Friday, 29 December 2017

Ruang Guru For Education


Semakin berkembang pesatnya teknologi, membuat para pegiat pendidikan juga terus melakukan inovasi-inovasi demi memajukan pendidikan di indonesia. Salah satu platform aplikasi pendidikan yang telah dipakai oleh jutaan anak Indonesia saat ini adalah Ruangguru. Selain bertujuan untuk membantu para siswa dalam belajar, Ruangguru juga telah berperan besar dalam menciptakan lapangan pekerjaan dan tambahan penghasilan bagi guru di Indonesia. Berbeda dengan dua aplikasi berbasis pendidikan yang lebih dikenal sebelumnya yaitu Quipper dan Zenius, Ruangguru memiliki fitur-fitur yang lebih unggul, baik itu dari segi content maupun tampilan.

Dari segi content Ruangguru menyediakan beragam fitur yang memudahkan para siswa dalam belajar. Di dalam aplikasinya, terdapat enam menu yang bisa kalian pilih yaitu ruangbelajar, digitalbootcamp, ruangles, ruanglesonline, ruanguji dan ruangkelas. Berbeda dengan Quipper dan Zenius yang fokus pada video belajar, di Ruangguru para siswa bisa memilih banyak pilihan fitur pembelajaran. Materinya juga disusun sesuai kurikulum yang berlaku saat ini, baik itu KTSP, K13 maupun revisi K13.

Sekarang kita bahas satu per satu fiturnya ya. Pertama, ada ruangbelajar yaitu video animasi yang membahas pelajaran dari SD-SMA. Di dalamnya terdapat latihan soal, rangkuman pelajaran dengan desain yang menarik. Selain itu, terdapat digitalbootcamp yaitu group chat bimbel online untuk kelas 6 SD sampai 12 SMA yang berisikan maksimal dua puluh orang siswa. Di sini terdapat mentor yang standby memandu siswa, juga memberikan materi belajar lengkap seperti modul, soal, tryout, webinar yang sesuai dengan kurikulum. Fitur selanjutnya, ruangles berupa fitur untuk mencari guru privat sesuai dengan kebutuhan siswa. Sedangkan, fitur ruanglesonline merupakan cara cepat bagi siswa yang ingin berkonsultasi mengenai soal pelajaran.

Kemudian, ada juga yang disebut dengan ruanguji yaitu fitur yang melatih siswa dengan menjawab soal-soal tryout. Terakhir, fitur ruangkelas berupa layanan learning management system yang dapat digunakan secara gratis untuk guru dan siswa. Guru dapat mengakses ruangkelas yang tidak hanya bisa digunakan sebagai tools untuk memberikan tugas pada siswa secara online. Akan tetapi, juga bisa membantu guru memantau dan mengevaluasi tugas mereka.  

Dilihat dari segi tampilan, Ruangguru menyajikan tampilan yang lebih menarik dan lebih mudah digunakan. Video pembelajaran yang tersedia di Ruangguru menampilkan animasi yang lebih menarik serta para guru yang lebih interaktif dibandingkan dengan Quipper dan Zenius. Adapun fitur ataupun menu di dalam aplikasi Ruangguru terlihat lebih tertata dan terstruktur dari segi pilihan menunya hingga pada penjelasan tiap fiturnya sehingga memudahkan para siswa untuk menggunakannya. Warna yang digunakan pada aplikasi Ruangguru juga lebih terlihat menarik dibandingkan dengan Zenius yang terlihat monoton dengan dua warna yang mendominasi yaitu hitam dan kuning.   

Beberapa keunggulan yang dimiliki oleh Ruangguru di atas merupakan bukti komitmennya untuk terus melakukan inovasi-inovasi pendidikan Indonesia dengan memanfaatkan teknologi saat ini.              

Tuesday, 21 November 2017

WELCOME 25 YEARS OLD!


The twenty first of November of 2017. 09.30 (PM)

Hello and welcome to my really fresh content here. Yeah, saya hiatus sekitar beberapa bulan dari blog ini dikarenakan karena beberapa kesibukan saya di kampus yang tak lain dan tak bukan karena urusan thesis yang tak berujung tapi Alhamdulillah akhirnya punya ujung juga. Tepat tanggal 21 November 2017, tadi pagi menjelang siang saya berhasil mengakhiri keresahan saya yang tak berujung selama berbulan-bulan itu. Yeah, I did it, I caught my second title. I was officially Rostina, S.Pd, M.Pd  tepat di usia saya yang ke dua puluh lima tahun (Nda' usah tanya IPK).

Well, beberapa bulan vakum di blog membuat saya trauma dengan kejadian blog lama saya. Saya tidak mau kejadian yang sama terulang kembali. I have promised to my self to keep blogging. Kalau kalian membaca tulisan pertama saya mungkin kalian tahu maksud dari kata trauma di sini. Kalau belum baca ya sudah silahkan cek postingan perdana saya di sini Regard me.  

Usia dua puluh lima tahun adalah usia di mana saya harusnya sudah mendapatkan apa yang saya cita-citakan. Pekerjaan, travelling keliling dunia, menyelesaikan kuliah di luar negeri, dan juga menikah (Saya gak yakin masukin yang ini kkwkwk). Sayangnya tak satupun yang kesampaian. Pekerjaan? yah dulu saya sempat berfikir untuk kuliah sambil kerja tapi ujung-ujungnya gagal juga. Ada tawaran tapi disia-siakan, sometime I want to regret it but sometime I also want to be grateful to reject it. Saya kebanyakan dilema sama plin-plan memang waktu itu but yeah show must go on. Apapun yang sudah saya putuskan tak harus saya sesali. Saya hanya perlu belajar untuk lebih bijak lagi dalam mengambil tindakan ke depannya. Saya memang ditakdirkan untuk menjadi jobless dulu di usia yang kedua puluh lima. Travelling keliling dunia juga selalu menjadi perbincangan hangat di otak saya. Entah kenapa saya selalu tertarik dengan yang namanya jalan-jalan. Bukan tentang tempatnya tapi tentang orang-orang baru dan pengalaman baru yang selalu membuat saya bersemangat untuk keliling dunia. Sayangnya, itu masih menjadi rencana dan wacana hingga hari ini. Kuliah di luar negeri untuk mendapatkan gelar master memang sudah saya persiapkan dengan matang jauh-jauh hari sebelum saya diterima di kampus yang baru saja memberikan saya gelar M.Pd sayangnya saya tak berhasil melawan takdir. Saya memang ditakdirkan untuk meraih gelar master dalam negeri bukan luar negeri seperti yang saya cita-citakan. Menikah, well, I think this is a crucial part to be discussed for a twenty five year old girl. Usia di mana kebanyakan orang-orang terjerat dalam zona bapper. I admit it, kadang saya terkena bapper tapi pada kenyataannya saya hanya terkena percikan-percikan euforia dari rekan-rekan yang baru saja menikah. I cannot deny if I want to be a wife soon. Menjalankan sunnah nabi yang satu ini adalah cita-cita tersakral bagi setiap kaum hawa di dunia ini. Nah terus kenapa gak nikah-nikah? kalau ada yang bilang jangan jadikan kata tidak siap sebagai alasan, saya sebenarnya mau tanya balik memangnya yakin kalau tiba-tiba ada orang yang tidak kamu kenal sebelumnya datang ke rumah kamu terus melamar, memangnya langsung say yes aja begitu? honestly I will say no. Kalau sudah kenal terus kenapa gak siap? Memangnya kalau kenal yakin langsung say yes? Tak tahu gunanya ta'aruf kah? You have to know closer and deeper each other not only as 'saya kenal dia'. Tidak ada yang serba instan di dunia ini apalagi urusan nikah yang jelas-jelas sebuah level tertinggi dalam menjalin sebuah hubungan. Kalau ditanya alasannya kenapa menolak ya karena memang saya belum siap. Siap di sini bukan alasan klise yang dijadikan senjata penolakan. Saya belum pantas juga bukan alasan andalan untuk menolak sebuah pernikahan. Kata tidak siap dan konco-konconya itu sebenarnya hanyalah sampul dari beberapa alasan yang tidak mungkin diutarakan secara langsung (Ini hasil pengamatan saya sih). Terus kapan siap dan pantasnya? makanya ta'aruf. Kalau cocok berarti sudah siap dan pantas then road to pelaminanHowever, tidak selamanya melakukan ta'aruf akan berakhir pada pernikahan. Kenapa? karena adanya hal lain yang membuat pasangan tersebut tidak siap.  Ya tinggal lihat sitkon sajalah nanti, semoga kita diberikan kelancaran oleh Allah SWT dalam menunaikan sunah Rasul. Intinya kalian belum menikah bukan karena sial, bergelar S2, S3, Prof, tua, jelek, miskin, penyakitan ataupun faktor lainnya. Kalian belum menikah yah karena kalian belum ketemu jodoh saja, just it. 

Anyway, pembahasan di atas memang terlalu berat but willy nilly all of us will face it. Berbicara tentang  usia dua puluh lima tahun juga membuat saya terus menerka-nerka masa depan. Akan jadi apa saya di tahun sekian, di mana saya menghabiskan hidup saya dan yang paling membuat saya penasaran adalah apakah diri saya di masa depan adalah diri yang saya selalu dambakan sejak dulu. Akankah saya bahagia? 

Tepat di usia yang seperempat abad ini, akhirnya saya mengakhiri sesuatu yang saya sudah niatkan sejak memulainya jauh-jauh hari untuk cepat berakhir. Pada tahu 2014 saya menyandang gelar S.Pd saya dan ketika Tuhan memberikan saya rezki untuk kuliah lagi pada tahun 2015, saya pun sudah berniat untuk mengakhirinya di tahun 2017. Alhamdulillah I did it. Pertanyaannya, setelah ini apa lagi? tujuh tahun di tanah rantau bukanlah waktu yang singkat. Memulai hal baru di tempat lain membuat saya belajar tentang yang namanya beradaptasi dan bertahan. Sebenarnya saya punya mimpi untuk melanjutkan jalan hidup saya di tanah perantauan namun saya menyadari bahwasannya saya harus kembali ke tanah kelahiran saya. Keluarga, orang tua dan kampung halaman saya membutuhkan saya. Saya bukannya kepedean yah tapi seharusnya itulah yang memang saya lakukan. Sebut saja rasa terima kasih saya yang telah diberikan kesempatan mencicipi bangku kuliah hingga ke jenjang master. Banyak anak-anak yang sangat ingin bersekolah setinggi mungkin tapi tak memiliki kesempatan seperti saya. Special thanks lah buat Ibu yang sekarang merangkap sebagai ayah sekaligus. Terima kasih telah berjuang hingga sejauh ini. I know you are not okay to leave me again for two years. Stay healthy as always Mom.

Pekerjaan, travelling around the world, kuliah di luar negeri, hingga menikah adalah deretan mimpi-mimpi saya yang tak kesampaian. Saya percaya selama kita meyakini mimpi-mimpi kita itu maka secara perlahan tapi pasti mereka akan menjemput kita dengan sendirinya. Saya tidak pernah tahu di mana rezeki saya tapi rezeki tahu di mana keberdaan saya. Niat yang baik akan menyegerakan kebaikan, saya mempercayai itu. It is happened to me right now! Sejak dulu saya hanya selalu berandai memiliki  sebuah passport dan kemudian saya meniatkan untuk memakainya keliling dunia.  Setelah beberapa lama passport saya ini benar-benar nganggur di lemari saya. Saya berjodoh oleh kegagalan keliling dunia berkali-kali tapi saya selalu percaya akan ada hari di mana Tuhan menunjukkan kekuatan keyakinan diri kita. Niat yang baik akan menyegerakan kebaikan itu benar-benar terwujud. It was like I got unpredictable surprise from God. Last month my cousin suddenly told me to prepare my self to visit Baitullah in December. Yah, semacam kejutan dadakan yang tiba-tiba but so meaningful. 

November tak lama lagi akan berakhir, ekor 2017 juga sudah tampak jelas. Saya masih mempercayai tentang kekuatan niat itu. I will lie at the plot of my life. Let my self works then Allah decides where my life should flow. Berjuang meraih mimpi bukan saja tentang berusaha dan berdoa tapi juga bersabar. 

Monday, 31 July 2017

Suicide! Is it a new trend today?



The Thirtieth of July of 2017. 10.38 (PM). 


Selamat malam para readers sekalian dan selamat bertemu kembali dengan tulisan terbaru saya malam ini.  Well, sisa 24 jam lebih lagi kita sudah akan berpindah ke tempat baru di tahun 2017 ini. Saya sendiri juga baru sadar kalau ternyata saya sudah menghabiskan hidup saya selama hampir tujuh bulan di tahun 2017 ini padahal rasanya baru kemarin saya memulai ngeblog lagi. I feel it too fast for welcoming August this year! Kalau mereview kejadian-kejadian apa saja yang booming beberapa bulan terakhir ini tulisan saya masih butuh tambahan chapter gara-gara terlalu banyak hal-hal yang aneh, unik, horor, misterius, hingga hal yang menegangkan menghiasi tahun 2017 ini. Timeline sosmed saya juga tiba-tiba penuh dengan beraneka ragam berita yang membuat saya speechless. Di penghujung bulan Juli ini saja saya sudah shock dengan berbagai macam kasus bunuh diri. Saya sendiri kadang deg-degan buka timeline sosmed saya. Hampir tiap hari ada saja kasus bunuh diri terbaru dengan berbagai macam sebab. Anyway is it a trend today?

Beberapa hari ini sejak berbagai kasus bunuh diri jadi heboh di dunia maya, saya sempat berpikir kalau bunuh diri itu memang sedang naik daun sekarang. Yah sebut saja trend bulan Juli 2017.  Dipikiran saya kadang juga terlintas tentang kasus-kasus narkoba yang sempat heboh yang menurut para pemujanya "Gak make narkoba berarti gak gaul". Gara-gara motto yang mereka eluh-eluhkan ini saya tiba-tiba jadi takut sendiri, jangan sampai motto tandingan juga muncul, "Gak bunuh diri berarti bukan anak gaul". It is so tragic dude! 

Dari beberapa kasus bunuh diri yang sempat gempar, kasus bunuh diri karena persoalan asmara adalah kasus yang paling menyentil menurut saya. Dari berita yang saya baca menerangkan seorang anak laki-laki yang masih duduk di bangku SMA memutuskan bunuh diri lantaran cemburu pada pacarnya yang ia curigai selingkuh. Wow! Parah sekali kisah asmara anak muda hari ini! Sesulit inikah memadu jalinan asmara pada balutan putih abu-abu hari ini? Dan otak saya tiba-tiba mengajak saya berkelana pada masa itu. Saat itu, saya sering melihat perilaku anarkis antara dua sejoli  gara-gara persoalan perasaan sakral ini. Sejak dulu si "cinta" ini memang sering berbuat ulah dikalangan kaula muda. Tapi kadang si "cinta" ini juga berperilaku jinak meskipun ujung-ujungnya berakhir dengan kata putus. Mereka bangga menyebutnya "Kami putus secara baik-baik" (?). Well, we back to the suicide case again. Faktor ekonomi,  masalah keluarga, ataupun bully adalah beberapa penyebab kasus bunuh diri ini terjadi.  Beberapa bulan yang lalu saya masih ingat dengan sangat jelas seorang pria yang ditinggal pergi oleh istrinya bunuh diri dengan cara yang cukup kekinian menurut saya. Bapak ini memadukan teknologi dalam proses mengakhiri hidupnya however, it was not cool anymore sir.  Pria yang terlihat sudah berusia baya tersebut memutuskan untuk gantung diri secara live dengan memakai akun facebooknya.  Tentu saja kasus ini heboh, jutaan pasang mata menyaksikan prosesi pria itu bertemu malaikat maut lewat sosial media.  Saya tidak menganggap kasus pria ini masih lebih baik dari pada anak SMA yang saya ceritakan sebelumnya hanya karena beliau sudah berkeluarga dan memang beban hidupnya lebih berat dari pada sekedar kisah roman picisan anak SMA, karena yang namanya bunuh diri tetap saja merupakan hal buruk. 

Belum lama ini saya juga melihat beberapa orang anak perempuan yang masih berusia belia melakukan aksi percobaan bunuh diri. Ada yang nangis-nangis sambil guling-guling,  minum sampo, sampai menyayat tangannya sendiri hanya karna persoalan asmara. What happened with our juveniles today? Saya setengah miris dan setengah kagum juga sih sama kelakuan mereka. Mirisnya yah karena mereka masih muda. Yeah, they are still young, many dreams are waiting for them in the future. Banyak hal yang seharusnya bisa mereka lakukan dari pada hal konyol seperti bunuh diri. Saya pernah berpikir, kalau bunuh jadi trend di Indonesia itu sebenarnya bagus juga untuk membantu pemerintah mengurangi jumlah penduduk dan angka kemiskinan. I think that I am going too far by thinking those stupid ideas. Sebagai seorang pendidik saya sebenarnya sangat miris melihat kasus-kasus bunuh diri dan percobaan bunuh diri yang bisa saja makin menjamur dikalangan remaja hari ini. Beberapa kasus tersebut sebenarnya bisa jadi tamparan untuk saya dan guru-guru lainnya. Apa benar kita tidak mampu melahirkan generasi penerus bangsa yang membanggakan? Do the teachers fail in teaching their students? 

Fakta juga yang cukup mengejutkan bagi saya adalah para pelaku bunuh diri ini berasal dari keluarga yang mampu dalam masalah ekonomi dan juga sangat mapan dalam bidang pendidikan. Saya semakin sadar jika ekonomi dan pendidikan yang bagus ternyata tak menjamin seorang anak untuk tidak melakukan tindakan-tindakan yang sangat tragis. So, do the parents fail in guiding their children?

Ok, I admit if  environment is the strongest factor in building the students character. I also cannot blame if the teachers and the parents have failed in educating the children today because many teachers and parents outside have been successful in creating a quality character to their children. Something miss in our situation today is about our attention to more care with the children . I believe if Our attitude to our children will reflect how the students will be growing up since sometime, our children do not  need our material they just need our attention in their daily life. Observe them!

Yukk Jadi orang tua dan guru yang lebih peka lagi terhadap anak-anak kita!  


Sunday, 23 July 2017

Pray for the Humanity in Palestine!



The twenty third of July of 2017. 08.00 (AM).


Different with my previous posts, this time I intentionally write this article in early morning. If you would like to check all my posts in this blog, you will find all of my articles were written in the night. Actually, everything in my thought will be transferred to this blog. Yeah cause I love to write everything in my brain at the same time. I cannot handle my brain if I just think it for a long day. I have to transfer my thought here. What happened last night was really torturing my head off. In these several days I have received many news about my brothers and sisters in Palestine. Blood, Gun, and Fire are the part of their life in Palestine. I really do not know when this conflict will be ended or this is an immortal war in the world. I have watched some videos about what was really happened in Al-Aqsa. It was really a horrible movie if those scenes were really a movie but yeah those scenes were a  real! Let me show you how terrible the situation there, just jump to these following links Palestine and Muslim in Palestine

People who always stay in the internet or in the news platform surely know about this never ending conflict between Palestine and Israel. It has been going for a long time. I do not have to tell what are the causes of this situation and this condition. You just need to check and look for the information by yourself but I have to say that I stand for my brothers and sisters in Palestine against Israel.  A couple videos above have reflected why I should hate the Zionist. Anyway, I am still confused why some countries just say 'I the President of bla bla bla, I the Head of bla bla bla or, I as the representative of bla bla bla criticize and condemn Israel's actions against Palestine". The Palestinians do not need it at all. They need our action. Sometime, I also think what this the purpose of United Nation in this universe. Do not they have to keep the peace and security in this world? The world seems to have been deaf and blind today. Do not they know that many children are getting serious injuries in Palestine! Many mothers have lost their children! Many people have lost their family! 

Nowadays, media, government till world are more quite belongs to the conflict in Palestine. When the world is mournful to the boom in Paris, UK or USA, the media is like a flash spread the news till a week moreover share the news for several weeks. They try to make it viral. Then now what about Palestine? Some international media just focus on another news then be silent to most horror situation nowadays. Accidentally I also find a video with a shocking tittle. Israel assumes if they are the victims. 




Mr. Erdogan as the President of Turkey stated that "You do not need to be a muslim to support Palestine, you just need to be a human!". If all of the nations have stayed for human rights in the world why do not we stay for supporting human right in Palestine? It is not about religion, nation, or ethnic group but this is about humanity in Palestine.  
  

Monday, 17 July 2017

Have you ever felt?

The seventeenth of July of 2017. 07.44 (PM).

It has been a month I am vacuum to post my recent thought in this blog.  I realize that I cannot deny a bunch of routines attack my head nowadays especially my activity in front of my papers. Some deadlines in front of me have scared me continuously. Sometime I am envy with my friends who enjoy their life without any burdens. In another side, I really hate my flat days from Sunday to Sunday again. Moreover I ever call my self as an unlucky girl. Anyway have you ever felt this situation? 


My life is too boring to be shared in the public whereas I really want to be one of influential people in the universe unfortunately I am not included in the list, yeah so poor wkwkwk. However, in this boring activities I more become an observer around me actually. I look many things around me then realize that I should not be pessimistic women who are doubt with the future. Some people outside are more unlucky than me but they never complain their luck like me. I understand that they are not a superhero who are strong in facing many days. In reality they also complain the plot of their life but different with the others lame guy included me, they always try to go ahead. I can say if they have a brave heart in supporting their hard world. Here are some pictures that I took by my camera phone and show you if you are lucky then you think.    


I captured this picture in front of a mini market in Makassar city. At the time this women was felt a sleep while doing her job as a parking officer. 


This old man is my favorite somai seller in Makassar. Almost every night I wait for his somai. He always stays in front of a mini market which is located in Abdesir from afternoon till night.


I found this scene in one of stores area in Bantaeng regency. It was a hot day when he was walking while carrying his goods along the way.


If you see this picture please do not judge him as a lunatic or a psycho. He was only a pedicab driver who was waiting for passengers in front of a hospital in Bantaeng. 


I captured this view after pouring rain in a book store in Makassar. I saw an old man still used his rain coat while selling balloons. 


In my way to home, I met with a father with his two daughters in a pedicab. I guessed if the sacks that they brought contained of garbage plastic bottles.   


If you are in Makassar this picture will be a common view that you will find a long the traffic area. From kids till old man and old women will sell some boxes of tissue to you.

   
Some pictures above are only a half of situation and condition of the people who are fighting to stay alive in a big city like Makassar. Those scenes that I find directly with my eyes teach me that I should say thanks to God, Allah SWT who has given me a better life then the others. I should be ashamed to people in the frames above who remain strong and steadfast in the midst of difficulties and risks that they face. Salute for the wage workers in this universe. Hats off to you!

Regard me,



A life observer


Tuesday, 13 June 2017

PA’JUKUKANG CUSTOM FESTIVAL


Hereditary custom related to the tradition. It has become a culture which is difficult to be changed. For instance in Bantaeng regency, there are one of routine festivals for every year, that is custom festival of Pa’jukukang. This event is a hereditary tradition from the people of Gantarang Keke kingdom since XIV century. This tradition was celebrated again by Bantaeng society in Sunday, 07 May 2017. It coincided with 10 Syaban 1438 H. People were so crowded around Pa’jukukang beach. The functionary of the custom used passapu (head cover) or they called it Puang Juku.




In celebration of Pa’jukukang custom festival, nobles, custom components and citizens gathered to do meeting relationship then enjoyed the event each other. In the meeting, they ate fishes together. This tradition began from the king of Gantarang Keke who used to fishing around Pa’jukukang beach. It was called Ma’juku but now, people refer to call it as Attunu-tunu Juku. The kind of fish that they use is milkfish.




It would not be perfect if the ritual was not presenting the variety of traditional food. In festival custom of Pa’jukukang, lammang and ketupat daun pandan were the traditional snacks of this event.




During this event, people did some ancestor legacy activities.  One of them was visiting entombment. In the opposite path, approximately 10 meters from Pa’jukukang beach there is a wide building about 2x3 meter. Inside of this building there is a grave. The purpose of this grave is to allow the visitors to pray in front of the grave then they will ask some willing such as livelihood, health, and so on. Safaruddin daeng Mayo as the committee of this festival said that “People come to this place without an invitation to join. They will come by their selves, because this celebration is a culture and a tradition for them”. He explained that nobody know about who was the occupant of the grave. According to history, the person in the grave is a person who can fly and the grave has been there since colonial era.



Market populace was conducted also around Pa’jukukang beach during 4 days and three nights. The aim of this market populace was to support a merrymaking festival at the time.       



NOTE; The source of the pictures were taken by Mirnawati Amir, one of the students in BLK Bantaeng (Work of Training House Bantaeng)



Sunday, 14 May 2017

Pesta Literasi Bersama Najwa Shihab



Selamat malam para readers sekalian!!! Welcome back to my recent post, fthhh finally saya bisa ngepost tulisan lagi uyeeeee!!! kayaknya saya memang sudah sekitar satu bulanan vakum dari blog ini. Yah dikarenakan banyaknya schedule nikah di keluarga saya akhir-akhir ini ditambah lagi schedule mengurus si BAB 4 sama BAB 5 mengharuskan saya untuk tidak menjamah dunia blog dulu padahal tangan saya sudah gatal minta ampun ngorek-ngorek si keyboard. Hmmmm ok I will straight to the point right now. Malam minggu kemarin merupakan salah satu malam minggu yang paling berkesan menurut saya selama berada di Bantaeng. Setiap pulang ke kampung halaman rasanya memang tidak pas kalau tidak mengunjungi Pantai Seruni yang merupakan salah tempat wisata keren di kota Bantaeng tapi bedanya malam minggu kemarin selain bisa berkumpul bersama teman dan sanak saudara, para pengunjung juga dihibur dengan kedatangan Najwa Shihab salah satu presenter favorite saya. Sebenarnya kemarin merupakan kali kedua Najwa untuk datang di Bantaeng malahan katanya dia lebih sering ke kota Bantaeng dari pada kampung halamannya sendiri di Sidrap. Yah Bantaeng mungkin memiliki kesan tersendiri bagi Najwa Shihab dimana di setiap kedatangannya Bantaeng selalu memberikan pengalaman unik tersendiri. 

Tahun 2013 merupakan tahun pertama Najwa Shihab menginjakkan kaki di tanah Bantaeng. Sebenarnya saya juga kurang tahu tujuan kedatangan Najwa Shihab ke Bantaeng saat itu dalam rangka apa yang jelas saat itu beliau diundang oleh Prof. Nurdin Abdullah untuk menikmati kota Bantaeng. Beberapa berita saat itu juga mengabarkan bahwa beliau juga diajak oleh Bapak Bupati Bantaeng berkunjung ke kebun duriannya sambil menyantapnya langsung. Semalam beliau juga sempat menceritakan sedikit pengalamannya beberapa tahun lalu itu tentang legit dan nikmatnya durian yang beliau santap waktu itu. Yang durian lovers silahkan ngiler yang kontra silahkan geleng-geleng hihihihi. 

Acara yang bertajuk Pesta Literasi di Pantai Seruni semalam merupakan hasil kerja sama antara pemerintah Kabupaten Bantaeng dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Bantaeng. Acara semalam diisi dengan tari dan musik tradisional dari siswa sekolah dasar, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan puisi yang dibawakan pula oleh seorang siswi sekolah dasar. Pada acara semalam juga dimeriahkan oleh hadirnya pendongeng cilik yang membuat saya dan semua penonton melongo gara- gara melihat skill mendongengnya yang super keren. Keahlian mendongengnya bikin saya jatuh cinta sama bocah itu. Sudah lucu, pandai bercerita lagi. This kid was really cute! Sampai-sampai Najwa Shihab saja minta foto dan membawa anak tersebut ke atas panggung kemudian memeluknya. Wah proud of you nak! Setelah dihibur oleh beberapa penampilan seru dari para siswa-siswi Bantaeng tibalah saatnya acara inti yang paling ditunggu. Acara talkshow bersama duta baca Indonesia dan Bupati Bantaeng pun dimulai. Berikut adalah beberapa kumpulan foto selama acara berlangsung yang saya ambil dari Syahrir Nawir Nur






Kalau biasanya dalam acara Mata Najwa, Najwa Shihab menjadi presenter kali ini Prof Nurdin Abdullah mengambil alih acara literasi yang berlangsung seru tadi malam. Pada awal acara Najwa Shihab juga sempat mengerjai Bupati Bantaeng tersebut. Berkali-kali Prof Nurdin harus mengulang-ulang kalimat pembuka acara yang diarahkan oleh Najwa Shihab. Penontonpun jadi riuh melihat tingkah Bupatinya tersebut. Sebagai Duta Baca, dalam acara semalam Najwa Shihab memberikan banyak sekali inspirasi sekaligus motivasi kepada para pengunjung Pantai Seruni. Saya sangat kagum dengan lingkungan keluarga beliau yang dikelilingi oleh buku-buku sejak kecil hingga dewasa. Najwa Shihab mengungkapkan bila sang Ayah yang biasa beliau panggil Abi yang tak lain adalah Bapak Quraish Shihab adalah orang yang mengajarkan beliau untuk mencintai buku sejak kecil. Sejak kecil beliau selalu menyaksikan ayahnya membaca berbagai jenis bacaan mulai dari buku hingga surat kabar. Najwa Shihab mengakui bila lingkungan yang seperti itulah yang telah membentuk dirinya untuk terus mencintai buku.

Dipenghujung acara, Najwa Shihab dan Bapak Bupati Bantaeng juga meluncurkan program terbaru dari kabupaten Bantaeng yaitu Smart Library Kabupaten Bantaeng. Dengan adanya smart library ini diharapkan mampu untuk membantu meningkatkan minat baca di Bantaeng. Sekitar ribuan buku telah tersedia dan bisa diakses langsung melalui ponsel pintar masyarakat saat ini. Hanya dengan mengunduh aplikasinya lewat handphone, kita sudah bisa menikmati ribuan buku yang telah tersedia. Setelah proses launching selesai maka tibalah dengan acara yang paling dinanti-nantikan oleh banyak orang. Semalam Bapak Bupati menyediakan beberapa jenis hadiah mulai dari aneka macam bingkisan hingga sepeda. Wahhh saya langsung ingat pak Jokowi yang hobby kasih kuis berhadiah sepeda. Beberapa guru hingga siswa-siswi berhasil memborong semua jenis hadiah semalam. Hmmm sebuah kebanggan tersendiri tentunya terpilih sebagai pemenang di acara yang dipandu langsung oleh Najwa Shihab dan Prof. Nurdin Abdullah semalam. 

Semoga acara-acara seperti ini bisa terus dikembangkan. Semoga dengan banyaknya pula kegiatan-kegiatan literasi yang dilakukan oleh berbagai pihak di Indonesia termasuk Sulawesi Selatan dapat mewujudkan Indonesia yang cinta Baca. Seperti yang diungkapkan oleh Najwa Shihab bila data dari UNESCO yang menyatakan anak Indonesia itu malas baca sebenarnya bisa dibantahkan. Sudah saatnya kita menebar virus literasi.

Salam literasi readers ^^           

Monday, 17 April 2017

Memberdayakan dan Menyejahterahkan Tanah Papua

Bila menyebut nama Papua, kira-kira apa yang  akan terlintas di benak kalian? Beberapa orang mungkin akan menggambarkan keindahan alamnya hingga kekayaan alam yang terkandung di dalam perut bumi Papua. Keindahan alam dan kekayaan alam yang disajikan tanah Papua memang tidak akan pernah mengecewakan untuk dijelajahi maka tidak heran bila turis-turis dari luar juga turut berbondong-bondong untuk mencicipi salah satu surga nusantara ini. 

Pulau paling timur di Indonesia ini memang menyimpan banyak tempat-tempat wisata yang siap memanjakan mata para pelancong. Raja Ampat, Taman Nasional Teluk Cenderawasih, Danau Sentani, Taman Nasional Lorentz dan Lembah Baliem merupakan beberapa tempat wisata andalan di provinsi Papua. Selain itu, sumber daya alam yang melimpah seperti emas, batu bara, nikel serta hasil tambang lainnya juga merupakan komoditas-komoditas unggulan yang dimiliki oleh tanah Papua. Tidak sedikit perusahaan yang berlomba-lomba untuk berinvestasi di tanah yang kaya akan hasil tambangnya ini. Terlepas dari semua kelebihan yang dimiliki oleh Papua, di sisi lain Data Statistik menunjukkan bila Papua masih menjadi provinsi termiskin di Indonesia. Ironis memang, pada saat yang bersamaan Papua dikenal sebagai provinsi yang terkaya sekaligus provinsi termiskin di negeri ini.

Di negara-negara berkembang seperti Indonesia, kemiskinan menjadi salah faktor terlambatnya pertumbuhan ekonomi. Dalam halaman Kompas, Bank Dunia juga menyatakan bila perlambatan ekonomi yang masih terjadi di sejumlah negara berkembang diprediksikan akan menghambat upaya-upaya dalam pemberantasan kemiskinan dan pemerataan kemakmuran. Kemiskinan memang masih menjadi pekerjaan rumah yang belum terselesaikan hingga saat ini. Namun, terlepas dari fakta tersebut pemerintah tentu tidak tinggal diam menghadapi masalah ini. Presiden Jokowi di bawah kepemerintahannya tetap serius bekerja menangani salah satu isu penting di negeri ini. Berbagai upaya terus dilakukan pemerintah guna menekan angka kemiskinan terutama di wilayah Papua yang dinyatakan sebagai daerah termiskin di Indonesia.  

Percepatan Pembangunan dan Infrastruktur di Tanah Papua

Pemerintah pada tahun 2017 terus memaksimalkan upaya percepatan pembangunan di daerah Papua. Dikutip dari halaman Kementerian Keuangan Republik Indonesia, pemerintah pada tahun ini mengalokasikan dana sebanyak Rp. 4,96 triliun dimana untuk sumber daya air sebesar Rp. 411 miliar, jalan dan jembatan berjumlah Rp. 3,72 triliun, permukiman Rp. 132 miliar dan perumahan sebanyak Rp. 85,7 miliar. Selain itu, dana juga dialokasikan untuk provinsi Papua Barat sebesar Rp. 2,64 triliun yang terbagi atas alokasi infrastruktur sumber daya air Rp. 342 miliar, jalan dan jembatan sebesar Rp. 1,51 triliun serta untuk pemukiman berjumlah Rp. 129 miliar.  Salah satu program percepatan infrastruktur dari pemerintah yang sudah mulai terlihat perkembangannya adalah proyek pembangunan jalan trans-Papua. Program trans-Papua ini sendiri berfungsi untuk menghubungkan daerah Sorong yang terletak di Papua Barat dengan daerah Merauke.

Menurut Basuki Hadimuljono selaku Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dalam website Kementerian PUPR Republik Indonesia, “Pembangunan infrastruktur tidak hanya untuk mendorong perkembangan ekonomi di perkotaan tetapi membangun infrastruktur di perbatasan juga untuk mengurangi disparitas, sosial, ekonomi dan wilayah. Pembangunan jalan itu prinsipnya agar bisa lebih cepat, aman dan murah”. Langkah yang diambil pemerintah ini merupakan upaya untuk menekan tingginya biaya hidup yang masih terjadi di Papua dikarenakan akses lintas daerah yang sangat sulit dijangkau oleh masyarakat Papua. Pembangunan jalan trans-Papua yang rencananya akan rampung pada tahun 2019 mendatang merupakan jembatan yang akan menghubungkan perekonomian baru masyarakat di wilayah Sorong dan Merauke. Komitmen pemerintah terhadap peningkatan infrastruktur dan pembangunan di daerah Papua bisa menjadi solusi terhadap ketimpangan yang terjadi di kawasan barat Indonesia dan kawasan timur Indonesia. 

Memperkenalkan Papua Pada Dunia

Salah satu langkah pemerintah Indonesia dalam rangka memperkenalkan Papua ke dunia internasional adalah melalui pariwisata. Pada tahun 2016 kemarin, Kementerian Pariwisata Republik Indonesia gencar melakukan promosi wisata Raja Ampat yang ditampilkan melalui Times Square di New York. Promosi yang dilakukan pemerintah tersebut merupakan cara untuk menarik wisatawan Amerika Serikat untuk berkunjung ke Papua.  Dalam halaman Travel KompasElizabet Hutagao yang menjabat sebagai Kepala Bidang Komunikasi Media Ruang Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara Kementerian Pariwisata menyebutkan bila wisatawan asal Amerika Serikat merupakan pasar yang potensial untuk digarap karena mereka merupakan tipe wisatawan yang suka untuk menghabiskan masa liburan dengan waktu yang lama. Kemudian, terpilihnya Raja Ampat sebagai pemenang dalam festival film yang bertajuk The International Tourism Film Festival of Bulgaria on the East Coast of Europe ke-12 di Bulgaria tahun lalu merupakan bukti bila Papua bisa menjadi program wisata unggulan yang tak kalah dari provinsi lainnya di Indonesia.  Sangat disayangkan bila indahnya panorama alam dan uniknya kehidupan masyarakat Papua  tidak terekspos oleh turis mancanegara. 


Menjamurnya para pengguna sosial media juga semakin memudahkan pemerintah serta masyarakat dalam mempromosikan wisata di tanah Papua. Youtube sebagai tempat berbagi video oleh orang-orang di seluruh dunia dimanfaatkan oleh Kementerian Pariwisata Republik Indonesia dengan memasukkan berbagai macam video pariwisata dari seluruh daerah di Indonesia termasuk Papua. Instagram yang makin digandrungi oleh banyak kalangan juga menjadi salah satu media sosial paling popular untuk mempromosikan pariwisata Papua hari ini. Semakin dikenalnya Papua oleh masyarakat Indonesia hingga para turis mancanegara diharapkan mampu mendongkrak dan memperbaiki daya saing ekonomi sekaligus pariwisata masyarakat Papua dengan daerah lainnya


Pendidikan Berkualitas untuk Masyarakat Papua

Pendidikan untuk anak-anak Papua juga merupakan tonggak lahirnya generasi cerdas penerus bangsa. Sangat minimnya sarana dan prasarana menjadi faktor sulitnya anak-anak Papua menikmati bangku sekolah layaknya anak-anak di daerah lain. Statistik Indonesia mengungkapkan bahwa pada tahun 2015, sekitar 52 persen penduduk miskin pada usia 15 tahun ke atas hanya mampu menyelesaikan pendidikan hingga ke jejang SD/SMP. Bahkan, sebanyak 31 persen lainnya sama sekali tidak dapat menempuh jenjang SD. 


Fakta yang lebih mencengangkan lagi adalah data dari United Nations Development Program yang dikutip dari Dunia News Viva. UNDP mengungkapkan bila Papua memiliki jumlah anak putus sekolah terbanyak di Indonesia. United Nations Development Program atau Badan Program Pembangunan yang dinaungi oleh PBB ini juga menambahkan bila unsur sosial budaya maupun ekonomi menjadi penyebab ketertinggalan bidang pendapatan, kesehatan hingga pendidikan di beberapa daerah seperti Papua. Fakta ini kembali mempertegas bila masalah ekonomi masih menjadi salah satu penghambat bagi anak-anak di Indonesia untuk mengenyam pendidikan. 

Pada masa kepemimpinan presiden Jokowi, pemerintah terus menaruh perhatian besar terhadap dunia pendidikan di tanah Papua. Program beasiswa pendidikan untuk anak Papua menjadi prioritas utama bagi pemerintah. Salah satu penyedia beasiswa yang memberikan kesempatan besar bagi anak Papua untuk merasakan bangku universitas adalah  LPDP. Beasiswa ini dikelola langsung oleh Kementerian Keuangan Republik Indonesia. Beasiswa Afirmasi serta Beasiswa Indonesia Timur merupakan beasiswa yang dikhususkan untuk daerah tertinggal seperti Papua. Tidak hanya itu, pemerintah melalui program Afirmasi Pendidikan Menengah atau yang disingkat ADEM sejak 2013 hingga 2015 telah memberangkatkan 1047 pelajar untuk merasakan jenjang pendidikan SMA di luar Papua. Program pengiriman ratusan hingga ribuan guru-guru ke tempat-tempat terpencil melalui program Guru Garis Depan (GGD) ataupun program Sarjana Mendidik di Daerah Terdepan, Terluar dan Tertinggal (SM3T) merupakan langkah serius yang diambil pemerintah untuk pemerataan pendidikan. Target utama pemerintah melalui kegiatan-kegiatan ini adalah untuk membangun dan memberdayakan pelayanan pendidikan yang berkualitas untuk anak-anak di daerah-daerah terpencil termasuk Papua sehingga tidak ada lagi sekolah yang kekuarangan guru serta anak putus sekolah. Saat ini pemerintah telah dan akan terus berusaha mengurus permasalahan pendidikan di Papua namun, bantuan serta dukungan dari masyarakat luas tetap dibutuhkan untuk mencapai cita-cita pendidikan di tanah Papua.  

KEMISKINAN memang masih menghantui pulau paling timur di bumi pertiwi ini tapi usaha dan kerja keras adalah jawaban tepat untuk menghadapi permasalahan klasik ini. Sebuah kutipan dari Bapak B.J Habibie pada acara Habibie Festival beberapa waktu lalu menjadi penutup pada tulisan saya kali ini "We are at war with ignorance and poverty but we WILL win this war".

Wednesday, 12 April 2017

DR. Zakir Naik Visits Makassar 2017 #QuranandModernScience

The Eleventh of April of 2017. 09.00 PM (WITA).

Di postingan kali ini saya akan melanjutkan kembali pengalaman saya selama mengikuti kuliah umum DR. Zakir Naik tanggal sepuluh April kemarin. Tema yang diambil pada kuliah umum kali ini yaitu Quran and Modern Science. Adapun tempat yang dipilih oleh panitia untuk melaksanakan kegiatan ini adalah Baruga A.P Pettarani yang lokasinya berada di dalam kampus Universitas Hasanuddin. 

Pada pukul 05.00 AM saya dan teman-teman saya sudah bergegas meninggalkan para kasur. Setelah menunaikan shalat subuh kami pun segera bersiap-siap untuk mandi kemudian berpakaian. tepatnya pukul 06.15 AM kamipun siap meluncur menuju lokasi. Kebetulan saat itu saya memang sengaja menginap di rumah salah satu teman yang lokasinya berdekatan dengan lokasi dakwah DR. Zakir Naik. Hari Senin  sebagai simbol utama macet di Makassar membuat saya dan teman-teman memilih untuk berangkat lebih awal meskipun lokasinya dekat. Antrian panjang bersama para peserta lainnya yang berjumlah sekitar 10.000 orang merupakan hal yang paling saya hindari. Hari Senin pagi kemarin itu sebenarnya pagi yang sangat jarang terjadi dalam sejarah hidup saya selama beberapa bulan belakangan ini. Jadwal kuliah siang menjadi alasan saya untuk menempel erat di atas kasur setelah menunaikan shalat subuh. Sebut saja balas dendam dari bantai tugas-tugas tiap malamnya. 

Pagi itu jalanan masih tampak lengang. Udara dingin juga masih sempat menusuk hingga menembus jaket saya selama mengendarai motor menuju Unhas. Sekitar 06.30 AM saya pun tiba. Sekitar 10 meter dari atas kendaraan, saya sudah bisa melihat segerombolan orang-orang masuk menuju baruga. Setelah memarkir motor bersama teman-teman saya yang lainnya, kami pun menuju Baruga. Tak berselang lama Hp saya tiba-tiba berdering. Ternyata sebuah telepon dari teman saya. Katanya dia sudah berada di dalam Baruga. Dia menyarankan untuk segera bergegas naik sebelum antrian semakin panjang. Registrasi ulang dibagi menjadi dua dimana lantai dasar dikhususkan untuk ikhwan dan lantai dua untuk akhwat. Dari tangga menuju lantai dua  saya sudah melihat antrian yang sangat panjang. Setiba di atas saya langsung menghampiri panitia. Setelah menunjukkan e-tiket saya pun dipersilahkan masuk. Saya mengira setelah memperlihatkan tiket di pintu pertama para peserta sudah langsung bisa masuk untuk duduk manis ternyata proses registrasi ulangnya ketat juga. Di pintu selanjutnya kami diminta oleh panitia untuk menunjukkan tiket dan tanda pengenal kami baik itu KTP/SIM/Passport kemudian panitia mencatat nomor yang ada pada tanda pengenal kami. Sebelum masuk panitia juga memeriksa barang bawaan kami demi menghindari adanya peserta yang membawa senjata tajam. Berikut pemandangan yang sempat saya ambil selama berada di jalur registrasi. 






Beberapa peserta yang telah mendapat tiket indoor segera memasuki ruangan sementara yang tidak memiliki tiket diarahkan untuk tetap menunggu pengumuman selanjutnya dari para panitia. Berikut view yang sedang berlangsung setelah menyelesaikan tahap registrasi di dalam ruangan dan di luar ruangan gedung  baruga A.P Pettarani pada Senin pagi.
.


Setelah duduk di kursi masing-masing para peserta pun dihimbau untuk tetap menjaga ketertiban acara. Beberapa aturan memang telah disampaikan oleh panitia sebelumnya seperti tidak membawa makanan berat,  foto selfie atau foto mengarah ke podium, ataupun lalu lalang di depan podium. Berhubung belum ramai-ramai amat saya dan teman-teman lainnya menyempatkan untuk foto selfie dulu (Biar greget). 


Sekitar pukul 08.30 AM acarapun dibuka dengan lantunan ayat suci Al-quran dari seorang ustadz yang kemudian dilanjutkan pula oleh seorang qori dan qoriah yang masih berusia sekitar 10 tahun. Menjelang pukul 10.00 AM orang yang paling ditunggu-tunggu akhirnya tiba pula di atas podium. Yeah, he has come!!!. Saya tak kuasa menahan rasa bangga sekaligus bahagia saat melihat DR. Zakir Naik berada beberapa meter di hadapan saya. Meskipun saya berada di lantai 2 tapi Alhamdulillah saya masih bisa melihat beliau dengan sangat jelas walau jarak yang agak jauh. Beliaupun membuka ceramahnya dengan membagikan rasa bahagianya bisa berada di Indonesia sebagai negara muslim terbesar di dunia. Selanjutnya beliau mulai membahas mengenai Quran and Modern Science. Selama berceramah sekitar 30 menit, beliau membahas banyak hal mengenai kebenaran Al-quran tentang alam semesta. Bahkan beliau juga membahas tentang bentuk bumi berdasarkan Al-Quran (Pasukan Flat Earth mana suaranya??? :D). Setelah beliau mengakhiri ceramahnya beliaupun membuka sesi tanya jawab dari para peserta. Pada acara tersebut beliau memprioritaskan penanya dari kalangan non-muslim. Dalam dakwahnya kali ini ada 8 orang yang telah dipandu syahadat oleh beliau dan memutuskan untuk memeluk agama Islam. Sebenarnya saya tidak ingat benar urutan dan siapa saja penanya-penanya selama acara berlangsung. Saya hanya mengingat ada beberapa penanya yang benar-benar menggetarkan hati saya sampai-sampai tissue saya habis saking terharunya saat mereka mengucapkan dua kalimat syahadat T_T. 

Penanya pertama merupakan seorang perempuan dimana dia menyatakan tidak memiliki pertanyaan untuk DR. Zakir Naik. Dia hanya ingin menjadi muallaf dan masuk Islam. Setelah diberikan beberapa pertanyaan oleh DR Zakir Naik tentang keseriusannya memeluk Islam akhirnya beliaupun memandu perempuan tersebut untuk bersyahadat. Kemudian, pertanyaan selanjutnya dari seorang perempuan juga yang merupakan seorang pemeluk agama katolik. Dia sebelumnya telah mempelajari Islam dan berniat untuk memeluk agama Islam namun ditentang oleh orang tuanya. Selama diberikan penjelasan mengenai keutamaan mencintai orang tua dan Islam dari DR. Zakir Naik, terlihat perempuan ini terus meneteskan air matanya. Setelah mendengar jawaban dari DR. Zakir Naik iya pun meminta kesempatan untuk bertanya sekali lagi. Beliau pun mengijinkannya untuk kembali bertanya. Dengan air mata yang terus mengalir perempuan inipun melanjutkan pertanyaannya. Kalau tidak salah dengar begini kira-kira pertanyaannya "Sir, why do Bibble always change but Quran never change?" Dengan tersenyum sambil memuji pertanyaan perempuan tersebut beliaupun menjelaskan tentang banyaknya versi injil yang telah ada hari ini. Beliau bahkan memiliki banyak kumpulan koleksi kumpulan injil berbagai versi tersebut. Hingga tibalah ruangan penuh dengan tangis haru. Yah, perempuan tersebut telah yakin pada dirinya bahwa Islam adalah agama yang sempurna. Sambil terus menyekah air matanya beliaupun mengikuti kalimat syahadat yang diucapkan oleh DR. Zakir Naik. Dengan suara yang bergetar, perempuan tersebut terus melanjutkan ucapan syahadat yang juga terus dipandu oleh dua orang translator yang berada di sampingnya. Saya bisa merasakan aura-aura yang sangat hangat di dalam ruangan tersebut. Tangisan saya pun semakin menjadi-jadi  setelah perempuan tersebut menyelesaikan ucapan syahadat di hadapan kami semua. Tidak hanya itu, saya juga terpukau dengan pertanyaan seorang lelaki non muslim yang kemudian memutuskan memeluk islam setelah memberikan pertanyaan tentang mengapa wajah Yesus berbeda-beda. Pertanyaan yang juga membuat isi ruangan kembali riuh adalah pertanyaan dari seorang perempuan yang merasakan kebingungannya tentang wujud Tuhan. Begini kira-kira pertanyaannya "Mengapa Tuhan dan Nabi di dalam agama Islam tidak berwujud dan tidak bisa dilihat sedangkan di agama yang saya anut, saya bisa melihat wujud Tuhan saya". Dengan cerdas DR. Zakir Naik pun menjawab pertanyaan perempuan tersebut dengan menjelaskan tentang esensi udara yang tak bisa dilihat namun bisa dirasakan. Air matanya terus berlinang sambil mendengar penjelasan DR. Zakir Naik tentang Allah SWT yang tak bisa dilihat secara wujud namun kita bisa merasakan kebeardaannya lewat tanda-tanda kekuasaanya di atas bumi ini. Selama acara gemah takbir terus berkumandang di dalam ruangan. Air mata haru dan bahagia terlihat jelas dari mata dan raut wajah dari para peserta hingga acara selesai. 

Menjelang pukul dua siang DR. Zakir Naik mengakhiri acara yang bertemakan Quran and Modern Science ini. Acara ini sekaligus penutup rangkaian acara dakwah DR. Zakir Naik selama berada di Indonesia. Setelah mendapat cendera mata dari pemerintah Sulawesi Selatan beliaupun pamit dan kemudian meninggalkan ruangan. Para peserta satu persatu juga berjalan meninggalkan tempat mereka masing-masing. Di pintu keluar ternyata kami ditahan oleh beberapa panitia untuk mengambil konsumsi yang tersedia. Para panitia kayaknya sadar kalau saya kelaparan karena mengeluarkan banyak energi untuk menangis selama acara. Sebelum meninggalkan gedung saya dan teman-teman menyempatkan untuk isi perut dulu di luar ruangan. 

 kam

Setelah santapan terakhir, saya dan teman-teman yang lainnya mulai meninggalkan baruga dan beranjak menuju parkiran. Setelah tiba di rumah, saya merasa sedih, sesak, haru hingga bahagia di dada saya. Dada saya masih sesak bila mengingat semua saudara-saudara saya mengucapkan dua kalimat syahadat yang kemudian diiringi kalimat Takbir. Ada kebahagiaan yang bercampur jadi haru saat saya mengingat lagi bila  DR. Zakir Naik dan saya benar-benar berada di tempat yang sama saat itu. Sedih juga rasanya saat melihat beliau berjalan meninggalkan panggung kemudian menghilang di antara kerumunan orang yang mengelilinginya. Hmmmm kira-kira kapan saya dan di mana saya bisa melihat dan mendengar dakwah beliau lagi yah? Anyway 10 April 2017 kemarin merupakan hari yang benar-benar berkesan bagi saya. Terima kasih para panitia yang telah mengorbankan fisik dan mentalnya untuk menyukseskan acara ini. Di tunggu event yang menginspirasi selanjutnya yang tentunya dengan persiapan yang lebih baik lagi. 

~For DR Zakir Naik, thank you very much for your coming in my home country. I do apologize for some bad statements and news from some media in Indonesia. A bunch of thanks also for your trust to some people and Islam organizations in supporting till conducting this inspirational event. May the peace, mercy and blessing of Allah be upon you. Amiin ya Rabbal Alamiin~





Tuesday, 11 April 2017

DR. Zakir Naik Visits Makassar 2017 #ETicketHunters


The tenth of April of 2017. 11.50 PM (WITA). 

Assalamu Alaikum Warrahmatullahi Wabarakatu dan selamat malam para readers sekalian. Kalian mungkin agak canggung dengan opening pada blog saya kali ini kok tumben saya pake salam segala. Well, saya memang lagi tidak melakukan pencitraan untuk dicap sebagai muslimah sholehah yah guys. Suasana rohani saya lagi bagus-bagusnya hari ini. Sebenarnya dari pagi sampai siang hari ini saya baru saja mengikuti kuliah umum yang dibawakan oleh salah satu ulama yang sudah tenar hingga ke berbagai negara lewat dakwah-dakwahnya yang menggetarkan banyak umat termasuk non-muslim. Tak jarang kita melihat banyak non-muslim yang bersyahadat pada setiap ceramahnya. Nama DR. Zakir Naik memang sudah tidak asing di telinga kita. Bahkan wajahnya pun sudah sangat khas di mata kita. Gaya dakwahnya yang terkenal militan, isi ceramah-ceramahnya yang menarik untuk terus kita kaji hingga kemampuannya menguasai kitab-kitab dari agama lain membuat DR Zakir Naik menjadi idola di banyak orang. Dibalik kepopulerannya ternyata banyak juga pihak-pihak yang tak senang  dengan beliau. Banyaknya non muslim yang telah memeluk islam setelah menonton video-video dakwahnya hingga berdiskusi bahkan berdebat dengannya menjadikannya musuh di mata beberapa pihak. Mereka kocar-kacir terhadap kecerdasan dan argumen-argumennya yang sangat sulit untuk dibantah. Kehadirannya untuk melakukan dakwah di beberapa tempat menjadi angin segar bagi penggemar dakwahnya sekaligus badai bagi musuh-musuhnya yang kontra terhadap pendapatnya. Tahun ini empat kota telah terpilih menjadi lokasi untuk DR Zakir Naik melakukan ceramah. Kota pertama yaitu Bandung, lalu Yogyakarta, Gontor, Bekasi, dan yang terakhir adalah Makassar.

Saat membaca berita ini di salah satu fanfage DR Zakir Naik Visit Indonesia saya terkejut bukan main. Bagaimana tidak ceramah-ceramah beliau hanya bisa saya nikmati lewat youtube ataupun channel streaming lainnya dan sekarang saya punya kesempatan kece untuk  mendengar sekaligus melihat langsung beliau berceramah di hadapan saya.  Sekitar beberapa minggu yang lalu secara resmi panitia dakwah DR. Zakir Naik Makassar telah mengumumkan informasi pendaftaran kegiatan ini. 10 ribu peserta merupakan jumlah yang telah dipatok oleh panitia. Jangan heran sekitar satu minggu penuh itu saya mengambil kerja part time  untuk nongkrongin fanpagenya. Pada minggu pertama link survey telah diposting dan satu minggu kemudian akhirnya panitia mengeluarkan link resmi pendaftaran. Dengan secepat kekuatan cahaya sayapun langsung menelusuri alamat http://fuib-sulsel.com/ yang sudah tertera unfortunately, website yang bersangkutan mengalami gangguan. Jadwal pendaftaran yang dibuka pukul 08.00 AM-10.00 AM terpaksa diundur menjadi pukul 13.00 PM. Info yang mengecewakan ini membuat saya banting stir menuju kasur sambil ngecharge Hp saya. Menghabiskan waktu untuk guling-guling di kasur sekitar lima jam kayaknya buang-buang tenaga menurut saya. Laptop yang saya bajak dari ponakan saya terlihat menggoda di pojok kamar. Saya teringat beberapa drama yang belum saya nonton dan ternyata ampuh juga untuk mengusir lelahnya menanti jam satu siang. Waktu telah menunjukkan pukul 13.00 PM dan saatnya saya bergerak dengan sigap kemudian masuk pada laman pendaftaran dan.......... ternyata server masih bermasalah. Well, mari kita bersabar lagi. Saya mencoba untuk beralih ke halaman facebook dan tampaknya orang-orang sudah ramai di dalam sana untuk ngoceh kiri kanan tentang masalah ini. Puluhan hingga ratusan koment sudah menyerang admin fanpage tersebut gara-gara diPHP-in sama jadwal pendaftarannya, syukur-syukur semuanya bukan haters kwkwkwk. Ada keinginan untuk nimbrung tapi kolom koment terlihat menyesakkan takutnya saya kejepit di antara komentator. Dari pada saya buang-buang energi scrolling baca komentar mending saya berusaha untuk tembus link pendaftarannya. Setelah menekan enter, garis biru di browser saya terlihat malas untuk membentuk garis memanjang hingga ke ujung but wait a moment, the website had been opened only for one click to the page! Saya serasa menang lotre pas bisa input biodata buat daftar then I am done, yosh!!!.

Setelah daftar sayapun bergegas untuk sholat takutnya setan menjerumuskan saya untuk menikmati kemenangan ini di antara kontestan yang lain (Ehh maaf ini bukan acara dangdutan). Setelah sholat sayapun masuk ke laman facebook lagi ceritanya mau pamer gitu kalau saya sudah lolos jadi peserta dan booommm lagi lagi adminnya posting info tentang pembatalan registrasi yang telah berhasil dilakukan sebelumnya. Saya disuruh daftar ulang ke laman yang tercantum. Info ini bikin wajah saya yang sebelumnya sudah adem habis sholat malah kusut lagi. Dengan hati yang ikhlas dan kuat akhirnya saya pun mendaftar ulang then God was still in my side at the day. Alhamdulillah saya sukses untuk daftar kedua kalinya. Saya pun mengirimkan bukti ke fanpage facebook kalau saya berhasil melakukan pendaftaran. Di antara puluhan komentator yang lagi sakit hati kepada admin gara-gara gagal tembus website, bukti pendaftaran saya bagaikan secercah cahaya di tengah kegelapan. Saat itu juga saya jadi artis dadakan di fanpage. Beberapa orang meminta saya untuk mendaftarkan diri mereka dan dengan sok manis saya pun mempersilahkan mereka untuk mengirimkan data-data mereka ke inbox saya. Setelah beberapa lama, saya merasa ada yang aneh kok inbox saya sepi-sepi saja yah tapi kemudian saya baru tahu kalau ternyata pesan tersebut masuk di bagian filter obrolan saya. Lebih mengenaskannya lagi karena saya baru mendapatkan pesan-pesan tersebut tadi siang it means that I have a lot of message which I have not read yet for some days ago. Sekali lagi saya minta maaf atas kekudetan saya terhadap pesan-pesan yang telah dikirim oleh beberapa orang di akun fb saya. Terlepas dari ketidaktahuan saya tentang filter chat tersebut ternyata saya masih bisa berguna untuk beberapa teman saya. Paling tidak saya merasa ada gunanya juga kwkwkkw. Beberapa teman saya saat itu melihat bukti pendaftaran yang saya posting di beberapa akun sosmed saya dan walhasil sayapun menjadi calo tiket untuk beberapa hari berturut-turut. Yah lumayanlah buat olahraga jari di keyboard HP karena kebetulan di antara teman-teman saya ternyata cuma saya yang sukses tembus jaringan padahal banyak yang sudah gonta-ganti HP buat daftar bahkan  ke warkop segala untuk daftar acara ini. I was lucky at the time deh kayaknya. 

Menuju H-5 beberapa orang sudah mendapatkan tiket di email mereka masing-masing namun tidak bagi saya. Menuju H-2 saya sudah harap-harap cemas karena anggota yang sudah saya daftarkan sudah hampir dapat tiket semua. Sayapun sudah pasrah untuk menjadi peserta outdoor yang jelas saya harus ikut tanggal 10 April nanti. H-1 pun tiba dan makin banyak teman-teman saya yang sudah mendapatkan tiket di email mereka dan sekali lagi tidak bagi saya. Kayaknya ini teguran karena saya sudah jadi calo tiket selama beberapa hari mungkin. Selama seharian saya tidak pernah bosan-bosan merefresh email saya hingga tiba-tiba saya terpikir untuk mengubek-ubek semua pesan dalam email saya. Dan benar saja saya menemukan secarik email dari panitia DR Zakir Naik Visits Makassar di kotak bulk mail saya. Permainan Tuhan memang sulit untuk ditebak but fthhhhhh finally I received it!!!



Setelah mendapat balasan tiket sayapun kembali menuju fanpage FB untuk membeberkan kabar yang saya rasa cukup spektakuler dikalangan para peserta yang masih ngamuk-ngamuk tidak dapat balasan dan kejelasan email dari adminnya. Setelah menginfokan untuk mengecek ulang kotak spam di email mereka masing-masing ternyata beberapa di antara mereka mengalami kejadian yang sama dengan saya. Tiketnya nyangkut di spam ternyata. Beberapa jam menuju 10 April saya masih asik kepoin info-info terbaru dari fanpage tersebut serta melihat koment-koment terpanas yang baru saja bermunculan. Sebenarnya saya sangat menyayangkan orang-orang yang menggunakan kata-kata kasar dalam tiap kolom komentar di fanpage tersebut. Sebenarnya kalian kenapa ngotot amat sampai mengeluarkan kata-kata mutiara seindah itu? Ngebet nonton DR. Zakir Naik ceramah saya rasa tidak perlu berlebihan seperti itu. Saya bukannya bela-belain adminnya yah, mengurus event sekelas internasional begini bukan persoalan yang gampang. Panitia tidak ongkang-ongkang kaki mempersiapkan kegiatan ini. Membagikan 10 ribu tiket untuk peserta bukan hal yang mudah. Makanya banyak tiket yang nyangkut yah kayak saya contohnya tapi itu bukan berarti itu kesalahan panitia sepenuhnya. Harusnya marah-marah juga sama provider yang kalian pake kenapa bisa lemot (Jeritan hati saya kemarin hikz hikz).

Selain itu budaya berkomentar nampaknya lebih unggul daripada budaya membaca. Panitia sudah memposting beberapa informasi tentang masalah yang sedang dihadapi peserta plus solusinya sayangnya banyak di antara mereka yang lebih suka komentar dari pada membaca postingan-postingan dari panitia dan pada akhirnya keluarlah kata-kata mutiara yang bikin saya sakit mata bacanya. Yah intinya perburuan tiket hingga menjadi calo tiket sudah memberikan pengalaman yang seru sekaligus telah melatih jari-jari saya untuk lebih bergerak aktif. Selamat bagi peserta yang sudah mendapatkan tiket indoor dan outdoor. Bagi yang tidak sempat ikut langsung mendengarkan ceramah DR. Zakir Naik, live show dari beberapa TV lokal bisa menjadi pilihan terbaik buat kalian hari ini bukan?  

~To be continued~