Monday, 5 April 2021

Review Skincare: Avoskin Your Skin Bae Toner


Hai! Selamat datang kembali di review board saya para readers sekalian. Sesuai judulnya, kali ini saya membagikan review dari produk Avoskin Your Skin Bae Toner Brightening & Hydrating. Lalu, bagaimana hasilnya di wajah saya? Here we go!

Packaging

Bisa dibilang semua produk-produk Avoskin Your Skin Bae series terbaru saat ini mengusung tampilan yang unyu-unyu dan menggemaskan. Begitu halnya dengan Avoskin Your Skin Bae Toner yang satu ini. Kemasan dari toner terbaru dari Avoskin ini sendiri terbuat dari plastik bening kecoklat-coklatan sehingga kalian tetap bisa melihat dengan jelas isi toner di dalamnya. Adapun tutup botol dari produk ini didesign menggunakan tutup botol ulir seperti botol-botol skincare pada umumnya. Awalnya sih, saya sedikit ragu kalau botol toner Avoskin ini itu tidak aman untuk dibawa kemana-mana. Sesuai pengalaman saya, beberapa produk skincare yang menggunakan tutup botol ulir memang agak gampang tumpah. Tapi setelah saya cek ternyata mulut botol dari toner ini tuh seperti semacam punya penahan cairan jadi, toner di dalam botol tidak akan mudah keluar. Pas saya coba tuang ke tangan ternyata memang memerlukan sedikit tenaga ekstra untuk mengeluarkan toner ini gais.

Di bagian depan botol Avoskin Your Skin Bae Toner Brightening & Hydrating ini sendiri, kalian akan melihat informasi singkat tentang toner ini seperti nama brand serta kandungan utama toner.



Claim

Avoskin Your Skin Bae Toner Brightening & Hydrating memiliki kandungan utama berupa Niacinamide 7% + Alpha Arbutin 1% + Kale. Adapun bahan-bahan lain yang tedapat di dalam toner ini antara lain Water, Propylene glycol, Glycerin, Phenoxyethanol, Hydrolized Vegetable Protein, Chlorphenesin, Disodium EDTA, Xanthan gum, Citric Acid, dan Sodium Bisulfite. Sesuai namanya, toner ini memang diklaim mampu mencerahkan kulit, mengurangi noda pada wajah, dan menghidrasi kulit secara optimal sehingga akan memperkuat skin barrier. Beberapa manfaat lain dari Avoskin Your Skin Bae Toner Brightening & Hydrating ini adalah sebagai berikut:

·      Mencerahkan kulit

·      Menjaga kulit Anda untuk tetap kencang dan sehat

·      Mengurangi kemerahan pada wajah

·      Mengurangi tampilan pori-pori

·      Melindungi dari dampak buruk sinar matahari

·      Merawat kulit pasca jerawat

·      Mengandung Antioksidan untuk kulit wajah

Tekstur, Warna dan Bau

Tekstur dari Avoskin Your Skin Bae  Toner Brightening & Hydrating ini hampir sama dengan toner lain yaitu cair seperti halnya tekstur air pada umumnya. Meskipun cair tapi cairan toner ini terasa cukup lengket di wajah dan tangan saya. Namun, tidak usah khawatir karena sensasi lengket ini tidak akan berlangsung lama. Selang beberapa menit kulit di wajah akan terasa lebih segar. Kemudian, toner ini sendiri memiliki warna putih bening seperti air. Adapun untuk urusan baunya, toner ini sama sekali tidak mengandung bau yang aneh-aneh ataupun wangi yang menyengat di hidung.

Cara Pakai

Tuangkanlah toner pada kapas lalu usap secara perlahan ke seluruh wajah dan leher pada pagi dan malam hari. Kalau saya sih lebih memilih menggunakan telapak tangan langsung sih daripada pakai kapas, habis itu baru ditepuk-tepuk keseluruh wajah. Setelah itu, tanpa perlu membilasnya lanjutkanlah menggunakan serum favorit kalian. Akan lebih maksimal jika kalian juga menggunakan Avoskin The Great Shield untuk perlindungan ekstra di pagi hari.

My Impression

Well, saya akan mulai dari segi tampilan dari Avoskin Your Skin Bae Toner Brightening & Hydrating ini terlebih dahulu. Seperti yang telah saya jelaskan di awal tulisan ini, kalau kemasan dari rangkaian Avoskin Your Skin Bae series ini tuh kayaknya memang didesign dengan konsep lucu dan menggemaskan. Sangat jauh berbeda dengan rangkaian Avoskin yang saya kenal sebelum-sebelumnya. Dari warna packagingnya, semua produk dari Your Skin Bae Series memang terlihat sangat eye catching dan menyegarkan mata. Packaging yang simple terus didukung dengan warna-warna pastel yang cantik memang keren parah sih. Rasanya kayak pengen ngoleksi semua rangkaian Your Skin Bae Series ini gituh. Konsep girly dan cute ini nampaknya memang diusung untuk menarik pasar remaja saat ini yang kebanyakan sudah melek dunia per-skincare-an. Selain karena warna yang sangat-sangat menggambarkan dunia remaja, bahan-bahan Your Skin Bae Series ini juga cukup ringan bila dibandingkan dengan produk Skincare Avoskin lainnya, jadi memang sangat aman untuk digunakan anak usia 15 tahunan yang baru mau coba-coba pakai skincare.

Untuk klaim mencerahkannya sendiri, jujur sejauh ini saya belum merasakan efek glow upnya sama sekali. Mungkin karena baru sekitar 2 mingguan juga memakainya jadi efeknya belum nyampe ke level glow up. Untuk mengurangi tampilan pori-pori, klaim ini rasanya juga belum berlaku di wajah saya sejauh ini. Tapi untuk urusan hydrating ini sendiri lain cerita, soalnya baru sekitar 2 hari pemakaian, wajah saya tuh langsung terasa lembab. FYI, sebelum memakai toner ini saya sempat puasa skincare sekitar 2 mingguan gara-gara saya kehabisan skincare dan dirangkaikan dengan acara menunggu paket skincare tiba di rumah. Then! Surprisingly toner ini menyelamatkan wajah saya yang sudah gersang sekitar 2 mingguan itu. Pokoknya setelah beberapa hari memakai toner ini kulit saya langsung terasa kencang dan kembali sehat seperti sedia kala.  Begitu halnya untuk masalah noda hitam, toner ini termasuk salah satu produk yang berhasil menyamarkan noda hitam di kulit wajah saya.

Overall, Avoskin Your Skin Bae Toner Brightening & Hydrating dengan kandungan Niacinamide 7% + Alpha Arbutin 1% + Kale ini cukup worthy di wajah saya. Harga yang ditawarkan toner ini yaitu Rp. 149.000, harga ini termasuk cukup ramah di kantong lah apalagi untuk toner sebanyak 100 ml. Jika penasaran dengan efek yang akan dihasilkan toner ini di wajah kalian, silahkan mengunjungi online shop skincare favorit kalian, siapa tahu lagi ada diskon untuk produk-produk Avoskin kan yes. Selain itu, kalian juga bisa melakukan pembelian langsung lewat situs resmi Avoskin di alamat ini Avoskin Your Skin Bae Toner Brightening & Hydrating


Wednesday, 24 March 2021

Review Buku: Keajaiban Toko Kelontong Namiya



 

Judul Buku: Keajaiban Toko Kelontong Namiya
Penulis: Keigo Higashino
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: 2020
ISBN: 9786020648293
Jumlah Halaman: 400

Hello readers! Welcome back to my review board again. Kali ini saya akan membagikan ulasan sebuah novel best seller internasional dari Jepang yang berjudul Keajaiban Toko Kelontong Namiya.  Novel ini sendiri ditulis oleh Keigo Higashino, salah satu penulis paling populer di Jepang yang sudah menulis banyak novel dengan hasil penjualan hingga ratusan juta eksemplar di seluruh dunia. Maka jangan heran kalau karya-karya beliau juga sudah banyak diadaptasi menjadi film dan serial televisi di berbagai negara.

 

Berbeda dengan karya-karya Keigo Higashino sebelumnya yang kebanyakan menulis novel genre horor-misteri, novel Keajaiban Toko Kelontong Namiya ini ternyata ditulis dengan genre fantasi. Karena saya termasuk tipe pembaca novel yang suka dengan genre fantasi maka saya memutuskan membaca novel ini. Lalu, seperti apa kisah di dalam novel ini, silahkan menyimak review saya berikut ini.

 

Blurb

Ketika tiga pemuda berandal bersembunyi di toko kelontong tak berpenghuni setelah melakukan pencurian, sepucuk surat misterius mendadak diselipkan ke dalam toko melalui lubang surat. Surat yang berisi permintaan saran. Sungguh aneh.

Namun, surat aneh itu ternyata membawa mereka dalam petualangan melintasi waktu, menggantikan peran kakek pemilik toko kelontong yang menghabiskan tahun-tahun terakhirnya memberikan nasihat tulus kepada orang-orang yang meminta bantuan.

Hanya untuk satu malam. Dan saat fajar menjelang, hidup ketiga sahabat itu tidak akan pernah sama lagi.

Review

Kisah ini dimulai dari tiga orang pemuda pelaku pencurian yang bernasib sial. Mereka adalah Shota, Atsuya dan satu lagi Kohei. Malam itu, mobil yang mereka curi berakhir mogok di tengah jalan dan mengharuskan mereka bersembuyi sambil menunggu pagi di sebuah bangunan dengan kombinasi rumah dan toko. Mereka menganggap bila toko kelontong tua tak berpenghuni tersebut hanyalah sebuah persinggahan. Nyatanya, toko kelontong tersebut menyimpan banyak hal misterius yang susah dijangkau akal sehat mereka.

Semuanya berawal sejak penemuan sepucuk surat dari dalam kotak susu yang berisikan surat seseorang yang mengatasnamakan dirinya sebagai kelinci bulan. Surat dari kelinci bulan tersebut berisikan kegundahan hatinya beberapa waktu belakangan. Ia bercerita tentang keinginannya untuk terus mendampingi kekasihnya yang sedang mengidap penyakit serius dan telah divonis tidak akan berumur panjang lagi. Di sisi lain ia ingin fokus mengejar impiannya menjadi salah satu atlet yang akan mewakili Jepang di olimpiade tahun depan.

Setelah membaca surat dari kelinci bulan, membuat Shota, Atsuya, dan Kohei semakin penasaran dengan apa yang terjadi pada toko kelontong tua tersebut. Mereka bertanya-tanya dari mana asal surat ini, sementara keadaan di luar toko sangat sepi dan gelap. Demi menjawab rasa penasaran atas surat tersebut, Kohei dan Shota memutuskan untuk membalas surat tersebut. Berbeda dengan Kohei dan Shota, Atsuya malah merasa waktunya terbuang sia-sia mengurus hal tidak masuk akal tersebut.

Atsuya mendesah. “Apa yang dia pikirkan? Ini bukan waktunya mengurus masalah orang asing. Kau juga, Shota, sampai ikut-ikutan. Kalian ini kenapa?”

“Apa maksudmu kadang-kadang?”

“Coba ingat-ingat. Dalam situasi biasa, kita tidak pernah mendengar masalah orang lain. Tidak ada yang mau mendengar pendapat kita. Mungkin akan terus begitu seumur hidup. Jadi anggap saja ini kesempatan pertama sekaligus terakhir. Menurutku tidak ada salahnya.”

“Huh.” Atsuya kembali mendengus. “Lagakmu seperti tahu segalanya saja.”

Setelah adu pendapat itu berakhir, Kohei pun keluar dari toko kelontong untuk mengecek surat balasan yang baru saja dikirimkan. Namun, tak cukup beberapa menit ia telah menerima surat balasan dari kotak susu tersebut. Tentu proses menerima dan mengirim surat bukanlah waktu yang cukup singkat, tapi hanya dalam hitungan 5 menit, kelinci bulan sudah membalas surat kepada para pemuda tersebut. Tidak sampai di situ, keganjilan semakin dirasakan oleh Kohei, Shota dan Atsuya ketika mengetahui surat dari kelinci bulan tersebut ternyata berasal dari masa lalu.

Berawal dari keisengan balas membalas surat dari kelinci bulan, tiga pemuda ini akhirnya menyadari jika toko kelontong bernama Namiya ini bukanlah toko kelontong biasa. Toko kelontong ini semacam lorong waktu sekaligus tempat konsultasi yang menghubungkan orang-orang dari masa lalu ke masa sekarang. Tak sampai di situ saja, berbagai jenis surat dari masa lalu tersebut ternyata menghubungkan kehidupan Shota, Atsuya dan juga Kohei di masa lalu. Malam yang seharusnya singkat itu menjadi malam yang paling tak terlupakan bagi mereka bertiga.

My Impression

Sejujurnya membaca novel Keajaiban Toko Kelontong Namiya ini membuat saya sedikit pusing. Konsep alur maju mundur yang dihadirkan oleh penulis memaksa otak saya untuk terus berpikir dan menghubungkan berbagai peristiwa di dalam cerita. Belum lagi dengan tema fantasi, misteri ditambah konsep time traveler semakin membuat otak saya bekerja lebih keras dari biasanya. Padahal nih, otak saya nge-lag kayak begini kalau nonton drakor genre thriller sama fantasy. Ternyata novel Keajaiban Toko Kelontong Namiya ini juga berhasil bikin saya pusing tujuh keliling.

Namun, dibalik energi yang terkuras setelah membaca novel Keajaiban Toko Kelontong Namiya, novel ini juga memberikan kepuasan tersendiri bagi saya. Pas tamat rasanya ada semacam sensasi lega dan bahagia gitu. Semua rasa penasaran dari tiap lembar novel ini akhirnya terjawab sudah. Gaya tulisan Keigo Higashino menggambarkan berbagai tokoh dan peristiwa di dalam novel ini memang asli bikin otak mikir sih dengan berbagai teka-teki di dalamnya. Pembaca semacam mengumpulkan tiap puzzle yang mereka dapatkan di tiap lembar ceritanya.

Di dalam novel Keajaiban Toko Kelontong Namiya ternyata juga memberikan banyak pesan moral buat saya pribadi. Berbagai kisah orang-orang di masa lalu yang mereka ceritakan lewat surat untuk Kakek Namiya ternyata banyak mengandung bawang guys. Balasan surat yang disampaikan oleh Kakek Namiya untuk mereka juga isinya sangat dalam. Saya sampai terharu sambil ngangguk-ngangguk gitu kalau baca surat balasan dari Kakek Namiya. It’s so deep!

Novel Keajaiban Toko Kelontong Namiya pokoknya sangat saya rekomendasikan buat kalian yang suka dengan novel genre fantasi. Novel ini juga telah diadaptasi menjadi film di beberapa negara. Biar sensasi Toko Kelontong Namiya lebih terasa secara visual maka silahkan cek filmya di platform digital langganan kalian.  


Thursday, 4 March 2021

Skincare Untuk Menghilangkan Komedo


Hai! Selamat datang kembali di review board saya para readers sekalian! Well, kali ini saya akan membagikan tips atau cara menghilangkan komedo kepada kalian semua wahai para pejuang komedo. So, apa saja komedo starter pack saya dalam rangka membasmi komedo yang pantang surut di hidung dan wajah ini? Here we go!

AHA 7 Whitehead Power Liquid COSRX


Starter pack untuk menghilangkan komedo pertama saya adalah produk dari AHA 7 Whitehead Power Liquid COSRX.  Produk ini termasuk holy grail saya dalam memberantas komedo di hidung. Awalnya, saya ingin mencoba physical exfoliator tapi setelah baca ulasan orang-orang, ternyata mereka lebih banyak merekomendasikan chemical exfoliator dibandingkan physical exfoliator. Nah, berkat review-review tersebut saya akhirnya mencoba memakai produk dari COSRX ini. Awalnya sih saya juga bingung ini itu toner atau essence sebenarnya tapi kayaknya  memang lebih enak disebut exfoliator kali yah.

Well, lanjut tentang kandungan di dalam produk penghilang komedo dari COSRX ini. Sesuai namanya, skincare ini mengandung AHA berupa Glycolic acid sebesar 7 % serta sari buah apel sebesar 75 %. Menurut klaimnya, produk exfoliate ini mampu membersihkan whitehead atau komedo putih serta mampu membersihkan sel-sel kulit mati sehingga wajah menjadi lebih halus dan bersih. Untuk kemasannya sendiri, produk ini terbuat dari botol pump plastic yang kuat. Jadi kalian tidak usah khawatir jika akan terjadinya kebocoran.

Awalnya saya tidak memiliki ekspektasi yang tinggi jika produk ini mampu menghilangkan komedo. Tapi ternyata hasilnya benar-benar di luar dugaan saya sih. Sejak pemakaian pertama, komedo di hidung saya langsung luntur dong.  Hidung saya langsung jadi halus gitu, gak ada lagi tuh yang bikin mengganjal di hidung. Pokoknya tuh hidung udah bisa dijadiin perosotan ckckck. Oh iya tekstur dari skincare ini juga cair tapi agak sedikit kental. Pokoknya teksturnya itu kayak berlendir tapi gak terlalu kental juga sih kayak aloe vera. Aroma dari AHA 7 Whitehead Power Liquid COSRX juga cukup khas tapi gak usah khawatir soalnya wanginya tidak terlalu kuat jadi tetap aman buat kalian yang anti bau-bauan.

Overall, saya puas sama produk penghilang komedo hasil coba-coba saya ini. Just for your information, produk AHA 7 Whitehead Power Liquid COSRX sebanyak 100 ml ini sudah saya pake setahunan lamanya. Meskipun harganya cukup mahal yaitu sekitar Rp. 150.000-an ke atas tapi worthy lah buat pemakaian jangka panjang.

Senka All Clear Oil



Skincare untuk menghilangkan komedo selanjutnya ialah Senka All Clear Oil 230 ml. Produk ini merupakan skincare yang paling sering saya pakai. Hampir tiap hari saya menggunakan produk ini sebagai cleansing oil sehari-hari. Kandungan utama dari produk ini adalah oil, white cocoon essence, dan juga double hyaluronic acid yang berperan dalam menjaga kelembapan kulit.

Sesuai namanya, Senka All Clear Oil ini memang berbahan dasar minyak yang membantu mengangkat bekas make up pada wajah seperti eyeliner, foundation tebal, ataupun mascara. Bahkan komedo pun bisa langsung terangkat setelah memakai skincare ini. Meskipun berbahan dasar minyak, cleansing oil yang satu ini tetap memiliki tekstur minyak yang ringan. Sehingga, saat diusapkan ke wajah tidak menimbulkan lengket yang menganggu. Aroma dari cleansing oil ini memang memiliki wangi yang cukup kuat seperti aroma parfum pada umumnya jadi mungkin akan sedikit menganggu penciuman bagi kalian yang sensitive terhadap bau-bau yang kuat. Namun, tidak usah khawatir setelah membilas wajah kalian, minyak dan aroma oil cleansing ini juga akan luntur dengan sendirinya. Wajah kalian akan jauh lebih halus dan lebih bersih. Komedo luntur, pori-pori juga kayak langsung bernafas dengan segar. Nah, untuk untuk hasil yang maksimal jangan lupa menggunakan face wash kembali setelah menggunakan cleansing oil ini.

Well, sebenarnya Senka All Clear Oil ini juga merupakan skincare ajang coba-coba saya. Kebetulan saat itu Sociolla lagi diskon, dari harga sekitaran dua ratusan ribu menjadi puluhan ribu. Siapa yang tak tergiur dengan harga segitu wahai sahabat, apalagi isinya sampai 230 ml gitu, maka tentulah saya langsung check out wkwkwk. Sama seperti produk COSRX sebelumnya, cleansing oil ini juga sudah saya pake sekitar setahunan jadi meskipun harganya kembali ke harga normal, produk ini tetap worthy kok. Lumayan loh itu isi 230 ml, bisa dipake buat dua kali lebaran malahan wkkwkw.

Everwhite Green Tea Clay Mask



Produk menghilangkan komedo yang terakhir dari saya adalah dari Everwhite Green Tea Clay Mask. Kalau kalian sering lihat produk clay mask dalam keamasan jar maka produk yang satu ini berada dalam kemasan tube. Produk dengan kandungan utama green tea bentonite clay ini diklaim mampu untuk mencerahkan wajah sekaligus membersihkan pori-pori. Karena merupakan clay mask jadi produk ini memang gampang mengeras pas diaplikasikan di wajah.

Saat menggunakan produk ini jangan lupa untuk membersihkan wajah terlebih dahulu. Setelah itu silahkan mengoleskan masker secara merata pada wajah selama kurang lebih 10 hingga 15 menit. Berbeda dengan cleansing oil, clay mask ini bisa kalian pakai sebanyak dua hingga tiga kali saja seminggu. Efek yang diberikan memang membuat wajah saya lebih cerah dan komedo pun jadi terangkat semua. Untuk urusan harga, produk ini dibandrol dengan harga sekitar Rp. 97.000.  Berhubung saya pernah mereview produk ini kalian juga bisa langsung ke link berikut Everwhite Green Tea Clay Mask untuk review selengkapnya.

Nah, itulah beberapa komedo starter pack dari saya sebagai usaha saya dalam menghilangkan komedo yang memang sangat sulit buat dimusnahkan selama-lamanya dari muka bumi ini. Jadi, cara satu-satunya hanyalah dengan rutin membersihkan wajah kalian agar supaya sang komedo tidak awet dan tidak mengumpulkan koloni baru seperti jerawat, bruntusan dan kawan-kawan lainnya itu. Silahkan memilih salah satu, salah dua atau salah tiga dari skincare pembasmi komedo yang telah saya sebutkan di atas. Ada AHA 7 Whitehead Power Liquid COSRX yang merupakan produk Korea, ada Senka Clear Oil dari Japan, atau kalau kalian nasionalis alias cinta produk dalam negeri silahkan memakai Everwhite Green Tea Clay Mask. Semua produk ini bisa kalian langsung dapatkan di official online store masing-masing atau di online shop langganan kalian.


Sunday, 21 February 2021

Mr. Queen (Review)


 

Hello readers! Welcome back to my review board again! Sesuai judulnya kali ini saya akan membagikan ulasan tentang drama Korea yang berjudul Mr. Queen. Berhubung saya juga sudah lama tidak mengikuti drama genre Saeguk maka di tahun baru ini saya memutuskan untuk mengikuti drama on going yang punya rating tinggi ini.  Saya sendiri sebenarnya juga sudah lupa kapan saya terakhir kali nonton drama Korea tema kerajaan macam beginian.

Dannnn karena tahun kemarin saya kebanyakan nonton drama Korea dengan genre thriller, fantasy dan misteri yang bikin pusing tujuh keliling itu maka untuk mengawali tahun baru 2021 ini saya mencari nuansa baru yang sedikit lebih ringan. Drama Mr. Queen ini sendiri bercerita tentang Jang Bong Hwan, seorang koki yang tiba-tiba kembali ke masa lalu di era dinasti kerajaan Cheoljong setelah jatuh ke dasar kolam renang. Scene jatuh ke dalam air ini malah ngingatin saya sama drama Moon Lovers waktu mbak IU juga jatuh ke dalam danau. Habis tenggelam eh malah travelling ke masa lalu juga kayak Jang Bong Hwan. Cara kembali ke masa kerajaan ala drakor kayaknya mesti pakai rumus yang sama kali ya, harus tenggelam dulu baru bisa jalan-jalan ke jaman dinasti Korea Selatan.   

Well, kita lanjut ke alur cerita di dalam drama Mr. Queen ini. Masalah dimulai ketika Jang Bong Hwan mendapati dirinya terbangun di dalam tubuh ratu Kim So Yong.  Jang Bong Hwan tentu tidak menerima jika jati dirinya sebagai seorang pria maskulin harus terkurung di dalam tubuh seorang perempuan dengan status ratu di kerajaan. Tidak sampai di situ, Jang Bong Hwan semakin frustasi saat mengetahui jika sang ratu akan segera menikah dengan sang raja. Tentu itu adalah petaka sekaligus musibah baginya.

Sesuai judulnya yaitu Mr. Queen (Tuan Ratu), kisah di dalam drama Korea dengan jumlah 20 episode ini memang secara garis besar menceritakan tentang perjuangan hidup Jang Bong Hwan di dalam tubuh seorang ratu. Yang namanya seorang ratu tentu harus lemah lembut, feminim dan mesti mempercantik diri. Tentu ini sangat bertolak belakang dengan kepribadian Jang Bong Hwan yang maskulin, suka ngomong blak-blakkan, dan tentu saja kelakuan fuck boynya masih tetap awet hingga ke masa lalu.

Drama Mr. Queen ini cocok buat kalian yang lagi cari drama Saeguk dengan tema ringan, lucu, kocak, dan romantis. Coba deh, dijamin pasti kalian ngakak sengakak-ngakaknya tiap episode. Meskipun bergenre komedi, plot di drama ini juga penuh intrik loh. Namanya juga cerita kerajaan kolosal, tentu ada konflik perebutan kekuasaan, pengkhianatan hingga peperangan.

Berbeda dengan jenis drama kolosal lainnya yang sama-sama memasukkan unsur “gender” di mana peran perempuannya menyamar menjadi seorang pria kayak di drama Sungkyunkwan Scandal, Love in the Moonlight ataupun di Queen Seon Dok, di drama Mr. Queen ini, pemeran prianya malah harus jadi sosok perempuan. Meskipun sosok Choi Jin Hyuk yang berperan sebagai Jang Bong Hwan ini cuma tampil beberapa episode tapi karakter dari sosok Jang Bong Hwan di dalam tubuh ratu Kim So Yong ini tetap punya kesan yang sangat kuat. Aktingnya Shin Hye Sun yang memerankan dua karakter sekaligus ini epic parah sih. Jiwa bar-bar campur feminim jadi menyatu gitu di dalam tubuhnya.

Selain itu, di drama Mr. Queen ini kalian juga bakal dibuat ngakak sama karakter dayang Choi yang harus suka rela melayani kelakuan  sang ratu bar-bar. Belum lagi ditambah peran Kim In Kwon yang memerankan koki utama istana kerajaan yang tiap hari mesti perang resep dulu sama sang ratu di dapur. Ya wajarlah yah soalnya koki dari zaman modern dipertemukan dengan koki model tradisional ala kerajaan ya bagaimana kagak berantem kwkwkw. Namun, meskipun tuan ratu beda mazhab sama koki istana soal menu makanan, pada akhirnya mereka akur juga dan saling berbagi resep satu sama lain. Mungkin ini yang namanya teamwork kwkwkkw.

Selama nonton drama Mr. Queen ini akhirnya mata saya juga jadi segar lagi setelah sekian lama tidak melihat pakaian Hanbok. Baju-bajunya ratu di drama ini bikin adem banget. Warnanya cantik-cantik dan manis-manis. Suka banget liat ratu pakai pakaian Hanbok yang warna hijau tua sama biru. Kesan anggun dan elegantnya terasa gitu di mata. Belum lagi dengan latar kerajaan dan pemandangan istana. Wahhh rasanya pengen liburan ke Korea Selatan langsung. Tapi beda cerita lagi kalau jiwa bar-bar sama naluri fuck boynya Jang Bong Hwan keluar. Kesan feminimnya ratu langsung ambyar seketika kwkwkwk.

Tidak cukup dengan jumlah 20 episode, drama Mr. Queen juga menghadirkan dua episode spesial dengan judul Bamboo Forest. Dua episode ini menjadi semacam epilog dari tiap karakter di dalam drama Mr. Queen. Mulai dari awal kisah pertemuan ratu dan raja, hingga kelakuan asli para penghuni istana lainnya. Nah, buat kalian yang sudah nonton, bagaimana pendapat kalian tentang drama ini?


Sunday, 14 February 2021

Review Buku: Selamat Tinggal




Judul Buku: Pulang-Pergi

Penulis: Tere Liye

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

Tahun Terbit: 2020

ISBN: 9786020647821

Jumlah Halaman: 360

Hello readers! Welcome back to my review board again. Kali ini saya akan membagikan ulasan novel Selamat Tinggal dari karya Tere Liye, sebuah novel yang terbilang cukup lama nganggur di rak buku saya tapi baru sempat saya selesaikan hari ini.

Novel Selamat Tinggal adalah buku kedua dari Tere Liye yang telah saya baca di awal tahun ini. Seperti biasa, judul setiap novel dari Tere Liye memang selalu tricky. Isinya sangat jauh berbeda dari ekspektasi oleh para pembacanya. Meskipun saya sudah bisa menebak kalau cover dan isinya pastilah sangat bertolak belakang, tapi tetap saja saya selalu salah menduga dengan tiap alur yang di dalam setiap novel Tere Liye. 

Nah, lalu seperti apa kisah dari dalam novel Selamat Tinggal ini? Silahkan menyimak review saya berikut ini.

Blurb

Kita tidak sempurna. Kita mungkin punya keburukan, melakukan kesalahan, bahkan berbuat jahat, menyakiti orang lain. Tapi beruntunglah yang mau berubah. Berjanji tidak melakukannya lagi, memperbaiki, dan menebus kesalahan tersebut.

Mari tutup masa lalu yang kelam, mari membuka halaman yang baru. Jangan ragu-ragu. Jangan cemas. Tinggalkanlah kebodohan dan ketidakpedulian. “Selamat Tinggal” suka berbohong, “Selamat Tinggal” kecurangan, “Selamat Tinggal” sifat-sifat buruk lainnya.

Karena sejatinya, kita tahu persis apakah kita memang benar-benar bahagia, baik dan jujur. Sungguh “Selamat Tinggal” kepalsuan hidup.

Selamat membaca novel ini. Dan jika kamu telah tiba di halaman terakhirnya, merasa novel ini menginspirasimu, maka kabarkan kepada teman, kerabat, keluarga lainnya. Semoga inspirasinya menyebar luas.

Review

Namanya Sintong, dia adalah seorang lelaki yang telah menghabiskan banyak kisah hidupnya lewat menjaga toko buku milik Paklik dan Buliknya. Nama toko bukunya memang toko buku “Berkah” tapi ternyata tidak seberkah namanya. Ya, ratusan bahkan ribuan buku bajakan ada di dalam toko buku ini. Selama menjadi mahasiswa di Fakultas Sastra, hampir seluruh kebutuhan kuliah Sintong berasal dari toko buku bajakan milik Pakliknya. Separuh jiwanya memang menyumpahi dirinya atas uang haram yang telah membantu menopang hidupnya selama ini. Mulai dari uang SPP, uang makan, hingga kebutuhan lainnya selama ia menjadi mahasiswa. Namun, Sintong tidak bisa berbuat apa-apa. Ia tetap melanjutkan hidupnya sebagai seorang mahasiswa sekaligus penjaga toko buku bajakan.

Selain dikenal sebagai penjaga toko buku “Berkah”, Sintong juga telah dikenal sebagai mahasiswa abadi. Baik itu di antara rekan sesama penjual buku bajakan, teman kosnya hingga di gedung fakultasnya. Hingga pada suatu hari, Pak Dekan kembali menasehatinya untuk segera menyelesaikan skripsinya. Enam tahun sudah termasuk waktu yang cukup lama untuk menjadi penghuni di Fakultas Sastra. Sintong bukanlah seorang mahasiswa pemalas pada umumnya, dia adalah seorang mahasiswa favorit bagi para dosen di fakultas pada masanya. Sintong adalah mahasiswa cerdas dan produktif. Semua tulisannya selalu masuk koran lokal hingga nasional. Tentu bagi Pak Dekan ini adalah hal ganjil. Bagaimana mungkin seorang penulis sekelas Sintong tidak mampu menyelesaikan skripsinya.

Teror dari fakultasnya sedikit mulai padam ketika Sintong menemukan salah satu dari lima buku dari seorang penulis hebat Indonesia bernama Sutan Pane yang menghilang secara misterius di masa lalu. Dibalik tumpukan buku-buku bajakan milik Pakliknya, Sintong menemukan sebuah permata yang tak ternilai harganya. Tentu Sintong tidak menyia-nyiakan kesempatan itu. Meskipun Sintong sudah lama vakum dari dunia kepenulisan akan tetapi jiwa menulisnya masih tetap kental terlebih saat menemukan harta karun berharga dari seorang penulis top tanah air.

Berawal dari penemuan buku karya Sutan Pane hari itu, Sintong mulai kembali ke dirinya yang dulu. Selain kembali aktif menjadi penulis, ia juga terus menelurusi jejak misteri keberadaan Sutan Pane yang menghilang secara misterius. Berkat buku itu ia dipertemukan dengan berbagai narasumber yang tak pernah ia duga sebelumnya. Jiwa penulis dan roh idealis yang telah lama padam selama kurang lebih empat tahun itu kini kembali membara. Terlebih saat ia dipertemukan dengan seorang gadis cantik bernama Jess, seorang mahasiswa semester awal yang telah menyembuhkan dirinya dari luka seorang gadis empat tahun silam. Kehidupan Sintong berjalan lancar tak seperti hari-hari sebelumnya saat ia vakum menjadi penulis dan malas-malasan mengurus skripsinya. Dirinya yang yang dulu telah lahir kembali.

Hingga pada suatu hari, seorang gadis bernama Mawar Terang Bintang yang menjadi penyebab dirinya mati rasa dalam dunia menulis selama empat tahun muncul secara tiba-tiba. Ada banyak hal terjadi setelah pertemuan Sintong dengan Mawar hari itu. Termasuk dirinya yang dengan penuh rasa yakin, berani meninggalkan pekerjaannya menjadi seorang penjaga toko buku bajakan. Tentu Paklik dan Bukliknya marah besar. Tapi Sintong telah memantapkan hatinya untuk segera meninggalkan pekerjaan yang sudah sejak lama sangat ingin ia tinggalkan.

Perjalanan menemukan rahasia Sutan Pane juga membuatnya menemukan banyak rahasia di sekitarnya. Termasuk rahasia tentang Jess, Bunga yang merupakan sahabat dekat Jess, hingga rahasia dari Mawar Terang Bintang.

My Impression

Membaca tiap bab dari novel Selamat Tinggal ini serasa membaca uneg-uneg sekaligus kritikan Tere Liye terhadap dunia penerbitan dan kepenulisan saat ini. Maraknya kasus buku bajakan yang secara terang-terangan dijual di berbagai toko buku offline hingga toko online sepertinya membuat Tere Liye semakin lantang menyuarakan kasus ini lewat novelnya. Bukan Tere Liye namanya kalau tidak berani menyuarakan opininya lewat situasi dan kondisi terkini. Selain soal buku bajakan, di dalam novel ini Tere Liye juga membagikan sindiran-sindirannya tentang berbagai layanan streaming bajakan seperti film hingga pertandingan olahraga yang merugikan banyak industri.

Cerita di dalam novel ini memang sangat-sangat menyindir para pengguna layanan illegal hingga tukang koleksi barang-barang KW hari ini. Saya sendiri rasanya tertampar sekali dengan tulisan Tere Liye ini. Setelah membaca novel ini saya melongo langsung ke arah rak buku saya. Maklum, saya memiliki sebuah novel best seller bajakan yang saya beli beberapa tahun silam. Begitu juga dengan tumpukan buku-buku kuliah saya. Beberapa buku pegangan saat saya masih kuliah memang rata-rata buku karangan luar negeri. Seperti kisah para mahasiswa di novel Selamat Tinggal ini, saya selaku mahasiswa kos-kosan yang mengandalkan uang kiriman bulanan orang tua tidak sanggup membeli buku ori yang harganya main dollar itu. Main rupiah saja saya lebih memilih nunggu fotokopian buku teman, lebih-lebih kalau harganya sudah pake dollar. Tapi seperti halnya Sintong, seiring berjalannya waktu saya memutuskan untuk meninggalkan perilaku curang itu.

Mari tutup masa lalu yang kelam, mari membuka halaman yang baru. Jangan ragu-ragu. Jangan cemas. Tinggalkanlah kebodohan dan ketidakpedulian. Selamat Tinggal suka berbohong, Selamat Tinggal kecurangan, Selamat Tinggal sifat-sifat buruk lainnya”


Thursday, 21 January 2021

Review Skincare: Whitelab Brightening Face Serum

 



Hai! Selamat datang kembali di review board saya para readers sekalian. Sesuai judulnya kali ini saya akan membagikan review produk skincare dari Whitelab Brightening Face Serum. Lalu, bagaimana hasilnya? Here we go!

Packaging

Seperti kemasan serum-serum pada umumnya, packaging Whitelab Brightening Face Serum ini terbuat dari botol kaca bening dan dilengkapi dengan pipet serum dari bahan plastik. Berbeda dengan beberapa kemasan serum yang terbuat dari botol kaca berwarna gelap, kemasan serum dari Whitelab ini cukup transparant sehingga kalian bisa melihat jelas isi serum di dalam produk. Di bagian depan botol serum ini kalian bisa menemukan informasi singkat tentang produk ini seperti kandungan utama serum serta manfaatnya. Sedangkan di balik botol terdapat tata cara penggunaan serum dan juga jumlah kandungan serum  yaitu sebanyak 20 ml.




Claim

Whitelab Brightening Serum ini memiliki kandungan utama berupa niacinamide 10 % dan collagen. Seperti yang telah diketahui jika niacinamide memang sangat membantu dalam proses mencerahkan kulit wajah. Adapun kandungan collagen dalam serum ini juga membantu melawan tanda-tanda penuaan seperti mengenyalkan kulit serta mengurangi garis-garis halus pada wajah. Berikut ini adalah beberapa manfaat lain dari Whitelab Brightening Serum:

·      Menjadikan kulit lebih cerah dan glowing

·      Menyamarkan noda hitam pada wajah

·      Menjadikan kulit lebih lembab

·      Mengurangi kerutan dan garis halus pada kulit

·      Mencegah penuaan dini

·      Kulit lebih halus dan kenyal

·      Mencegah terjadinya peradangan dan kulit kemerahan pada wajah

Tekstur, Warna dan Bau

Serum dari Whitelab ini memiliki tekstur cair tapi agak sedikit kental. Meskipun agak kental tapi serum ini sangat cepat meresap masuk ke dalam kulit. Serum ini juga berwarna putih bening seperti warna cairan serum pada umumnya. Untuk urusan baunya sendiri, serum ini memiliki aroma yang cukup wangi tapi tidak terlalu menyengat.

Cara Pakai

Teteskan 2 hingga 3 tetes serum menggunakan pipet serum pada telapak tangan. Setelah itu oleskan serum secara merata pada kulit wajah yang telah dibersihkan sebelumnya. Gunakan serum sebanyak 2 kali sehari. Untuk hasil maksimal gunakan serum ini sebelum menggunakan krim wajah.

My Impression

Dari segi tampilan produk Whitelab Brightening Serum ini memang sangat mirip dengan brand The Ordinary yang juga memiliki serangkaian produk skincare termasuk serum. Awalnya, saya mau coba serum dari The Ordinary tapi berhubung beberapa beauty influencer sudah ramai mereview produk serum ini akhirnya saya pun memutuskan untuk mencobanya. Daripada mati penasaran kan yes, mending dicoba aja dulu. Di awal-awal pemakaian sebenarnya saya katro menggunakan pipet serumnya, maklum saya anak IPA yang berjiwa IPS pas SMA jadi kurang menjiwai penggunaan pipet kalau lagi eksperimen di lab wkwkkw.

Dannn selama kurang lebih satu bulan pemakaian, produk serum ini memang cukup memberikan efek brightening di wajah saya. Sama seperti klaim produk ini yang memang menyebutkan manfaat mencerahkan dan glowing pada wajah. Ya meskipun klaim glowingnya  tidak berlaku atau mungkin belum berlaku di wajah saya karena baru jalan sekitar sebulanan pemakaian, tapi efek mencerahkan, menghaluskan serta mengenyalkan kulit pada wajah memang sudah terasa. Mungkin butuh pemakaian jangka waktu yang lebih lama lagi kali ya buat ngelihat hasil glowingnya di wajah saya. But, so far this product is really worth on me.

Meskipun terbuat dari botol kaca, serum ini tetap ringan dan mudah dibawa bepergian. Selain karena ukurannya yang cukup mini, produk ini juga tidak gampang tumpah. Harga yang dibandrol dari serum lokal asli Indonesia ini juga cukup terjangkau yaitu hanya Rp. 75.000. Harga serum ini termasuk murah sih kalau mau dibandingin dengan brand serum-serum dari luar lainnya.

Whitelab Brightening Serum ini bisa kalian dapatkan di online shop skincare tanah air. Kalian juga bisa berbelanja langsung melalui website official dari Whitelab di link berikut ini Whitelab Brightening Serum


Wednesday, 13 January 2021

Review Buku: Pulang-Pergi



Judul Buku: Pulang-Pergi

Penulis: Tere Liye

Penerbit: PT. Sabak Grip Nusantara

Tahun Terbit: 2020

ISBN: 9786239554521

Jumlah Halaman: 414


Hello readers! Welcome back to my review board again! Setelah penantian yang cukup panjang, novel Pulang-Pergi karya Tere Liye akhirnya rilis juga. Novel ini sendiri merupakan lanjutan dari novel berjudul Pergi sebelumnya. Tidak berbeda jauh dengan cerita dengan sekuel novel-novel sebelumnya, di dalam novel Pulang-Pergi ini juga berisi sangat banyak kejutan.

Nah, buat yang belum baca novel Pulang-Pergi karya Tere Liye dan sudah penasaran dengan kelanjutan kisah dari si Bujang dan kawan-kawan, silahkan membaca ulasan saya berikut ini.


Blurb

Ada jodoh yang ditemukan lewat tatapan pertama. Ada persahabatan yang diawali lewat sapa hangat. Bagaimana jika takdir bersama ternyata, diawali dengan pertarungan mematikan? Lantas semua cerita berkelindan dengan pengejaran demi pengejaran mencari jawaban? Pulang-Pergi.

Review

Mr. Dragon memang telah ditaklukkan, Basyir pun telah resmi menjadi kepala keluarga Tong yang baru, akan tetapi perjalanan panjang Bujang masih terus berlanjut. Setelah Pulang lalu Pergi, Bujang kembali menemui Ibunya. Melepas rindu di pusara Ibunya lebih tepatnya. Belum usai Bujang melepas rindu dengan Ibunya, muncul sebuah helikopter yang menumpahkan sebuah tombak kecil. Tombak kecil itu tidak bertujuan melukai apalagi membunuh Bujang melainkan mengirimkan sebuah pesan lewat selembar kain di ujung tombak.

Pesan yang diterima Bujang berbeda dengan biasanya. Pesan itu bukan berisikan tugas untuk menghadapi musuh lagi seperti biasanya melainkan sebuah perintah untuk menikahi seorang putri tunggal dari Krestniy Otets, salah satu penguasa shadow economy terkuat di dunia. Maria yang merupakan putri Otets satu-satunya memang telah dikalahkan oleh Bujang lewat duet pistol tiga ronde beberapa waktu yang lalu. Lantas, Maria mempertaruhkan gelang warisan Ibunya sebagai tanda cintanya kepada Bujang yang telah mengalahkannya. Sayangnya, Bujang tidak menganggap ini serius. Bujang tidak menginginkan perjodohan apalagi pernikahan itu. Namun, Bujang tidak bisa mengacuhkan perintah Otets begitu saja. Sekali Otets mengamuk maka perang antar keluarga penguasa shadow economy bisa terjadi.

Demi menghindari perjodohan yang tidak masuk akal tersebut Bujang memutuskan meminta bantuan kepada Salonga, seorang kakek tua yang menjadi rekan Bujang selama ini sekaligus saksi saat Bujang melakukan duel pistol dengan Maria. Tidak seperti Bujang yang ingin segera membatalkan perjodohan, Salonga justru sangat ingin perjodohan ini terjadi. Pada akhirnya, Salonga luluh dengan Bujang dan siap menemani Bujang ke acara pertunangannya itu. Salonga siap melakukan lobi dengan Otets untuk mengundurkan atau mungkin membatalkan pertunangan Bujang dan Maria. Tak ketinggalan, Junior yang merupakan murid favorit dari Salonga sekaligus menjadi anggota baru dalam petualangan novel ini ikut serta dalam perjalanan menuju Rusia. Junior adalah tipe anak pendiam. Dia jarang berbicara tapi untuk urusan tembak menembak dan mengintai, Junior sangat bisa diandalkan.

Pesawat akhirnya tiba di bandara Moskow. Selain Bujang, Salonga dan Junior, ternyata Thomas juga ikut bergabung di acara tersebut. Thomas merupakan ahli keuangan yang juga jago dalam urusan perkelahian jarak dekat. Mereka berangkat bersama-sama menuju lokasi acara pertunangan yang akan dimulai, tepatnya di kastil Saint Petersburg.

Acara akan segera dimulai, Salonga dan Bujang tengah bersiap-siap memperbaiki situasi untuk menunda acara tersebut. Lalu, sebuah kabar baru mendahului mereka. Pertunangan telah dibatalkan dan diganti dengan acara pernikahan. Semuanya serba cepat hari itu. Kaget, kecewa, dan kesal, semua perasaan itu menguasai Bujang. Meski Bujang tidak menyukainya, mau tidak mau dia tetap harus melewati acara pernikahan tersebut. Tak ada jalan untuk kabur apalagi memberontak di tempat penguasa shadow economy terkuat di Rusia. Bujang hanya mengharapkan sebuah keajaiban. Dan benar saja, sebuah keajaiban muncul untuk Bujang meskipun terlihat sangat ganjil.

Persis saat Bujang berada di atas karpet merah, mendadak puluhan tukang pukul dengan pakaian hitam-hitam mengepung seisi ruangan. Mereka adalah Black Widow, organisasi yang dikembangkan oleh Natascha. Kepala tukang pukul kepercayaan Otets sekaligus perempuan yang telah dianggap bibi oleh Maria. Malam itu acara pertunangan berubah menjadi acara pertumpahan darah. Otets tewas di tangan orang kepercayaannya selama ini. Pertarungan dahsyat terjadi, Maria, Bujang, Thomas, Salonga beserta Junior berhasil kabur dari kejaran Black Widow.

Selepas pertempuran berdarah malam itu, Natascha telah menguasai organisasi Bratva milik Otets. Natascha dan organisasinya Black Widow belum resmi menjadi kepala Bratva jika Maria, Bujang, Thomas, Salonga dan Junior belum mati di tangannya. Semenjak pelarian mereka malam itu, Natascha terus melakukan pengejaran besar-besaran untuk membunuh Maria dan rekan-rekannya. Tak tanggung-tanggung, uang dengan jumlah yang sangat fantastis ditawarkan oleh Natascha demi mendapatkan mereka. Berbagai pembunuh bayaran pun langsung tergiur dengan uang yang ditawarkan.

Selama pelarian, Maria, Bujang, Thomas, Salonga dan juga Junior telah menghadapi berbagai jenis tim pembunuh bayaran elit dari seluruh dunia. Tentu Bujang tidak tinggal diam, dia tahu siapa orang-orang tepat yang dapat membantunya di situasi genting saat itu. Ya, Yuki dan Kiko, dua kembar bersaudara adalah ninja nyentrik andalan Bujang. Tak ketinggalan White, mantan marinir yang telah beralih profesi menjadi koki turut serta dalam pertempuran melawan Natascha.

Di tengah perjalanan menelusuri berbagai negara demi kabur sekaligus menyusun rencana serang balik kepada Natascha, rombongan Maria dan Bujang menemui banyak kejutan. Salah satunya ialah bertemunya kembali Bujang dan saudara tirinya, Diego di kastil Saint Petersburg serta munculnya kekuatan baru dari dalam tubuh Bujang yang tak pernah disangka-sangkanya.

My Impression

Novel Pulang-Pergi karya Tere Liye masih memberikan kesan yang sama seperti novel sebelum-sebelumnya. Novel ini selalu penuh kejutan saat membaca tiap lembar demi lembarnya. Saya sendiri menghabiskan waktu untuk membaca novel ini hanya dalam waktu sehari semalam saja. Saking penasarannya saya pada tiap episode di dalam ceritanya, rasanya saya susah untuk berhenti membacanya. Kehadiran Yuki-Kiko memang harus wajib hadir di setiap petualangan Bujang selanjutnya. Rasanya kurang lengkap saja jika membaca novel sekuel ini tanpa kehadiran cucu kakek Guru Bushi ini.

Berbeda dengan novel sebelumnya, di dalam novel Pulang-Pergi kali ini saya tidak hanya merasakan dag dig dug karena adegan action atau pertarungan duel dengan musuh-musuhnya Bujang, tetapi juga karena hadirnya Maria, calon istri Bujang. Meskipun novel ini masih menggantung terutama dalam urusan asmara antara Bujang dan Maria, tapi setidaknya Tere Liye sudah memberikan bumbu-bumbu romansa kepada Bujang di dalam novelnya. Kan Bujang capek juga kalau kerjaannya cuma main kejar-kejaran dan duel sama musuh saja. 

Saya harap kisah Bujang dan Maria bisa berlanjut di novel Bedebah di Ujung Tanduk yang menjadi lanjutan novel Pulang-Pergi ini. 


Saturday, 2 January 2021

Review Skincare: Everwhite Green Tea Clay Mask

Review Everwhite Green Tea Clay Mask

Hai! Selamat datang kembali di review board saya para readers sekalian! Sebagai pembuka tahun baru yang fitri ini maka izinkanlah saya membagikan review produk skincare dari Everwhite yaitu Green Tea Clay Mask. Lalu, seperti apa hasilnya? Here we go!

Packaging

Packaging dari Everwhite Green Tea Clay Mask ini memang sangat mirip dengan kemasan-kemasan produk facial foam pada umumnya. Jika sebelum-sebelumnya beberapa produk clay mask diusung dengan bentuk jar maka saat ini kalian akan menemukan berbagai produk clay mask dalam kemasan tube. Kemasan dari varian green tea clay mask ini memang lucu dan menggemaskan sih. Gak tau kenapa, saya suka aja gitu liat warna hijaunya yang dipadu padankan dengan font lucu sama gambar-gambar daunnya. Tampilannya seger dan cantik aja gitu pas diliat. Meskipun bentuknya agak besar dengan ukuran 125 ml tapi produk clay mask ini tetap lebih nyaman dan aman bagi saya untuk dibawa kemana-mana jika dibandingkan dengan produk jar lainnya. Selain tidak gampang tumpah, produk ini juga lebih nyaman gitu pas digenggam di tangan. Nah, di bagian depan botolnya kalian juga bisa menemukan informasi singkat tentang produk clay mask ini. Mulai dari nama brand Everwhite, terus ada juga tulisan “Let it glow” yang mungkin jadi semacam slogan dari clay mask ini. Dan tidak ketinggalan informasi singkat tentang varian, manfaat dan juga berat dari clay mask ini. Adapun pada bagian belakang produk kalian akan melihat informasi yang lebih lengkap lagi kayak ingredientsnya, manfaat sampai cara pakainya.



Claim

Everwhite Green Tea Clay Mask dengan kandungan utama bentonite clay dan green tea ini diklaim mampu mencerahkan kulit wajah serta membantu menghilangkan jerawat. Untuk lebih jelasnya, berikut ini adalah beberapa manfaat menggunakan produk clay mask green tea ini:

·      Membantu mencerahkan wajah

·      Menjadikan kulit halus lembut

·      Membantu menghilangkan noda-noda pada wajah

·      Membantu membersihkan pori-pori

·      Membantu mengecilkan pori-pori

·      Membantu mengurangi komedo di wajah

·      Mampu mengeluarkan racun atau polusi di dalam kulit wajah

·      Membantu menghilangkan jerawat serta bruntusan

·      Mampu mengontrol minyak berlebih

·      Mampu menutrisi kulit secara ekstra

Tekstur, Warna dan Bau

Sesuai namanya Everwhite Green Tea Clay Mask, produk ini memiliki tekstur yang padat dan cepat mengeras seperti tanah. Berbeda dengan mud mask yang lebih cair, produk clay mask memang memiliki formula yang gampang mengeras saat diaplikasikan di wajah.  Warna dari clay mask ini sendiri berwarna hijau seperti warna packagingnya. Karena mengandung green tea maka aroma green tea memang terasa lebih mendominasi saat diaplikasikan ke wajah.

Cara Pakai

Setelah mencuci wajah, oleskanlah masker pada wajah secara merata. Hindarilah penggunaan masker di area sekitar mata dan bibir. Setelah itu diamkan masker sekitar 10-15 menit sampai kering. Setelah kering, bilaslah wajah hingga benar-benar bersih tanpa meninggalkan sisa masker sedikit pun. Gunakanlah masker sebanyak dua kali dalam seminggu atau lebih sesuai dengan kebutuhan.

My Impression

Berhubung produk Everwhite Green Tea Clay Mask ini banyak sliweran di timeline sosmed saya pas saya lagi bingung-bingungnya mau coba masker apaan maka saya pun akhirnya ikut teracuni oleh para followers dan following saya. Selain karena kandungan dan manfaatnya, hal lain yang bikin saya tertarik dengan produk ini itu yah karena packagingnya dan warnanya yang memang lucu. Tapi terlepas dari penampilannya yang menggemaskan, saya memang sedang butuh-butuhnya produk masker yang bisa mengatasi masalah pori-pori dan kulit kusam saya. Dan setelah sekitar dua bulan pemakaian memang hasilnya cukup memuaskan di wajah saya. Sayangnya saya termasuk orang yang malas banget buat cuci muka dua kali sehabis pakai pencuci muka terus pakai masker lagi. Kayak malas aja gitu kena air lagi jadinya dalam seminggu cuma pakai sekali clay mask. Padahal untuk hasil maksimal sebaiknya ya memang harus 2 sampai 3 kali seminggu. Dasar akoh!

Sesuai klaimnya, clay mask dari Everwhite ini memang memberikan efek yang lumayan mencerahkan di wajah saya. Minyak di wajah saya juga cenderung berkurang tapi untuk masalah mengecilkan pori-pori memang belum terlalu ngefek sih, mungkin kalau saya rajin ngemasker sebanyak yang disarankan hasilnya akan jauh lebih maksimal. Dasar akoh lagi!

Meskipun saya jarang pakai, ternyata produk Everwhite Green Tea Clay Mask ini cukup membantu mengurangi beberapa dosa di wajah saya.  Ukurannya yang cukup besar yaitu 125 ml tentu akan sangat awet dipakai dalam waktu yang sangat lama. Kalau kalian malas pakai masker kayak saya mungkin clay mask kalian bisa awet sampai setahun wkwkkw. But, I really don’t recommend you to do that. Jadi, silahkan menggunakan clay mask dari Everwhite ini sesuai dengan aturan yang seharusnya. Untuk masalah harga, produk ini dibandrol dengan harga sekitar Rp. 97.000.  Kalian juga bisa cek produk ini di Shopee, Lazada atau di online shop kesayangan kalian. Kalau mau belanja langsung di official storenya kalian bisa mengunjungi langsung website resmi Everwhite di alamat ini https://everwhite.co.id/