Thursday, 17 September 2020

Review Buku: Selena (Serial Bumi)

 


Judul Buku: Selena

Penulis: Tere Liye

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

Tahun Terbit: Cetakan Kedua, April, 2020

ISBN: 9786020639512

Jumlah Halaman: 368


Hai! Selamat datang kembali di review board saya para readers sekalian. Well, kali ini saya akan membagikan review novel serial Bumi dari Tere Liye yang berjudul Selena dan Nebula. Kalau fans garis keras serial Bumi sudah pasti akan memesan novel ini sejak jauh-jauh hari bahkan saat masih dalam status pre order ataupun open order. Saya termasuk pecinta serial Novel ini tapi sayangnya baru kesampaian membaca dan kasih reviewnya pas cetakan kedua hehe. Late is better than never, right?


Untuk postingan kali ini saya akan memberikan review tentang Novel Selena terlebih dahulu. Nah, buat yang belum baca tapi sudah penasaran tentang apa isi dalam novel ini, silahkan menyimak review saya berikut ini.


Blurb

Selena dan Nebula adalah buku ke-8 dan ke-9 yang menceritakan siapa orang tua Raib dalam serial petualangan dunia parallel. Dua buku ini sebaiknya dibaca berurutan. Kedua buku ini juga bercerita tentang Akademi Bayangan Tingkat Tinggi, sekolah terbaik di seluruh Klan Bulan. Tentang persahabatan tiga mahasiswa, yang diam-diam memiliki rencana bertualang ke tempat-tempat jauh. Tapi petualangan itu berakhir buruk, saat persahabatan mereka diuji dengan rasa suka, egoisme, dan pengkhianatan.

Ada banyak karakter baru, tempat-tempat baru, juga sejarah dunia parallel yang diungkap. Di dua buku ini kalian akan berkenalan dengan salah satu karakter paling kuat di dunia parallel sejauh ini. Tapi itu jika kalian bisa menebaknya. Dua buku ini bukan akhir. Justru awal terbukanya kembali portal menuju Klan Aldebaran.


Review

Seusai berpetualang di berbagai Klan dari Bumi, Bulan, Matahari, Bintang, lalu bertemu dengan Ceroz dan Batozar kemudian melanjutkan perjalanan ke Klan Komet dan Komet Minor, kini Raib, Seli dan juga Ali kembali dihadapkan oleh petualangan baru yang tak kalah serunya. Di dalam novel Selena ini, Raib, Seli dan juga Ali bukan lagi menjadi tokoh utamanya melainkan guru sekaligus pelindung mereka yaitu Miss Selena.

Namaku Selena.
Aku lahir di Distrik Sabit Enam, dua ratus kilometer utara kota Tishri, Klan Bulan. Itu bukan kawasan yang maju dan canggih. Itu kawasan kumuh, padat dan tertinggal. Aku yatim piatu sejak kecil. Orangtuaku petani jagung. Ayahku meninggal karena sakit keras, saat usiaku empat belas tahun. Dia memiliki sakit bawaan, sejak kecil telah menderita. 
Ibuku menyusul ayahku saat usiaku lima belas tahun. Dia sakit-sakitan sejak Ayah meninggal. Awalnya hatinya sakit, kemudian separuh semangatnya hilang, lalu fisiknya ikut sakit. Hilang keinginan untuk sembuh. Ibu tidak bertahan lama karena kami tidak punya biaya pengobatan.

Setelah Ibunya meninggal, Selena diberikan wasiat dari Ibunya oleh tetua Distrik Sabit Enam. Wasiat itu berisikan surat untuk segera menemui pamannya yang bernama Raf yang tinggal di kota Tishri. Tanpa keraguan, Selena pun memutuskan untuk segera memenuhi wasiat Ibunya itu. Dia kemudian berangkat menemui pamannya di kota Tishri.

Setelah perjalanan panjang menggunakan kereta terbang menuju kota Tishri, Selena pun berhasil menemui paman Raf. Paman Raf merupakan pemilik kantor konstruksi di kota Tishri. Ia bisa disebut sebagai seorang workaholic. Kesehariannya penuh dengan urusan bangunan, bebatuan, dan hal-hal yang berkaitan dengan proyek konstruksi. Dia memiliki sifat yang cerewet dan suka marah tapi sebenarnya dia berhati mulia terutama kepada pekerja-pekerjanya. Paman Raf juga memiliki istri bernama Bibi Leh, dia kebalikan dari suaminya. Sifatnya sangat lembut dan perhatian. Kesehariannya ia habiskan dengan urusan dapur dan rumah saja. Selama tinggal di rumah Paman Raf, Selena bekerja sebagai pekerja konstruksi atas perintah dan arahan dari paman Raf. Meskipun awalnya Bibi Leh tidak setuju, ia tetap memutuskan untuk bekerja.

Pekerjaanku tidak sulit, tidak membutuhkan kemampuan khusus. Dalam piramida pekerja konstruksi, aku berada di dasarnya. Tentu saja, karena aku tidak bisa mengoperasikan mesin, tidak tahu teknik mengebor, listrik, apalagi desain. Tugasku sederhana, memindahkan material pengeboran yang menganggu. Juga disuruh-suruh kalau ada yang butuh bantuan.

Seiring berjalannya waktu Selena mulai akrab dengan pekerjaanya sebagai pekerja konstruksi. Ia juga makin akrab dengan teman-teman seprofesinya itu. Pekerjaan ini ternyata membuka jalannya untuk menemukan jati diri dan kemampuannya sebagai penduduk Klan Bulan yang pada dasarnya memang memiliki kekuatan spesial. Beberapa kali Selena menolong proses pengerjaan konstruksi di timnya. Karena dianggap memiliki kekuatan dan keahlian yang luar biasa, Selena pun naik pangkat sebagai asisten Aq yang merupakan kepala tim pengerjaan konstruksi.

Aq memutuskan mendidikku menjadi pekerja konstruksi terbaik. Mulailah aku belajar tentang mesin bor, peralatan, desain, listrik, dan ilmu engineering. Tapi itu tidak mudah, karena aku tidak pernah sekolah.

Hari demi hari telah berlalu, sudah tiga tahun Selena menikmati rutinitas sebagai pekerja konstruksi. Selena juga telah lulus mengikuti ujian sekolah standarisasi di Klan Bulan. Paman Raf dan Bibi Leh tidak pernah menutup pintu rumahnya untuk Selena, begitu pun sebaliknya, Selena bebas untuk mengejar cita-citanya yang lain. Termasuk cita-citanya untuk menjadi mahasiswa Akademi Bayangan Tingkat Tinggi Klan Bulan.

Demi menjadi mahasiswa ABTT, Selena pun mengirimkan aplikasinya ke ABTT. Sayangnya dari tiga tes yang dilalui, Selena gagal dalam tes terakhir. Ia jatuh pada tes ujian kekuatan Klan Bulan. Selena mengakui jika teknik kekuatan Bulannya memang sangat jauh tertinggal. Ia tidak memiliki tameng transparan yang kuat terhadap gempuran bahkan pukulan berdentumnya pun sangat mengecewakan bagi siapapun yang melihatnya termasuk dirinya sendiri. Hingga pada akhirnya, sosok Tamus pun muncul dan memberikan harapan pada Selena. Tamus “memberikan” kekuatan Klan Bulan kepada Selena tapi dengan syarat ia harus menuruti semua perintah Tamus. Tanpa pikir panjang, Selena pun memutuskan menyetujui perjanjian tersebut.

Meskipun telah gagal menjadi dalam tes terakhir, atas arahan Tamus, Selena memutuskan untuk hadir pada inagurasi angkatan 78 Akademi Bayangan Tingkat Tinggi. Kehadirannya yang tiba-tiba tentu membuat pihak panitia inagurasi merasa terganggu. Namun, Selena tidak menghiraukan larangan dan arahan dari pihak panitia lagi. Ia terus bergerak maju ke depan ke acara inagurasi dengan menimbulkan kekacauan luar biasa. Selena bertarung dengan para senior angkatan 75 yang menjadi panitia inagurasi saat itu. di tengah serangan bertubi-tubi yang diarahkan pada Selena, muncullah sosok perempuan bernama Mata dan sosok laki-laki bernama Tazk yang juga turut bertarung melindunginya. Sebelum semuanya semakin parah, Ox, salah satu petinggi ABTT menghentikan semua kekacauan tersebut dengan teknik yang sangat hebat. Ox memasang es balok yang sangat berat di kaki mereka semua.

“Bulan sabit gompal! Bawa Nona muda itu keruanganku!” Serunya sambil menunjukku. “Suruh dia menunggu di sana. Juga dua mahasiswa baru yang berdiri di sebelahnya. Bawa semua. Aku akan mengurus mereka setelah acara inagurasi selesai.

Setelah melewati pertarungan sengit dengan para senior ABTT serta pertemuan yang menegangkan dengan Master Ox, Selena pada akhirnya diterima menjadi mahasiswa ABTT atas keputusan Master Ox yang objektif terhadap hasil tes pertama, kedua serta kemampuan dan teknik bertarungnya di acara inagurasi tadi. Di sinilah awal petualangan Selena menjadi seorang pengintai berawal. Di ABTT ini pulalah Selena berkenalan dan bersahabat dengan Mata dan juga Tazk. Berkat keakraban mereka, mereka pun saling bekerja sama dan mengenal satu sama lain termasuk dalam urusan mengenali kekuatan masing-masing. Mata sebagai anak perempuan yang besar di Distrik Sungai Jauh-jauh yang terkenal sebagai daerah asal kekuatan murni Klan Bulan memang telah menunjukkan kemampuan luar biasanya sejak awal. Ia mampu melakukan berbagai teknik yang hanya bisa dilakukan oleh para Master di ABTT. Berbeda dengan Mata, Tazk merupakan cucu dari salah satu mantan panglima Pasukan Bayangan sehingga sudah sangat jelas dari mana sumber kecerdasan dan wajah gagahnya itu berasal.

Perbedaan kekuatan dan latar belakang dari Selena, Mata dan juga Tazk menjadikan mereka mahasiswa yang unik dan menarik di ABTT. Dibalik kehidupannya sebagai seorang mahasiswa ABTT, tidak ada yang tahu jika Selena ternyata juga menyibukkan dirinya sebagai pesuruh yang telah berhasil mengerjakan misinya untuk Tamus.

Pada bab Epilog di novel Selena ini, Raib, Seli dan juga Ali kembali dipertemukan oleh Miss Selena di masa sekarang. Sayangnya, kondisi Miss Selena begitu buruk. Ia diikat dengan jaring hijau yang membuatnya tidak bisa melakukan apa-apa. Beruntung Miss Selena bisa menemukan celah komunikasi dengan Raib, Seli dan juga Ali. Sayangnya, komunikasi tersebut tidak bisa berlangsung terus-menerus. Klan tempat Miss Selena diikat terus bergerak dan berpindah sehingga komunikasi hanya bisa tersambung 12 jam sekali. Di tengah proses komunikasi yang sulit tersebutlah, Miss Selena juga terus berusaha menyampaikan pesan tentang siapa orang tua Raib sebenarnya.

My Impression        

Kesan saya setelah membaca dan mereview novel Selena ini tak lain dan tak bukan ialah tentu saja saya sangat-sangat ingin segera membaca Novel Nebula. Seperti biasa Tere Liye lagi-lagi membuat para penikmat serial Bumi semakin penasaran dengan kisah Raib, Seli dan juga Ali. Sebenarnya, setelah membaca novel ini saya malah makin penasaran dengan kisah persahabatan Selena, Mata dan juga Tazk di masa lalu. Apa iya Tazk menyukai Selena? Apa jangan-jangan Tazk yang menyukai Mata? Saya juga berpikir kalau ternyata orang tua Raib itu sebenarnya adalah Mata. Tapi yang namanya cerita sulit ditebak juga sih. Jadi biarkanlah Tere Liye memberikan kejutannya kepada kita di serial selanjutnya. Ditunggu ya S.E.G.E.R.A :) 

Nah, bagi fans garis keras serial Bumi kayaknya kalian memang wajib membaca novel Selena ini. Kisah persahabatannya Miss Selena dengan Mata dan juga Tazk ternyata tidak kalah seru sama kisah persahabatannya Raib, Seli dan juga Ali. Bagi yang sudah baca Novel ini silahkan bagikan kesan kalian di kolom komentar. Sampai jumpa di review novel Nebula!


Tuesday, 8 September 2020

Was It Love? (Review)




Hello readers! Welcome back to my review board again! Well, di tulisan kali ini saya kembali dengan review drama Korea lagi nih.  Adapun drama yang akan saya review kali ini adalah drama Korea dengan judul Was It Love? Sebenarnya saya termasuk telat sih kasih reviewnya, tapi ya sudahlah yah, yang penting kalian punya bahan bacaan di blog saya lagi kwkwkw.  


Anyway, bagi kalian yang mengikuti drama ini sampai tamat minggu lalu, bagaimana menurut kalian dengan ending drama Was It Love ini? Apakah kalian punya pertanyaan yang sama dengan saya? Sebenarnya yang nikah sama Noh Ae Jung itu siapa sih? Oh Ha Nee sama Koo Dong Chan ini nikah muda yah? Atau mereka jangan-jangan ngelangkahin emmak sama bapaknya lagi? Pada dasarnya, ending drama Was It Love ini memang masih ngambang di kepala saya sampai sekarang, tapi meskipun ceritanya gantung kayak begitu, endingnya tetap seru sih bikin kita berimajinasi sendiri.

Nah, buat yang belum nonton, nih saya bagikan ulasan tentang isi drama ini untuk kalian.

Review Drama Was It Love?: Kisah Seorang Single Mother Bersama Empat Orang Pria


Kisah Perjuangan Seorang Single Mother

Drama ini sendiri membahas tentang sosok Noh Ae Jung yang merupakan seorang ibu tunggal yang membesarkan seorang putrinya bernama Oh Ha Nee. Alasan nonton drama ini sebenarnya ya karena genrenya yang komedi romance. Saya memang sedang butuh asupan drama komedi romance saat ini makanya pilih drama ini. Awalnya, saya kira saya bakal ngakak gitu nonton drama Was It Love ini meskipun temanya tentang single mother, eh pas nonton dua episode awal, tau-taunya malah bikin saya sedih liat betapa kerasnya perjuangan Noh Ae Jung membesarkan anaknya tanpa sosok ayah. Di drama ini juga diceritakan kalau rumah produksi yang merupakan tempat Noh Ae Jung bekerja sebagai seorang produser terancam bangkrut gara-gara direkturnya yang tiba-tiba menghilang. Nah, gara-gara kasus ini, Noh Ae Jung dikejar-kejar tuh sama rentenir untuk melunasi utang rumah produksinya. Masalah gak sampai di situ aja, Oh Ha Nee juga terus mendapat masalah di sekolahnya karena sering bertengkar dengan teman sekolahnya gara-gara sering diejekin gak punya ayah. Pokoknya konflik di drama ini itu semakin intens deh apalagi pas Oh Ha Nee nanyain terus tentang sosok ayahnya itu kayak apa dan sebenarnya siapa? Ya wajar juga sih seorang anak terus-terusan cari tahu soal ayah kandungnya. Apalagi usianya sudah 14 tahun, Oh Ha Nee juga butuh penjelasan tentang mengapa ibunya selalu menyembunyikan sosok ayah kandungnya itu.

Serunya Mencari Sosok Ayah di antara Empat Orang Pria

Di tengah berbagai konflik yang muncul di kehidupan Noh Ae Jung, muncul pulalah 4 sosok pria ke dalam hidupnya. Kebayang gak tuh dikelilingi dan dilindungi oleh 4 pria tampan sekaligus. Sosok pria yang pertama adalah Oh Dae Oh seorang penulis yang juga merupakan kisah masa lalu dari Noh Ae Jung alias mantannya. Yang kedua adalah Ryu Jin yang merupakan senior di masa kuliahnya dulu yang kemudian menjadi seorang aktor terkenal di Korea. Kemudian, ada pula Oh Yeon Woo yang merupakan guru dari Oh Ha Nee yang ternyata juga menjadi bagian dari masa lalu Noh Ae Jung. Sosok pria yang terakhir ialah Koo Pa Do yang merupakan mantan seorang mafia yang kemudian menjadi CEO dari perusahaan keuangan Nine Capital. Hadirnya ke 4 pria ini secara bersamaan di dalam hidup Noh Ae Jung tentu bikin kita penasaran tiap episodenya. Ini sebenarnya ayahnya Oh Ha Nee siapa sih? Si pak penulis, si pak guru, si aktor, atau si ahjussi penuh karismanya Nine Capital?

Karakter Lucu Dari Oh Ha Nee dan Koo Dong Chan  

Selain unsur komedi romance yang dihadirkan lewat keempat pria di hidupnya Noh Ae Jung. Di dalam drama Was It Love ini, kalian juga akan menemukan karakter lucu dan menggemaskan dari Oh Ha Nee dan Koo Dong Chan. Jadi, ceritanya sih Oh Ha Nee ini pindah ke sekolah baru dan kemudian bertemu dan berteman dengan Koo Dong Chan. Koo Dong Chan yang merupakan “anak” dari Ahjussi Koo Pa Do ini pada akhirnya menjadi sahabat satu-satunya Oh Ha Nee di sekolah. Karena Oh Ha Nee lagi mengalami krisis dalam hidupnya untuk menemukan ayah kandungnya, Koo Dong Chan pun akhirnya ikut turun tangan juga membantu Oh Ha Nee. Mereka berdua ini sudah macam detektif cilik sampai-sampai mau ngumpulin duit dulu buat tes DNA untuk cari tahu ayah kandungnya Oh Ha Nee. Belum lagi pas mereka main cocokologi mengumpulkan semua kemungkinan yang bisa menjadi alasan Ryu Jin sama Oh Yeon Woo menjadi ayah kandungnya Oh Ha Nee. Interaksi polos dan serba ingin tahu dari kedua anak ini  memberikan warna tersendiri di dalam drama ini. Saya yang nonton kadang senyum-senyum sendiri lihat percakapan mereka yang cukup dewasa untuk ukuran anak seusia mereka. Ketika penonton sibuk cari tahu siapa suami Noh Ae Jung di ending drama Was It Love, drama ini malah ngasih scene pernikahan Oh Ha Nee sama Koo Dong Chan. Plot twist drama ini benar-benar bikin geleng-geleng sih tapi tetap seru buat dinonton.

Nah, untuk yang sudah nonton drama Was It Love ini, menurut kalian Noh Ae Jung cocoknya nikah sama siapa?  Si penulis, si pak guru, si aktor atau bagusnya sama ahjussi Koo Pa Do saja?


Thursday, 3 September 2020

Review Buku: 5 CM. Aku, Kamu, Samudera dan Bintang-Bintang





Judul Buku: 5 cm. Aku, Kamu, Samudera dan Bintang-Bintang

Penulis: Donny Dhirgantoro

Penerbit: PT. Gramedia Widiasarana Indonesia

Tahun Terbit: Cetakan Pertama Juli, 2020

ISBN: 9786020524665

Jumlah Halaman: 498

Hai, hai! Welcome back to my review board again para readers sekalian! Pada kesempatan kali ini, saya akan membagikan sebuah review sekuel novel best seller dari Donny Dhirgantoro yang berjudul 5 cm. Aku, Kamu, Samudera dan Bintang-Bintang. Donny Dhirgantoro selaku penulis sebenarnya sudah sering memberikan spoiler tentang novel ketiganya ini lewat akun twitternya @donny5cm. Makanya, twitternya sering diburu pertanyaan "kapan rilis?" sama pernyataan "Sudah gak sabarrrrr!". Saya sendiri termasuk salah satu followers yang sering banyak tanya soal kapan novel ini rilis di kolom reply tweetnya beliau. Saya ceritanya mau minta maaf juga nih bang kalau kemarin-kemarin sering banyak tanya di twitternya hehe. Dan terima kasih juga sudah memberikan karya yang luar biasa untuk kami baca di tahun ini.  


Yup, pada akhirnya, penantian para followers yang tidak sabaran itu pun berakhir. Sekuel novel 5 cm. Aku, Kamu, Samudera dan Bintang-bintang akhirnya resmi terbit di bulan Juli, 2020. Tentu para bucin novel 5 cm. sudah sangat-sangat menantikan bagaimana kelanjutan dari kisah persahabatan Zafran, Genta, Ian, Arial dan juga Riani di dalam novel ini. Nah, buat yang belum baca, berikut review saya buat kalian.

 

Blurb

Ia di sini sekarang, perjalanan pulang setelah Mahameru-Perjalanan Hati-puncak tertinggi Jawa, dan segalanya tentangnya. Alih pandangnya sekarang melihat jendela kereta Matarmaja yang melaju membawanya pulang menuju Jakarta. Pejaman mata dan tarikan nafasnya, seakan mencoba menjawab segala pertanyaan besar yang terus memenuhi benaknya semenjak kemarin Ranu Kumbolo hilang dari pandangannya. Pertanyaan-pertanyaan yang bukan dari siapa-siapa, tetapi dari dirinya sendiri.

Teruntuk yang tidak lain adalah diriku sendiri…

Zafran, manusia paling idealis, humanis dan fantastis…

Manusia paling keren di tongkrongan ini…

Review

Selepas perjalanan panjang yang luar biasa dari Mahameru, realita kembali menanti mereka berlima. Genta yang sibuk dengan bisnisnya, Riani yang kembali dengan rutinitas kantor yang padat, Arial yang juga mulai sibuk untuk menjalankan bisnis orang tuanya serta Ian yang sedang bahagia-bahagianya bekerja dengan dosen pembimbing andalannya yang namanya tidak boleh disambung itu, Seokonto Legowo. Berbeda dengan teman-temannya yang lain, Zafran masih menikmati hidup yang lurus-lurus saja sebagai pengangguran.

Temen-temen lo nanti udah pada kerja, udah pada nikah, udah punya anak, elo masih gini-gini aja? Tapi-tapi, tunggu dulu, terus emangnya kalau temen-temen gue udah pada kerja? Gue juga harus kerja gitu? Terus emangnya kalau temen-temen gue udah pada nikah? Gue juga harus nikah gitu? Buat apa? Buat pose sama orang-orang gitu? Buat pencitraan sama society? Nikah sama siapa? Kerja apa? Bukannya harusnya kalau lo mau kerja, bukan gara-gara temen-temen lo lah. Lo mau kerja karena lo mau berkarya. Iya itu harusnya kan, Ple? Bukan kayak rencana lo nanti mau random aja nyari lowongan kerja, mana aja yang dapet, mana aja yang interviu coba-coba ke sana ke mari sampai ada yang nyangkut.

Di tengah pergelutan idealismenya itu, pada akhirnya Zafran memutuskan untuk menerima pekerjaan pertamanya setelah menyebar lembaran-lembaran CV di mana-mana. Ya, Zafran meneruskan jejak mamanya sebagai seorang pegawai Bank elite di Jakarta. Ia juga tidak habis pikir, di antara semua kantor dan perusahaan, bisa-bisanya ia menjadi pegawai bank seperti profesi turun-temurun di keluarganya itu. Selama bekerja, setiap pagi bagi Zafran adalah neraka. Ia bangun karena terpaksa, bukan bangun untuk menyambut rutinitasnya sebagai pegawai kantoran. Meskipun begitu, suka atau tidak suka, Zafran tetap harus menjalani realita itu.  

Ada orang yang impiannya ya di sini, seperti dirinya, dan kita harus hargai semua pilihan manusia. Karena Zafran tahu jadi karyawan bukan pekerjaan gampang, seperti mamanya, datang ke tempat yang sama, berpuluh-puluh tahun lamanya, Zafran biar tengil percaya, semuanya nggak ada yang instan, kadang lo harus telen semuanya, enak nggak enak, karena semua adalah rasa dari perjuangan setiap diri sebagai orang manusia.

Saat Zafran sudah mulai sibuk menjalani hidupnya sebagai pegawai bank, bayang-bayang wajah Riani semenjak pengakuan cintanya untuk Zafran di depan Genta di Ranu Kumbolo saat itu terus menemaninya. Semakin hari, Zafran semakin sadar kalau ia begitu menyayangi, sangat menyayangi perempuan itu. Namun, di sisi lain, Zafran belum sanggup mempertaruhkan persahabatannya dengan Genta demi menjadi lelaki untuk Riani.

Kesibukan demi kesibukan telah menjadi kehidupan baru dari kelima sekawan itu selepas pulang dari Mahameru. Dan tanpa mereka sadari, sudah tiga bulan lamanya mereka tak pernah berkumpul di Secret Garden lagi. Hari-hari telah berlalu tanpa pertemuan hangat seperti biasanya. Tak berselang lama, Riani memutuskan berangkat ke Amerika selama setahun demi jenjang karirnya di perusahaan. Genta pun sudah memiliki kantor dan pegawai sendiri sehingga membuatnya semakin tenggelam bersama client-clientnya. Arial di tengah sibuknya mengontrol perusahaan ayahnya juga tengah kelabakan mengurus pernikahannya dengan Indy. Begitu juga dengan Ian yang diam-diam tengah mempertimbangkan dirinya untuk melanjutkan kuliahnya di Manchester. Tak jauh berbeda dengan Zafran yang makin hari makin akrab dengan yang namanya lembur.

Seiring berjalannya waktu, banyak hal yang kembali terjadi di kehidupan mereka masing-masing. Genta yang tiba-tiba jatuh sakit karena kelelahan mengurus bisnisnya, Ian yang harus kehilangan ayahnya sebelum mewujudkan mimpi Ayahnya untuk kuliah di Manchester, Arial yang mengalami krisis dalam hidupnya menjelang pernikahannya, Zafran yang kemudian memutuskan resign dari kantornya demi mengejar impiannya menjadi penulis, serta ada Riani yang selalu rindu untuk kembali ke Indonesia demi berkumpul dengan sahabatnya serta demi melihat wajah Zafran, sang lelaki yang ia cintai sudah sejak lama.  

Hingga pada akhirnya pada suatu malam di Secret Garden, Genta, Zafran, Ian dan Arial memutuskan bertemu dan memulai perjalanan gila kembali.

“Tiap tahun, tiap Agustus, sesibuk-sibuknya kita.”

“Setiap Agustus, setiap tempat indah di Indonesia.”

“Pada mau tahu nggak kita mau ke mana?”

“Oh enggak dong nanti aja, Ta.”

“Udah diem aja lo, Ta, kita enggak mau tahu pokoknya diem lo Ta….”

 

Setiba Riani di Indonesia, kisah persahabatan dari lima sekawan ini kembali berlanjut dengan menjelajahi keindahan bumi nusantara yang tak pernah ada habisnya. Satu persatu kisah dimulai lagi lewat perjalanan itu. Persahabatan, cinta, cita dan impian, semuanya hadir bersama mereka saat itu.  

 

Belum pernah ada bukti-bukti nyata dalam angka yang bisa dipecahkan oleh ilmu pengetahuan tentang bagaimana keajaiban sebuah impian, persahabatan, cinta dan keyakinan bisa membuat begitu banyak perbedaan yang bisa mengubah kehidupan manusia. Belum pernah ada.
Hanya mimpi dan keyakinan yang bisa membuat manusia berbeda dengan mahluk lainnya. Hanya mimpi dan keyakinan yang membuat manusia menjadi sangat istimewa di mata Sang Pencipta. Dan, yang bisa dilakukan seorang mahluk bernama manusia terhadap mimpi-mimpi dan keyakinannya adalah memercayainya.
“Percaya pada 5 cm, di depan kening kamu.”

 

My Impression

Membaca novel sekuel 5 cm. Aku, Kamu, Samudera dan Bintang-Bintang membuat saya terus speechless dengan kisah persahabatan Zafran, Genta, Ian, Arial, dan juga Riani.  Bisa-bisanya novel setebal hampir 500 halaman ini bisa bikin saya ketagihan tiap halamannya. Perjalanan keliling pulau dari Jawa, Bali, Lombok, Sumbawa sampai ke Kenawa asli bikin merinding dan haru.  Apalagi pas perayaan 17 Agustus di puncak pulau Kenawa, saya baca novel ini sampai nangis, seriously!

Mungkin itulah cinta yang sebenarnya, mencintai Tanah Air di saat susah, di saat semua masalah datang mendera, mencintai tak hanya di saat-saat indah, tetapi di saat tanah ini memerlukan harapan-harapan dan perjuangan baru dari anak-anaknya. Indonesia adalah harapan yang tak pernah mati. Cinta tak terbatas, cinta tak berbalas, cinta tanah ini kepadamu.

“17 Agustus tahun lalu, kita di Mahameru…”

“17 Agustus ini kita di Kenawa.”

“…dan akan ada lagi tujuh belas Agustus-tujuh belas Agustus berikutnya….”

“Karena Indonesia, masih harus ada hari ini besok….”

“….dan seribu tahun lagi….”

Merah Putih pun berkibar di Puncak Pulau Kenawa. Semuanya tersenyum, memberi hormat kepada Sang Saka dan saling berpelukan. Pagi itu di tanah Nusa Tenggara, pulau Kenawa indah sekali, Merah Putih berkibar di puncaknya di tanah harapan, tanah juang dan cita.

Donny Dhirgantoro sudah kayak Genta  yang selalu memberikan ide gila dan unpredictable di dalam setiap alur novel ini. Masih seperti kesan saya di novel 5 cm. sebelumnya, novel sekuel 5 cm. Aku, Kamu, Samudera dan Bintang-Bintang ini sudah seperti paket komplit untuk saya. Dari ngakak, marah, sampai nangis semua emosi saya benar-benar terluapkan lewat novel ini. Serunya lagi, karena efek nonton film 5 cm. sebelumnya, jadinya saya tidak perlu berimajinasi lagi membayangkan sosok Genta, Zafran, Arial, Ian dan Riani itu seperti apa. Karakter kuat para pemain di film 5 cm. yang memerankan Genta, Zafran, Arial, Ian dan juga Riani membuat alur di novel ini menjadi benar-benar terasa hidup.

Overall, sekuel novel 5 cm. Aku, Kamu, Samudera dan Bintang-Bintang ini benar-benar wajib dibaca buat kalian yang suka travelling apalagi buat kalian yang sudah baca novel 5 cm. atau nonton film 5 cm. sebelumnya. Novel ini juga bisa jadi rekomendasi buat kalian yang punya rencana  menjelajahi spot baru yang indah dan cantik  dan belum pernah kalian kunjungi sebelumnya di Indonesia. Trust me!