Friday, 29 December 2017

Ruang Guru For Education


Semakin berkembang pesatnya teknologi, membuat para pegiat pendidikan juga terus melakukan inovasi-inovasi demi memajukan pendidikan di indonesia. Salah satu platform aplikasi pendidikan yang telah dipakai oleh jutaan anak Indonesia saat ini adalah Ruangguru. Selain bertujuan untuk membantu para siswa dalam belajar, Ruangguru juga telah berperan besar dalam menciptakan lapangan pekerjaan dan tambahan penghasilan bagi guru di Indonesia. Berbeda dengan dua aplikasi berbasis pendidikan yang lebih dikenal sebelumnya yaitu Quipper dan Zenius, Ruangguru memiliki fitur-fitur yang lebih unggul, baik itu dari segi content maupun tampilan.

Dari segi content Ruangguru menyediakan beragam fitur yang memudahkan para siswa dalam belajar. Di dalam aplikasinya, terdapat enam menu yang bisa kalian pilih yaitu ruangbelajar, digitalbootcamp, ruangles, ruanglesonline, ruanguji dan ruangkelas. Berbeda dengan Quipper dan Zenius yang fokus pada video belajar, di Ruangguru para siswa bisa memilih banyak pilihan fitur pembelajaran. Materinya juga disusun sesuai kurikulum yang berlaku saat ini, baik itu KTSP, K13 maupun revisi K13.

Sekarang kita bahas satu per satu fiturnya ya. Pertama, ada ruangbelajar yaitu video animasi yang membahas pelajaran dari SD-SMA. Di dalamnya terdapat latihan soal, rangkuman pelajaran dengan desain yang menarik. Selain itu, terdapat digitalbootcamp yaitu group chat bimbel online untuk kelas 6 SD sampai 12 SMA yang berisikan maksimal dua puluh orang siswa. Di sini terdapat mentor yang standby memandu siswa, juga memberikan materi belajar lengkap seperti modul, soal, tryout, webinar yang sesuai dengan kurikulum. Fitur selanjutnya, ruangles berupa fitur untuk mencari guru privat sesuai dengan kebutuhan siswa. Sedangkan, fitur ruanglesonline merupakan cara cepat bagi siswa yang ingin berkonsultasi mengenai soal pelajaran.

Kemudian, ada juga yang disebut dengan ruanguji yaitu fitur yang melatih siswa dengan menjawab soal-soal tryout. Terakhir, fitur ruangkelas berupa layanan learning management system yang dapat digunakan secara gratis untuk guru dan siswa. Guru dapat mengakses ruangkelas yang tidak hanya bisa digunakan sebagai tools untuk memberikan tugas pada siswa secara online. Akan tetapi, juga bisa membantu guru memantau dan mengevaluasi tugas mereka.  

Dilihat dari segi tampilan, Ruangguru menyajikan tampilan yang lebih menarik dan lebih mudah digunakan. Video pembelajaran yang tersedia di Ruangguru menampilkan animasi yang lebih menarik serta para guru yang lebih interaktif dibandingkan dengan Quipper dan Zenius. Adapun fitur ataupun menu di dalam aplikasi Ruangguru terlihat lebih tertata dan terstruktur dari segi pilihan menunya hingga pada penjelasan tiap fiturnya sehingga memudahkan para siswa untuk menggunakannya. Warna yang digunakan pada aplikasi Ruangguru juga lebih terlihat menarik dibandingkan dengan Zenius yang terlihat monoton dengan dua warna yang mendominasi yaitu hitam dan kuning.   

Beberapa keunggulan yang dimiliki oleh Ruangguru di atas merupakan bukti komitmennya untuk terus melakukan inovasi-inovasi pendidikan Indonesia dengan memanfaatkan teknologi saat ini.              

Monday, 31 July 2017

Suicide! Is it a new trend today?



The Thirtieth of July of 2017. 10.38 (PM). 


Selamat malam para readers sekalian dan selamat bertemu kembali dengan tulisan terbaru saya malam ini.  Well, sisa 24 jam lebih lagi kita sudah akan berpindah ke tempat baru di tahun 2017 ini. Saya sendiri juga baru sadar kalau ternyata saya sudah menghabiskan hidup saya selama hampir tujuh bulan di tahun 2017 ini padahal rasanya baru kemarin saya memulai ngeblog lagi. I feel it too fast for welcoming August this year! Kalau mereview kejadian-kejadian apa saja yang booming beberapa bulan terakhir ini tulisan saya masih butuh tambahan chapter gara-gara terlalu banyak hal-hal yang aneh, unik, horor, misterius, hingga hal yang menegangkan menghiasi tahun 2017 ini. Timeline sosmed saya juga tiba-tiba penuh dengan beraneka ragam berita yang membuat saya speechless. Di penghujung bulan Juli ini saja saya sudah shock dengan berbagai macam kasus bunuh diri. Saya sendiri kadang deg-degan buka timeline sosmed saya. Hampir tiap hari ada saja kasus bunuh diri terbaru dengan berbagai macam sebab. Anyway is it a trend today?

Beberapa hari ini sejak berbagai kasus bunuh diri jadi heboh di dunia maya, saya sempat berpikir kalau bunuh diri itu memang sedang naik daun sekarang. Yah sebut saja trend bulan Juli 2017.  Dipikiran saya kadang juga terlintas tentang kasus-kasus narkoba yang sempat heboh yang menurut para pemujanya "Gak make narkoba berarti gak gaul". Gara-gara motto yang mereka eluh-eluhkan ini saya tiba-tiba jadi takut sendiri, jangan sampai motto tandingan juga muncul, "Gak bunuh diri berarti bukan anak gaul". It is so tragic dude! 

Dari beberapa kasus bunuh diri yang sempat gempar, kasus bunuh diri karena persoalan asmara adalah kasus yang paling menyentil menurut saya. Dari berita yang saya baca menerangkan seorang anak laki-laki yang masih duduk di bangku SMA memutuskan bunuh diri lantaran cemburu pada pacarnya yang ia curigai selingkuh. Wow! Parah sekali kisah asmara anak muda hari ini! Sesulit inikah memadu jalinan asmara pada balutan putih abu-abu hari ini? Dan otak saya tiba-tiba mengajak saya berkelana pada masa itu. Saat itu, saya sering melihat perilaku anarkis antara dua sejoli  gara-gara persoalan perasaan sakral ini. Sejak dulu si "cinta" ini memang sering berbuat ulah dikalangan kaula muda. Tapi kadang si "cinta" ini juga berperilaku jinak meskipun ujung-ujungnya berakhir dengan kata putus. Mereka bangga menyebutnya "Kami putus secara baik-baik" (?). Well, we back to the suicide case again. Faktor ekonomi,  masalah keluarga, ataupun bully adalah beberapa penyebab kasus bunuh diri ini terjadi.  Beberapa bulan yang lalu saya masih ingat dengan sangat jelas seorang pria yang ditinggal pergi oleh istrinya bunuh diri dengan cara yang cukup kekinian menurut saya. Bapak ini memadukan teknologi dalam proses mengakhiri hidupnya however, it was not cool anymore sir.  Pria yang terlihat sudah berusia baya tersebut memutuskan untuk gantung diri secara live dengan memakai akun facebooknya.  Tentu saja kasus ini heboh, jutaan pasang mata menyaksikan prosesi pria itu bertemu malaikat maut lewat sosial media.  Saya tidak menganggap kasus pria ini masih lebih baik dari pada anak SMA yang saya ceritakan sebelumnya hanya karena beliau sudah berkeluarga dan memang beban hidupnya lebih berat dari pada sekedar kisah roman picisan anak SMA, karena yang namanya bunuh diri tetap saja merupakan hal buruk. 

Belum lama ini saya juga melihat beberapa orang anak perempuan yang masih berusia belia melakukan aksi percobaan bunuh diri. Ada yang nangis-nangis sambil guling-guling,  minum sampo, sampai menyayat tangannya sendiri hanya karna persoalan asmara. What happened with our juveniles today? Saya setengah miris dan setengah kagum juga sih sama kelakuan mereka. Mirisnya yah karena mereka masih muda. Yeah, they are still young, many dreams are waiting for them in the future. Banyak hal yang seharusnya bisa mereka lakukan dari pada hal konyol seperti bunuh diri. Saya pernah berpikir, kalau bunuh jadi trend di Indonesia itu sebenarnya bagus juga untuk membantu pemerintah mengurangi jumlah penduduk dan angka kemiskinan. I think that I am going too far by thinking those stupid ideas. Sebagai seorang pendidik saya sebenarnya sangat miris melihat kasus-kasus bunuh diri dan percobaan bunuh diri yang bisa saja makin menjamur dikalangan remaja hari ini. Beberapa kasus tersebut sebenarnya bisa jadi tamparan untuk saya dan guru-guru lainnya. Apa benar kita tidak mampu melahirkan generasi penerus bangsa yang membanggakan? Do the teachers fail in teaching their students? 

Fakta juga yang cukup mengejutkan bagi saya adalah para pelaku bunuh diri ini berasal dari keluarga yang mampu dalam masalah ekonomi dan juga sangat mapan dalam bidang pendidikan. Saya semakin sadar jika ekonomi dan pendidikan yang bagus ternyata tak menjamin seorang anak untuk tidak melakukan tindakan-tindakan yang sangat tragis. So, do the parents fail in guiding their children?

Ok, I admit if  environment is the strongest factor in building the students character. I also cannot blame if the teachers and the parents have failed in educating the children today because many teachers and parents outside have been successful in creating a quality character to their children. Something miss in our situation today is about our attention to more care with the children . I believe if Our attitude to our children will reflect how the students will be growing up since sometime, our children do not  need our material they just need our attention in their daily life. Observe them!

Yukk Jadi orang tua dan guru yang lebih peka lagi terhadap anak-anak kita!  


Monday, 17 July 2017

Have you ever felt?

The seventeenth of July of 2017. 07.44 (PM).

It has been a month I am vacuum to post my recent thought in this blog.  I realize that I cannot deny a bunch of routines attack my head nowadays especially my activity in front of my papers. Some deadlines in front of me have scared me continuously. Sometime I am envy with my friends who enjoy their life without any burdens. In another side, I really hate my flat days from Sunday to Sunday again. Moreover I ever call my self as an unlucky girl. Anyway have you ever felt this situation? 


My life is too boring to be shared in the public whereas I really want to be one of influential people in the universe unfortunately I am not included in the list, yeah so poor wkwkwk. However, in this boring activities I more become an observer around me actually. I look many things around me then realize that I should not be pessimistic women who are doubt with the future. Some people outside are more unlucky than me but they never complain their luck like me. I understand that they are not a superhero who are strong in facing many days. In reality they also complain the plot of their life but different with the others lame guy included me, they always try to go ahead. I can say if they have a brave heart in supporting their hard world. Here are some pictures that I took by my camera phone and show you if you are lucky then you think.    


I captured this picture in front of a mini market in Makassar city. At the time this women was felt a sleep while doing her job as a parking officer. 


This old man is my favorite somai seller in Makassar. Almost every night I wait for his somai. He always stays in front of a mini market which is located in Abdesir from afternoon till night.


I found this scene in one of stores area in Bantaeng regency. It was a hot day when he was walking while carrying his goods along the way.


If you see this picture please do not judge him as a lunatic or a psycho. He was only a pedicab driver who was waiting for passengers in front of a hospital in Bantaeng. 


I captured this view after pouring rain in a book store in Makassar. I saw an old man still used his rain coat while selling balloons. 


In my way to home, I met with a father with his two daughters in a pedicab. I guessed if the sacks that they brought contained of garbage plastic bottles.   


If you are in Makassar this picture will be a common view that you will find a long the traffic area. From kids till old man and old women will sell some boxes of tissue to you.

   
Some pictures above are only a half of situation and condition of the people who are fighting to stay alive in a big city like Makassar. Those scenes that I find directly with my eyes teach me that I should say thanks to God, Allah SWT who has given me a better life then the others. I should be ashamed to people in the frames above who remain strong and steadfast in the midst of difficulties and risks that they face. Salute for the wage workers in this universe. Hats off to you!

Regard me,



A life observer


Tuesday, 13 June 2017

PA’JUKUKANG CUSTOM FESTIVAL


Hereditary custom related to the tradition. It has become a culture which is difficult to be changed. For instance in Bantaeng regency, there are one of routine festivals for every year, that is custom festival of Pa’jukukang. This event is a hereditary tradition from the people of Gantarang Keke kingdom since XIV century. This tradition was celebrated again by Bantaeng society in Sunday, 07 May 2017. It coincided with 10 Syaban 1438 H. People were so crowded around Pa’jukukang beach. The functionary of the custom used passapu (head cover) or they called it Puang Juku.




In celebration of Pa’jukukang custom festival, nobles, custom components and citizens gathered to do meeting relationship then enjoyed the event each other. In the meeting, they ate fishes together. This tradition began from the king of Gantarang Keke who used to fishing around Pa’jukukang beach. It was called Ma’juku but now, people refer to call it as Attunu-tunu Juku. The kind of fish that they use is milkfish.




It would not be perfect if the ritual was not presenting the variety of traditional food. In festival custom of Pa’jukukang, lammang and ketupat daun pandan were the traditional snacks of this event.




During this event, people did some ancestor legacy activities.  One of them was visiting entombment. In the opposite path, approximately 10 meters from Pa’jukukang beach there is a wide building about 2x3 meter. Inside of this building there is a grave. The purpose of this grave is to allow the visitors to pray in front of the grave then they will ask some willing such as livelihood, health, and so on. Safaruddin daeng Mayo as the committee of this festival said that “People come to this place without an invitation to join. They will come by their selves, because this celebration is a culture and a tradition for them”. He explained that nobody know about who was the occupant of the grave. According to history, the person in the grave is a person who can fly and the grave has been there since colonial era.



Market populace was conducted also around Pa’jukukang beach during 4 days and three nights. The aim of this market populace was to support a merrymaking festival at the time.       



NOTE; The source of the pictures were taken by Mirnawati Amir, one of the students in BLK Bantaeng (Work of Training House Bantaeng)



Sunday, 14 May 2017

Pesta Literasi Bersama Najwa Shihab



Selamat malam para readers sekalian!!! Welcome back to my recent post, fthhh finally saya bisa ngepost tulisan lagi uyeeeee!!! kayaknya saya memang sudah sekitar satu bulanan vakum dari blog ini. Yah dikarenakan banyaknya schedule nikah di keluarga saya akhir-akhir ini ditambah lagi schedule mengurus si BAB 4 sama BAB 5 mengharuskan saya untuk tidak menjamah dunia blog dulu padahal tangan saya sudah gatal minta ampun ngorek-ngorek si keyboard. Hmmmm ok I will straight to the point right now. Malam minggu kemarin merupakan salah satu malam minggu yang paling berkesan menurut saya selama berada di Bantaeng. Setiap pulang ke kampung halaman rasanya memang tidak pas kalau tidak mengunjungi Pantai Seruni yang merupakan salah tempat wisata keren di kota Bantaeng tapi bedanya malam minggu kemarin selain bisa berkumpul bersama teman dan sanak saudara, para pengunjung juga dihibur dengan kedatangan Najwa Shihab salah satu presenter favorite saya. Sebenarnya kemarin merupakan kali kedua Najwa untuk datang di Bantaeng malahan katanya dia lebih sering ke kota Bantaeng dari pada kampung halamannya sendiri di Sidrap. Yah Bantaeng mungkin memiliki kesan tersendiri bagi Najwa Shihab dimana di setiap kedatangannya Bantaeng selalu memberikan pengalaman unik tersendiri. 

Tahun 2013 merupakan tahun pertama Najwa Shihab menginjakkan kaki di tanah Bantaeng. Sebenarnya saya juga kurang tahu tujuan kedatangan Najwa Shihab ke Bantaeng saat itu dalam rangka apa yang jelas saat itu beliau diundang oleh Prof. Nurdin Abdullah untuk menikmati kota Bantaeng. Beberapa berita saat itu juga mengabarkan bahwa beliau juga diajak oleh Bapak Bupati Bantaeng berkunjung ke kebun duriannya sambil menyantapnya langsung. Semalam beliau juga sempat menceritakan sedikit pengalamannya beberapa tahun lalu itu tentang legit dan nikmatnya durian yang beliau santap waktu itu. Yang durian lovers silahkan ngiler yang kontra silahkan geleng-geleng hihihihi. 

Acara yang bertajuk Pesta Literasi di Pantai Seruni semalam merupakan hasil kerja sama antara pemerintah Kabupaten Bantaeng dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Bantaeng. Acara semalam diisi dengan tari dan musik tradisional dari siswa sekolah dasar, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan puisi yang dibawakan pula oleh seorang siswi sekolah dasar. Pada acara semalam juga dimeriahkan oleh hadirnya pendongeng cilik yang membuat saya dan semua penonton melongo gara- gara melihat skill mendongengnya yang super keren. Keahlian mendongengnya bikin saya jatuh cinta sama bocah itu. Sudah lucu, pandai bercerita lagi. This kid was really cute! Sampai-sampai Najwa Shihab saja minta foto dan membawa anak tersebut ke atas panggung kemudian memeluknya. Wah proud of you nak! Setelah dihibur oleh beberapa penampilan seru dari para siswa-siswi Bantaeng tibalah saatnya acara inti yang paling ditunggu. Acara talkshow bersama duta baca Indonesia dan Bupati Bantaeng pun dimulai. Berikut adalah beberapa kumpulan foto selama acara berlangsung yang saya ambil dari Syahrir Nawir Nur






Kalau biasanya dalam acara Mata Najwa, Najwa Shihab menjadi presenter kali ini Prof Nurdin Abdullah mengambil alih acara literasi yang berlangsung seru tadi malam. Pada awal acara Najwa Shihab juga sempat mengerjai Bupati Bantaeng tersebut. Berkali-kali Prof Nurdin harus mengulang-ulang kalimat pembuka acara yang diarahkan oleh Najwa Shihab. Penontonpun jadi riuh melihat tingkah Bupatinya tersebut. Sebagai Duta Baca, dalam acara semalam Najwa Shihab memberikan banyak sekali inspirasi sekaligus motivasi kepada para pengunjung Pantai Seruni. Saya sangat kagum dengan lingkungan keluarga beliau yang dikelilingi oleh buku-buku sejak kecil hingga dewasa. Najwa Shihab mengungkapkan bila sang Ayah yang biasa beliau panggil Abi yang tak lain adalah Bapak Quraish Shihab adalah orang yang mengajarkan beliau untuk mencintai buku sejak kecil. Sejak kecil beliau selalu menyaksikan ayahnya membaca berbagai jenis bacaan mulai dari buku hingga surat kabar. Najwa Shihab mengakui bila lingkungan yang seperti itulah yang telah membentuk dirinya untuk terus mencintai buku.

Dipenghujung acara, Najwa Shihab dan Bapak Bupati Bantaeng juga meluncurkan program terbaru dari kabupaten Bantaeng yaitu Smart Library Kabupaten Bantaeng. Dengan adanya smart library ini diharapkan mampu untuk membantu meningkatkan minat baca di Bantaeng. Sekitar ribuan buku telah tersedia dan bisa diakses langsung melalui ponsel pintar masyarakat saat ini. Hanya dengan mengunduh aplikasinya lewat handphone, kita sudah bisa menikmati ribuan buku yang telah tersedia. Setelah proses launching selesai maka tibalah dengan acara yang paling dinanti-nantikan oleh banyak orang. Semalam Bapak Bupati menyediakan beberapa jenis hadiah mulai dari aneka macam bingkisan hingga sepeda. Wahhh saya langsung ingat pak Jokowi yang hobby kasih kuis berhadiah sepeda. Beberapa guru hingga siswa-siswi berhasil memborong semua jenis hadiah semalam. Hmmm sebuah kebanggan tersendiri tentunya terpilih sebagai pemenang di acara yang dipandu langsung oleh Najwa Shihab dan Prof. Nurdin Abdullah semalam. 

Semoga acara-acara seperti ini bisa terus dikembangkan. Semoga dengan banyaknya pula kegiatan-kegiatan literasi yang dilakukan oleh berbagai pihak di Indonesia termasuk Sulawesi Selatan dapat mewujudkan Indonesia yang cinta Baca. Seperti yang diungkapkan oleh Najwa Shihab bila data dari UNESCO yang menyatakan anak Indonesia itu malas baca sebenarnya bisa dibantahkan. Sudah saatnya kita menebar virus literasi.

Salam literasi readers ^^           

Monday, 17 April 2017

Memberdayakan dan Menyejahterahkan Tanah Papua

Bila menyebut nama Papua, kira-kira apa yang  akan terlintas di benak kalian? Beberapa orang mungkin akan menggambarkan keindahan alamnya hingga kekayaan alam yang terkandung di dalam perut bumi Papua. Keindahan alam dan kekayaan alam yang disajikan tanah Papua memang tidak akan pernah mengecewakan untuk dijelajahi maka tidak heran bila turis-turis dari luar juga turut berbondong-bondong untuk mencicipi salah satu surga nusantara ini. 

Pulau paling timur di Indonesia ini memang menyimpan banyak tempat-tempat wisata yang siap memanjakan mata para pelancong. Raja Ampat, Taman Nasional Teluk Cenderawasih, Danau Sentani, Taman Nasional Lorentz dan Lembah Baliem merupakan beberapa tempat wisata andalan di provinsi Papua. Selain itu, sumber daya alam yang melimpah seperti emas, batu bara, nikel serta hasil tambang lainnya juga merupakan komoditas-komoditas unggulan yang dimiliki oleh tanah Papua. Tidak sedikit perusahaan yang berlomba-lomba untuk berinvestasi di tanah yang kaya akan hasil tambangnya ini. Terlepas dari semua kelebihan yang dimiliki oleh Papua, di sisi lain Data Statistik menunjukkan bila Papua masih menjadi provinsi termiskin di Indonesia. Ironis memang, pada saat yang bersamaan Papua dikenal sebagai provinsi yang terkaya sekaligus provinsi termiskin di negeri ini.

Di negara-negara berkembang seperti Indonesia, kemiskinan menjadi salah faktor terlambatnya pertumbuhan ekonomi. Dalam halaman Kompas, Bank Dunia juga menyatakan bila perlambatan ekonomi yang masih terjadi di sejumlah negara berkembang diprediksikan akan menghambat upaya-upaya dalam pemberantasan kemiskinan dan pemerataan kemakmuran. Kemiskinan memang masih menjadi pekerjaan rumah yang belum terselesaikan hingga saat ini. Namun, terlepas dari fakta tersebut pemerintah tentu tidak tinggal diam menghadapi masalah ini. Presiden Jokowi di bawah kepemerintahannya tetap serius bekerja menangani salah satu isu penting di negeri ini. Berbagai upaya terus dilakukan pemerintah guna menekan angka kemiskinan terutama di wilayah Papua yang dinyatakan sebagai daerah termiskin di Indonesia.  

Percepatan Pembangunan dan Infrastruktur di Tanah Papua

Pemerintah pada tahun 2017 terus memaksimalkan upaya percepatan pembangunan di daerah Papua. Dikutip dari halaman Kementerian Keuangan Republik Indonesia, pemerintah pada tahun ini mengalokasikan dana sebanyak Rp. 4,96 triliun dimana untuk sumber daya air sebesar Rp. 411 miliar, jalan dan jembatan berjumlah Rp. 3,72 triliun, permukiman Rp. 132 miliar dan perumahan sebanyak Rp. 85,7 miliar. Selain itu, dana juga dialokasikan untuk provinsi Papua Barat sebesar Rp. 2,64 triliun yang terbagi atas alokasi infrastruktur sumber daya air Rp. 342 miliar, jalan dan jembatan sebesar Rp. 1,51 triliun serta untuk pemukiman berjumlah Rp. 129 miliar.  Salah satu program percepatan infrastruktur dari pemerintah yang sudah mulai terlihat perkembangannya adalah proyek pembangunan jalan trans-Papua. Program trans-Papua ini sendiri berfungsi untuk menghubungkan daerah Sorong yang terletak di Papua Barat dengan daerah Merauke.

Menurut Basuki Hadimuljono selaku Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dalam website Kementerian PUPR Republik Indonesia, “Pembangunan infrastruktur tidak hanya untuk mendorong perkembangan ekonomi di perkotaan tetapi membangun infrastruktur di perbatasan juga untuk mengurangi disparitas, sosial, ekonomi dan wilayah. Pembangunan jalan itu prinsipnya agar bisa lebih cepat, aman dan murah”. Langkah yang diambil pemerintah ini merupakan upaya untuk menekan tingginya biaya hidup yang masih terjadi di Papua dikarenakan akses lintas daerah yang sangat sulit dijangkau oleh masyarakat Papua. Pembangunan jalan trans-Papua yang rencananya akan rampung pada tahun 2019 mendatang merupakan jembatan yang akan menghubungkan perekonomian baru masyarakat di wilayah Sorong dan Merauke. Komitmen pemerintah terhadap peningkatan infrastruktur dan pembangunan di daerah Papua bisa menjadi solusi terhadap ketimpangan yang terjadi di kawasan barat Indonesia dan kawasan timur Indonesia. 

Memperkenalkan Papua Pada Dunia

Salah satu langkah pemerintah Indonesia dalam rangka memperkenalkan Papua ke dunia internasional adalah melalui pariwisata. Pada tahun 2016 kemarin, Kementerian Pariwisata Republik Indonesia gencar melakukan promosi wisata Raja Ampat yang ditampilkan melalui Times Square di New York. Promosi yang dilakukan pemerintah tersebut merupakan cara untuk menarik wisatawan Amerika Serikat untuk berkunjung ke Papua.  Dalam halaman Travel KompasElizabet Hutagao yang menjabat sebagai Kepala Bidang Komunikasi Media Ruang Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara Kementerian Pariwisata menyebutkan bila wisatawan asal Amerika Serikat merupakan pasar yang potensial untuk digarap karena mereka merupakan tipe wisatawan yang suka untuk menghabiskan masa liburan dengan waktu yang lama. Kemudian, terpilihnya Raja Ampat sebagai pemenang dalam festival film yang bertajuk The International Tourism Film Festival of Bulgaria on the East Coast of Europe ke-12 di Bulgaria tahun lalu merupakan bukti bila Papua bisa menjadi program wisata unggulan yang tak kalah dari provinsi lainnya di Indonesia.  Sangat disayangkan bila indahnya panorama alam dan uniknya kehidupan masyarakat Papua  tidak terekspos oleh turis mancanegara. 


Menjamurnya para pengguna sosial media juga semakin memudahkan pemerintah serta masyarakat dalam mempromosikan wisata di tanah Papua. Youtube sebagai tempat berbagi video oleh orang-orang di seluruh dunia dimanfaatkan oleh Kementerian Pariwisata Republik Indonesia dengan memasukkan berbagai macam video pariwisata dari seluruh daerah di Indonesia termasuk Papua. Instagram yang makin digandrungi oleh banyak kalangan juga menjadi salah satu media sosial paling popular untuk mempromosikan pariwisata Papua hari ini. Semakin dikenalnya Papua oleh masyarakat Indonesia hingga para turis mancanegara diharapkan mampu mendongkrak dan memperbaiki daya saing ekonomi sekaligus pariwisata masyarakat Papua dengan daerah lainnya


Pendidikan Berkualitas untuk Masyarakat Papua

Pendidikan untuk anak-anak Papua juga merupakan tonggak lahirnya generasi cerdas penerus bangsa. Sangat minimnya sarana dan prasarana menjadi faktor sulitnya anak-anak Papua menikmati bangku sekolah layaknya anak-anak di daerah lain. Statistik Indonesia mengungkapkan bahwa pada tahun 2015, sekitar 52 persen penduduk miskin pada usia 15 tahun ke atas hanya mampu menyelesaikan pendidikan hingga ke jejang SD/SMP. Bahkan, sebanyak 31 persen lainnya sama sekali tidak dapat menempuh jenjang SD. 


Fakta yang lebih mencengangkan lagi adalah data dari United Nations Development Program yang dikutip dari Dunia News Viva. UNDP mengungkapkan bila Papua memiliki jumlah anak putus sekolah terbanyak di Indonesia. United Nations Development Program atau Badan Program Pembangunan yang dinaungi oleh PBB ini juga menambahkan bila unsur sosial budaya maupun ekonomi menjadi penyebab ketertinggalan bidang pendapatan, kesehatan hingga pendidikan di beberapa daerah seperti Papua. Fakta ini kembali mempertegas bila masalah ekonomi masih menjadi salah satu penghambat bagi anak-anak di Indonesia untuk mengenyam pendidikan. 

Pada masa kepemimpinan presiden Jokowi, pemerintah terus menaruh perhatian besar terhadap dunia pendidikan di tanah Papua. Program beasiswa pendidikan untuk anak Papua menjadi prioritas utama bagi pemerintah. Salah satu penyedia beasiswa yang memberikan kesempatan besar bagi anak Papua untuk merasakan bangku universitas adalah  LPDP. Beasiswa ini dikelola langsung oleh Kementerian Keuangan Republik Indonesia. Beasiswa Afirmasi serta Beasiswa Indonesia Timur merupakan beasiswa yang dikhususkan untuk daerah tertinggal seperti Papua. Tidak hanya itu, pemerintah melalui program Afirmasi Pendidikan Menengah atau yang disingkat ADEM sejak 2013 hingga 2015 telah memberangkatkan 1047 pelajar untuk merasakan jenjang pendidikan SMA di luar Papua. Program pengiriman ratusan hingga ribuan guru-guru ke tempat-tempat terpencil melalui program Guru Garis Depan (GGD) ataupun program Sarjana Mendidik di Daerah Terdepan, Terluar dan Tertinggal (SM3T) merupakan langkah serius yang diambil pemerintah untuk pemerataan pendidikan. Target utama pemerintah melalui kegiatan-kegiatan ini adalah untuk membangun dan memberdayakan pelayanan pendidikan yang berkualitas untuk anak-anak di daerah-daerah terpencil termasuk Papua sehingga tidak ada lagi sekolah yang kekuarangan guru serta anak putus sekolah. Saat ini pemerintah telah dan akan terus berusaha mengurus permasalahan pendidikan di Papua namun, bantuan serta dukungan dari masyarakat luas tetap dibutuhkan untuk mencapai cita-cita pendidikan di tanah Papua.  

KEMISKINAN memang masih menghantui pulau paling timur di bumi pertiwi ini tapi usaha dan kerja keras adalah jawaban tepat untuk menghadapi permasalahan klasik ini. Sebuah kutipan dari Bapak B.J Habibie pada acara Habibie Festival beberapa waktu lalu menjadi penutup pada tulisan saya kali ini "We are at war with ignorance and poverty but we WILL win this war".

Monday, 27 March 2017

Happy Earth Hour From Makassar


The Twenty sixth of March of 2017. 10. 11 (WITA)


Long time no see para reader sekalian!!! Well, di kesempatan kali ini saya akan berbagi cerita tentang kegiatan Earth Hour yang diadakan setiap setahun sekali di seluruh dunia ini. Tepatnya malam minggu kemarin tanggal 25 Maret 2017, seluruh dunia menyemarakkan aksi Earth Hour 2017. Earth Hour sendiri merupakan kegiatan  yang rutin diadakan oleh World Wide Fund for Nature dimana seluruh dunia serentak melakukan pemadaman lampu selama satu jam. Tujuan dari kegiatan Earth Hour adalah sebagai bentuk kesadaran kita terhadap perubahan iklim yang terjadi saat ini. Dengan ikut serta berpartisipasi dalam kegiatan ini berarti kita juga telah menjadi bagian penting dalam mencegah perubahan iklim yang semakin ekstrim akhir-akhir ini. Memadamkan lampu, mematikan gadget dan barang elektronik lainnya yang tidak diperlukan selama satu jam merupakan langkah sederhana namun memberi dampak yang besar terhadap lingkungan kita. 

Malam minggu kemarin tepatnya pukul 20.30 WITA, kota Makassar juga turut meramaikan aksi ini. Beberapa kali Earth Hour Makassar menyelenggarakan kegiatan setahun sekali ini di Benteng Fort Roterdam Makassar namun berbeda dengan beberapa tahun sebelumnya kali ini Earth Hour Makassar menempatkan event ini di anjungan pantai Losari Makassar.  Mungkin disesuaikan dengan temanya juga kali yah yaitu #SEJUTAAKSI #SEATOSEE makanya tempatnya diadakan di anjungan pantai Losari. Berikut adalah beberapa foto yang saya ambil sebelum dan sesudah aksi Earth Hour dimulai. 








Dibalik kerennya dan serunya acara Earth Hour semalam tiba-tiba saja hujan deras plus petir juga ikut meramaikan acara tersebut. Sesaat setelah Bapak Danny Pomanto selaku walikota Makassar membuka acara ini secara resmi, awan mendung yang dari tadi sudah tidak tahan untuk bersua dengan bumi akhirnya   tumpah juga. Walhasil sekitaran area pantai losari tumpah ruah dengan genangan air. Well, I can say that it was Earth Hour for Flood Edision. 



Genangan air di atas merupakan salah satu penampakan ekstrimnya malam minggu yang saya alami semalam. Sedikit cerita tentang kejadian semalam, jadi sebenarnya saya berencana untuk meet up di titik Earth Hour bersama teman-teman saya tadi malam. Rencana yang sudah matang untuk bercengkrama sembari menikmati acara pada akhirnya kalah telak dengan guyuran hujan yang membuat semua pengunjung pantai jadi basah kuyup di tambah lagi kilatan petir yang menyambar gelapnya pantai Losari malam itu. Last night was not a gathering because I was the one and only who was alone in the pouring rain, hikzzz sekali ternyata kehidupan saya malam itu. Rencana ngumpul hanya sebatas ngumpul di group WA. Karena posisi yang masing-masing berjauhan, pada akhirnya kami memutuskan untuk tidak bersua, what a poor night dudes. Malam itu ada yang tertahan di bawah tenda pengungsian upss maaf maksud saya di bawah tenda para pedagang di pinggir pantai Losari yang saling berdesak-desakkan bersama pengunjung lainnya, ada yang  pasrah hujan-hujanan karena sudah terlanjur basah kuyup, ada pula dengan posisi PW nya bersama sang kekasih di bawah atap KFC menikmati balasan-balasan BBM saya yang penuh keluhan dan rengekkan  gara-gara tidak bisa bergeser dari tempat semula. Yah malam itu saya jadi penghuni tetap sebuah pohon ukuran mini di pantai Losari bersama tiga lelaki yang sibuk cari view untuk mengabadikan peristiwa semalam. Special for the guy yang merasa saya PHP karena batal ketemu, I do apologize for the night brother! Saya benar-benar merasa bersalah karena tidak sempat bertemu padahal semalam adalah waktu yang tepat untuk bisa bersua setelah sekian lama tak bertemu lagi. Luckily, your girlfriend accompanied your night. Paling tidak saya tidak merasa bersalah-bersalah amat wkkwkwkw. 

Mendekati jam sembilan malam hujan nampaknya makin menikmati pertemuannya dengan bumi. Tak ada kode untuk redah dan pada akhirnya saya memutuskan untuk pulang. Perjalanan pulang saya ternyata tak sesederhana itu pula. Saya harus menjamu macetnya daerah sekitaran pantai Losari malam itu. Untung saya pluviophile (penikmat hujan) jadi saya ikut menikmati saja alur guyuran hujan sepanjang jalan. Barisan para penjual pisang epe menjadi aksesoris yang berbeda malam itu. Lampu-lampu yang berasal dari gerobak-gerobak mereka menjadi hiasan tersendiri di mata saya selama perjalanan pulang. Dan ternyata saya terhipnotis juga sama aroma arang dan bau gula merah yang menyengat dari sebuah gerobak pisang epe paling ujung tempat saya tertahan oleh macet. Then, I stopped to buy Pisang Epe without any consideration to the rain, traffic even to the flood. Dua bungkus pisang Epe bisalah menutup keseruan dan kelelahan saya menikmati kegiatan Earth Hour ini.  Then anyway, Happy Earth Hour Readers. Jangan lupa untuk tetap turut serta menjaga kelestarian bumi kita. Habis ngecharge HP atau laptop jangan lupa chargenya ikutan dicabut #IniAksiku #ManaAksimu #ChangeClimateChange :) 

Tuesday, 14 March 2017

Voice Korean Drama (Review)



Hello para readers sekalian! Welcome to my review board again. Well, berbeda dengan review pertama saya tentang sebuah film, Great Wall Movie (Review).  Kali ini saya akan share pengalaman saya selama menonton salah satu drama korea yang rilis Januari kemarin dengan judul VOICE. Kalau kalian pecinta drama Korea saya sangat merekomendasikan drama ini untuk kalian tonton. Seriously, this is so unpredictable drama. Then, for your information drama ini merupakan drama bergenre thriller dan detective. Jadi buat kalian yang ingin bapper-bapperan atau mau cari wajah oppa-oppa, I do apologize guys kayaknya yang kalian cari ada di channel sebelah hehehe. Tapi tidak salahnya buat nonton drama yang satu ini. Aktingnya Lee Ha Na sama Jang Hyuk itu bikin greget tiap episodenya. Jang Hyuk disini memaninkan karakter sebagai seorang detective dari kepolisian Korea yang bernama Moon Ji Hyuk. Lee Ha Na sendiri memainkan peran sebagai Kang Kwon Jo, seorang ketua 112 center's Golden Time Team. Yang belum tahu team 112 ini apa well, I will tell you now, Kalian pernah dengar layanan tanggap 24 jam? yah tugas team ini tidak jauh beda lah dengan layanan cepat tanggap. Drama ini menceritakan tentang Kang Kwon Jo sebagai ketua Call Center Korea yang ingin membentuk Golden Time Team dengan mengajak beberapa orang di dalam kepolisian yang dia percaya mampu membantunya untuk menyelesaikan beberapa kasus yang ia terima di Call Center. Kang Kwon Jo merupakan alumni Voice Profiler di Amerika Serikat. Dia banyak belajar mengenai jenis-jenis suara selama di Amerika. Sebenarnya point penting dari drama ini adalah peran penting Kang Kwon Jo dalam mengenali setiap detail-detail suara yang ia dengarkan. Sejak kecil dia memang memiliki kelebihan mengenali suara-suara bahkan suara halus dan kecil sedikitpun makanya dia merasa tepat untuk bekerja di Call Center. Jadi sudah tahukan maksud dari judul VOICE itu sendiri kemana? 

Kisah ini bermula ketika istri dari Jang Hyuk ditemukan tewas mengenaskan dengan luka yang sangat menyeramkan. Di saat yang bersamaan ayah dari Kang Kwon Jo yang juga berprofesi sebagai seorang polisi menemukan pembunuh tersebut kemudian mengejarnya. Saat melakukan pengejaran, para polisi dan Call Center terus bekerja sama. Hingga peristiwa naas terjadi pada ayah Ketua Kang. Dia tewas dibunuh oleh sang pembunuh misterius. Hal yang paling menyakitkan bagi Kang Kwon Jo adalah saat mendengar sendiri bagaimana ayahnya tewas dibantai oleh pembunuh tersebut. Keahlian mendengarnya tersebut menjadi sebuah luka tersendiri saat mendengar semua detail-detail suara peristiwa pembunuhan ayahnya. Hingga pada suatu hari seorang yang mengaku sebagai pembunuh tersebut tertangkap. Saat persidangan berlangsung  Kang Kwon Jo yang bertindak sebagai saksi menolak semua bukti pembunuhan yang dikeluarkan oleh polisi. Ia menyanggah bahwa bukti rekaman yang diputar saat persidangan tidak valid. Dia juga tidak mempercayai tersangka pembunuhan tersebut sebagai pelaku utamanya. Kang Kwong Jo yang memiliki kelebihan dalam mendengar sangat mengenal suara dari pembunuh tersebut namun bukti yang ia keluarkan ditolak dipersidangan termasuk oleh detective Moon ji Hyuk. Singkat cerita, pelaku di dalam persidanganpun divonis sebagai terdakwa.

Setelah dua tahun berlalu, pelaku sebenarnya masih belum ditemukan meskipun secara hukum pembunuhnya telah tertangkap namun tidak untuk Ketua Kang. Pada akhirnya Ketua Kang memutuskan untuk membentuk Golden Team dengan mengajak beberapa orang untuk bekerja sama. Detective Moon yang pada awalnya telah menolak mentah-mentah untuk ikut bergabung akhirnya percaya pada kemampuan pendengaran Ketua Kang setelah sebuah kasus penculikan yang ia tangani bersama ketua Kang yang pada saat itu menceritakan kelebihan yang ia miliki. Setelah Detective Moon bergabung, Shim Dae Shik yang juga anggota dari Detective Moon ikut bergabung. Setelah mereka bergabung Ketua Kang kembali mencari dua orang yang ia andalkan untuk bergabung. Yeah, dia membutuhkan seorang hacker. Well, I was so excited to see this hacker did as an IT expert in this drama wkkwkwk. Yeah lelaki itu adalah Yesung, salah satu member Super Junior yang imutnya kebangetan.  Ok sebelum saya offside membahas ketampanannya saya lanjut ke seorang ahli bahasa yang juga menjadi partner setia Yesung di drama ini saat melakukan penyelidikan sebuah kasus. Singkat cerita mereka bersama-sama menemukan kasus-kasus yang bikin jantung saya nyaris copot tiap episodenya. Rentetan kasus-kasus yang mereka terima di Call Center membawa mereka ke sebuah kasus misterius beberapa tahun sebelumnya.  Sebua kasus pembunuhan sadis oleh seorang pembunuh misterius. 

VOICE sendiri tayang mulai tanggal 14 Januari dan berakhir 12 Maret kemarin. Nonton 16 episode drama ini memacu adrenalin dan otak saya juga sebenarnya. But, it was really amazing plot. Pas nonton episode terakhir kemarin kayak ada perasaan lega tersendiri juga buat saya. Lega karena endingnya berakhir dengan sangat epic. Biasanya tiap minggu saya sibuk penasaran menunggu episode selanjutnya sayangnya it has ended. Anyway I need this kind of drama in spite of Romance or colossal. Dan buat Yesung, you were so cool man. Saya sangat tidak menyangka kalau kamu bisa acting seperti itu. I wait your another charater anyway hehehe. Dan untuk kalian yang ingin download drama ini silahkan kunjungi salah satu web langganan saya yang satu ini VOICE.

Happy watching and be careful to your heartbeat for every curious scenes.  


Monday, 6 March 2017

Coming Soon, CEEFIXHOUSE!




The sixth of March of 2017, 01.32 AM (WITA)

Malam ini hingga menuju pagi saya kembali menyaksikan salah satu film favorit saya. Salah satu film Indonesia yang keren banget menurut saya. Kalau mau diungkapkan pake kata-kata mungkin saya bisa minjem Idiom kece dari kota Makassar. Istilahnya ana'-ana' ka disini nabilangi "Andalancuuuu, andalan gueee ji". Yahh intinya saya baru saja nonton fillmnya 5cm. Salah satu film yang diadaptasi dari sebuah novel karangan Donny Dirgantoro yang epic binti keren. Sebelum kenal filmya sebenarnya saya sudah menamatkan buku dengan judul film yang sama ini beberapa kali. Pertama kali ketemu sama novel ini gara-gara suka sama sampul uniknya terus jatuh cinta sama kata-kata yang tertera tepat di wajah buku ini. Ketika buku saya telah melanglang buana dipinjam oleh teman-teman kos saya bahkan sudah door to door ke rumah teman-teman saya lainnya hingga ke junior-junior saya yang sampai hari ini belum mengembalikan novel-novel saya (Balikin oh oh Balikin), tiba-tiba muncul berita kalau novelnya bakal dijadikan movie. Wowww, I was so girang gak kebayang at the time!!! Akhirnya tepat tanggal 12 Desember 2012, 5cm. the movie telah liris di bioskop-bioskop seluruh tanah air. Ehm, berhubung saat itu Hp saya masih Hp legend (Nokia tipe 1208) jadi waktu itu saya nggak sempat foto ala -ala kekinian kayak jaman sekarang buat fotoin tiket nonton saya hari itu. Walaupun tanpa jepret kiri kanan yang penting saya dan teman-teman saya sukses dibikin merinding, terharu, dan jiwa nasionalis tiba-tiba kambuh pas nonton 5cm. hari itu.

Buat yang tanya kenapa saya tiba-tiba bahas film ini (Kalau ada yang tanya, kalau nggak ada, ya gak apa-apa), yah karena kebetulan saya menemukan film ini di laptop ponakan saya, berhubung laptop saya sudah dimuseumkan alias sudah rusak total akhirnya saya bajak dulu laptop ponakan saya ini (Thanks a lot nak 😂). Singkat cerita, malam ini tiba-tiba saya bapper sama teman-teman saya. Honestly, I am longing to you all guys. Entah ada angin apa tiba-tiba saya rindu berat dengan kalian dan pada akhirnya saya lampiaskan lewat nonton 5cm. Nonton 5cm. bikin saya alay malam ini yet surely I really miss my old days with all of you in the campus. Liat Genta, Zafran, Arial, Ian dan Riani memaksa saya untuk mengingat masa-masa kuliah kemarin. Iya kemarin walaupun kita sudah jadi alumni sekitar tiga tahun tapi rasanya baru kemarin kita ketemu. Rasanya baru kemarin kita kenalan di kelas yang terkenal sama hebohnya dan jenis spesies langkahnya yang minta ampun. Saya tidak usah sebutkan satu-satu karakter kalian di sini yah, bukannya nostalgia tentang kalian, nantinya saya buka aib kalian satu satu wkwkwkw. Ahhhh ngomong-ngomong sekarang sudah pukul dua pagi dan lagi hujan, Apa kabar kalian anak kos Manuruki? Saya kangen sama cerita banjir, atap bocor, becek yang sudah jadi topik langganan kalian. Saya masih ingat komplotan anak Manuruki sang pecinta hujan yang kalau ke kampus bawa payung beserta sepatu plastik andalan di saat musim hujan. Kapan lagi ya bisa jadi gadis payung kebasahan. Oh iya apa kabar pula kalian warga Samata Gowa dan sekitarnya? Masih rajin jogging tidak hari ini? Lapangan Syech Yusuf sama Fort Rotterdam minta dijenguk lagi sama genk kalian. Kapan pesta barobbo, bubur manado, gapurung dan kawan-kawannya lagi? Dan untuk semuanya kapan kita bisa ngumpul lagi? Sebosan-bosannya saya lihat kalian grebek kostan saya ternyata saya rindu berat juga sama momen-momen itu. Masuk di semester tiga dan seterusnya, jam segini biasanya kita lagi asyik-asyiknya begadang sama tugas. Kalau bukan karena deadline ya karena drama Korea. Tahun 2011 sampai 2013 drama korea lagi bagus-bagusnya yah waktu itu. Jadi kangen bapper-bapperan liat oppa-oppa. Tahun-tahun itu kayaknya grup FB kelas masih ramai-ramainya. Nah sekarang? berbagai varian rasa sosmed baru menutupinya. Kalau liat kronologi grup FB kadang saya suka ketawa-ketawa sendiri dan tidak terasa ada yang tiba-tiba basah di pipi saya. Ahhh mungkin saya saja kali ya yang terlalu bapper. Dulu sms itu sudah jadi sosial media paling ampuh buat memberi kabar hingga bergossip ria. Bagaimana tidak, saat itu T*lkomsel masih lagi baik-baiknya bagi-bagi sms gratis. Alhamdulillah saya yang masih setia sama Nokia jadul kecipratan untungnya karena belum sempat merasakan yang namanya kuota. Hari ini sebenarnya jauh lebih mudah untuk berkomunikasi dengan kalian. Jenis sosmed sudah lahir hampir tiap musim dan hampir semuanya juga sudah didownload sama kalian tapi kok kita jarang saling menyapa yah. Ehmm mungkin saya saja kali ya yang alay. 

Sudah tiga tahun 2014 membenamkan diri untuk digantikan oleh 2017. Beberapa bulan setelah wisuda kita masih sok sibuk ketemu di kampus mengurus ijazah dan konco-konconya dan sekarang tiga tahun telah berlalu. Mitos tentang pertemuan yang akan berakhir dengan perpisahan betul-betul ada ternyata. Ada yang sudah balik ke kampungnya untuk mengabdi sebagai guru, ada yang merantau di kampung tentangga hingga menyebrang pulau untuk mengaduh nasib, ada yang masih setia di Makassar selama 7 tahun untuk melanjutkan kuliah dan ada pula yang setia di kampus untuk menyelesaikan sang tugas akhir, skripsi. Saya tahu setiap dari kita adalah manusia dengan beribu angan dan tujuan. Terlalu egois rasanya untuk menahan kalian untuk terus bersama seperti sedia kala padahal sudah saatnya kita harus berpencar untuk meniti mimpi dan karir kita yang berbeda. Saya tahu banyak di antara kita yang belum puas dengan kehidupan hari ini. Saya juga tahu betul kalian masih banyak yang mengeluh dengan dunia yang sedang kalian tekuni. Gaji kurang, lingkungan tidak sesuai, bosan mengajar, bosan kerja hingga malas belajar. Nonton 5cm. malam ini tiba-tiba menampar ulang saya waktu baca novelnya pertama kali. Saya ingat scenenya Genta yang katanya batal untuk kuliah di Manchester walaupun sebenarnya itu mimpi dia untuk bisa tinggal beberapa tahun di negara impiannya itu. Seperti ini kira-kira kutipannya "Saya nggak jadi ah kuliah di Manchester. Tapi beneran enakan di Indonesia. Dari lahir gue disini, gue pake tanahnya, airnya masa gua gak ada terima kasihnya". Kalau dilihat dari segi isinya memang kata-katanya Genta cocok buat orang-orang yang ingin hidup nyaman dengan cara meninggalkan negeri ini dan mencari kehidupan baru di luar sana tapi kalau dilihat-lihat lagi, kata-katanya Genta nyentil secara universal sih. Saat kalian bosan, jenuh, kecewa atau bahkan malas untuk melanjutkan kehidupan yang saat ini kalian jalani cobalah untuk kembali mengingat mata pelajaran Etika dan Profesi Keguruan waktu di kelas dulu. Ingatlah bahwa kita adalah calon-calon guru sang pendidik generasi bangsa. Lakukanlah sesuatu untuk negeri ini sebagai balas jasa kita yang telah memakai  tanah pertiwi ini untuk hidup hingga untuk mati. Mengajar, hal yang sederhana memang namun memberi dampak yang mendalam jika kita ikhlas mengamalkannya. Mengajar di sini bukan hanya untuk di kelas tapi juga untuk di kantor, di rumah, atau dimanapun kita berada karena kita semua adalah guru. Ingat gelar S.pd yang bertengger di belakang nama kalian semua. Walaupun hari ini kalian berada di jalur yang melenceng dari latar belakang kalian, tapi jangan lupa bila roh S.Pd itu akan tetap bersemayam sampai kapanpun.

Ini masih tentang kita, tentang sebuah persahabatan yang telah memberikan cerita tersendiri sampai kapanpun untuk saya. Banyak duka yang terlanjur tertoreh di hari-hari itu tapi lebih banyak suka yang menutupi kisah itu. Kembali tentang 5cm. sebuah novel sekaligus film yang mengajarkan tentang arti mengejar mimpi. Untuk kalian, tetaplah seperti itu, seperti yang ku kenal dulu. Walaupun hari ini sudah berbeda tapi bukan berarti kalian berubah. Tetaplah bertahan pada apa yang kalian jalani hingga suatu hari kita akan berkumpul kembali saling menceritakan kisah tersendiri kita satu sama lain di suatu tempat yang selalu kita idam-idamkan, CeefixHouse.

Wednesday, 1 March 2017

Instagram Today!



Nowadays, the development of technology is growing extremely. A wide range of smartphones, computers, till television has competed to be the best for the consumers. Many application in our handphone till in our laptop appear to help us in joining the trend like today. One of the social media that very familiar in our daily activity especially for the teenagers is Instagram. Almost everyday many news or phenomenons are posted on Instagram. It can be denied that we are Instagram addicted since we always be curious with the trends in the world. In spite of the importance of existence in delivering an entertainment actually Instagram can be a media which helps us to learn many things included learning the language. In this post I will present about the benefit of Instagram in language learning. Some references that have helped me to write this post come from this Site and this Site.

Instagram comes from an understanding of the overall functionality of this application. The word "insta" comes from the word "instant", like a Polaroid camera in his time better known as "instant photograph". Instagram can also display photos instantly, like a polaroid in zoom. As for the word "gram" is derived from the words "telegram" that works to transmit information to others quickly. Therefore Instagram is a form of the words instant and telegram. Instagram is a photo sharing application that allows users to take photos, apply a digital filter, and distributed them to various social networking services, including Instagram's own belonging. Kevin Systrom and Mike Krieger are the CEO and the founders of Instagram.

For getting started in Instagram, the first thing that the users should have is an email address. Then, download Instgram from apple store or play store. You can start it by signing up with Instagram with an email address, username and password. From there you can configure Instagram to autopost to Facebook, Twitter, Flickr, Tumblr, Foursquare, and Posterous, or just choose to share images from within the app or via e-mail. You can also turn any of these options on or off if you do not want to share your shots with everyone. When you have connected to Instagram you will be able to snap a picture from your phone directly or take it from your gallery or album. You can arrange the scale of your photo in Instagram. If you need to beautify your picture you can choose 40 filters which are available automatically. In addition to filter, Instagram also provides edit button next to the filter switch. In edit part, there are some options to manage your picture like adjust, brightness, contrast, structure, warmth, saturation, color, fade, highlight, shadow, vignette, tit shift and sharpen. These options help the users to present the quality of their post in Instagram. As an addition, Instagram also allows the users to upload a video about 60 seconds directly from Instagram or pick it from gallery.  Today Instagram has updated their features by creating snapgram on the top display of Instagram and direct message in the top corner of Instagram as an arrow form. Snapgram facilitates the users to post a picture and a video but in limited time. Snapgram allows us to upload picture and video which only appear about 15 seconds for 24 hours then automatically move to the next pictures and videos. Some features in snapgram like boomerang can animate your video, word can guide the users to write a text, color to colorize the font, and pens to choose the types of your pen, nowadays Instagram also have provided some stickers, location marker, weather marker till clock. These features can assist the users to create an interesting and a colorful snapgram.  After 24 hours our snapgram will be back to the normal view again. The users can save what they have uploaded in snapgram before disappearing by click the save button on the bottom of the snapgram. Then, direct message in Instagram has a function to chat with our friends in Instagram. In direct message the users not only can chat but also share picture each other.

Today, many people from children till adults have an Instagram account in their smart phone. The popularity of Instagram has pushed many groups to have it. Nowadays, some communities, companies or institutions use Instagram to promote their activity by uploading pictures and videos. Moreover, many kinds of related field that we want to look for will be found in Instagram such us, travelling, hobby, food, society, health and education. We just need to type the category that we need in explore button in the bottom of this application. In education term especially in language learning, Instagram hold an important part to the students and to the teachers. Today, there are many Instagram accounts which can help us to develop our English skills. Some accounts that can help you to learn English for instance, @guruku_mr.danish, @engliven, @hitsenglish @englishtoday.jkt, and so on. However, if you feel that you are in medium level you can follow some accounts like @kittendust @eevnvxx @prince_ea, or some international artists or actors. These accounts always share videos and pictures which can aid you to improve your skill more.

Overall there are some advantages and weakness in using Instagram. Some of the benefits of utilizing Instagram like Instagram can beautify our picture because it contains some filters, we can share our picture and video while promote it, we can also log in via PC, we can chat with our friends in direct message then, the most useful thing in Instagram is Instagram requires the users to be at least 13 years old and they should not post partially nude or sexually suggestive photos but do not prohibit the portrayal of violence, swear words, or drugs. Instagram provides a report option for each that we have posted so Instagram will receive a notification if our posts have a negative effect to the viewers and Instagram. Vice versa, Instagram also has some weaknesses for example the video that we can share limited for 60 seconds only. Then, when we log in our account via PC we can only see some posts because posting a video or a picture is unavailable. The last, pictures and videos that we shared in Instagram sometime appear in unclear view since, we uploaded it by using smartphone capacity.