Thursday, 17 September 2020

Review Buku: Selena (Serial Bumi)

 


Judul Buku: Selena

Penulis: Tere Liye

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

Tahun Terbit: Cetakan Kedua, April, 2020

ISBN: 9786020639512

Jumlah Halaman: 368


Hai! Selamat datang kembali di review board saya para readers sekalian. Well, kali ini saya akan membagikan review novel serial Bumi dari Tere Liye yang berjudul Selena dan Nebula. Kalau fans garis keras serial Bumi sudah pasti akan memesan novel ini sejak jauh-jauh hari bahkan saat masih dalam status pre order ataupun open order. Saya termasuk pecinta serial Novel ini tapi sayangnya baru kesampaian membaca dan kasih reviewnya pas cetakan kedua hehe. Late is better than never, right?


Untuk postingan kali ini saya akan memberikan review tentang Novel Selena terlebih dahulu. Nah, buat yang belum baca tapi sudah penasaran tentang apa isi dalam novel ini, silahkan menyimak review saya berikut ini.


Blurb

Selena dan Nebula adalah buku ke-8 dan ke-9 yang menceritakan siapa orang tua Raib dalam serial petualangan dunia parallel. Dua buku ini sebaiknya dibaca berurutan. Kedua buku ini juga bercerita tentang Akademi Bayangan Tingkat Tinggi, sekolah terbaik di seluruh Klan Bulan. Tentang persahabatan tiga mahasiswa, yang diam-diam memiliki rencana bertualang ke tempat-tempat jauh. Tapi petualangan itu berakhir buruk, saat persahabatan mereka diuji dengan rasa suka, egoisme, dan pengkhianatan.

Ada banyak karakter baru, tempat-tempat baru, juga sejarah dunia parallel yang diungkap. Di dua buku ini kalian akan berkenalan dengan salah satu karakter paling kuat di dunia parallel sejauh ini. Tapi itu jika kalian bisa menebaknya. Dua buku ini bukan akhir. Justru awal terbukanya kembali portal menuju Klan Aldebaran.


Review

Seusai berpetualang di berbagai Klan dari Bumi, Bulan, Matahari, Bintang, lalu bertemu dengan Ceroz dan Batozar kemudian melanjutkan perjalanan ke Klan Komet dan Komet Minor, kini Raib, Seli dan juga Ali kembali dihadapkan oleh petualangan baru yang tak kalah serunya. Di dalam novel Selena ini, Raib, Seli dan juga Ali bukan lagi menjadi tokoh utamanya melainkan guru sekaligus pelindung mereka yaitu Miss Selena.

Namaku Selena.
Aku lahir di Distrik Sabit Enam, dua ratus kilometer utara kota Tishri, Klan Bulan. Itu bukan kawasan yang maju dan canggih. Itu kawasan kumuh, padat dan tertinggal. Aku yatim piatu sejak kecil. Orangtuaku petani jagung. Ayahku meninggal karena sakit keras, saat usiaku empat belas tahun. Dia memiliki sakit bawaan, sejak kecil telah menderita. 
Ibuku menyusul ayahku saat usiaku lima belas tahun. Dia sakit-sakitan sejak Ayah meninggal. Awalnya hatinya sakit, kemudian separuh semangatnya hilang, lalu fisiknya ikut sakit. Hilang keinginan untuk sembuh. Ibu tidak bertahan lama karena kami tidak punya biaya pengobatan.

Setelah Ibunya meninggal, Selena diberikan wasiat dari Ibunya oleh tetua Distrik Sabit Enam. Wasiat itu berisikan surat untuk segera menemui pamannya yang bernama Raf yang tinggal di kota Tishri. Tanpa keraguan, Selena pun memutuskan untuk segera memenuhi wasiat Ibunya itu. Dia kemudian berangkat menemui pamannya di kota Tishri.

Setelah perjalanan panjang menggunakan kereta terbang menuju kota Tishri, Selena pun berhasil menemui paman Raf. Paman Raf merupakan pemilik kantor konstruksi di kota Tishri. Ia bisa disebut sebagai seorang workaholic. Kesehariannya penuh dengan urusan bangunan, bebatuan, dan hal-hal yang berkaitan dengan proyek konstruksi. Dia memiliki sifat yang cerewet dan suka marah tapi sebenarnya dia berhati mulia terutama kepada pekerja-pekerjanya. Paman Raf juga memiliki istri bernama Bibi Leh, dia kebalikan dari suaminya. Sifatnya sangat lembut dan perhatian. Kesehariannya ia habiskan dengan urusan dapur dan rumah saja. Selama tinggal di rumah Paman Raf, Selena bekerja sebagai pekerja konstruksi atas perintah dan arahan dari paman Raf. Meskipun awalnya Bibi Leh tidak setuju, ia tetap memutuskan untuk bekerja.

Pekerjaanku tidak sulit, tidak membutuhkan kemampuan khusus. Dalam piramida pekerja konstruksi, aku berada di dasarnya. Tentu saja, karena aku tidak bisa mengoperasikan mesin, tidak tahu teknik mengebor, listrik, apalagi desain. Tugasku sederhana, memindahkan material pengeboran yang menganggu. Juga disuruh-suruh kalau ada yang butuh bantuan.

Seiring berjalannya waktu Selena mulai akrab dengan pekerjaanya sebagai pekerja konstruksi. Ia juga makin akrab dengan teman-teman seprofesinya itu. Pekerjaan ini ternyata membuka jalannya untuk menemukan jati diri dan kemampuannya sebagai penduduk Klan Bulan yang pada dasarnya memang memiliki kekuatan spesial. Beberapa kali Selena menolong proses pengerjaan konstruksi di timnya. Karena dianggap memiliki kekuatan dan keahlian yang luar biasa, Selena pun naik pangkat sebagai asisten Aq yang merupakan kepala tim pengerjaan konstruksi.

Aq memutuskan mendidikku menjadi pekerja konstruksi terbaik. Mulailah aku belajar tentang mesin bor, peralatan, desain, listrik, dan ilmu engineering. Tapi itu tidak mudah, karena aku tidak pernah sekolah.

Hari demi hari telah berlalu, sudah tiga tahun Selena menikmati rutinitas sebagai pekerja konstruksi. Selena juga telah lulus mengikuti ujian sekolah standarisasi di Klan Bulan. Paman Raf dan Bibi Leh tidak pernah menutup pintu rumahnya untuk Selena, begitu pun sebaliknya, Selena bebas untuk mengejar cita-citanya yang lain. Termasuk cita-citanya untuk menjadi mahasiswa Akademi Bayangan Tingkat Tinggi Klan Bulan.

Demi menjadi mahasiswa ABTT, Selena pun mengirimkan aplikasinya ke ABTT. Sayangnya dari tiga tes yang dilalui, Selena gagal dalam tes terakhir. Ia jatuh pada tes ujian kekuatan Klan Bulan. Selena mengakui jika teknik kekuatan Bulannya memang sangat jauh tertinggal. Ia tidak memiliki tameng transparan yang kuat terhadap gempuran bahkan pukulan berdentumnya pun sangat mengecewakan bagi siapapun yang melihatnya termasuk dirinya sendiri. Hingga pada akhirnya, sosok Tamus pun muncul dan memberikan harapan pada Selena. Tamus “memberikan” kekuatan Klan Bulan kepada Selena tapi dengan syarat ia harus menuruti semua perintah Tamus. Tanpa pikir panjang, Selena pun memutuskan menyetujui perjanjian tersebut.

Meskipun telah gagal menjadi dalam tes terakhir, atas arahan Tamus, Selena memutuskan untuk hadir pada inagurasi angkatan 78 Akademi Bayangan Tingkat Tinggi. Kehadirannya yang tiba-tiba tentu membuat pihak panitia inagurasi merasa terganggu. Namun, Selena tidak menghiraukan larangan dan arahan dari pihak panitia lagi. Ia terus bergerak maju ke depan ke acara inagurasi dengan menimbulkan kekacauan luar biasa. Selena bertarung dengan para senior angkatan 75 yang menjadi panitia inagurasi saat itu. di tengah serangan bertubi-tubi yang diarahkan pada Selena, muncullah sosok perempuan bernama Mata dan sosok laki-laki bernama Tazk yang juga turut bertarung melindunginya. Sebelum semuanya semakin parah, Ox, salah satu petinggi ABTT menghentikan semua kekacauan tersebut dengan teknik yang sangat hebat. Ox memasang es balok yang sangat berat di kaki mereka semua.

“Bulan sabit gompal! Bawa Nona muda itu keruanganku!” Serunya sambil menunjukku. “Suruh dia menunggu di sana. Juga dua mahasiswa baru yang berdiri di sebelahnya. Bawa semua. Aku akan mengurus mereka setelah acara inagurasi selesai.

Setelah melewati pertarungan sengit dengan para senior ABTT serta pertemuan yang menegangkan dengan Master Ox, Selena pada akhirnya diterima menjadi mahasiswa ABTT atas keputusan Master Ox yang objektif terhadap hasil tes pertama, kedua serta kemampuan dan teknik bertarungnya di acara inagurasi tadi. Di sinilah awal petualangan Selena menjadi seorang pengintai berawal. Di ABTT ini pulalah Selena berkenalan dan bersahabat dengan Mata dan juga Tazk. Berkat keakraban mereka, mereka pun saling bekerja sama dan mengenal satu sama lain termasuk dalam urusan mengenali kekuatan masing-masing. Mata sebagai anak perempuan yang besar di Distrik Sungai Jauh-jauh yang terkenal sebagai daerah asal kekuatan murni Klan Bulan memang telah menunjukkan kemampuan luar biasanya sejak awal. Ia mampu melakukan berbagai teknik yang hanya bisa dilakukan oleh para Master di ABTT. Berbeda dengan Mata, Tazk merupakan cucu dari salah satu mantan panglima Pasukan Bayangan sehingga sudah sangat jelas dari mana sumber kecerdasan dan wajah gagahnya itu berasal.

Perbedaan kekuatan dan latar belakang dari Selena, Mata dan juga Tazk menjadikan mereka mahasiswa yang unik dan menarik di ABTT. Dibalik kehidupannya sebagai seorang mahasiswa ABTT, tidak ada yang tahu jika Selena ternyata juga menyibukkan dirinya sebagai pesuruh yang telah berhasil mengerjakan misinya untuk Tamus.

Pada bab Epilog di novel Selena ini, Raib, Seli dan juga Ali kembali dipertemukan oleh Miss Selena di masa sekarang. Sayangnya, kondisi Miss Selena begitu buruk. Ia diikat dengan jaring hijau yang membuatnya tidak bisa melakukan apa-apa. Beruntung Miss Selena bisa menemukan celah komunikasi dengan Raib, Seli dan juga Ali. Sayangnya, komunikasi tersebut tidak bisa berlangsung terus-menerus. Klan tempat Miss Selena diikat terus bergerak dan berpindah sehingga komunikasi hanya bisa tersambung 12 jam sekali. Di tengah proses komunikasi yang sulit tersebutlah, Miss Selena juga terus berusaha menyampaikan pesan tentang siapa orang tua Raib sebenarnya.

My Impression        

Kesan saya setelah membaca dan mereview novel Selena ini tak lain dan tak bukan ialah tentu saja saya sangat-sangat ingin segera membaca Novel Nebula. Seperti biasa Tere Liye lagi-lagi membuat para penikmat serial Bumi semakin penasaran dengan kisah Raib, Seli dan juga Ali. Sebenarnya, setelah membaca novel ini saya malah makin penasaran dengan kisah persahabatan Selena, Mata dan juga Tazk di masa lalu. Apa iya Tazk menyukai Selena? Apa jangan-jangan Tazk yang menyukai Mata? Saya juga berpikir kalau ternyata orang tua Raib itu sebenarnya adalah Mata. Tapi yang namanya cerita sulit ditebak juga sih. Jadi biarkanlah Tere Liye memberikan kejutannya kepada kita di serial selanjutnya. Ditunggu ya S.E.G.E.R.A :) 

Nah, bagi fans garis keras serial Bumi kayaknya kalian memang wajib membaca novel Selena ini. Kisah persahabatannya Miss Selena dengan Mata dan juga Tazk ternyata tidak kalah seru sama kisah persahabatannya Raib, Seli dan juga Ali. Bagi yang sudah baca Novel ini silahkan bagikan kesan kalian di kolom komentar. Sampai jumpa di review novel Nebula!


Tuesday, 8 September 2020

Was It Love? (Review)




Hello readers! Welcome back to my review board again! Well, di tulisan kali ini saya kembali dengan review drama Korea lagi nih.  Adapun drama yang akan saya review kali ini adalah drama Korea dengan judul Was It Love? Sebenarnya saya termasuk telat sih kasih reviewnya, tapi ya sudahlah yah, yang penting kalian punya bahan bacaan di blog saya lagi kwkwkw.  


Anyway, bagi kalian yang mengikuti drama ini sampai tamat minggu lalu, bagaimana menurut kalian dengan ending drama Was It Love ini? Apakah kalian punya pertanyaan yang sama dengan saya? Sebenarnya yang nikah sama Noh Ae Jung itu siapa sih? Oh Ha Nee sama Koo Dong Chan ini nikah muda yah? Atau mereka jangan-jangan ngelangkahin emmak sama bapaknya lagi? Pada dasarnya, ending drama Was It Love ini memang masih ngambang di kepala saya sampai sekarang, tapi meskipun ceritanya gantung kayak begitu, endingnya tetap seru sih bikin kita berimajinasi sendiri.

Nah, buat yang belum nonton, nih saya bagikan ulasan tentang isi drama ini untuk kalian.

Review Drama Was It Love?: Kisah Seorang Single Mother Bersama Empat Orang Pria


Kisah Perjuangan Seorang Single Mother

Drama ini sendiri membahas tentang sosok Noh Ae Jung yang merupakan seorang ibu tunggal yang membesarkan seorang putrinya bernama Oh Ha Nee. Alasan nonton drama ini sebenarnya ya karena genrenya yang komedi romance. Saya memang sedang butuh asupan drama komedi romance saat ini makanya pilih drama ini. Awalnya, saya kira saya bakal ngakak gitu nonton drama Was It Love ini meskipun temanya tentang single mother, eh pas nonton dua episode awal, tau-taunya malah bikin saya sedih liat betapa kerasnya perjuangan Noh Ae Jung membesarkan anaknya tanpa sosok ayah. Di drama ini juga diceritakan kalau rumah produksi yang merupakan tempat Noh Ae Jung bekerja sebagai seorang produser terancam bangkrut gara-gara direkturnya yang tiba-tiba menghilang. Nah, gara-gara kasus ini, Noh Ae Jung dikejar-kejar tuh sama rentenir untuk melunasi utang rumah produksinya. Masalah gak sampai di situ aja, Oh Ha Nee juga terus mendapat masalah di sekolahnya karena sering bertengkar dengan teman sekolahnya gara-gara sering diejekin gak punya ayah. Pokoknya konflik di drama ini itu semakin intens deh apalagi pas Oh Ha Nee nanyain terus tentang sosok ayahnya itu kayak apa dan sebenarnya siapa? Ya wajar juga sih seorang anak terus-terusan cari tahu soal ayah kandungnya. Apalagi usianya sudah 14 tahun, Oh Ha Nee juga butuh penjelasan tentang mengapa ibunya selalu menyembunyikan sosok ayah kandungnya itu.

Serunya Mencari Sosok Ayah di antara Empat Orang Pria

Di tengah berbagai konflik yang muncul di kehidupan Noh Ae Jung, muncul pulalah 4 sosok pria ke dalam hidupnya. Kebayang gak tuh dikelilingi dan dilindungi oleh 4 pria tampan sekaligus. Sosok pria yang pertama adalah Oh Dae Oh seorang penulis yang juga merupakan kisah masa lalu dari Noh Ae Jung alias mantannya. Yang kedua adalah Ryu Jin yang merupakan senior di masa kuliahnya dulu yang kemudian menjadi seorang aktor terkenal di Korea. Kemudian, ada pula Oh Yeon Woo yang merupakan guru dari Oh Ha Nee yang ternyata juga menjadi bagian dari masa lalu Noh Ae Jung. Sosok pria yang terakhir ialah Koo Pa Do yang merupakan mantan seorang mafia yang kemudian menjadi CEO dari perusahaan keuangan Nine Capital. Hadirnya ke 4 pria ini secara bersamaan di dalam hidup Noh Ae Jung tentu bikin kita penasaran tiap episodenya. Ini sebenarnya ayahnya Oh Ha Nee siapa sih? Si pak penulis, si pak guru, si aktor, atau si ahjussi penuh karismanya Nine Capital?

Karakter Lucu Dari Oh Ha Nee dan Koo Dong Chan  

Selain unsur komedi romance yang dihadirkan lewat keempat pria di hidupnya Noh Ae Jung. Di dalam drama Was It Love ini, kalian juga akan menemukan karakter lucu dan menggemaskan dari Oh Ha Nee dan Koo Dong Chan. Jadi, ceritanya sih Oh Ha Nee ini pindah ke sekolah baru dan kemudian bertemu dan berteman dengan Koo Dong Chan. Koo Dong Chan yang merupakan “anak” dari Ahjussi Koo Pa Do ini pada akhirnya menjadi sahabat satu-satunya Oh Ha Nee di sekolah. Karena Oh Ha Nee lagi mengalami krisis dalam hidupnya untuk menemukan ayah kandungnya, Koo Dong Chan pun akhirnya ikut turun tangan juga membantu Oh Ha Nee. Mereka berdua ini sudah macam detektif cilik sampai-sampai mau ngumpulin duit dulu buat tes DNA untuk cari tahu ayah kandungnya Oh Ha Nee. Belum lagi pas mereka main cocokologi mengumpulkan semua kemungkinan yang bisa menjadi alasan Ryu Jin sama Oh Yeon Woo menjadi ayah kandungnya Oh Ha Nee. Interaksi polos dan serba ingin tahu dari kedua anak ini  memberikan warna tersendiri di dalam drama ini. Saya yang nonton kadang senyum-senyum sendiri lihat percakapan mereka yang cukup dewasa untuk ukuran anak seusia mereka. Ketika penonton sibuk cari tahu siapa suami Noh Ae Jung di ending drama Was It Love, drama ini malah ngasih scene pernikahan Oh Ha Nee sama Koo Dong Chan. Plot twist drama ini benar-benar bikin geleng-geleng sih tapi tetap seru buat dinonton.

Nah, untuk yang sudah nonton drama Was It Love ini, menurut kalian Noh Ae Jung cocoknya nikah sama siapa?  Si penulis, si pak guru, si aktor atau bagusnya sama ahjussi Koo Pa Do saja?


Thursday, 3 September 2020

Review Buku: 5 CM. Aku, Kamu, Samudera dan Bintang-Bintang





Judul Buku: 5 cm. Aku, Kamu, Samudera dan Bintang-Bintang

Penulis: Donny Dhirgantoro

Penerbit: PT. Gramedia Widiasarana Indonesia

Tahun Terbit: Cetakan Pertama Juli, 2020

ISBN: 9786020524665

Jumlah Halaman: 498

Hai, hai! Welcome back to my review board again para readers sekalian! Pada kesempatan kali ini, saya akan membagikan sebuah review sekuel novel best seller dari Donny Dhirgantoro yang berjudul 5 cm. Aku, Kamu, Samudera dan Bintang-Bintang. Donny Dhirgantoro selaku penulis sebenarnya sudah sering memberikan spoiler tentang novel ketiganya ini lewat akun twitternya @donny5cm. Makanya, twitternya sering diburu pertanyaan "kapan rilis?" sama pernyataan "Sudah gak sabarrrrr!". Saya sendiri termasuk salah satu followers yang sering banyak tanya soal kapan novel ini rilis di kolom reply tweetnya beliau. Saya ceritanya mau minta maaf juga nih bang kalau kemarin-kemarin sering banyak tanya di twitternya hehe. Dan terima kasih juga sudah memberikan karya yang luar biasa untuk kami baca di tahun ini.  


Yup, pada akhirnya, penantian para followers yang tidak sabaran itu pun berakhir. Sekuel novel 5 cm. Aku, Kamu, Samudera dan Bintang-bintang akhirnya resmi terbit di bulan Juli, 2020. Tentu para bucin novel 5 cm. sudah sangat-sangat menantikan bagaimana kelanjutan dari kisah persahabatan Zafran, Genta, Ian, Arial dan juga Riani di dalam novel ini. Nah, buat yang belum baca, berikut review saya buat kalian.

 

Blurb

Ia di sini sekarang, perjalanan pulang setelah Mahameru-Perjalanan Hati-puncak tertinggi Jawa, dan segalanya tentangnya. Alih pandangnya sekarang melihat jendela kereta Matarmaja yang melaju membawanya pulang menuju Jakarta. Pejaman mata dan tarikan nafasnya, seakan mencoba menjawab segala pertanyaan besar yang terus memenuhi benaknya semenjak kemarin Ranu Kumbolo hilang dari pandangannya. Pertanyaan-pertanyaan yang bukan dari siapa-siapa, tetapi dari dirinya sendiri.

Teruntuk yang tidak lain adalah diriku sendiri…

Zafran, manusia paling idealis, humanis dan fantastis…

Manusia paling keren di tongkrongan ini…

Review

Selepas perjalanan panjang yang luar biasa dari Mahameru, realita kembali menanti mereka berlima. Genta yang sibuk dengan bisnisnya, Riani yang kembali dengan rutinitas kantor yang padat, Arial yang juga mulai sibuk untuk menjalankan bisnis orang tuanya serta Ian yang sedang bahagia-bahagianya bekerja dengan dosen pembimbing andalannya yang namanya tidak boleh disambung itu, Seokonto Legowo. Berbeda dengan teman-temannya yang lain, Zafran masih menikmati hidup yang lurus-lurus saja sebagai pengangguran.

Temen-temen lo nanti udah pada kerja, udah pada nikah, udah punya anak, elo masih gini-gini aja? Tapi-tapi, tunggu dulu, terus emangnya kalau temen-temen gue udah pada kerja? Gue juga harus kerja gitu? Terus emangnya kalau temen-temen gue udah pada nikah? Gue juga harus nikah gitu? Buat apa? Buat pose sama orang-orang gitu? Buat pencitraan sama society? Nikah sama siapa? Kerja apa? Bukannya harusnya kalau lo mau kerja, bukan gara-gara temen-temen lo lah. Lo mau kerja karena lo mau berkarya. Iya itu harusnya kan, Ple? Bukan kayak rencana lo nanti mau random aja nyari lowongan kerja, mana aja yang dapet, mana aja yang interviu coba-coba ke sana ke mari sampai ada yang nyangkut.

Di tengah pergelutan idealismenya itu, pada akhirnya Zafran memutuskan untuk menerima pekerjaan pertamanya setelah menyebar lembaran-lembaran CV di mana-mana. Ya, Zafran meneruskan jejak mamanya sebagai seorang pegawai Bank elite di Jakarta. Ia juga tidak habis pikir, di antara semua kantor dan perusahaan, bisa-bisanya ia menjadi pegawai bank seperti profesi turun-temurun di keluarganya itu. Selama bekerja, setiap pagi bagi Zafran adalah neraka. Ia bangun karena terpaksa, bukan bangun untuk menyambut rutinitasnya sebagai pegawai kantoran. Meskipun begitu, suka atau tidak suka, Zafran tetap harus menjalani realita itu.  

Ada orang yang impiannya ya di sini, seperti dirinya, dan kita harus hargai semua pilihan manusia. Karena Zafran tahu jadi karyawan bukan pekerjaan gampang, seperti mamanya, datang ke tempat yang sama, berpuluh-puluh tahun lamanya, Zafran biar tengil percaya, semuanya nggak ada yang instan, kadang lo harus telen semuanya, enak nggak enak, karena semua adalah rasa dari perjuangan setiap diri sebagai orang manusia.

Saat Zafran sudah mulai sibuk menjalani hidupnya sebagai pegawai bank, bayang-bayang wajah Riani semenjak pengakuan cintanya untuk Zafran di depan Genta di Ranu Kumbolo saat itu terus menemaninya. Semakin hari, Zafran semakin sadar kalau ia begitu menyayangi, sangat menyayangi perempuan itu. Namun, di sisi lain, Zafran belum sanggup mempertaruhkan persahabatannya dengan Genta demi menjadi lelaki untuk Riani.

Kesibukan demi kesibukan telah menjadi kehidupan baru dari kelima sekawan itu selepas pulang dari Mahameru. Dan tanpa mereka sadari, sudah tiga bulan lamanya mereka tak pernah berkumpul di Secret Garden lagi. Hari-hari telah berlalu tanpa pertemuan hangat seperti biasanya. Tak berselang lama, Riani memutuskan berangkat ke Amerika selama setahun demi jenjang karirnya di perusahaan. Genta pun sudah memiliki kantor dan pegawai sendiri sehingga membuatnya semakin tenggelam bersama client-clientnya. Arial di tengah sibuknya mengontrol perusahaan ayahnya juga tengah kelabakan mengurus pernikahannya dengan Indy. Begitu juga dengan Ian yang diam-diam tengah mempertimbangkan dirinya untuk melanjutkan kuliahnya di Manchester. Tak jauh berbeda dengan Zafran yang makin hari makin akrab dengan yang namanya lembur.

Seiring berjalannya waktu, banyak hal yang kembali terjadi di kehidupan mereka masing-masing. Genta yang tiba-tiba jatuh sakit karena kelelahan mengurus bisnisnya, Ian yang harus kehilangan ayahnya sebelum mewujudkan mimpi Ayahnya untuk kuliah di Manchester, Arial yang mengalami krisis dalam hidupnya menjelang pernikahannya, Zafran yang kemudian memutuskan resign dari kantornya demi mengejar impiannya menjadi penulis, serta ada Riani yang selalu rindu untuk kembali ke Indonesia demi berkumpul dengan sahabatnya serta demi melihat wajah Zafran, sang lelaki yang ia cintai sudah sejak lama.  

Hingga pada akhirnya pada suatu malam di Secret Garden, Genta, Zafran, Ian dan Arial memutuskan bertemu dan memulai perjalanan gila kembali.

“Tiap tahun, tiap Agustus, sesibuk-sibuknya kita.”

“Setiap Agustus, setiap tempat indah di Indonesia.”

“Pada mau tahu nggak kita mau ke mana?”

“Oh enggak dong nanti aja, Ta.”

“Udah diem aja lo, Ta, kita enggak mau tahu pokoknya diem lo Ta….”

 

Setiba Riani di Indonesia, kisah persahabatan dari lima sekawan ini kembali berlanjut dengan menjelajahi keindahan bumi nusantara yang tak pernah ada habisnya. Satu persatu kisah dimulai lagi lewat perjalanan itu. Persahabatan, cinta, cita dan impian, semuanya hadir bersama mereka saat itu.  

 

Belum pernah ada bukti-bukti nyata dalam angka yang bisa dipecahkan oleh ilmu pengetahuan tentang bagaimana keajaiban sebuah impian, persahabatan, cinta dan keyakinan bisa membuat begitu banyak perbedaan yang bisa mengubah kehidupan manusia. Belum pernah ada.
Hanya mimpi dan keyakinan yang bisa membuat manusia berbeda dengan mahluk lainnya. Hanya mimpi dan keyakinan yang membuat manusia menjadi sangat istimewa di mata Sang Pencipta. Dan, yang bisa dilakukan seorang mahluk bernama manusia terhadap mimpi-mimpi dan keyakinannya adalah memercayainya.
“Percaya pada 5 cm, di depan kening kamu.”

 

My Impression

Membaca novel sekuel 5 cm. Aku, Kamu, Samudera dan Bintang-Bintang membuat saya terus speechless dengan kisah persahabatan Zafran, Genta, Ian, Arial, dan juga Riani.  Bisa-bisanya novel setebal hampir 500 halaman ini bisa bikin saya ketagihan tiap halamannya. Perjalanan keliling pulau dari Jawa, Bali, Lombok, Sumbawa sampai ke Kenawa asli bikin merinding dan haru.  Apalagi pas perayaan 17 Agustus di puncak pulau Kenawa, saya baca novel ini sampai nangis, seriously!

Mungkin itulah cinta yang sebenarnya, mencintai Tanah Air di saat susah, di saat semua masalah datang mendera, mencintai tak hanya di saat-saat indah, tetapi di saat tanah ini memerlukan harapan-harapan dan perjuangan baru dari anak-anaknya. Indonesia adalah harapan yang tak pernah mati. Cinta tak terbatas, cinta tak berbalas, cinta tanah ini kepadamu.

“17 Agustus tahun lalu, kita di Mahameru…”

“17 Agustus ini kita di Kenawa.”

“…dan akan ada lagi tujuh belas Agustus-tujuh belas Agustus berikutnya….”

“Karena Indonesia, masih harus ada hari ini besok….”

“….dan seribu tahun lagi….”

Merah Putih pun berkibar di Puncak Pulau Kenawa. Semuanya tersenyum, memberi hormat kepada Sang Saka dan saling berpelukan. Pagi itu di tanah Nusa Tenggara, pulau Kenawa indah sekali, Merah Putih berkibar di puncaknya di tanah harapan, tanah juang dan cita.

Donny Dhirgantoro sudah kayak Genta  yang selalu memberikan ide gila dan unpredictable di dalam setiap alur novel ini. Masih seperti kesan saya di novel 5 cm. sebelumnya, novel sekuel 5 cm. Aku, Kamu, Samudera dan Bintang-Bintang ini sudah seperti paket komplit untuk saya. Dari ngakak, marah, sampai nangis semua emosi saya benar-benar terluapkan lewat novel ini. Serunya lagi, karena efek nonton film 5 cm. sebelumnya, jadinya saya tidak perlu berimajinasi lagi membayangkan sosok Genta, Zafran, Arial, Ian dan Riani itu seperti apa. Karakter kuat para pemain di film 5 cm. yang memerankan Genta, Zafran, Arial, Ian dan juga Riani membuat alur di novel ini menjadi benar-benar terasa hidup.

Overall, sekuel novel 5 cm. Aku, Kamu, Samudera dan Bintang-Bintang ini benar-benar wajib dibaca buat kalian yang suka travelling apalagi buat kalian yang sudah baca novel 5 cm. atau nonton film 5 cm. sebelumnya. Novel ini juga bisa jadi rekomendasi buat kalian yang punya rencana  menjelajahi spot baru yang indah dan cantik  dan belum pernah kalian kunjungi sebelumnya di Indonesia. Trust me! 


Friday, 28 August 2020

Review Skincare: Pixy White-Aqua Hydra Moist Essence




Hai hai, welcome back to my review board again para readers sekalian! Well, pada kesempatan ini saya tidak akan bahas soal buku, drama ataupun film lagi melainkan sebuah produk skincare dari Pixy yaitu Pixy White-Aqua Hydra Moist Essence. Berhubung essence yang saya gunakan ini sudah menuju titik darah essence penghabisan maka alangkah eloknya jikalau saya memberikan review tentang produk ini kepada kalian. So, here we go!

Packaging

Kalau bahas kemasan atau packaging, Pixy White-Aqua Hydra Moist Essence ini memiliki desain yang cukup sederhana. Produk ini sendiri dikemas dengan menggunakan botol plastik bening berwarna biru dan tutup botol ulir berwarna silver. Jadi, karena botolnya transparant kalian bisa lihat langsung isi essence di dalam botolnya. Karena bahannya juga terbuat dari plastik jadi cukup ringan untuk dibawa kemana-mana. Di bagian depan botolnya sendiri kalian akan lihat informasi singkat tentang produk ini seperti kandungannya, manfaatnya dan keterangan 0% alcohol clinically tested. Kemudian, di bagian belakang produk kalian juga akan melihat informasi yang lebih lengkap lagi mulai dari kandungan, manfaat, cara pakai, berat produk dan juga logo halal. Overall, tampilan botol biru bening dari Pixy ini kelihatan seger banget sih buat mata.       




Claim

Pixy White-Aqua Hydra Moist Essence dengan berat 125 ml ini mengandung Moisture Lock Agent yang diklaim mampu menjaga kelembapan kulit. Kandungan Intensive Hydra Activenya juga diklaim mampu menghidrasi dan melembapkan kulit secara intensif. Kandungan vitamin C dan Mulberry Extract di dalam essence ini juga akan membantu kalian untuk mendapatkan kulit yang lebih cerah dan sehat. Sesuai namanya, Pixy White-Aqua Hydra Moist, essence ini memang memiliki fomula berbahan dasar air sehingga teksturnya sangat ringan dan cepat meresap masuk ke dalam kulit. Produk ini juga sama sekali tidak mengandung alkohol sehingga cocok buat kulit yang sensitive terhadap alkohol.

Tekstur, Warna dan Bau

Karena memiliki formula berbahan dasar air jadi tekstur dari Pixy White-Aqua Hydra Moist Essence ini sangat cair dan ringan. Tidak mengandung warna apapun dan memiliki aroma yang sangat wangi seperti peppermint.

Cara Pakai

  • Tuangkan essence secukupnya pada telapak tangan kemudian tepukkan secara merata    pada wajah dan leher yang sudah dibersihkan sebelumnya
  • Bisa digunakan pada pagi dan malam hari

My Impression

Pertama kali menggunakan produk ini itu sekitar akhir Desember tahun lalu atau Awal Januari tahun ini kalau saya tidak salah ingat. Awalnya, saya kira kalau essence ini tidak memiliki bau sama sekali, pas saya coba tap tap di wajah ternyata barulah aroma wangi nan semerbak itu muncul. Untuk wanginya sendiri cukup tajam tapi bikin seger gitu. Ya pokoknya bau essencenya itu agak nyengat tapi punya efek yang menyegarkan. Kayak ada sensasi dinginnya gitu pas kena muka. Terus, dari segi teksturnya yang cair, essence ini memang sangat cepat meresap ke kulit. Kalau dibilang mencerahkan wajah sih iya memang cukup mencerahkan tapi untuk mendapatkan efek mencerahkannya ini sendiri baru saya dapatkan sekitar pemakaian 2 bulanan. Selama kurang lebih 8 bulan bersama saya, essence ini memang menjadikan wajah saya lebih lembab dari sebelumnya. Sejauh ini essencenya juga tidak menimbulkan efek samping sama sekali di wajah saya.    

Overall, produk Pixy White-Aqua Hydra Moist Essence ini cukup membantu kulit saya yang punya tipe kulit kombinasi alias kadang minyakan, kadang juga kering kerontang kayak kanebo. Efek mencerahkannya memang tidak terlalu significant sih di wajah saya, kayaknya karena sering skip essence juga kali yah di skincare routine saya makanya produk ini betah 8 bulan tidak habis-habis. Mungkin kalau saya rutin memakainya tiap hari hasilnya akan lebih cerah dan lembab lagi di wajah saya  tapi lumayanlah, sering diskip juga sudah bisa menutupi sebagian dosa di wajah saya wkwkw.

Nah, untuk masalah harga sendiri, produk Pixy White-Aqua Hydra Moist Essence ini dibandrol dengan harga sekitar Rp. 80.000. Lumayan murah lah yah untuk pemakaian berbulan-bulan dan dengan hasil yang cukup memuaskan di kulit saya. Kalau kalian mau beli silahkan kunjungi official online maupun offline dari Pixy atau bisa juga di website Sociolla dan skincare online store yang menjual produk Pixy lainnya.  


Thursday, 27 August 2020

Review buku: Gadis Minimarket (Convenience Store Woman)





Penulis: Sayaka Murata
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun terbit: Cetakan Pertama di Jepang, 2016. Cetakan Terjemahan di Indonesia, 2020.
Bahasa: Indonesia
ISBN:  9786020644394
Jumlah halaman: 160 halaman

Hello! Selamat datang kembali di review board saya para readers sekalian. Berbeda dengan postingan saya sebelum-sebelumnya yang bahas soal review drama maupun film, kali ini saya mencoba untuk mereview sebuah novel terjemahan Jepang yang berjudul Convenience Store Woman atau Gadis Minimarket. Novel karya Sayaka Murata ini sebenarnya baru rilis sekitar awal Agustus ini makanya masih hangat-hangatnya untuk dibahas sama banyak orang terutama netizen di Twitter. Berkat racun yang mereka tebar di timeline Twitter, pada akhirnya saya pun teracuni untuk segera memiliki novel dengan cover yang sangat eye catching ini. Bisa dibilang desain sampul dari novel Gadis Minimarket (Convenience Store Woman) adalah salah satu alasan kenapa saya merasa wajib punya buku ini. Alasan yang kedua tentu karena isinya yang sangat meaningful dan thoughtful bagi saya.  

Dan berhubung saya tidak mau teracuni sendirian maka saya akan mencoba meracuni kalian juga lewat ulasan saya tentang novel ini.

Blurb

Dunia menuntut Keiko untuk menjadi normal, Walau ia tidak tahu “normal” itu seperti apa. Namun di minimarket, Keiko dilahirkan dengan identitas baru sebagai “pegawai minimarket”. Kini Keiko terancam dipisahkan dari dunia minimarket yang dicintainya selama ini.

Review

Novel yang berjudul Gadis Minimarket (Convenience Store) Woman ini merupakan karya ke-10 dari Sayaka Murata sekaligus karya pertamanya yang diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris. Di dalamnya bercerita tentang sosok perempuan bernama Keiko Furukura yang sejak kecil memiliki pribadi yang dianggap tidak normal oleh orang-orang sekitarnya termasuk keluarganya sendiri. Orang-orang di lingkungannya menganggap Keiko butuh untuk disembuhkan lewat konseling. Di tengah kondisi itu, Keiko terus berusaha meyakinkan orang-orang di sekelilingnya jika mereka telah salah menilai Keiko. Sayangnya, sekeras apapun usaha Keiko, ia tetap menjadi anak yang tidak normal bagi orang tuanya.  Karena sudah lelah, Keiko pun memutuskan untuk menutup diri dan terus berusaha menjauh dari orang-orang di sekitarnya.  

Setelah itu, orang-orang dewasa sepertinya lega melihatku tidak berbicara lebih daripada   yang diperlukan dan berhenti mengambil tindakan sendiri. Namun selama SMA, hal itu menjadi masalah karena aku terlalu pendiam. Bagiku diam adalah cara terbaik, seni hidup yang paling rasional untuk menjalani hidup. Meski di buku laporanku tertulis ”Bertemanlah dan perbanyak main di luar”, aku bersikukuh dan tidak pernah berbicara lebih daripada yang diperlukan.
Selepas SMA dan kuliah, Keiko berhasil melalui masa-masa itu. Dia tidak berubah sama sekali dan masih tetap setia dengan prinsipnya untuk menjadi seorang perempuan yang akan berbicara seperlunya serta berteman dengan diri sendiri. Hingga pada suatu hari, Keiko menemukan dunia lain dari sebuah minimarket yang merupakan tempatnya bekerja sebagai pekerja paruh waktu. Minimarket secara perlahan mengajaknya masuk pada kehidupan yang dianggap normal bagi kebanyakan orang.  

Rasanya menarik melihat bermacam-macam orang, mulai dari mahasiswa, laki-laki pemain band, pegawai paruh waktu permanen, ibu rumah tangga, sampai pelajar yang ikut kelas malam untuk mengejar ijazah SMA menggunakan seragam yang sama dan dibentuk menjadi mahluk hidup homogeny bernama “pegawai toko”.
Seiring berjalannya waktu, Keiko tetap betah menjadi seorang pegawai toko meskipun dengan status pekerja paruh waktu. Keiko sudah menganggap minimarket sebagai tempat berteduhnya untuk hidup sebagai manusia. Hingga di usianya yang menginjak 36 tahun, Keiko tetap memilih untuk bekerja sebagai pegawai toko. Ia sudah seakan-akan memberikan sisa hidupnya hanya untuk minimarket itu. Warna-warni makanan pada rak cemilan, suara kantong kresek, bunyi mesin kasir hingga suara sepatu orang yang berlalu lalang di dalam minimarket adalah sumber kebahagiaan dan kepuasan tersendiri bagi Keiko.
Mungkin karena bekerja setiap hari, terkadang aku bermimpi sedang mengoperasikan mesin kasir. Pikiran awal yang terlintas di otakku sesaat setelah bangun adalah: Oh! Keripik kentang merek baru itu belum diberi label harga, atau stok teh hangat harus ditambah karena banyak terjual. Pernah juga aku terbangun tengah malam karena mendengar suaraku sendiri mengucapkan irrsshaimase! Dan saat tak bisa tidur, pikiranku melayang pada kotak kaca transparan yang terus menggeliat itu. Toko di dalam kotak akuarium bening yang terus beroperasi seperti mesin jam. Ketika membayangkan pemandangan itu, suara toko menggema di gendang telingaku, menenangkanku hingga akhirnya aku tertidur. Ketika pagi datang, aku kembali menjadi pegawai minimarket, bagian dari masyarakat. Inilah satu-satunya cara agar aku bisa menjadi manusia normal.
Minimarket seakan menjadi tempat ternyaman bagi Keiko. Ia menikmati semua rutinitas itu setiap harinya. Sayangnya, teman-teman sekolahnya dan keluarganya kembali menganggapnya tidak normal lantaran masih melajang di usianya yang telah menginjak 36 tahun. Keiko sebenarnya baik-baik saja dengan kehidupannya itu. Ia tidak pernah gusar perihal usia maupun status pekerjaannya yang masih tetap sebagai pekerja paruh waktu meski telah berusia 36 tahun. Dunia seakan menghakiminya lagi untuk mengikuti aturan yang ada.

Aku belum punya pengalaman seksual dan aku tak punya kesadaran soal seksualitasku. Aku hanya tak peduli dan tak pernah merisaukannya. Tapi, mereka membicarakan semua itu dengan asumsi aku menderita. Kalaupun yang mereka katakan benar, belum tentu penderitaan itu seperti yang mereka duga.
Ketika dunia menganggapnya tidak normal, yang terbesit di pikiran Keiko saat itu juga hanyalah untuk kembali ke minimarket sesegara mungkin. Di situlah tempatnya ia harus berada. Namun, secara perlahan sosok minimarket yang menenangkan di kepala Keiko pun mulai berubah semenjak ia menyembunyikan seorang laki-laki bernama Shiraha di rumahnya. Ketika Keiko tetap berusaha menjadi manusia normal dengan bekerja di minimarket maka Shiraha adalah kebalikannya.  Shiraha lebih memilih berhenti bekerja dan menjadi pengangguran yang sangat idealis dan kritis terhadap isu sosial di sekitarnya.

Dengar, manusia yang tak punya manfaat bagi desa tak akan punya privasi. Bagaimanapun semua orang akan ikut campur. Pilihannya melahirkan anak, atau pergi berburu dan menghasilkan uang. Dan kalau kalau kau tak bisa berkontribusi pada desa maka akan dianggap sesat.
Kalau aku keluar, hidupku akan diperkosa lagi. Sebagai laki-laki, semua orang akan mendesak ‘bekerjalah!’, ‘menikahlah!’ dan kalau sudah menikah: ‘cari uang lebih banyak!’ atau ‘bikin keturunan!’ Aku akan jadi budak desa dan masyarakat akan memaksaku bekerja seumur hidup.
Hadirnya Shiraha di dalam kehidupan Keiko benar-benar membuatnya terus berpikir tentang kondisi hidupnya yang kembali diobrak-abrik oleh orang-orang di sekitarnya. Ia semakin terusik oleh semua ucapan Shiraha yang memang ada benarnya. Keiko menjadi dilema apakah ia harus mengikuti suara hatinya untuk tetap bertahan di minimarket atau mencoba lepas dari tempatnya berteduh itu selama ini.

My Impression

Membaca  novel Gadis Minimarket (Convenience Store Woman) ini membuat saya berpikir tentang apa defenisi menjadi manusia normal itu sebenarnya dan bagaimana menjadi manusia waras di tengah masyarakat yang selalu bebas berpendapat tanpa mengingat batasan-batasannya. Ada sangat banyak kritik sosial yang dihadirkan oleh Sayaka Murata di dalam novel ini. Bagaimana realita yang memang menghadapkan kita untuk harus selalu siap dikomentari dan dikritik terhadap jalan hidup yang kita pilih. Meskipun pilihan yang kita pilih itu benar, tapi tetap saja akan ada banyak orang yang tidak mau menerima perbedaan pilihan itu. Selain berisi muatan kritik sosial dan pesan moral, rangkaian kata yang dipilih di dalam novel ini juga terasa sangat pas. Penulis mampu memberikan gambaran yang sangat detail tentang kehidupan minimarket. Saat membaca novel ini saya seolah-olah berada di dalam minimarket sambil menyaksikan langsung rutinitas yang dijalani oleh Keiko setiap harinya. Mungkin karena pengaruh dari pengalaman Sayaka Murata sendiri yang pernah bekerja di minimarket sehingga alur di dalam novel ini terasa benar-benar hidup lewat rangkaian tulisannya. Saya pribadi merasakan makna yang sangat mendalam dari setiap perkataan Keiko maupun Shiraha dalam novel ini. Seakan-akan, Sayaka Murata memang ingin mengeluarkan semua uneg-unegnya tentang ketimpangan sosial yang dilihatnya selama ini lewat novel.

Jika kalian sedang berencana membeli buku tapi bingung mau beli buku apa, mungkin novel Gadis Minimarket (Convenience Store Woman) ini bisa menjadi pilihan yang tepat untuk kalian. Silahkan mengunjungi toko buku online Gramedia ataupun toko buku online maupun offline langganan kalian untuk segera mendapatkannya.

Wednesday, 12 August 2020

It's Okay to Not Be Okay (Review)




Hellooo! selamat datang kembali di review board saya para readers sekalian! Berhubung minggu ini salah satu drama langganan on going saya yaitu It’s Okay to Not Be Okay sudah tamat maka tibalah waktunya saya untuk mereviewnya. Teruntuk bala fans mas Kim So Hyun dan mbak Seo Ye Ji, yukkk mari nongkrong di blog saya.

Well, sejujurnya, drama yang diperankan oleh Kim So Hyun dan Seo Ye Ji ini tidak masuk dalam list tontonan on going saya. Awalnya sih cuma coba-coba (Biar kayak iklan wkwkw) tapi karena episode awalnya memang sudah seru jadinya saya keterusan deh sampai It’s Okay to Not Be Okay akhirnya tamat. Ternyata drama ini memang worthy to be watched. Selain banyak lawaknya, drama ini juga penuh dengan pesan moral dan juga kisah tentang perjalanan hidup seorang pasien pengidap autis bersama seorang kakaknya yang selalu merawatnya. Nah, untuk kalian yang masih belum nonton dan penasaran sama ceritanya kayak gimana, mungkin review saya berikut ini bisa sedikit membantu kalian dalam menggambarkan keselurahan drama ini.

Banyak scene yang skrinsutable dan storyable


Scene yang skrinsutable dan storyable pada awal-awal episode drama ini memang sangat menghipnotis untuk terus ditonton. Pokoknya tiap adegan itu kayak pengen saya skrinsut terus. Pengambilan gambarnya juga keren sekali yereobun! It’s like movie in a drama. Adegan perpindahan antara scene satu sama yang lainnya itu juga epic sih, terutama di episode 4 di mana pada episode tersebut diceritakan tentang seorang pasien bernama Kwon yang mengidap sindrom maniak dan sering berhalusinasi. Nah, halusinasi dari Kwon ini itu digambarkan sangat-sangat detail dan benar-benar dihidupkan lewat setiap adegan di drama ini. Pokoknya kayak adegan-adegan film begitu lah. Adegan saat melakukan perjalanan jauh menggunakan mobil kemah pada Ending It’s Okay to Not  Be Okay semalam menjadi scene favorit saya sih di antara semua episode di dalam drama ini. Cinematographynya keren sekali, saya serasa nonton MV ala-ala vintage gitu. Pas liat Ko Moon Young, Gang Tae, sama Sang Tae menikmati liburan impian mereka pake mobil kemah rasanya pengen cepet-cepet corona ini berakhir. I do miss travelling and talking with my friends from dusk till dawn.   

Konsep cerita yang menarik


Alasan lain mengapa saya sampai lanjut terus nonton drama ini itu ya karena konsep cerita dari awal episodenya memang sudah menarik menurut saya. Rasanya saya jarang atau kayaknya memang belum pernah ketemu drama yang menggabungkan unsur animasi di dalam drama. Menariknya lagi, kesan dunia dongeng dan dunia penyihir kayak di film-film Barbie sama Harry Potter itu benar-benar dihidupkan di dalam drama ini. Mulai dari wardrobe, musik, rumah tempat syuting sampai lightingnya itu benar-benar mendukung untuk menunjukkan kesan vintage sekaligus misteri. Saya yang suka sama hal-hal yang berbau wizarding world dan dongeng klasik-klasik gitu jadi tambah greget dong sama cerita dalam drama It’s Okay to Not Be Okay. Bukan cuma itu, kesan creepy dan horror dari castel tempat tinggal Ko Moon Young juga bikin cerita di drama ini makin dapat feelnya. Belum lagi tentang adanya sosok penyihir jahat yang sejak episode pertama sudah bikin saya penasaran. Nonton drama ini itu sudah kayak nonton dongeng versi drama. Rasanya dunia masa kanak-kanak saya muncul lagi pas nonton drama ini. I need more fairy tales in my age right now by the way.  

Karakter setiap pemainnya kuat dan unik


Para pemain di dalam drama ini memang punya karakter yang unik dan kuat. Mulai dari ektingnya Lee Sang In dan para penghuni Rumah Sakit Jiwa OK lainnya yang saling melengkapi sampai Kim So Hyun yang kualitas ektingnya memang sebanding sama bayarannya. Satu kali main drama, mas Kim So Hyun kayaknya sudah bisa lah yah beli rumah impian secara cash tanpa perlu repot-repot lagi merasakan yang namanya urus berkas KPR rumah.

Tetapi, kalau bahas karakter yang keren, saya jelas mau sungkem sama ektingnya Oh Jung Se yang memerankan Sang Tae di drama ini.  Wajar sih kalau Oh Jung Se menang sebagai aktor pendukung terbaik di Baeksang Awards kemarin. Ektingnya di When The Camellia Blooms sebagai ahjussi nyeleneh dan sok ganteng dan kaya memang keren. Anyway, sebelum It’s Okay to Not Be Okay tayang, saya juga sempat baca artikel kalau Oh Jung Se akan bermain di drama ini. Awalnya sih saya B aja, ekting beliau memang sudah tidak usah diragukan lagi lah yah tapi pas saya tahu kalau Oh Jung Se akan memerankan karakter seorang penderita autis saya malah kaget soalnya saya belum mempunyai gambaran bagaimana dia akan memainkan peran itu. Cara ngomongnya gimana, cara jalannya, ekspresinya pokoknya saya penasaran berat dengan terobosan ektingnya yang jauh berbeda dari sebelumnya. Bisa dibilang karakter Sang Tae di drama It’s Okay to Not Be Okay ini sangat kuat dan tentu saja karakternya tersebut akan terus membekas di ingatan para penonton setia drama ini sampai kapan pun.

Bukan cuma Oh Jung Se, ektingnya Seo Yo Ji sebagai Ko Moon Young yang memerankan sosok misterius dan berjiwa bar-bar memang layak dapat pujian netizen. Kesan putri cantik yang terkurung di dalam istana bak cerita di dongeng-dongeng memang pas sama karakter mbak Seo Yo Ji di drama ini. Belum lagi karakter elegantnya itu didukung sama pakaian-pakaiannya yang ala-ala Disney Princess. Pas mau cari di Shopee ternyata semua produk yang dipakai doi aslinya dari merek internesyenel yang harganya bisa seharga sama ginjal itu cuy. Kayaknya saya mesti serius jadi penulis dongeng dulu deh biar bisa semakmur hidupnya Ko Moon Young.

Sekian dulu review drama saya kali ini. Buat kalian yang punya uneg-uneg tentang drama It’s Okay to  Not Be Okay ini silahkan share di kolom komentar.  


Sunday, 9 August 2020

Backstreet Rookie (Review)






Hello para readers sekalian! Selamat datang kembali di review board saya. Kali ini saya akan membagikan beberapa ulasan mengenai drama Backstreet Rookie yang baru saja tamat semalam. Jadi teruntuk para bucin mas Ji Chang Wook dan juga mbak Kim Yoo Jung mari silahkan merapat di blog saya ini. Anyway, saya sebenarnya tidak terlalu menaruh ekspektasi yang tinggi dengan drama ini ketika melihat promosi poster dan trailernya di mana-mana. Saat melihat episode pertama pun rasanya juga biasa saja menurut mata perdrakoran saya. Tapi yang namanya drama Korea itu memang susah ditebak dan tidak bisa langsung disimpulkan apakah drama ini bagus atau tidak apalagi kalau cuma ngikutin episode awal-awalnya saja. Ini bukan sinetron yang dari judulnya saja sudah ketebak isi sama endingnya yereobun! Dan memang benar sih, saya sudah suudzon sama drama ini. Ternyata ada banyak hal tak tertebak dan plot yang seru di dalam drama ini pemirsahh. Ya sudah, tanpa perlu intro yang panjang kali lebar, yuk langsung saja kita review drama Backstreet Rookie ini.  

Penuh Komedi dan Parodi


Pada episode-episode awal dari drama Backstreet Rookie ini memang mengundang kontroversi dari para k-netz. Sampai-sampai mereka ngirim petisi ke komisi Penyiaran Korea untuk segera menghentikan penayangan drama karena adanya adegan vulgar di dalamnya. Menurut netizen negara sana, usianya Ji Chang Wook sama Kim Yoo Jung juga terpaut cukup jauh makanya gak pantas untuk berpasangan di drama ini. Tapi itu dari netizen Koreanya, kalau netizen di negeri berflower ini mah kayaknya enjoy-enjoy saja dengan drama ini. Kalau menurut saya pribadi sih adegan yang dimainkan oleh para artis dan aktor di drama ini cukup aman. Not too much I think. Namun, dibalik kontroversi tersebut, saya sih cukup terhibur dengan adanya komedi dan parodi di dalam drama ini. Ini penulisnya kocak juga sampe pikirin scene parodi drama sama film-film hits yah. Episode perdana dari drama ini saja langsung dibuka dengan parodi dari film Sunny yang popular itu. Menariknya, scene berantem anak sekolahan itu juga diperankan langsung oleh Park Jin Joo yang merupakan tokoh dalam film Sunny.  Kemudian ada lagi scene waktu Yeon Joo dan Saet Byul melakukan parodi dalam drama The World of The Married. Mereka itu ceritanya lagi main adu mulut gara-gara memperebutkan Dae Hyun. Nah terus Yeon Joo marah tuh sama Saet Byul dan langsung membanting sebuah guci di depan Saet Byul. Wah adegan ini pasti iconic sekalee bagi yang ngikutin dramanya TWOTM wkwkwk. Parodinya gak sampe di situ,  ada lagi nih parodi dari film Parasite yang dilakukan oleh ayahnya si Dae Hyun. Saat itu ayahnya Dae Hyun ceritanya lagi ngelamar jadi supir. Adegan pas menghafal identitas palsunya itu persis sama dengan scenenya Ki Jung di Parasite. Pokoknya kumpulan parodi di dalam drama Backstreet Rookie emang bener-bener ngakak sih. Saya bahkan sampe ngulang-ngulang adegannya pas nonton.

Bukan Sekedar Drama Komedi Tetapi Juga Drama Keluarga


Backstreet Rookie memang memiliki unsur komedi romantis yang cukup kental. Karakter para pemainnya yang lucu sampai alur cerita yang absurd memang sangat mendukung untuk membuat kita ngakak berjamaah saat nonton. Namun, drama ini tidak berkutat pada genre drama komedi romantis saja tetapi pada slice of life juga loh. Pada awal-awal episode para penonton memang disuguhkan dengan adegan konyol dan lucu dari para pemainnya yang bikin kita ngakak akan tetapi ketika menuju pertengahan episode nuansa drama keluarga mulai cukup kental. Saya sampai mau nangis pas lihat episode di mana ibu sama bapaknya Dae Hyun direndahkan sama keluarganya Yeon Joo. Kisah Saet Byul di drama ini juga gak melulu soal kebucinannya sama mas Dae Hyun. Peran Saet Byul sebagai seorang kakak sekaligus tulang punggung keluarga juga benar-benar diceritakan cukup kental untuk menggambarkan kehidupan penuh perjuangan yang sering dihadapi oleh seorang kakak dalam membesarkan adiknya. So, untuk para netizen yang kemarin-kemarin kritik drama ini karena gak family friendly silahkan dilanjutkan dulu nontonnya. Maybe it can change your perspective.

Kisah Cinta Aphrodite dan Fire Volcano yang Menggemaskan


Sejujurnya, saya sebenarnya lebih tertarik sama kisah cintanya si mbak Aphrodite sama mas Fire Volcano dibandingkan kisah bucinnya Saet Byul dengan Dae Hyun. Kisah Geumbi yang merupakan fans garis keras dari Dalshik sang pembuat webtoon di drama ini tuh memang terngakak sih. Apalagi pas adegan mereka mau meet up pas pertama kalinya. Saya malah lebih deg-degan nungguin mereka jadian dibandingkan Dae Hyun sama Saet Byul wkwkwk. Pas nonton episode terakhir semalam ternyata penonton dikasih surprise sama Dalshik. Dalshik yang punya muka sama gaya berantakan begitu ternyata aslinya anak sultan woy, kebun sama tanahnya berhektar-hektar ternyata. Ayahnya Geumbi pasti ikhlas lah yah anaknya berjodoh sama Dalshik wkwkwk.

Well, untuk kalian yang sudah nonton drama atau masih on going nontonnya silahkan share review drama Backstreet Rookie versi kalian di sini yah :) 

Friday, 12 June 2020

Born Again (Review)





Hai hai welcome back to my review board again para readers sekalian! Well, di review board kali ini saya akan kembali mereview salah satu drama dari KBS yang berjudul Born Again. Sebenarnya drama ini sudah tamat pas hari rabu kemarin tapi baru sempat saya review hari ini. So, I do apologize buat yang sudah request review tapi publishnya tidak tepat waktu kwkwkw.  Ok, mari kita mulai saja membagikan uneg-uneg tentang drama yang bertema cinta segitiga ini yereoubun!

Hal yang pertama yang akan saya bahas dulu ialah tentang para cast di dalam drama Born Again. Sejujurnya saya kurang srek sama pemain ceweknya, agak kurang pas menurut mata perdrakoran saya (ceilehhh). Tapi mbak Jin Se Yeon yang memerankan karakter Jung Sa Bin memang spesialisasi drama-drama saeguk sih jadi wajar kalau banyak yang komen soal ektingnya yang sorry to say terlalu kaku. Kalau karakternya di masa lalu sebagai Ha Eun masih pas menurut saya. Karena sosok Ha Eun memang digambarkan sebagai perempuan yang sangat feminim dan suka sastra plus punya toko buku. Pokoknya tipe kembang desa idaman para pria jaman old lah. Jadi wajar kalau suaranya juga lemah lembut dan puitis gitu kalau ngomong sama lawan bicaranya. Tapi, setelah bereinkarnasi jadi mbak Jung Sa Bin yang merupakan seorang peneliti dan dosen, karakter lemah dan lembut itu rasanya agak kurang pas. Ya mungkin karena sudah bereinkarnasi juga kali yah jadi pembawaanya tetap sama kayak di masa lalu. Tapi gimana yah, perpaduan ekting dari Jan Ki Yong sama Lee Seo Hyuk jadi kurang greget gitu.

Untuk bagian plotnya, I really love kisah masa lalu antara Ha Eun, Hyun Bin sama Gong Ji Chul. Coba kalian bayangkan, seseorang (Gong Ji Chul) yang lahir dari keluarga psikopat dan hidupnya kacau balau terus jatuh hati sama cewek (Ha Eun) yang sudah punya tunangan seorang detektif (Hyun Bin). Sungguh kisah cinta segitiga yang tragis sekali bukan? Yang bikin saya nyesek nonton itu ya karena karakternya Jan Ki Yong yang memang menyedihkan sekali. Sudah keluarganya berantakan, hidupnya gak jelas karena jadi homeless, jadi tersangka pembunuhan, terus bucin sama tunangan orang lain pula. Pas reinkarnasi ternyata sama aja. Gak Gong Ji Chul gak Jong Bum semuanya sadboy di tiap eranya masing-masing. Haddehh, kalau saya jadi Jong Bum, kayaknya mending cari yang lain saja. Capek woi liat Jung Sa Bin kencan di depan mata sendiri. Kisah sadboy dari Jong Bum juga didukung sama soundtrack drama Born Again yang nyesek abis. Semua lagunya itu menyayat hati sekali woiii. Ini drama memang gak punya stok lagu ceria kayaknya, sungguh sangat cocok didengarkan oleh para pasukan ambyar.

Nah, terus yang jadi plot twist dari kisah cinta segitiga ini ialah ternyata si mbak Sa Bin ujung-ujungnya naksir juga sama mas Jong Bum.  Bagaimana para netizen di sosial media gak jengkel sama mbak Sa Bin kalau dua-duanya mau dibungkus. Mbak Sa Bin ini terlalu plin plan jadi cewek. Satu ya tetap satu aja mbak, jangan rakus kwkwkw. Tapi ya kalau saya jadi mbak Sa Bin, kayaknya saya juga bakal dilemma mau pilih siapa. Jaksa Kim yang pintar dan berkarisma atau sama Jong Bum yang manis itu.  Selain mbak Sa Bin, writer nim drama ini juga kena sambat sama netizen. Tim kapal jaksa Kim dan Jung Sa Bin gak terima kalau Jung Sa Bin harus happy ending sama Jong Bum. Tapi benar juga sih, jaksa Kim punya banyak effort di drama ini. Di masa lalu sampai masa sekarang doi tetap setia sama Jung Sa Bin. Masa endingnya Jung Sa Bin lebih milih Jong Bum hanya gara-gara rasa simpati akan kehidupan suramnya Jong Bum. Terus kamu anggap apa jaksa Kim selama ini mbak? 

Sejujurnya, drama ini adalah salah satu drama yang bikin saya mau stop nonton pas pertengahan episodenya tapi bikin nagih buat dilanjutin terus gara-gara penasaran. Ada banyak scene yang menurut saya harusnya gak usah ada. Beda saat di awal-awal episode yang ceritanya benar-benar lambat jadi kita juga benar-benar menikmati tiap detail ceritanya. Tapi makin lama, makin banyak pula scene dadakannya. Contohnya kayak Jong Bum yang ke Amerika terus tiba-tiba balik tanpa ada scene yang menjelaskan kejadian itu. Terus ada lagi scene jaksa Kim yang kena skorsing setahun tapi juga gak terlalu dijelaskan detail ceritanya. Ya paling tidak kasih beberapa adegan lah ya soal kejadian itu biar penonton gak kaget-kaget banget sama alur yang tiba-tiba langsung main satu tahun kemudian. Adegan persidangannya Sang Ah sama Jang Hye Mi itu harusnya seru  tapi alur sidangnya malah flat aja gitu. Padahal saya sudah nunggu mereka saling serang pakai bukti.  A lot of adegan maksa memang muncul menjelang episode terakhir drama ini.    
  
Overall, cerita drama Born Again ini tuh menarik buat ditonton. Apalagi buat kalian yang suka sama genre detektif thriller misteri. Sejak awal episode kita sudah diajak mikir tentang apa yang sebenarnya terjadi, dan siapa pelaku sebenarnya. Yang bikin serunya lagi karena drama ini itu punya plot maju mundur karena ceritanya memang tentang reinkarnasi dari para pemainnya. Jadi kalian akan disuguhi cerita dari dua masa yaitu masa lalu sama masa sekarang. Pas masa reinkarnasi, penonton jadi dibikin bingung lagi sama pemain-pemain baru yang bermunculan. Kita diajak main tebak-tebakkan lagi. Pokoknya ini adalah tipe drama yang akan mengasah otak Anda kembali. 

Nah, kalau menurut kalian bagaimana? Apakah kalian puas dengan ending Born Again? Kalau saya sih tidak, endingnya gak jelas dan terkesan maksa sekali.  Alurnya kurang rapi menurut saya, padahal ceritanya menarik.