Friday, 20 January 2017

Mari Berburu Beasiswa!

Punya cita-cita untuk kuliah di luar negeri pasti menjadi impian banyak orang. Menetap sebagai mahasiswa di negeri yang kita idam-idamkan punya sensasi dan pengalaman tersendiri tentunya. Saat ini sudah banyak  sekali mahasiswa-mahasiswi Indonesia yang telah mencicipi nikmatnya kuliah di luar negeri. Saya juga yakin kalian ingin menjadi salah satunya di kemudian hari. Untuk kalian yang berfikir kuliah di luar negeri itu susah dan mahal cobalah untuk membuang pikiran itu jauh-jauh dulu karena saat ini sudah banyak para penyedia beasiswa yang membutuhkan calon mahasiswa dan mahasiswi yang berkeinginan kuliah di luar negeri. Kalian mungkin kenal beberapa artis yang saat ini sedang menempuh dan bahkan ada pula yang telah menyelesaikan studi mereka di luar negeri. Sebut saja Maudy Ayunda, gadis serba bisa ini telah menyelesaikan pendidikan Strata satunya di salah satu universitas top dunia yaitu Oxford University di Inggris. Vidi Aldiano, penyanyi cowok yang satu ini juga telah menyelesaikan jenjang masternya di University of Manchester di Inggris Kemudian ada Cinta Laura dan Tasya Kamila yang juga melanjutkan jenjang pendidikannya di Columbia University yang merupakah tempat kuliah mantan presiden Barack Obama. Ada juga penyanyi cewek yang bersuara khas, Gita Gutawa yang berhasil menyelesaikan masternya di University of Birmingham di Inggris. Beberapa artis tersebut telah membuktikan kalau mereka bisa kuliah di luar negeri. Usaha dan ketekunan juga merupakan modal kuat untuk mereka sehingga mereka bisa menembus kampus-kampus keren di luar sana. Tasya Kamila dan Gita Gutawa membuktikan kalau mereka juga bisa tembus kuliah di luar negeri lewat beasiswa loh readers. Kedua artis cantik ini berhasil meraih beasiswa LPDP untuk melanjutkan karir pendidikan mereka di luar negeri. Nah, untuk itu readers kali ini saya akan membagikan beberapa penyedia beasiswa luar negeri yang patut kalian coba. 

LPDP 

LPDP merupakan singkatan dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan. Lembaga penyedia beasiswa ini telah menjadi incaran bagi para pemburu beasiswa saat ini. Sekarang sudah ada ribuan penerima beasiswa LPDP yang melanjutkan kuliah di luar negeri. Para penerima beasiswa LPDP dikenal dengan sebutan awardee LPDP. Ada banyak jenis beasiswa yang ditawarkan oleh pihak LPDP seperti Beasiswa Magister dan Doktor, Beasiswa Tesis dan Disertasi, Beasiswa Afirmasi, Beasiswa Spesialis Kedokteran, dan Presidential Scholarship. Negera tujuan untuk melanjutkan studi dalam list LPDP juga sangat banyak seperti Amerika, Inggris, Jepang, Korea, China, Singapura, Thailand, Belanda, Selandia Baru, dan masih banyak negara lainnya. Salah satu kelebihan dari LPDP itu sendiri yaitu dengan memberikan pilihan negara tujuan yang kita inginkan dan tentunya kita juga harus memenuhi persyaratan negara dan kampus tujuan yang telah kita pilih. Untuk mengenal lebih jauh dengan beasiswa yang satu ini silahkan kunjungi website resmi mereka di sini LPDP.

CHEVENING


Beasiswa yang satu ini mungkin agak samar-samar di telinga kalian. Walaupun tak sepopuler LPDP tapi beasiswa ini juga patut untuk dicoba. Chevening merupakan penyedia beasiswa yang dinaungi oleh pemerintah Inggris yang fokus kepada pengembangan kepemimpinan atau yang mereka sebut sebagai developing global leaders. Berbeda dengan beasiswa LPDP yang memiliki banyak negara tujuan. Beasiswa ini hanya ditujukan kepada mahasiswa dan mahasisiwi yang ingin melanjutkan kuliah di Inggris. Jadi, jika kalian bercita-cita untuk kuliah di Inggris silahkan mencoba untuk daftar beasiswa ini. Ada banyak pilihan kampus berkualitas yang disediakan oleh pihak Chevening bagi para scholarship hunter. Sebut saja Oxford, Cambridge, Edinburgh, Glasgow, Birmingham, Warwick dan masih banyak lagi. Jika kalian lolos sebagai penerima beasiswa maka kalian akan mendapatkan uang SPP gratis, uang bulanan, uang perjalanan dari UK dan ke UK, uang saku kedatangan, tunjangan keberangkatan pulang, biaya VISA, dan juga hibah untuk setiap menghadiri acara yang diadakan oleh Chevening di Inggris. Wowww, keren kan readers? Kalau kamu tertarik untuk kuliah di Inggris silahkan baca lebih lengkapnya di sini Chevening Indonesia.

NEW ZEALAND ASEAN SCHOLAR AWARDS


Sesuai dengan namanya beasiswa ini merupakan beasiswa yang diberikan kepada negara-negara di ASEAN termasuk Indonesia. Dana beasiswa ini  berasal dari pemerintah Selandia Baru. Kalau Inggris punya Chevening di Selandia Baru ada New Zealand Asean Scholar Awards atau lebih dikenal dengan singkatan NZAS. Penyedia beasiswa ini fokus mencari penerima beasiswa yang memiliki ilmu, skill, dan beberapa kualifikasi yang mampu berkontribusi pada bidang ekonomi, sosial, dan pengembangan politik di daerahnya. Adapun tipe dari beasiswa yang ditawarkan dari NZAS antara lain; postgraduate certificate (6 Bulan), Postgraduate Diploma (1 tahun), Master Degree (1-2 tahun) dan Phd (Sekitar 3,5 tahun keatas). Beberapa institusi yang bisa menjadi pilihan kalian untuk melanjutkan kuliah seperti Auckland University of Technology, Lincoln University, Massey University, United Institute of Technology, University of Auckland, University of Canterbury, University of Otago, Victoria University of Wellinghton, University of Waikato, dan Manukau Institute of Technology. Bagaimana readers, sudah punya rencana untuk belajar di negeri yang terkenal dengan biri-biri dan pemandangan yang menakjubkannya di dunia? Kalau kamu tertarik untuk kuliah lewat beasiswa ini silahkan klik link berikut NZAS

MORA SCHOLARSHIP

Ministry of Relegion Affairs Scholarship atau MORA Scholarship merupakan lembaga beasiswa yang didanai langsung oleh kementrian agama Indonesia. Sesuai cita-cita yang ingin diwujudkan oleh kementrian agama Indonesia yaitu program 5000 Doktor maka diusunglah pula program beasiswa studi S2 di luar negeri. Karena sumber dananya dari kementrian agama maka fokus penerima beasiswa ini juga difokuskan kepada tenaga kependidikan di perguruan tinggi Islam. Jadi untuk kalian yang berasal dari perguruan tinggi Islam dan memiliki akreditasi B pada pada program studi kalian maka kalian bisa mendaftarkan diri kalian. Selain merupakan alumni perguruan tinggi Islam kalian juga harus memenuhi persyaratan sebagai tenaga kependidikan pada PTKI (Perguruan Tinggi Keagamaan Islam) atau PNS dan pejabat fungsional umum pada direktorat jenderal pendidikan Islam. Untuk lebih jelasnya silahkan kunjungi laman resmi MORA Scholarship di bagian ini MORA Scholarship.

Selain beberapa beasiswa yang sudah cukup terkenal seperti Fullbright-Aminef, AAS, ataupun Beasiswa Unggulan, beasiswa yang saya sebutkan di atas bisa menjadi jalan untuk mewujudkan mimpi kalian dalam mengenyam dunia pendidikan di luar negeri. So readers, when it's your turn to go abroad? Ingat kalian tidak sendirian banyak para pejuang dan pemburu beasiswa yang juga sedang berusaha mewujudkan mimpinya itu di luar sana termasuk saya sendiri. Semangat!

Tuesday, 17 January 2017

Great Wall Movie (Review)


The seventeenth of January of 2017. 08.51 PM (WITA). 

Good evening para readers! Well, di kesempatan kali ini saya ingin sedikit berbagi cerita tentang salah satu film bergenre fantasy yang baru saja saya nonton kemarin. Jadi pada hari senin kemarin saya sedang berencana untuk menonton film sama sepupu saya tapi bingung mau nonton apa. Awalnya sih pengen nonton filmnya koko Ernest yang Cek Toko Sebelah tapi setelah search jadwal film tiba-tiba saya tertarik sama sebuah film yang berjudul Great Wall. Habis itu saya langsung cari lagi trailernya di Youtube dan ternyata keren juga. Trailernya juga berhasil menghipnotis sepupu saya yang awalnya mau nonton komedi. Next, we made a deal to watch it! Yoshh!!!. Karena nonton tanpa fotoin tiket bioskop itu adalah sebuah hal yang tidak wajar untuk anak kekinian saat ini, maka sayapun merasa wajib untuk melakukannya. Setelah cekrek sana sini dan cari view yang pas menurut saya then tada........This is It!!!





Tepat pukul 14.10 PM kamipun memasuki ruang bioskop. Sekitar 10 menit menunggu akhirnya Great Wall  mulai juga. Ok sekedar info film ini merupakan film 3D petualangan monster fantasi yang diperankan oleh beberapa aktor kece Hollywood seperti Matt Damon dan Pedro Pascal. Selain itu, film ini juga dibintangi oleh-oleh aktor dan artis ternama asal Tiongkok sebut saja Andy Lau, Jing Tian, dan Lu Han yang merupakan mantan anggota boyband EXO (Kpopers pas nonton pasti langsung teriak oppa!!! oppa!!!). Teriaknya udahan yah saya langsung bahas isi ceritanya dulu. Karena judulnya Great Wall pasti sudah ketebak dong lokasi pengambilan ceritanya dimana, yup di negeri China. Jadi awalnya pas liat trailernya (Nontonnya dipercepat soalnya) saya belum tau kalau ternyata film ini juga diperankan oleh ratusan atau   jutaan sosok monster, yang pastinya dalam bentuk animasi yang awesome menurut saya. Saya kira film ini cuma sekedar film perang yang terjadi disekitaran tembok Cina saja. Setelah beberapa menit filmnya dimulai ada adegan si Matt sama si Pedro ini memotong tangan monster. Akhirnya, saya semakin penasaran sama cerita Great Wall ini. Dalam cerita ini dua aktor Hollywood ini dikisahkan sebagai dua orang yang menyamar sebagai pedagang kemudian ditangkap oleh para Jendral yang bertugas menjaga tembok besar China. Salah satu Jendral yang keren itu ternyata diperankan oleh Jing Tian. You know what? she is so cool and beautiful. Akting dari Jing Tian ini yang bikin mata saya terkagum-kagum sendiri. Sudah cantik, jago pula main film action. I do love her way to wear the blue harness. Singkat cerita, Matt sama Pedro yang ditangkap tersebut ternyata membawa potongan tangan monster yang waktu itu mereka kalahkan. Para pasukan tembok China tidak mempercayai begitu saja cerita mereka. Mereka dianggap sebagai mata-mata. Ternyata Matt dan juga pedro juga tidak tahu menahu tentang monster macam apa yang mereka temui. Setelah diskusi yang panjang dan menegangkan karena nyaris dibunuh para Jendral pun sepakat untuk mengurung mereka. Pada akhirnya Matt dan Pedro mengetahui bahwa monster tersebut merupakan musuh paling berbahaya bagi kerajaan China. Para pasukan tembok China menyebut monster tersebut sebagai Tao Tei. Karena keahlian memanah dan bela diri dari Matt dan Pedro yang benar-benar memukau saat menghadapi monster tersebut akhirnya mereka dipercaya untuk bergabung bersama para Jendral dalam melawan monster tersebut.

Oh iya, selama nonton film ini tiba-tiba saja saya mengingat bacaan yang pernah saya baca waktu jaman saya SMP. Walaupun buku saya itu sudah menghilang entah dipinjam atau memang sudah menghilang sejak beberapa tahun lalu tapi, saya masih ingat jelas tentang cerita dalam bacaan tersebut. Saya sendiri sudah lupa judul bukunya yang jelas buku tersebut memuat tentang tanda-tanda akhir zaman. Yang saya ingat buku itu saya beli pas bulan Romadhan di Masjid besar Al-Markaz. Dalam buku tersebut dijelaskan bahwa ada sosok yang disebut Yajuj dan Majuj yang kemudian digambarkan sebagai orang-orang yang akan muncul sebagai tanda akhir zaman. Ada pula yang menuliskan bahwa Yajuj Majuj ini adalah sejenis binatang. Walaupun lebih banyak pendapat yang mengatakan bahwa Yajuj Majuj bukanlah binatang melainkan sosok manusia. Sosok mahluk akhir zaman ini juga dikabarkan akan muncul di China. Setelah kepingan-kepingan ingatan saya dan bagian-bagian film Great Wall ini makin mengarahkan saya kepada sosok Yajuj dan Majuj saya pun langsung explore ke mbah Google. Saya takut salah ingat tentang bacaan yang saya baca. Setelah searching ternyata benar ada banyak artikel yang membahas kemunculan Yajuj dan Majuj di China. Dalam film ini memang menceritakan tentang kisah lain dibalik pembangunan tembok China ini, yang ang tak lain adalah sebagai penghalang bagi Tao Tei memasuki wilayah China. Dalam hasil pencarian saya, saya juga menemukan di laman Kaskus sebuah artikel yang membahas tentang Raja Zulkarnaen yang pada jamannya membangun tembok besar China sebagai penghalang Yajuj dan Majuj. Terlepas dari beberapa bagian penting cerita yang entah mengapa saya berpikir sang penulis cerita memang terinspirasi dari kisah mahluk akhir zaman itu, ada pesan moral yang saya sangat suka dalam film ini. Kata Xie ren terus terngiang-ngiang di kepala saya hingga sekarang. Para pasukan penjaga tembok China memiliki prinsip xie ren dalam kehidupan mereka. Xie ren di sini diartikan sebagai kepercayaan atau keyakinan. Para pasukan penjaga tembok China mengutamakan saling percaya satu sama lain dalam visi misi mereka untuk melindungi tembok China. Mereka selalu berpegang teguh bila tak ada teman seperjuangan mereka yang akan saling menyakiti dan mengkhianati demi menjaga tembok China. Ada sebuah scene dimana Matt diajak oleh Jing Tian untuk melompat ke luar tembok China dengan menggunakan tali dan alat lainnya yang sering digunakan oleh para pasukan penjaga tembok China saat bertempur melawan Tao Tei tapi Matt tak ingin melompat begitu saja, dia tidak percaya pada pasukan penjaga tembok China yang saat itu memegang dan menjaga tali yang dikenakannya itu untuk melompat. Saat itulah Jendral wanita anggun dan perkasa itu memperkenalkan Xie ren kepada Matt. Sebaliknya, Matt tidak pernah memiliki prinsip itu dalam hidupnya. Dia lebih mempercayai dirinya sendiri daripada orang lain. Pada penghujung film ini diceritakan adanya pengkhianatan yang dilakukan Pedro dan seorang warga asing di dalam tembok China. Mereka ingin mencuri bubuk hitam yang mereka percaya sebagai harta yang sangat berharga. Pada akhirnya Pedro juga kembali dikhianati oleh rekan setimnya tersebut. Diapun menyadari bahwa ia tak seharusnya berkhianat pada Matt, sahabatnya dan juga kepada pasukan penjaga tembok China. Walaupun pada akhirnya Pedro kembali  kepada sahabatnya dan pasukan penjaga tembok China, ia tetap merasa bersalah dan merasa pantas untuk dihukum. 

Pada akhir cerita, pasukan tembok China akhirnya berhasil mengalahkan dan menghancurkan para monster dengan kisah yang benar-benar klimaks maksimal tentunya. Satu hal yang keren menurut saya adalah bagian dimana Matt dan Jiang Tian benar-benar menggambarkan Xie ren itu dalam perjuangan habis-habisan mereka menghadapi Tao Tei. Adegan Lu Han yang meledakkan dirinya untuk menghalau para monster dan adegan Andy Lau menjadikan dirinya tumbal untuk para monster demi memberikan jalan kepada Matt dan Jiang Tian untuk membidik ratu dari monster tersebut adalah beberapa adegan yang mengharukan dan mengesankan menurut saya. Lu Han dan Andy Lau percaya bila Matt dan Jiang Tian mampu menyelamatkan kerajaan China dari Tao Tei. (It was a Xie ren!). Honestly, saya menangis waktu Lu han dengan pasrahnya menyalahkan bubuk hitam sebelum diledakkan dihadapan teman-teman seperjuangannya (Oppa!!! andwaeeee!!!!). 

Terakhir, saya cuma mau bilang kalau film ini so awesome! Film awal tahun yang menegangkan, menyenangkan sekaligus menginspirasi buat saya pribadi tentunya. Selain memberikan pelajaran moral tentang sebuah kepercayaan dalam menjalin kerja sama ataupun hubungan yang lainnya (Hati-hati bapper!) di sisi lain film ini juga menyadarkan saya kalau kiamat memang sudah dekat. Buat para readers yang penasaran silahkan search trailernya di Youtube atau ingin lebih mengenal tentang film ini dan para pemainnya silahkan ubek-ubek om Google mengenai film Great Wall atau langsung saja kunjungi laman berikut Great Wall MovieI suggest you to watch it or maybe download it later. 



Sunday, 15 January 2017

BACA! (Bantaeng Ammaca)


Rencana untuk kembali ke kota Makassar untuk menghadapi rutinitas tiba-tiba saja dipending hari ini. But, Alhamdulillah Tuhan merencanakan sebuah agenda untuk saya di hari sabtu ini. Singkat cerita semalam saya mendapat informasi dari akun Instagram @bantaengammaca  bila tanggal 14 Januari hingga 15 Januari akan diadakan gerakan BACA yang diprakarsai oleh anak muda Bantaeng. Salah satu kontak di BBM saya (Usut punya usut ternyata ponakan saya kwkwkw) juga memasang display picture seperti yang terposting di akun Instagram Bantaeng Ammaca. Setelah tanya-tanya tentang kegiatan ini akhirnya sayapun memutuskan untuk harus ikut acara ini. Kebetulan saya selalu suka dengan yang namanya buku (It depends on the content anyway hehehe). Berhubung kegiatan ini merupakan kegiatan perdana dari BACA so, I was so excited to join this event terlebih lagi saya sebagai warga asli Bantaeng sangat-sangat ingin berkontrubusi dalam memajukan budaya membaca di tanah kelahiran saya. Sejauh yang saya ketahui, budaya membaca anak-anak disekitar saya memang telah teralihkan dengan adanya televisi dan smartphone (Absolutely). Fenomena-fenomena semacam ini telah menjadi santapan hari-hari saya dimana banyak anak-anak lebih memilih bersama gadget orang tua mereka seharian daripada bersama buku-buku disekitar mereka, agak mengharukan memang bila saya berhasil mendengar, melihat atau bahkan menjumpai anak yang masih berusia dini namun telah memiliki karya dalam bentuk tulisan atau bahkan buku.  Hal yang paling saya rindukan adalah melihat anak dibawah usia belasan tahun dikelilingi oleh beraneka macam warna buku di keseharian mereka. Then, suddenly I miss Majalah Bobo in my elementary school. Sedikit cerita, dulu saya sangat ingin mengoleksi semua majalah Bobo yang dirilis tiap minggu namun apalah daya saya hanya bisa meminjam majalah dari teman saya dan sepupu saya. At the time, Bobo was the best gadget in my childhood with my friends (Tiba-tiba kangen jadi anak SD hikz). Ok we go to the point then, Kegiatan BACA! ini rencananya akan diadakan tiap minggu dan berlokasi di anjungan pantai Seruni kabupaten Bantaeng. Adapun jadwal buka lapak tiap minggu dari teman-teman BACA! sendiri bisa difollow up langsung di akun Instagram Bantaeng Ammaca. Agenda perdana dari BACA! hari ini adalah membuka lapak buku untuk para pengunjung pantai Seruni sembari menikmati panorama pantai dan sunsetnya. Dan yang terakhir adalah bedah buku "Tacin" yang merupakan buku karya dari salah satu penulis muda berbakat Bantaeng, Uci (Saya lupa nama lengkapnya, Sorry Uci *peace). Berikut adalah beberapa gambar yang saya berhasil dokumentasikan selama kegiatan BACA berlangsung.    




Gambar-gambar di atas merupakan beberapa penampakan buku yang dipajang saat lapak buku berlangsung. Kebanyakan buku yang dipajang adalah buku anak-anak dan novel. Jika kalian warga yang berdomisili Bantaeng silahkan mampir di lapak buku ini untuk membaca bersama keluarga ataupun teman-teman kalian. Sambil menyelam minum air lah, baca buku sambil ngeexsplore keindahan pantai seruni di hari sabtu sore. Teman-teman di BACA! juga menerima sumbangan buku-buku dari teman-teman sekalian yang berbaik hati dan ingin berkontribusi terhadap kegiatan ini. Sekalian nambah-nambah pustaka tentunya.







Beberapa anak sedang asyik menikmati bacaan yang ada di lapak buku sore tadi. Terlihat ayah dan anak serta ibu dan anak juga tengah membaca berjamaah bersama anak-anak muda lainnya. 
   
  



Dua gambar diatas adalah suasana saat bedah buku berlangsung. Selama proses bedah buku berlangsung beberapa teman memberikan kesan-kesannya setelah dan selama membaca buku tersebut. Katanya sih buku ini penuh teka teki tentang cinta. Sang penulis muda ini juga diakui mampu mendefinisikan cinta dari bukunya tersebut dari pandangan teman-teman yang hadir dan kebetulan sudah membaca buku karyanya itu. Saya sendiri kagum dengan proses penulisan buku ini. Dia hanya menghabiskan waktu tiga bulan SAJA untuk menyelesaikan ceritanya ini plus nebeng laptop teman berhubung waktu itu laptopnya sedang rusak (Oh God, lend me his comfortable zone). Untuk kalian yang penasaran sama bukunya (Mungkin orangnya juga wkwkkw) silahkan hubungi akun Instagram BACA! kebetulan saya juga belum dapat kontak dari penulis buku "Tacin" ini so, just ask the admin cause I deem he/she will tell you. 

Note; artikel ini saya buat pada 14 Januari 2016, pukul 22.30 WITA. Berhubung memasak dan memakan Indomie menyita waktu saya dalam membuat sekaligus mempublish artikel ini jadi artikel ini terpublish tidak pada tempatnya I mean pada waktu yang sebenarnya (Gambar Indomienya gak usah saya upload yah kwkwkwk). 




Sunday, 8 January 2017

Regard me, a girl who is longing to blogging!

The seventh of January of 2017. 11.00 PM (WITA). I am coming back to blogging (Yosh!)


Hello readers! Welcome back to my new and fresh blog. New blog??? yup this is my recent blog. Fresh blog??? Yeah, I (will) add some chipper features in my page. However, because this blog is a newbie among the others so, you have to be patient for waiting the next contents of mine. So far, this is the latest post in my blog.

Ok well, untuk para readers yang masih bingung tentang tulisan diatas maka saya akan  mencoba menjelaskannya secara lebih detail disini. Jadi blog baru yang saya buat ini merupakan blog kedua saya. Blog ini merupakan hasil dari kejenuhan saya setelah berhenti selama beberapa tahun dari blog pertama saya. Kalau kalian menyempatkan diri untuk penasaran sama blog pertama saya silahkan klik tautan ini (Dare to dream).  Sebenarnya sejak saya SMA saya sudah punya blog tapi itupun karena kebutuhan tugas IT waktu itu jadi yah isinya sama sekali tidak menarik menurut saya (apalagi kalian wkwkwk). Menginjak bangku kuliah saya akhirnya tertarik lagi ngeblog yang isinya memang sudah saya konsep sendiri dan saya arahkan untuk kemana dan akhirnya lahirlah si Dare to dream. Nah, si Dare to dream inilah yang telah mengenalkan saya untuk menyelami lebih dalam lagi tentang dunia tulis menulis di dunia perbloggeran pada saat itu. Dare to dream membuat saya menekuni dunia blogging selama beberapa tahun. Sejak tahun 2011 hingga 2014 saya terus aktif mengisi blog saya dengan beberapa jenis topik mulai dari entertainment, education, writing,  dan masih banyak lagi. Kalau boleh jujur blog pertama saya ini masih tergolong blog ababil. Kenapa? karena saya merasa tidak konsisten dalam mengolah isi blog saya. Bahkan bisa di bilang imbalance. Bisa dibilang visi dan misi saya saat pertama kali ngeblog masih blur. Saya ngeblog saja seenaknya tanpa mempertimbangkan apakah topik yang saya pilih itu harus saya masukkan atau tidak. Terlalu banyak topik yang timpang contohnya, saya memasukkan laman tentang entertainment tapi saya tidak konsisten dalam mengolah area tersebut saya malah lebih memperbanyak postingan di bagian education dan motivation. Yah intinya blog saya sebelumnya itu masih kategori gado-gado keasinan. Terhitung sekitar empat tahun saya menghabiskan sebagian hidup saya di Dare to dream, ada rasa menyesal saat itu kenapa saya harus stagnant hanya sampai ngepost diawal tahun 2014. Tepatnya pada tanggal 18 Januari 2014 saya memposting tugas kuliah saya dan sekaligus menjadi postingan terakhir saya. Sebenarnya keputusan saya saat itu bukanlah berhenti melainkan vacuum untuk beberapa saat berhubung saya sedang sibuk-sibuknya dengan tugas akhir nan sakral bagi setiap mahasiswa tingkat akhir, yeah skripsi. Dan pada akhirnya saya juga benar-benar tidak konsisten pada diri saya sendiri untuk kembali ngeblog setelah berhasil memakai toga pada hari itu. Yup, I quit from blogging at the day!

Tepatnya pada malam pergantian tahun 2017 kemarin saat yang lain sibuk meramaikan kedatangan sang 2017 saya masih tetap seperti pergantian malam tahun-tahun sebelumnya, browsing! ketika jari jemari saya lagi asik-asiknya menelusuri saluran youtube favorit saya tiba-tiba saja otak saya secara spontan mereset hasil pencarian saya sebelumnya ke laman blogger. I really dunno what's going on earth at the night. Sementara tahun 2016 telah beranjak ke 2017 pada saat yang bersamaan saya malah terjun ke laman blog saya beberapa tahun silam. Then, I felt that feeling. I miss to blogging. Keesokan harinya entah ada angin apa saya memutuskan untuk melanjutkan hobi saya di masa lalu itu dengan sebuah suasana yang baru. Berhubung saya sudah berhenti ngeblog kurang lebih tiga tahun (Yeah, I really really move out from blogging) walhasil saya juga sudah lupa dengan email (saat itu saya tidak menggunakan gmail) dan sandi akun blogger saya. Solusinya adalah sebuah blog baru. Hitung-hitung buat move on juga dari masa lalu hehehe. Meskpun blog saya sebelumnya mengandung banyak kekecewaan namun saya harus akui Dare to dream telah menampung banyak peristiwa dan kenangan pada setiap tulisan yang saya publikasikan. Thank a lot for your  moments dear :') 

At last, Ina returns right now to you readers!