Sunday, 27 October 2019

Mengenal Freire Lewat Pendidikan Kita Hari ini






Pendidikan bergaya bank yang dikritik oleh Freire adalah konsep pendidikan yang sudah sering saya temui sejak berada di sekolah dasar sampai di bangku perkuliahan. Saat masih SD, seorang guru IPS saya  sangat suka menyuruh kami untuk menyalin semua isi buku paket IPS dibandingkan mengajarkannya. Kami dianggap berhasil bila mampu mencatat dengan baik seluruh isi teks di dalam buku. Kemudian, ketika saya SMP, saya juga mempunyai seorang guru yang gemar memukul sebagai bentuk hukuman bila tidak mengerjakan tugas dengan baik. Begitu juga di SMA, beberapa guru lebih suka bercerita selama pelajaran dibandingkan mengajar. Hingga di bangku perkuliahan, saya pun masih menemukan pendidikan bergaya bank ini. Beberapa dosen belum memerdekakan kami untuk berpendapat.  

Tentu tidak semua guru dan dosen yang saya temui menerapkan pendidikan bergaya bank ini. Banyak dari mereka yang sudah memberikan kami kebebasan dalam belajar. Beberapa dari guru dan dosen tersebut juga telah menerapkan konsep dialog dibandingkan dengan konsep anti-dialog di kelas. Namun, tidak bisa dipungkiri hingga hari ini saya masih sering mendengar bahkan menjumpai pendidikan bergaya bank di sekitar saya. Sudah saatnya para pengajar sebagai the agent of change tidak lagi menerapkan sistem otoriter untuk anak didik mereka melainkan menerapkan praksis pendidikan yang memerdekakan di mana  proses atau kegiatan pembelajaran yang terjadi tidak  lagi mengekang dan menekan siswa dalam mencapai tujuan pembelajaran. 

Tentunya, sistem pendidikan yang mampu menghasilkan manusia-manusia yang merdeka dan mandiri didukung kuat oleh para pendidiknya. Guru sebagai pendidik, pembimbing sekaligus pengajar siswa adalah orang penting dalam terwujudnya praksis pendidikan yang memerdekakan di dunia pendidikan. Sayangnya, belum semua guru mampu mewujudkan praksis pendidikan yang memerdekakan ini. Banyak siswa yang masih menganggap bila sekolah bukan tempat untuk menuntut ilmu melainkan tempat yang menuntut mereka untuk menjadi budak birokrasi pendidikan. Para siswa belum merdeka dari tumpukan tugas-tugas sekolah, guru-guru yang lebih suka mendikte, hingga guru-guru yang merasa paling tahu.

Selain itu, beberapa guru pun masih menganggap nilai sebagai patokan utama keberhasilan seorang siswa dalam belajar. Anak didik yang memiliki nilai bagus untuk semua mata pelajaran dianggap sebagai anak yang berhasil, sebaliknya siswa yang memiliki nilai yang kurang bagus dianggap tidak berhasil. Nilai yang sempurna sudah seperti teror bagi kebanyakan siswa di sekolah. Hari ini, tugas guru yang seharusnya bukan lagi  sebagai penentu keberhasilan seorang siswa lewat angka melainkan penuntun keberhasilan seorang siswa lewat potensi yang dimilikinya.

Sebenarnya, status antara guru dan siswa bukan hanya sebagai pemberi dan penerima materi melainkan juga sebagai pembicara sekaligus pendengar yang baik di kelas. Tentunya peran guru sangat penting dalam menciptakan aksi dialogis ini sehingga, suasana kelas yang efekif dan kondusif dapat terwujud. Adapun guru yang menerapkan aksi antidialogis di kelas hanya akan memunculkan siswa yang pasif alias suasana pendidikan gaya bank yang dikritik oleh Freire.  Siswa yang pasif cenderung dikekang dan ditekan oleh guru lewat cara mengajarnya yang bersifat otoriter di mana siswa hanyalah objek yang tidak tahu apa-apa sedangkan guru adalah subjek yang tahu segalanya.

Lalu, mengapa aksi antidialogis ini masih eksis di lingkungan pendidikan kita? Jawabannya bisa karena sistem pendidikan kita maupun dari guru itu sendiri. Tidak bisa dipungkiri sistem pendidikan yang terlalu memberikan beban kepada guru akan mempengaruhi situasi belajar dan mengajar di kelas. Sebut saja guru yang lebih sibuk memenuhi jam mengajarnya untuk kebutuhan sertifikasi dibandingkan fokus memenuhi kebutuhan siswanya. 


to be continued...

Tuesday, 2 July 2019

VOICE SEASON 3 (Review)




Hello para readers sekalian. Welcome to my review board again. Well, kali ini saya akan membahas drama bergenre thriller dari OCN, sang channel kesayangan para pecinta drama-drama creepy dan menegangkan di seluruh dunia ini. Kalau kalian pecinta drama Voice season satu sampai season tiga, saya bisa pastikan saat ini mata anda masih berkaca-kaca, di kepala anda muncul sangat banyak tanda tanya dan tentu saja ada rasa sakit yang mendalam setelah menyaksikan ending VOICE 3 ini. Tenang, kalian tak sendirian, ada saya juga yang masih speechless liat ending VOICE 3 barusan.

Berbeda dengan season-season sebelumnya yang memiliki ending sangat-sangat mengesankan, khusus season ini saya melihat ada banyak varian rasa yang muncul dari kepala penonton setelah menyaksikan akhir dari drama VOICE 3. Ya, bagi saya ending drama ini juga cukup mengesankan sekaligus sangat-sangat menyesakkan. Bagaimana tidak menyesakkan, wong aktor andalan saya di serial ini harus di tembak mati secara tragis di akhir cerita T_T. Tentunya, bukan saya saja yang ingin sambat ending VOICE 3 ini. Ada banyak penikmat drama ini yang telah meluapkan emosi dan tangisannya kepada sang writer nim di Twitter. Mereka tidak rela melihat Lee Jin Wook meninggal dengan cara seperti itu. Bayangkan saja dari season dua sampai season tiga tamat doi tersiksa terus. Pokoknya Do Kang Woo nasibnya malang sekali di drama ini. Sudah di fitnah dua season, tersiksa batin dan mental eh ujung-ujungnya ditembak mati. Gimana hati ini kagak potek writer nim T_T

Selain ending tragis season 3, para netizen juga heboh dengan munculnya banyak teori mengenai drama ini. Setelah melihat epilog season 3 yang tiba-tiba memunculkan Bang Jee Soo membawa senapan super besar, banyak yang beranggapan bila Do Kang Woo sebenarnya tidak ditembak oleh pihak SWAT kepolisian Korea melainkan oleh Bang Jee Soo. Kehadiran Bang Jee Soo ini juga ramai dibahas oleh netizen di Twitter karena mengira Bang Jee Soo sudah tewas terbunuh. Saya termasuk yang tidak percaya kalau Bang Jee Soo meninggal saat itu soalnya waktu lompat ke sungai mayatnya tidak ditemukan dan memang tidak ada pemberitahuan dari pihak kepolisian kalau doi tewas. Dan ternyata memang betul doi muncul di epilog bersama seorang perempuan yang sedang bermain piano. Lagi dan lagi banyak teori tentang perempuan yang menemani kemunculan Bang Jee Soo di epilog ini. Ada yang bilang perempuan itu adalah Ibu dari Kaneki dan Do kang Woo. Ada pula yang menanggap bila sosok perempuan ini akan menjadi psikopat baru di season 4. Fuhhhhhhh kayaknya tiga psikopat ganteng harus dilengkapi dengan seorang psikopat wanita juga di season 4 nanti. Dan teori terakhir dari saya sendiri adalah akan hadirnya kembali sosok Moo Tae Go di season 4 nanti sebagai otak dari semua kasus pembunuhan keji ini. Loh bukannya Moo Tae Go sudah mati? Saya sendiri ndak yakin beliau mati waktu di Rumah Sakit soalnya tak ada kabar juga kalau beliau mati. Kalau teori saya ini betul, berarti season 4 nanti bakal hot sekali dengan kumpulan psikopat-psikopat kecenya. Kalau bisa jangan psikopat-psikopatnya saja yang reunian, saya juga mau Yesung kembali menjadi bagian dari Golden Time Team. Kenapa? Soalnya, kehadiran-kehadiran para sosok tak terduga ini akan membuat season 4 makin seru, selain itu writer nim nya juga aman lah dari cacian pemirsa yang tak ikhlas kapten Do meninggal dan tak muncul lagi di season 4. Saya sih berharapnya, Do Kang Woo cuma ngeprank di ending season 3 kemarin terus masih muncul di season 4 hehe. 

Well, saya rasa cukup demikian uneg-uneg saya tentang drama VOICE SEASON 3 ini. Bagaimana dengan kalian? Any other theories? 


Tuesday, 4 June 2019

Tradisi Menyambut Lebaran di Tanah Air


Hei readers! Lebaran sudah di depan mata, tentu kalian sudah mempersiapkan banyak hal demi menyambut hari yang fitri ini. Tradisi menyambut hari raya idul fitri ini tidak hanya persoalan memakai baju baru saja tetapi juga tentang kebiasaan-kebiasaan lainnya yang sering kita lakukan menjelang hari lebaran. Kira-kira apa saja yah tradisi dalam menyambut hari raya idul fitri di Indonesia. Kuy disimak tulisan saya berikut ini.

Tradisi turun-temurun yang sangat sulit dipisahkan dengan yang namanya hari lebaran di tanah air adalah mudik. Anak rantau tentu akrab dengan tradisi yang satu ini. Rindu kampung halaman dan kumpul keluarga adalah alasan mengapa mudik selalu menjadi tradisi yang sulit untuk tidak dilaksanakan. Kemudian, kegiatan takbir keliling yang sering dilaksanakan pada malam hari menjelang hari raya juga sudah menjadi tradisi tahunan di tanah air. Masyarakat pada umumnya hanya berjalan kaki melaksanakan takbir keliling tapi saat ini kebanyakan orang lebih memilih menggunakan kendaraan. Hari ini kegiatan takbir keliling tak sekedar menjadi tradisi tetapi juga sudah dijadikan sebagai lomba tahunan tiap menyambut lebaran. Kegiatan seperti ini makin menambah seru dan meriahnya malam lebaran di berbagai tempat di tanah air.

Ciri khas dari lebaran juga tidak bisa dipisahkan dengan yang namanya ketupat dan opor ayam. Bisa dibilang setiap rumah wajib menyediakan makanan-makanan ini di meja makan mereka. Di kampung saya sendiri orang yang tidak membuat ketupat di rumahnya pun bisa langsung mempunyai ketupat di rumahnya. Kenapa? Karena the power of bagi-bagi makanan yang selalu ada tiap menyambut lebaran. Momen-momen seperti ini memang selalu memberikan kesan yang dalam bagi setiap warga yang kurang mampu.

Selain makanan, petasan juga selalu muncul sebagai icon datangnya hari raya idul fitri. Saya sendiri sebenarnya juga agak heran melihat larangan maupun himbauan yang terus sliweran tentang penggunaan petasan ini. ujung-ujungnya petasan ini juga tetap eksis dimainkan anak-anak di kampung-kampung. Malam lebaran tanpa suara petasan memang kurang seru tapi bagi kalian yang memiliki adik, ponakan dan juga anak tetap harus berhati-hati menggunakannya.

Well readers, itulah rangkaian tradisi dalam menyambut hari lebaran di tanah air. Dan dengan berakhirnya tulisan ini maka berakhir pulalah rangkaian tulisan saya bulan ini. Semoga Allah tetap memberikan saya kesehatan dan kesempatan untuk tetap menulis di blog ini. See you in the next post!


Monday, 3 June 2019

Doa di Penghujung Ramadan


Selamat datang di tausyiah Ramadan ke 29 blog saya wahai readers sekalian! Lebaran semakin dekat pertanda hari kemenangan pun segera tiba dan bulan penuh rahmat ini juga akan segera berpisah dengan kita. Masih ada rasa rindu dengan awal-awal Ramadan tapi ada rasa tidak sabar juga untuk segera menyambut hari kemenangan yang sudah di depan mata.  

Dua hari menjelang ditinggalkan oleh sang bulan suci Ramadan ada banyak doa dan harapan yang menggebu-gebu di batin saya. Ada banyak untaian semoga, semoga, dan semoga yang terus saya panjatkan di hari-hari terakhir Ramadan ini. Ya, doa dan harapan yang paling kencang saya panjatkan kepada Allah SWT adalah doa dan harapan agar saya dan ibu saya tetap diberi kesehatan. Saya masih ingin bertemu Ramadan-ramadan lainnya. Saya masih ingin bersama Ibu saya di Ramadan-ramadan lainnya dan saya juga masih sangat-sangat ingin menemukan kebahagiaan-kebahagiaan Ramadan di tempat lainnya. I know it sounds too over but yeah I want to feel Ramadan atmosphere in Mekkah and Madina with my mother next year. Saya memang belum memiliki persiapan apa-apa untuk mimpi saya ini but I hope it will come true soon. Saya percaya pada kekuatan doa.

Tentang doa dan harapan, saya juga memiliki banyak kata semoga untuk mimpi-mimpi yang sedang saya perjuangkan. Semoga, semoga, dan semoga di Ramadan berikutnya saya juga sudah bisa menggapai mimpi-mimpi saya yang lainnya. Memiliki pekerjaan tetap, bisa travelling dan volunteering lagi, tulisan untuk buku kedua saya cepat selesai dan segera terbit. Wish me luck readers!      

Tentang doa dan harapan, saya juga menaruh banyak harapan pada diri saya pribadi setelah Ramadan meninggalkan kita. Saya ingin menjadi pribadi yang lebih baik. Menjadi seorang yang lebih dekat dengan Allah SWT, yang tidak hanya produktif beribadah di bulan suci Ramadan saja melainkan di hari-hari lainnya pula. Yang terakhir dan tidak kalah pentingnya adalah semoga saya bisa menjadi pribadi yang lebih ikhlas dalam menjalani hidup saya di kehidupan selanjutnya.


Best Moment in Ramadan



Hello readers! Selamat datang kembali di konten tausyiah penghujung Ramadan ini. Pada tulisan kali ini saya akan membagikan momen-momen terbaik yang saya alami selama bulan puasa ini. Seperti kebanyakan orang tentu setiap dari mereka memiliki kesan-kesan tersendiri dalam menjalani puasa di bulan suci ini. Ada yang merasa semakin dekat dengan Allah SWT karena lebih produktif beribadah ataupun membaca Al-quran di bulan Ramadan dibandingkan hari-hari biasanya, ada pula yang merasa menjadi pribadi yang lebih baik dan peduli terhadap sesama dibandingkan bulan-bulan sebelumnya.

Seperti orang-orang tersebut saya juga memiliki momen-momen yang menurut saya sangat berkesan dibandingkan Ramadan tahun-tahun sebelumnya. Ya salah satu momen terbaik Ramadan tahun ini adalah saya bisa aktif dan produktif lagi untuk menulis. Kalau kalian melihat tulisan-tulisan lawas saya di blog ini maka kalian tidak akan menemukan banyak tulisan selama Ramadan pada tahun-tahun sebelumnya. Kalau tidak salah saya cuma punya satu tulisan di awal Ramadan tahun lalu, kemudian setelah itu saya kembali menjadi seorang blogger yang mager lagi.

Challenge dari Blogger Perempuan Network membuat saya benar-benar tertantang untuk menjadi produktif dan aktif lagi dalam dunia tulis-menulis. Melihat antusias teman-teman blogger di sosial media juga makin membuat saya bersemangat. Yeah, when finding their comment about this challenge saya merasa memiliki teman yang sama dalam menuntaskan rasa malas dalam menulis di blog. I am not alone anymore, saya punya banyak teman yang juga tetap bersemangat dalam menulis di blog.

Challenge menulis selama satu bulan penuh di bulan Ramadan ternyata juga berimbas pada rutinitas harian saya yang lainnya selama puasa ini. Jadwal harian saya di rumah menjadi lebih teatur dan terjadwal juga. Jadwal masak saya menjadi ontime, kegiatan beres-beres rumah menjadi teratur bahkan pakaian kotor saya tidak numpuk lagi seperti hari-hari biasanya. Mungkin terdengar agak lebay but that is the fact. Memiliki hobi menulis dengan deadline yang harus segera dituntaskan ternyata seru dan mengasyikkan. Sampai-sampai urusan lainnya juga harus memiliki deadline untuk segera diselesaikan demi menuntaskan deadline menulis di blog. I really enjoy this Ramadan moment.       


Jajanan Incaran di Hari Lebaran



Selamat memasuki hawa-hawa lebaran para readers sekalian! Well readers, menjelang hari lebaran ini selain makan ketupat, opor ayam, dan memakai baju baru tentu ada banyak hal lain yang paling kalian nantikan. Bagi saya pribadi di hari pembalasan nanti, maksud saya di hari lebaran nanti ada banyak list jajanan atau makanan yang wajib saya santap. Mau tahu daftar jajanan incaran saya di lebaran nanti? Kuy langsung disimak tulisan saya sapa tahu kalian juga tertarik buat list jajanan hari lebaran kayak saya hehe.

Yang pertama ada bakso bakar, somai goreng, dan sejenisnya itu lah. Makanan jenis somai-somaian dan bakso ini masuk dalam daftar makanan yang paling saya incar pas lebaran nanti readers. Biasanya kalau bulan puasa saya agak kurang menikmati makanan jenis ini soalnya sudah keburu kenyang duluan setelah makan nasi dan minum-minuman lainnya. Kalau di hari-hari lain tentu saja makanan ini paling enak disantap pas lagi ngiler-ngilernya. Apalagi kalau musim hujan, fthhhh masyaallah nikmatnya. Kemudian, urutan kedua makanan yang paling saya incar jatuh kepada mie pangsit. Ya, I am a pangsit lover. Entah mantra apa yang ada pada kandungan pangsit ini yang membuat saya terus mengincar kuah dan daging ayamnya. Seminggu tak bertemu pangsit rasanya hambar sekali hidup saya. Lanjut, daftar jajanan saya selanjutnya adalah Indomie. Tak berbeda jauh dengan yang namanya mie pangsit, Indomie ini juga memiliki semacam mantra yang mampu menghipnotis seluruh panca indra saya selama menjadi manusia apalagi sejak menjadi anak kos-kosan. Sejak saat itu, kamar kos saya tidak pernah sepi dengan yang namanya Indomie. Ya, Indomie memang sudah jadi semacam jimat bagi kebanyakan anak kosan. Maka wajar juga kalau ucapan thanks to di skripsi juga didedikasikan untuk Indomie. Selain sebagai pemadam kelaparan perut mahasiswa, Indomie juga penyelamat dompet mahasiswa rantau di akhir bulan. Mungkin karena kebersamaan dan kedekatan saya bersama Indomie sudah sangat intens selama bertahun-tahun maka terjalinlah perasaan saling memiliki antara kami. LEBAY!!!  Ya intinya Indomie adalah makanan wajib yang harus saya cicipi saat hari raya tiba. Dan terakhir yang tidak kalah menggiurkannya bagi indra pengecap saya adalah es krim. Kalau di bulan puasa nanti pas magrib baru bisa ngemil es krim, nah kalau lebaran saya bisa hantam pas tengah hari hehe.      

Well, readers itulah beberapa list jajanan yang paling saya incar di hari raya nanti. Semoga kita semua diberi umur dan rezeki yang panjang demi menyambut datangnya hari raya ya readers. Aamiin ya rabbal alamiin.


Sunday, 2 June 2019

Rutinitas Ramadan; Menonton, Membaca dan Menulis



Selamat datang kembali di blog saya wahai readers sekalian! Tak terasa bulan puasa ternyata akan segera meninggalkan kita lagi. Padahal rasanya baru kemarin bangun sahur pertama kali hehe. Selama Ramadan ini apakah kalian benar-benar memanfaatkan momen suci bulan puasa dengan kegiatan-kegiatan yang mensucikan diri kalian pula? Kegiatan suci yang saya maksud tidak melulu soal mengaji, berpuasa, bersedekah, taraweh, ataupun rutin mengerjakan sholat malam. Kegiatan yang bisa mengupgrade diri kalian selama puasa ini bisa berupa membantu orang tua di rumah, rajin membersihkan rumah, membantu tetangga, atau mengikuti kegiatan-kegiatan positif lainnya. Nah, pada tausyiah kali ini, saya lagi-lagi akan membagikan aktifitas yang sering saya lakukan selama Ramadan ini. Semoga para readers sekalian tercerahkan dengan tulisan saya ini kwkwkwk.

Seperti isi postingan blog awal Ramadan saya yang menceritakan tentang ngabuburit ala anak rumahan, kali ini saya kembali membahas rutinitas saya sebagai anak rumahan selama mengisi waktu di bulan Ramadan ini. Ya, sambil mengisi waktu luang dan menanti datangnya bedug maghrib saya biasanya menonton drama Korea dan reality show Korea. Mungkin beberapa orang menganggap ini unfaedah but daripada nonton sinetron atau acara TV di rumah tentu nonton drama Korea sama reality shownya lebih bermanfaat. Selain ceritanya bagus, drama Korea memang lebih punya banyak pesan moral dibandingkan nonton sinetron (peace emmak). Tentunya selain mencari hiburan seperti nonton produk luar saya juga suka nonton produk dalam negeri alias nonton Youtube para Youtuber favorit saya seperti Raditya Dika, Arif Muhammad, Nessie Judge, dan lain-lainnya. Tak hanya menghibur diri lewat nonton selama Ramadan ini saya mengisi banyak waktu saya dengan membaca buku yang belum sempat saya selesaikan beberapa waktu yang lalu. Jadi ya selain baca kitab Al-quran, waktu luang saya selama Ramadan saya juga habiskan dengan membaca kitab dari penulis-penulis Indonesia. Dan yang terakhir, kegiatan rutin yang baru pertama kali saya lakukan selama Ramadan adalah produktif menulis di blog. Karena melihat antusias teman-teman di Blogger Perempuan saya akhirnya semangat juga untuk menulis selama Ramadan ini. A bunch of thanks lah untuk Blogger Perempuan Network yang menghadirkan challenge selama Ramadan ini.     


Ammaca dan Tradisi Lebaran


Hai readers! Selamat berjumpa kembali dengan konten Ramadan ke 25 saya hari ini. Well, di beberapa menjelang lebaran hari raya lebaran ini saya akan sedikit berbagi cerita tentang tradisi lebaran yang sering saya lakukan bersama keluarga besar saya di kampung.

Biasanya di momen-momen akhir Ramadan seperti ini saya dan keluarga biasanya sudah sibuk atur jadwal untuk membuat kue-kue lebaran. Kenapa atur jadwal soalnya kami biasanya bergiliran membuat kue lebaran. Hari ini di rumah tante A, besoknya di rumah tante B dan begitu seterusnya. Dan momen-momen seperti inilah yang sering saya rindukan kalau Ramadan dan aura-aura lebaran sudah berakhir. Rindu keliling rumah keluarga di kampung untuk mencicipi kue-kue yang sudah dibuat sekaligus silaturahmi dan maaf-maafan pastinya. Selain icip-icip kue tradisi yang sering saya lakukan habis sholat ied adalah nyekar ke makam almarhum bapak saya. Setiba di rumah saya biasanya langsung hunting bunga dan daun pandan di sekitaran rumah. Berhubung tanaman di halaman rumah kebanyakan bunga jadi ya saya tidak repot-repot beli bunga. Begitu juga sama daun pandan yang tumbuh subur hampir di setiap rumah orang-orang di kampung. Nah habis nyekar dari makam bapak biasanya setiba di rumah satu persatu keluarga besar yang kebetulan tinggal berdekatan sama saya pun datang bersilaturahmi sambil maaf-maafan dan juga makan-makan pastinya. Selain itu, memasuki pukul Sembilan sampai sepuluh pagi giliran saya dan keluarga di rumah biasanya dapat panggilan makan-makan di rumah om yang kebetulan jadi tetangga juga. Tak seperti di rumah yang biasanya bikin kegiatan ammaca di hari terakhir puasa, di rumah om saya, beliau memilih ammaca pas seusai shalat idul fitri. Adapun ammaca bagi kebanyakan masyarakat Makassar ini adalah semacam syukuran atau rasa terima kasih kepada Allah yang masih memberikan rezeki kepada kami untuk dipertemukan pada lebaran tahun ini. Ya saya sih mengartikan kegiatan ammaca ini seperti itu, walaupun sebenarnya ada berbagai bentuk atau cara untuk mensyukuri karunia dan rahmat Allah SWT, tapi bagi keluarga kami, ammaca adalah salah satu tradisi sekaligus cara untuk mengucap rasa syukur tersebut.

Well readers, kurang lebih seperti itulah siklus tahunan di tiap hari raya di keluarga saya. Semoga siklus ini tetap terjaga seterusnya.


Baju Lebaran Ala Saya



Selamat datang kembali di blog saya para readers sekalian! Beberapa hari menuju hari lebaran apa saja yang telah kalian siapkan untuk memeriahkannya? Kue-kue lebaran, ketupat, opor ayam, THR untuk ponakan, atau baju lebaran? Kalau baju lebaran kayaknya sudah jadi semacam kewajiban yah tiap menyambut hari raya ini. Baik anak-anak sampai orang tua semua kayaknya sangat perlu dengan yang namanya baju lebaran. Selain ketupat, opor ayam, kue lebaran dan THR, baju lebaran memang sudah menjadi semacam icon utama tiap hari lebaran tiba. Baju lebaran sudah identik dengan yang namanya hari raya, semua serba diperbaharui demi menyambut hari yang fitri ini.

Berbicara soal baju lebaran, saya pribadi sebenarnya agak kurang peduli untuk membeli baju lebaran  setiap hari raya tiba. Kalau dibelikan baju sama orang tua Alhamdulillah, dapat THR baju lebaran Alhamdulillah, dan kalau tidak dapat baju lebaran juga Alhamdulillah soalnya saya adalah tipe orang yang jarang sekali memiliki niat untuk membeli baju baru tiap hari raya tiba tapi ya seperti yang saya bilang sebelumnya kalau dibelikan atau dikasih baju baru tentu saya pakai dong kwkwkw.  Sebenarnya, saya jarang atau bahkan tidak pernah membeli baju lebaran bukan karena saya berhemat atau pelit sama diri sendiri (Tapi kalau dipikir-pikir bisa masuk kategori hemat sama pelit sih wkkwk) melainkan saya punya stok baju yang jarang saya pakai so, mending pakai mereka saja. Terus alasan yang kedua adalah Ibu saya punya banyak koleksi baju yang jarang dipakai. Ya, beliau adalah seorang fashionista pada masanya. Karena sekarang beliau sudah berumur dan juga sudah jarang bepergian alias kebanyakan di rumah saja maka dari itu tanpa perlu repot-repot beli baju ya saya utak-atik saja lemari ibu saya hehe. FYI para readers sekalian sejak zaman kuliah sampai sekarang hampir semua baju saya itu juga hasil permak dari koleksi baju-baju ibu saya. Mungkin saya memang dilahirkan sebagai seorang perempuan yang tidak hobby belanja pakaian dari rahim seorang ibu fashionista. I can call it destiny. Allah blesses me!

Kemudian, alasan yang terakhir kenapa saya malas pakai baju baru pas lebaran adalah karena saya lebih suka dasteran ke tempat shalat ied. I do not why but I find a homey feeling in daster. Pokoknya memakai daster itu semacam kepuasan dan kenyamanan tersendiri untuk saya. Kalau pun punya baju baru biasanya habis shalat ied baru dipakai, kalau sudah mulai gerah barulah saya kembali memakai daster. Ya, my family sometime laughs at me when looking my dress di hari raya but I know I am not alone, saya juga punya sepupu yang memiliki kepribadian seperti saya ini pas hari raya hehe. So, kalau baju lebaran ala kalian bagaimana readers?     


Friday, 31 May 2019

Kenapa Harus Buka Puasa di Rumah?


Hai readers! Berjumpa kembali dengan tulisan saya di hari kesekian menuju hari kemenangan kita. Menjelang hari raya idul fitri ini apakah deadline kalian untuk bukber masih ada? Atau jangan-jangan sebulan penuh Ramadan ini jadwal kalian memang bukber terus yah? Aduh jangan sampai ya readers, sisain waktu kalian buat buka bareng keluarga juga di rumah apalagi yang memang stay bareng keluarga. Beda cerita sama anak rantau, anak kos-kosan yang mungkin memang berjauhan dengan orang tuanya. Padahal mereka mungkin sudah rindu berat dengan suasana dan makanan rumah. Ngomong-ngomong kalian tahu tidak, ada banyak manfaat sekaligus keseruan yang bisa kalian dapatkan dengan buka bareng keluarga di rumah dibandingkan buka di luar. Kuy langsung saja disimak tulisan saya sampai selesai.

Manfaat pertama yang akan kalian dapatkan wahai readers sekalian jika berbuk bareng keluarga di rumah adalah no budget a.k.a kalian tidak memerlukan pengeluaran yang banyak, kalian tidak perlu bayar pajak tempat makan juga tidak perlu untuk bayar uang parker. Yeah, because you are in home kecuali keluarga kalian memang mau palak kalian sih hehe. Yang kedua kalian tidak akan perlu bermacet-macet ria seperti biasanya karena rute kalian bukan rumah/kos to restoran/rumah makan A, B, M, C, D, K, F, C dan lain-lainnya. Palingan rute kalian menuju dapur tidak sampai semenit. Selanjutnya, makanan yang ada di rumah biasanya lebih sehat dan bergizi dibandingkan makanan dari luar. Kadar gizi dari makanan yang kalian makan di restoran cepat saji akan beda dengan makanan yang disajikan ibu kalian kecuali kalau kalian buka di rumah terus orang rumah pada delivery junkfood, ini lain cerita lagi namanya. The last but not least, keseruan dan keakraban buka bersama keluarga. Selama saya merantau beberapa tahun kemarin saya itu selalu rindu momen-momen di dapur bareng ibu dan keluarga lainnya kalau sudah sore. Pas jadi mahasiswa saya dan teman-teman biasanya cuma bukber di luar kalaupun di rumah ya palingan cari takjil. Kalau di rumah saya bisa belanja sekaligus masak menu buka bareng keluarga. Pokoknya kalau puasa itu quality time bersama keluarga memang benar-benar terasa. Pas buka juga seru sambil cerita bareng habis itu sholat berjamaah deh. Suddenly wanna cry while typing this cause I miss almarhum ayah saya.

So, buat kalian yang lebih suka buka di luar cobalah untuk sering-sering memberi waktu kepada keluarga kalian.  Sometime we do not realize how beautiful buka bareng keluarga is till we do it with them.   



Make Up Edisi Lebaran


Kembali lagi di blog saya wahai readers sekalian. Nampaknya sudah agak lama juga saya tidak membagikan info-info menarik soal dunia kecantikan kepada kalian. Berhubung saat ini saya sedang mood untuk membahas dunia persilatan khusus kaum hawa ini yuk langsung saja saya bagikan info sekaligus make up lebaran ala saya. Silahkan disimak tulisan saya berikut ini para readers sekalian.   

Well, adapun make up ala saya untuk edisi hari lebaran sebenarnya tidak jauh-jauh dari penampilan sehari-hari saya kalau mau keluar rumah atau bepergian. Terbilang simple dan tidak neko-neko soalnya saya tipe orang yang agak suka menunda-nunda waktu berangkat kalau mau ke sebuah acara atau kegiatan jadinya ya make up ala kadarnya saja. Ok readers bagi we have to admit that setiap orang memiliki  versi simple masing-masing dalam masalah make up. Saya tipe orang yang saat ingin bepergian ataupun pas hari lebaran tidak suka mengenakan mascara, eyeliner, eyeshadow, blush on dan konco-konconya itu. Mungkin beberapa orang step-step tersebut adalah step-step paling dasar dan bisa dibilang masuk kategori simple make up but I myself prefer to use toner, aloe vera, moisturizer cream, bedak tabur, and lipstick only. Yeah, that is my definition of simple make up for lebaran. Tapi yang seperti saya katakan tadi readers bisa saja make up sederhana saya ini masih dikalahkan sama orang yang memang lebih suka pakai bedak saja tanpa embel-embel yang lain. We have own definition absolutely.

Nampaknya saya terlalu lama kasih speech so, langsung saja saya berikan beberapa produk yang akan saya gunakan pada hari raya nanti. Yang pertama setelah mencuci muka saya memakai toner dari Etude House setelah itu saya lanjutkan dengan aloe vera dari Herborist yang selalu saya jadikan primer sebelum ditimpuk sama produk yang lainnya. Kemudian, saya lanjutkan dengan menggunakan bright moisturizer cream dari Wardah. Tahap selanjutnya adalah menabur bedak tabur dari Althea di muka saya. Dan the last but not the least saya memakai Wardah Matte Lipstik no 14 untuk membuat muka saya agak cerahan sedikit meskipun memakai make up ala kadarnya.

Ok readers, itulah make up simple edisi lebaran dari saya. Semoga make up edisi lebaran ini ada manfaatnya untuk kalian.  


Sunday, 26 May 2019

Ayo Melatih Anak Berpuasa Dengan Cara Ini


Kembali lagi di blog saya para readers sekalian! Well, kali ini saya akan berbagi cerita tentang bagaimana melatih anak untuk berpuasa apalagi nih untuk para ibu-ibu yang memiliki anak yang baru pertama kali melaksanakan puasa. Apa saja sih yang seharusnya kita lakukan sebagai orang tua dalam membimbing dan melatih anak dalam berpuasa? Kuy disimak tulisan saya.

Bagi saya hal yang penting dalam melatih anak berpuasa untuk pertama kalinya adalah mengajarkan anak tentang apa tujuan dan manfaat puasa itu sendiri. Tentu sebagai orang tua kita tidak perlu memberikan pembahasan yang berat-berat dulu kepada anak apalagi sampai mengeluarkan ayat atau hadist tentang puasa di depan mereka. Kita bisa memulai dengan menjelaskan manfaat puasa bagi kesehatan mereka jika mereka mampu melaksanakannya. Selain itu, jangan pernah memaksa anak untuk berpuasa apalagi jika mengharuskannya berpuasa hingga sebulan penuh. Latih anak berpuasa secara bertahap misalnya berpuasa hingga duhur kemudian anak dilatih lagi untuk berpuasa penuh keesokan harinya dan begitu seterusnya. Hal yang tidak kalah pentingnya juga adalah dengan membuatkan menu sahur dan berbuka puasa yang menggugah selera dan bergizi bagi anak-anak kita. Salah satu hal yang membuat anak semangat untuk berpuasa adalah jika kita mengabulkan permintaan makanan yang mereka inginkan. Jangan lupa untuk menghias makanan tersebut semenarik mungkin di mata anak-anak seperti dengan membuat kue berbentuk karakter kartun favorit anak misalnya atau membuat makanan dari sayuran berwarna-warni. Kemudian rajin-rajin pulalah memberikan pujian sekaligus motivasi pada anak agar terus bersemangat menjalankan puasa di bulan Ramadan. Pujian dari orang-orang sekitar akan membuat anak merasa dihargai sekaligus bangga dengan pencapaian yang telah dilakukannya selama melaksanakan ibadah puasa. Selain dukungan dalam bentuk verbal ada baiknya orang tua juga memberikan dukungan dalam bentuk fisik contohnya memberinya hadiah. Kalian bisa memberikan pilihan hadiah kepada mereka seperti misalnya jika puasanya sampai satu bulan penuh maka hadiah yang diberikan adalah sepeda, baju baru sekaligus sepatu baru, kalau bolong sepuluh hari maka hadiahnya hanya sepatu baru dan baju baru saja dan kalau puasanya tidak sampai sepuluh hari selama Ramadan maka hadiahnya cukup baju baru saja. Para orang tua di rumah silahkan memilih hadiah sesuai kebutuhan dan manfaatnya untuk anak. Reward berupa barang biasanya akan lebih dihargai oleh anak-anak dibandingkan dengan sejumlah uang.

Ok readers itu dia beberapa tips dari saya hari ini. Semoga bermanfaat untuk anak-anak, adik-adik, keponakan, atau cucu kalian di rumah hehe. Selamat mencoba!     


Aplikasi Favorit di Bulan Puasa





Hello readers! Tak terasa bulan Ramadan akan meninggalkan kita lagi tahun ini. Tanpa terasa sudah 20 hari pula kita telah menjalani momen-momen puasa ini. Hmm kira-kira sudah berapa kali kalian bukber bulan ini? sudah berapa banyak spot yang kalian kunjungi selama ngabuburit? Atau sudah berapa banyak kuota yang kalian pakai selama Ramadan ini? Kalau saya sih baru dua kali ikut bukber itu pun dengan lokasi yang sama dan orang-orang yang sama juga hehe. Kalau soal paket data sih Alhamdulillah aman karena saya pakai paket kuota 3G plus unlimited dari IM3 selama satu bulan ini. Adapun aplikasi yang saya pakai sekaligus termasuk dalam paket unlimited dari IM3 ini antara lain youtube, WA, FB, Gmail dan juga Twitter. Kalau Instagram? Sayangnya aplikasi yang satu ini tidak termasuk paket unlimited jadi kalian hanya bisa mengaksesnya selama kuota 3G itu masih ada.

So readers, selama satu bulan ini kehidupan maya saya terpenuhi oleh paket unlimited ini. Karena paket unlimited ini pula saya bisa mengakses aplikasi-aplikasi favorit saya seperti WA, FB, Gmail, youtube dan twitter. Biar saya ceritakan satu persatu kegunaan dan fungsi aplikasi-aplikasi tersebut bagi hidup saya selama bulan puasa ini. Kuy disimak.

Yang pertama adalah WA. Aplikasi ini juga terbilang penting bagi saya soalnya semua teman dan keluarga saya rata-rata memakai aplikasi ini untuk chat sehari-hari so, daripada memori saya full sama aplikasi chat yang lain ya mending pakai WA. Selain banyak yang pakai, aplikasi ini juga simple dan jarang bikin masalah kalau dipakai. Kedua, saya juga masih tetap setia bersama FB walaupun sudah tidak pernah posting apa-apa tapi aplikasi ini lumayanlah untuk melihat banyak keributan dan masalah orang-orang yang sebelumnya saya tidak pernah tahu. Namun, bukan itu poin penting mengapa saya masih memakai FB. Yang paling utama adalah saya bisa menonton banyak drakor favorit-favorit saya kapanpun lewat FB tanpa takut kuota habis. Tak hanya nonton drakor atau variety show, berkat FB saya juga bisa live streaming nonton pertandingan bulutangkis secara gratis apalagi bulan puasa ini ada Sudirman Cup readers sayangnya sih tim Indonesia kalah lagi but lumayanlah walaupun belum bisa membawa pulang piala Sudirman paling tidak sudah bisa naik podium kali ini.

Ok lanjut, kemudian ada Gmail sebagai aplikasi pengirim file atau dokumen. Selanjutnya ada Youtube yang merupakan tempat favorit saya menonton channel dari creator-creator kreatif di dunia. The last but not the last is Twitter. Yah, dibandingkan sosmed yang lainnya saya lebih suka nongkrong di twitter soalnya penghuninya lucu-lucu dan seru-seru. Di twitter saya bisa baca banyak thread unik-unik mulai dari kisah percintaan, komedi, horror, skandal, konspirasi pokoknya lengkap lah kalau di twitter. Tak hanya itu, di Twitter saya juga sering menemukan hal-hal yang menginspirasi dan yah paling tidak bisa bikin saya banyak membaca. Beberapa pengguna Twitter banyak yang memiliki tulisan bagus-bagus yang tidak hanya menambah pengetahuan saya tetapi juga bisa mengubah perspektif saya.  Yah, walaupun kadang-kadang ada beberapa fanwar atau perang opini but ciutan orang-orang di twitter masih lebih bagus lah dibandingkan komen-komen atau postingan orang-orang di sosmed sebelah. Anyway selama puasa ini saya juga pake VPN untuk live streaming tapi kebetulan beberapa hari ini ada pembatasan sosmed jadinya VPN saya tidak hanya sekedar untuk LS melainkan berguna juga untuk main sosmed di tengah downya IG, WA, dan FB.

Well readers itulah beberapa aplikasi yang sering saya pakai selama bulan Ramadan ini. Kalau kalian bagaimana?



Friday, 24 May 2019

Setelah Ramadan Tetap Konsisten Dengan Amalan-Amalan Ini


Selamat datang kembali di blog saya para readers sekalian! Menuju hari kedua puluh puasa di bulan Ramadan ini tentu kalian sudah banyak melakukan amalan-amalan yang hanya bisa kalian lakukan di bulan suci ini misalnya membayar zakat, shalat tarawih atau mungkin berbuka puasa bersama orang-orang yang membutuhkan. Hmmm, tahukah kalian readers bila bulan puasa bisa menjadi waktu yang tepat untuk kalian dalam menambah pundi-pundi pahala. Ya, salah satunya adalah mengaji karena di bulan Ramadan yang penuh rahmat ini Allah akan melipat gandakan pahala bagi setiap muslim yang membaca kalam-Nya. Tapi, ada tapinya nih readers, kalian kalau mengaji jangan asal mengaji saja apalagi kalau niatnya cuma mau buru-buru khatam Alquran. Yang lebih parah lagi kalau kalian asal baca saja pokoknya lurussss saja yang jelas sampai juz 30 selesai. Selain itu rajin-rajin sedekah juga di bulan puasa ini readers apalagi untuk orang-orang yang tidak mampu di sekitar kita termasuk kepada anak yatim piatu.   

Oh iya readers bulan Ramadan yang hanya datang sekali setahun ini sebenarnya bisa menjadi momen yang tepat untuk kita semua untuk menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelum-sebelumnya. Sebut saja shalat lima waktu, jika di luar bulan puasa kalian masih biasa bolong-bolong sholatnya atau mungkin masih sering sholat tidak tepat waktu maka di bulan suci ini adalah waktu yang sangat tepat untuk memperbaiki sholat kita. Sebuah tips dari saya untuk kalian yang sering telat sholat subuh kayak diri saya sendiri hehe. Usahakan setelah sahur jangan langsung tidur readers, tunaikan shalat subuh dulu baru dilanjut tidurnya. Nah ini buat tahap pemula, kalau sudah advance usahkan setelah sholat jangan tidur lagi tapi silahkan lanjutkan dengan mengaji, membaca buku, atau aktifitas-aktifitas lainnya. Dengan rutinitas yang terjadwal seperti ini InsyaAllah setelah bulan puasa kelar kita masih tetap konsisten menjalankannya.

Selain memperbaiki sholat lima waktu kita, di bulan Ramadan ini kita juga bisa melatih diri kita untuk lebih sering menunaikan sholat sunnah baik itu sholat dhuha ataupun sholat tahajjud. Tips lagi nih dari saya, saat bangun sahur jangan langsung ke meja makan dulu. Silahkan ambil air wudhu dulu untuk shalat tahajjud kemudian barulah melaksanakan sahur. Begitu pun dengan shalat dhuha. Sempatkanlah menunaikan shalat dhuha meskipun kita dalam posisi bertugas atau bekerja, tunaikanlah shalat dhuha dulu sebelum melanjutkan kembali aktifitas kita yang lainnya. Dan yang terakhir jangan lupa juga untuk menyempatkan mengaji dimanapun dan kapanpun kalian berada.   

Selain menjadi ladang pahala, bulan puasa ini juga bisa menjadi tempat yang tepat untuk melatih diri kita agar lebih dekat lagi dengan Allah SWT. Semoga setelah Ramadan kalian dan saya pribadi bisa tetap konsisten menjalankan amalan-amalan yang bernilai pahala di sisi-Nya.


Drama Mudik


Hai readers! Berjumpa lagi dengan tausyiah Ramadan di blog saya. Jika kemarin saya mengajak kalian untuk membuang-buang waktu untuk membaca kisah nostalgia saya di masa kecil maka kali ini ijinkanlah saya membuang-buang waktu kalian lagi untuk membaca cerita mudik saya selama menjadi seorang mahasiswa yang tidak maha-maha amat.

So, saya merupakan anak rantau dari sebuah kabupaten kecil di Sulawesi Selatan yang mengadu otak, mental dan fisik di kota Makassar demi mengenakan dua buah toga di kepala saya. Ya, kurang lebih sekitar 8 tahun saya mengenyam pendidikan di kota besar untuk mendapatkan gelar S1 dan S2 saya jadi yah sudah terbiasa dengan drama-drama mudik ala anak rantau setiap tahunnya. Setiap tahun bagi saya selaku anak rantau adalah momen yang selalu membuat resah dan gelisah. Bagaimana tidak kami yang jauh dari kampung halaman selalu harap-harap cemas jika ada pemberitahuan kuliah dadakan di jadwal kritis menuju H-1 lebaran. Belum lagi kalau dosennya super perfect yang sukaaaa sekaliii masuk mengajar. Kalau sudah dapat kejadian yang seperti ini nih, anak-anak asli Makassar di kelas langsung tertawa bahagia melihat penderitaan kami. Maka terpujilah para dosen yang hanya memberikan tugas dibandingkan masuk kelas demi melihat kami segera pulang kampung kala itu. God blesses you Pak, Buk.

Selain drama bersama Bapak dan Ibu dosen yang seperti itu, saya juga sering dapat drama transportasi untuk pulang kampung. Kalian tahu kan anak kampung yang sekolah di kota besar bukan hanya saya saja. Otomatis kendaraan pulang kampung juga terbatas apalagi kalau benar-benar sudah mepet sama hari lebaran soalnya beberapa bapak supir lebih pilih stay di rumah daripada nyupir. Mungkin bapak-bapak supir ini adalah suami sholeh sayang istri yang mungkin sedang bantu-bantu istri di rumah buat masak ketupat sama opor. Beruntungnya, tidak semua supir demikian pemirsahh! Ada juga yang setia mencari nafkah menjelang hari lebaran bahkan di saat hari lebaran tapi ya itu cuma be-be-ra-pa saja. Singkat cerita ketika kami para anak rantau kalang kabut cari kendaraan buat pulang maka pada akhirnya kami pun rela disusun kayak ikan di pasar di dalam satu mobil. Tidak apa-apa main sempit-sempitan yang jelas bisa pulang ngumpul sama krluarga. Itu salah satu motto saya pada zaman dahulu kala. Beruntungnya anak-anak kuliah di kampung saya sekarang sudah lebih enak menikmati momen mudiknya. Jalan sudah bagus. Mereka kebanyakan sudah punya motor, sekarang kendaraan untuk pulang kampung pun sudah ada jadwal malamnya. It’s really really different with my era.    

Ngomong-ngomong kalau lihat anak-anak mudik di bulan Ramadan ini saya tiba-tiba rindu dengan drama mudik saya beberapa tahun silam. I know it was annoying but that’s why drama mudik era saya so memorable.  


Thursday, 23 May 2019

Apa Kabar Ramadan Masa Kecilmu?



Selamat datang kembali di blog saya readers sekalian. Hari ini saya ingin mengajak kalian nostalgia ke suasana Ramadan di masa kecil saya. Bagi anak kelahiran 90-an mungkin juga mengalami hal yang sama dengan saya. Masih belum akrab dengan yang namanya ngabuburit lewat sosmed. Pada zaman kebesaran anak 90-an saya melihat kegiatan ngabuburit sekaligus bersosialisasi memang benar-benar terealisasi. Sosialisasi yang saya maksud di sini yah tidak cuma komunikasi atau interaksi lewat verbal saja melainkan juga fisik. Kalau sekarang sih anak-anak lebih suka meet up di group chat saja sambil kirim selfi masing-masing. Atau yang paling popular nih yang dilakukan oleh anak laki-laki kebanyakan yaitu main game online berjamaah. Karena keasikannya main sampai-sampai lupa kalau belum buka puasa pas sadar ternyata sudah mau imsak wkwkkw (abaikan).

Saya masih ingat betul beraneka macam permainan yang sering saya dan teman-teman sepantaran saya mainkan sambil menunggu adzan magrib waktu itu. Main lompat tali, bulu tangkis, boneka-bonekaan, main kasti, layangan bahkan sampai main bola dan main kelereng. Ya saat saya masih kecil saya memang terkenal tomboi jadi yah maklum kalau saya multitalent dengan semua jenis permainan hehe. Ramadan di masa kecil saya memang sangat-sangat memorable dan selalu saya rindukan. Saya baru sadar kalau saya dan teman-teman saya di masa lalu adalah orang yang produktif dan suka yang namanya ngumpul. Pokoknya apa-apa main bareng, nonton bareng bahkan buka puasa bareng di masjid dekat rumah. Namun, setelah puberty menyerang, kami semua berubah menjadi mahluk introvert, bukber hanyalah wacana, tak ada mood lagi untuk sekedar ngumpul, bicara di grup juga dicuekkin, iya cuma di read saja.    

Bisa dibilang  kebanyakan anak zaman sekarang memang lebih memilih untuk menyimpang kenangan masa ramadannya lewat teknologi. Sangat berbeda jauh dengan masa kecil saya. Anak zaman sekarang kalau ingat masa lalunya ya tinggal liat di kenangan facebook terus dibagikan atau mungkin nge-higlight story bukber teman-teman SD nya sedangkan saya yah cuma mengingat masa-masa itu tanpa adanya jejak digital. Namun, tak ada yang salah dengan hal tersebut. Zaman memang akan terus berubah begitu juga dengan para pengikutnya. Waktu akan terus bergulir begitu juga para generasinya karena setiap zaman nampaknya memang dipersiapkan untuk kita kenang sesuai era kita masing-masing.

Selamat bernostalgia dengan moment Ramadan masa kecil kalian readers!


Wednesday, 22 May 2019

Apa sih perbedaan zakat, infaq dan sedekah?



Hello readers! Hari ini saya akan kembali dengan tausyiah Ramadan di blog saya. Tak seperti tausyiah saya di tulisan-tulisan sebelumnya yang masih terlalu mengandung unsur unfaedah maka kali ini izinkan lah saya untuk benar-benar serius agar kalian lebih khidmat lagi dalam membaca tulisan saya ini. Baiklah para readers sekalian yang dirahmati dan diridhoi oleh Allah SWT, langsung saja saya akan membahas apa itu zakat, infaq dan sedekah.

Adapun zakat adalah mengambil sebagian harta dengan ketentuan tertentu untuk diberikan kepada orang-orang tertentu pula. Zakat ini juga hukumnya wajib dilaksanakan oleh umat muslim yang memang dikenai kewajiban untuk membayar zakat. Adapun infaq dan sedekah tidak diwajibkan melainkan disunahkan saja untuk para umat muslim. 

Kemudian, pengertian infaq adalah segala jenis pembelanjaan seorang muslim untuk kepentingan diri sendiri, keluarga, maupun masyarkat sedangkan sedekah adalah bentuk bentuk infaq yang lebih spesifik lagi. Adapun kegiatan bersedekah ini tidak hanya dikhususkan dalam bentuk uang saja. Kita bisa bersedekah dalam bentuk materi seperti makanan dan bisa juga dilakukan dalam bentuk berbagi pikiran ataupun lewat sumbangsi tenaga.

Dalam membayar zakat terdapat beberapa waktu tertentu yang diberikan. Zakat fitrah misalnya kita diwajibkan menunaikannya selama bulan Ramadan. Kemudian zakat maal dibayarkan ketika telah mencapai nisabnya dan mencapai nisabnya. Sedangkan untuk infaq dan sedekah tidak memiliki batasan waktu yang ditentukan. Ketika kita memiliki kemampuan untuk menunaikannya maka segerakanlah untuk berinfaq ataupun bersedekah. Dalam bersedekah ada beberapa hal yang harus kita perhatikan nih readers yang pertama yaitu kita harus belajar tentang fiqih sedekah jangan sampai kita punya niat sekaligus kemampuan untuk menunaikannya tapi salah sasaran. Ada baiknya kita bertanya juga pada ahli ilmu tentang bagaimana bersedekah yang baik itu. Kemudian saat bersedekah gunakanlah harta terbaik dan halal kita jangan bersedekah dengan harta yang haram dan tidak halal yah readers. Yang penting juga adalah saat bersedekah berusahalah untuk merahasiakannya dan tidak mengumbarnya kemana-mana. Selanjutnya, bersedekahlah kepada orang lebih membutuhkan apalagi kalau yang sedang membutuhkan adalah kerabat atau keluarga kita sendiri. Yang terakhir nih, barang yang telah kalian sedekahkan tidak boleh kalian ungkit-ungkit lagi apalagi di depan si penerima sedekah tersebut atau yang lebih parah kalian malah meminta kembali barang yang telah kalian sedekahkan tersebut. Jangan seperti itu ya readers.

Well readers demikianlah tausyiah hari ini di blog saya semoga apa yang saya tulis benar-benar membawa manfaat kepada kita semua. Jangan lupa bayar zakat di bulan Ramadan ini yah readers. See you in the next post.  



Tuesday, 21 May 2019

Mengenal Bermacam-macam Bedak Wardah


Selamat datang kembali di blog saya para readers sekalian. Kali ini kembali lagi dengan konten kecantikan yang akan saya bagikan di tulisan saya hari ini. Well readers, untuk memenuhi keperluan wajah sehari-hari tentu kita sebagai seorang perempuan membutuhkan yang namanya make up salah satunya yaitu bedak dan bedak sebagai kebutuhan paling penting untuk touch up a.k.a merias wajah ternyata memiliki banyak jenisnya. Salah satu brand yang juga sudah sangat familiar dikalangan perempuan dengan beraneka macam produknya termasuk bedak adalah wardah kosmetik. Nah, untuk itu kita langsung bahas yuk produk kecantikan yang satu ini.

Yang pertama yaitu Wardah Acne Face Powder. Bedak ini dibuat khusus untuk pemilik kulit berminyak dan berjerawat. Kandungan oil absrorber agent pada bedak ini mampu menyerap minyak pada wajah. Selain itu kandungan triclosan sekaligus salicylic acid di dalamnya juga membantu merawat wajah berjerawat.
Selanjutnya ada Wardah Luminous Face Powder. Bedak ini mengandung partikel micropowder yang mampu menjaga wajah kalian dari kilap minyak. Tak hanya itu tekstur bedak ini juga sangat halus sehingga akan menempel sempurna di kulit kalian. Berbeda dengan Wardah Acne Face Powder yang hanya memiliki satu varian, bedak ini memiliki empat jenis varian yaitu natural, ivory, beige, dan leight beige. Kalau kalian perhatikan, bentuk atau packaging dari bedak ini hampir sama dengan Wardah Acne Face Powder yang berbeda hanyalah warna dari tutup produk ini. Jadi biar tidak salah beli pas mau beli jangan lupa perhatikan warnanya yah readers.


Kemudian ada juga Wardah Compact Powder atau sering disebut juga bedak padat Wardah. Tekstur dari bedak ini sangat halus dan ringan sehingga cocok untuk segala jenis kulit


Selanjutnya ada Two Way Cake dari Wardah yang memiliki kombinasi foundation sekaligus partikel halus di dalamnya. Kelebihan dari bedak ini yaitu mampu bertahan lama saat dipakai alias tidak mudah luntur. Bedak ini juga memiliki kandungan Vitamin E dan UV Protection sehingga akan tahan untuk kalian pakai sepanjang hari. Bedak Two Way Cake ini juga memiliki bermacam-macam jenis antara lain Two Way Cake Light Feel, Two Way Cake Extra Cover, Luminous Two Way Cake, dan juga Exclusive Two Way Cake. Pokoknya kalian tinggal pilih deh yang cocok sama selera kulit kalian.



Ok readers, itulah beberapa jenis bedak yang dikeluarkan oleh Wardah. Silahkan kunjungi toko-toko kecantikan atau apotik yang menjual prodak Wardah jika kalian memang tertarik untuk mencobanya. Sampai jumpa di postingan selanjutnya.  

  


Monday, 20 May 2019

Sejarah Munculnya THR di Indonesia


Selamat datang kembali di blog saya para readers sekalian! Well, di pertengahan bulan Ramadan ini saya akan membagikan tausyiah lagi kepada kalian dan adapun tausyiah saya kali ini adalah tentang Tunjangan Hari Raya a.k.a THR. Ngomong-ngomong kalian tahu tidak kapan THR pertama kali muncul di tanah air? Nah, kalau mau tahu yuk selesaikan untuk membaca tulisan ini.

Baiklah readers sekalian mari kita lanjutkan pembahasan tentang sejarah THR di Indonesia. Jadi THR atau Tunjangan Hari Raya itu sendiri adalah hak pendapatan para pekerja atau karyawan  yang wajib untuk dibayarkan oleh perusahaan menjelang hari raya keagamaan seperti lebaran. Menurut kabarburuh.com THR pertama kali hadir pada masa pemerintahan Presiden Soekarno. Pada saat itu ada yang disebut dengan kabinet Soekiman Wirjosandjojo yang memiliki program peningkatan kesejahteraan pamong pradja atau saat ini sudah dikenal sebagai Pegawai Negeri Sipil atau PNS.

Menurut sejarah, awalnya tunjangan kesejahteraan tersebut hanya dikhususkan untuk para pejabat atau pegawai pemerintahan saja. Katanya juga waktu itu Tunjangan Hari Raya diberikan sebagai strategi agar para pegawai negeri sipil memberikan suara atau dukungannya kepada pemerintahan yang menaungi mereka pada waktu itu. Saat pelaksanaanya, Kabinet Soekiman memberikan Tunjangan Hari Raya  kepada para pegawai pemerintahan pada saat menjelang hari raya atau lebaran. Jumlah yang diberikan pada era itu sekitar Rp. 125 sampai dengan Rp. 200 yang kalau dirupiahkan di jaman sekarang menjadi Rp. 1.100.000 hingga Rp. 1.750.000.

Kala itu ternyata tunjangan hari raya tidak hanya berupa uang melainkan juga beras. Kemudian, karena di era Soekarno tersebut THR hanya diperuntukkan untuk pegawai negeri sipil saja akhirnya para karyawan dan buruh perusahaan melancarkan aksi protes pada saat itu. Mereka menuntut pemerintah untuk memberikan tunjangan juga untuk mereka. Para kaum buruh menganggap pemerintah pilih kasih terhadap mereka apalagi saat itu diketahui juga bila para kalangan pegawai pemerintahan saat itu kebanyakan diisi oleh kalangan bangsawan dan kaum berkasta tinggi. Intinya saat itu kaum buruh tidak mau dibeda-bedakan mengenai persoalan tunjangan hari raya. Pokoknya kalau pegawai negeri dapat mereka juga harus dapat.

Belajar dari kasus di era kabinet Soekiman ini akhirnya menjadi titik awal bagi pemerintah untuk menjadikan THR sebagai anggaran rutin negara. Tak hanya itu, pada tahun 1994 pemerintah pun telah mengatur secara resmi perihal THR untuk para pekerja di perusahaan-perusahaan swasta. Dalam peraturan tersebut menyatakan bila para pengusaha wajib memberikan THR kepada para pekerjanya yang telah bekerja selama tiga bulan secara terus-menerus atau lebih. Kemudian di tahun 2016, kementerian Ketenagakerjaan kembali merevisi aturan yang dibuat sebelumnya di mana pekerja yang sudah bekerja minimal satu bulan juga sudah berhak mendapatkan THR. Tak hanya pegawai  karyawan tetap melainkan juga untuk pegawai kontrak.

Baiklah readers, itu dia sedikit cerita tentang sejarah hadirnya THR di tanah air. Sampai jumpa di postingan selanjutnya.