Tuesday, 8 December 2020

Kuliah Satu Semester Berapa Bulan dan Berapa Biayanya?


Menempuh pendidikan hingga ke level perguruan tinggi merupakan kesempatan yang tidak bisa dinikmati oleh semua orang. Tidak semua anak lulusan SMA/SMK bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya. Kamu, yang punya kesempatan ini, hendaknya benar-benar menggunakan kesempatan dengan baik.

Peralihan dari masa sekolah ke masa kuliah seringkali tidak mudah. Terdapat perbedaan sangat mencolok antara kehidupan saat masih menjadi siswa dengan kehidupan sebagai mahasiswa. Mau tidak mau perubahan status ini menuntut seseorang untuk menyesuaikan diri.

Model pembelajaran di sekolah dan di kampus sangat berbeda. Ketika memasuki awal perkuliahan kamu akan merasakan perbedaan-perbedaan tersebut. Dikutip dari idntimes.com, inilah yang kamu rasakan:

a. Harus lebih mandiri dan aktif

Perbedaan paling dirasakan saat menjadi mahasiswa adalah harus lebih mandiri dan aktif. Apabila di sekolah dulu kamu lebih banyak dibantu oleh guru atau staf untuk mengurus administrasi, maka jangan membayangkan hal tersebut di bangku kuliah. Kamu harus aktif mencari informasi berhubungan dengan urusan akademik. 

Kamu harus mengatur jadwal kuliah sendiri, menentukan mata kuliah yang diambil, menentukan kelas mana yang akan diikuti, dan masih banyak lagi, Kamu harus merencanakannya seorang diri dan belajar untuk mempertanggungjawabkan semua keputusan yang diambil nantinya. Tidak ada yang akan memberitahumu, kamu harus berperan aktif untuk kelancaran kuliahmu selama ini. 

b. Jadwal yang fleksibel

Waktu belajar di sekolah tentunya lebih terjadwal dan teratur. Saat masih siswa, kamu dari pagi hingga siang di sekolah dalam lima hari. Nah, ketika sudah kuliah jadwal kelas lebih fleksibel. Misalnya dalam sehari kamu hanya memiliki satu jadwal kelas dengan durasi pembelajaran sekitar 2 jam. Di hari lainnya, bisa jadi kamu punya jadwal 2 kelas dalam sehari yakni di pagi atau sore hari. 

Jadwal kuliah tidak sepadat jadwal sekolah. Bahkan bisa jadi kamu punya jadwal kuliah selama tiga hari dalam seminggu. Fleksibilitas ini menguntungkan karena mahasiswa mempunyai waktu luang untuk melakukan aktivitas lainnya. Namun di lain sisi, fleksibilitas ini akan merugikan bila mahasiswa tidak mampu mengatur dan menggunakan waktu dengan baik. Bisa-bisa mahasiswa kerepotan bila tidak punya disiplin diri yang tinggi.

c. Banyak tugas

Dalam perkuliahan ada macam-macam tugas; tugas individu, tugas kelompok, tugas praktikum, Selain pembelajaran di kelas, kamu juga akan mendapatkan tugas-tugas tersebut dalam setiap mata kuliah. Jadi meskipun waktu belajar fleksibel, kamu harus bisa mengatur waktu agar tugas-tugas mata kuliah tidak menumpuk. Jangan sampai fleksibilitas tersebut membuatmu bersantai-santai sampai lupa tanggung jawab, ya.

d. Harus mampu belajar mandiri

Gaya mengajar dosen dan guru sangat berbeda. Mahasiswa sudah dianggap sebagai seseorang yang dewasa. Sehingga dosen tidak akan memberikan materi secara penuh dan lengkap. Tak jarang dosen hanya memposisikan diri sebagai pembimbing yang mengarahkan mahasiswa belajar. Mahasiswa justru berperan aktif  di dalam kelas seperti aktif bertanya dan aktif dalam diskusi.

Poinnya, mahasiswa harus mampu belajar secara mandiri. Tidak mengandalkan materi dari dosen. Bisa jadi materi dari dosen hanyalah garis besarnya saja. Untuk informasi lain yang jauh lebih detail, mahasiswa yang harus mencari tahu sendiri. Entah dengan membaca buku, jurnal, media cetak, atau media online.

e. Masa liburan yang panjang

Satu lagi yang membedakan antara kuliah dan sekolah. Waktu liburan kuliah lebih panjang. Pada masa liburan semester ganjil biasanya satu bulan. Sementara itu, masa liburan semester genap bisa mencapai tiga bulan. 

Kuliah Satu Semester Berapa Bulan?

Masa kuliah juga berbeda dengan masa sekolah. Namun, ada beberapa poin yang masih sama. Lama masa kuliah tergantung pada jenjang pendidikan yang ditempuh. Tingkat Diploma atau Strata 0 yang terdiri dari Diploma 1, Diploma 2, Diploma 3, dan Diploma 4. Masing-masing tingkat memiliki masa kuliah 1 tahun, 2 tahun, 3 tahun, dan 4 tahun. Sementara itu untuk tingkat sarjana mempunyai masa kuliah selama 4 tahun. 

Bagaimana dengan tingkat Master (Strata 2) dan Doktor (Strata 3)? Lama masa kuliahnya pun berbeda. Tingkat Master mempunyai masa kuliah 2 tahun. Sedangkan tingkat Doktor mempunyai masa kuliah 3 tahun. Namun bisa juga membutuhkan waktu yang lebih lama.

Nah, yang sama antara masa kuliah dan masa sekolah adalah hitungan semesternya. Jadi, istilah semester juga dipakai dalam kuliah. Contohnya, masa kuliah sarjana adalah 4 tahun dengan 8 semester di dalamnya. Lalu, kuliah satu semester berapa bulan? Hitungannya satu semester adalah enam bulan. Jadi dalam satu semester, kamu mempunyai enam bulan masa pembelajaran hingga UAS (Ujian Akhir Semester).

Selama satu semester kamu akan belajar di kelas bersama dosen. Menerima materi sesuai dengan mata kuliah dan SKS yang kamu ambil saat KRS-an. Selain itu kamu harus menyelesaikan tugas-tugas kuliah, mengikuti Ujian Tengah Semester (UTS), dan UAS. Bila menjalani serangkaian kegiatan perkuliahan selama satu semester dengan baik, hasil studimu akan aman. 

Biaya Kuliah Satu Semester

Setelah membahas kuliah satu semester berapa bulan, kita beralih ke pembahasan biaya kuliah. Selama menjalani pendidikan di perguruan tinggi, kamu akan membayar uang kuliah tiap semester. Besaran biayanya tergantung Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang kamu dapatkan.

Setiap perguruan tinggi mempunyai standar UKT masing-masing. Bahkan setiap program studi di sebuah perguruan tinggi juga berbeda-beda. Setiap mahasiswa dalam satu program studi pun berbeda biaya kuliahnya. UKT yang didapatkan mahasiswa ditentukan berdasarkan kemampuan atau kondisi ekonomi keluarga mahasiswa. Sehingga setiap mahasiswa bisa mendapatkan UKT yang berbeda-beda.

Selain itu, biaya kuliah antara perguruan tinggi negeri dan perguruan tinggi swasta. Umumnya biaya kuliah di perguruan tinggi swasta disamaratakan. Tidak seperti di perguruan tinggi negeri yang disesuaikan dengan kemampuan orang tua mahasiswa. 

Dikutip dari 99.co, berikut ini besaran UKT di beberapa perguruan tinggi negeri. Data diambil pada tahun 2019. Tidak menutup kemungkinan bahwa terdapat perubahan standar UKT tiap perguruan tinggi.

Biaya kuliah Universitas Indonesia

Rumpun Sains Teknologi dan Kesehatan (IPA)

Kelas 1: Rp 0 – Rp 500 ribu

Kelas 2: > Rp500 ribu – Rp1 juta

Kelas 3: > Rp1 juta – Rp2 juta

Kelas 4: > Rp2 juta – Rp4 juta

Kelas 5: > Rp4 juta – Rp6 juta

Kelas 6: > Rp6 juta – Rp7,5 juta

Rumpun Sosial Humaniora (IPS)

Kelas 1: Rp 0 – Rp 500 ribu

Kelas 2: > Rp 500 ribu – Rp 1 juta

Kelas 3: > Rp 1 juta – Rp 4 juta

Kelas 4: > Rp 2 juta – Rp 5 juta

Kelas 5: > Rp 3 juta – Rp 5 juta

Kelas 6: > Rp 4 juta – Rp 5 juta

Biaya Kuliah Universitas  Gadjah Mada

UKT 0: Peserta Bidikmisi

UKT 1: Penghasilan wali ≤ Rp500 ribu, biaya kuliah Rp500 ribu

UKT 2: Penghasilan wali Rp500 ribu – ≤ Rp2 juta, biaya kuliah Rp1 juta

UKT 3: Penghasilan wali Rp2 juta – ≤ Rp 3,5 juta, biaya kuliah Rp2,4 juta – Rp7,35 juta

UKT 4: Penghasilan wali Rp3,5 juta – ≤ Rp 5 juta, biaya kuliah Rp 3,5 juta – Rp10,9 juta

UKT 5: Penghasilan wali Rp5 juta – ≤ Rp 10 juta, biaya kuliah Rp4,8 juta – Rp14,5 juta

UKT 6: Penghasilan wali > Rp10 juta, biaya kuliah Rp5,5 juta – Rp22,5 juta

Biasanya kita membutuhkan buku untuk dapat mempelajari berbagai mata kuliah. Anda bisa mendapatkan buku pegangan kuliah untauk mendukung tiap semester Anda di Toko Buku Kuliah Deepublish. 


Sunday, 8 November 2020

Mengapa Apartemen Menjadi Hunian Ideal Bagi Milenial?

Saat ini, rumah bukan lagi menjadi pilihan atau hunian impian satu-satunya bagi setiap orang terlebih untuk para milenial. Beberapa waktu belakangan ini, apartemen memang menjadi hunian yang sedang trend di kalangan anak muda di kota-kota besar. Selain karena alasan lokasinya yang strategis, para milenial lebih memilih tinggal di apartemen juga dikarenakan fasilitasnya yang sangat mendukung. Selain anak muda, beberapa kalangan juga beralih ke apartemen karena apartemen memiliki banyak keunggulan dibandingkan dengan tinggal di rumah. Berikut ini merupakan beberapa alasan mengapa apartemen menjadi hunian ideal bagi setiap orang terutama di kalangan milenal.   

Memilik Perawatan yang Lebih Mudah

Proses perawatan yang lebih mudah menjadi alasan utama mengapa para milenal lebih memilih tinggal di apartemen dibandingkan rumah. Dengan memiliki rumah maka proses perawatan ada di tangan Anda sendiri. Mulai dari membersihkannya hingga memperbaiki berbagai kerusakan di dalamnya akan menjadi tanggung jawab pemilik rumah sepenuhnya. Tentu saja, biaya yang dikeluarkanpun akan menjadi tanggung jawab Anda pula. Sebaliknya, jika tinggal di apartemen maka berbagai masalah yang ada akan menjadi tanggung jawab para staff apartemen.

Memiliki Fasilitas Yang Mendukung

Salah satu keunggulan dari memiliki apartemen ialah tersedianya berbagai fasilitas yang bisa memanjakan penghuninya. Dengan adanya fasilitas yang mendukung ini tentu akan membuat Anda lebih merasa nyaman. Beberapa fasilitas yang bisa dinikmati dengan tinggal di apartemen di antaranya ialah kolam renang, taman bermain, supermarket hingga fasilitas lainnya. Jika Anda tinggal di rumah kelihatannya memang agak tidak mungkin untuk bisa menikmati berbagai fasilitas-fasilitas tersebut. Jika Anda adalah warga Bekasi dan tertarik untuk segera memiliki apartemen impian maka Anda bisa mengeceknya langsung di situs jual apartemen di Bekasi.  Karena berbagai kebutuhan telah terpenuhi lewat online maka Anda tidak perlu repot-repot lagi untuk datang langsung ke lokasinya.

Memiliki Banyak Waktu Untuk Bersantai

Memiliki banyak waktu untuk bersantai menjadi alasan utama pula bagi para milenial sehingga memilih tinggal di apartemen. Saat Anda tinggal di rumah maka sebagian besar waktu akan dihabiskan dengan membersihkan rumah, menjaga rumah hingga memperbaiki segala jenis kerusakan yang ada. Bagi para milenial yang sudah bekerja dan sering lembur tentu hal ini akan menjadi sangat merepotkan. Hal ini akan sangat jauh berbeda jika tinggal di apartemen. Anda tidak akan perlu membersihkan halaman hingga memperbaiki kerusakan yang ada. Oleh karena itu, apartemen memang tempat yang paling cocok untuk menikmati waktu bersantai seusai menjalani rutinitas harian di kantor.

Memiliki Tingkat Keamanan Tinggi

Masalah keamanan juga patut untuk diperhitungkan saat memilih sebuah hunian. Dibandingkan dengan sebuah rumah, tingkat keamanan di apartemen memang lebih terjamin karena pengelola apartemen menyediakan sistem security terbaik. Dengan adanya tim keamanan yang menjaga apartemen selama 24 jam penuh maka Anda tidak perlu was-was lagi apalagi jika meninggalkan apartemen selama berhari-hari. Alasan keamanan tingkat tinggi ini menjadi alasan utama pula mengapa para milenial lebih memilih tinggal di apartemen dibandingkan tinggal di rumah.

Memudahkan Anda Dalam Menabung

Jika memiliki rumah maka Anda wajib memiliki dana darurat untuk mengurus persoalan kerusakan bangunan, kebakaran, perampokan dan lain-lainnya. Namun, saat tinggal di apartemen Anda tidak perlu mengeluarkan uang lagi karena semuanya sudah termasuk dalam biaya maintenance. Nah, dengan demikian Anda bisa menyisihkan sebagian uang untuk 


Sunday, 1 November 2020

Tips Memilih Rumah atau Hunian yang Tepat


Rumah atau hunian merupakan hal yang penting bagi setiap orang. Oleh karena itu, Anda patut mencari informasi sebanyak-banyaknya mengenai rumah yang akan Anda huni. Jangan sampai Anda menghuni rumah yang tidak sesuai dengan kebutuhan seperti jarak yang jauh dari tempat kerja, rawan banjir ataupun akses yang sulit untuk dilalui kendaraan. Lalu, bagaimana memilih rumah atau hunian yang tepat?  Untuk lebih jelasnya silahkan simak informasi berikut ini.

Perhatikan Kebutuhan Keluarga

Sebelum menentukan sebuah rumah yang akan dihuni, ada baiknya untuk memperhatikan kebutuhan keluarga Anda terlebih dahulu. Jika sudah memiliki anak, Anda juga perlu mempertimbangkan mengenai jumlah kamar yang dibutuhkan. Begitu halnya dengan keberadaan garasi mobil yang luas atau mungkin keberadaan taman jika Anda memang seorang pencinta tanaman. Setelah mencatat berbagai kebutuhan tersebut, selanjutnya silahkan mendiskusikannya dengan keluarga. Hasil diskusi tersebut akan menjadi acuan dalam menyortir hunian masa depan Anda.

Gunakan Agen Properti yang Terpercaya

Jika memiliki waktu yang luang, tentu Anda bisa mencari hunian tanpa meminta bantuan agen properti. Namun, tidak ada salahnya juga jika menggunakan situs jual rumah atau situs properti untuk mencari hunian idaman Anda. Terlebih di zaman yang serba canggih ini di mana setiap kebutuhan telah dilakukan secara online termasuk dalam mencari rumah. Dengan demikian, Anda akan semakin mudah menemukan sang rumah idaman.

Perhatikan Lokasi dan Akses Rumah

Tidak bisa dipungkiri jika lokasi rumah adalah hal yang sangat penting. Rumah yang berlokasi di pusat kota pada dasarnya memang memiliki harga yang mahal akan tetapi lokasi rumah di pusat kota akan memudahkan Anda untuk berpergian ke mana-mana karena daerahnya yang sangat strategis. Sebaliknya, rumah yang terletak di daerah pinggiran kota akan menyulitkan Anda untuk bepergian. Namun, untuk urusan harga, rumah yang berada di pinggiran kota akan lebih murah bila dibandingkan rumah yang ada di pusat perkotaan.

Perhatikan Lingkungan Sekitar Hunian

Saat membeli sebuah rumah Anda juga perlu mempertimbangkan lingkungan sekitar. Jangan sampai Anda memilih rumah yang rawan banjir ataupun longsor. Tentu ini akan menyulitkan Anda dan keluarga di kemudian hari. Terlebih jika Anda harus merogoh kocek lagi untuk urusan renovasi rumah akibat banjir. Selain masalah bencana alam, Anda juga perlu waspada dengan lingkungan yang rawan perampokan dan pencurian.  Oleh karena itu, telitilah terlebih dahulu lingkungan hunian yang akan Anda beli. Jangan sampai Anda menyesal di kemudian hari karena terlanjur membeli rumah di daerah yang memiliki kasus kriminal yang sangat tinggi.

Cari Hunian Dengan Fasilitas yang Memadai   

Fasilitas yang memadai di sekitar lingkungan rumah tentu akan sangat memudahkan para penghuninya. Sebut saja keberadaan sekolah, kampus, rumah sakit, ATM dan juga minimarket. Sebuah hunian yang dekat dengan mall, kafe, ataupun restoran tentu akan lebih bagus lagi. Oleh karena itu, sebelum memutuskan membeli sebuah rumah ada baiknya untuk mengecek fasilitas apa saja yang tersedia di lingkungan tersebut.   

Perhatikan Material Yang Digunakan

Sebuah rumah dengan desain yang cantik dan estetik memang sangat menarik. Namun, selain desain yang bagus, kualitas material yang digunakan juga sangat penting. Tidak bisa dipungkiri jika beberapa orang terkadang tidak terlalu memperdulikan jenis material yang digunakan dalam membangun sebuah rumah. Padahal, kualitas material akan menjadi pendukung utama baik tidaknya sebuah hunian. Maka tidak heran jika beberapa orang baru menyesali huniannya saat menyadari dinding maupun lantai rumahnya sangat cepat retak.

Nah, bagi Anda yang sedang berencana memiliki hunian baru, jangan lupa untuk memperhatikan beberapa tips di atas. Semoga bermanfaat!


Saturday, 31 October 2020

Alice (Review)


Hai-hai! Welcome back to my review board again readers! Well, pada kesempatan kali ini saya akan kembali memberikan sebuah review drama Korea yang berjudul Alice. Drama Alice ini sendiri telah tayang di SBS sejak tanggal 28 Agustus dan tamat pada tanggal 24 Oktober lalu. Kalian juga bisa menyaksikan drama yang berjumlah 16 episode ini melalui aplikasi VIU. Adapun pemeran utama di dalam drama ini di antaranya ialah Joo Won yang berperan sebagai Park Jin Gyeom serta Kim Hee-Sun yang berperan sebagai Yoon Tae Yi. FYI readers, drama Alice menjadi drama pertama Joo Won usai melaksanakan wajib militernya pada 5 Februari tahun 2019 kemarin. Jadi, buat yang rindu sama aktingnya mas Joo Won silahkan merapat di mari yeorobon!

Nonton Drama Alice Memang Wajib Pusing

Kalau dramanya sudah bergenre science fiction terus ditambah embel-embel time traveler maka sebagai penonton kita memang mesti siap dengan alur yang bikin mummet. Paling tidak siapkan Bodrexlah terlebih dahulu kwkwkw. Bagaimana hamba tidak tambah puyeng kalau saya mesti liat ibunya Park Jin Gyeom mati selama empat kali berturut-turut di drama ini. Ini park Jin Gyeom sama ibunya apa  tidak capek bolak balik dari tahun 2020 ke 2010 melulu. Yang bikin tambah pusing lagi ya karena di drama Alice ini memang membahas dunia parallel di mana setiap orang memiliki doppelganger atau kembaran dari dimensi yang berbeda. Jadi ceritanya si Park Jin Gyeom ini ada 3 jenis, ada yang versi tua yang berasal dari masa depan, ada yang versi remaja, sama ada yang versi tahun 2020. Ibunya Jin Gyeom juga bikin otak saya rada muter banget nih nonton drama ini. Yoon Tae Yi juga punya kembaran dari dimensi yang berbeda-beda. Yang pertama sebagai staff dari Alice, terus pas pindah ke dimensi lain jadi ibu rumah tangga alias ibunya Park Jin Gyeom dan yang terakhir jadi Professor dan dosen di kampus.  Nah, satu lagi nih yang bikin saya penasaran, itu kitab Nubuat yang bikin siapa sih? Kok niat banget bikinnya. Kalau gak ada kitab Nubuat kayaknya gak bakal ada tuh peran lawan kembaran dari dimensi lain. Doppelganger lintas dimensi bisa akur dan damai malahan.   

Drama Alice Melatih Diri Untuk Sering Suudzon

Selain bikin pusing, drama Alice juga bikin tambah dosa tiap episodenya. Bagaimana gak tambah dosa kalau saya suudzon melulu sama orang yang salah wkwkkw. Semua bermula gara-gara kapten Go Hyun Seok tiba-tiba berlaku aneh. Keberadaannya yang terekam CCTV di lokasi kejadian meninggalnya seorang penjelajah waktu bikin saya makin curigesyen sama ahjussi ini. Belum lagi pas beliau ternyata memiliki misi untuk membunuh Park Jin Gyeom. Usut punya usut ternyata kapten Go Hyun Seok termasuk salah satu penjelajah waktu yang ingin menyelamatkan istrinya di masa lalu. Tapi ternyata tebakan saya salah, beliau ternyata adalah penyelamat dan pelindung Park Jin Gyeom hingga kapten Go Hyun Seok menghembuskan nafas terakhirnya. Setelah muter-muter mencurigai banyak pemain di drama ini sebagai pelaku pembunuh ibunya Park Jin Gyeom, ternyata plotnya twist abis yereoubun! Ternyata pelakunya adalah sih Park Jin Gyeom versi tua yang berasal dari masa depan. Ya, kalian bisa bayangin sendirilah gimana ribetnya alur di drama Alice ini. Pokoknya kalau mau latih otak buat kebanyakan mikir silahkan nonton drama ini. Drama ini juga cocok kok buat melatih emosi kalian.   

Drama Science Fiction Yang Mengandung Unsur Baper

Jangan pernah mengharapkan ada banyak adegan romance di dalam drama Alice ini. Namanya juga drama science fiction, jadi penonton memang mesti lebih kebanyakan pusing dibandingkan falling in love kwkwkwk. Tapi to be honest, dibandingkan beberapa drama dengan genre serupa, drama Alice ini termasuk drama science fiction yang memiliki kadar bapper yang cukup tinggi loh. Kalau mau bandingin sama drama 365 Repeat TheYear, jelas drama yang satu ini masih lebih bikin bapper. Tapi to be honest lagi, saya sebenarnya masih lebih milih Park Jin Gyeom happy ending sama Kim Do Yeon dibandingkan sama Yoon Tae Yi. Meskipun di versi tahun 2020 Yoon Tae Yi memang bukan lagi ibunya Jin Gyeom tapi kesannya si Park Jin Gyeom ini malah kayak Sangkurian. Bener gak? Ya walaupun beberapa orang tetap suka sama endingnya, tapi kalau drama ini mau direset saya lebih ikhlas kalau Kim Do Yeon jodoh sama Park Jin Gyeom. Ciyusannn! Feel mereka itu lebih dapat loh. Saya malah lebih bapper nonton tiap ada adegan antara Park Jin Gyeom sama Kim Do Yeon. Apalagi pas scene yang ini :(







Pesan Moralnya Relatable Indeed

Setelah berpusing-pusing ria dari episode 1 sampai episode 16, drama Alice ini memiliki ending yang dalem banget ternyata. Pesan moralnya sungguh bikin saya ngangguk-ngangguk paham gitu. Saya kira saya beneran bakal minum Bodrex setelah drama ini tamat, apalagi kalau endingnya akan tidak jelas alias ngegantung. Tapi ternyata quotes di ending drama Alice ini jadi semacam angin segar yang bikin pening di kepala saya langsung hilang yereoubun!


Ya, sudah seharusnya kita memang fokus untuk melakukan apapun yang membuat kita bahagia saat ini. Masa lalu biarlah masa lalu kata mbak Inulnya mas Adam. Masa sekarang yang kita jalani ini adalah moment tepat untuk menyambut masa depan kita yang lebih baik. Anyway, saya nggak nyangka kalau drama Alice yang punya genre science fiction campur misteri bakalan sebijak ini di akhir episodenya kwkwkwkw. Nah, buat kalian yang sudah nonton, yuk sharing kesan-kesan kalian selama nonton drama ini di kolom komentar. See you in the next review!  


Sunday, 25 October 2020

7 Film Kerajaan Terbaik Sepanjang Masa


Kamu bosan menghabiskan waktu di rumah seharian cuma rebahan aja? Atau mau nonton tapi bingung mau nonton apa?

Selama social distancing, kebanyakan orang memang lagi sibuk-sibuknya mencari berbagai genre dan judul film.  Kalau kamu sudah capek menonton film dengan tema cinta-cintaan, lucu-lucuan atau mungkin setan-setanan, coba deh nonton film yang bertema kerajaan. Film kerajaan juga gak kalah serunya dengan genre film yang lain. Selain karena kisahnya yang berlatar belakang sejarah, karakter-karakter yang diperankan dalam film kerajaan juga unik dan khas.

Supaya kamu gak bingung, kali ini saya sudah menyiapkan beberapa rekomendasi film kerajaan terbaik sepanjang masa yang bisa menemami kalian selama social distancing.

7 Film Kerajaan Terbaik Sepanjang Masa Yang Cocok Ditonton Selama Social Distancing

Karena banyak negara yang memproduksi film bertema kerajaan, maka saya akan mencoba merangkum 7 film kerajaan terbaik di dunia yang berasal dari Korea, Inggris dan juga China. Penasaran? Yuk, simak informasinya berikut ini.    

The Great Battle (2018)


Film bertema kerajaan pertama yang wajib kamu nonton selama social distancing adalah The Great Battle. Film ini bercerita tentang peperangan yang terjadi antara Goguryeo dengan dinasti Tang yang berlangsung selama 88 hari.

Cinematography yang menakjubkan serta dikemas dengan aksi peperangan yang seru menjadikan film ini diburu oleh jutaan penonton di Korea Selatan. Maka tak heran jika The Great Battle selalu meraih puncak Box Office Korea Selatan sejak hari pertama pemutarannya.

Film ini juga dibintangi oleh banyak aktor keren seperti Jo In Sung, Nam Joo Hyuk, dan juga Seolhyun AOA. Daripada penasaran, yuk segera nonton geng!

The Admiral: Roaring Currents (2014)



Film ini disebut-sebut sebagai film Korea Selatan yang paling laris di Amerika. Tak hanya itu,
The Admiral: Roaring Currents ini juga berhasil memenangkan kategori Best Film pada Daejong Film Awards.

Film ini bercerita tentang pertempuran Myeongryang yang terjadi di tahun 1597. Laksamana Yi Shun Sin diceritakan mampu meraih kemenangan melawan armada Jepang hanya dengan menggunakan 12 kapal yang tersisa. Sementara saat itu, pasukan Jepang memiliki lebih dari 300 kapal. Wow! 

Bumbu-bumbu patriotisme dan optimisme sangat kental di dalam film ini. Pengambilan gambar yang super keren dengan latar belakang lautan juga makin membuat banyak penonton yang terkagum-kagum.

Film yang disutradarai oleh Han Min Kim ini dibintangi oleh sederet aktor papan atas Korea seperti Min Shik Choi, Seung Ryong Ryu dan Jin Woong Cho. Film ini sangat sayang untuk kamu lewatkan geng!

The King’s Speech (2010)


The King’s Speech merupakan film bertema kerajaan yang berasal dari Inggris. Film ini berkisah tentang perjalanan raja George ke VI meraih tahta tertinggi di kerajaan Inggris. Film ini juga memiliki alur yang sangat indah dengan karakter pemainnya yang sangat kuat. 

Banyak kritikus film yang memberikan review positif dari cerita hingga tokoh dalam film ini. Kerja keras tim produksi serta para pemain The King’s Speech ini pun diganjar dengan 12 nomine Oscar di tahun 2010. Mereka berhasil mendapatkan 4 penghargaan lewat kategori film terbaik, sutradara terbaik, skenario terbaik, dan aktor terbaik.

Film yang rilis di tahun 2010 ini, membawa sejumlah aktor yang tak perlu diragukan lagi. Mereka adalah Colin Firth, Helena Bonham Carter, Geoffrey Rush dan masih banyak lagi.

The Young Victoria (2009)


The Young Victoria menceritakan tentang masa muda Ratu Victoria yang telah mewarisi tahta kerajaan Inggris di usia 18 tahun. Jika sosok Ratu Victoria yang selalu kamu bayangkan hanyalah seorang wanita tua, maka di film ini kamu akan melihat masa muda sang Ratu. Kisah percintaan antara Ratu Victoria dan Pangeran Albert juga dapat kamu lihat di dalam film ini.

Alur dan suasana dalam film ini juga mengajak penonton untuk bernostalgia menikmati kehidupan kerajaan Inggris di masa lalu. Berkat pengambilan gambar yang terbilang akurat tersebut, The Young Victoria berhasil memenangkan Oscar dalam kategori Custom Design serta BAFTA untuk Best Makeup and Hair.   

Red Cliff (2008)


Red Cliff dianggap sebagai film kolosal Mandarin terbaik sepanjang masa. Film ini menggambarkan bagaimana keadaan Cina di zaman kekaisaran yang pada akhirnya menjadikan Cina terbagi dalam tiga bagian.

Di dalam film ini kamu akan dimanjakan dengan aksi peperangan besar-besaran yang sangat seru. Efek visual yang diberikan juga terasa benar-benar hidup. Sayangnya, saat proses pembuatan film yang penuh totalitas ini juga menyebabkan banyaknya kecelakaan di lokasi syuting. Seorang stuntmant dikabarkan meninggal tewas pada sebuah kebakaran. 

Fakta menarik lainnya dari film ini adalah tentang proses pengambilan gambar yang ternyata berada di atas dua bendungan yang masih aktif di Provinsi Hebei. Tak hanya itu, untuk menonton film ini kamu juga membutuhkan waktu sekitar 4 jam 48 menit loh geng! 

Shadow (2018)


Film yang dirilis pada tahun 2018 ini bercerita tentang petualangan ahli bela diri pada zaman Cina kuno. Shadow juga menggambarkan kisah perebutan kerajaan antara kerajaan Pei dan kerajaan Nan.

Konsep yang diusung oleh sutradara Zhang Yimou tentang feminisme dan maskulinitas sangat menarik minat para penonton dan kritikus film. Uniknya lagi, film ini menonjolkan warna monokrom yang mendominasi dalam setiap adegannya. Karakter dari Zhang Yimou di dalam film ini juga layak mendapat pujian setinggi-tingginya berkat perannya yang menguras emosi.  

Pengambilan gambar yang menakjubkan serta drama yang sangat kental menjadikan Shadow sebagai salah satu film yang layak untuk segera kamu nonton.

The Great Wall (2017)


Film terakhir yang tidak kalah serunya dengan film kerajaan yang lainnya adalah The Great Wall. Tokoh utama di dalam film ini tidak hanya diperankan oleh manusia tetapi juga oleh sosok monster.

Seperti judulnya, film ini menceritakan tentang sejarah Tembok Besar Cina yang konon diserang oleh monster buas setiap 60 tahun sekali. Meskipun cerita ini sangat berbeda dengan sejarah Tembok Besar Cina yang sebenarnya, akan tetapi cerita di dalam film ini tetap menarik untuk ditonton.  

Film kolaborasi Hollywood dan Cina ini juga diperankan oleh aktor terkenal Hollywood yaitu Matt Damon, Pedro Pascal dan juga William Dafoe. Beberapa aktor kenamaan Cina seperti Andy Lau, Tian Jing dan Han Lu juga turut berperan dalam film The Great Wall. 

Nah, itulah tujuh film kerajaan terbaik sepanjang masa yang bisa kamu nikmati selama social distancing. Selamat menonton!