Friday, 12 June 2020

Born Again (Review)





Hai hai welcome back to my review board again para readers sekalian! Well, di review board kali ini saya akan kembali mereview salah satu drama dari KBS yang berjudul Born Again. Sebenarnya drama ini sudah tamat pas hari rabu kemarin tapi baru sempat saya review hari ini. So, I do apologize buat yang sudah request review tapi publishnya tidak tepat waktu kwkwkw.  Ok, mari kita mulai saja membagikan uneg-uneg tentang drama yang bertema cinta segitiga ini yereoubun!

Hal yang pertama yang akan saya bahas dulu ialah tentang para cast di dalam drama Born Again. Sejujurnya saya kurang srek sama pemain ceweknya, agak kurang pas menurut mata perdrakoran saya (ceilehhh). Tapi mbak Jin Se Yeon yang memerankan karakter Jung Sa Bin memang spesialisasi drama-drama saeguk sih jadi wajar kalau banyak yang komen soal ektingnya yang sorry to say terlalu kaku. Kalau karakternya di masa lalu sebagai Ha Eun masih pas menurut saya. Karena sosok Ha Eun memang digambarkan sebagai perempuan yang sangat feminim dan suka sastra plus punya toko buku. Pokoknya tipe kembang desa idaman para pria jaman old lah. Jadi wajar kalau suaranya juga lemah lembut dan puitis gitu kalau ngomong sama lawan bicaranya. Tapi, setelah bereinkarnasi jadi mbak Jung Sa Bin yang merupakan seorang peneliti dan dosen, karakter lemah dan lembut itu rasanya agak kurang pas. Ya mungkin karena sudah bereinkarnasi juga kali yah jadi pembawaanya tetap sama kayak di masa lalu. Tapi gimana yah, perpaduan ekting dari Jan Ki Yong sama Lee Seo Hyuk jadi kurang greget gitu.

Untuk bagian plotnya, I really love kisah masa lalu antara Ha Eun, Hyun Bin sama Gong Ji Chul. Coba kalian bayangkan, seseorang (Gong Ji Chul) yang lahir dari keluarga psikopat dan hidupnya kacau balau terus jatuh hati sama cewek (Ha Eun) yang sudah punya tunangan seorang detektif (Hyun Bin). Sungguh kisah cinta segitiga yang tragis sekali bukan? Yang bikin saya nyesek nonton itu ya karena karakternya Jan Ki Yong yang memang menyedihkan sekali. Sudah keluarganya berantakan, hidupnya gak jelas karena jadi homeless, jadi tersangka pembunuhan, terus bucin sama tunangan orang lain pula. Pas reinkarnasi ternyata sama aja. Gak Gong Ji Chul gak Jong Bum semuanya sadboy di tiap eranya masing-masing. Haddehh, kalau saya jadi Jong Bum, kayaknya mending cari yang lain saja. Capek woi liat Jung Sa Bin kencan di depan mata sendiri. Kisah sadboy dari Jong Bum juga didukung sama soundtrack drama Born Again yang nyesek abis. Semua lagunya itu menyayat hati sekali woiii. Ini drama memang gak punya stok lagu ceria kayaknya, sungguh sangat cocok didengarkan oleh para pasukan ambyar.

Nah, terus yang jadi plot twist dari kisah cinta segitiga ini ialah ternyata si mbak Sa Bin ujung-ujungnya naksir juga sama mas Jong Bum.  Bagaimana para netizen di sosial media gak jengkel sama mbak Sa Bin kalau dua-duanya mau dibungkus. Mbak Sa Bin ini terlalu plin plan jadi cewek. Satu ya tetap satu aja mbak, jangan rakus kwkwkw. Tapi ya kalau saya jadi mbak Sa Bin, kayaknya saya juga bakal dilemma mau pilih siapa. Jaksa Kim yang pintar dan berkarisma atau sama Jong Bum yang manis itu.  Selain mbak Sa Bin, writer nim drama ini juga kena sambat sama netizen. Tim kapal jaksa Kim dan Jung Sa Bin gak terima kalau Jung Sa Bin harus happy ending sama Jong Bum. Tapi benar juga sih, jaksa Kim punya banyak effort di drama ini. Di masa lalu sampai masa sekarang doi tetap setia sama Jung Sa Bin. Masa endingnya Jung Sa Bin lebih milih Jong Bum hanya gara-gara rasa simpati akan kehidupan suramnya Jong Bum. Terus kamu anggap apa jaksa Kim selama ini mbak? 

Sejujurnya, drama ini adalah salah satu drama yang bikin saya mau stop nonton pas pertengahan episodenya tapi bikin nagih buat dilanjutin terus gara-gara penasaran. Ada banyak scene yang menurut saya harusnya gak usah ada. Beda saat di awal-awal episode yang ceritanya benar-benar lambat jadi kita juga benar-benar menikmati tiap detail ceritanya. Tapi makin lama, makin banyak pula scene dadakannya. Contohnya kayak Jong Bum yang ke Amerika terus tiba-tiba balik tanpa ada scene yang menjelaskan kejadian itu. Terus ada lagi scene jaksa Kim yang kena skorsing setahun tapi juga gak terlalu dijelaskan detail ceritanya. Ya paling tidak kasih beberapa adegan lah ya soal kejadian itu biar penonton gak kaget-kaget banget sama alur yang tiba-tiba langsung main satu tahun kemudian. Adegan persidangannya Sang Ah sama Jang Hye Mi itu harusnya seru  tapi alur sidangnya malah flat aja gitu. Padahal saya sudah nunggu mereka saling serang pakai bukti.  A lot of adegan maksa memang muncul menjelang episode terakhir drama ini.    
  
Overall, cerita drama Born Again ini tuh menarik buat ditonton. Apalagi buat kalian yang suka sama genre detektif thriller misteri. Sejak awal episode kita sudah diajak mikir tentang apa yang sebenarnya terjadi, dan siapa pelaku sebenarnya. Yang bikin serunya lagi karena drama ini itu punya plot maju mundur karena ceritanya memang tentang reinkarnasi dari para pemainnya. Jadi kalian akan disuguhi cerita dari dua masa yaitu masa lalu sama masa sekarang. Pas masa reinkarnasi, penonton jadi dibikin bingung lagi sama pemain-pemain baru yang bermunculan. Kita diajak main tebak-tebakkan lagi. Pokoknya ini adalah tipe drama yang akan mengasah otak Anda kembali. 

Nah, kalau menurut kalian bagaimana? Apakah kalian puas dengan ending Born Again? Kalau saya sih tidak, endingnya gak jelas dan terkesan maksa sekali.  Alurnya kurang rapi menurut saya, padahal ceritanya menarik.



Friday, 29 May 2020

Hospital Playlist (Review)


Hai Hai selamat datang kembali di review board saya para readers sekalian!

Well, berhubung salah satu drama slice of life garapan sutradara dan penulis andalan kita yaitu Shin Won Ho dan Lee Woo Jung yang berjudul Hospital Playlist telah tamat dengan ending yang penuh nano-nano itu, maka tibalah saatnya bagi saya untuk mereview drama ini. Anyway, bagi yang sudah nonton ending Hospital Playlist, bagaimana perasaan kalian saat ini? Apakah semua kapal kalian berlayar, atau kalian malah salah kapal sejak dari episode pertama wkwkw? Bagi yang menumpangi kapal winter garden saya mengucapkan selamat doa kalian terkabul tadi malam. Tentu, hal ini tidak lepas dari kekuatan doa nyonya Rosa beserta sanak saudara Andrea lainnya yang sudah pasti terbukti ampuh menembus lapisan langit ketujuh. Tuhan mungkin merasa malu ketika orang-orang beriman memohon kepada-Nya lantas tidak mengabulkannya. 



Bisa dibilang tahun 2020 adalah tahun yang penuh dengan kumpulan drama-drama keren di setiap stasiun televisi. Pokoknya, tiap stasiun TV Korea tahun ini benar-benar berlomba memberikan drama dengan genre yang unik dan berbeda. Anyway, kepada bala pasukan The Word of The Married, CLOY, Itaweon Class, dan The King Eternal Monarchy, saya harapkan minggir dulu. Sorry to say but for me, Favorite Drama of The Year masih dipegang sama Hospital Playlist. Yah, Hospital Playlist deserves to be the greatest drama in 2020. Kenapa, why and wae? Ya sudah, silahkan disimak saja review saya berikut ini.

A.   Drama Medis Yang Beda Dari Drama Medis Biasanya

Sebelumnya saya mau sungkem dulu sama penulis Hospital Playlist yang memberikan warna baru dalam drama medis. Saya tidak pernah mengira kalau bakal ada drama medis macam beginian. Kalau sebelum-sebelumnya kalian nonton drama medis yang kebanyakan scene darah, peralatan medis yang seram-seram, ruang operasi dengan suasana menegangkan serta para dokter dan tenaga medis yang lebih menonjolkan skill mereka masing-masing, maka di Hospital Playlist kalian tidak akan disuguhi adegan-adegan macam begituan lagi. Hospital Playlist adalah jenis drama medis yang sangat ringan untuk kalian nikmati. Pokoknya gak ada tuh konflik sama plot yang bikin pusing kayak TWOFTM atau 365: Repeat The Year. Sebenarnya ada kasus pelakor juga sih tapi gak seribet drama sebelah lah.

Hospital Playlist menjadi drama slice of life karena isinya memang lebih menggambarkan rutinitas sama kehidupan para tenaga medis dan dokter pada umumnya di setiap rumah sakit. Bagaimana kehidupan dokter dan perawat lainnya kalau pas jam istirahat, bagaimana kehidupan mereka kalau lagi di luar rumah sakit, bagaimana kelakuan mereka di kantin pas ngumpul, apakah mereka makan dengan santuy atau buru-buru, belum lagi cara mereka menghadapi pasien yang beda-beda karakter. Hubungan antara pasien dan setiap dokter di drama ini juga benar-benar sangat-sangat intens. Selain banyak scene lawak dan absurd dari penghuni RS Yulje, drama ini juga banyak yang mengandung bawang. Beberapa di antaranya kayak kisah seorang pasien yang harus rela menggugurkan kandungannya, kisah Ayah yang rela diet demi menyumbangkan levernya kepada anaknya, dan masih banyak lagi.  Pokoknya, drama ini tuh kayak dibalik layarnya kehidupan rumah sakit di sekitar kita. Dibalik baju yang mereka kenakan dokter pun hanyalah manusia biasa yang punya kisah tersendiri di luar rumah sakit tempat mereka bekerja.

B.    Kisah Persahabatan geng 99

Kalau bahas persahabatan Song Hwa, Joon Woon, Ik Jun, Jung Won, sama Seok Hyung itu rasanya bikin iri deh. Meskipun fiktif tapi rasanya pengen gitu punya circle kayak mereka. Kalau kalian masih sekolah dan sudah nonton drama ini pasti punya cita-cita pengen punya teman-teman dan kehidupan kayak mereka berlima. Mau jadi pintar terus bisa dihormati juga sama orang-orang sekitar. Mau jadi kaya juga biar bisa belanja online sepuasnya kayak Song Hwa, bisa sering traktir teman-teman juga kaya Seok Hyung. Pengen kayak Ik Jun juga yang punya cemilan banyak, kalau Joon Won? Kayaknya doi cuma punya banyak pulsa buat nelpon Ik Sun kwwkwkwk. Bukan cuma kaya ilmu, dan harta tetapi juga kaya hati kayak Andrea a.k.a Jung Won yang suka bantu pasien yang kekurangan biaya pengobatan. Kalau cewek-cewek pasti banyak yang mau jadi Song Hwa, selain pintar, baik, suka belanja barang-barang aneh doi juga punya empat teman cowok yang peduli dan sayang sama dia. Oh indahnya hidup kalau realita seperti di dalam drama kwkwkkw. Kisah lima sekawan ini itu hangat sekali di drama ini, kadang bikin senyum-senyum sendiri sampai ngakak yang tak terkontrol. Apalagi pas scene mundurnya ke masa-masa mereka kuliah. Belum lagi kalau adegan berantem rebutan makanan di tempat makan wkkwkw.

Adegan paling ditunggu kalau mereka berlima ngumpul adalah saat makan bareng di luar atau ngemil di ruangannya Song Hwa, Joon Woon sama Jung Won. Kalau Seok Hyung ruangannya memang gak pantas buat jadi tempat ngumpul. Ruangannya terlalu ramai sama dokumen yang antah berantah itu. Kalau Ik Jun sudah jelas, doi lebih suka berpetualang di setiap ruangan di rumah sakit wkwkwk. Ik Jun memang lebih cocok jadi Duta Persahabatan Rumah Sakit Yulje. Jangankan duta persahabatan, jadi duta asmara antar dokter juga bisa. Selain adegan makan-makan, di tiap episodenya kalian juga akan melihat para dokter ini ngeband bareng. Lagu-lagunya juga enak-enak dan bikin baper tiap episodenya. They are really talented doctors who can sing and play instrumental musics. 



C.    Drama Yang Mengajarkan Penonton Untuk Lebih Banyak Bersabar

Harus saya akui kalau drama Hospital Playlist memang banyak mengajarkan kesabaran kepada penonton setianya. Durasi dramanya saja satu jam lebih tapi tau-tau abis kayak nonton MV doang. Habis itu, kita harus nunggu lagi seminggu lamanya buat nonton. Pas nonton eh gak berasa udah selesai, pokoknya begitu terus tiap minggunya sampai Hospital Playlist season 1 tamat di episode 12. Episode Hospital Playlist juga cuma 12 beda sama drama lainnya yang kebanyakan 16 episode. Past tamat semalam, kita malah disuruh nunggu lagi selama setahun untuk season 2. Seminggu aja sudah gregetan nungguin lanjutannya, gimana nunggu setahun T_T. Ini tuh memang jenis drama yang bikin penontonnya keseret arus cerita kayak lagi main di pantai. Tanpa sadar tau-tau sudah main di tengah laut aja. Tapi ya sudahlah, paling tidak satu kapal telah berlayar di Hospital Playlist season 1. Biarkan writer nim berkarya untuk Hospital Playlist season 2 dan 3.


Friday, 15 May 2020

Find Me in Your Memory (Review)


Hello para readers sekalian! Welcome back to my review board again. Kali ini saya akan mereview sebuah drama dari MBC lagi tetapi dengan genre yang berbeda dari review saya sebelumnya. Kalau sebelumnya kalian pusing tujuh keliling akibat plot dari 365: Repeat The Year yang sangat menguras mental dan emosi itu, maka kali ini MBC memberikan sebuah penawar untuk otak kalian yang sangat butuh keuwu-uwuan yang tak kalian dapatkan di drama-drama sebelumnya. So, adapun drama yang akan saya bahas kali ini adalah drama yang berjudul Find Me In Your Memory.

Ok, tanpa perlu berlama-lama lagi langsung saja kita review drama bergenre fantasi, misteri dengan taburan bumbu romancenya yang kental ini. Untuk kalian yang butuh drama ringan serta romantis dengan konfik yang gak berat-berat amat kayak jenis drama yang lagi ramai saat ini maka saya sangat merekomendasikan drama Find Me In Your Memory Ini. Daripada kalian tersiksa batin terus tiap minggu liat kisah hidupnya Ibu Dok di The World of The Married, mending nonton drama ini deh untuk menstabilkan mood kalian. Atau mungkin kalian capek nangis sesegukan gara-gara ngikutin drama Hi, Bye Mama, maka drama ini bisa jadi obat penenang untuk menceriakan kembali hati kalian. Lebih-lebih kalau kalian puyeng ikutin alur dramanya 365: Repeat The Year sama Memorist, mending nonton drama ini saja lah guys.  

Ada beberapa alasan mengapa drama ini menjadi salah satu drama yang seharusnya tidak Anda lewatkan tahun ini. Pertama,  karena jalan ceritanya itu kayak vibe drama-drama tahun 2010an 2011an, jadi kalian bisa nostalgia ke eranya drama-drama bucin yang ceritanya benci jadi cinta gitu lewat nonton drama ini. 

Kemudian, inti dari drama ini itu menceritakan tentang sosok Lee Jung Hoon yang merupakan seorang pembawa acara atau berita pada stasiun TV nomor satu di Korea bersama Yeo Ha Jin yang merupakan artis popular di Korea. Yang menarik ialah, karakter Lee Jung Hon atau yang sering disebut Anchor Nim ini sangatlah dingin. Karakter Anchor nim ini sudah kayak perwakilan sosok cowok drama Korea pada umumnya lah yang ala-ala cool, tamvan, smart dan karismatik begitu. Pokoknya karakter cowok macam begini itu udah mulai langkah lah di drama Korea jaman jigeum. Anchor Nim ini itu macam cowok dalam drama-drama angkatan BBF gitu lah. Bisa dibilang sosok dari Anchor Nim ini tuh ibarat Mbak Najwa Shihab versi cowok kalau lagi wawancara sama tamunya di Mata Najwa. Kalau ada tamu di program TV-nya Anchor Nim pasti langsung kena K.O gara-gara pertanyaan dan pernyataannya yang jinja pedas kayak Siwon makan Mie Sedaap.

Dannn, karakter Anchor Nim ini sangatlah jauhhh berbeda dengan sosok Yeo Ha Jin yang asli pecicilan dan super cerewet. Kalian pasti sudah ngebayangin kan kayak gimana lucu dan menggemaskannya couple ini lewat perbedaan karakternya itu.  Saya memastikan jika kalian akan senyum-senyum sendiri kalau nonton drama ini. Ada banyak scene uwu-uwu yang membuat kalian tambah bucin sama Anchor Nim dan mbak Ha Jin ini. Sosok super cuek dan dinginnya Anchor nim yang tiba-tiba jadi bucin sejatinya mbak Ha Jin bakal bikin kalian makin gemas sendiri selama nonton tiap episodenya. Sampai-sampai netizen di twitter sudah pada halu pengen cowok idaman kayak Anchor Nim wkkwkw. Ya, bagaimana penonton gak bucin juga sama Anchor Nim kalau doi sudah diputusin berulang kali pun masih tetap setia sama mbak Ha Jin. Bahkan ditinggal pergi dua kali puasa dua kali lebaran sama Mbak Ha Jin di Amerika saja, Anchor Nim tetap setia nunggu loh. Kalau di drama The Guest Anchor Nim sibuk ngejar-ngejar Park Il Do, di drama Find Me in Your Memory ini doi malah sibuk ngejar-ngejar mbak Ha Jin. Jadi, pacar kamu Ganteng? Kaya? Tapi bisa kayak Anchor nim gak? Wkkwkw

Oh iya, selain bucin sama drama ini, kalian juga akan bucin sama soundtracknya. Ost-nya Find Me In Your Memory memang bagus-bagus. Pokoknya cocok buat kalian yang lagi bucin atau dilanda asmara macam Anchor Nim.  Nahhhh, tidak lupa juga saya menambahkan sebuah saran untuk kalian. Bagi anda-anda yang sedang rindu sama ektingnya mas Park Yoochun bisa liat mukanya Anchor Nim di drama ini. Hitung-hitung sebagai obat rindu sama Park Yoochun. Mukanya Anchor Nim mirip banget woii sama Park Yoochun.    



Wednesday, 29 April 2020

365: Repeat the year (Review)




Halo, halo! Welcome back to my review board again para readers sekalian! Well, pada kesempatan kali ini izinkanlah saya untuk membahas sebuah drama dari MBC yang bikin pusing tujuh keliling para penontonnya. Kalau kalian mengikuti drama ini pasti juga merasakan hal yang sama dengan saya. Yup, drama tersebut tak lain dan tak bukan adalah drama Korea yang berjudul 356: Repeat the year. 


Dannnn pada akhirnya, drama yang bergenre misteri, fantasi, thriller, kriminal yang bikin pusing tiap episodenya ini telah menemukan endingnya dengan total 24 episode. Nah, karena dramanya sudah tamat maka tibalah saatnya saya untuk memberikan ulasan mengenai drama yang katanya underrated ini but actually really worthy for me.  

A.   Drama Kriminal yang Kurang Menegangkan tapi Malah Bikin Pusing

Sekedar saran untuk kalian yang sedang berencana untuk menonton drama ini. Jangan pernah mengharapkan banyak adegan sadis dan plot yang bikin dag dig dug macam drama misteri thriller lainnya. Saya sendiri memiliki ekspektasi yang sangat tinggi dengan akan banyaknya adegan-adegan yang menegangkan dan penuh pertumpahan darah di episode satu drama 356: Repeat the year ini. Sayang seribu sayang, tegang kagak, pusing iya kwkwkw. Bagaimana saya tidak pusing kalau setiap episode saya harus mikir keras tentang siapa dalang dari semua kasus pembunuhan di dalam drama ini. Intinya drama ini bikin otak saya bekerja keras untuk menebak apa yang sebenarnya terjadi dan apa yang akan terjadi selanjutnya. Trust me, it's really unpredictable drama.  

B.    Drama Misteri yang Bikin Suudzon Sama Semua Pemainnya

Setiap episode memang benar-benar menguras pikiran tentang siapa dan apa tujuan sebenarnya dari kesepuluh orang yang ikut melakukan “reset” atau perjalanan waktu ke masa lalu tersebut. Semuanya gak ada yang bisa dipercaya. Di awal-awal episode, saya mencurigai kalau nyonya Lee Shin lah yang menjadi dalang utama dari semua kasus pembunuhan. Di antara mereka bersepuluh ya memang beliau yang paling mencurigakan di mata saya. Salah satu alasannya ya karena beliau adalah satu-satunya orang yang memimpin sekaligus mengatur semua proses reset tersebut di rumah sekaligus tempat prakteknya itu. Ya wajar juga doi difitnah jadi pelaku, klinik tempat prakteknya saja sudah bikin suudzon, soalnya besar dan luasss sekaleeee. Kalau saya masuk buat konsultasi ke klinik Zian, kayaknya saya butuh guide deh. Takut kesasar soalnya, banyak labirinnya dan terlalu misterius. Baru kali ini juga saya liat tempat praktek model istana kepresidenan begitu. Namun,  dibalik pribadi nyonya Lee Shin yang mencurigakan dan misterius itu, ternyata beliau bukanlah pelaku utama di drama ini.  Gara-gara main tunjuk-tunjuk pelaku dan saling mencurigai di antara kesepuluh orang ini, penonton pun jadi ikut-ikuttan main tuduh-tuduh juga. Lalu, pada akhirnya, acara tebak-tebakkan pembunuh pun berlanjut terus di setiap episodenya. Bukannya malah menebak siapa pelaku sebenarnya, saya malah curiga kalau cerita di drama ini hanyalah kisah yang ditulis oleh Shin Ga Hyun di webtoonnya. Netizen di twitter juga banyak yang beranggapan kalau Detektif Hyung Joo adalah pelaku dari semua kasus pembunuhan yang terjadi karena terinspirasi dari webtoonnya Shin Ga Hyun. Tapi, ternyata asumsi tersebut salah lagi. Ya gimana drama kriminal ini mau menegangkan kalau setiap episode saya malah kebanyakan emosi plus garuk-garuk kepala. Tiap episode saya cuma malah tambah dosa karena suudzon dan memfitnah semua pemeran dan pemain drama 365: Repeat the year. Kayaknya saya lebih banyak dosa nonton drama ini deh dibandingkan nonton drama The World of The Married wkwkwk.  

C.    Jangan Pernah Mengharapkan Romance di Dalam Drama ini

Pas nonton episode terakhir, saya kira saya akan menemukan sedikit scene romance antara Hyung Joo dengan Ga Hyun. Kenyataannya, secuil pun tak ada harapan akan terwujudnya pasangan kekasih dalam drama ini. Kalau tidak ada scene romance antara mereka berdua, paling tidak adalah yah dialog dari mereka yang menjurus ke persoalan hubungan asmara. Sayangnya, sampai episode terakhir pun writer nim tak memberikan tanda-tanda akan kemunculan api asmara itu. Sepertinya, mereka memang hanya ditakdirkan untuk menjadi sepasang sahabat di dalam drama ini, bukan sebagai sepasang kekasih. Meskipun happy ending tapi entah kenapa saya malah nyessek liat ending drama 365: Repeat the year ini. Ternyata, Hyung Joo lebih memilih untuk memutar waktu demi menyelamatkan Ga Hyun tetapi dengan resiko mbak Ga Hyun tidak akan mengingat semua kenangan yang mereka pernah lewati sebelumnya. Lihat ending scene yang satu ini kok bikin saya bapper dan sedih yah. Sudah macam scene-nya Kimi No Nawa T_T


It will be great if 365: Repeat the year will have season two or special episodes for Hyung Joo and Ga Hyun.
 The fact that they ended without being a couple is make me sad but the lovely thing from Hyung Joo and Ga Hyun relationship is about their friendship, yah the eternal friend even they have to reset the time again. I also will be glad if in another reset they can be more than friends again.  

Something that you should make a bold is this drama also proved that having one friend is better than having many friends around you. Don’t trust too much to anyone!    


Thursday, 9 April 2020

Itaewon Class (Review)




 Itaewon Class


Hello readers and welcome back to my review board again. Kali ini saya akan membahas salah satu drama yang sudah tamat pada tanggal 21 Maret lalu tapi masih saja hangat untuk dibahas hingga hari ini. Ya, drama tersebut tak lain dan tak bukan adalah drama Itaweon Class yang merupakan drama yang diangkat dari webtoon dengan judul yang sama.

Kebetulan saya nontonnya telat jadi saya juga baru bisa ikut nimbrung sama euphoria Park Seo Ri baru-baru ini. Kehebohan dan keseruan dari drama ini ternyata tidak hanya dirasakan oleh rakyat jelata kayak saya dan kalian-kalian yang lagi baca blog saya ini. Ternyata demam Park Seo Ri juga sudah melanda beberapa artis dan influencer di tanah air sebut saja Jerome Polin, Vidi Aldiano, Prilly Latuconsina hingga Pangeran Siahaan. Karena timeline di berbagai sosial media saya sudah heboh membahas drama baru dari Park Seo Joon ini, akhirnya saya pun memutuskan untuk marathon 2 malam menghabiskan drama ini. Pokoknya saya tidak mau ketinggalan sama demam Itaewon Class.

Well, dalam drama ini ada beberapa hal yang sangat menarik sehingga saya betah marathon ngehabisin drama ini cuma 2 malam. Yang pertama ialah karena style rambut kastanye dari Park Seo Joon yang menurut saya aneh tapi entah kenapa doi tetap tamvan dan karismatik di dalam drama ini.  Dan yang paling membuat saya betah nonton drama ini adalah karakter Jo Yi Seo yang diperankan oleh Kim Da Mi. Sejujurnya, saya kurang greget sama 2 episode awal dari drama ini. Terlalu membosankan menurut saya. I mean the plot is too classic. Kisah bullying anak SMA, cinta pertama anak SMA, terus konfliknya juga sudah bisa ditebak tentang kisah balas dendam si Park Seo Ri ini. Namun, setelah melihat ekting Kim Da Mi sebagai sosok Jo Yi Seo saya langsung ngefans sama doi. 

Karakter sebagai anak cerdas tapi berpenampilan suweg dengan gaya rambutnya yang super stylish itu membuat sosok Jo Yi Seo ini menjadi topik pembicaraan di kalangan pecinta drakor. Tak hanya itu, hal menarik lainnya dari Jo Yi Seo di dalam drama ini adalah karena sosoknya yang merupakan bucin sejati dari Park Seo Ri. Wah, kira-kira ada ndak yah model cewek kayak si Jo Yi Seo di dunia nyata yang rela mati-matian melakukan apapun demi menunjukkan dan membuktikan cintanya. Sudah ndak lanjut kuliah, berantem sama Ibunya, kerja mati-matian dari pagi sampai malam di kedai DanBam eh masih belum dinotice pula cintanya sama si Park Seo Ri. Parahnya lagi, Jo Yi Seo pernah ditolak secara langsung di hadapan teman-temannya sama di depan cinta pertamanya Park Seo Ri. Asliiii, si Park Seo Ri ini memang cowok ndak peka. Terlalu sibuk ngejar si Soo-ah dengan berusaha menjadi pebisnis kaya raya  sampai lupa kalau yang bantuin doi sampai bisa kaya itu yah si Jo Yie Seo. Saya hampir mau stop nonton gara-gara gemmes sendiri sama kelakuan Park Seo Ri. Untung cintanya Jo Yie Seo tidak bertepuk sebelah tangan meskipun sudah ditolak berkali-kali. Bayangkan pemirsahh, dari 16 episode, cintamu baru dinotice di episode terakhir. Writernya memang kebangetttan, untung Itaewon Class happy ending.  

Bukan cuma soal karakter sama style para cast Itaweon Class yang membuat drama ini digemari oleh banyak orang, tetapi juga  tentang kisah perjuangan mereka dalam membangun sebuah usaha dan bisnis.  Drama ini benar-benar menggambarkan bagaimana kesuksesan sebuah usaha itu memang memiliki proses yang panjang dan tidak instant. Mesti berdarah-darah dulu, harus punya konflik antar rekan kerja dulu, dan juga mesti merasakan yang namanya gagal dan kecewa dulu. Namun, pada akhirnya usaha dan tujuan yang jelas tidak akan pernah mengkhianati hasil. Bagi kalian anak-anak start up atau yang lagi niat buat buka usaha, coba deh nonton Itaewon Class. Anggap saja ambil kelas bisnis 16 SKS lewat jalur drakor.      


Well, saya rasa cukup sekian keluh kesah saya setelah marathon Itaewon Class. Kalau kalian punya kesan apa setelah nonton drama ini?  


Saturday, 4 April 2020

Onward (Review)




Hei Readers welcome back to my blog again. Sudah lama rasanya tidak menyapa kalian lewat tulisan saya di blog. Hmmmm anyway how are you guys?  I know it is hard to say that I am okay but yeah we have to face the hard life right now. Saya sangat tahu jika kalian memang sedang tidak baik-baik saja but I do hope you are getting better than yesterday.

Well Readers, di tengah riwehnya kehidupan dunia beserta penghuninya ini karena wabah covid-19, saya berharap kalian masih tetap semangat menjalani dunia ini. Jika kalian adalah bagian dari #Stayathome and #Workfromhome club, I really really respect you guys. Bekerja dan tetap menetap di dalam rumah untuk batas waktu yang belum ditentukan bukanlah hal yang mudah. Bosan, jenuh dan malah tambah stress karena terbiasa dengan rutinitas di kantor mungkin akan menghantui hari-hari kalian para pejuang stay at home. Dan untuk kalian yang tetap harus bekerja di luar sana untuk mencari nafkah, tetap semangat, jaga diri dan tetaplah dalam keadaan sehat. Semoga keadaan ini dapat berlalu sesegera mungkin. Anggap saja ini adalah giliran bumi untuk menyembuhkan dirinya yang sudah lama sakit karena ulah kita sendiri.

Dannnn karena saat ini kita masih berada dalam tema stay at home, maka ada baiknya bagi kalian yang tinggal di rumah untuk memanfaatkan moment yang jarang terjadi ini. Kalian bisa baca buku yang sudah lama numpuk di rak, bantu-bantu orang tua di rumah, atau mungkin menghabiskan drama Korea yang episodenya berlapis-lapis itu.

Dannnn jika kalian memang pecinta nonton, maka izinkanlah saya merekomendasikan sebuah film animasi  terbaru dari Pixar-Disney di tahun 2020 ini yang berjudul Onward.  Kalau nyebut-nyebut film animasi besutan Pixar, saya sendiri sudah percaya kalau hasilnya pasti akan mind blowing. Karya-karya Pixar ini memang selalu bikin hangat kalau ditonton.

Bisa dibilang film dari Pixar yang terakhir saya nonton itu cuma Inside Out, kalau Finding Nemo sama Cars kan sudah sering sliweran di TV. Kalau Coco, Brave dan kawan-kawannya itu belum sempat saya nonton. Karena kebetulan Onward ini adalah film baru dari Pixar di tahun ini dan temanya juga tentang wizarding world maka saya pun penasaran untuk segera menontonnya. Yeah, I am definitely a devotee of a wizarding world story.

Film ini berkisah tentang dunia sihir yang sudah mulai punah karena kemajuan zaman yang tidak lagi membutuhkan keajaiban sihir. Tokoh-tokoh di dalam film ini juga cukup unik seperti elf, naga, unicorn, dan karakter dunia khayalan anak-anak lah pokoknya. Singkat cerita, dunia yang penuh keajaiban itu pun berubah ketika dua saudara laki-laki yang bernama Ian dan Barley telah menginjak usia 16 tahun dan mendapatkan hadiah tak terduga dari ayahnya yang telah lama meninggal. Mereka diwariskan sebuah tongkat sihir dengan sebuah permata phoenix. Demi menghidupkan ayahnya kembali, kedua saudara ini rela berpetualang mencari permata phoenix. Dannn kemudian, petualangan pun dimulai. Berbagai halangan dan konflik harus mereka lalui demi menemukan sang permata phoenix. Karakter-karakter yang ada di dalam film ini juga lucu-lucu dan absurd, hal ini yang menjadikan plotnya juga tambah seru.

Overall, I just want to tell you guys that cerita petualangannya memang sangattt seruuuuu! Sudah lama rasanya tidak nonton animasi yang penuh petualangan. Pas nonton ini saya jadi ingat jaman-jaman SD dulu yang selalu setia nungguin serial Barbie sama pangerannya yang juga suka berpetualang sama mahluk-mahluk ajaib. Onward yang keluar di tahun 2020 ini jadi kayak semacam obat nostalgia bagi saya yang rindu film animasi jaman SD kayak Disney dan juga animasi Nickelodeon lainnya. Jadi, buat kalian yang suka film animasi silahkan segera meluangkan waktunya untuk nonton Onward, apalagi di keadaan stay at home kayak begini, atmosfirnya benar-benar sudah berasa kayak hari libur jaman SD. Holiday vibenya kayak natal atau tahun barulah rasanya, apalagi kalau kalian nonton bareng keluarga. I am not lebay but it’s true, cerita di dalam film Onward really really emotional. Yeah you know lah Pixar, animasinya selalu menguras emosi dan bikin mata berkaca-kaca. Pokoknya Onward ini film keluarga yang layak untuk ditonton deh di saat-saat seperti ini. Kisah dari Ian dan Barley ini benar-benar menyentuh lah istilahnya. I mean they have a good connection one another in this movie. 

Anyway, di film ini Ian memang terlihat sebagai the main character of Onward karena memang Ian yang memegang kendali kekuatan dari tongkat sihir tersebut but for me Barley is still the main character in Onward (For me yah, dunno about you). Barley benar-benar menggambarkan “Onward” itu sendiri lewat perannya sebagai kakak yang ugal-ugalan tetapi tetap selalu berani, yakin dan bertanggung jawab dalam setiap hal yang ia lakukan. By the way I also have favorite quotes in this movie, bunyinya kira-kira kayak begini,

“Long ago, the world was full of wonder. It was adventurous. There was magic. But it wasn’t easy to master. So the world found a simpler way to get by. But I hope there’s a little magic left in you."

“Dahulu kala, dunia penuh dengan keajaiban. Itu penuh dengan petualangan. Ada keajaiban. Tapi itu tidak mudah untuk dikuasai. Sehingga dunia menemukan cara yang lebih sederhana untuk bertahan. Namun, saya berharap masih ada sedikit keajaiban yang tersisa pada dirimu.”

Like the last sentence of the quotes I also want to say to you Readers. Di tengah keadaan dunia yang seperti ini saya juga berharap masih ada keajaiban yang tersisa di dalam diri kalian. Actually, saya kadang tidak mempercayai sebuah keajaiban, akan tetapi keajaiban kadang datang meyakinkan diri saya sendiri lewat orang-orang di sekitar saya. So, if you are sick please get well very very soon karena banyak orang yang menantikan kepulihanmu. If you are disappointed with something please be patient karena tidak semua hal terjadi harus sesuai dengan apa yang kamu inginkan, you just need to face it. Then, if you are sad please stay stronger cause I know you can.   


Well, I think cukup sekian bacotan saya yang sangat random ini. Do hope I can post another review again soon. Thank you and stay safe guys!  

Monday, 24 February 2020

Romantic Doctor Season I (Review)


 Romantic Doctor Season I


Hello para readers sekalian! Welcome back to my review board again. Wahhh, rasanya sudah lama juga yah saya melakukan hibernasi di bagian review film dan juga drama. Berhubung beberapa waktu belakangan ini saya sok sibuk urus kewajiban negara, akhirnya saya pun tidak punya waktu banyak untuk menonton film dan juga drama-drama yang sliweran di mana-mana. Padahal beberapa judul film dan drama sudah saya masukkan di wishlist untuk saya nonton secepatnya. Namun, apa mau dikata ketika takdir berkata lain (Ceilehhh). Ho’oh, iya beneran, saya bener-bener sudah siap lahir batin bahkan tissue sama cemilan juga saya sudah persiapkan untuk fokus nonton drama but like what I have said, I need to skip those dramas and movies for doing other important, crucial, essential things. Ya pokoknya saya wajib hibernasi nonton dulu demi keberlangsungan hidup saya yang aman, adil, makmur dan sentosa di masa depan.

Thennnn, karena masa-masa itu telah berakhir dan saat ini pun saya sudah berada di posisi gabut untuk beberapa minggu kedepannya (Maybe), maka perkenangkanlah saya untuk mereview salah satu drama yang baru saja saya nonton. Setelah hibernasi yang panjang itu akhirnya saya memutuskan untuk memilih menonton drama dengan tema medis kembali wahai para readers sekalian. Kenapa bergenre medis? Kenapa bukan yang romantis atau komedi? Alasannya tak lain dan tak bukan karena mood saya lagi demen-demennya sama yang genre serius macam voice, partners for justice dan kawan-kawannya itu.

Adapun pilihan drama yang akan saya review kali ini jatuh kepada Romantic Doctor season I. Awalnya sih saya pikir drama ini tuh judulnya doang yang ada romantis-romantisnya, daku mengira drama ini isinya akan seirama dengan drama voice, duel atau pun partner for justice yang sama sekali tidak menyajikan banyak scene romantis yang sebenarnya sangat amat dibutuhkan oleh para pecinta oppa-oppa di seluruh tanah air. Beruntunglah, di drama Romantic Doctor ini, writer nim memenuhi asupan gizi kepada kita semua dengan hadirnya pasangan yang benar-benar pasangan yang menjadi pasangan kekasih di drama ini (Ngomong apaan sih!).

Well, drama Romantic Doctor ini sendiri berkisah tentang seorang ahli bedah terkenal yang bernama Dr. Bong Yong Joo. Namun, karena adanya kasus yang merusak namanya akhirnya beliau pun menghilang dari rumah sakit yang telah membesarkan namanya itu. Dr. Bong Yong Joo memutuskan menghilang dari kehidupan kota Seoul dan pindah ke sebuah tempat terpencil. Di tempat terpencil inilah beliau melanjutkan karirnya sebagai seorang dokter bedah pada sebuah rumah sakit kecil dengan peralatan yang sangat minim serta tenaga medis yang sangat kurang. Di rumah sakit kecil ini pulalah Dr. Bong Yong Joo kemudian bertemu dengan orang-orang luar biasa dalam dunia medis.

Singkat cerita, meskipun rumah sakit tersebut terbilang kecil akan tetapi para dokter dan tenaga medis yang bekerja di tempat tersebut sangat luar biasa dalam melakoni pekerjaannya sebagai orang-orang yang merawat dan menyelamatkan pasien. I mean they really work as a doctor and nurse, they use their status and position pure to help the patients. Yah you know lah, banyak dokter yang masih sangat-sangat “komersil” dengan pekerjaannya. Terlepas dari kisah antar pemain maupun peran yang dimainkan oleh setiap aktor dan aktris di dalam drama ini, jujur hal yang bikin saya selalu tertarik untuk menonton tiap episode drama ini hingga selesai adalah tentang bagaimana para dokter dan tenaga medisnya memperlakukan pasiennya. Banyak pesan moral di tiap episode yang menohok bagi saya pribadi.  Walaupun profesi dan latar belakang saya bukanlah seorang ahli medis however, every quotes or conversations in this drama are so related with my daily life. Yah, banyak adegan yang membuat saya melihat kembali kehidupan yang sedang saya jalani ini. Intinya saya kebanyakan ngangguk-ngangguk gitu habis nonton tiap episode drama ini.

Sebut saja sebuah adegan yang cukup menohok saya yang terjadi di awal cerita di mana pada episode tersebut seorang pasien VIP yang memiliki status serta nama yang besar lebih didahulukan oleh pihak rumah sakit dibandingkan pasien-pasien yang lebih dulu datang. Kejamnnya diskriminasi terlihat jelas sekali di dalam drama ini. Ya sama dengan kejadian sehari-hari di sekitar kita, kalau kamu punya orang dalam dan punya nama besar ya secara otomatis biasanya kamu akan didahulukan. Intinya urusan kalian akan dipermudahlah. Bagi saya pribadi sih, punya orang dalam dan nama besar itu bonus dari hasil kerja keras kita yang membuat kita menjadi sukses atau mungkin karena memang percik-percik kekayaan yang keluarga kita miliki dari sononya. Sayangnya, banyak orang yang semena-mena dengan kelebihan yang dimilikinya itu. I mean if you have a power please use it wisely and please don’t too much over in using it. Dannn secara kebetulan beberapa waktu yang lalu saat saya berkunjung ke rumah sakit untuk melakukan sebuah perawatan, seorang pejabat malah dengan bangganya minta dilayanin duluan, untung-untung kalau bayar pake BPJS eh ini malah main gratis-gratis segala. Yeah, this is a life, willy nilly we will face this kind of case like this. On the contrary, dari drama ini saya juga belajar banyak jika urusan menangani pasien tidaklah dilihat dari urutan kedatangannya melainkan juga dari segi daruratnya keadaan pasien tersebut. Saya sangat suka dengan karakter Dr. Bong Yong Joo a.k.a Kim Sabu di drama ini di mana beliau benar-benar menunjukkan ketulusannya sebagai seorang dokter untuk merawat pasiennya tanpa pandang bulu. Mau kaya, mau miskin, anak-anak, orang tua, pokoknya pasien yang paling membutuhkan perawatan harus tetap diutamakan.  

Ada quotes yang saya sangat suka dalam drama ini, bunyinya kira-kira kayak begini “Hidup adalah tentang beralih ke jalan yang berbeda. Kau harus menghadapi kenyataan yang ada di depanmu. Jangan menyerah untuk terus bertanya tentang mengapa kita hidup dan apa tujuan kita hidup”. Habis dengar pernyataan Kim Sabu ini saya auto ngelamun mengingat-ngingat eksistensi saya di muka bumi. Apa iya saya harus ikut alur kehidupan yang sebenarnya saya tidak suka? Apa iya saya tidak bisa melawan ketidakadilan di depan mata saya karena status atau keadaan saya yang memang tidak mengharuskan saya untuk melakukan itu? Dan apa iya saya ada di dunia ini cuma numpang makan, minum, tidur terus mati? 

Nonton drama ini memang membuat saya lebih banyak untuk introspeksi diri sambil ngangguk-ngangguk. Drama ini juga membuat saya semakin bercermin jika saya hidup memang tidak hanya sekedar untuk menghidupi diri dan emosi saya sendiri tetapi juga untuk membantu dan menolong orang lain. Satu hal yang saya sukai pula dalam drama Romantic Doctor season satu ini, saya sangat suka dengan kerja sama tim para dokter dan tenaga medisnya. It’s such my big dream to have a dream team to work like them. Tentu sangat keren sekali  jika saya memiliki rekan kerja yang sefrekuensi serta sevisi dengan saya. It sounds dope right? Do hope it will come true soon!   

Well, cukup sekian dulu review drama Romantic Doctor season satu, just wait for the next review board for Romantic Doctor season two. Ijinkan saya marathon nonton season duanya dulu. Bye!  




Friday, 31 January 2020

Do Human Understand Each Other?





Interaction is the part of human life. A good communication will produce good interaction as well and bad communication will lead to bad interaction as well. Communication and interaction are the important elements in a relationship among people. Social communication is an attempt to convey certain intentions to others so that people can understand the purpose of the message. Communication can also be interpreted as the process of sending from the sender to the receiver by using certain media (Tjiptono and Diana, 2001). People do the process of communication and interaction with the aim to obtain information at once to get information. Communication really helps us to be connected each other unfortunately, miscommunication still becomes a phenomenon that often occurs in our daily life because miss the core of listening and empathy. 

Generally, communication consists of two types of verbal communication and non-verbal communication. Verbal communication itself is a form of communication by using words both oral and written for instance when making a speech, talking over the phone, or sending a letter. Then, non-verbal communication is a form of communication by using gestures, sign language, facial expressions, eye contact or emotion. These kinds of communication have been our intermediary all these years to connect with many people but sometimes the communication also breaks the relationships among people. Error communication causes failed communication. Perhaps we think that telling our problem to someone is the best way to find out a solution but actually it is not. There are certain people who just need our information without really care with our situation and condition. Vice versa, we say that we really know about someone but actually we do not. Everyone’s perspective about understanding person is really complex.

Listening is a skill which holds an important role to communicate between listeners and interlocutors.  Listening simply qualifies as the most prominent kind of interaction. Listening teaches us to determine a decision by comparing some information that we have received from the speakers. The need for good listening is obvious so, everyone needs to communicate each other (Adler and Rodman, 2006). Listening is a very active skill. We will be difficult to accept the information without listening it yet the communication patterns that become trend today is “over talking then less listening” or to the more severe words “talking without listening”. To receive a message from the speakers is impossible without listening it. A lot of feuds are happening out there just because of misunderstanding. When someone is trying to explain what actually happened, the other person as the interlocutor who was not able to muffle his emotions has first concluded the problem. The famous quotes which refer to this chaos are “I do not need your explanation, I understand now!” Or “You never understand about me!” Next, conversation has ended by leaving a never ending case. 

Sometimes our gesture and eye contact are more useful than our words. Without speaking, actually we have shown if we pay our attention to our colleagues through our gesture (nodding or shaking our heads). It is looked simple but more meaningful than talking at length without solving the problem. Empathy is the power to project oneself into the personality of another individual in order to better comprehend that individuals emotion or feelings (Shuaib and Olaoye, 2015). Putting ourselves in one's place is the most basic for understanding someone. Sometimes, we often see traffic jams where people mutter and blame the vehicle in front of them without ever knowing the real cause of the congestion. Worse, there are a few of bikers and car drivers constantly honking the horn to pedicab drivers and bicyclists in front of them to get on quickly. These familiar phenomena on the road show that many people still close their logic and feelings. One more time, understand each other is a complicated thing done for a lot of people who do not understand about empathy.

I know that each person has different character and absolutely I cannot force them to be what I want. However, could people around us unite to understand one another? I do not mind if you are talk active, introvert, super extrovert and any other kinds of personality but please put your empathy first then judging.  Our way to treat a person is a reflection of ourselves. When we feel righteous then our selfish attitude is the controller. However, when we really understand the situation and condition of the person then our empathy plays the role. People will be able to understand each other if they can listen more and accentuate empathy in their daily activity. So, please be an empathetic person as much as possible.