Sunday, 9 August 2020

Backstreet Rookie (Review)






Hello para readers sekalian! Selamat datang kembali di review board saya. Kali ini saya akan membagikan beberapa ulasan mengenai drama Backstreet Rookie yang baru saja tamat semalam. Jadi teruntuk para bucin mas Ji Chang Wook dan juga mbak Kim Yoo Jung mari silahkan merapat di blog saya ini. Anyway, saya sebenarnya tidak terlalu menaruh ekspektasi yang tinggi dengan drama ini ketika melihat promosi poster dan trailernya di mana-mana. Saat melihat episode pertama pun rasanya juga biasa saja menurut mata perdrakoran saya. Tapi yang namanya drama Korea itu memang susah ditebak dan tidak bisa langsung disimpulkan apakah drama ini bagus atau tidak apalagi kalau cuma ngikutin episode awal-awalnya saja. Ini bukan sinetron yang dari judulnya saja sudah ketebak isi sama endingnya yereobun! Dan memang benar sih, saya sudah suudzon sama drama ini. Ternyata ada banyak hal tak tertebak dan plot yang seru di dalam drama ini pemirsahh. Ya sudah, tanpa perlu intro yang panjang kali lebar, yuk langsung saja kita review drama Backstreet Rookie ini.  

Penuh Komedi dan Parodi


Pada episode-episode awal dari drama Backstreet Rookie ini memang mengundang kontroversi dari para k-netz. Sampai-sampai mereka ngirim petisi ke komisi Penyiaran Korea untuk segera menghentikan penayangan drama karena adanya adegan vulgar di dalamnya. Menurut netizen negara sana, usianya Ji Chang Wook sama Kim Yoo Jung juga terpaut cukup jauh makanya gak pantas untuk berpasangan di drama ini. Tapi itu dari netizen Koreanya, kalau netizen di negeri berflower ini mah kayaknya enjoy-enjoy saja dengan drama ini. Kalau menurut saya pribadi sih adegan yang dimainkan oleh para artis dan aktor di drama ini cukup aman. Not too much I think. Namun, dibalik kontroversi tersebut, saya sih cukup terhibur dengan adanya komedi dan parodi di dalam drama ini. Ini penulisnya kocak juga sampe pikirin scene parodi drama sama film-film hits yah. Episode perdana dari drama ini saja langsung dibuka dengan parodi dari film Sunny yang popular itu. Menariknya, scene berantem anak sekolahan itu juga diperankan langsung oleh Park Jin Joo yang merupakan tokoh dalam film Sunny.  Kemudian ada lagi scene waktu Yeon Joo dan Saet Byul melakukan parodi dalam drama The World of The Married. Mereka itu ceritanya lagi main adu mulut gara-gara memperebutkan Dae Hyun. Nah terus Yeon Joo marah tuh sama Saet Byul dan langsung membanting sebuah guci di depan Saet Byul. Wah adegan ini pasti iconic sekalee bagi yang ngikutin dramanya TWOTM wkwkwk. Parodinya gak sampe di situ,  ada lagi nih parodi dari film Parasite yang dilakukan oleh ayahnya si Dae Hyun. Saat itu ayahnya Dae Hyun ceritanya lagi ngelamar jadi supir. Adegan pas menghafal identitas palsunya itu persis sama dengan scenenya Ki Jung di Parasite. Pokoknya kumpulan parodi di dalam drama Backstreet Rookie emang bener-bener ngakak sih. Saya bahkan sampe ngulang-ngulang adegannya pas nonton.

Bukan Sekedar Drama Komedi Tetapi Juga Drama Keluarga


Backstreet Rookie memang memiliki unsur komedi romantis yang cukup kental. Karakter para pemainnya yang lucu sampai alur cerita yang absurd memang sangat mendukung untuk membuat kita ngakak berjamaah saat nonton. Namun, drama ini tidak berkutat pada genre drama komedi romantis saja tetapi pada slice of life juga loh. Pada awal-awal episode para penonton memang disuguhkan dengan adegan konyol dan lucu dari para pemainnya yang bikin kita ngakak akan tetapi ketika menuju pertengahan episode nuansa drama keluarga mulai cukup kental. Saya sampai mau nangis pas lihat episode di mana ibu sama bapaknya Dae Hyun direndahkan sama keluarganya Yeon Joo. Kisah Saet Byul di drama ini juga gak melulu soal kebucinannya sama mas Dae Hyun. Peran Saet Byul sebagai seorang kakak sekaligus tulang punggung keluarga juga benar-benar diceritakan cukup kental untuk menggambarkan kehidupan penuh perjuangan yang sering dihadapi oleh seorang kakak dalam membesarkan adiknya. So, untuk para netizen yang kemarin-kemarin kritik drama ini karena gak family friendly silahkan dilanjutkan dulu nontonnya. Maybe it can change your perspective.

Kisah Cinta Aphrodite dan Fire Volcano yang Menggemaskan


Sejujurnya, saya sebenarnya lebih tertarik sama kisah cintanya si mbak Aphrodite sama mas Fire Volcano dibandingkan kisah bucinnya Saet Byul dengan Dae Hyun. Kisah Geumbi yang merupakan fans garis keras dari Dalshik sang pembuat webtoon di drama ini tuh memang terngakak sih. Apalagi pas adegan mereka mau meet up pas pertama kalinya. Saya malah lebih deg-degan nungguin mereka jadian dibandingkan Dae Hyun sama Saet Byul wkwkwk. Pas nonton episode terakhir semalam ternyata penonton dikasih surprise sama Dalshik. Dalshik yang punya muka sama gaya berantakan begitu ternyata aslinya anak sultan woy, kebun sama tanahnya berhektar-hektar ternyata. Ayahnya Geumbi pasti ikhlas lah yah anaknya berjodoh sama Dalshik wkwkwk.

Well, untuk kalian yang sudah nonton drama atau masih on going nontonnya silahkan share review drama Backstreet Rookie versi kalian di sini yah :) 

Friday, 12 June 2020

Born Again (Review)





Hai hai welcome back to my review board again para readers sekalian! Well, di review board kali ini saya akan kembali mereview salah satu drama dari KBS yang berjudul Born Again. Sebenarnya drama ini sudah tamat pas hari rabu kemarin tapi baru sempat saya review hari ini. So, I do apologize buat yang sudah request review tapi publishnya tidak tepat waktu kwkwkw.  Ok, mari kita mulai saja membagikan uneg-uneg tentang drama yang bertema cinta segitiga ini yereoubun!

Hal yang pertama yang akan saya bahas dulu ialah tentang para cast di dalam drama Born Again. Sejujurnya saya kurang srek sama pemain ceweknya, agak kurang pas menurut mata perdrakoran saya (ceilehhh). Tapi mbak Jin Se Yeon yang memerankan karakter Jung Sa Bin memang spesialisasi drama-drama saeguk sih jadi wajar kalau banyak yang komen soal ektingnya yang sorry to say terlalu kaku. Kalau karakternya di masa lalu sebagai Ha Eun masih pas menurut saya. Karena sosok Ha Eun memang digambarkan sebagai perempuan yang sangat feminim dan suka sastra plus punya toko buku. Pokoknya tipe kembang desa idaman para pria jaman old lah. Jadi wajar kalau suaranya juga lemah lembut dan puitis gitu kalau ngomong sama lawan bicaranya. Tapi, setelah bereinkarnasi jadi mbak Jung Sa Bin yang merupakan seorang peneliti dan dosen, karakter lemah dan lembut itu rasanya agak kurang pas. Ya mungkin karena sudah bereinkarnasi juga kali yah jadi pembawaanya tetap sama kayak di masa lalu. Tapi gimana yah, perpaduan ekting dari Jan Ki Yong sama Lee Seo Hyuk jadi kurang greget gitu.

Untuk bagian plotnya, I really love kisah masa lalu antara Ha Eun, Hyun Bin sama Gong Ji Chul. Coba kalian bayangkan, seseorang (Gong Ji Chul) yang lahir dari keluarga psikopat dan hidupnya kacau balau terus jatuh hati sama cewek (Ha Eun) yang sudah punya tunangan seorang detektif (Hyun Bin). Sungguh kisah cinta segitiga yang tragis sekali bukan? Yang bikin saya nyesek nonton itu ya karena karakternya Jan Ki Yong yang memang menyedihkan sekali. Sudah keluarganya berantakan, hidupnya gak jelas karena jadi homeless, jadi tersangka pembunuhan, terus bucin sama tunangan orang lain pula. Pas reinkarnasi ternyata sama aja. Gak Gong Ji Chul gak Jong Bum semuanya sadboy di tiap eranya masing-masing. Haddehh, kalau saya jadi Jong Bum, kayaknya mending cari yang lain saja. Capek woi liat Jung Sa Bin kencan di depan mata sendiri. Kisah sadboy dari Jong Bum juga didukung sama soundtrack drama Born Again yang nyesek abis. Semua lagunya itu menyayat hati sekali woiii. Ini drama memang gak punya stok lagu ceria kayaknya, sungguh sangat cocok didengarkan oleh para pasukan ambyar.

Nah, terus yang jadi plot twist dari kisah cinta segitiga ini ialah ternyata si mbak Sa Bin ujung-ujungnya naksir juga sama mas Jong Bum.  Bagaimana para netizen di sosial media gak jengkel sama mbak Sa Bin kalau dua-duanya mau dibungkus. Mbak Sa Bin ini terlalu plin plan jadi cewek. Satu ya tetap satu aja mbak, jangan rakus kwkwkw. Tapi ya kalau saya jadi mbak Sa Bin, kayaknya saya juga bakal dilemma mau pilih siapa. Jaksa Kim yang pintar dan berkarisma atau sama Jong Bum yang manis itu.  Selain mbak Sa Bin, writer nim drama ini juga kena sambat sama netizen. Tim kapal jaksa Kim dan Jung Sa Bin gak terima kalau Jung Sa Bin harus happy ending sama Jong Bum. Tapi benar juga sih, jaksa Kim punya banyak effort di drama ini. Di masa lalu sampai masa sekarang doi tetap setia sama Jung Sa Bin. Masa endingnya Jung Sa Bin lebih milih Jong Bum hanya gara-gara rasa simpati akan kehidupan suramnya Jong Bum. Terus kamu anggap apa jaksa Kim selama ini mbak? 

Sejujurnya, drama ini adalah salah satu drama yang bikin saya mau stop nonton pas pertengahan episodenya tapi bikin nagih buat dilanjutin terus gara-gara penasaran. Ada banyak scene yang menurut saya harusnya gak usah ada. Beda saat di awal-awal episode yang ceritanya benar-benar lambat jadi kita juga benar-benar menikmati tiap detail ceritanya. Tapi makin lama, makin banyak pula scene dadakannya. Contohnya kayak Jong Bum yang ke Amerika terus tiba-tiba balik tanpa ada scene yang menjelaskan kejadian itu. Terus ada lagi scene jaksa Kim yang kena skorsing setahun tapi juga gak terlalu dijelaskan detail ceritanya. Ya paling tidak kasih beberapa adegan lah ya soal kejadian itu biar penonton gak kaget-kaget banget sama alur yang tiba-tiba langsung main satu tahun kemudian. Adegan persidangannya Sang Ah sama Jang Hye Mi itu harusnya seru  tapi alur sidangnya malah flat aja gitu. Padahal saya sudah nunggu mereka saling serang pakai bukti.  A lot of adegan maksa memang muncul menjelang episode terakhir drama ini.    
  
Overall, cerita drama Born Again ini tuh menarik buat ditonton. Apalagi buat kalian yang suka sama genre detektif thriller misteri. Sejak awal episode kita sudah diajak mikir tentang apa yang sebenarnya terjadi, dan siapa pelaku sebenarnya. Yang bikin serunya lagi karena drama ini itu punya plot maju mundur karena ceritanya memang tentang reinkarnasi dari para pemainnya. Jadi kalian akan disuguhi cerita dari dua masa yaitu masa lalu sama masa sekarang. Pas masa reinkarnasi, penonton jadi dibikin bingung lagi sama pemain-pemain baru yang bermunculan. Kita diajak main tebak-tebakkan lagi. Pokoknya ini adalah tipe drama yang akan mengasah otak Anda kembali. 

Nah, kalau menurut kalian bagaimana? Apakah kalian puas dengan ending Born Again? Kalau saya sih tidak, endingnya gak jelas dan terkesan maksa sekali.  Alurnya kurang rapi menurut saya, padahal ceritanya menarik.



Friday, 29 May 2020

Hospital Playlist (Review)


Hai Hai selamat datang kembali di review board saya para readers sekalian!

Well, berhubung salah satu drama slice of life garapan sutradara dan penulis andalan kita yaitu Shin Won Ho dan Lee Woo Jung yang berjudul Hospital Playlist telah tamat dengan ending yang penuh nano-nano itu, maka tibalah saatnya bagi saya untuk mereview drama ini. Anyway, bagi yang sudah nonton ending Hospital Playlist, bagaimana perasaan kalian saat ini? Apakah semua kapal kalian berlayar, atau kalian malah salah kapal sejak dari episode pertama wkwkw? Bagi yang menumpangi kapal winter garden saya mengucapkan selamat doa kalian terkabul tadi malam. Tentu, hal ini tidak lepas dari kekuatan doa nyonya Rosa beserta sanak saudara Andrea lainnya yang sudah pasti terbukti ampuh menembus lapisan langit ketujuh. Tuhan mungkin merasa malu ketika orang-orang beriman memohon kepada-Nya lantas tidak mengabulkannya. 



Bisa dibilang tahun 2020 adalah tahun yang penuh dengan kumpulan drama-drama keren di setiap stasiun televisi. Pokoknya, tiap stasiun TV Korea tahun ini benar-benar berlomba memberikan drama dengan genre yang unik dan berbeda. Anyway, kepada bala pasukan The Word of The Married, CLOY, Itaweon Class, dan The King Eternal Monarchy, saya harapkan minggir dulu. Sorry to say but for me, Favorite Drama of The Year masih dipegang sama Hospital Playlist. Yah, Hospital Playlist deserves to be the greatest drama in 2020. Kenapa, why and wae? Ya sudah, silahkan disimak saja review saya berikut ini.

A.   Drama Medis Yang Beda Dari Drama Medis Biasanya

Sebelumnya saya mau sungkem dulu sama penulis Hospital Playlist yang memberikan warna baru dalam drama medis. Saya tidak pernah mengira kalau bakal ada drama medis macam beginian. Kalau sebelum-sebelumnya kalian nonton drama medis yang kebanyakan scene darah, peralatan medis yang seram-seram, ruang operasi dengan suasana menegangkan serta para dokter dan tenaga medis yang lebih menonjolkan skill mereka masing-masing, maka di Hospital Playlist kalian tidak akan disuguhi adegan-adegan macam begituan lagi. Hospital Playlist adalah jenis drama medis yang sangat ringan untuk kalian nikmati. Pokoknya gak ada tuh konflik sama plot yang bikin pusing kayak TWOFTM atau 365: Repeat The Year. Sebenarnya ada kasus pelakor juga sih tapi gak seribet drama sebelah lah.

Hospital Playlist menjadi drama slice of life karena isinya memang lebih menggambarkan rutinitas sama kehidupan para tenaga medis dan dokter pada umumnya di setiap rumah sakit. Bagaimana kehidupan dokter dan perawat lainnya kalau pas jam istirahat, bagaimana kehidupan mereka kalau lagi di luar rumah sakit, bagaimana kelakuan mereka di kantin pas ngumpul, apakah mereka makan dengan santuy atau buru-buru, belum lagi cara mereka menghadapi pasien yang beda-beda karakter. Hubungan antara pasien dan setiap dokter di drama ini juga benar-benar sangat-sangat intens. Selain banyak scene lawak dan absurd dari penghuni RS Yulje, drama ini juga banyak yang mengandung bawang. Beberapa di antaranya kayak kisah seorang pasien yang harus rela menggugurkan kandungannya, kisah Ayah yang rela diet demi menyumbangkan levernya kepada anaknya, dan masih banyak lagi.  Pokoknya, drama ini tuh kayak dibalik layarnya kehidupan rumah sakit di sekitar kita. Dibalik baju yang mereka kenakan dokter pun hanyalah manusia biasa yang punya kisah tersendiri di luar rumah sakit tempat mereka bekerja.

B.    Kisah Persahabatan geng 99

Kalau bahas persahabatan Song Hwa, Joon Woon, Ik Jun, Jung Won, sama Seok Hyung itu rasanya bikin iri deh. Meskipun fiktif tapi rasanya pengen gitu punya circle kayak mereka. Kalau kalian masih sekolah dan sudah nonton drama ini pasti punya cita-cita pengen punya teman-teman dan kehidupan kayak mereka berlima. Mau jadi pintar terus bisa dihormati juga sama orang-orang sekitar. Mau jadi kaya juga biar bisa belanja online sepuasnya kayak Song Hwa, bisa sering traktir teman-teman juga kaya Seok Hyung. Pengen kayak Ik Jun juga yang punya cemilan banyak, kalau Joon Won? Kayaknya doi cuma punya banyak pulsa buat nelpon Ik Sun kwwkwkwk. Bukan cuma kaya ilmu, dan harta tetapi juga kaya hati kayak Andrea a.k.a Jung Won yang suka bantu pasien yang kekurangan biaya pengobatan. Kalau cewek-cewek pasti banyak yang mau jadi Song Hwa, selain pintar, baik, suka belanja barang-barang aneh doi juga punya empat teman cowok yang peduli dan sayang sama dia. Oh indahnya hidup kalau realita seperti di dalam drama kwkwkkw. Kisah lima sekawan ini itu hangat sekali di drama ini, kadang bikin senyum-senyum sendiri sampai ngakak yang tak terkontrol. Apalagi pas scene mundurnya ke masa-masa mereka kuliah. Belum lagi kalau adegan berantem rebutan makanan di tempat makan wkkwkw.

Adegan paling ditunggu kalau mereka berlima ngumpul adalah saat makan bareng di luar atau ngemil di ruangannya Song Hwa, Joon Woon sama Jung Won. Kalau Seok Hyung ruangannya memang gak pantas buat jadi tempat ngumpul. Ruangannya terlalu ramai sama dokumen yang antah berantah itu. Kalau Ik Jun sudah jelas, doi lebih suka berpetualang di setiap ruangan di rumah sakit wkwkwk. Ik Jun memang lebih cocok jadi Duta Persahabatan Rumah Sakit Yulje. Jangankan duta persahabatan, jadi duta asmara antar dokter juga bisa. Selain adegan makan-makan, di tiap episodenya kalian juga akan melihat para dokter ini ngeband bareng. Lagu-lagunya juga enak-enak dan bikin baper tiap episodenya. They are really talented doctors who can sing and play instrumental musics. 



C.    Drama Yang Mengajarkan Penonton Untuk Lebih Banyak Bersabar

Harus saya akui kalau drama Hospital Playlist memang banyak mengajarkan kesabaran kepada penonton setianya. Durasi dramanya saja satu jam lebih tapi tau-tau abis kayak nonton MV doang. Habis itu, kita harus nunggu lagi seminggu lamanya buat nonton. Pas nonton eh gak berasa udah selesai, pokoknya begitu terus tiap minggunya sampai Hospital Playlist season 1 tamat di episode 12. Episode Hospital Playlist juga cuma 12 beda sama drama lainnya yang kebanyakan 16 episode. Past tamat semalam, kita malah disuruh nunggu lagi selama setahun untuk season 2. Seminggu aja sudah gregetan nungguin lanjutannya, gimana nunggu setahun T_T. Ini tuh memang jenis drama yang bikin penontonnya keseret arus cerita kayak lagi main di pantai. Tanpa sadar tau-tau sudah main di tengah laut aja. Tapi ya sudahlah, paling tidak satu kapal telah berlayar di Hospital Playlist season 1. Biarkan writer nim berkarya untuk Hospital Playlist season 2 dan 3.


Friday, 15 May 2020

Find Me in Your Memory (Review)


Hello para readers sekalian! Welcome back to my review board again. Kali ini saya akan mereview sebuah drama dari MBC lagi tetapi dengan genre yang berbeda dari review saya sebelumnya. Kalau sebelumnya kalian pusing tujuh keliling akibat plot dari 365: Repeat The Year yang sangat menguras mental dan emosi itu, maka kali ini MBC memberikan sebuah penawar untuk otak kalian yang sangat butuh keuwu-uwuan yang tak kalian dapatkan di drama-drama sebelumnya. So, adapun drama yang akan saya bahas kali ini adalah drama yang berjudul Find Me In Your Memory.

Ok, tanpa perlu berlama-lama lagi langsung saja kita review drama bergenre fantasi, misteri dengan taburan bumbu romancenya yang kental ini. Untuk kalian yang butuh drama ringan serta romantis dengan konfik yang gak berat-berat amat kayak jenis drama yang lagi ramai saat ini maka saya sangat merekomendasikan drama Find Me In Your Memory Ini. Daripada kalian tersiksa batin terus tiap minggu liat kisah hidupnya Ibu Dok di The World of The Married, mending nonton drama ini deh untuk menstabilkan mood kalian. Atau mungkin kalian capek nangis sesegukan gara-gara ngikutin drama Hi, Bye Mama, maka drama ini bisa jadi obat penenang untuk menceriakan kembali hati kalian. Lebih-lebih kalau kalian puyeng ikutin alur dramanya 365: Repeat The Year sama Memorist, mending nonton drama ini saja lah guys.  

Ada beberapa alasan mengapa drama ini menjadi salah satu drama yang seharusnya tidak Anda lewatkan tahun ini. Pertama,  karena jalan ceritanya itu kayak vibe drama-drama tahun 2010an 2011an, jadi kalian bisa nostalgia ke eranya drama-drama bucin yang ceritanya benci jadi cinta gitu lewat nonton drama ini. 

Kemudian, inti dari drama ini itu menceritakan tentang sosok Lee Jung Hoon yang merupakan seorang pembawa acara atau berita pada stasiun TV nomor satu di Korea bersama Yeo Ha Jin yang merupakan artis popular di Korea. Yang menarik ialah, karakter Lee Jung Hon atau yang sering disebut Anchor Nim ini sangatlah dingin. Karakter Anchor nim ini sudah kayak perwakilan sosok cowok drama Korea pada umumnya lah yang ala-ala cool, tamvan, smart dan karismatik begitu. Pokoknya karakter cowok macam begini itu udah mulai langkah lah di drama Korea jaman jigeum. Anchor Nim ini itu macam cowok dalam drama-drama angkatan BBF gitu lah. Bisa dibilang sosok dari Anchor Nim ini tuh ibarat Mbak Najwa Shihab versi cowok kalau lagi wawancara sama tamunya di Mata Najwa. Kalau ada tamu di program TV-nya Anchor Nim pasti langsung kena K.O gara-gara pertanyaan dan pernyataannya yang jinja pedas kayak Siwon makan Mie Sedaap.

Dannn, karakter Anchor Nim ini sangatlah jauhhh berbeda dengan sosok Yeo Ha Jin yang asli pecicilan dan super cerewet. Kalian pasti sudah ngebayangin kan kayak gimana lucu dan mengemaskannya couple ini lewat perbedaan karakternya itu.  Saya memastikan jika kalian akan senyum-senyum sendiri kalau nonton drama ini. Ada banyak scene uwu-uwu yang membuat kalian tambah bucin sama Anchor Nim dan mbak Ha Jin ini. Sosok super cuek dan dinginnya Anchor nim yang tiba-tiba jadi bucin sejatinya mbak Ha Jin bakal bikin kalian makin gemas sendiri selama nonton tiap episodenya. Sampai-sampai netizen di twitter sudah pada halu pengen cowok idaman kayak Anchor Nim wkkwkw. Ya, bagaimana penonton gak bucin juga sama Anchor Nim kalau doi sudah diputusin berulang kali pun masih tetap setia sama mbak Ha Jin. Bahkan ditinggal pergi dua kali puasa dua kali lebaran sama Mbak Ha Jin di Amerika saja, Anchor Nim tetap setia nunggu loh. Kalau di drama The Guest Anchor Nim sibuk ngejar-ngejar Park Il Do, di drama Find Me in Your Memory ini doi malah sibuk ngejar-ngejar mbak Ha Jin. Jadi, pacar kamu Ganteng? Kaya? Tapi bisa kayak Anchor nim gak? Wkkwkw

Oh iya, selain bucin sama drama ini, kalian juga akan bucin sama soundtracknya. Ost-nya Find Me In Your Memory memang bagus-bagus. Pokoknya cocok buat kalian yang lagi bucin atau dilanda asmara macam Anchor Nim.  Nahhhh, tidak lupa juga saya menambahkan sebuah saran untuk kalian. Bagi anda-anda yang sedang rindu sama ektingnya mas Park Yoochun bisa liat mukanya Anchor Nim di drama ini. Hitung-hitung sebagai obat rindu sama Park Yoochun. Mukanya Anchor Nim mirip banget woii sama Park Yoochun.    


Wednesday, 29 April 2020

365: Repeat the year (Review)




Halo, halo! Welcome back to my review board again para readers sekalian! Well, pada kesempatan kali ini izinkanlah saya untuk membahas sebuah drama dari MBC yang bikin pusing tujuh keliling para penontonnya. Kalau kalian mengikuti drama ini pasti juga merasakan hal yang sama dengan saya. Yup, drama tersebut tak lain dan tak bukan adalah drama Korea yang berjudul 356: Repeat the year. 


Dannnn pada akhirnya, drama yang bergenre misteri, fantasi, thriller, kriminal yang bikin pusing tiap episodenya ini telah menemukan endingnya dengan total 24 episode. Nah, karena dramanya sudah tamat maka tibalah saatnya saya untuk memberikan ulasan mengenai drama yang katanya underrated ini but actually really worthy for me.  

A.   Drama Kriminal yang Kurang Menegangkan tapi Malah Bikin Pusing

Sekedar saran untuk kalian yang sedang berencana untuk menonton drama ini. Jangan pernah mengharapkan banyak adegan sadis dan plot yang bikin dag dig dug macam drama misteri thriller lainnya. Saya sendiri memiliki ekspektasi yang sangat tinggi dengan akan banyaknya adegan-adegan yang menegangkan dan penuh pertumpahan darah di episode satu drama 356: Repeat the year ini. Sayang seribu sayang, tegang kagak, pusing iya kwkwkw. Bagaimana saya tidak pusing kalau setiap episode saya harus mikir keras tentang siapa dalang dari semua kasus pembunuhan di dalam drama ini. Intinya drama ini bikin otak saya bekerja keras untuk menebak apa yang sebenarnya terjadi dan apa yang akan terjadi selanjutnya. Trust me, it's really unpredictable drama.  

B.    Drama Misteri yang Bikin Suudzon Sama Semua Pemainnya

Setiap episode memang benar-benar menguras pikiran tentang siapa dan apa tujuan sebenarnya dari kesepuluh orang yang ikut melakukan “reset” atau perjalanan waktu ke masa lalu tersebut. Semuanya gak ada yang bisa dipercaya. Di awal-awal episode, saya mencurigai kalau nyonya Lee Shin lah yang menjadi dalang utama dari semua kasus pembunuhan. Di antara mereka bersepuluh ya memang beliau yang paling mencurigakan di mata saya. Salah satu alasannya ya karena beliau adalah satu-satunya orang yang memimpin sekaligus mengatur semua proses reset tersebut di rumah sekaligus tempat prakteknya itu. Ya wajar juga doi difitnah jadi pelaku, klinik tempat prakteknya saja sudah bikin suudzon, soalnya besar dan luasss sekaleeee. Kalau saya masuk buat konsultasi ke klinik Zian, kayaknya saya butuh guide deh. Takut kesasar soalnya, banyak labirinnya dan terlalu misterius. Baru kali ini juga saya liat tempat praktek model istana kepresidenan begitu. Namun,  dibalik pribadi nyonya Lee Shin yang mencurigakan dan misterius itu, ternyata beliau bukanlah pelaku utama di drama ini.  Gara-gara main tunjuk-tunjuk pelaku dan saling mencurigai di antara kesepuluh orang ini, penonton pun jadi ikut-ikuttan main tuduh-tuduh juga. Lalu, pada akhirnya, acara tebak-tebakkan pembunuh pun berlanjut terus di setiap episodenya. Bukannya malah menebak siapa pelaku sebenarnya, saya malah curiga kalau cerita di drama ini hanyalah kisah yang ditulis oleh Shin Ga Hyun di webtoonnya. Netizen di twitter juga banyak yang beranggapan kalau Detektif Hyung Joo adalah pelaku dari semua kasus pembunuhan yang terjadi karena terinspirasi dari webtoonnya Shin Ga Hyun. Tapi, ternyata asumsi tersebut salah lagi. Ya gimana drama kriminal ini mau menegangkan kalau setiap episode saya malah kebanyakan emosi plus garuk-garuk kepala. Tiap episode saya cuma malah tambah dosa karena suudzon dan memfitnah semua pemeran dan pemain drama 365: Repeat the year. Kayaknya saya lebih banyak dosa nonton drama ini deh dibandingkan nonton drama The World of The Married wkwkwk.  

C.    Jangan Pernah Mengharapkan Romance di Dalam Drama ini

Pas nonton episode terakhir, saya kira saya akan menemukan sedikit scene romance antara Hyung Joo dengan Ga Hyun. Kenyataannya, secuil pun tak ada harapan akan terwujudnya pasangan kekasih dalam drama ini. Kalau tidak ada scene romance antara mereka berdua, paling tidak adalah yah dialog dari mereka yang menjurus ke persoalan hubungan asmara. Sayangnya, sampai episode terakhir pun writer nim tak memberikan tanda-tanda akan kemunculan api asmara itu. Sepertinya, mereka memang hanya ditakdirkan untuk menjadi sepasang sahabat di dalam drama ini, bukan sebagai sepasang kekasih. Meskipun happy ending tapi entah kenapa saya malah nyessek liat ending drama 365: Repeat the year ini. Ternyata, Hyung Joo lebih memilih untuk memutar waktu demi menyelamatkan Ga Hyun tetapi dengan resiko mbak Ga Hyun tidak akan mengingat semua kenangan yang mereka pernah lewati sebelumnya. Lihat ending scene yang satu ini kok bikin saya bapper dan sedih yah. Sudah macam scene-nya Kimi No Nawa T_T


It will be great if 365: Repeat the year will have season two or special episodes for Hyung Joo and Ga Hyun.
 The fact that they ended without being a couple is make me sad but the lovely thing from Hyung Joo and Ga Hyun relationship is about their friendship, yah the eternal friend even they have to reset the time again. I also will be glad if in another reset they can be more than friends again.  

Something that you should make a bold is this drama also proved that having one friend is better than having many friends around you. Don’t trust too much to anyone!