ngabuburit kalian. Voice, Duel, The Guest, dan The Fiery Priest  menjadi salah satu atau salah dua drama yang saya sarankan untuk segera kalian nonton di bulan suci ini. Why onnie? Karena selain ceritanya seru, drama ini juga membantu kalian untuk makin mendekatkan diri kepada Tuhan di bulan Ramadan ini. Trust me!


2.    Nonton Konten Youtube Favorite


Kehadiran Youtube menjadi sebuah cobaan bagi para pengirit kuota. Namun, tidak bagi pemilik kuota unlimited Youtube. Keberadaan kuota bebas akses Youtube ini menjadi angin segar untuk saya yang suka menikmati beberapa channel favorite di Youtube, terlebih saat bulan puasa seperti ini. Bisa dibilang kanalnya Raditya Dika menjadi channel youtube terfavorite saya akhir-akhir ini. Selain kanalnya berisikan hal-hal yang saya sukai seperti misteri dan juga komedi, di channel ini saya juga bisa mendapatkan banyak pengetahuan dan hal-hal baru yang mungkin tidak akan saya temukan di channel mahasiswa yang belum wisuda-wisuda itu (IYKWIM). Saat ini saya memang lagi senang-senangnya mendengarkan konten Podcast dari Raditya Dika lewat Youtube. Selain narasumber dan pembahasannya seru dibandingkan channel yang lain, durasinya juga puanjanggggg sekaleeee. Mungkin beberapa orang akan bosan dengan konten berdurasi lama tapi tidak bagi saya! Selama yang ngaplod itu Raditya Dika dan pembahasannya juga seru dan informative maka saya akan betah mendengarkannya. Jadi teruntuk para readers sekalian yang lebih suka ngabuburit di rumah, silahkan menghabiskan waktu ngabuburit kalian bersama channel favorit kalian selama bulan puasa ini. Kuota unlimited kalian akan lebih berfaedah bila dihabiskan dengan menonton konten-konten positif dibandingkan nonton video-video prank tak jelas yang sering sliweran di youtube itu. Sekedar mengingatkan :)


3.   Baca Buku



Bulan puasa bisa menjadi momen untuk menyerap ilmu dan informasi sebanyak-banyaknya yang tidak hanya berasal dari sosial media tetapi juga dari buku-buku. Ramadan kali ini menjadi waktu yang tepat untuk saya dalam menuntaskan bacaan saya yang tak kelar-kelar di hari kemarin. Jika kalian anak yang betah di rumah dan malas ngabuburit di luar, silahkan ubek-ubek rak bukumu, siapa tahu ada beberapa buku yang sudah kamu beli tapi belum sempat kamu selesaikan selama ini. Buku paket dari SD sampai SMA atau buku-buku perkuliahan kamu misalnya (Kalau niat).

Para readers sekalian yang dirahmati dan diridhoi oleh Allah SWT, saya kira demikianlah tausyiah hari pertama di blog saya ini. Semoga membawa manfaat dan berkah bagi kita semua. Sambil ngabuburit dengan melakukan aktifitas favorit kalian jangan lupa juga untuk membaca Alquran serta memperbanyak sholawat dan zikir di bulan Ramadan ini.

See you in the next post!  


Sunday, 24 March 2019

The Light in Your Eyes (Review)


https://filmsinopsisid.blogspot.com/2019/01/sinopsis-drama-korea-light-in-your-eyes.html


Di tahun 2019 ini ada banyak sekali drama Korea baru yang bermunculan. Saya sampai bingung mau nonton yang mana. Padahal sejak Januari kemarin TL saya sudah penuh sama spoiler-spoiler drama-drama seru dari netizen. Setelah cek per cek semua drama on going a.k.a baca synopsis, liat teaser, plus kepoin pemainnya eh saya malah tambah bingung lagi mau nonton yang mana duluan. Ujung-ujungnya sampai drama-drama tersebut the end pun saya belum ada niatan sama sekali untuk nonton. To be honest, semua drama Korea itu seru. Drama Korea bagi saya itu EXTREMELY kece, mungkin karena saking bagusnya banyak pecinta drama maupun film Korea jadi pusing mau nonton yang mana kayak saya sendiri. Dan berhubung sudah sampai Maret dan saya sama sekali belum nonton drama Korea tahun ini, akhirnya saya pun memutuskan untuk mencari sebuah drama yang berkesan sebagai drakor opening 2019 saya. Ada banyak genre drakor yang berkeliaran, mulai fantasy, romance, crime dan lain sebagainya. Bisa dibilang tahun 2018 kemarin saya kebanyakan nonton drama romance plus crime yang berat-berat itu so, untuk mengawali tahun ini saya mencoba untuk mencari drama genre yang berbeda dari sebelumnya.

Setelah lelah ubek-ubek drama di berbagai web drama, saya kembali ke twitter buat baca-baca koment netizen tentang drama seru tahun ini. SKY Castle dan The light in Your Eyes memang paling trending topic menurut mata pertwitteran saya. Dua drama rekomendasi bacotan netizen di twitter ini akhirnya menjadi bahan pertimbangan saya. Dan kemudian setelah menimbang-nimbang beban cerita, pemain, dan tentunya review netizen, pilihan saya pun jatuh kepada The Light In Your Eyes. Kenapa bukan SKY CASTLE? Karena Nam Jon Hyuk sama Ha Ji Min maennya di The Light in Your Eyes. Hehe, iya saya penasaran sama ekting mereka di sini. Apalagi setelah baca komen-komen orang yang katanya drama ini anprediktibel dan bikin mewek. Hmmm, sejujurnya saya sudah lama nggak nangis tengah malam gara-gara drakor. Saya juga sudah lupa drama apa yang terakhir kali membuat saya kehabisan tissue. Because of those reasons, I prefer to watch The Light in Your Eyes. Saya mau penyegaran jiwa lewat nangis-nangis dulu kayak orang habis pengakuan dosa.

Sebenarnya drama ini sudah tayang sejak Februari awal dan habis waktu tanggal 19 Maret kemarin. Saya pun nontonnya pas drama ini sudah the end, jadinya cuma marathon dua malam. Ok, well, yang membuat saya tertarik buat nonton drama ini itu sebenarnya bukan hanya soal pemain-pemainnya tapi juga soal ceritanya yang bikin saya penasaran. Drama ini sendiri berkisah tentang seorang wanita yang berusia 25 tahun yang tiba-tiba mendapati dirinya menjadi wanita berusia 70 tahun karena sebuah arloji. Yup, Han Ji Min yang berperan sebagai Kim Hye Ja versi muda di drama ini mampu mengubah waktu lewat sebuah arloji. Awalnya saya mengira kalau drama ini itu tentang fantasy semacam Secret Garden, Gomiho dan sejenisnya itu, eh ternyata drama ini benar-benar jahannam dengan beraneka plot twitsnya itu pemirsahh. Banyak yang bilang episode 10 sampai 12 dari drama ini bikin nangis sesegukan but—BIG NO for me. For your information, saya sejak episode 1 sampai 12 nangis terus malahan. Atau mungkin saya yang terlalu mellow dan cengeng kali yah. Intinya selama nonton drama ini itu benar-benar penyegaran untuk mata dan batin saya. Dialog-dialog dalam drama ini benar-benar deep dope untuk saya. It was really touching me sooo much! Tidak hanya itu, drama ini juga komplit sekali dengan scene lucu absurd-nya. Bayangkan saja kalau kamu seorang perempuan yang berusia 25 tahun lalu harus menjalani kehidupan bersama keluarga dan teman-teman seusiamu dengan tubuh yang tiba-tiba menua. Kim Hye Ja ini benar-benar nenek-nenek millennial di drama ini and that’s the most interesting part I think.

Awalnya saya menganggap drama ini itu memang biasa saja, cuma kisah seorang wanita yang menjadi tua karena memutar waktu dan kemudian menjalani kehidupan sehari-harinya. Nam Jon Hyuk jatuh cinta sama Kim Hye Ja muda,  Kim Hye Ja jadi tua terus Nam Jon Hyuk tidak mengenalinya, lalu Kim Hye Ja berhasil memutar waktu kembali dan akhirnya hidup bahagia selamanya bersama Nam Jon Hyuk.  Happy ending. Ya, sebenarnya ini plot amatiran versi saya.  Writer nim langsung ngomong “tidak semudah itu, Ferguso,” Dannn faktanya memang demikian sodarahh, saya totally speechless nonton drama ini. Writer nim-nya kece badai lah mengoyak-ngoyak perasaan. Harus saya akui kalau ekting Nam Jon Hyuk di sini adalah ekting terbaik, termelting, dan tergagahnya sejauh ini di mata saya. Karakter doi di sini juga yang bikin saya makin kehabisan tissue nonton drama ini. Belum lagi alur anprediktibelnya yang bikin susah tidur.  Yakinlah saat memasuki episode 10, akan ada banyak kalimat, “Loh kok?”, “Ini kenapa begini”, “Dia siapa?”, dan Boommm, kalian akan mulai berspekulasi sendiri terhadap endingnya.

Saya sarankan sedia tissue banyak-banyak lah sebelum nonton drama ini. Ceritanya terlalu menusuk-nusuk hati soalnya. Tak lupa, ada banyak pelajaran hidup yang saya pribadi ambil dari kisah nenek Hye Ja di drama ini. I am serious! Bagi seseorang yang diberi rezeki untuk berumur panjang, menjadi tua adalah sebuah keniscayaan. Ada banyak hal yang harus kita hadapi saat menemui masa itu. Menjadi pikun, beruban, lelah, sakit-sakitan, hingga yang paling menyakitkan adalah diabaikan dan dilupakan oleh orang-orang sekeliling kita. Untuk kalian yang masih muda apalagi sedang menghadapi beban kehidupan kayak saya. Dilema, terombang-ambing tak karuan di dunia ini, please watch this drama. It’s a superb worthy drama in 2019. Trust me! Kisah nenek Kim Hye Ja akan menampar masa muda kalian. 


Friday, 8 February 2019

Kenapa kita harus punya hobi?



Hobby


Apakah judul di atas terlalu mengandung clickbait? Atau mungkin terdengar cukup familiar? Hmmm nampaknya tidak juga Ferguso. Baiklah, berbicara soal kenapa kita harus punya hobi sebenarnya, saya sudah pernah diberikan pertanyaan semacam judul di atas. Tepatnya tahun lalu saat saya masih on fire on fire-nya belajar IELTS demi mengejar target band score kampus impian di negeri nan jauh di sana. Kalau sekarang? Ehm, sepertinya kampusnya tidak pindah kemana-mana Ferguso hanya saja saya yang memang selalu kemana-mana sehingga tidak consistent lagi untuk belajar. Terus, mau sampai kapan? Ehm, coba kita bertanya pada rumput yang bergoyang saja para readers sekalian.  Ok lanjut, jadi pertanyaan tentang kenapa kita harus punya hobi  tersebut saya dapatkan saat berada pada sesi speaking dalam IELTS. FYI, dalam speaking IELTS kita diberikan beberapa pertanyaan yang sebenarnya cukup sederhana tapi sangat sulit untuk menjawabnya. Yah pertanyaan-pertanyaan di speaking IELTS itu telah membuat saya menjadi orang yang sangat mudah bapper dan cukup sensitif. Bayangkan saja saya pernah mendapatkan pertanyaan tentang bagaimana hubungan yang seharusnya dijalani oleh pasangan. Yang punya pacar atau yang sudah menikah mungkin fine, nah yang jomblo bagaimana? Terus ada lagi nih pertanyaan kayak begini, saat kamu merindukan seseorang apa yang kamu lakukan? Sudah jomblo dikasih pertanyaan galau pula, double kill kan namanya.

Ehhh sebelum curhatan saya makin mendalam, sedalam palung Mariana. It’s be better to move. Baiklah kita kembali ke persoalan kenapa kita harus punya hobi ini lagi. Jujur, di antara banyaknya pertanyaan yang sering diajukan di IELTS entah mengapa pertanyaan soal hobi ini menjadi hal yang paling berkesan menurut saya. Saya terus-menerus memikirkannya, entah itu saat mandi, naik motor, sampai mengetik tulisan ini pertanyaan itu pun masih meneror saya. Buat apa sih hobi itu?

Sampai suatu ketika secara tidak sengaja saya menemukan jawabannya. Tepatnya di awal bulan Februari ini ketika kontrak mengajar saya pada sebuah lembaga pendidikan telah selesai saya laksanakan.  Yeah I am definitely a jobless again. Saya tidak punya pekerjaan lagi. Sudah beberapa hari ini saya bosan di kasur terus. Ya makanya keluar rumah! Anyway saya malas keluar rumah kecuali ada hal yang memang penting dan perlu. Kamar membuat saya lebih betah bersama laptop dan telpon pintar saya. So, are you an introvert? Sebenarnya saya juga tidak tahu pasti apakah jiwa saya ini mengandung kadar introvert, ekstrovert, ambivert, atau mungkin psikopat. Setelah melihat dan mengamati kehidupan saya selama kurang lebih 26 tahun hidup di planet yang bernama bumi ini saya memastikan bila saya bukanlah psikopat. Lihat wajah kucing saja saya sudah iba. Saya tidak mungkin tega untuk melukai sesama jenis mahluk hidup. Lalu apa dong? Hmmm, for some people maybe I am an introvert but I can be a super ultra extrovert for specific people. Ok, you are an ambivert. Hmmm perhaps. Are you doubt? Jangan-jangan kamu psikopat. Ok just call me an alien jika kalian masih pusing dengan kepribadian saya.  Saya memang agak aneh di mata beberapa kalangan mahluk hidup. I my self admit it dude.    

Karena sifat saya yang kebanyakan ingin menyendiri terlebih setelah menyandang status baru sebagai pengangguran yang masih segar akhirnya saya pun melakukan rutinitas untuk mengusir segala kejenuhan, kepenatan, kebosanan, Kesempurnaan cintaUsut punya usut saya baru sadar kalau rutinitas ini adalah kegiatan permanen yang selalu saya lakukan saat saya lagi galau-galaunya di masa lalu ketika sedang malas mengerjakan tugas kampus, capek mengejar band score IELTS, dan pusing dengan pekerjaan yang tak menentu jua. Yeah, I find the answer now! Ternyata saya juga baru sadar kalau menulis dan bercerita adalah jawaban dari kenapa saya  harus punya hobi. Ok, Maybe I can sleep well now.

Lalu kenapa harus menulis? Saya sendiri juga tidak tahu persis kenapa menulis menjadi semacam morphim tersendiri bagi saya saat melalui masa-masa tersulit saya dibandingkan bermain games atau curhat kepada orang lain. yang pastinya lewat menulis saya merasa lebih sembuh dan pulih dari keadaan yang memojokkan saya. menulis menjadi semacam sudut favorit saya bila diibaratkan sebuah ruangan di dalam sebuah rumah. Ya, menulis membuat saya merdeka untuk mengungkapkan semua rasa yang berkecamuk itu. Suka, duka, luka semua berbaur menjadi satu dalam aksara. Saya selalu menikmati setiap tulisan yang saya buat. Membacanya berulang-ulang membuat saya menjadi semacam pendengar setia untuk diri saya sendiri lewat tulisan. saya menyukai hal itu. And I do love it. Di mata saya, orang yang bekerja dari hobinya itu adalah orang-orang yang sangat beruntung di dunia ini. Sangat banyak orang yang memiliki hobi dan sangat banyak pula orang-orang yang ingin menjadikan hobinya sebagai pekerjaan untuk mendapatkan penghasilan, including I my self absolutely. Sayangnya, tidak semua orang beruntung dan ditakdirkan untuk seperti itu. So, is my hobby useless? Selama kamu menikmati hobimu there is no useless thing in it. Useless belongs to the negative hobby yang tidak hanya merugikan orang lain tetapi diri kamu juga. So, let’s look for something that you really love to do right now. Mulailah menemukan passion yang membuatmu punya alasan untuk tidak terus jenuh menghadapi hidup yang masih gini-gini aja wkwkwkw.  

Well, I think that is a bunch of bacotans dari saya hari ini. Sekedar mengingatkan, jikalau pertanyaan kenapa kita harus punya hobi di IELTS ini tak akan mungkin saya jawab seperti panjang ceramah saya di dalam blog ini. Selain melewati batas waktu dan bikin ngantuk sang interviewer, mungkin interviewer-nya juga akan lebih menyarankan saya untuk ngevlog saja.